Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN SENYAWA SAPONIN DALAM EKSTRAK MENTIMUN (Cucumissativus) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN MENCIT (Mus musculus L) Tusy Triwahyuni; Hetti Rusmini; Romi Yuansah
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.837 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i1.1308

Abstract

THE EFFECT OF GIVING SAPONIN COMPOUNDS IN CUCUMBER EXTRACTS (Cucumis sativus) ON WEIGHT REDUCTIONBODY OF MENCIT (Mus musculus L) Saponin is a compound which has hidrofobic substance (soluble in fat) and part of sugar chain which has hydrophilic substance (soluble in water). One of plants containing saponins is cucumber. Samponins contained in cucumber work by binding to bile acids and cholesterol, thereby functioning as an anti- obesity and anti adipogenik.This research used True Eksperimental research with pre and post test control group design consisting of control group, treatment groups (-), P1, P2 and P3. Each treatment group was given by saponin compound in cucumbar extract with different dose variant. Subject this research using 25 mice. The data used primary data. This research usedanova-tukey. Body weight of mice in control group with an mean of 29,8 ± 1,304 in treatment group (-) with an mean of 42,00 ± 0,707, in treatment at a dose of 0,2 mg with an mean of 33,60 ± 1,817, in treatment at a dose of 0,4 mg with an mean of 36,00 ± 1,121 and in treatment at a dose of 0,6 mg with an mean 36,00 ±2,121.The results of this study proved that saponin is cucumber extract able to lose weightof mice who are obese and the most significant dose of weight loss in mice is a dose of 0,2 mg and 0,6 mg.Keywords :Weight, Saponins,Cucumber Extract, Mice Saponin adalah senyawa yang bersifat hidrofobik (larut dalam lemak) dan bagian rantai gula yang bersifat hidrofilik (larut dalam air).Salah satu tanaman yang memiliki kandungan senyawa saponin adalah buah mentimun. Senyawa saponin yang terkandung dalam buah mentimun berkerja dengan cara berikatan dengan asam empedu dan kolesterol, sehingga berfungsi sebagai anti obesitas dan anti adipogenik.Penelitian ini merupakan penelitian True Eksperimental dengan desain penelitian Pre and post test control groups yang terdiri dari kelompok kontrol, kelompok perlakuan (-), P1, P2 dan P3. Setiap kelompok perlakuan diberikan senyawa saponin dalam ekstrak mentimun dengan varian dosis yang berbeda-beda.Subjek penelitian ini mengunakan 25 ekor mencit (Mus musculus L).Data yang digunakan adalah data primer.Uji statistik menggunakan uji ANOVA- Tukey.Berat badan mencit pada kelompok kontrol dengan rerata sebesar 29,80 ± 1,304, pada kelompok perlakuan (-) dengan rerata sebesar 42,00 ± 0,707, pada perlakuan dengan dosis 0,2 mg dengan rerata sebesar 33,60± 1,817, pada perlakuan dengan dosis 0,4 dengan rerata sebesar 36,00 ± 1,121 dan pada perlakuan dengan dosis 0,6 mg dengan rerata 36,00 ± 2,121. Hasil penelitian ini terbukti bahwa senyawa saponin dalam ekstrak mentimun mampu menurunkan berat badan pada mencit yang mengalami obesitas dan dosis yang paling signifikan terhadap penurunan berat badan pada mencit adalah dosis 0,2 mg dan 0,6 mg.Kata Kunci: Berat badan, senyawa saponin , ekstrak mentimun, mencit
Pengaruh Vitamin D3 Terhadap Glukosa Darah Tikus Wistar Yang Dipapar Asap Rokok Lolita Putri Nanda Utami; Hetti Rusmini; Yessi Nurmalasari; Dessy Hermawan
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1 No 2 (2020): Februari
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.428 KB) | DOI: 10.37148/arteri.v1i2.52

Abstract

Cigarettes are the biggest health problem around the world. Nicotine in cigarettes has been proved insulin receptor resistance and can reduce insulin secretion in pancreatic β cells, which causes an increase in blood glucose levels. One of the efforts to reduce blood glucose levels is to consume vitamin D3. Vitamin D3 is a prohormone that plays a role in metabolic functions in cells and repair functions of cells. Purpose: to know the effect of vitamin D3 toward glucose blood level of male Rattus norvegicus Wistar exposed by cigarette smoke. Methods: This research conducted with pure experimental pre- and post-test with control group design. The samples used were 24 male rats. The sample divided into four groups, including K1, K2, K3, and P1. K1, which is not exposed by cigarette smoke and not given of vitamin D3. K2 is a group exposed by cigarette smoke but not given vitamin D3. K3 is a group that is not exposed by cigarette smoke but given vitamin D3 a dose of 0.2 µgr /head. P1 is a group exposed by cigarette smoke and given a vitamin D3 dose of 0.2 µgr /head. Results: Paired T-test showed increased blood glucose levels that are meaningful (p<0,05) In groups K2 (p=0,018) and P1 (p=0,035). One-way Anova showed there were differences in blood glucose levels that are meaningful between groups (p=0,001). Statistical analysis Post Hoc LSD showed significant differences in group K1 with K2 (p=0,004), group K1 with K3 (p=0,038), group K1 with P1 (p=0,038), group K2 with K3 (p=0,000), group K2 with P1 (p=0,004). Conclusion: Vitamin D3 can reduce fasting blood glucose levels of Rattus norvegicus exposed by cigarette smoke.
Hubungan Jumlah Viral Load dengan Kejadian TBC pada Pasien HIV/AIDS yang Mendapatkan Terapi ARV Andri Baedowi; Zulfian; Hetti Rusmini; Toni Prasetia
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1 No 3 (2020): Mei
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v1i3.76

Abstract

Viral Load (VL) is a direct indicator of the total amount of cells produced by the virus in a person infected with HIV. TB becomes a challenge for controlling Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) because it is the most opportunistic infection in people living with HIV / AIDS (PLWHA). TB can increase HIV progression and the risk of death for people living with HIV. Immunosuppression can increase the likelihood that dormant TB germs reactivate. The pathogenesis of TB infection in HIV patients is directly related to the decline in the immune system, specifically CD4 T lymphocytes. HIV infection will cause a decrease in CD4 T lymphocytes thereby reducing the immunological response to Mycobacterium tuberculosis. This will result in reactivation from the latent period of TB to an active infection. This study conducted to discover the relationship between the amount of viral load and the tuberculosis case in HIV / AIDS patients that undertake ARV therapy at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province in 2019. Observational analytic approach with cross sectional design was used in this present study. The data taken is secondary data from the medical record of HIV / AIDS patients in Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province in 2019. The sampling technique used was a purposive sampling method and it was obtained a total sample of 196 people. The data was analyzed through Chi Square test. There was a significant relationship between the amount of viral load in HIV / AIDS patients and the tuberculosis case (p-value = 0.004). From the analysis above, it was obtained OR value = 2.52 which represents that patients who have a viral load ≥ 10,000 have a risk of 2.52 times to encounter TB. A high amount of Viral Load can cause immunosuppression in the host and increase the virulence of TB microbes.
COMPARISON OF BODY MASS INDEX ELECTRIC SMOKER AND CONVENTIONAL SMOKER ON MEDICAL STUDENTS UNIVERSITY MALAHAYATI IN 2019 Hetti Rusmini; Fransisca TY Sinaga; Rakhmi Rafie; Redho Citra Cendana
Jurnal Medika Malahayati Vol 6, No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v6i2.6966

Abstract

Latar Belakang : Epidemi masalah tembakau sekarang menjadi masalah dunia, banyak jenis jenis rokok bermunculan untuk mengurangi dampak dari tembakau, salah satunya rokok elektrik, rokok dapat mempengaruhi indeks massa tubuh. Penilitian ini dilakukan untuk melihat perbandingan indeks massa tubuh perokok elektrik dan perokok konvensional pada mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati tahun 2019. Penilitian ini adalah sebuah penilitian observasi analitik komparatife dengan metode cross sectional, yang dilakukan pada Desember 2018 – Jnuari 2019 di mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati di Bandar Lampung , Provinsi Lampung, Indonesia.Metodologi : Terdapat 66 sample mahasiswa yang di ambil menggunakan metode purposive sampling. Indeks massa tubuh di ukur menggunakan timbangan digital scale dan microtoise. Hasil : Dari 66 mahasiswa, 33 adalah perokok elektrik dan 33 adalah perokok konvensional. Mahasiswa yang merokok terbanyak pada umur 19 tahun dengan jumlah mahasiswa 25 mahasiswa. Mahasiwa yang mengalami penurunan IMT sebanyak 15 mahasiswa perokok elektrik dan 23 mahasiswa perokok konvensional. Dilihat dari uji T independent sample terdapat perbandingan indeks massa tubuh perokok elektrik dan perokok konvensional dengan ( p-value :0,009, α =0,10).Kesimpulan : Perokok konvensional lebih tinggi beresiko mengalami penurunan indeks massa tubuh dibandingkan perokok elektrik, tetapi keduanya masih beresiko tinggi mmenurunkan IMT baik rokok elektrik maupun rokok konvensional jadi disarankan untuk berhenti merokok
Pengar uh Gel Kulit Nanas Madu Terhadap Penyembuhan Luka Terbakar Derajat Dua Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus) Hetti Rusmini; Asmia Djunishap; Muhammad Nurly Nuha Naufal; Muhammad Fikri Hanif
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 2 No. 3 (2019): Vol 2, No 3, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v2i3.48

Abstract

Kulit nanas (Ananas comosus. L) merupakan limbah dari olahan buah nanas yang populer dikonsumsi oleh masyarakat. Kulit nanas mengandung senyawa flavonoid yang mampu mempercepat proses penyembuhan luka bakar derajat 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penyembuhan luka bakar dari gel kulit nanas pada tikus yang telah diberikan luka bakar derajat 2. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain post test only control group. Ekstrak kulit nanas dibuat dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi. Subjek penelitian yang digunakan dalam uji efektifitas penyembuhan luka bakar derajat 2 ini adalah tikus putih (Rattus novergicus). Sampel terdiri dari 5kelompok perlakuan yaitu kelompok yang diberi gel kulit nanas dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dan kelompok kontrol bioplacenton disertai kontrol negatif. Analisis data menggunakan One Way ANOVA. Hasil penelitian ini menemukan bahwa efektivitas gel kulit nanas dengan konsentrasi optimal 20% dengan efek penyembuhan setara dengan obat komersil bioplasenton.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUNGA PEPAYA (CARICA PAPAYA L) TERHADAP KADAR KOLESTEROL DARAH TOTAL DAN MASSA LEMAK ABDOMINAL PADA TIKUS YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK Dita Fitriani; Hetti Rusmini; Miftahul Jannah Gafar
Jurnal Medika Malahayati Vol 6, No 4 (2022): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v6i4.9188

Abstract

Abstrak : Pengaruh Pemberian Ekstrak Bunga Pepaya (Carica Papaya L) Terhadap Kadar Kolesterol Darah Total Dan Massa Lemak Abdominal Pada Tikus Yang Diberi Diet Tinggi LemakHiperlipidemia adalah kondisi kadar lipid di dalam darah melebihi batas normal ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol darah total, yang kemudian berdampak pada peningkatan akumulasi lemak tubuh terutama lemak sentral di  abdomen. Bunga papaya mengandung senyawa yang mampu mempertahankan kadar kolesterol dalam batas normal karena mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bunga pepaya (Carica papaya L) terhadap kadar kolesterol darah total dan massa lemak abdominal. Penelitian eksperimental murni ini menggunakan 25 ekor tikus Sprague dawley jantan berusia 12-16 minggu dengan berat 200-250 gram. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok yaitu; kelompok tikus yang diberi pakan standar (K), kelompok tikus yang diberi diet tinggi lemak (KN), kelompok tikus yang diberi diet tinggi lemak dan ekstrak bunga papaya 31 mg/kgBB (P1), kelompok tikus yang diberi diet tinggi lemak dan ekstrak bunga papaya 62 mg/kgBB (P2), kelompok tikus yang diberi diet tinggi lemak dan ekstrak bunga papaya 125 mg/kgBB (P3). Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak bunga pepaya menyebabkan terjadinya penurunan kadar kolesterol darah total pada semua kelompok perlakuan (p<0,05) dan penurunan massa lemak abdominal pada kelompok P2 dan P3 (p<0.05).
Tuberkulosis Paru Dengan Pneumonia Komunitas, Paraparese Inferior, Dan Penyakit Jantung Koroner: Laporan Kasus Syazili Mustofa; Mia Esta Poetri Afdal Faisal; Retno Ariza S Soemarwoto; Hetti Rusmini; David Tongon Silaen
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 7, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila7118-24

Abstract

Abstrak: Tuberkulosis Paru dengan Pneumonia Komunitas, Paraparesis Inferior, dan Penyakit Jantung Koroner. Pasien tuberkulosis paru dapat mengalami komplikasi kardiovaskular termasuk penyakit jantung koroner. Kondisi seperti pneumonia komunitas dan paraparesis inferior yang dicurigai akibat spondilitis tuberkulosis juga merupakan kondisi komorbid terhadap pasien tersebut. Telah dilaporkansatu kasus di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Lampung dengan keluhan utama sesak napas pada seorang perempuan berusia 37 tahun yang ditegakkan diagnosisnya berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Diberikan penanganan baik secara farmakologis maupun nonfarmakologis, terimasuk intervensi koroner  perkutaneus. Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, Pneumonia Komunitas, Paraparesis, Penyakit Jantung Koroner.
KAJIAN PUSTAKA : GEJALA SISA PADA PASIEN TUBERKULOSIS YANG TELAH MENYELESAIKAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS Hetti Rusmini
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i2.10603

Abstract

Abstrak : Kajian Pustaka: Gejala Sisa Pada Pasien Tuberkulosis Yang Telah Menyelesaikan Obat Anti Tuberkulosis. Sekuel Tuberkulosis adalah gejala sisa pasca tuberkulosis yang terjadi pada pasien tuberkulosis (TB) yang telah menjalani pengobatan lengkap. Sekuel TB dapat ditandai dengan kelainan pada parenkim, saluran pernapasan, pleura/dinding dada, vaskular, dan mediastinum. Sekuel TB seringkali tidak terdiagnosis dan terabaikan selama 50 tahun terakhir, padahal prevalensinya relatif tinggi sehingga angka kejadian gejala sisa pasca tuberkulosis masih belum dapat dihitung secara pasti, namun diperkirakan terdapat 16-50% kasus di dunia. Gangguan saluran napas pada pasca TB berkaitan dengan respon imunologis pasien terhadap pengobatan TB. Penelitian pada hewan coba menunjukkan bahwa respon imun penjamu terhadap Mycobaterium tuberculosis berperan dalam kerusakan jaringan paru. Pengobatan saat ini yaitu pemberian bronkodilator untuk mengurangi gejala sesak napas.
Asthma control test (ACT): comparison with the accurate use of inhalers for the treatment among patients with asthma Jordy Oktobiannobel; Retno Ariza S. Soemarwoto; Fransisca Sinaga; Hetti Rusmini; Lutfi Indah Rahayu
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i2.11643

Abstract

Background: Asthma is a heterogeneous disease characterized by chronic inflammation of the respiratory tract. Pharmacological therapies that are often given by inhalation are Dry Powder Inhaler (DPI) and Metered-Dose Inhaler (MDI). According to the GLOBAL INITIATIVE FOR ASTHMA Asthma Control Test (ACT) is a questionnaire that can be used to measure the level of asthma controlPurpose: To determine the relationship between the correct use of inhalers and the results of the Asthma Control Test (ACT) in asthma patientsMethod: The design of this study was an analytic survey with a cross-sectional approach. The parameter used were asthma control test questionnaires taken from primary data in the form of a survey. There were 126 total samples of respondents who met the inclusion criteria, namely asthma patients who used inhalers and underwent at least 3 months of treatment.Results: Spearman correlation test was obtained p = 0.000 which means that there is a significant relationship between the accuracy of inhaler use and the results of the asthma control test and a strong positive correlation coefficient of r = 0.667 and, for the 95% confidence interval in this study, it was obtained (95%CI = 3.09-3.83).Conclusion: There is a relationship between the correct use of inhalers and the results of the asthma control test (ACT) in asthma patients.
LITERATURE REVIEW: PILIHAN TERAPI PASIEN ASMA DENGAN ATRIAL FIBRILASI Sanjaya, Rizki Putra; Nasruddin, Sigit Pratama Iustitia; Ekawati, Diyan; Rusmini, Hetti; Aryana, Wayan Ferly
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i8.10200

Abstract

Abstrak: Review Literatur: Pilihan Terapi Pasien Asma dengan AtrialFibrilasi. Asma memiliki dampak sistemik terkait dengan perkembanganaterosklerosis dan modifikasi pada struktur dan fungsi pembuluh darah. Terapi asmadengan bronkodilator dan kortikosteroid oral atau sistemik telah diidentifikasi sebagaifaktor risiko kejadian CVD dan stroke, sedangkan pemberian bronkodilator inhalasiβ2-agonis dapat meningkatkan risiko terjadinya fibrilasi atrium. Terapi asmaberdasarkan GINA, merekomendasikan pemberian antibodi anti-IgE yang merupakanjenis terapi tipe controller asma, selain pemberian kortikosteroid oral, namunterkendala keterbatasan obat dan harga obat yang jauh lebih mahal dibandingkangolongan β2-agonis.
Co-Authors Abriyanti, Okta Ade Maria Ulfa Aditya Aditya Adityo Wibowo, Adityo Agus Dwi Susanto Alfarisi, Ringgo Andri Baedowi Apri Lyanda Arif Widiyantoro Aryana, Wayan Ferly Asmia Djunishap Aulyya Rahmah Azka, Laisa Bima Taruna Sakti Boby Suryawan Boby Wijaya Chanita Sari Manulang Chicy WIdya Morfi Chintya Mutiara Cindi Anggraeni Dalfian Dalfian David Tongon Silaen Desty Monica Ramadayanti Dhani Risandy Dilangga, Pad Dimas Rizki Oktavian Dinda Rachma Syarifah Dita Fitriani Djunishap, Asmia Dwi Marlina Efrida Warganegara Ekawati, Diyan Erumbia, lham Akbar Esteria Maharyuni Fadhillah Amanda Fahmi Fathul Rahman Farra Hayka Salsabilla Febianti Febianti Febri Anindita Suralaga Febriani Putri, Devita Febrianti Febrianti Febrihartati, Isura Festy Ladyani Mustofa Fransisca Sinaga Fransisca Sinaga Fransisca Sinaga Fransisca Sinaga Fransisca TY Sinaga Fransisca TY Sinaga Friska Novira Maya Galang Kharisma Putra Gatot Sudiro Hendarto, Gatot Sudiro Ghina Gabrilla Yusuf Gusti Rizka Khairunnida Hafiratul Fitri Hanif, Muhammad Fikri Henri Setiawan Hermawan, Dessy Hidayat Hidayat Hidayat I Gusti Agung Ngurah Maha Yudha Ida Maya Meika Sari Indah Islalia Intan Putri Permata Hati Jordy Oktobiannobel Jordy Oktobiannobel Latief, Adhi Nugraha Lolita Putri Nanda Utami Lulu' Rifatunnissa Lutfi Indah Rahayu Mardheni Wulandari Maria Ulfa, Ade Megantara, Gilang Kukuh Mia Esta Poetri Afdal Faisal Miftahul Jannah Gafar Mita Azzalia Morfi, Chicy Widia Muhammad Fikri Hanif Muhammad Nurly Nuha Naufal Muhammad Odis Nursyhabudin Nadya Febriani Nasruddin, Sigit Pratama Iustitia Naufal, Muhammad Nuriy Nuha Nia Triswanti Nina Herlina Nopi Sani Nuke Indrawati Nur Rahayu Permana Sari Nurlis Mahmud nurmalasari, yesi Nurul Halimah Nu’syadiyah Nurul Jannah Octa Reni Setiawati Okta Abriyanti Prasetia , Toni Primadiamanti, Annisa Purwaningrum, Ratna Putranta, Naufal Rafif Putri Lestari Rakhmi Rafie Rakhmi Rafie Rakhmi Rafie Ratna Purwaningrum Ratna Purwaningrum Redho Citra Cendana Rena Octavia Retno Ariza Retno Ariza S Soemarwoto Retno Ariza S Soemarwoto Retno Ariza S. Soemarwoto Retno Ariza Soemarwoto Retno Ariza Soemarwoto Retno Ariza Soemarwoto Retno Ariza Soemarwoto Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto Retno Pinasrsih Reza Febriyantara Ricki Gustiawan Rina Kriswiastiny Risna Hidayanti Rita Agustina Rizki Putra Sanjaya Romi Yuansah Rossy Meliyana Salman Alfarisi Komara Sandayanti, Vira Saputra, Tetra Arya Shelfi Aprilia Ningsih Sinaga, Fransisca TY Soemarwoto, Retno Ariza S. Supriyati Supriyati Syafa’atun Malihah Syamsiatul Ma’rifah Syazili Mustofa Theng, Luther Toni Prasetia Trisia Dira Yuniar Tusy Triwahyuni Wisnu Galih Prayoga Wisnugroho, Cahyo Yessi Nurmalasari Yuliana Wildani Marek Yulistiawati, Novitri Zahra Shafa Anisa Zam Zanariah Ibrahim Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian