Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

THE POTENTIAL OF SUSTAINABLE LIVELIHOOD-BASED TOURISM IN KUTA JUNGAK TOURISM VILLAGE, PAKPAK BHARAT DISTRICT Nova Bernedeta Sitorus; Liyushiana Liyushiana; Deafani Clara Sinaga
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 4 Nomor 2, Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v4i2.782

Abstract

To identify the topic of sustainable livelihood, the author tried to make the Kuta Jungak Tourism Village in Pakpak Bharat District, Siempat Rube District and founded in 2005The development of the Kuta Jungak Tourism Village has received support from the local community, although it has yet to attract many visits. This study aimed to identify the potential for sustainable livelihood-based tourism for the people of Kuta Jungak Tourism Village. This study aimed to identify the potential for sustainable livelihood-based tourism in the Kuta Jungak Tourism Village, Pakpak Bharat Regency. This study used qualitative research methods. The informants in this study were the managers of the Kuta Jungak Tourism Village and the village community. Kuta Jungak Tourism Village, when viewed from the tourism potential according to the tourism component 4A, has the potential to make this village a pilot tourism village. However, it continues, and this village has many tasks in developing a tourist village. Furthermore, the concept of sustainable livelihood can be used as a reference in developing the Kuta Jungak Tourism Village with its five indicators. After reviewing it, it was found that for each indicator of sustainable livelihood, all indicators had yet to be implemented in the Kuta Jungak Tourism Village. Existing potential must be developed to attract tourist visits and provide positive benefits for the welfare of rural communities and assist the government in achieving village development indicators.
Evaluasi Penataan Fasilitas dan Lanskap di Restaurant Beresiko Menengah Rendah Berbasis Permenparekraf 4/2021: Kasus di Teras Sejiwa Café Medan Angelika Nababan; Liyushiana; Afrildo Bakkara; Melisma Damanik; Agustinus Denny
Journal of Mandalika Review Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Mandalika Review
Publisher : Politeknik Pariwisata Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55701/mandalika.v2i2.83

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi penataan fasilitas dan lanskap di Teras Sejiwa Café Medan, sebuah restoran beresiko menengah rendah, berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif nomor 4 Tahun 2021 mengenai Standar Kegiatan Usaha Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata. Pertumbuhan pesat industri pariwisata dan sektor ekonomi kreatif di Kota Medan menuntut peningkatan keberlanjutan operasional dan daya saing restoran tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup penilaian kesesuaian operasional Teras Sejiwa Café Medan dengan standar yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif nomor 4 Tahun 2021, serta usulan penataan lanskap yang sesuai berdasarkan hasil evaluasi. Evaluasi tersebut akan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam penataan fasilitas dan operasional restoran, serta memastikan kepatuhan terhadap persyaratan hukum yang berlaku. Metodologi: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif atau deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi sesuai dengan pedoman Permenparekraf No. 4/2021. Selain itu, alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah AutoCAD, sebuah program CAD yang populer dan digunakan secara luas dalam perancangan penataan lanskap. Temuan: Dalam penilaian kesesuaian dengan benchmark Standar Kegiatan Usaha Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata, diketahui bahwa Teras Sejiwa Café belum memenuhi kriteria persyaratan khusus berupa keberadaan sertifikat laik hygiene sanitasi. Persyaratan standar sarana usaha, struktur organisasi dan SDM, serta standar pengelolaan usaha masih ada beberapa kriteria yang belum dipenuhi. Sedangkan untuk standar standar pelayanan dan standar persyaratan produk sudah dipenuhi seluruhnya. Berdasarkan hasil penilaian keseuaian tersebut, maka usulan penataan desain difokuskan pada optimalisasi ruang belakang, ruang kosong dan upaya membangun karakteristik kafe. Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang tingkat kesesuaian operasional Teras Sejiwa Café Medan dengan standar yang berlaku, serta usulan penataan lanskap yang dapat meningkatkan pengalaman pengunjung, menciptakan lingkungan yang menarik, dan meningkatkan keselamatan serta keamanan di dalam restoran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mengoptimalkan pengalaman pengunjung, meningkatkan daya saing restoran, dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Medan. Kata kunci : penataan lanskap, penilaian kesesuaian, permenparekraf 4/2021, restoran menengah rendah, kebijakan pariwisata
Keputusan Trade-off Wisatawan Nusantara terkait Wisata Alam Kaldera Toba: Sebuah Perspektif dengan Conjoint analysis Liyushiana; Nurhayati Samosir; Adelia Miftahul Jannah; Kurnia Darmawati Halawa; Graceita Tampubolon; Yohana Sari Purba; Annisa Kharisma Sinuliinga; Setarah Letare Sianturi; Fia Metasya; Mhd Firmansyah Azhom; Tio Sinurat; Rifqy Arya Anugrah; Tengku Muhammad Haikal; Livia Sibuea
Journal of Mandalika Review Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Mandalika Review
Publisher : Politeknik Pariwisata Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55701/mandalika.v2i2.86

Abstract

Latar Belakang: Kaldera Toba di Sumatera Utara, Indonesia, merupakan destinasi wisata alam yang menarik dengan keindahan alam dan kekayaan geologinya. Keputusan trade-off wisatawan dalam memilih lokasi wisata alam, seperti Kaldera Toba, sangat penting untuk strategi pemasaran dan pengelolaan destinasi. Studi tentang preferensi wisatawan dan pertimbangan mereka dalam memilih Kaldera Toba akan memberikan wawasan berharga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif dengan memahami preferensi wisatawan secara valid dan dapat diandalkan. Metodologi: Conjoint analysis digunakan dalam penelitian ini untuk memahami trade-off wisatawan dan mengidentifikasi atribut yang paling penting bagi wisatawan dalam berkunjung ke Kaldera Toba sebagai salah satu destinasi wisata alam. Pengumpulan data dilakukan dengan Google Form dengan jumlah responden sebanyak 144 orang yang berasal dari wisatawan nusantara yang berminat berkunjung ke Kaldera Toba. Teknis analisis data dimulai dengan pembuatan stimuli hingga pengolahan analisis konjoin dibantu SPSS. Temuan: Hasil menunjukkan bahwa atribut akomodasi, aktivitas, dan length of stay memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan wisatawan. Selain itu, terdapat korelasi positif yang kuat antara atribut-atribut dalam conjoint analysisKesimpulan: Pengembangan aktivitas wisata, peningkatan kualitas akomodasi, dan promosi yang efektif dapat meningkatkan daya tarik Kaldera Toba sebagai destinasi wisata. Evaluasi dan perhatian lebih lanjut terhadap atribut-atribut lain seperti transportasi, waktu kunjungan, dan motivasi wisatawan juga penting untuk meningkatkan pengalaman wisata di Kaldera Toba. Kata kunci: Trade-off, preferensi, wisata alam, conjoint analysis, Kaldera Toba
Development of Ecotourism Scenario Based on Seawater Quality Evaluation La Harudu; La Ode Nursalam; Nurlansi Nurlansi; Agus Sugiarto; Ahmad Tarmizi Abdul Karim; Fahrudi Ahwan Ikhsan; Andri Estining Sejati; Masri Ridwan; Liyushiana Liyushiana; Feri Fadlin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1377-1387

Abstract

There were various activities in the Bungkutoko Island Kali Biru Bathing area by PT. Pelindo Nusantara and community settlements can unwittingly impact the quality of the water environment. This study aimed to determine the quality of seawater in the Kali Biru bathing area and develop a sustainable tourism-based environmental engineering concept. This research method uses surveys and laboratory analysis. Examination of water samples is carried out directly. Seawater analysis is descriptive with quality data from the results of water quality tests in testing laboratories whose feasibility levels were determined based on Indonesia's government rule number 22 of 2012. The results showed that three elements had laboratory test values exceeding the threshold value, namely: nitrite (NO2-N), sulfate (SO4), and iron (Fe), which should not be present, but during the study, there were already values for nitrite (NO2-N) of 0.12, 0.006, and 0.0006, sulfate (SO4) of 2.3, 1.4, and 4.8 and iron (Fe) of 0.0012, 0.0019, and 0.001 while the other six elements starting from pH (degree of acidity), salinity (%), nitrate (NO3-N), oil and grease, arsenic (As), and total coliform were within the regional quality threshold sea tourism. Scenarios for developing tourism activities through ecotourism activities.
Kultivasi Kesadaran Lingkungan Di Kalangan Pelajar: Penerapan Sapta Pesona Dan Aksi Penghijauan Di Desa Bukit Lawang Jekson Nainggolan; Ngatemin; Ika Berliani Lase; Meryl Panggabean; Wella Bella M; Bintang Samosir; Hetty Claudia Nainggolan; Liyushiana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1266

Abstract

Desa Perkebunan Bukit Lawang di Sumatera Utara telah menjadi salah satu destinasi wisata yang terkenal berkat keindahan alamnya, terutama hutan hujan tropis yang menjadi rumah bagi orangutan Sumatera yang dilindungi. Meskipun desa ini memiliki potensi besar dalam industri pariwisata, ada sejumlah masalah yang perlu diatasi, termasuk kurangnya sumber daya manusia yang terlatih untuk mengelola pariwisata dan kekurangan dalam aspek keamanan lingkungan desa. Artikel ini membahas program pemberdayaan pelajar tingkat menengah pertama (SMP Madrasah) di Desa Perkebunan Bukit Lawang melalui pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang Sapta Pesona serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik wisata yang berkelanjutan. Kegiatan pemberdayaan ini berlangsung selama dua minggu di bulan September 2023 dan melibatkan 34 peserta. Program ini mencakup serangkaian kegiatan, termasuk observasi langsung, penyuluhan, dan praktik aksi nyata seperti penanaman bibit pohon. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan pengetahuan peserta tentang Sapta Pesona, yang dapat diukur melalui ujian pre-test dan post-test. Selain peningkatan pemahaman, program ini juga mencapai dampak jangka panjang dengan mendorong peserta untuk menerapkan prinsip Sapta Pesona dalam kehidupan sehari-hari mereka, termasuk di lingkungan keluarga dan rumah mereka sendiri. Ini akan berkontribusi pada pengembangan Desa Perkebunan Bukit Lawang sebagai destinasi wisata yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan. Tinjauan hasil pengabdian ini juga menggambarkan bagaimana pendekatan PLA dapat efektif dalam memberdayakan masyarakat, terutama pelajar, untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip wisata yang berkelanjutan. Program serupa dapat diadopsi dalam upaya pemberdayaan masyarakat di destinasi pariwisata lainnya untuk mencapai dampak positif yang lebih besar. Kesimpulannya, pemberdayaan pelajar di Desa Perkebunan Bukit Lawang melalui program pengabdian ini telah membawa perubahan positif dalam pemahaman mereka tentang Sapta Pesona dan pentingnya wisata yang berkelanjutan, memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi pengembangan desa wisata ini ke arah yang lebih baik.
ASSESSING THE SPATIAL ASPECTS OF ECO-TOURISM DEVELOPMENT IN BUKIT LAWANG AREA Liyushiana, Liyushiana; Sinaga, Jastrid Caroline Herera; Ismail, Muhammad; Denny, Agustinus
International Journal of Sustainable Competitiveness on Tourism Vol. 2 No. 01 (2023): IJSCOT II-01
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/ijscot.v2i01.1241

Abstract

Bukit Lawang is part of the conservation area of Gunung Leuser National Park (TNGL) and is a popular tourist destination in Langkat Regency. The attraction of Bukit Lawang has resulted in the concept of ecotourism, with the hope that tourist activities will have a friendly impact on the natural ecosystem. Therefore, it is necessary to evaluate the influence of ecotourism activities within the scope of the 3A-based tourism concept and the spatial aspects of Google Earth imagery using time series techniques from 2012-2022. It is evident that from the 3A perspective, there has been a change in the needs of tourists for new tour packages that still prioritize nature tourism, the addition of alternative road sections as a form of accessibility development to Bukit Lawang, and the addition of accommodations to meet tourists' needs. From satellite imagery, there is an expansion of settlement areas, lodgings, parking areas, and a bridge access to a new lodging area within the range of 2012-2022.
Atribut Guest activities sebagai Daya Tarik Taman Simalem Resort Liyushiana; Tondang, Bahagia; Sibarani, Elisabeth G.; Sihombing, Gianny Sri Rejeki; Sari, Ersya Permata; Siregar, Winda Azzahra
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v6i2.49754

Abstract

Taman Simalem Resort merupakan salah satu Hotel yang menawarkan berbagai variasi kegiatan (Guest activities) kepada tamu yang menjadi produk tambahan bagi tamu hotel selain dari pada kamar serta produk makanan dan minuman. Sebagai salah satu penginapan dengan lokasi yang sangat strategis dengan luas areal sekitar 206 hektare dan berada di kawasan perbukitan, Taman Simalem Resort ini tidak hanya berpotensi sebagai tempat untuk menginap tetapi juga berpotensi sebagai destinasi wisata yang mewah dengan kawasan yang sangat asri, nyaman dan sejuk serta jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi guest activities tersebut dan merumuskan sintesa atributnya. Adapun metode penelitian ini adalah kualitatif, model penelitian interaktif, dengan proses pengumpulan data observasi dan wawancara. Hasil penelitian menggambarkan guest activities yang ada berupa: labirin, aktivitas untuk anak seperti green fingers, wisata pertanian khusus organik, jungle trek, sunrise watching, flower arrangement, dipping pool, archery, hingga kiddy golf. Dari kegiatan-kegiatan ini dapat ditarik sintesa bahwa atribut guest activities yang diusung oleh Taman Simalem Resort adalah: konsep alam, dengan target untuk semua kalangan pengunjung, dimana harganya disesuaikan dengan paket pembelian, terdapat person in charge di setiap guest activities, dan prinsip utama yang selalu diperkenalkan adalah pertanian organik yang menjadi ciri khusus Taman Simalem Resort.
PELATIHAN TATA KELOLA DESTINASI BERBASIS CHSE DI DESA TIMBANG JAYA, KABUPATEN LANGKAT Liyushiana, Liyushiana
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v4i2.46794

Abstract

Pelatihan Tata Kelola Destinasi Berbasis CHSE di Desa Timbang Jaya, Kabupaten Langkat dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pariwisata di daerah tersebut selama pandemi COVID-19. Program pelatihan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan terkait Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) kepada para pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang juga merupakan pelaku industri pariwisata, usaha dan fasilitas lainnya, serta lingkungan masyarakat dan destinasi pariwisata di wilayah tersebut. Pelatihan tersebut dilakukan selama 3 bulan, dimulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Metode pelaksanaan pelatihan meliputi class meeting style (ceramah, diskusi, bermain peran) dan pelaksanaan praktik untuk mengimplementasikan CHSE di lingkungan peserta pelatihan. Hasil yang dicapai dari pelatihan ini adalah peningkatan kesadaran akan pentingnya tata kelola destinasi yang berbasis CHSE dan meningkatnya kualitas pelayanan di sektor pariwisata di desa Timbang Jaya. Evaluasi yang dilakukan meliputi evaluasi terhadap tingkat kehadiran peserta pelatihan, evaluasi terhadap pemahaman materi, serta evaluasi terhadap efektivitas program pelatihan. Diharapkan bahwa pelatihan ini dapat memberikan dampak positif pada perkembangan pariwisata di Desa Timbang Jaya, Kabupaten Langkat, serta dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam menghadapi pandemi COVID-19 dengan menerapkan CHSE sebagai standar protokol kesehatan di sektor pariwisata.
Conditions Of The Business World, Industry World, Working World Of Indonesian Tourism Yanti, Dewi; Liyushiana, Liyushiana; Khadry, Muhammad
Jurnal Mamangan Vol 12, No 2 (2023): Special Issue
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v12i3.5508

Abstract

The tourism business world continues to grow in line with the development of tourism that accommodates all the needs of tourists visiting various tourist attractions. The purpose of this study is to develop various strategies to answer these needs both in increasing the number of entrepreneurs and workers in accordance with the needs of the business world, the industrial world and the world of work, especially in the tourism sector. This study uses a qualitative research approach where qualitative research as a scientific method is often used and implemented by a group of researchers in the field of social sciences, including education. The results obtained after conducting research in two interview quotes delivered by two informants from the Lake Toba Authority Implementing Agency, it can be said that the need for workers in the tourism sector in 8 Regencies Around Lake Toba is currently still high. However, to support the two statements above, a projection will be calculated based on four tourism business samples, namely, star hotels, non-star hotels, restaurants/eateries and Travel. Based on arithmetic calculations, the number of workers in the next five (5) years can be projected. In 2023 the number of workers in travel is estimated at 722 people. In 2024 it will increase to 766 people. In 2025, there were 827 people. In 2026, it increased to 902 people and in 2027, it increased to 1,010 people. The conclusion obtained from the research results can be seen in the projection of the number of special workforce data on travel in the next five (5) years, increasing by around 5% - 12% each year.
Optimalisasi Aplikasi Berbasis Web dalam Upaya Promosi dan Peningkatan Tingkat Hunian Kamar pada Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan Liyushiana Liyushiana
Tourism, Hospitality And Culture Insights Journal Vol 2 No 1 (2022): THCIJ (Tourism, Hospitality and Culture Insights Journal)
Publisher : Politeknik Pariwisata Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36983/thcij.v2i1.318

Abstract

Hotels play an important role in the tourism industry. Without a hotel, tourists would not be able to enjoy a comfortable vacation. This is because the hotel provides the services and other services you need for a comfortable stay. The hotel itself has the concept of a type of accommodation that is commercially operated, providing services such as accommodation, services and food and drink to the general public for a short stay. Medan has so many Star Hotel competitors that you need to develop an appropriate marketing strategy. Therefore, the right marketing strategy applicable in today's digital age is digital marketing, especially web-based applications. In this case, Hotel Santika Premiere Dyandra Medan also digitally marketed web-based applications and more. This is one of the mainstays for promoting and increasing room occupancy, which has been sluggish in recent years due to the Covid 19 pandemic. Web-based applications are called MySantika and MyValue. The benefits of the Internet and digital marketing are so great that you can benefit from the Internet in almost every area, including: B. Business sector through banking, insurance, travel, education, etc. Since the advent of the Internet, patterns of daily life have gradually changed.
Co-Authors Adelia Miftahul Jannah Afra Naila Radhwa Afrildo Bakkara Agung Edi Rustanto Agus Sugiarto Agustinus Denny Agustinus Denny Agustinus Denny Ahmad Tarmizi Abdul Karim Ananda Pratiwi Panjaitan Andri Estining Sejati Angelika Nababan Annisa Kharisma Sinuliinga Anwari Masatip Awaliya, Latifah Azmi Alrasyid Syahalam Bastanta Eka Putra Kembaren Batubara, Enjeli Mitami Bintang Samosir Chafizah Chafizah, Chafizah Christina Indriani Sianipar Christina Indriani Sianipar Christina Sianipar - AKPAR Medan Citra Sinuraya Dalimunthe, Femmy Indriany Deafani Clara Sinaga Denny, Agustinus Dewi Yanti Dewi Yanti Dewi Yanti Dewi Yanti Esra Sibarani Fahrudi Ahwan Ikhsan Farrah, Tiara Ananda Femmy Indriany Dalimunthe Feri Fadlin Fia Metasya Graceita Tampubolon Herman Herman Hetty Claudia Nainggolan Ika Berliani Lase Ika Wulandani Imran Imran Indradewa, Rhian Jekson Jekson Jekson Nainggolan Joy Feri Ando Sinaga Joy Ferry Ando Sinaga Khairi, Nurhafizha Khairi, Nurhafizhah Khairunnisa Naurah Yusuf Kurnia Darmawati Halawa La Harudu La Ode Nursalam Livia Sibuea Maria Ulfah Marpaung, Selviana Meldrit Monica Masri Ridwan, Masri Mbaze-Ebock Vivian Arrey Melisma Damanik Meryl Panggabean Mhd Firmansyah Azhom Moh. Ismail Mohammad Yusuf Dalimunthe Muhammad Khadry Ngatemin Ngatemin Ngatemin Nova Bernedeta Sitorus Nova Bernedeta Sitorus Nova Bernedeta Sitorus Nova Bernedeta Sitorus Nurhafihah Khairi Nurhafizhah Khairi Nurhayati Samosir Nurlansi Nurlansi Olivia Kristiani Hutabarat Pramudya, Ahmad Prayogi, Budi Putri Rizkiyah Rahmat Darmawan, Rahmat rajagukguk, devy meylani Renaldi, Ruri Rifqy Arya Anugrah Rizkiyah, Putri Roel Dizastra Roro Purwanti Rosari, Dina Ryan Aldiansyah Akbar Sari, Ersya Permata Septi Anggina Sitinjak Setarah Letare Sianturi Sianipar, Christina Indriany Sibarani, Elisabeth G. Sihombing, Gianny Sri Rejeki Sinaga, Jastrid Caroline Herera Siregar, Winda Azzahra Sitorus, Nova Tengku Muhammad Haikal Tio Sinurat Tondang, Bahagia Tri Handayani Simanjuntak Wan Aalia Wella Bella M Yanti, Dewi Yohana Sari Purba