Claim Missing Document
Check
Articles

KETERAMPILAN GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS BERBASIS SOCIAL EMOTIONAL LEARNING (SEL) STUDI KASUS DI SDN TAJUR 1 Sri Rahayu Kusmiati; Zahra Khusnul Lathifah; Muhammad Ichsan
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 3 No. 6 (2025): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v3i6.21513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan guru dalam pengelolaan kelas berbasis Social Emotional Learning (SEL) di SDN Tajur 1. Fokus penelitian meliputi tiga aspek utama, yaitu keterampilan guru dalam menciptakan iklim kelas yang mendukung perkembangan sosial emosional siswa, keterampilan guru dalam mengelola perilaku dan disiplin siswa berbasis nilai-nilai SEL, serta keterampilan guru dalam membangun interaksi dan komunikasi yang mendukung pembelajaran sosial emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilaksanakan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berupaya menciptakan iklim kelas yang kondusif dengan memahami karakter dan kondisi emosional siswa, menggunakan strategi komunikasi non-verbal (senyum, kontak mata, sentuhan fisik), serta menata ruang kelas yang nyaman. Dalam aspek pengelolaan perilaku dan disiplin, guru menekankan pembentukan karakter melalui empati, tanggung jawab, dan refleksi diri, serta mengintegrasikan nilai-nilai SEL dalam mata pelajaran. Sementara itu, keterampilan interaksi dan komunikasi guru ditunjukkan melalui hubungan yang hangat, terbuka, dan setara dengan siswa sehingga mampu mendorong partisipasi aktif dan rasa percaya diri. Secara keseluruhan, keterampilan guru dalam pengelolaan kelas berbasis SEL di SDN Tajur 1 berkontribusi tidak hanya pada keberhasilan akademik, tetapi juga pada perkembangan sosial emosional siswa
ANALISIS BUDAYA LITERASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMPN 3 GUNUNG PUTRI Ronald Febrian; Zahra Khusnul Lathifah; Novi Maryani
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 4 No. 1 (2026): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v4i1.21768

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi membaca siswa Indonesia berdasarkan PISA 2022 menunjukkan tantangan serius bagi sistem pendidikan. Literasi sekolah menjadi pondasi penting untuk menumbuhkan keterampilan abad ke-21, khususnya berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi budaya literasi di SMPN 3 Gunung Putri dan menganalisis peran literasi sekolah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, pembina literasi, serta lima siswa. Hasil menunjukkan budaya literasi didukung kebijakan nasional dan internal sekolah, diperkuat peran kepala sekolah, guru, dan pembina literasi. Program literasi meningkatkan minat baca, melatih keterampilan menulis, dan menumbuhkan keberanian siswa berpendapat. Literasi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, meskipun terkendala keterbatasan waktu, jumlah siswa yang besar, dan fasilitas baca yang minim. Kesimpulannya, budaya literasi bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi strategi kunci menyiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21, dengan kepala sekolah berperan penting sebagai pengawas dan fasilitator program.
Utilization of Application-Based Technology for Strengthening Students’ Religious Character through the Hidden Curriculum Syukri Indra; R. Siti Pupu Fauziah; Zahra Khusnul Lathifah; Muhammad Rendi Ramdhani; Abdul Kholik; Namira Fauziah
ASEAN Journal of Educational Research and Technology Vol 5, No 1 (2026): AJERT: VOLUME 5, ISSUE 1, March 2026
Publisher : Bumi Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to examine the utilization of an application-based Character Improvement System (CIS) to strengthen students’ religious character through integration with the hidden curriculum. A qualitative case study approach was employed, using interviews, observations, and documentation to collect data from teachers, students, and parents. The findings showed that the implementation of the hidden curriculum through religious practices was reinforced by CIS, which recorded, monitored, and rewarded students’ daily behaviors. The system encouraged discipline, honesty, and responsibility because every positive action was systematically appreciated and became a school habit. The integration of CIS with the hidden curriculum created measurable and transparent supervision that involved collaboration among teachers, parents, and students. This research contributes novelty by demonstrating how digital applications can support character formation beyond formal instruction. The impact is to provide schools with a replicable model for cultivating noble values consistently and sustainably.
Pendampingan Terarah untuk Menguatkan Sikap Tanggung Jawab dan Kemandirian Siswa Kelas 1 yang Mengalami Kesulitan Belajar: Studi Kasus Empat Siswa Adisa Fatyra; Zahra Khusnul Lathifah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.23576

Abstract

Sekolah dasar merupakan fase penting dalam membentuk sikap dasar siswa, khususnya tanggung jawab dan kemandirian, yang menjadi fondasi keberhasilan belajar jangka panjang. Namun, siswa dengan kesulitan belajar sering menghadapi hambatan dalam mengelola fokus dan menyelesaikan tugas, sehingga diperlukan strategi pendampingan terarah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pendampingan terarah dapat meningkatkan fokus, kemandirian, dan tanggung jawab siswa kelas 1 yang mengalami kesulitan belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan empat siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan karakteristik kesulitan belajar. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif harian selama 10 hari, wawancara semi-terstruktur dengan siswa dan guru, serta dokumentasi catatan harian dan hasil tugas, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui reduksi, penyajian, dan triangulasi data. Hasil menunjukkan bahwa pendampingan terarah memberikan dampak positif signifikan, dengan peningkatan fokus Siswa 1 dari 30% menjadi 70%, Siswa 2 dari 20% menjadi 80%, Siswa 3 dari 25% menjadi 75%, dan Siswa 4 dari 40% menjadi 80%, serta peningkatan kemandirian dan tanggung jawab terlihat melalui perilaku seperti menyelesaikan tugas tanpa bantuan, lebih tenang, menulis lebih cepat, dan mengontrol distraksi. Penelitian terbatas pada empat siswa dan observasi singkat, sehingga generalisasi harus hati-hati. Temuan menegaskan pentingnya pendampingan individual, rutin, dan terarah sebagai strategi efektif untuk mendukung perkembangan perilaku dan social emosional siswa kelas rendah.
Strategi Guru Bimbingan Konseling Melalui Konseling Individu dalam Menangani Dampak Perundungan (Bullying) Verbal Bagi Peserta Didik (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Daarul Uluum Bantar Kemang Bogor) Nur Widiyanti; Zahra Khusnul Lathifah; Kamalasia Rio Nita
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.24445

Abstract

Perundungan (Bullying) merupakan salah satu bentuk kekerasan yang masih sering terjadi dilingkungan Pendidikan dan dapat memberikan dampak negatif bagi peserta didik. Di Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatatt bahwa sekitar lima puluh persen anak melaporkan mengalami perundungan. Kondisi tersebut juga ditemukan di MA Daarul Uluum Bantar Kemang Bogor, khususnya dalam bentuk perundugan verbal antar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru bimbingan konseling (BK) melalui konseling individu dalam menangani dampak perundungan verbal pada peserta didik.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan analisis yang digunakan oleh Miles dan Huberman yang ada empat yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan konseling individu dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu tahap pengumpulan data, tahap membangun hubungan awal, tahap eksplorasi masalah secara mendalam, dan tahap akhir yang berfokus pada perubahan perilaku serta penguatan diri peserta didik. Dalam pelaksanaannya, guru BK menggunakan pendekatan humanistik dan Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk membantu peserta didik mengatasi dampak perundungan verbal. Meskipun demikian, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi seperti kurangnya keterbukaan peserta didik, rasa takut dan kecemasan peserta didik serta keterbatasan sarana dan prasarana konseling. Dengan demikian, peran guru BK melalui layanan konseling individu menjadi sangat penting dalam membantu peserta didik mengatasi dampak perundungan baik secara emosional, psikologis, sosial dan akademik. Serta mendukung pemulihan kondisi perkembangan peserta didik secara optimal.
Implementasi Positive Behavior Support (PBS) Berbasis Nilai Islami dalam Manajemen Kelas untuk Membentuk Kedisiplinan Siswa di Kelas XI Madrasah Aliyah Al Amin Felis Syahrani; Zahra Khusnul Lathifah; Novi Maryani
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.24447

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya upaya pembinaan kedisiplinan siswa dalam proses pembelajaran serta perlunya pendekatan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islami dalam pengelolaan perilaku siswa di kelas. Meskipun madrasah telah memiliki budaya religius yang cukup kuat, masih ditemukan beberapa perilaku siswa yang menunjukkan kurangnya kedisiplinan dalam mengikuti aturan pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Positive Behavior Support (PBS) berbasis nilai Islami dalam manajemen kelas untuk membentuk kedisiplinan siswa di kelas XI Madrasah Aliyah Al Amin. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui desain studi kasus. Sumber data penelitian meliputi kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru kelas XI, serta siswa kelas XI yang diperoleh melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Selain itu, untuk menjamin keabsahan data digunakan triangulasi teknik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBS berbasis nilai Islami dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Nilai-nilai Islami diintegrasikan dalam kurikulum, tata tertib, serta kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan dilakukan melalui penguatan perilaku positif, keteladanan guru, serta pendekatan persuasif dalam menangani pelanggaran siswa. Evaluasi dilakukan melalui monitoring perilaku siswa dan koordinasi antara guru dan pihak madrasah. Implementasi PBS didukung oleh lingkungan madrasah yang religius, keteladanan guru, aturan yang jelas, serta dukungan orang tua. Adapun kendala yang dihadapi meliputi belum tersedianya pedoman teknis tertulis serta benturan jadwal antara kegiatan madrasah dan pesantren. Implementasi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran disiplin siswa, terciptanya suasana pembelajaran yang lebih tertib dan kondusif, hubungan guru dengan siswa yang lebih harmonis, serta terbentuknya karakter Islami siswa.
Golden Triangle-Based Digital Learning Facility Management Model (Technology, People, Process) Syukri Indra; Zahra Khusnul Lathifah; Abdul Kholik
JUMPA : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jumpa.v6i1.14930

Abstract

The rapid advancement of digital technology has transformed educational practices, requiring institutions to adopt effective digital learning systems. However, significant challenges remain, particularly in Islamic educational institutions, where limitations in technological readiness, human resource capacity, and management processes hinder optimal implementation. This study addresses the lack of an integrated framework by examining digital learning management through the golden triangle model, which consists of technology, people, and process. Using a qualitative multi-case study approach, this research was conducted in two Madrasah Aliyah Negeri in Bogor City. Data were collected through in-depth interviews, field findings, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model supported by NVivo. The findings reveal that effective digital learning management is achieved through the synergy of three key components. The technology component includes blended learning, online learning, and classroom-based digital tools that support flexible learning environments. The people component highlights the collaborative roles of stakeholders, including school leaders, teachers, IT personnel, students, parents, and government institutions. Meanwhile, the process component reflects a structured managerial cycle involving policy, planning, organizing, implementation, and supervision supported by adequate infrastructure. Cross-case analysis indicates consistent implementation patterns across both research sites. These findings imply that successful digital learning in madrasah education requires a balanced and integrated management approach rather than isolated improvements in individual components. The study provides a conceptual and practical framework that can guide policymakers, school leaders, and educators in strengthening digital learning systems. Furthermore, it emphasizes the importance of aligning technological innovation with organizational capacity and educational values, particularly in the context of Islamic education, to ensure sustainable and effective digital transformation.
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DAN TEKNOLOGI AI: INTEGRASI ETIS UNTUK PENDIDIKAN HOLISTIK Radif Khotamir Rusli; Zahra Khusnul Lathifah
Jurnal Ushuluddin Vol 24, No 2 (2025): Jurnal Ushuluddin
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ushuluddin.v24i2.26863

Abstract

Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) menghadirkan urgensi bagi filsafat pendidikan Islam untuk memberikan respons yang mendasar dan terarah. Penelitian ini mengidentifikasi adanya kesenjangan antara adopsi teknologi AI yang cenderung pragmatis dengan minimnya kerangka kerja filosofis yang mengintegrasikannya secara etis dan holistik dalam pendidikan Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif yang memadukan logika deduktif, analisis deskriptif-kritis, dan pendekatan fenomenologis melalui studi literatur, artikel ini bertujuan merumuskan landasan filosofis tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat diposisikan sebagai bentuk modern dari "qalam" yang memperluas implementasi perintah Iqra', sekaligus sebagai manifestasi dari prinsip "taskhir" (pemanfaatan sumber daya). Namun, penggunaannya harus dipandu oleh kerangka etis Maqasid al-Shariah untuk memaksimalkan kemaslahatan (maslahah) dan meminimalkan kerusakan (mafsadah), terutama terkait risiko dehumanisasi, bias algoritma, dan erosi pemikiran kritis. Dampak penelitian ini adalah tersedianya landasan filosofis yang kokoh bagi para pendidik dan pemangku kebijakan dalam mengadopsi teknologi AI secara kritis dan konstruktif. Limitasi penelitian ini terletak pada sifatnya yang konseptual-filosofis dan tidak menguji implementasi teknis di lapangan. Novelty penelitian ini adalah perumusan kerangka kerja integratif yang menyintesiskan konsep teologis fundamental (Iqra', taskhir), kerangka etika normatif (Maqasid al-Shariah), dan pendekatan pedagogi kritis dalam menghadapi disrupsi teknologi AI. 
Eksplorasi Penggunaan Metode Bernyanyi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Menghafal Materi Pendidikan Pancasila pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar Annisa Aprilliana; Zahra Khusnul Lathifah; Anne Effane
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.26099

Abstract

Kemampuan menghafal materi Pendidikan Pancasila pada siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang cenderung monoton menyebabkan siswa kurang aktif dan mengalami kesulitan dalam mengingat materi yang dipelajari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar menghafal materi Pendidikan Pancasila melalui penerapan metode bernyanyi pada siswa kelas II SD GIS Al-Mochtar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 17 siswa kelas II. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada setiap siklus. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 51,47 pada tahap prasiklus menjadi 67,65 pada siklus I dan mencapai 83,00 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 23,53% pada prasiklus menjadi 52,94% pada siklus I dan 82,35% pada siklus II. Selain itu, aktivitas peserta didik selama pembelajaran mengalami peningkatan yang ditandai dengan meningkatnya keaktifan, partisipasi, keberanian, dan perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran. Keterbatasan penelitian ini terletak pada jumlah subjek yang terbatas dan pelaksanaan penelitian yang hanya dilakukan dalam dua siklus. Dengan demikian, metode bernyanyi dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar menghafal materi Pendidikan Pancasila pada siswa sekolah dasar.
ANALISIS PENGELOLAAN PEMBELAJARAN MANGGUNAKAN MEDIA INFOKUS (STUDI KASUS PADA SANGGAR BIMBINGAN PANDAN JAYA KUALA LUMPUR-MALAYSIA) Ainun Nur Fadilah; Zahra Khusnul Lathifah; Syukri Indra
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 4 No. 4 (2026): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v1i6.21385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan pembelajaran menggunakan infokus di Sanggar Bimbingan Pandan Jaya Kuala Lumpur (Malaysia). Penelitian ini mengungkap melalui lima garis besar yaitu perencanaan pengelolaan pembelajaran, pengorganisasian pengelolaan pembelajaran, pelaksanaan pengelolaan pembelajaran, pengawasan pengelolaan pembelajaran, faktor penghambat dan penunjang pengelolaan pembelajaran. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Data penelitian ini adalah data primer yang berasal dari narasumber dan data sekunder dari dokumen resmi yang dikeluarkan pemerintah dan data pendukung berupa dokumentasi. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Perencanaan yang dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Belajar (SB) Pandan Jaya, dilakukan secara sistematis dan terstruktur dengan tiga tahapan utama: evaluasi kebutuhan, pembuatan materi pembelajaran, dan uji coba materi. 2) Pengorganisasian yang dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Belajar Pandan Jaya dengan memberikan wewenang, mengatur jadwal, dan membagi tugas. 3) Pelaksanaan di SB Pandan Jaya memiliki kepemimpinan yang kuat, motivasi yang konsisten, pembelajaran interaktif, dan hubungan guru-siswa yang kuat. 4) Pengawasan dilaksanakan dengan melakukan penilaian, penulisan laporan, dan pengelolaan situasi kelas untuk menjaga kondusifitas. 5) Penggunaan infokus mengalami beberapa hambatan seperti keterbatasan anggaran, masalah teknis, dan pembuatan bahan ajar namun memiliki banyak faktor yang menunjang seperti penggunaan infokus terbukti  mendukung proses belajar mengajar karena mempercepat waktu pembelajaran dan menyajikan materi secara visual, membuat siswa lebih mudah memahami konsep-konsep yang abstrak.
Co-Authors A. Dara Dewi Mallarangan Abdul Kholik Abdul Rahman Abraham Yazdi Martin Adisa Fatyra Ainun Nur Fadilah Akhmad Ramli Amaliyah Khairul Haq Amirul Mukminin Amrin Apriadin Anisah, Nur Anne Effane Annisa Aprilliana Annissa Mawardini Azzahra, Zayeha Berliana Kartakusumah Berliana Kartakusumah Debi Julianti Deski Halim Sudjani Desti Agustin Dhania Hasnin, Hanrezi Dian Wulandari Dina Agnesia Sihombing Dwi Rahmawati, Hasna Fachri Helmanto Farhanida, Farhanida Fatimah Malini Lubis Felis Syahrani Fikni Mutiara Rachma Gugun Gunadi Hamurdani Hanaida Fakhitah Qorzhah Hanrezi Dhania Hasnin Hardienata, Soewarto Haris, Ridwan Hasan Bisri Hasan Bisri Hasan Bisri Hasni Noviani Helmia Tasti Adri Heri Kurniawan Hikmatunnisa, Hani Imam Abdul Aziz Imam Kurniawan, Imam Imelda, Mutiara Irma Inesia Sri Utami Irman Suherman Irwan Efendi Irwan Efendi, Irwan Isnawati Osman Iwan Henri Kusnadi Iyon Muhdiyati Kamalasia Rio Nita Kartakusumah, Berliana Khotamir Rusli, Radif Laeli, Sobrul Lilis Fauziah Balgis Lutfah, Siti Armia Lutfah, Siti Armia Makarim, Helwiyah Makarim, Helwiyah Marlina, Mina Maufur, Mustholah Meatam, Adul Muhamad Aminulloh Muhamad Rif'an Muhammad Fikriawan Muhammad Ichsan Muhammad Kafnun Kafi Muhammad Rendi Ramadhani Muhammad Rendi Ramdhani Muhtadin Muhtadin Tyas Mustholah Maufur Mustolah Maufur Naila Putri Namira Fauziah Nawawi, Muhamad Nova Monaya Novi Maryani Novi Maryani Novi Maryani Nur Widiyanti Nurbani, Riskalia nurfadillah, muhammad Nurul Fitria Nyntyas Nurul Inayah Patimah Pitriana, Pitriana Pitriana, Pitriana Pratama, Jakaria Putri, Eka Apriani Qushairi, Muhammad Dahlan R. Siti Pupu Fauziah Radiamoda, Anwar M. Radif Khotamir Rusli Radif Khotamir Rusli Radif Khotamir Rusli Rahmad Syah Dewa Rahmawati, Aenun Ronald Febrian Rudiantini, Tina Rusi Rusmiati Aliyyah Rusli, Radif Khotamir Sapiudin Setyaningsih, Sri Shilpia Rahmawati, Siti Siti Nur Laelah Siti Nurul Zalzilah Rahmah Siti Salsabillah Slamet Riyadi Sri Rahayu Kusmiati Sri Wahyu Pujaningtyas Suriani Nur Sya, Mega Febriani Syukri Indra Teguh Prasetyo Teguh Prasetyo Uslan Uslan Warizal Warizal Warizal Wati, Rosna