Claim Missing Document
Check
Articles

UBUNGAN FEAR OF MISSSING OUT (FoMO) DAN REGULASI DIRI DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PESERTA DIDIK SMA Moesarofah; Livia Zahrotun Nafisah
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 15 No. 01 (2026): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.151.06

Abstract

Remaja saat ini semakin terpapar fenomena Fear of Missing Out (FoMO), khususnya melalui media sosial, yang dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis mereka. Sementara regulasi diri diyakini berperan sebagai faktor pelindung yang membantu menjaga kesejahteraan psikologis remaja meskipun menghadapi tekanan FoMO. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara FoMO dan regulasi diri dengan kesejahteraan psikologis siswa kelas X di SMA Wachid Hasyim Surabaya. Desain penelitian adalah korelasional, menggunakan pendekatan kuantitatif. Partisipan penelitian melibatkan 216 partisipan yang dipilih melalui simple random sampling dari jumlah populasi sebanyak 2020 siswa. Data dikumpulkan menggunakan skala FoMO, regulasi diri, dan kesejahteraan psikologis yang didistribusikan melalui Google Forms, dan dianalisis menggunakan statistik uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara FoMO dan kesejahteraan psikologis, serta hubungan positif yang signifikan antara regulasi diri dan kesejahteraan psikologis. Lebih lanjut, baik FoMO maupun regulasi diri secara signifikan berkontribusi dalam menjelaskan variasi kesejahteraan psikologis. Implikasi penelitian terkait menunjukkan pentingnya optimalisasi layanan Bimbingan dan Konseling melalui layanan informasi, bimbingan kelompok, konseling individu, dan konseling kelompok yang berfokus pada pengembangan regulasi diri peserta didik guna mengurangi dampak negatif FoMO serta meningkatkan kesejahteraan mental remaja.
EFEKTIVITAS TEKNIK ROLE PLAYING DALAM BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING SISWA SMPN CAMPLONG- SAMPANG M Alven Pratama; Moesarofah Moesarofah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 11, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v11i3.18360

Abstract

Tthis study aims to evaluate the effectiveness of the role-playing technique in group counseling to reduce bullying behavior among students’ at SMPN 1 Camplong-Sampang. Bullying is a serious issue in education settings that can negatively impact students’ psychological and social development. Data indicate that indonesia ranks high in bullying cases, with 41.1% of students’ reporting having been victims. The role-playing method was chosen for its ability to enhance interpersonal communication and empathy among students’. Through this approach, students are invited to act in situations reflecting bullying experiences, allowing them to understand the impact of such behaviors both as perpetrators and victims. This research employed a quasi-experimental design with pre-test and post-test to measure changes in students’ behavior after the intervention. The analysis results showed a significant improvement in awareness and a reduction in bullying behavior among students’ who participated in group counseling sessions using the role-playing technique. The wilcoxon test results indicated a significant difference between the pre-test and post-test scores in the experimental group, with an Asymp. Sig. (2-tailed) valiue of 0.11 (p < 0.05). This finding demonstrates that the role-playing technique in group counseling is effective in reducing bullying behavior among students’ at SMPN Camplong-Sampang.
Sosialisasi Interaktif: Karakter dan Kebutuhan Gen Z Berdasarkan Perspektif Guru BK Moesarofah Moesarofah; Aniek Wirastania; Cindy Asli Pravesti; Sutijono Sutijono; Alyssa Rosalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.2128

Abstract

This Community Service activity aims to improve the understanding of Guidance and Counseling Teachers regarding the character and needs of Generation Z in school services. Gen Z as a digital generation has a communicative, visual, adaptive character to technology, but is vulnerable to psychosocial stress. The activity was carried out through interactive socialization to 80 high school/vocational high school guidance and counseling teachers who are members of the Surabaya area MGBK. The activity method included material delivery, case discussions, questions and answers, practical reflection, and evaluation through a post-test questionnaire. The questionnaire results showed an overall average of 3.65 in the high category. The aspects of understanding Gen Z's character, the need for guidance and counseling services, and readiness for adaptive guidance and counseling implementation were in the high category, while case analysis skills were in the sufficient category. These findings indicate that interactive socialization is relevant to strengthening the understanding of guidance and counseling teachers, but further training based on case studies and counseling practices is still needed so that guidance and counseling services are more adaptive to the needs of Gen Z students. This activity also emphasized the importance of a dialogic, contextual, and needs-based approach to students.
DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA Amellia Fatikah Sari; Miftachul Chusnah; Moesarofah
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja dan memberikan dampak terhadap kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental remaja menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh melalui penelusuran artikel pada Google Scholar dengan kata kunci “dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental remaja”. Setelah melalui proses seleksi berdasarkan relevansi topik dan tahun publikasi (2020-2025), diperoleh 10 artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak positif berupa peningkatan komunikasi, kreativitas, dan jaringan sosial. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kecemasan, depresi, gangguan tidur, Fear of Missing Out (FOMO), dan fenomena Alone Together. Faktor seperti kecanduan media sosial, perbandingan sosial, dan kebutuhan validasi sosial turut memperburuk kesehatan mental remaja. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital, regulasi diri, dan pengawasan penggunaan media sosial untuk meminimalkan dampak negatifnya.
HUBUNGAN ANTARA COPING STRESS PSYCHOLOGICAL WELLBEING PADA MAHASISWA Hendy Marzelly; Moesarofah; Intan Seriana Nainggolan
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa sering menghadapi berbagai tekanan akademik, sosial, dan personal yang berpotensi menimbulkan stres serta memengaruhi kesejahteraan psikologisnya. Kemampuan dalam mengelola tekanan tersebut tercermin melalui strategi coping yang digunakan individu dalam menghadapi berbagai tuntutan kehidupan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis hasil penelitian mengenai hubungan antara coping stress dan psychological well-being pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan naratif. Proses pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar menggunakan kata kunci coping stress, strategi coping, psychological well-being, dan mahasiswa. Artikel yang dianalisis merupakan publikasi ilmiah pada rentang tahun 2022–2026 yang sesuai dengan fokus penelitian. Sebanyak 11 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa coping stress memiliki hubungan positif yang signifikan dengan psychological well-being pada mahasiswa. Strategi coping adaptif, khususnya problem-focused coping, terbukti lebih efektif dalam membantu mahasiswa mengatasi tekanan akademik, meningkatkan kemampuan adaptasi, serta mempertahankan kesehatan mental. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, dan lingkungan kampus berperan dalam memperkuat efektivitas coping terhadap kesejahteraan psikologis. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan keterampilan coping adaptif merupakan faktor penting dalam meningkatkan psychological well-being mahasiswa serta dapat menjadi dasar pengembangan layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi.
PENGARUH FOMO (FEAR OF MISSING OUT) TERHADAP PERILAKU OVERTHINKING GEN Z Re Vinza Armaytha Mukhlish; Jessica Ayu Rahmadani; Moesarofah
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) ini mengkaji fenomena Fear of Missing Out (FOMO) sebagai pemicu overthinking kondisi pikiran berulang dan kekhawatiran berlebihan pada Generasi Z. Melalui seleksi ketat terhadap artikel di Google Scholar (rentang publikasi tahun 2021–2025), diperoleh 10 artikel relevan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil sintesis data menunjukkan bahwa FOMO berkorelasi kuat dengan peningkatan kecemasan, rendahnya kesejahteraan subjektif, menurunnya kepuasan hidup, serta tingginya konformitas sosial. Karakteristik individu ber-FOMO tinggi yang gemar melakukan perbandingan sosial dan mencemaskan hal-hal yang belum terjadi inilah yang mendorong munculnya overthinking. Oleh karena itu, intervensi berupa peningkatan penerimaan diri, kesejahteraan psikologis, dan pengelolaan emosi sangat dibutuhkan untuk menekan dampak negatif FOMO terhadap kesehatan mental Generasi Z.
DAMPAK BULLYING TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA Najwa Resmala Sabrina; Zanuar Khofifah; Moesarofah
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada remaja dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak bullying terhadap kesehatan mental remaja melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Artikel yang direview diperoleh melalui penelusuran literatur dan diseleksi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Sebanyak 10 artikel yang relevan dianalisis dalam penelitian ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying memberikan dampak psikologis yang signifikan pada remaja, seperti kecemasan, depresi, stres, trauma psikologis, rendahnya harga diri, serta gangguan hubungan sosial. Selain itu, bullying juga berpengaruh terhadap penurunan prestasi akademik dan kesejahteraan psikologis remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa bullying merupakan faktor risiko yang dapat menghambat perkembangan dan kesehatan mental remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan penanganan bullying melalui kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
DAMPAK GADGET DAN SOSIAL MEDIA TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK: LITERATUR REVIEW Ruth Esterina; Moesarofah
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penggunaan gadget dan media sosial terhadap kesehatan mental siswa sekolah menengah berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar. Proses seleksi dilakukan terhadap artikel yang diterbitkan pada tahun 2020–2025 berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh sembilan artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan gadget dan media sosial memberikan dampak positif maupun negatif terhadap kesehatan mental remaja. Dampak positif meliputi kemudahan memperoleh informasi, mendukung proses pembelajaran, meningkatkan komunikasi, serta memperluas hubungan sosial. Sebaliknya, penggunaan yang berlebihan berkaitan dengan penurunan kualitas tidur, stres, kecemasan, depresi, gangguan konsentrasi, kecanduan digital, Fear of Missing Out (FOMO), rendahnya harga diri, serta berkurangnya interaksi sosial secara langsung. Kajian ini juga menunjukkan bahwa pengawasan orang tua, dukungan sekolah, pembatasan durasi penggunaan gadget, peningkatan literasi digital, serta keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas fisik berperan penting dalam meminimalkan dampak negatif penggunaan teknologi digital terhadap kesehatan mental siswa. Dengan demikian, penggunaan gadget dan media sosial perlu dilakukan secara bijak agar manfaatnya dapat dioptimalkan tanpa mengganggu kesejahteraan psikologis remaja.
SELF-LOVE DALAM PEMULIHAN PASCA TOXIC RELATIONSHIP Risma Ayu Anggraeni; Aura Salzabilla Yashinta; Moesarofah
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toxic relationship merupakan hubungan interpersonal destruktif yang ditandai oleh manipulasi emosional, kontrol berlebihan, kekerasan verbal, rendahnya penghargaan diri, dan ketimpangan relasi yang merusak kondisi psikologis. Penelitian ini bertujuan menelaah secara sistematis strategi efektif untuk keluar dari hubungan toxic serta mendukung pemulihan emosional melalui penguatan self love. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), analisis dilakukan terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional periode 2020–2026 yang bersumber dari Google Scholar dan jurnal psikologi terakreditasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa hubungan toxic berkorelasi kuat dengan rendahnya self esteem, kesulitan regulasi emosi, kecemasan, trauma psikologis, dan kecenderungan self blaming. Proses pemulihan emosional dipengaruhi oleh dukungan sosial, intervensi terapi, peningkatan self-esteem, pengelolaan emosi, batasan diri (boundaries), dan praktik self love berkelanjutan. Temuan menegaskan bahwa self-love bukan sekadar konsep motivasional, melainkan mekanisme psikologis krusial untuk membangun resiliensi dan mencegah individu kembali terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. Artikel ini diharapkan menjadi referensi akademik sekaligus edukasi psikologis masyarakat mengenai pentingnya pemulihan pasca toxic relationship.