Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH FLAVANOID DALAM EKSTRAK MENTIMUN (Cucumis sativus L) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DARAH MENCIT (Mus musculus L) YANG MENGKONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI hetti rusmini; Dwi Marlina; Putri Lestari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.31 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i3.2087

Abstract

Hiperkolesterolemia adalah kondisi kadar kolesterol dalam darah melebihi 240mg/dl yang merupakan salah satu penyebab penyakit kardiovaskular yang berada di peringkat pertama sebagai penyebab kematian di dunia. Flavanoid adalah senyawa yang terdapat dalam mentimun yang dapat menurunkan kolesterol total darah dengan cara menghambat aktivitas enzim HMG KoA reduktase dan bertindak sebagai kofaktor enzim kolesterol esterase dan inhibitor absorbsi kolesterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi flavanoid dalam ekstrak mentimun terhadap kadar kolesterol total darah yang mengkonsumsi makanan cepat saji. Metode Penelitian ini merupakan eksperiment murni menggunakan pre & post test control group design. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah nilai kolesterol total darah mencit sebelum diberikan flavanoid dalam ekstrak mentimun dengan dosis P1 = 126,8 mg/dl, dosis P2 = 140 mg/dl, dosis P3 = 146,8 mg/dl dan setelah diberikan flavanoid dalam ekstrak mentimun dengan dosis P1 = 85,8 mg/dl, dosis P2 = 67,8 mg/dl, P3 = 23,8 mg/dl. Terdapat pengaruh, semakin besar dosis flavanoid dalam ekstrak mentimun yang diberikan semakin besar pula penurunan kadar kolesterol total darah yang mengkonsumsi.
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI PIL KB DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA SUBUR DI BPS ADE YULIANTI AMd.Keb DESA PARUNGSARI KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN TAHUN 2015 Mardheni Wulandari; Hetti Rusmini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.021 KB) | DOI: 10.33024/.v2i2.706

Abstract

Hipertensidijumpaipada 2-4%wanita pemakai pil kontrasepsi, terutama yangmengandung etilestradiol (Zat Steroida yang terkandung dalam hormon estrogen).Kejadianhipertensimeningkatsampai2-3kalilipatsetelah4tahunpenggunaanpilkontrasepsi yangmengandungestrogen.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan lama pemakaian kontrasepsi pil KB dengankejadian hipertensi pada wanita usia subur di BPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa ParungsariKabupaten Lebak Provinsi Banten tahun 2015.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Populasi adalah akseptor Pil KB di BPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa Parungsari KabupatenLebak Provinsi Banten sebanyak 175 orang, sampel diambil sebanyak 122 orang. Analisis datayang digunakan adalah uji chi square.Hasil Penelitian: Sebagian besar lama pemakaian kontrasepsi pil KB pada wanita usia subur diBPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa Parungsari Kabupaten Lebak Provinsi Banten tahun 2015adalah ≤ 2 tahun yaitu sebanyak 62 orang (50,8%). Kejadian hipertensi pada wanita usia suburdi BPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa Parungsari Kabupaten Lebak Provinsi Banten tahun 2015sebanyak 45 orang (36,9%). Ada hubungan lama pemakaian kontrasepsi pil KB dengankejadian hipertensi pada Wanita Usia Subur di BPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa ParungsariKabupaten Lebak Provinsi Banten tahun 2015 dengan p-value = 0,000 dan OR = 7,280.Kesimpulan: Ada hubungan lama pemakaian kontrasepsi pil KB dengan kejadian hipertensipada Wanita Usia Subur di BPS Ade Yulianti AMd.Keb Desa Parungsari Kabupaten LebakProvinsi Banten tahun 2015Kata Kunci :
PENGARUH LABA-ICS (LABACS) TERHADAP FORCED EXPIRATORY VOLUME IN 1 SECOND (FEV1) PASIEN ASMA DI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG Cindi Anggraeni; Retno Ariza Soemarwoto; Hetti Rusmini; Aditya Aditya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i1.4047

Abstract

Penilaian asma dapat dilakukan secara objektif dengan pengukuran fungsi paru menggunakan spirometri berupa penilaian Forced Expiratory Volume (FEV1). Ada sekitar 23.061.681 penggunaan resep LABA-ICS (LABACs) yang dikeluarkan untuk 805.860 orang dari tahun 2000 hingga 2016. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh LABA-ICS (LABACs) sebagai terapi pengontrol pada pasien asma di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung periode Juli 2017 - Juli 2020. Penelitian ini adalah penelitian jenis analitik yang menggunakan data sekunder berupa rekam medik pasien. Penelitian ini dilakukan pada bulan November tahun 2020 dan Sampelnya adalah pasien asma di Klinik Harum Melati dan Rumah Sakit Umum (RSU) Wisma Rini sebanyak 523 data pasien asma dan yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan sebanyak 118 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perubahan nilai FEV1 yang tidak signifikan dengan Budesonide-Formoterol (p = 0,92), Beclometasone-Formoterol (p = 0,19), dan Fluticasone-Salmeterol (p = 0,88). Terjadi perubahan rerata nilai FEV1 sebelum diberikan Budesonide-Formoterol, Beclomethasone-Formoterol dan Fluticasone-Salmeterol dari 66,87, 70,36 dan 69,56 menjadi 70,19, 75,76 dan 69,31. Pada penelitian ini, meskipun tidak ada perubahan signifikan antara FEV1 sebelum dan sesudah pemberian terapi, tetapi ada perubahan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pemberian terapi.Penilaian asma dapat dilakukan secara objektif dengan pengukuran fungsi paru menggunakan spirometri berupa penilaian Forced Expiratory Volume (FEV1). Ada sekitar 23.061.681 penggunaan resep LABA-ICS (LABACs) yang dikeluarkan untuk 805.860 orang dari tahun 2000 hingga 2016. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh LABA-ICS (LABACs) sebagai terapi pengontrol pada pasien asma di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung periode Juli 2017 - Juli 2020. Penelitian ini adalah penelitian jenis analitik yang menggunakan data sekunder berupa rekam medik pasien. Penelitian ini dilakukan pada bulan November tahun 2020 dan Sampelnya adalah pasien asma di Klinik Harum Melati dan Rumah Sakit Umum (RSU) Wisma Rini sebanyak 523 data pasien asma dan yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan sebanyak 118 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perubahan nilai FEV1 yang tidak signifikan dengan Budesonide-Formoterol (p = 0,92), Beclometasone-Formoterol (p = 0,19), dan Fluticasone-Salmeterol (p = 0,88). Terjadi perubahan rerata nilai FEV1 sebelum diberikan Budesonide-Formoterol, Beclomethasone-Formoterol dan Fluticasone-Salmeterol dari 66,87, 70,36 dan 69,56 menjadi 70,19, 75,76 dan 69,31. Pada penelitian ini, meskipun tidak ada perubahan signifikan antara FEV1 sebelum dan sesudah pemberian terapi, tetapi ada perubahan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pemberian terapi.
GAMBARAN RASIONALITAS TERAPI AWAL PASIEN REUMATOID ARTRITIS DI POLI PENYAKIT DALAM DAN POLI BEDAH TULANG RSUD ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Hetti Rusmini; Annisa Primadiamanti; Dimas Rizki Oktavian
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.581 KB) | DOI: 10.33024/.v5i2.790

Abstract

Rheumatoid Artritis (RA) adalah penyakit kronis, yang berarti dapat berlangsung selama bertahun-tahun, pasien mungkin mengalami waktu yang lama tanpa gejala. Rheumatoid Artritis merupakan penyakit progresif biasanya yang memiliki potensi untuk menyebabkan kerusakan sendi dan kecacatan fungsional.Menurut data yang diperoleh dari rekam medik didapatkan 59 pasien Rheumatoid Atritis, didapatkan distribusi frekuensi berdasarkan jenis kelamin didapatkan laki-laki 69,1%, perempuan 30,9%, distribusi frekuensi berdasarkan nama obat didapatkan 100% tepat obat, distribusi frekuensi berdasarkan golongan obat didapatkan 100% tepat golongan obat, distribusi frekuensi berdasarkan dosis obat didapatkan tepat dosis obat 93,2% sedangkan yang tidak tepat dosis obat 6,8%, distribusi frekuensi berdasarkan cara pemberian obat didapatkan 100% tepat cara pemberian obat, distribusi frekuensi berdasarkan lama pemberian obat didapatkan tepat lama pemberian obat 94,9% sedangkan yang tidak tepat lama pemberian obat 5,1%, distribusi frekuensi berdasarkan tipe terapi didapatkan tepat tipe terapi 89.8% sedangkan yang tidak tepat terapi 10,2%.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan deskriptif. Populasi adalah semua resep obat dalam rekam medis pasien rawat jalan dengan diagnosa rheumatoid atritisdi Poliklinik penyakit dalam dan poliklinik bedah orthopedi RSUD Abdul Moeloek periode November 2014 - Oktober 2015 sebanyak 59 pasien. Penarikan sampel menggunakan convenience sampling dengan jumlah sampel 59 pasien. Analisa data yang dilakukan adalah univariat dengan uji deskriptif.Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran rasionalitas terapi awal Rheumatoid Atritisdi poli penyakit dlaam dan poli beda ortopedhi RSUD Dr.H.Abdul Moeloek provinsi Lampung.
HUBUNGAN HIPOALBUMIN DENGAN KEJADIAN TUBERCULOSIS LULUH PARU DI PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 Hetti Rusmini; Rakhmi Rafie; Retno Ariza Soemarwoto; Fahmi Fathul Rahman
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.042 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i1.2080

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah sat masalah kesehatan di republic Indonesia. Indonesia menempati urutan kedua setelah India untutk kasus TB dengan kematian 100,000 kaus di tahun 2015.Penyebab tersering kematian Tb adalah perkembangan dan pengobatan TB yang tidak adekuat sehingga menyebabkan komplikasi seperti TB luluh paru. Perburukan kondisi pasien TB disebabkan oleh buruknya status nutrisi (malnutrisi) yang dapat dinilai melalui kadar serum albumin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara hipoalbuminemia dengan kejadian TB luluh paru. Desain penelitian adalah analitik observasi dengan pendekatan case control. Diman subjek peneltian berjumlah 60 orang yang dibagi menjadi 30 orang kelompok kontrol (TB Paru) dan 30 orang lainnya kelompok kasus (TB luluh Paru). Pengukuran kadar albumin dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2017. Analisa statistik menggunakan uji chi square.Distribusi frekuensi TB luluh paru berdasarkan usia didapatkan usia 18-55 tahun sebanyak 17 orang (56,7%), berdasarkan jenis kelamin didapatkan lebih banyak pasien laki-laki sebanyak 21 orang (70%), berdasarkan kadar albumin didapatkan sebanyak 20 orang mengalami hipoalbumnemia (66,7%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p = 0,002 (OR = 5,5 r= 0,372).Terdapat hubungan bermakna antara Hipoalbuminemia dengan Kejadia TB Luluh Paru.
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK PENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI BAGIAN PENYAKIT DALAM RSUD Dr. H. ABDOEL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Boby Wijaya; Nurlis Mahmud; Hetti Rusmini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.229 KB) | DOI: 10.33024/.v1i2.309

Abstract

Rheumatoid arthritis merupakan salah satu penyakit sendi akibat gangguan autoimun sistemik, dan merupakan penyakit sendi kedua tersering setelahosteoarthritis. Prevalensi rheumatoid arthritis meningkat di usia pertengahan dekade 4 sampai 5. Rheumatoid arthritis lebih sering menyerang wanita dari pada pria.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi dan karakteristik penderita rheumatoid arthritis di Bagian Penyakit Dalam RSUD Dr.H.Abdoel Moeloek Bandar Lampung Periode Juni – Desember 2010Jenis penelitian ini survei desktiptif secara retrospektif, penelitian ini dilakukan di Bagian Rekam Medik RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek Bandar Lampung Periode Juni – Desember 2010 Sampel penelitian ini adalah semua pasien rheumatoid arthritis yang tercatat di rekam medik rawat jalan yang berjumlah 127 orangPrevalensi rheumatoid arthritis di Bagian Penyakit Dalam RSUD Dr.H.Abdoel Moeloek Bandar Lampung sebesar 12.5%. Karakteristik penderita rheumatoid arthritis mayoritas terdapat pada kelompok umur 44 – 50 tahun (29,1%), kebanyakan berjenis kelamin perempuan (72,4%) lebih banyak terkena dari pada laki-laki (27,6%). Nyeri sendi merupakan keluhan utama (63,0%).
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KLORAMFENIKOL DAN SEFTRIAKSON DALAM PENGOBATAN DEMAM TIFOID ANAK DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN Hetti Rusmini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.195 KB) | DOI: 10.33024/.v2i4.717

Abstract

Demam tifoid merupakan  penyakit  yang  disebabkan  oleh bakteri Salmonella typhi terutama menyerang bagian pencernaan. Kloramfenikol merupakan obat pilihan utama untuk pengobatan demam tifoid. Seftriakson merupakan obat yang efektif untuk pengobatan demam tifoid dalam jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan kloramfenikol dan seftriakson pada pengobatan demam tifoid anak.Rancangan  penelitian ini menggunakan cross-sectional  dengan sampel adalah pasien demam  tifoid  anak  yang di  rawat  inap Rumah  Sakit  Umum  Daerah  Dr.  H.  Abdul Moeloek menggunakan  data  rekam medik periode tahun 2012-2014. Sebanyak 29  pasien  diberi  pengobatan kloramfenikol dan 29 pasien diberi pengobatan seftriakson. Analisa statistik menggunakan Mann Whitney Test.Berdasarkan  hasil  penelitian  diperoleh  lama perawatan pasien yang menggunakan kloramfenikol  adalah 4,18 ± 1,25 hari  sedangkan pasien     yang   menggunakan    seftriakson    adalah 2,38 ± 0,49 hari. Hilangnya demam pada pasien yang menggunakan kloramfenikol adalah pada hari ke 2,41 ± 0,68 dan pasien yang  menggunakan  seftriakson adalah pada hari ke  1,98 ± 0,28.Analisis  efektivitas  pengobatan  demam  tifoid  anak menunjukkan bahwa seftriakson mempunyai efektivitas pengobatan yang lebih baik   dibandingkan   dengan   pengobatan   demam   tifoid   anak   menggunakan kloramfenikol.
GAMBARAN PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID SISTEMIK JANGKA PANJANG TERHADAP KEJADIAN KATARAK DI POLI MATA RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Hetti Rusmini; Syamsiatul Ma’rifah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.775 KB) | DOI: 10.33024/.v4i2.776

Abstract

Kortikosteroid merupakan anti inflamasi yang identik dengan kortisol, hormon steroid alami pada manusia yang disintesin dan disekresi oleh korteks adrenal.Efek samping dari terapi kortikosteroid ini baik kortikosteroid topikal maupun sistemik dapat timbul akibat pemberian yang terus menerus terutama dalam dosis yang besar diantaranya seperti osteoporosis, katarak, gejala Cushingoid, dan gangguan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi frekuensi pasien katarak yang memiliki riwayat penggunaan Kortikosteroid sistemik jangka panjang di Poli Mata Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Februari 2016.Jenis penelitian ini menggunakan metode survey descriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 127 diambil menggunakan proportional random sampling.Hasil penelitian pada distribusi frekuensi karakteristik responden didapatkan (7,10%) responden mengalami jenis katarak Trauma, (18,9 %) responden mengalami jenis katarak yang disebabkan oleh Diabetes Melitus, (0,7 %) responden megalami katarak yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan jenis steroid, (73,3 %) responden mengalami jenis katarak yang lainnya. (31,5 %) responden menggunakan kortikosteroid, (68,5 %) responden tidak menggunakan kortikosteroid. (97,5 %). Kesimpulan: Walaupun hanya 31,5% yang menggunakan terapi kortikosteroid pada pasien katarak hal ini harus tetap diperhatikan oleh para klinisi dalam pengelolaan pasien pemakai terapi kortikosteroid jangkan panjang.
PERBANDINGAN STATUS GIZI PASIEN TB LULUH PARU DENGAN PASIEN TB TANPA LULUH PARU Hetti Rusmini; Yesi Nurmalasari; Retno Ariza Soemarwoto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.392 KB) | DOI: 10.33024/.v5i1.1319

Abstract

Latar belakang: Foto toraks yang menunjukkan penghancuran parenkim paru yang progresif, luas dan ireversibel akibat tuberkulosis (TB) paru disebut tuberkulosis luluh paru. Penyakit infeksi seperti TB dapat menyebabkan gangguan nutrisi dan penurunan berat badan, sehingga menurunkan status gizi. Salah satu indikator gizi yang digunakan untuk mengukur status gizi adalah Indeks Massa Tubuh (IMT).Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan rancangan prospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang baru didiagnosis sebagai penderita tuberkulosis paru dan tuberkulosis luluh paru oleh dokter spesialis paru di Ruang Rawat Inap Paru RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Poli Paru RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo dan Klinik Paru Harum Melati Kabupaten Pringsewu. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling.Hasil: Dari 68 sampel yang terdiri dari 34 sampel TB luluh paru dan 34 sampel TB paru, menunjukan bahwa baik pada sampel TB luluh paru maupun TB paru paling banyak terjadi pada usia produktif (18-59 tahun) (67,6%) dan laki-laki (>60%). Kebanyakan pasien memiliki riwayat pendidikan rendah (SD >50%) dan rerata pekerjaan adalah buruh, 35,5% pada pasien TB luluh paru dan 29,4% pada pasien TB paru. Sebanyak >50% pasien mengaku pernah menjadi perokok aktif sebelum menderita penyakit TB dan >70% pasien berstatus gizi rendah dan tidak ada yang berstatus gizi lebih. Hasil dari uji analitik Independent t-test menunjukkan rerata IMT sampel TB luluh paru adalah 16,4, lebih rendah 0,9 daripada rerata IMT sampel pasien TB paru, yaitu 17,3.
PENGARUH PEMBERIAN SENYAWA SAPONIN DALAM EKSTRAK MENTIMUN (Cucumissativus) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN MENCIT (Mus musculus L) Tusy Triwahyuni; Hetti Rusmini; Romi Yuansah
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.837 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i1.1308

Abstract

THE EFFECT OF GIVING SAPONIN COMPOUNDS IN CUCUMBER EXTRACTS (Cucumis sativus) ON WEIGHT REDUCTIONBODY OF MENCIT (Mus musculus L) Saponin is a compound which has hidrofobic substance (soluble in fat) and part of sugar chain which has hydrophilic substance (soluble in water). One of plants containing saponins is cucumber. Samponins contained in cucumber work by binding to bile acids and cholesterol, thereby functioning as an anti- obesity and anti adipogenik.This research used True Eksperimental research with pre and post test control group design consisting of control group, treatment groups (-), P1, P2 and P3. Each treatment group was given by saponin compound in cucumbar extract with different dose variant. Subject this research using 25 mice. The data used primary data. This research usedanova-tukey. Body weight of mice in control group with an mean of 29,8 ± 1,304 in treatment group (-) with an mean of 42,00 ± 0,707, in treatment at a dose of 0,2 mg with an mean of 33,60 ± 1,817, in treatment at a dose of 0,4 mg with an mean of 36,00 ± 1,121 and in treatment at a dose of 0,6 mg with an mean 36,00 ±2,121.The results of this study proved that saponin is cucumber extract able to lose weightof mice who are obese and the most significant dose of weight loss in mice is a dose of 0,2 mg and 0,6 mg.Keywords :Weight, Saponins,Cucumber Extract, Mice Saponin adalah senyawa yang bersifat hidrofobik (larut dalam lemak) dan bagian rantai gula yang bersifat hidrofilik (larut dalam air).Salah satu tanaman yang memiliki kandungan senyawa saponin adalah buah mentimun. Senyawa saponin yang terkandung dalam buah mentimun berkerja dengan cara berikatan dengan asam empedu dan kolesterol, sehingga berfungsi sebagai anti obesitas dan anti adipogenik.Penelitian ini merupakan penelitian True Eksperimental dengan desain penelitian Pre and post test control groups yang terdiri dari kelompok kontrol, kelompok perlakuan (-), P1, P2 dan P3. Setiap kelompok perlakuan diberikan senyawa saponin dalam ekstrak mentimun dengan varian dosis yang berbeda-beda.Subjek penelitian ini mengunakan 25 ekor mencit (Mus musculus L).Data yang digunakan adalah data primer.Uji statistik menggunakan uji ANOVA- Tukey.Berat badan mencit pada kelompok kontrol dengan rerata sebesar 29,80 ± 1,304, pada kelompok perlakuan (-) dengan rerata sebesar 42,00 ± 0,707, pada perlakuan dengan dosis 0,2 mg dengan rerata sebesar 33,60± 1,817, pada perlakuan dengan dosis 0,4 dengan rerata sebesar 36,00 ± 1,121 dan pada perlakuan dengan dosis 0,6 mg dengan rerata 36,00 ± 2,121. Hasil penelitian ini terbukti bahwa senyawa saponin dalam ekstrak mentimun mampu menurunkan berat badan pada mencit yang mengalami obesitas dan dosis yang paling signifikan terhadap penurunan berat badan pada mencit adalah dosis 0,2 mg dan 0,6 mg.Kata Kunci: Berat badan, senyawa saponin , ekstrak mentimun, mencit
Co-Authors Abriyanti, Okta Ade Maria Ulfa Aditya Aditya Adityo Wibowo, Adityo Agus Dwi Susanto Alfarisi, Ringgo Andri Baedowi Apri Lyanda Arif Widiyantoro Aryana, Wayan Ferly Asmia Djunishap Aulyya Rahmah Azka, Laisa Bima Taruna Sakti Boby Suryawan Boby Wijaya Chanita Sari Manulang Chicy WIdya Morfi Chintya Mutiara Cindi Anggraeni Dalfian Dalfian David Tongon Silaen Desty Monica Ramadayanti Dhani Risandy Dilangga, Pad Dimas Rizki Oktavian Dinda Rachma Syarifah Dita Fitriani Djunishap, Asmia Dwi Marlina Efrida Warganegara Ekawati, Diyan Erumbia, lham Akbar Esteria Maharyuni Fadhillah Amanda Fahmi Fathul Rahman Faisal Yunus Farra Hayka Salsabilla Febianti Febianti Febri Anindita Suralaga Febriani Putri, Devita Febrianti Febrianti Febrihartati, Isura Festy Ladyani Mustofa Fitriani, Dita Fransisca Sinaga Fransisca Sinaga Fransisca Sinaga Fransisca Sinaga Fransisca TY Sinaga Fransisca TY Sinaga Friska Novira Maya Galang Kharisma Putra Gatot Sudiro Hendarto, Gatot Sudiro Ghina Gabrilla Yusuf Gusti Rizka Khairunnida Hafiratul Fitri Hanif, Muhammad Fikri Henri Setiawan Herdarto, Muhammad Junus Didiek Hermawan, Dessy Hidayat Hidayat Hidayat I Gusti Agung Ngurah Maha Yudha Ida Maya Meika Sari Indah Islalia Intan Putri Permata Hati Jordy Oktobiannobel Jordy Oktobiannobel Latief, Adhi Nugraha Lolita Putri Nanda Utami Lulu' Rifatunnissa Lutfi Indah Rahayu Mardheni Wulandari Maria Ulfa, Ade Megantara, Gilang Kukuh Messah, Anse Diana V Mia Esta Poetri Afdal Faisal Miftahul Jannah Gafar Mita Azzalia Morfi, Chicy Widia Muhammad Fikri Hanif Muhammad Nurly Nuha Naufal Muhammad Odis Nursyhabudin Nadya Febriani Nasruddin, Sigit Pratama Iustitia Naufal, Muhammad Nuriy Nuha Nia Triswanti Nina Herlina Nopi Sani Nuke Indrawati Nur Rahayu Permana Sari Nurlis Mahmud nurmalasari, yesi Nurul Halimah Nu’syadiyah Nurul Jannah Octa Reni Setiawati Okta Abriyanti Prasetia , Toni Primadiamanti, Annisa Purwaningrum, Ratna Putranta, Naufal Rafif Putri Lestari Rakhmi Rafie Rakhmi Rafie Rakhmi Rafie Ratna Purwaningrum Ratna Purwaningrum Redho Citra Cendana Rena Octavia Retno Ariza Retno Ariza S Soemarwoto Retno Ariza S Soemarwoto Retno Ariza S. Soemarwoto Retno Ariza Soemarwoto Retno Ariza Soemarwoto Retno Ariza Soemarwoto Retno Ariza Soemarwoto Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto Retno Pinasrsih Reza Febriyantara Ricki Gustiawan Rina Kriswiastiny Risna Hidayanti Rita Agustina Rizki Putra Sanjaya Romi Yuansah Rossy Meliyana Salman Alfarisi Komara Sandayanti, Vira Saputra, Tetra Arya Shelfi Aprilia Ningsih Sinaga, Fransisca TY Soemarwoto, Retno Ariza S Soemarwoto, Retno Ariza S. Supriyati Supriyati Syafa’atun Malihah Syamsiatul Ma’rifah Syazili Mustofa Theng, Luther Toni Prasetia Trisia Dira Yuniar Tusy Triwahyuni Wisnu Galih Prayoga Wisnugroho, Cahyo Yessi Nurmalasari Yuliana Wildani Marek Yulistiawati, Novitri Zahra Shafa Anisa Zam Zanariah Ibrahim Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian