Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Kualitas Tidur dengan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Remaja Jurusan Tata Boga di Smkn 4 Makassar Aulia Aprilia Awaluddin; Arlina Wiyata Gama; Jelita Inayah Sari; Saharuddin Saharuddin; Rahmi Damis
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55597

Abstract

Studi ini dimaksudkan untuk menelaah kaitan kualitas tidur yang rendah terhadap risiko diabetes mellitus tipe 2 pada remaja jurusan Tata Boga di SMKN 4 Makassar. Model riset mengaplikasikan analitik observasional melalui pendekatan cross-sectional. Aspek kualitas tidur dinilai memakai Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) serta diklasifikasikan menjadi buruk dan baik. Risiko diabetes mellitus dinilai melalui hasil pemeriksaan glukosa darah puasa menggunakan glukometer, kemudian dikelompokkan menjadi tidak berisiko dan berisiko. Jumlah responden sebanyak 136 remaja. Hasil analisis univariat menunjukkan dominasi partisipan mempunyai kualitas tidur yang buruk (84,6%) serta melebihi separuh partisipan terindikasi berisiko diabetes mellitus (51,5%). Pada analisis bivariat, uji Chi-Square mengindikasikan adanya korelasi bermakna antara kualitas tidur dan risiko diabetes mellitus (p = <0,001). Partisipan dengan kualitas tidur yang rendah mencatat tingkat risiko yang lebih tinggi (58,3%) daripada partisipan dengan kualitas tidur yang bagus (14,3%). Bukti ini menguatkan yakni gangguan kualitas tidur pada remaja berkaitan dengan meningkatnya kerentanan risiko gangguan metabolik, sehingga promosi kesehatan tidur dan skrining faktor risiko metabolik sejak usia sekolah penting untuk diperkuat.
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN ASFIKSIA DENGAN KEJADIAN HIPERBILIRUBINEMIA PADA NEONATUS DI RSIA ANANDA MAKASSAR TAHUN 2022: THE RELATIONSHIP BETWEEN GENDER AND ASPHYXIA WITH THE INCIDENCE OF HIPERBILIRUBINEMIA AT RSIA ANANDA MAKASSAR IN 2022 Astrid Putri Shafira; Purnamaniswaty Yunus; Arlina Wiyata Gama; Henny Fauziah; Abdul Rahim Yunus
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1124

Abstract

Hiperbilirubinemia pada neonatus merupakan kondisi yang sering terjadi pada minggu pertama kehidupan. Sebagian besar bersifat fisiologis, namun dapat berkembang menjadi patologis dan menimbulkan komplikasi serius seperti kernikterus apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dan asfiksia dengan kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda Makassar Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 373 neonatus yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan data rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 207 neonatus berjenis kelamin laki-laki dan 166 neonatus berjenis kelamin perempuan. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian hiperbilirubinemia (p-value = 0,003). Sementara itu, terdapat 4 neonatus yang mengalami asfiksia dan 369 neonatus yang tidak mengalami asfiksia, dengan hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asfiksia dengan kejadian hiperbilirubinemia (p = 0,129). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus, sedangkan asfiksia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian hiperbilirubinemia.
Protective effect of Diadema setosum gonad extract against oxidative stress in D-Galactose-induced aging rats Arlina Wiyata Gama; Suryani As&#039;ad; Gemini Alam; Athirah Rinandha Eragradini
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 4 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i4.2832

Abstract

Oxidative stress is a primary mechanism of aging and is characterized by elevated levels of malondialdehyde (MDA). Natural antioxidants are being increasingly explored for the prevention of premature aging. The gonads of the sea urchin Diadema setosum contain bioactive compounds, including omega-3 fatty acids, flavonoids, and phenolics, which possess unique ecological adaptations that enhance secondary metabolite production, making them a promising marine antioxidant source. This study aimed to evaluate the effect of D. setosum gonad extract on MDA levels in male Wistar rats undergoing d-galactose-induced aging. An experimental post-test control group design was conducted from July to November 2024, involving 24 rats divided into four groups: standard control (K1), positive control (K2), and two treatment groups receiving extracts at doses of 100 mg/kg (P1) and 300 mg/kg (P2). D-galactose was used for aging at 150 mg/kg body weight for eight weeks, followed by oral administration of the extract for an additional eight weeks. MDA levels were measured using ELISA at weeks 0, 6, 10, and 14. The results showed a significant increase in MDA levels in the positive control group (K2) compared to the normal group (p=0.002), indicating oxidative stress induction. In contrast, treatment with D. setosum gonad extract, particularly in the P2 group, significantly reduced MDA levels (p<0.05), approaching those of the normal group. In conclusion, D. setosum gonad extract has potential as a natural antioxidant for suppressing oxidative stress associated with aging.
The Relationship Between Stress Levels and Premenstrual Syndrome Incidents Andi Muhammad Fadhyl Arsy; Arlina Wiyata Gama; Andi Irhamnia Sakinah; Azizah Nurdin; Zulfahmi Alwi
Journal La Medihealtico Vol. 6 No. 5 (2025): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v6i5.2601

Abstract

Adolescence is a formative stage marked by emotional instability and biological changes, creating a complex intersection between psychological and physiological development. In this context, premenstrual syndrome (PMS) is not merely hormonal but also a psychosomatic response to psychosocial stressors. This study examined the relationship between perceived stress and PMS among 256 female students from Madrasah Aliyah Negeri in Makassar, Indonesia. Using a quantitative cross-sectional design, data were collected with the Perceived Stress Scale (PSS-10) and the Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF). Statistical analysis using Chi-square and binary logistic regression revealed a strong association between PMS and stress (p = 0.000). The prevalence of PMS increased markedly with stress intensity, ranging from 6.7% among mildly stressed to 95.9% among severely stressed respondents. Stress emerged as a key predictor (AOR = 30.20 for moderate stress; AOR = 330.80 for severe stress), while adequate sleep and regular physical activity acted as protective factors. These findings suggest that adolescent stress manifests as embodied experiences influenced by educational and sociocultural expectations. In academically demanding and morally prescriptive environments, emotional distress often translates into somatic expressions. Thus, PMS may function as a covert form of communication an embodied narrative of unspoken emotional struggles. Effective management should therefore integrate stress reduction, menstrual health literacy, and emotional awareness, not only improving reproductive health but also validating adolescents’ psychosocial realities.
SCREEN TIME, ATTENTION SPAN, DAN WORKING MEMORY PADA PESERTA DIDIK MAN IC GOWA TAHUN AJARAN 2025/2026: SCREEN TIME, ATTENTION SPAN, AND WORKING MEMORY IN MAN IC GOWA STUDENTS 2025/2026 Khayla Nurmala Hamka; Rosdianah Rahim; Arlina Wiyata Gama; Ulfah Rimayanti; Muh. Shabir Umar
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1163

Abstract

Working memory dan attention span merupakan fondasi penting dalam proses pembelajaran, namun keduanya rentan terhadap dampak penggunaan teknologi digital yang berlebihan. Peningkatan screen time pada remaja menimbulkan kekhawatiran terhadap kapasitas kognitif yang menopang keberhasilan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara screen time, attention span, dan working memory pada peserta didik MAN Insan Cendekia Gowa tahun ajaran 2025/2026. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan sampel sebanyak 118 siswa kelas X dan XI. Screen time diukur menggunakan Questionnaire for Screen Time of Adolescents (QueST), attention span dengan Deary-Liewald Reaction Time Task, dan working memory dengan Digit Span Test (DST). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara screen time dengan attention span (p = 0,091) maupun working memory (p = 0,925). Namun, ditemukan hubungan signifikan antara attention span dengan working memory (p = 0,039), yang menunjukkan bahwa siswa dengan attention span baik cenderung memiliki kapasitas working memory yang lebih. Kesimpulannya, penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara screen time dan fungsi kognitif, tetapi attention span berperan penting dalam mendukung kapasitas working memory. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi pendidikan yang berfokus pada pelatihan konsentrasi dan strategi peningkatan fokus, bukan hanya sekedar pembatasan penggunaan perangkat digital.
The Relationship between Parenting Style Implementation and the Occurrence of Stress Among Strawberry Generation Adolescents in the Makassar Region Afifah Azzahra; Arlina Wiyata Gama; Ulfah Rimayanti; Veraferial Mukhtar; Nadyah Haruna; Siti Aisyah Kara
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v7i2.28125

Abstract

Introduction: Stress is a common psychological phenomenon experienced by adolescents and may have either positive (eustress) or negative (distress) effects on mental health and psychosocial development. Parenting styles play an important role in shaping adolescents’ ability to understand and manage stress. Objective: This study aimed to analyze the relationship between parenting styles and the occurrence of stress among adolescents. Methods: This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach involving 85 students from SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Makassar City. Stress levels were measured using the Perceived Stress Scale (PSS) and the Adolescent Distress–Eustress Scale (ADES), while parenting styles were assessed using the Parental Authority Questionnaire. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test. Results: The results showed that most respondents experienced moderate stress levels, and the majority of adolescents experienced positive stress (eustress). Authoritative parenting was predominantly found among adolescents experiencing positive stress, whereas authoritarian and permissive parenting styles were more dominant among adolescents experiencing negative stress. Statistical analysis revealed a significant relationship between parenting styles and stress occurrence among adolescents (p = 0.044; p 0.05). Conclusion: Balanced parenting characterized by appropriate control and warmth plays an important role in promoting positive stress (eustress) among adolescents.