Claim Missing Document
Check
Articles

Metode Penelitian Eksperimental Yunitri, Ninik; Janitra, Fitria Endah; Kustanti, Christina Yeni; Nur Aini; Tiara Octary; Melati Fajarini; Hidayat Arifin; Putri, Alifiani Rahmi; Dluha Maf’ula; Yani Sofiani
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v11i2.453

Abstract

Praktik berbasis bukti dalam pengembangan ilmu kesehatan, menekankan perlunya penelitian berkelanjutan untuk memberikan dasar intervensi kesehatan terbaik. Keputusan klinis harus didasarkan pada bukti, bukan kebiasaan atau pendekatan tradisional, dan integrasi bukti dengan pengalaman klinis serta nilai-nilai pasien dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan luaran klinik. Metode penelitian eksperimental dianggap sebagai standar baku karena bersifat objektif dan presisi dalam menjawab hipotesis sebab-akibat, dengan fokus pada pengaruh variabel bebas terhadap luaran yang diukur dan pengendalian variabel pengganggu. Saat ini terdapat variasi terminologi dalam metode penelitian kesehatan. Perbedaan istilah ini dapat menimbulkan kebingungan dalam memahami metodologi penelitian sehingga pemahaman perbedaan terminologi dalam metode penelitian eksperimental menjadi langkah awal dan penting. Telaah literatur ini memberikan penjelasan komprehensif terkait penelitian eksperimental untuk mendukung pengembangan pelayanan kesehatan.
THE EFFECTIVENESS OF EARLY MOBIL EFEKTIFITAS MOBILISASI DINI TERHADAP KEKUATAN OTOT DAN SKALA NYERI PADA PASIEN POST ORIF FRAKTUR TIBIA FIBULA DI RUMAH SAKIT DI JAKARTA PUSAT Erwan Setiyono; Yani Sofiani; Ninik Yunitri; Nurma Dewi
Muhammadiyah International Public Health and Medicine Proceeding Vol. 3 No. 1 (2023): PROCEEDING MUHAMMADIYAH INTERNATIONAL PUBLIC HEALTH AND MEDICINE CONFERENCE - T
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61811/miphmp.v3i1.441

Abstract

Fracture is a condition where there is a break in bone tissue. ORIF is a surgical procedure that aims to restore the condition of the fracture as before. The problems that arise after ORIF is the occurrence of pain and limited activity. To reduce the problems that arise is to implement ROM (Range Of Motion) early mobilization. ObjectiveROM is to increase muscle strength and reduce the pain scale experienced by patients with tibia and fibula fractures. The method in this study was quasi-experimental with the total sampling technique. The analysis in this study used the Jamovi application with the Paired Samples T-Test and Repeated Measurement ANOVA. After ROM training there was a significant increase (P-value = <0.001) during the 4 days of hospitalization with a mean difference ranging from 2.00. In early mobilization exercises carried out independently at home for 10 days there was a significant increase in muscle strength (P-value = <0.001) with a mean difference ranging from 3.40. In measuring the pain scale after the ROM intervention was carried out for 4 days in the hospital, the results showed a significant decrease (P-Value = <0.001) with a mean difference of around -2.00. Meanwhile, in measuring the pain scale on days 7 and 14 of independent ROM exercises at home, the results were not significant where the P-value = 0.363 with a difference in mean values ​​ranging from +0.100. The application of EBNP, namely the provision of early mobilization exercises (ROM) has proven effective in increasing muscle strength and gradually reducing the pain scale in patients with tibia and fibula fractures.
Hubungan antara Stigma Masyarakat dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pasca Terpapar COVID-19 Saputri, Dwirima; Lofa, Priyo Hadi Prasetyo; Sofiani, Yani
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i2.39-41

Abstract

AbstrakLatar Belakang. Munculnya pandemi COVID-19 yang semakin hari bertambah kasusnya dapat menimbulkan stigma masyarakat pada penderita yang sedang terpapar atau yang sudah sembuh.Dari stigma masyarakat tersebut dapat menimbulkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi pada pasien bahkan pada orang yang telah sembuh dari penyakit ini. Penelitian sebelumnya mendapati bahwa semakin banyak laporan bahwa orang-orang di daerah terkena pandemi mendapat stimatisasi dari masyarakat.Objektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara stigma masyarakat dengan tingkat kecemasan pasien pasca terpapar COVID-19 di Tambun Selatan tahun 2021.Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 75 responden di wilayah tambun selatan dipilih menggunakan metode simple random sampling dengan stratifikasi berdasarkan RW dan indvidu yang pernah terpapar COVID-19. Pengambilan data di lakukan pada Maret-Juli 2021 dengan teknik pengumpulan data menggunakan Kuisioner stigma , kuisioner kecemasan Zung-Self Anxiety Rating Scale , dan data demografi.Hasil. Hasil penelitian menggunakan analisis uji chi-square diperoleh bahwa nilai p-value = 0,086 (p = > 0,05) yang menunjukkan bahwa stigma tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat kecemasan pasien pasca terpapar COVID-19.Kesimpulan. Studi ini menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stigma masyarakat dengan tingkat kecemasan di wilayah Tambun Selatan. Kata Kunci : : Covid-19, Stigma Masyarakat, Tingkat Kecemasan
Pengaruh Perawatan Luka Bakar menggunakan Madu terhadap Luas Luka Bakar Rahayu, Essih; Septian, Alnendi; Sofiani, Yani
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v6i2.83-88

Abstract

Latar Belakang. Kulit merupakan salah satu organ tubuh yang rentan terjadi kerusakan, salah satunya akibat suhu tinggi dapat menyebabkan luka bakar. Penyembuhan luka bakar sangat tergantung dengan manajemen luka yang baik. Terdapat banyak bahan obat-obatan yang dapat mempercepat kesembuhan luka bakar, antara lain adalah madu. Penelitian sebelumnya memberikan gambaran bahwa pemberian madu mempercepat proses kesembuhan luka bakar paska radioterapi karena madu memiliki kandungan asam tinggi yang berpengaruh terahadap koloni bakteri sehingga mencegah inflamasi Memanjang.Objektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan luka bakar menggunakan madu terhadap luas luka bakar di Rumah Sakit Dr.Cipto Mangunkusumo.Metode. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi eksperimental dengan desain one group pretest-postest, penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2022 sampai dengan bulan Januari 2023, dengan jumlah sampel 40 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengambilan data.Hasil. Hasil uji statistik paired t-test didapatkan ada pengaruh perawatan luka bakar menggunakan madu terhadap luas luka bakar di rumah sakit dr.cipto mangunkusumo (0,000),Kesimpulan. Studi ini menemukan bahwa Ada pengaruh perawatan luka bakar menggunakan madu terhadap luas luka bakar di Rumah Sakit dr.Cipto Mangunkusumo.Kata Kunci : Madu, Luas luka bakar
PENGARUH PEMBERIAN MINUM DINGIN TERHADAP PENURUNAN MUAL MUNTAH SETELAH KEMOTHERAPI PADA PASIEN KANKER MAMAE Aisy, Rifa Rohadatul; Sofiani, Yani
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v2i1.37-42

Abstract

Kanker merupakan sel yang tumbuh terus menerus secara tidak terkendali, tidak terbatas, dan tidak normal. Salah satu kanker yang sering terjadi pada wanita adalah kanker payudara. Kemotherapi merupakan metode yang efektif dalam pengobatan kanker. Mual muntah merupakan efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan metode kemotherapi secara langsung terjadi 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minum dingin terhadap penurunan mual muntah setelah kemotherapi pada pasien ca mamae di rumah sakit kanker dharmais. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental one group pre and post-test design Populasi penelitian ini adalah pasien ca mamae yang telah menjalani kemotherapi. Sample berjumlah 20 orang. Berdasarkan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan tidak ada pengaruh yang signifikan tingkat mual sebelum dan sesudah pemberian minum dingin 100C, dan ada pengaruh yang signifikan tingkat mual sebelum dan sesudah pemberian minum dingin 150C.
SELF-MONITORING OF BLOOD GLUCOSE DALAM MENCEGAH NEUROPATI PADA EKSTREMITAS BAWAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Amelia, Kiki Rizki; Sofiani, Yani
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v1i1.58-72

Abstract

ABSTRAKDiabetes Mellitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi fungsi insulin; Indonesia menempati peringkat ke tujuh dunia untuk prevalensi penyandang diabetes tertinggi (10 juta). Ekstremitas bawah paling sering dipengaruhi oleh neuropati sehingga memerlukan perawatan khusus. Kehilangan sensasi pada ekstremitas bawah berarti bahwa adanya lesi atau injuri, kemungkinan tidak disadari dan beresiko terjadinya ulkus atau infeksi (Kern et al, 2009). Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG) merupakan komponen yang penting dalam pengobatan diabetes mellitus modern. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh SMBG dalam mencegah keluhan neuropati pada ekstremitas bawah pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian “Non-equivalent groups pretest-posttest design”. Adapun jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 52 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata – rata usia responden pada kelompok intervensi adalah 56 tahun dan pada kelompok kontrol adalah 57 tahun, rata – rata kadar gula darah posttest pada kelompok intervensi 174.01 mg/dL dan kelompok kontrol adalah 174.00 mg/dL, adanya perbedaan sensitifitas sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi dengan p value 0,000. Disarankan untuk nurse educator agar memotivasi diabetisi dalam melaksanakan SMBG.Kata kunci: SMBG, neuropati ekstremitas bawah, monofilamen 10 gr, kadar glukosa darah, DM Tipe 2ABSTRACTDiabetes mellitus (DM) defined as a disease or chronic metabolic disorders with multi etiology characterized by the high blood sugar with impaired metabolism of carbohydrates, lipid and protein as a result of insulin function insufficiency; Indonesia are placed as seven in the world with highest prevalence of people in diabetes (10 million) (WHO, 2016). The lower extremity most often influenced by neuropathy so it requires a special treatment. Loss of sensation on the lower extremity means that the existence of the lesions or injury, the possibility of not aware of it and risking ulcer or infection (Kern et al, 2009). Self-monitoring of blood glucose (SMBG) is an important component in the modern treatment of DM. Aims of this study to identify the influence of SMBG in preventing neuropathy complaints of the lower extremity in patient’s type 2 DM. Methods used in this study is a quasy experiment with “non-equivalent group pretest-posttest design”. The number of samples are 52 respondents which is divided into two groups (intervention and control). The results of the study was obtained of a respondents age’s average at group intervention is 56 years and on the control group was 57 years, an average of blood sugar posttest in the intervention 174.01 mg / dl and the control group was 174.00 mg / dl, different sensitivity before and after treatment for the intervention group with p value 0,000. It was recommended that nurse educator to motivate diabetes patients in carrying out SMBG.Keywords: SMBG, neuropathy in lower extremity, monofilament 10g, blood glucose level, DM Type 2
Perbedaan Efektivitas Progressive Muscle Relaxation (PMR) dengan Slow Deep Breathing Exercise (SDBE) terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Andry Sartika; Anwar Wardi; Yani Sofiani
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.758 KB) | DOI: 10.31539/jks.v2i1.380

Abstract

This study aimed to determine the differences between the effectiveness of Progressive Muscle Relaxation (PMR) and Slow Deep Breathing Exercise (SDBE) on BP of hypertension patients. The research was an experiment with a randomized pretest and posttest with three group design without a control group. There was no significant difference on the effectiveness between the three groups after intervention. The optimal time of reduction in systolic BP in the PMR and SDBE groups occurred on day three. In diastolic BP, the optimal time of reduction did not occured. Conclusion, the three relaxation techniques effectively reduced blood pressure of hypertension patients.The effective time of blood pressure reduction occurred on the third day. Keywords: Hypertension, Progressive Muscle Relaxation (PMR), Slow Deep Breathing Exercise (SDBE), Blood Pressure
Mekanisme Koping Berhubungan dengan Tingkat Depresi pada Pasien Diabetes Mellitus Serli Wulan Safitri; Yani Sofiani; Besral Besral
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.4 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.2978

Abstract

This study aims to identify the relationship between coping mechanisms and the level of depression in patients with diabetes mellitus. This research method uses a cross-sectional approach. The results showed a relationship between the testing mechanism and the level of depression in patients with diabetes mellitus with a p-value = 0.000. Multiple logistic regression analysis was also performed to determine the most influential variable on the level of depression. It was found that coping mechanisms were predictors of depression (B = (2,158). ), SE=0.587, Wald=13,500, p value= 0.000. In conclusion, coping mechanisms are related to the level of depression. People with diabetes who use good coping mechanisms are stabbed eight times experience mild depression. People with diabetes exercise when experiencing problems well, using good coping mechanisms good. Keywords: Diabetes Mellitus, Coping Mechanism, Depression Level
Efektivitas tiupan blowing balloon exercise terhadap saturasi oksigen pada pasien penyakit paru obstruksi kronik di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang Hidayat, Agus Samsul; Sofiani, Yani; Agung, Rizki Nugraha
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i01.1083

Abstract

Latar Belakang: PPOK merupakan penyakit pada sistem pernapasan yang memiliki karakteristik sumbatan saluran napas yang progresif yang tidak bisa kembali sepenuhnya disertai peradangan pada dan dampak sistemik yang mengakibatkan jalan napas menyempit, peningkatan sputum berlebih. Kesulitan bernapas, sesak napas yang dapat terlihat dengan kontraksi otot-otot pemapasan yang meningkat. Pencegahan bisa dilakukan rehabilitasi pernapasan dengan  tiupan blowing balloon exercise guna meningkatkan saturasi oksigen lebih adekuat. Salah satu indikatornya dengan mengukur saturasi oksigen. Metode: Desain penelitian menggunakan quasy experimental one group pre dan post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel 20 responden pasien PPOK. Analisis data menggunkan analisis univariat, bivariat, multivariat.Hasil: didapatkan ada pengaruh tekanan tiupan blowing balloon exercise terhadap saturasi oksigen (p value 0,000).Kesimpulan: Peneliti menyarankan agar blowing ballon exercise dapat dilaksanakan dengan baik dan berkelanjutan sebanyak 3 kali tiupan selama tiga hari setiap pagi sehingga pasien PPOK akan memiliki saturasi oksigen yang lebih baik dan mengakibatkan penurunan eksaserbasi.
Psychometric Analysis of Validity and Reliability of The Indonesian Version of The Modified Fatigue Impact Scale in Chronic Disease Patients Rostini, Heny; Sofiani, Yani; Rayasari, Fitrian; Azzam, Rohman; Astuti, Widya
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v9i2.1789

Abstract

Fatigue is a lack of physical or mental energy that can be felt by individuals and can disrupt daily activities. Fatigue causes a constant decrease in vitality, a lack of energy, and prevents sleep gaps from being filled, ultimately leading to a decline in productivity and quality of life. The prevalence of fatigue in chronic patients varies, as there is no specific data available. However, the prevalence of fatigue depends on the chronic disease in question, such as chronic kidney disease, diabetes mellitus, and heart disease. To obtain a valid and reliable Indonesian version of the MFIS instrument that can measure fatigue in patients with chronic diseases. The sampling technique used was based on the population, using a non-probability sampling method with purposive sampling. The population in this study consisted of patients with chronic diseases (Diabetes Mellitus, Congestive Heart Failure, Stroke). The population was 244 respondents (4 respondents for language comprehension, 30 respondents for validity and reliability testing, and 210 respondents for the final instrument test). The validity test results, with a sample of (n=210 respondents), showed a loading factor value greater than 0.135, indicating that all MFIS items were valid and highly correlated. The reliability test (n=210 respondents) yielded a Cronbach’s Alpha coefficient of 0.869. This study demonstrates that the Indonesian version of the MFIS instrument is valid and highly correlated. This instrument can be used to identify fatigue in chronic diseases and can serve as a guideline for nurses to implement fatigue interventions, thus helping to reduce and address fatigue issues in patients with chronic diseases.
Co-Authors Abdu Rahim Kamil Abdu Rahim Kamil Abdu Rahim Kamil Abdu Rahim Kamil Agung Widiastuti Agung, Rizki Nugraha Agus Purnama Aisy, Rifa Rohadatul Aisyah Aisyah Amrullah, Syahid Andry Sartika Anwar Wardi Anwar Wardi Anwar Wardy W Ardiani, Kristi Arisanty, Irma Puspita Ashar Prima Astuti, Medya Aprilia Astuty, Yeni Atlantic, Mia Azzahra, Sabrina Azzam, Rohman Bayu Saputra Berniati Berniati Berniati, Berniati Besral . Beti Haerani Budi Susanto Budiati, Dhiani Burmanajaya, Bram Desi Luanda Desvita, Eva Desy Anggraini Desy, Kemala Dewi Anggraini Dewi Purnamawati Dian Noviati Dian Novita Diana Irawati Diana Irawati Dluha Maf’ula Dwiyanto, Yusup Egi Mulyadi Elang Wibisana Erni Kurniasih Erwan Setiyono Erwin Erwin Eva Herawati fari, aniska indah Fatma, Hindri Royiah Fauziah, Hani Firdaus, Nuzula Fischa Awalin Fredy, Muhammad Khalid Hamdah, Hamdah Hani Fauziah Hendi, Oman Hernani, Eny Hidayat Arifin Hidayat, Agus Samsul Ida Yatun Khomsah Ikhsan Ibrahim Imansyah Abd Latif Ode Irawati, Diana Irawati, Diana Iyar Siswandi Iyar Siswandi Jaemi Janitra, Fitria Endah Jumaiyah , Wati Jumaiyah, Wati Jumaiyah, Wati Kamil, Abdu Rahim Kemala Desy Kiki Rizki Amelia, Kiki Rizki kurniasari, septi Kurniasih, Dian Noviati Kustanti, Christina Yeni Latipah, Siti Leni Rosita Lofa, Priyo Hadi Prasetyo Luanda, Desi Lusiana Lusiana Lusiana Lusiana Maryani, Fenny Masykur Khair Melati Fajarini Moh. Heri Kurniawan Muhammad Hadi Muhammad Khalid Fredy Mulyatsih, MG Enny Natalia Suraningsih Natashia, Dhea Nathasia, Dhea Neneng Kurwiyah Ninik Yuniatri Ninik Yunitri Nugraha, Rizki Nugraha, Rizky NUR AINI Nur Wahyuni Munir Nuraeni Nuraeni Nurhayani, Yani Nurma Dewi Nuzula Firdaus Ohorella, Usman Barus Oktavina, Risa Pramono, Cahyo Puspitasari, Nia Ayu Putri, Alifiani Rahmi Rahayu, Essih Rahim Kamil, Abdu Rahmasari, Ikrima Rayasari , Fitrian Rayasari, Fitrian Rini Lestari Rita Sari Rizki Nugraha Agung Rostini, Heny Rukmana, Aip Sahriana Sahriana Sakinah, Sri Santosa, Puji Raharja Saputri, Dwirima Satriani Satriani Septian, Alnendi Serli Wulan Safitri Setiawantari , Rani Shahroh, Yuni Silistyorini, Cahyo Ismawati Siswandi, Iyar Siti Aminah SRI ATUN sri murtini . Sri Suryati Sri Utami Damayanti Sulistiyowati, Heppy Sulistyorini, Cahyo Ismawati Sumah, Dene Fries Sumedi Sumedi Suriadi Jais Suryani Suryani Suryati Suhaemia Syahid Amrullah Tiara Octary Ukur, Sada Uswatul Khasanah Wariani, Wiwik Warongan, Wardy widya astuti Yanti Silaban, Nataria Yohanes Andy Rias Yuliarti Yuliarti Yuniarti, Niknik Yunitri, Ninik Yuntiri, Ninik Yunus, Muhammad Iqbal Yusup Dwiyanto