Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kawasan Negative List Sebagai Arahan Penentuan Lahan Aman Bagi Pengembangan Perumahan dan Permukiman Baharuddin, Hasniar; Haq, Izharul; Amalia, Andi Annisa
Jurnal Linears Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v8i1.17373

Abstract

ABSTRAK: Pengembangan perumahan dan permukiman memegang peran krusial dalam mewujudkan lingkungan yang aman, layak huni, dan berkelanjutan. Di Kabupaten Sidenreng Rappang, peningkatan kebutuhan hunian mendorong pembangunan di berbagai lokasi tanpa selalu mempertimbangkan kesesuaian tata ruang. Penelitian ini bertujuan menyusun pedoman teknis dalam menetapkan kawasan negative list—wilayah yang tidak diperkenankan untuk pengembangan—serta mengidentifikasi lahan aman untuk perumahan dan permukiman. Metode yang digunakan meliputi analisis data spasial berbasis teknik overlay dan pendekatan deskriptif, dengan studi kasus di Kecamatan Maritengngae. Data dikumpulkan melalui survei GPS, dokumentasi visual, serta pengolahan peta tematik menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.3. Hasil penelitian menghasilkan peta kawasan negative list dan sebaran perumahan eksisting yang sebagian besar belum sesuai peruntukan RTRW. Selain itu, peta lahan aman yang bebas dari batasan kawasan lindung, LP2B, sempadan rel, dan zona rawan bencana juga berhasil disusun. Penelitian ini memberikan kontribusi penting sebagai dasar perencanaan pembangunan perumahan yang sesuai peruntukan lahan dan mendukung kebijakan penataan ruang yang berkelanjutan.ABSTRAK: The development of housing and settlements plays a crucial role in creating a safe, livable, and sustainable environment. In Sidenreng Rappang Regency, increasing housing demand has driven development across various locations without always adhering to spatial planning regulations. This study aims to formulate technical guidelines for determining the negative list—areas restricted from development—and to identify safe land for housing and settlement expansion. The research employed spatial data analysis using overlay techniques and a descriptive approach, with a case study conducted in Maritengngae District. Data were collected through GPS surveys, visual documentation, and thematic map processing using ArcGIS 10.3 software. The findings produced a map of negative list zones and the distribution of existing housing, much of which does not align with the regional spatial plan (RTRW). Furthermore, a map identifying safe land—free from protected zones, sustainable agricultural land (LP2B), railway buffers, and disaster-prone areas—was successfully developed. This research makes a significant contribution as a planning reference for appropriate housing development and supports sustainable spatial planning policies.
PENDAMPINGAN INOVASI TEKNOLOGI PERLUASAN SKALA BUDIDAYA UDANG VANAME MENGGUNAKAN SISTEM RECIRCULATING AQUACULTURE SYSTEM Hamrun, Hamrun; Wahyu, Farhanah; Paddiyatu, Nurhikmah; Amalia, Andi Annisa; Amir, Muh. Adjie Syahriansyah; Anwar, Syaiful
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36860

Abstract

Abstrak: Pokdakan Kallang Bayang merupakan mitra kegiatan Pengabdian Berbasis Kemitraan Masyarakat yang bergerak dalam budidaya udang vaname di kawasan Muara Sungai Jeneberang, Kampung Lette, Makassar. Kelompok ini beranggotakan 15 orang dan menghadapi permasalahan keterbatasan pendapatan, jangkauan pemasaran yang sempit, serta kerentanan kolam terhadap banjir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, pengelolaan usaha, dan penataan ruang budidaya melalui penerapan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS). Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui pelatihan teknis sistem filtrasi RAS, pembangunan kolam bioflokulasi berstruktur beton, penguatan manajemen kelembagaan, serta perancangan zonasi tata ruang usaha budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan RAS mampu meningkatkan survival rate udang hingga lebih dari 80% melalui efisiensi penggunaan air dan stabilitas kualitas lingkungan. Infrastruktur kolam beton juga meningkatkan ketahanan terhadap banjir dan menurunkan risiko kerusakan. Inovasi teknologi dan penguatan kapasitas kelompok terbukti meningkatkan produksi udang konsumsi dan adaptivitas usaha, meskipun pengembangan lanjutan masih diperlukan untuk efisiensi energi dan keberlanjutan budidaya.Abstract: Pokdakan Kallang Bayang is a partner in the Community-Based Partnership Service program engaged in vaname shrimp farming in the Muara Sungai Jeneberang area, Kampung Lette, Makassar. This group consists of 15 members and faces problems of limited income, narrow marketing reach, and pond vulnerability to flooding. This community service activity aims to increase production capacity, business management, and cultivation space planning through the application of Recirculating Aquaculture System (RAS) technology. The implementation method is carried out participatively through technical training on the RAS filtration system, construction of concrete bioflocculation ponds, strengthening of institutional management, and the design of cultivation business zoning. The results of the activity show that the application of RAS can increase the survival rate of shrimp to more than 80% through efficient water use and stable environmental quality. Concrete pond infrastructure also increases resistance to flooding and reduces the risk of damage. Technological innovation and capacity building of the group have been proven to increase shrimp production and business adaptability, although further development is still needed for energy efficiency and sustainable aquaculture.
INOVASI RUMAH VERTIKAL KEPITING BAKAU (RVKB) BAGI KELOMPOK BUDIDAYA NELAYAN KAMPUNG LETTE, MAKASSAR Hamrun, Hamrun; Amalia, Andi Annisa; Wahyu, Farhanah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.62285

Abstract

The community service program themed "Vertical Mangrove Crab House Innovation" aims to enhance the economic and social independence of the Fishermen's Cultivation Group in Kampung Lette, Makassar. This program emphasizes the principles of the blue economy, focusing on the sustainable management of coastal resources. The approach involves socialization, training, and mentoring the community in the application of mangrove crab cultivation technology based on vertical apartment systems and water recirculation. Active participation from the fishermen's group and the local community enables them to contribute actively at each stage of the process. This activity resulted in a significant increase in community knowledge and skills related to crab cultivation technology, as well as improvements in productivity and the quality of cultivated crabs. Additionally, the program successfully raised community awareness about the importance of preserving mangrove ecosystems as the natural habitat of mangrove crabs. The implementation of this model provides economic benefits to the community, contributes to the preservation of the coastal environment, and can be replicated in other coastal communities to expand its positive impact.Kegiatan pengabdian bertema inovasi Rumah Vertikal Kepiting Bakau bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan sosial Kelompok Budidaya Nelayan di Kampung Lette, Makassar. Program ini mengedepankan prinsip-prinsip blue economy, dengan fokus pada pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan melibatkan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan masyarakat dalam penerapan tekonologi budidaya kepiting bakau berbasis sistem apartemen vertikal dan resirkulasi air. Partisipasi aktif kelompok nelayan dan masyarakat setempat, memungkinkan mereka berkontribusi aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait teknologi budidaya kepiting, serta peningkatan produktivitas dan kualitas hasil budidaya. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pelestarian ekosistem mangrove sebagai habitat alami kepiting bakau. Penerapan model ini memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, berkontribusi pada pelestarian lingkungan pesisir dan dapat direplikasi di komunitas pesisir lainnya untuk memperluas dampak positifnya.
PENATAAN PERMUKIMAN NELAYAN BERBASIS EKOKULTUR DI KELURAHAN BAROMBONG KOTA MAKASSAR [ECOCULTURE DEVELOPMENT OF A FISHERMEN SETTLEMENT IN BAROMBONG VILLAGE, MAKASSAR] Andi Asmuliany; Andi Annisa Amalia; Mutmainnah Mutmainnah
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 4 No. 2 (2020): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2419

Abstract

The locus of community service activities is a residential corridor node by exploring the communal space of fishermen in the Biringkassi Barombong Village. The concept of ecoculture is a concept that combines ecological aspects, namely the fishermen's environmental ecosystem and the culture of the community, namely Bugis Makassar in managing fishermen settlements towards livable and sustainable livelihood. The method used in this community service is the Regional Arrangement Method with a participatory ecocultural approach. making mockups of existing areas, FGD identification of communal spaces, drafting of concepts, agreement on the arrangement of communal spots, and activities of structuring communal spots. The structuring of the Biringkassi Barombong Fishermen Village is a result of the community's contribution in increasing the environmental assets of the settlements owned by the fishing community through he adoption of the Bugis Makassar ornament and the setting of the shared area and the use of natural colors as a symbol of closeness to the sea.Bahasa Indonesia Abstrak: Lokus kegiatan pengabdian adalah node koridor permukiman dengan mengeksplorasi ruang komunal nelayan Kampung Biringkassi Barombong. Konsep ekokultur merupakan konsep yang mengkombinasikan aspek ekologi yaitu ekosistem lingkungan nelayan dan budaya masyarakat yaitu Bugis Makassar dalam menata permukiman nelayan menuju layak huni dan sustainable livelihood. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah Metode Penataan Kawasan dengan pendekatan partisipatif yang ekokultur. pembuatan maket eksisting kawasan, FGD identifikasi ruang komunal, penyusunan konsep, penyepakatan spot komunal penataan, dan kegiatan aksi penataan spot komunal. Penataan Kampung Nelayan Biringkassi Barombong merupakan hasil kontribusi masyarakat dalam peningkatan aset-aset lingkungan permukiman yang dimiliki oleh komunitas nelayan melalui adopsi ornamen Bugis Makassar dan setting area yang digunakan secara bersama dan penggunaan warna alami sebagai simbol kedekatan dengan laut.  
Urban Resilience Strategy in The Climate Change Governance in Makassar City, Indonesia Ihyani Malik; Andi Luhur Prianto; Abdillah Abdillah; Zaldi Rusnaedy; Andi Annisa Amalia
Journal of Government and Civil Society Vol 5 No 1 (2021): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v5i1.3884

Abstract

Urban resilience strategies need to be encouraged to support a broader, planned and integrated development process. Therefore, this article aims to look at the actualization conditions of urban policies in climate change governance in Makassar City, Indonesia. strategy is an effort to find and build a model for implementing strategies for developing urban resilience in climate change governance in Makassar City. The research method used is an explorative-qualitative method with a narrative-phenomenological approach where the data sources are primary and secondary data. Data collection through field studies and document studies. The data analysis used is an interactive model. City strategy resilience development model in climate change governance in Makassar City. The results showed that for the first time, the actual condition of Makassar City was under threat of climate change, both biophysically and socio-economically. Second, multilevel governance (MLG) as an ideal model in developing urban resilience, where the principle used is collaborative impact governance, namely building collaboration in policy making to tackle climate change. Third, decentralization as a strategy for implementing resilience, such as national conservation, which begins with the reservation of parks and protected areas. The dominant natural character is controlled under the control of the local government. The number and extent of protected areas are indicators of conservation-based programs implemented by the Makassar City Government.Strategi ketahanan perkotaan perlu di dorong untuk mendukung proses pembangunan yang lebih luas, terencana dan terintegrasi. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual strategi ketahanan perkotaan dalam tata kelola perubahan iklim di kota Makassar, Indonesia. strategi adalah upaya untuk menemukan dan membangun model strategi implementasi pengembangan kapasitas ketahanan kota dalam tata kelola perubahan iklim di Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksploratif-kualitatif dengan pendekatan naratif-fenomenologi dimana sumber datanya adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data melalui studi lapangan dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif. Model pengembangan kapasitas strategi ketahanan kota dalam tata kelola perubahan iklim di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, kondisi aktual Kota Makassar dalam ancaman perubahan iklim baik secara biofisik maupun sosial ekonomi. Kedua, multilevel governance (MLG) sebagai model ideal dalam pengembangan kapasitas ketahanan kota, dimana prinsip yang digunakan adalah tata kelola kolaboratif yaitu membangun kolaborasi dalam pembuatan kebijakan untuk menanggulangi dampak perubahan iklim. Ketiga, desentralisasi sebagai strategi penerapan kapasitas ketahanan, seperti adanya gerakan konservasi modern yang dimulai dengan pembentukan taman nasional dan kawasan lindung. Karakter alami yang dominan ditempatkan di bawah kendali pemerintah daerah. Jumlah dan luas kawasan lindung merupakan indikator keberhasilan program berbasis konservasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Makassar.
Preferensi Hunian Sementara bagi Penerima Manfaat Program Pengembangan Perumahan di Kawasan Kumuh Kelurahan Bira Makassar Amalia, Andi Annisa; Sarwadi, Ahmad; Roychansyah, Muhammad Sani
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 22, No 2 (2024): Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v22i2.85005

Abstract

Temporary housing for beneficiaries of the Housing Development Program in the slum area of Kelurahan Bira Makassar is interesting to study because its fulfillment is pursued independently by target households. This research aims to understand their preferences for temporary housing during the development process. This research uses the grounded theory method with a content analysis approach and open coding technique. The results show that preferences for temporary housing include: (1) space needs such as bedrooms, toilets, and kitchens; (2) locations close to places of worship, health facilities, village offices, and permanent housing construction locations; and (3) free from rental fees. Beneficiary priority preferences include basic domestic needs that are short-term in nature. Understanding these preferences is important in designing settlements that are more suited to local needs based on the wishes and needs of residents.
Evaluasi Adaptasi Arsitektur terhadap Pandemi Covid-19 pada Bangunan Fasilitas Kesehatan di Makassar Nur, Khilda Wildana; Amalia, Andi Annisa; Amin, Siti Fuadillah Alhumairah
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 20, No 1 (2022): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v20i1.55995

Abstract

Architecture responds to the Pandemic with a unified and massive form, while the Covid-19 demands buildings that are completely void. This research was conducted at the healthcare facility building at Khadijah Hospital in Makassar which is expected to be a representative building for mapping the transmission of Covid-19 in public facilities. This study aims to examine adaptation strategies from the architectural realm in healthcare facilities combined with studies on COVID-19 mitigation and Muhammadiyah mediation in applying Islamic concepts. This research is descriptive exploratory to the object of research. The data collection method was obtained from the results of observations, interviews, and literature studies which were then analyzed using synchronic reading and diachronic reading methods, aligning all available information so that conclusions were obtained from all references. This study results that adaptation is more likely to regulate circulation, limit the number of people, and reduce furniture. Providing additional rooms such as green open spaces, and special cabin for patients and visitors are not fully accommodated because health care facility considers the cost and construction time. Another result is that the form of architectural adaptation raises the potential for design based on natural interventions such as the healing environment approach and biophilic design.
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah Abd Muis Ahmad Abdillah S Abdullah, Ashari Ahmad Sarwadi, Ahmad Ahmad, Abd Muis Aisyah Ayu Andira Alkatiri Aldi, Muhammad Amal, Citra Amalia Amir, Muh. Adjie Syahriansyah Andi Asmuliany Andi Asmuliany Andi Luhur Prianto Andi Syahriyunita Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahruyinita andi Yusri Anti, Suriyanti Ashari Abdullah Baharuddin, Hasniar Hamid, Hamzah Hamrun Heri Hermawan Rahman Ibrahim Salam Idrus, Irnawaty Ihyani Malik Ikaputra Ikaputra Intan Batari Saputri Irma Rahayu Ismail Ibrahim Izharul Haq Khilda Wildana Nur KhildaWildanaNur khilda wildana M muhajerin Muh. Arif Muh. Arif muhajerin, M Muhammad Aldi Muhammad Aldi, Muhammad Muhammad Sani Roychansyah Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad Mursyid Mustafa Mustafa, Mursyid Mutmainnah Mutmainnah Mutmainnah Sudirman Nur Indah Rokhana Nur, Khilda Wildana NUR, KHILDA WILDANA Nurawal, Muhammad Alfacmy Nurhikmah Paddayatu Nurhikmah Paddiyatu Paddayatu, Nurhikmah Paddiyatu, Nurhikmah Rahman, Heri Hermawan Rahmat Sopianto Rapi, Adam Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Rifaldi Rifaldi, Rifaldi Rohana Rohana ROHANA ROHANA Rokhana, Nur Indah Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Safitri, Sulfika Sahabuddin Latif Salam, Ibrahim Salmiah Zainuddin Salsabila, Unik Hanifah Saputri, Intan Batari Sawerigading, Andi Adam Sopianto, Rahmat Sri Andayaningsih Sri Wahyuni Sulfika Safitri Suriyanti Anti Syahriyunita Syahruddin Syahriyunita, Andi Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syahruddin, Syahriyunita Syahruyinita, Andi Syaiful Anwar Umar, Fitrawan Wahyu, Farhanah wildana, KhildaWildanaNur khilda Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Yusri, Andi Zainuddin, Salmiah Zaldi Rusnaedy