Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN PEDAGOGICAL AND CONTENT BIOLOGY KNOWLEDGE (PCBK) MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI DALAM MERANCANG RENCANA PEMBELAJARAN Bhakti Karyadi; Alif Yanuar Zukmadini; Neni Murniati
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.4.2.129-128

Abstract

Pendidikan calon guru biologi masa depan dihadapkan pada isu integrasi pengetahuan pedagogik dan konten biologi (Pedagogical Content Biology Knowledge/PCBK). Calon guru diharapkan menjadi guru yang terampil mengajar dengan efektif, menguasai materi ajar, dan mampu memanfaatkan teknologi pembelajaran. Analisis data kemampuan PCBK dalam  merancang rencana pembelajaran dilakukan  secara deskripsi berdasarkan Content Representation dan  Pedagogical and Professional-Experience Repertoire. Hasil analisis menunjukkan persentase kemampuan mahasiswa Pendidikan Biologi dalam merancang pembelajaran biologi sebagian besar mahasiswa memiliki kemampuan PCBK berkategori cukup sebesar 37,50, sedankan kategori baik dan sangat baik masing masing 28,13%, kategori kurang  mencapai 6,25%, dan tidak ditemukan mahasiswa yang berkategori sangat kurang. Kemampuan mahasiswa dalam menentukan model dan metode pembelajaran, mengembangkan konten materi ajar biologi,  dan merancang aktivitas pembelajaran telah mencapai kriteria  ketercapaian minimal (? 70%) masing-masing mencapai 74,75%, 77,50%, dan 76,25, sedangkan kemampuan merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran belum memenuhi kriteria  ketercapaian minimal, masing-masing komponen hanya mencapai 63,75% dan 61,75%. Simpulan penelitian kamampuan secara umum mahasiswa telah mampu merancang rencana pembelajaran dengan baik. Kemampuan mahasiswa dalam merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran perlu terus ditingkatkan melalui latihan dan penugasan secara terstruktur.Kata kunci :  PCBK, SPB
Edukasi Metode Kompos Takakura Sebagai Upaya Penanganan Sampah Basah Rumah Tangga Neni Murniati; Mimien Henie Irawati; Facthur Rohman
DHARMA RAFLESIA Vol 19, No 2 (2021): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v19i2.18212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis penumpukan sampah basah yang ada di Kelurahan Kebun Beler Kota Bengkulu. 2) Mengetahui sikap dan pengetahuan masyarakat terhadap pengolahan sampah 3) Upaya Penanganan sampah basah Rumah Tangga di Kelurahan Kebun Beler dengan metode kompos Takakura. Jenis Penelitian ini merupakan Penelitian deskriptif dengan metode survey langsung ke lapangan dengan melakukan pegamatan dan dengan pemberian angket kepada masayarakat terkait pengetahuan tentang sampah, produksi sampah basah dan sikap masyarakat terhadap sampah. Pada penelitian ini digunakan data primer dan data sekunder yang diperoleh dari masyarakat, RT/RW dan Kelurahan kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan 1) Produksi sampah basah Rumah Tangga di kelurahan Kebun Beler 1,0 -1,5 kg/hari dengan rata-rata 1 keluarga berjumlah 3-6 orang. 2) Sikap masyarakat dan pengetahuan masyarakat terhadap pengolahan sampah sudah cukup baik dengan sebagian masayarakat setuju tentang penanganan sampah dari proses pemilahan, pengumpulan hingga pengolahan sampah, tetapi belum adanya bentuk pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Kebun Beler. 3) Bentuk pengolahan sampah di masyarakat berupa pembiayaan pengangkutan sampah secara swadaya masyarakat. Upaya dilakukan melalui inovasi tepat guna dengan penyuluhan pengolahan sampah basah Rumah Tangga metode kompos Takakura di Kelurahan Kebun Beler Kota Bengkulu yang menjadi salah satu alternatif pengurangan volume sampah basah rumah tangga.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS SSCS TERHADAP PENGETAHUAN FAKTUAL, KONSEPTUAL, DAN PROSEDURAL MATERI SISTEM PERNAPASAN Amalia Lestari; Endang Widi Winarni; Neni Murniati; Bhakti Karyadi; Irwandi Ansori
Jurnal IPA Terpadu Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v6i2.35577

Abstract

LKPD digunakan sebagai suatu bahan ajar yang dapat membantu dan mempermudah dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur, kelayakan dan kepraktisan LKPD berbasis SSCS (Search, Solve, Create and Share). Metode penelitian yang digunakan adalah R & D dengan model Borg & Gall. Subjek penelitian adalah Guru dan 29 orang peserta didik kelas XI SMA Negeri 01 Kota Bengkulu. Hasil penilaian validasi keseluruhan aspek pada bahan ajar LKPD Biologi berbasis SSCS materi sistem pernapasan yang dikembangkan memiliki kelayakan sangat baik dengan persentase 86,41%. LKPD yang dikembangkan dikategorikan sangat praktis, semua aspek penilaian yang diberikan melalui lembar respon peserta didik mendapatkan hasil dengan persentase 100%, peserta didik memberikan respon yang baik terhadap LKPD yang dikembangkan. Hasil belajar peserta didik menunjukan bahwa LKPD Biologi berbasis SSCS mampu memfasilitasi pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural peserta didik dengan memperoleh persentase sebesar 92.09%.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS LINGKUNGAN BERDASARKAN ANATOMI BATANG, DAUN, DAN SULUR NEPENTHES MIRABILIS Syoti Vellia Lorenza; Yennita Yennita; Ariefa Primair Yani; Dewi Jumiarni; Sri Irawati; Neni Murniati
Jurnal IPA Terpadu Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v7i1.44344

Abstract

Pendidikan bersifat dinamis sehingga menuntut adanya suatu perbaikan secara terus menerus. Peningkatan mutu pendidikan merupakan hal yang wajib dilakukan secara berkesinambungan guna menjawab perubahan zaman. Salah satu cara untuk meningkatan mutu pendidikan adalah dengan mengembangkan bahan ajar. Contoh bahan ajar yang dapat dikembangkan adalah LKPD terutama LKPD berbasis lingkungan. Keberadaan tumbuhan Kantong Semar di Bengkulu masih banyak dijumpai terutama di lokasi lahan rawa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan lembar kerja peserta didik (LKPD) materi keanekaragaman hayati berdasarkan struktur anatomi batang, daun dan sulur Nepenthes mirabilis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan Pengembangan (Research and Development) mengacu pada model Borg and Gall. Hasil penelitian berupa hasil validasi LKPD yang disusun peneliti memperoleh rerata persentase validasi sebesar 91 % dengan kriteria sangat valid dan rerata persentase uji keterbacaan oleh peserta didik sebesar 81,53 % dengan kriteria sangat baik sehingga produk lembar kerja peserta didik yang telah dikembangkan sangat layak dan baik digunakan pada uji coba proses pembelajaran biologi.
PELATIHAN PEMBUATAN SOUVENIR BERBASIS RESIN SEBAGAI PELUANG USAHA MASYARAKAT DI DESA WISATA RINDU HATI, BENGKULU TENGAH Dian Fita Lestari; Neni Murniati; Dionni Ditya Perdana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17077

Abstract

ABSTRAKSalah satu aplikasi ilmu bidang biologi terkait pengawetan spesimen kering dengan menggunakan blok resin atau biasa disebut dengan bioplastik. Teknik resin ini memiliki potensi menjadi salah satu usaha yang dapat diaplikasikan dan dikembangkan menjadi sebuah kerajinan seperti menjadi sebuah souvenir. Desa Rindu Hati merupakan salah satu desa wisata di Bengkulu Tengah dengan jumlah pengunjung yang cukup banyak. Hal ini dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat desa Rindu Hati untuk menghasilkan karya kerajinan yang memiliki nilai daya jual kepada wisatawan. Sehingga tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk memberikan pelatihan ketrampilan membuat souvenir dengan bahan resin yang menjadi peluang usaha untuk masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara ceramah, diskusi dan praktek langsung pembuatan souvenir berbasis resin. Peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK Desa Rindu Hati sebanyak 15 orang  ini sangat antusias mengikuti pelatihan ini, peserta melakukan praktek pembuatan sendiri yang didampingi oleh tim pengabdian. Peserta sebelumnya belum pernah mendapatkan ilmu tentang teknik resin sehingga tertarik untuk mengembangkan dan mengaplikasikan teknik resin ini untuk kemudian dibuat menjadi produk kerajinan sebagai souvenir. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta kegiatan berpendapat bahwa kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat untuk peserta, selain mendapat wawasan pengetahuan baru, peserta juga dapat melatih ketrampilan baru yang bisa menjadi peluang usaha untuk dikembangkan di desa Rindu Hati. Kata kunci: bioplastik; resin; rindu hati; souvenir. ABSTRACTOne use of science in biology is the preservation of dry specimens with resin blocks, sometimes known as bioplastics. This resin technology has the potential to grow into a business that may be applied to and developed into a craft, such as a souvenir. Rindu Hati Village is one of the most popular tourist destinations in Central Bengkulu. This could be a profitable business opportunity for the Rindu Hati village community to make products with a marketable value to tourists. The aim of this service activity is to demonstrate to people how to make souvenirs from resin, which can be used to develop a business in the community. This service activity is carried out through lectures, conversations, and hands-on practice make some souvenirs with resin-based. The participants, comprising of 15 Rindu Hati Village PKK women, were very eager about participating in this program. The participants completed their own practice of making them accompanied by a community service team. The participants had never learned about resin techniques before, therefore they were interested in creating and implementing this resin technique to create handcraft products as keepsakes. According to the evaluation, the participants thought that this training activity was very useful for the participants because, in addition to gaining new knowledge insights, participants could also practice new skills that could become business opportunities in Rindu Hati village. Keywords: bioplastic; resin; rindu hati; souvenir.
Pemanfaatan Limbah Batang Pisang Menjadi Banana Stem Chips (Banechips) Sebagai Pemberdayaan PKK Masyarakat Kelurahan Amen Kabupaten Lebong Murniati, Neni; Husein, Ahmad Saddam; Hidayat, Syarif; Siagian, Teddy Alfra; Putri, Fuji Atika
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1690

Abstract

Kelurahan Amen merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Lebong yang memiliki potensi besar pada pohon pisang. Hampir setiap pekarangan, sudut lapangan atau setiap sudut kebun atau sawah tumbuh pisang. Pemanfaatan pelepah batang pisang oleh masyarakat belum optimal, karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Batang pisang yang belum dimanfaatkan masyarakat Kelurahan Amen dapat menjadi limbah organik. Oleh karena itu tim dosen dari FKIP pendidikan Biologi Universitas Bengkulu melakukan serangkaian kegiatan pemberdayaan PKK masyarakat Kelurahan Amen melalui pelatihan pembuatan Banana Stem Chips (Banechips). Pelatihan pembuatan Banechips yang dihasilkan mempunyai manfaat yang sangat banyak terhadap kehidupan masyarakat Kelurahan Amen. Melihat potensi yang besar dari desa ini, maka perlu dilaksanakan program peningkatan kesadaran masyarakat akan potensi batang pisang dan mensosialisasikan pemanfaatan batang pisang sebagai bahan makanan alternatif berupa makanan ringan atau jajanan seperti keripik (banchips) yang menyehatkan karena berasal dari bahan alami. Program pelatihan pembuatan Banechips ini merupakan program tentang pengolahan pemanfaatan batang pisang akan menjadi peluang usaha yang sangat besar bagi perkembangan perekonomian masyarakat Kelurahan Amen. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang cara pemanfaatan limbah organik untuk dijadikan produk makanan ringan Banechips yang bermanfaat sebesar 81,11 % dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelatihan banechips sebesar 79,44% dengan kategori baik. Melalui pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan lingkungan dan kesejahteraan keluarga melalui pengolahan sampah organik dan mengaplikasikan hasilnya pada pembangunan ekonomi keluarga masyarakat Kelurahan Amen.
Pengembangan E-Modul Terintegrasi Informasi COVID-19 Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Alif Yanuar Zukmadini; Neni Murniati; Bhakti Karyadi; Irwandi Ansori; Syaiful Rochman
Pedagogi Hayati Vol 6 No 1 (2022): Pedagogi Hayati: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v6i1.4289

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan pengaruh terhadap proses dan hasil belajar siswa. kelas. Bahan ajar yang baik memuat materi yang kontekstual dan dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul terintegrasi informasi COVID-19 yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas X SMA. Jenis penelitian ini adalah R&D menggunakan model 4D oleh Thiagarajan yang terdiri dari tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh persentase kevalidan e-modul dari ahli bahan ajar sebesar 95,60% (sangat valid), ahli materi sebesar 96,57% (sangat valid), dan Praktisi (guru) sebesar 96,05% (sangat valid). Adapun persentase kepraktisan e-modul sebesar 87,5% (sangat praktis). Hasil N-Gain pada uji coba skala terbatas memiliki nilai 0,34 (sedang), sedangkan pada uji coba skala luas, nilai N-Gain kelompok kontrol sebesar 0,26 (rendah) dan nilai N-Gain kelompok eksperimen sebesar 0,53 (sedang). Nilai signifikansi N-Gain yang diperoleh dari uji independent sample t saat uji coba skala yaitu < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara peningkatan hasil belajar siswa di kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah E-modul terintegrasi informasi COVID-19 adalah bahan ajar yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada materi virus di kelas X SMA. Kata Kunci: E-Modul, Bahan Ajar COVID-19, Virus, Hasil Belajar Siswa Pada Masa Pandemi.
BUKU SAKU MATERI JAMUR KELAS X BERDASARKAN IDENTIFIKASI JAMUR PATOGEN PADA CABAI MERAH DI DATARAN RENDAH PROVINSI BENGKULU Wakhidah, Nur; Kasrina, Kasrina; Murniati, Neni; Yennita, Yennita; Ansori, Irwandi
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2022): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v6i1.3847

Abstract

Penelitian dilaksanakan untuk pengembangan buku saku materi jamur untuk kelas X yang layak dan praktis yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Materi buku saku merupakan hasil identifikasi jamur patogen pada cabai merah berpenyakit di dataran rendah Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu dan Desa Pekik Nyaring Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model pengembangan Borg & Gall (1989), namun hanya sampai tahap keempat, yaitu 1) penelitian dan pengumpulan informasi, dilakukan dengan identifikasi jamur patogen dan wawancara guru terkait penggunaan dan kebutuhan bahan ajar materi jamur, 2) perencanaan dan 3) pengembangan buku saku yang dilakukan dengan penyusunan berdasarkan hasil identifikasi jamur patogen pada cabai merah, serta 4) pengujian lapangan awal, dilakukan melalui uji validasi untuk melihat kelayakan dan uji respon siswa untuk mengetahui kepraktisan buku saku. Hasil uji validasi dan uji respon siswa dianalisis dengan persentase. Berdasarkan identifikasi jamur patogen pada cabai merah diperoleh 4 jenis, yaitu Fusarium sp., Curvularia sp., Colletotrichum sp., dan Cercospora sp. Hasil identifikasi dimuat sebagai materi buku saku dengan penilaian layak berdasarkan validasi ahli media sebesar 92,8%, ahli materi 98,9% dan guru biologi 92,5%. Selain layak, buku saku juga praktis melalui penilaian respon siswa terhadap keterbacaan buku saku dengan persentase sebesar 85,13%. The research was carried out for the development of a feasible and practical fungi material pocket book for class X that can be used in learning. The pocket book material was the result of identification of pathogenic fungi on diseased red chilies in the lowlands of Padang Serai Village, Bengkulu City and Pekik Nyaring Village, Central Bengkulu Regency. This research was carried out using the Borg & Gall (1989) development model, but only reached the fourth stage, namely 1) research and information collection, carried out by identification of pathogenic fungi and teacher interviews related to the use and need for fungi teaching material, 2) planning and 3 ) development, carried out by compiling based on the results of identification of pathogenic fungi on red chilies, and 4) initial field test, carried out through validation test to see the feasibility and student response test to determine the practicality of pocket book. The results of the validation test and student response test were analyzed by percentage. Based on the identification of pathogenic fungi in red chilies, 4 types were obtained, namely Fusarium sp., Curvularia sp., Colletotrichum sp., and Cercospora sp. The identification results were published as pocket book material with feasible results based on the validation of media experts by 92.8%, material experts 98.9% and biology teachers 92.5%. Besides being feasible, pocket book was also practical through the assessment of students response to the readability of pocket book with a percentage of 85.13%.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pembuatan Nata de Citrullus Ajizah, Fika Tri; Murniati, Neni; Ansori, Irwandi; Rahman, Abdul; Husein, Ahmad Saddam
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.8.2.309-316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pembuatan Nata de citrullus materi inovasi teknologi biologi kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian research and development dengan model pengembangan 4D, dengan tahapan 1)Pendefinisian; 2) Perancangan; 3)Pengembangan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pembelajaran FKIP Universitas Bengkulu dengan melihat ketebalan dan berat Nata de citrullus (semangka merah dan kuning). Uji kelayakan LKPD dilakukan oleh tiga orang validator yaitu ahli materi, ahli media, dan praktisi pendidikan. Uji respon peserta didik dilakukan oleh peserta didik di SMAN 7 Kota Bengkulu. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nata semangka kuning lebih tebal dan berat dibandingkan nata semangka merah. Hasil validator kelayakan LKPD dari validator mendapatkan nilai persentase ahli materi 92,85%, ahli media 95% dan praktisi pendidikan 96,42% dengan kriteria sangat layak. Hasil persentase uji respon peserta didik terhadap LKPD mendapatkan nilai 94,87% dengan kriteria sangat baik. Sehingga LKPD Nata de citrullus dapat diujicobakan pada pembelajaran biologi.
Project-Based Plant Morphology Module as Teaching Material for Students' Concept Mastery Murniati, Neni; Yennita, Yennita; Cahya, Malinda Dwi; Hasan, Rusdi
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 18 No. 1 (2025): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/biosferjpb.49896

Abstract

The necessity for teaching materials that can effectively facilitate students' skills has become increasingly evident in order to enhance concept mastery. The objective of this study is to develop teaching materials in the form of project-based modules on plant morphology for the purpose of facilitating concept mastery. The Project-Based Plant Morphology Module was developed in accordance with the ADDIE model (Branch, 2009), which comprises five phases: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research instruments utilized for the development process included a validation questionnaire, a student response questionnaire, and a concept mastery test. Validity of the module was obtained through the use of instruments in the form of book validation sheets, which were completed by experts in the fields of media, materials, and education. The module trials were obtained through the implementation instruments for the individual components and the management of the learning implementation. Product trials will be conducted with students enrolled in the Biology Education program during the second semester of the 2022/2023 academic year. The data used to validate the module was obtained from the module's expert validators using a validation sheet. The data obtained from the product trial is analyzed in order to assess the readability of the module. The results indicated that the plant morphology module was classified as "very feasible." The responses of students to the module indicated that it was categorized as "very easy to understand". Consequently, the plant morphology module is deemed a valuable and effective component of plant morphology courses