Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Sport Center dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer di Kabupaten Jeneponto Nur Indah Rokhana; KhildaWildanaNur khilda wildana; Irnawaty Idrus; Ashari Abdullah; Syahriyunita Syahruddin; Andi Annisa Amalia
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7300

Abstract

ABSTRAK: Merancang suatu gedung Sport Center di Kota Jeneponto yang menghubungkantaman dengan bangunan bertujuan untuk menyusun suatu konsep perancangan denganmenyediakan fasilitas olahraga, yang dapat mewadahi, dan dapat menampung aktivitas olahragasecara keseluruhan bagi para atlet, pelajar, pemuda dan masyarakat dengan menghasilkan suaturancangan bangunan Sport Center yang dapat mengembangkan fasilitas kota jeneponto, Metodeperancangan ini merumuskan tentang langkah metode yang digunakan adalah metodepengumpulan data primer dan sekunder, analisa dan sintesa serta skema perancangan. MenjadikanSport Center sebagai sarana untuk menampung minat warga terhadap olahraga yang akan menjadisarana untuk berlatih dan bertanding para atlet asal Jeneponto. agar para atlet ini lebih berprestasilagi dan dapat mengharumkan nama Jeneponto. fungsi penunjang kegiatan pada masyararakatdengan pengolahan tapak yang sesuai dengan kebutuhan untuk memaksimalkan ruang terbukahijau, menerapkan konsep dan desain yang mempertimbangkan kebutuhan pengguna terhadapruang dan orientasi, memanfaatkan kondisi iklim dan sumber energi bagi bangunan tersebut agarmemaksimalkan pencahayaan dan penghawaan atau dengan mengoptimalkan sun shading.
Redesain PD. Terminal Makassar Metro Dengan Pendekatan Arsitektur Modern di Kota Makassar M muhajerin; Siti Fuadillah A. Amin; Citra Amalia Amal; Ashari Abdullah; Rohana Rohana; Andi Annisa Amalia
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.10353

Abstract

ABSTRAK: PD. Terminal Makassar Metro merupakan salah satu terminal induk di Kota Makassar yang melayani 34 trayek (rute). Keberadaan  PD. Terminal Makassar Metro sangat diperlukan dalam mendukung mobilitas penduduk di dalam dan di luar Kota Makassar dan menciptakan ketertiban lalu lintas. Kondisi PD. Terminal Makassar Metro saat ini banyak memiliki permasalahan seperti fasilitas pelayanan terminal tidak memenui standar terminal tipe A, kondisi fasilitas kurang terawat, dan sirkulasi penumpan didalam terminal yang tidak terorganisir dengan baik. Tujuan redesain PD. Terminal Makassar Metro adalah mewujudkan PD. Terminal Makassar Metro sebagai terminal induk yang sesuai dengan standar terminal tipe A dengan menerapkan konsep arsitektur modern sebagai pendekatan atau upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi permasalahan yang ada pada PD. Terminal Makassar Metro. Hasil redesain konsep tapak ini dengan luas 12 ha, tersedia fasilitas di dalam terminal penumpang yang dilengkapi ruang tunggu di lantai 1 dan 2, hall, loket tiket, restauran, ruang P3K, tempat bermain anak, mini market, foodcont, dan kantor pengelolah, untuk fasilitas pada site terdapat bagunan terminal, parkiran umum dan parkiran bus, musholla, area check-in kendaraan, tempat istirahat sopir, bengkel, taman, tempat cuci bus, dan peron. Hasil penelitian ini menyimpulkan PD. Terminal Makassar Metro menjadi salah satu terminal induk yang berstandar tipe A dengan konsep arsitektur modern.KATA KUNCI : Arsitektur Modern, PD. Terminal Makassar Metro, Redesain
Identifikasi Penerapan Prinsip Arsitektur Neo Vernakuler pada Perancangan Bangunan Rest Area Type A di Kota Palopo Rapi, Adam; A Amin, Siti Fuadillah; Amalia, Andi Annisa; Amal, Citra Amalia; Syahruddin, A. Syahriyunita; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i3.16162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan prinsip arsitektur neo vernakuler dalam perancangan bangunan Rest Area Tipe A di Kota Palopo. Arsitektur neo vernakuler merupakan pendekatan desain yang memadukan elemen-elemen arsitektur tradisional dengan konsep modern, sehingga menciptakan bangunan yang tidak hanya fungsional tetapi juga mencerminkan kearifan lokal. Kota Palopo, dengan kekayaan budaya dan sejarahnya, menjadi lokasi yang relevan untuk penerapan prinsip arsitektur ini guna mempertahankan identitas lokal dalam fasilitas publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kajian literatur mengenai arsitektur neo vernakuler, observasi lapangan, serta analisis desain bangunan Rest Area yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen-elemen arsitektur lokal, seperti bentuk atap, penggunaan material lokal, serta pola ruang tradisional, dapat memperkuat identitas budaya setempat tanpa mengorbankan fungsi modern dari bangunan Rest Area. Selain itu, prinsip-prinsip desain berkelanjutan, seperti penggunaan ventilasi alami dan pencahayaan yang efisien, juga dapat diintegrasikan dengan estetika vernakuler untuk menciptakan bangunan yang ramah lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa penerapan prinsip arsitektur neo vernakuler pada Rest Area Tipe A di Kota Palopo dapat meningkatkan nilai estetika, memperkuat identitas lokal, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pengembang dan perencana dalam merancang bangunan publik yang berkelanjutan dan selaras dengan budaya lokal.
Penerapan Konsep Arsitektur Inklusif pada Perancangan Kampung Susun di Kota Makassar Ibrahim, Ismail; Amal, Citra Amalia; Amalia, Andi Annisa; Syarif, Muhammad; Latif, Sahabuddin; Idrus, Irnawaty
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16134

Abstract

Kampung susun merupakan transformasi dari kampung horizontal menjadi bentuk vertikal tanpa menghilangkan karakter lokal, kekayaan bentuk, warna, material, volume, garis langit (skyline, potensi ekonomi, kreativitas warga, dan lain sebagainya. Suatu kampung susun seharusnya dapat diakses dan digunakan oleh semua kelompok masyarakat, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan konsep arsitektur inklusif pada Perancangan Kampung Susun di Kota Makassar, dengan penekanan pada aksesibilitas, fleksibilitas, dan kesederhanaan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan studi preseden. terhadap kampung susun di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan arsitektur inklusif di kampung susun belum sepenuhnya menerapkan konsep inklusif. Kampung susun ini lebih fokus mengutamakan penerapan pada bangunan utama yaitu hunian, sedangkan untuk bangunan penunjang menerapkan konsep inklusif namun tidak selengkap bangunan utama. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian yang lebih responsif terhadap kebutuhan penghuni dan beragam kondisi fisik dan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi para perencana dan peneliti dalam mewujudkan kampung susun yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Makassar.
Analisis Kawasan Negative List Sebagai Arahan Penentuan Lahan Aman Bagi Pengembangan Perumahan dan Permukiman Baharuddin, Hasniar; Haq, Izharul; Amalia, Andi Annisa
Jurnal Linears Vol 8, No 1 (2025): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v8i1.17373

Abstract

ABSTRAK: Pengembangan perumahan dan permukiman memegang peran krusial dalam mewujudkan lingkungan yang aman, layak huni, dan berkelanjutan. Di Kabupaten Sidenreng Rappang, peningkatan kebutuhan hunian mendorong pembangunan di berbagai lokasi tanpa selalu mempertimbangkan kesesuaian tata ruang. Penelitian ini bertujuan menyusun pedoman teknis dalam menetapkan kawasan negative list—wilayah yang tidak diperkenankan untuk pengembangan—serta mengidentifikasi lahan aman untuk perumahan dan permukiman. Metode yang digunakan meliputi analisis data spasial berbasis teknik overlay dan pendekatan deskriptif, dengan studi kasus di Kecamatan Maritengngae. Data dikumpulkan melalui survei GPS, dokumentasi visual, serta pengolahan peta tematik menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.3. Hasil penelitian menghasilkan peta kawasan negative list dan sebaran perumahan eksisting yang sebagian besar belum sesuai peruntukan RTRW. Selain itu, peta lahan aman yang bebas dari batasan kawasan lindung, LP2B, sempadan rel, dan zona rawan bencana juga berhasil disusun. Penelitian ini memberikan kontribusi penting sebagai dasar perencanaan pembangunan perumahan yang sesuai peruntukan lahan dan mendukung kebijakan penataan ruang yang berkelanjutan.ABSTRAK: The development of housing and settlements plays a crucial role in creating a safe, livable, and sustainable environment. In Sidenreng Rappang Regency, increasing housing demand has driven development across various locations without always adhering to spatial planning regulations. This study aims to formulate technical guidelines for determining the negative list—areas restricted from development—and to identify safe land for housing and settlement expansion. The research employed spatial data analysis using overlay techniques and a descriptive approach, with a case study conducted in Maritengngae District. Data were collected through GPS surveys, visual documentation, and thematic map processing using ArcGIS 10.3 software. The findings produced a map of negative list zones and the distribution of existing housing, much of which does not align with the regional spatial plan (RTRW). Furthermore, a map identifying safe land—free from protected zones, sustainable agricultural land (LP2B), railway buffers, and disaster-prone areas—was successfully developed. This research makes a significant contribution as a planning reference for appropriate housing development and supports sustainable spatial planning policies.
KONFIGURASI RUANG SIMBIOSIS PERMUKIMAN DI TEPIAN SUNGAI JENEBERANG, MAKASSAR Andi Annisa Amalia
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 14 No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coastal areas are areas of community settlement development that have culturally become part of their living space and livelihoods. Communities that depend on the sea and rivers for their livelihoods tend to choose to settle near or directly integrated with waters. The interconnection and interdependence between urban settlements and water bodies are consistently characterized by the configuration of symbiotic spaces, Symbiotic spaces are manifestations of the results of stimulation by the existence of interactions between spaces. The Jeneberang Riverbank Settlement of Tanjung Merdeka Village Makassar has an unplanned spatial configuration, resulting in the existence of indigenous people's residential areas that are separated from the regional space system. On the other hand, the transformation of the Tanjung Bunga and Centre Point of Indonesia areas as a global business area is an opportunity for coastal communities to utilize the Jeneberang riverbank area as a source of livelihood that leads to a blue economy. This phenomenon has implications for the formation of symbiotic space The research objective is to explore the symbiotic spatial configuration of settlements on the banks of the Jeneberang River in Makassar City. The research method used is a case study with a rationalistic qualitative paradigm approach. The results found that (1) Symbiotic space configuration is formed as a spatial interaction between elements of residential space and livelihood space forming an organic pattern; (2) Symbiotic space configuration forms a floating pattern on the river, radial pattern, cluster pattern, linear pattern, and follows the shape of the footprint of residential outdoor space; (3) Livelihood space as an element of activity support for the area as well as the edge of the riverbank; (4) Transformation of the river's role as a lake affects the spatial order, both in the estuary, riverbank and land area as well as the coexistence of coastal economic livelihood space bound to the waters.
KAWASAN WISATA TANI DI KABUPATEN WAJO DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR ORGANIK Salam, Ibrahim; Latif, Sahabuddin; Amalia, Andi Annisa; Syahruyinita, Andi; Nur, Khilda Wildana; Fuadillah, Siti
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8736

Abstract

Dilihat dari sektor perekonomian daerah Wajo, secara eksplisit dibidang pertanian yaitu padi sangat dominan dan hampir seluru kecamatan melakukan pekerjaan dibidang persawahan atau padi, sehingga memungkin kan untuk membangun kawasan wisata tani di Kabupaten Wajo. Oleh karena itu mendasain Kawasan wisata pertanian salah satu upaya yang dapat membantu masyarakat dalam melakukan pertumbuhan daerah yang dapat menghasilkan keuntungan dalam sector pertanian maupun ekonomi untuk masyarakat sekitar dan memberikan edukasi ke pada masyarakat bahwa pertanian tidak harus selalu berada dibawa paparan sinar matahari. Untuk mendapatkan konsep yang ideal, maka dilakukan survei lokasi dan studi literatur tentang Wisata Tani dengan konsep arsitektur organik atau studi kasus dengan bangunan sejenis di beberapa tempat. Hasil desain telah dilaksanakan dengan menghasilkan gambar desain dengan luas kurang lebih 8 ha, menerapkan konsep arsitektur organik yang dapat menampilkan aplikasi modern dan tradisional. Wisata tani ini memiliki beberapa fasilitas penunjang diantaranya resto, kafe, penginapan/villa, rumah pembibitan, rumah pengembang biakan, dan masjid. Dengan adanya bangunan ini, maka kebutuhan sarana para wisatawan di Kawasan terpenuhi.
Perancangan Futsal Center di Makassar dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Kontemporer Sopianto, Rahmat; Latif, Sahabuddin; Paddiyatu, Nurhikmah; Syahriyunita, Andi; Amalia, Andi Annisa; Fuadillah, Siti
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8750

Abstract

Futsal Center Makassar muncul sebagai jawaban atas beberapa masalah yang ada dalam dunia futsal di Makassar. Permasalahannya dilihat dari banyaknya turnamen yang dapat menarik minat masyarakat pada olahraga ini tidak didukung oleh klasifikasi gedung olahraga tertutup di Sulawesi Selatan, khususnya di kota Makassar sebagai ibu kota provinsi. Fasilitas yang sudah ada tidak dapat menampung penonton yang melimpah saat diselenggarakannya pertandingan berskala regional, nasional dan bahkan internasional. Metode arsitektur yang digunakan dalam menjawab permasalahan tersebut adalah metode programming arsitektural dengan mengacu pada standarisasi ruang bangunan pada gedung olahraga yang meliputi ruang-ruang yang harus tersedia pada gedung olahraga beserta standar minimal ukuran ruangan. Pendekatan konsep Arsitekur Kontemporer juga digunakan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap perancangan lapangan futsal berstandar internasional dan sekaligus pusat olahraga futsal di Makassar.Futsal Center Makassar muncul sebagai jawaban atas beberapa masalah yang ada dalam dunia futsal di Makassar. Permasalahannya dilihat dari banyaknya turnamen yang dapat menarik minat masyarakat pada olahraga ini tidak didukung oleh klasifikasi gedung olahraga tertutup di Sulawesi Selatan, khususnya di kota Makassar sebagai ibu kota provinsi. Fasilitas yang sudah ada tidak dapat menampung penonton yang melimpah saat diselenggarakannya pertandingan berskala regional, nasional dan bahkan internasional. Metode arsitektur yang digunakan dalam menjawab permasalahan tersebut adalah metode programming arsitektural dengan mengacu pada standarisasi ruang bangunan pada gedung olahraga yang meliputi ruang-ruang yang harus tersedia pada gedung olahraga beserta standar minimal ukuran ruangan. Pendekatan konsep Arsitekur Kontemporer juga digunakan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap perancangan lapangan futsal berstandar internasional dan sekaligus pusat olahraga futsal di Makassar.
Perancangan Apartemen Dengan Tema bioclimatic Design di Kota Makassar Rahman, Heri Hermawan; Rasmawarni, Rasmawarni; Yusri, Andi; Syarif, Muhammad; Amalia, Andi Annisa; Fuadillah, Siti
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.8816

Abstract

Saat ini kebutuhan perumahan terus mengalami peningkatan, mengingat perumahan merupakan kebutuhan primer manusia, khususnya pada daerah perkotaan. maka dari itu beberapa alternatif solusi dapat diambil salah satunya adalah membangun perumahan vertikal. Apartemen adalah tempat tinggal suatu bangunan bertingkat yang lengkap dengan ruang duduk, kamar tidur, dapur, ruang makan, jamban, dan kamar mandi yang terletak pada satu lantai, bangunan bertingkat yang terbagi atas beberapa tempat tinggal (Wicaksono, dkk 2020). Arsitektur Bioklimatik adalah suatu pendekatan yang mengarahkan arsitek untuk mendapatkan penyelesaian desain dengan memperhatikan hubungan antara bentuk arsitektur dengan lingkungannya iklim daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah bangunan Apartemen dengan konsep Bioclimatic Design yang mampu memberikan kenyamanan bagi penghuninya sesuai dengan konsep Bioclimatic Design . Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dan perancangan. Hasil penelitian ini adalah Perancangan apartemen dengan pendekatan arsitektur bioklimatik di makassar yang berlokasi di Jl. Metro Tanjung Bunga di kec. Tamalate kota makassar memiliki luas lahan sebesar 7 ha dengan total besaraan ruang sebesar 31.200 m 2 . pada podium lantai 1 difungsikan sebagai area publik seperti atrium, coffee shop, supermarket, dan kantor pengelola. Podium lantai 2 difungsikan sebagai area semipublik yaitu sekolah, gym center , musholla dan restoran. Podium lantai 3 difungsikan sebagai area privat yaitu kolam renang yang hanya bisa di akses oleh penghuni apartemen. Bentuk bangunan yang di buat untuk menyesuaikan dengan iklim sekitar tapak dan sesuai dengan tema perancangan yaitu arsitektur bioklimatik.
Penataan Kampung Nelayan Barombong dengan Pendekatan Green Architecture Arif, Muh.; Mulyadi, Rosady; Amalia, Andi Annisa; Amal, Citra Amalia; Nur, Khilda Wildana; Latif, Sahabuddin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8824

Abstract

Penataan Kampung Nelayan Barombong Kota Makassar merupakan bentuk dalam memenuhi prinsip-prinsip layak huni sesuai dengan UndangUndang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, yang merupakan kebutuhan dasar manusia, dan yang mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan watak serta kepribadian bangsa sebagai salah satu upaya membangun manusia Indonesia seutuhnya, berjati diri, mandiri, dan produktif.. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mewujudkan permukiman ramah lingkungan dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air dan pemakaian bahan-bahan yang mereduksi dampak bangunan terhadap lingkungan dan kesehatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dan perancangan. Hasil penelitian ini adalah penataan kampong nelayan barombong dengan konsep green architecture. Hunian pada Kawasan Kampung Nelayan Barombong ini terdapat tiga tipe yaitu tipe besar, sedang dan kecil. Hunian ini menggunakan material berkelanjutan dan sistem struktur kayu dan beton. Untuk utilitas bangunan ini sendiri yaitu pemberian jalur air bersih dan listrik yang akan di alirkan ke tiap hunian.
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah Abd Muis Ahmad Abdillah S Abdullah, Ashari Ahmad Sarwadi, Ahmad Ahmad, Abd Muis Aisyah Ayu Andira Alkatiri Aldi, Muhammad Amal, Citra Amalia Amir, Muh. Adjie Syahriansyah Andi Asmuliany Andi Asmuliany Andi Luhur Prianto Andi Syahriyunita Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahruyinita andi Yusri Anti, Suriyanti Ashari Abdullah Baharuddin, Hasniar Hamid, Hamzah Hamrun Heri Hermawan Rahman Ibrahim Salam Idrus, Irnawaty Ihyani Malik Ikaputra Ikaputra Intan Batari Saputri Irma Rahayu Ismail Ibrahim Izharul Haq Khilda Wildana Nur KhildaWildanaNur khilda wildana M muhajerin Muh. Arif Muh. Arif muhajerin, M Muhammad Aldi Muhammad Aldi, Muhammad Muhammad Sani Roychansyah Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad Mursyid Mustafa Mustafa, Mursyid Mutmainnah Mutmainnah Mutmainnah Sudirman Nur Indah Rokhana Nur, Khilda Wildana NUR, KHILDA WILDANA Nurawal, Muhammad Alfacmy Nurhikmah Paddayatu Nurhikmah Paddiyatu Paddayatu, Nurhikmah Paddiyatu, Nurhikmah Rahman, Heri Hermawan Rahmat Sopianto Rapi, Adam Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Rifaldi Rifaldi, Rifaldi Rohana Rohana ROHANA ROHANA Rokhana, Nur Indah Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Safitri, Sulfika Sahabuddin Latif Salam, Ibrahim Salmiah Zainuddin Salsabila, Unik Hanifah Saputri, Intan Batari Sawerigading, Andi Adam Sopianto, Rahmat Sri Andayaningsih Sri Wahyuni Sulfika Safitri Suriyanti Anti Syahriyunita Syahruddin Syahriyunita, Andi Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syahruddin, Syahriyunita Syahruyinita, Andi Syaiful Anwar Umar, Fitrawan Wahyu, Farhanah wildana, KhildaWildanaNur khilda Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Yusri, Andi Zainuddin, Salmiah Zaldi Rusnaedy