Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

BUKU SAKU MATERI JAMUR KELAS X BERDASARKAN IDENTIFIKASI JAMUR PATOGEN PADA CABAI MERAH DI DATARAN RENDAH PROVINSI BENGKULU Wakhidah, Nur; Kasrina, Kasrina; Murniati, Neni; Yennita, Yennita; Ansori, Irwandi
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2022): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v6i1.3847

Abstract

Penelitian dilaksanakan untuk pengembangan buku saku materi jamur untuk kelas X yang layak dan praktis yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Materi buku saku merupakan hasil identifikasi jamur patogen pada cabai merah berpenyakit di dataran rendah Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu dan Desa Pekik Nyaring Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model pengembangan Borg & Gall (1989), namun hanya sampai tahap keempat, yaitu 1) penelitian dan pengumpulan informasi, dilakukan dengan identifikasi jamur patogen dan wawancara guru terkait penggunaan dan kebutuhan bahan ajar materi jamur, 2) perencanaan dan 3) pengembangan buku saku yang dilakukan dengan penyusunan berdasarkan hasil identifikasi jamur patogen pada cabai merah, serta 4) pengujian lapangan awal, dilakukan melalui uji validasi untuk melihat kelayakan dan uji respon siswa untuk mengetahui kepraktisan buku saku. Hasil uji validasi dan uji respon siswa dianalisis dengan persentase. Berdasarkan identifikasi jamur patogen pada cabai merah diperoleh 4 jenis, yaitu Fusarium sp., Curvularia sp., Colletotrichum sp., dan Cercospora sp. Hasil identifikasi dimuat sebagai materi buku saku dengan penilaian layak berdasarkan validasi ahli media sebesar 92,8%, ahli materi 98,9% dan guru biologi 92,5%. Selain layak, buku saku juga praktis melalui penilaian respon siswa terhadap keterbacaan buku saku dengan persentase sebesar 85,13%. The research was carried out for the development of a feasible and practical fungi material pocket book for class X that can be used in learning. The pocket book material was the result of identification of pathogenic fungi on diseased red chilies in the lowlands of Padang Serai Village, Bengkulu City and Pekik Nyaring Village, Central Bengkulu Regency. This research was carried out using the Borg & Gall (1989) development model, but only reached the fourth stage, namely 1) research and information collection, carried out by identification of pathogenic fungi and teacher interviews related to the use and need for fungi teaching material, 2) planning and 3 ) development, carried out by compiling based on the results of identification of pathogenic fungi on red chilies, and 4) initial field test, carried out through validation test to see the feasibility and student response test to determine the practicality of pocket book. The results of the validation test and student response test were analyzed by percentage. Based on the identification of pathogenic fungi in red chilies, 4 types were obtained, namely Fusarium sp., Curvularia sp., Colletotrichum sp., and Cercospora sp. The identification results were published as pocket book material with feasible results based on the validation of media experts by 92.8%, material experts 98.9% and biology teachers 92.5%. Besides being feasible, pocket book was also practical through the assessment of students response to the readability of pocket book with a percentage of 85.13%.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pembuatan Nata de Citrullus Tri Ajizah, Fika; Murniati, Neni; Ansori, Irwandi; Rahman, Abdul; Husein, Ahmad Saddam
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.8.2.309-316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pembuatan Nata de citrullus materi inovasi teknologi biologi kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian research and development dengan model pengembangan 4D, dengan tahapan 1)Pendefinisian; 2) Perancangan; 3)Pengembangan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pembelajaran FKIP Universitas Bengkulu dengan melihat ketebalan dan berat Nata de citrullus (semangka merah dan kuning). Uji kelayakan LKPD dilakukan oleh tiga orang validator yaitu ahli materi, ahli media, dan praktisi pendidikan. Uji respon peserta didik dilakukan oleh peserta didik di SMAN 7 Kota Bengkulu. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nata semangka kuning lebih tebal dan berat dibandingkan nata semangka merah. Hasil validator kelayakan LKPD dari validator mendapatkan nilai persentase ahli materi 92,85%, ahli media 95% dan praktisi pendidikan 96,42% dengan kriteria sangat layak. Hasil persentase uji respon peserta didik terhadap LKPD mendapatkan nilai 94,87% dengan kriteria sangat baik. Sehingga LKPD Nata de citrullus dapat diujicobakan pada pembelajaran biologi.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan “Soft Skill Pembuatan Gula Merah” Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Di Desa Paya Lombang Kabupaten Serdang Bedagai Sinaga, Eka Mayastika; Fitrianingsih, Fitrianingsih; Nainggolan, Benhart; Rusmewahni, Rusmewahni; Murniati, Neni
Community Service Progress Vol. 3 No. 1 (2024): Community Services Progress Edisi Juni 2024
Publisher : STIE Bina Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70021/csp.v3i1.154

Abstract

This community service activity emphasizes empowering village communities through developing soft skills for making brown sugar in an effort to increase family income in Paya Lombang Village, Serdang Bedagai Regency. The aim of this activity is to empower the community by providing skills that can increase family income thereby increasing welfare. The aim of this Community Service Activity is to develop MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) and creative industries in the community of Paya Lombang Village, Serdang Bedagai Regency. Especially in the village's superior product, namely brown sugar products, through the development of soft skills in making brown sugar.
Project-Based Plant Morphology Module as Teaching Material for Students' Concept Mastery Murniati, Neni; Yennita, Yennita; Cahya, Malinda Dwi; Hasan, Rusdi
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 18 No. 1 (2025): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/biosferjpb.49896

Abstract

The necessity for teaching materials that can effectively facilitate students' skills has become increasingly evident in order to enhance concept mastery. The objective of this study is to develop teaching materials in the form of project-based modules on plant morphology for the purpose of facilitating concept mastery. The Project-Based Plant Morphology Module was developed in accordance with the ADDIE model (Branch, 2009), which comprises five phases: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research instruments utilized for the development process included a validation questionnaire, a student response questionnaire, and a concept mastery test. Validity of the module was obtained through the use of instruments in the form of book validation sheets, which were completed by experts in the fields of media, materials, and education. The module trials were obtained through the implementation instruments for the individual components and the management of the learning implementation. Product trials will be conducted with students enrolled in the Biology Education program during the second semester of the 2022/2023 academic year. The data used to validate the module was obtained from the module's expert validators using a validation sheet. The data obtained from the product trial is analyzed in order to assess the readability of the module. The results indicated that the plant morphology module was classified as "very feasible." The responses of students to the module indicated that it was categorized as "very easy to understand". Consequently, the plant morphology module is deemed a valuable and effective component of plant morphology courses
Pengembangan LKPD Materi Keanekaragaman Hayati Berdasarkan Studi Keragaman Jenis Capung di TWA Pantai Panjang Kota Bengkulu Oktafia, Lesi; Ansori, Irwandi; Rahman, Abdul; Murniati, Neni; Yennita, Yennita; Halhaji, Prendi Niki; Kasrina, Kasrina
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.9.1.167-175

Abstract

Keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran seperti bahan ajar dapat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dengan mengembangkan bahan ajar yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan, dan gaya belajar peserta didik. Salah satu sumber belajar yang dapat dimanfaatkan untuk membuat bahan ajar berupa lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis lingkungan sekitar adalah di taman wisata alam (TWA) Pantai Panjang Kota Bengkulu. Keragaman capung di TWA Pantai Panjang ini berpotensi sebagai sumber belajar berbasis lingkungan karena lokasi yang masih alami. Potensi ini diharapkan akan membuat peserta didik dapat melihat bentuk nyata materi yang diajarkan dari lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis capung (odonata) di TWA Pantai Panjang Kota Bengkulu untuk menjadi dasar pembuatan LKPD pada materi keanekaragaman hayati tingkat jenis. Jenis penelitian ini adalah R&D (penelitian dan pengembangan). Hasil penelitian di TWA ditemukan 7 spesies capung yaitu Orthetrum sabina, Diplacodes trivialis, Pantala flavescens, Tholymis tillarga, Lathrecista asiatica dan Orthetrum glaucum. Semua jenis capung ini termasuk ke dalam sub ordo Anisoptera famili Libellulidae. Hasil validasi LKPD oleh validator (ahli media, ahli materi dan guru biologi SMA 1 Kota Bengkulu) diperoleh rata-rata 92,5% dengan kriteria sangat valid sehingga LKPD telah dapat diujicobakan sebagai bahan ajar materi keanekaragaman hayati SMA kelas X (sepuluh).
Studi Etnobotani Bumbu dan Rempah Dalam Masakan Tradisional kuliner Bengkulu Sebagai Sumber Belajar Biologi Berbasis Kearifan Lokal Kasrina, Kasrina; Murniati, Neni; Husein, Ahmad Saddam; Safniyeti, Safniyeti; Kusuma, Delia Ananda; Hayati, Lesti Sani
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.9.1.111-124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas etnobotani tumbuhan bumbu dan rempah dalam masakan tradisional kuliner Bengkulu dan pengembangannya sebagai sumber belajar biologi berbasis kearifan lokal yang layak digunakan sebagai suplemen bahan ajar bagi siswa. Jenis penelitian adalah Research and Development yang dibatasi sampai tahap ke 5 dengan tahapan: (1) Penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan produk awal, (4) Uji coba lapangan awal, (5) Revisi produk awal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka, observasi kelapangan, wawancara, dan angket. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan wawancara, lembar validasi ahli materi dan bahan ajar serta uji keterbacaan produk. Hasil penelitian ditemukan 25 spesies,14 famili tumbuhan bumbu dan rempah. Famili yang paling banyak spesiesnya ditemukan yaitu famili Zingiberaceae, salah satunya Etlingera elatior yang menghasilkan cita rasa yang khas pada masakan ikan asap. Spesies tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu kelapa (Cocos nucifera). Pendap adalah salah satu contoh masakan khas yang menggunakan kelapa yang diolah dalam waktu yang cukup lama. Hasil rata-rata validasi Suplemen bahan ajar adalah: kelayakan isi (90,3%); kelayakan penyajian materi (93%), kelayakan bahasa (92%), kelayakan media (92%), semua dengan kategori sangat layak. Hasil uji keterbacaan mahasiswa berkategori sangat baik (86,7%). Suplemen ini dapat diuji cobakan dalam pembelajaran.  
Plant Morphology, Paradermal Anatomy, and Leaves Metabolite Profiles of Rhododendron multicolor Miq. from Cibodas Botanic Garden, West Java, Indonesia Devy Janisca Shalihi; Neni Murniati; Rahman, Wiguna; Hutabarat, Prima Wahyu Kusuma; Intani Quarta Lailaty
JSMARTech: Journal of Smart Bioprospecting and Technology Vol. 6 No. 1 (2025): Vol. 6 No. 1 (2025): JSMARTech Volume 6, No 1, 2025
Publisher : JSMARTech

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsmartech.2025.006.01.32

Abstract

Rhododendron multicolor Miq. exhibits distinctive morphoanatomical characteristics and various bioactive compounds with medicinal and horticultural potential. Numerous studies indicated Rhododendron species are widely utilized as medicinal and ornamental plants, owing to their diverse phytochemical profiles and distinctive morphoanatomical characteristics. However, comprehensive studies of the morphoanatomy and leaves metabolite profile of R. multicolor are still limited globally, as well as its minimal utilization by local communities, highlighting a significant knowledge gap. Therefore, this study aimed to analyze the morphology, paradermal anatomy, and metabolite profile of young leaves and mature leaves of R. multicolor. Morphoanatomy characteristics were analyzed descriptively, anatomical features were analyzed using specific formulas, and metabolite profiling was analyzed using qualitative phytochemicals and gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). The result shows that R. multicolor is a shrubby plant characterized by funnel-shaped flowers in a vibrant red hue, along with narrowly elliptic, scaly leaves. The scales are stellate lobed irregularly with lower density than stomata; the epidermis is polygonal to irregular that has a higher density compared to stomata. The results of the qualitative phytochemical test of Rhododendron multicolor are that it contains phenols, flavonoids, Mayer alkaloids, Bouchardat alkaloids, Dragendorf alkaloids, tannins, and saponins. Based on GC-MS analysis of young leaves and mature leaves of R. multicolor, a total of 31 metabolite compounds from 21 compound groups were identified, with the major compound being squalene from the terpenoid group, which has the potential to be an antioxidant, anticancer, antibacterial, antifungal, antitumor, and cardioprotective.
Peran Inovasi Teknologi Hijau dalam Memediasi Pengaruh Green Policy terhadap Kebijakan Ekonomi Nasional yang Berkelanjutan Harahap, Hastuti Handayani; Rajagukguk, Frederick Rudy Sentosa; Arifin, Indra Welly; Dinata, Randy; Rabiula, Hafizh; Murniati, Neni
Economic Development Progress Vol. 4 No. 1 (2025): Economic Development Progress Edisi Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bina karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70021/edp.v4i1.227

Abstract

This study aims to analyze the role of green technology innovation in mediating the influence of green policy on sustainable national economic policy. A quantitative approach was employed using Structural Equation Modeling (SEM) with Partial Least Square (PLS) analysis. Data were collected through surveys of 120 respondents from strategic sectors involved in environmental and economic policymaking. The results reveal that green technology innovation significantly influences both green policy and national economic policy. However, green policy does not directly affect economic policy and does not serve as a significant mediator. These findings imply that green technology innovation has a more substantial direct impact on economic policy than green policy itself. Therefore, strengthening the role of green policy is essential to support sustainable economic development effectively.
Pemetaan Tingkat Kesulitan Materi UN Biologi SMA/MA pada Setiap Indikator Berdasarkan Nilai UN SMA/MA Se-Provinsi Bengkulu Tahun 2015-2019 Singkam, Abdul Rahman; Murniati, Neni; Dayana, Mustika Elmi
Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 2 (2023): Bioedusiana
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi - Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bioed.v8i2.10099

Abstract

AbstrakPemerintah telah berusaha meningkatkan mutu pendidikan melalui perubahan kurikulum secara berkala. Namun, kenyataannya kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara lain. Salah satu dugaan penyebab rendahnya mutu pendidikan ini adalah karena evaluasi hasil pembelajaran yang tidak berjalan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan capaian materi pembelajaran biologi siswa SMA/MA di Provinsi Bengkulu per indikator dan wilayah berdasarkan hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2015-2019. Tahapan kegiatan penelitian terdiri atas pengumpulan, tabulasi, pengolahan, dan analisis data. Data yang digunakan merupakan hasil UN SMA/MA bidang studi biologi se-Provinsi Bengkulu dalam rentang waktu 2015-2019 yang tersedia di web Kemdikbud. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Rata-rata nilai UN Biologi tingkat SMA/MA se-Provinsi Bengkulu dalam periode 2015-2019, selalu berada di bawah nilai rata-rata nasional; 2). Capaian pembelajaran terkait indikator topik struktur dan fungsi makhluk hidup memiliki nilai yang rendah. Sedangkan, topik keanekaragaman hayati dan ekologi memiliki nilai yang tinggi; 3). Kabupaten Seluma memiliki nilai rata-rata UN Biologi SMA/MA terendah, sedangkan Kota Bengkulu memiliki nilai rata-rata tertinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam pengembangan media/bahan ajar dan pendistribusian sumber daya pengajar. AbstractThe government has tried to improve the quality of education through the changes of curriculum periodically. However, in reality the quality of education in Indonesia is still far behind other countries. One of the alleged causes of the low quality of education is because the evaluation of learning outcomes is not running effectively. This study aims to mapping the achievement of biology learning material for SMA/MA students in Bengkulu Province based on the results of the 2015-2019 National Examination (UN). The stages in this research consist of data collecting, data processing, and data analyzing. The data are used in this research are the results of the National Examination in biology throughout Bengkulu Province during 2015-2019. This data is available on the Ministry of Education and Culture website. The results of this study indicate that: 1). The average score of the biology national examination at the SMA/MA level  in Bengkulu during 2015-2019 was always below the national average; 2). Learning outcomes related to the topic of the structure and function of living things have low scores. Meanwhile, the topic of biodiversity and ecology has a high scores; 3). Seluma Regency has the lowest average score for Biology National Examination for SMA/MA, while Bengkulu City has the highest average score. The results of this study are expected to be used as a reference in the development of media/teaching materials and the distribution of the teacher in the school. 
PELATIHAN PEMBUATAN HIDROPONIK VEGETABLES FRESH METODE FLOATING RAFTS SYSTEM SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA NEGERI KOTA BENGKULU Murniati, Neni; Alfra Siagian, Teddy; Irawati, Sri; Saddam Husein, Ahmad; Aprizal Wibisono, Anang
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.1844-1852

Abstract

Kegiatan pembelajaran di sekolah sering kali menimbulkan suasana yang jenuh untuk para siswa dan juga guru itu sendiri.  Kegiatan praktik seperti pengamatan dapat dilakukan untuk meminimalisir suasana jenuh dalam pembelajaran. Salah satu kegiatan tersebut adalah menanam dengan teknik hidroponik untuk kemudian diamati proses pertumbuhannya. Teknik penanaman hidroponik yang digunakan adalah metode Floating Raft System (FRS). Metode ini dapat menggunakan alat dan bahan yang mudah untuk dicari. Selain itu juga dapat memanfaatkan lahan sekitar sekolah seperti salah satunya di SMA Negeri 7 Kota Bengkulu yang sudah berlantai beton di sekelilingnya, Kegiatan penanaman dan pengamatan hidroponik ini bermanfaat untuk proses pembelajaran, yakni pada materi pertumbuhan dan perkembangan. Melalui kegiatan pelatihan teknik penanaman siswa dapat paktik langsung melihat bagaimana caranya menyemai suatu biji, mengetahui apa saja yang dibutuhkan biji untuk berkecambah hingga menjadi tumbuhan dewasa, mengetahui nutrisi yang dibutuhkan tanaman dan mengetahui faktor yang mempengaruhi pertumbuhan. Program pelatihan penanaman hidroponik ini diharapkan memahami betapa pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang indah dan nyaman agar siswa memiliki sikap cinta dan menyayangi lingkungan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa dan guru SMA 7 Kota Bengkulu tentang teknik penanaman hidroponik metode FRS meningkat. Kepuasan guru dan siswa akan kegiatan ini sebagai salah satu alternatif sumber belajar juga baik dengan persentase 73,75%. Harapan lainnya dari kegiatan ini dapat terus dapat dilanjutkan di sekolah, terutama lingkungan di tempat tinggal mereka sendiri.