Claim Missing Document
Check
Articles

Competitiveness Analysis of Lampung Province Coffee: RCA and RSCA Approach Kusmaria; Humaidi, Edy; Sudiyo
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 24 NO 01 2025 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.24.01.127-136

Abstract

Lampung province is one of the coffee production centers in Indonesia. The coffee industry in Lampung is a significant contributor to the local economy, with its products being sent to various regions in Indonesia and even abroad. However, it has yet to be discovered whether the coffee products produced can compete with those from other regions. This research aims to analyze the competitiveness of coffee in Lampung province. This research was conducted in Lampung Province. This location was chosen purposively, taking into account that this area is a coffee production center and is the area with the second-highest coffee production in Indonesia. This research uses secondary data in the form of time series data over a period of 5 years (2018-2022). The analytical tool used to analyze the comparative competitiveness of coffee uses the Revealed Comparative Advantage (RCA) and Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) methods. The research results show that the coffee commodity in Lampung Province over the last 5 years has had high competitiveness, as seen from the RCA value > 1 and the RSCA value > 0.
Bauran Pemasaran Produk (Marketing Mix 7p) Terhadap Minat Beli Konsumen Emping Melinjo Karya Bunda Rahmadiza, Radefi; Anggraini, Nuni; Humaidi, Edy; Noer, Irmayani
Jurnal Manajemen Agribisnis Terapan Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pengelolaan Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jumaat.v2i2.3696

Abstract

Bauran pemasaran, yang terdiri dari tujuh variabel utama yaitu Produk, Harga, Tempat, Promosi, Orang, Bukti Fisik, dan Proses (7P), berperan penting dalam merangsang minat beli dan memuaskan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh bauran pemasaran terhadap minat beli konsumen produk Emping Melinjo Karya Bunda. Penelitian dilakukan di Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, yang dikenal sebagai sentra produksi emping melinjo, dengan melibatkan 35 responden yang merupakan konsumen akhir yang membeli langsung di Toko Emping Melinjo Karya Bunda. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan bauran pemasaran yang diterapkan oleh usaha tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk Emping Melinjo Karya Bunda menarik dengan kemasan dan variasi rasa yang beragam, harga bersaing, serta lokasi strategis di pusat produksi. Promosi efektif, pelayanan dan efisiensi karyawan baik, dan fasilitas parkir memadai mendukung pengalaman belanja yang positif.
Preferensi Konsumen Di Kedai Coffee & Chill Kota Bandar Lampung Wulandari, Agustina Putri; Kusmaria, Kusmaria; Anggraini, Nuni; Humaidi, Edy
Jurnal Manajemen Agribisnis Terapan Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pengelolaan Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jumaat.v2i2.3815

Abstract

Kopi (Coffea L.) sebagai komoditas yang dibudidayakan di sektor perkebunan. Daerah penghasil kopi yang terdapat di Indonesia yaitu Provinsi Lampung. Kopi adalah minuman tradisional yang berkembang menjadi minuman kekinian dapat di konsumsi oleh orang dewasa ataupun remaja. Kedai kopi merupakan alternatif tempat untuk dikunjungi hal ini menjadi kendala dikarenakan banyaknya kedai kopi baru dan jumlah persaingan kedai kopi yang semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi karakteristik konsumen di Kedai Coffee & Chill Kota Bandar Lampung dan menganalisis atribut kopi yang menjadi preferensi konsumen pembelian kopi di kedai Kota Bandar Lampung. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dan analisis konjoin. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik konsumen kedai Coffee & Chill didominasi oleh konsumen yang berusia 21-25 tahun, berjenis kelamin laki-laki. rata-rata merupakan mahasiswa, karakteristik konsumen kopi berdasarkan pendapatan paling banyak yakni <Rp 1.000.000. Urutan nilai kepentingan atau important value atribut kopi yang paling dipertimbangkan sampai dengan yang kurang dipertimbangkan adalah harga, pelayanan, fasilitas, dan varian
Preferensi Konsumen Di Kedai Coffee & Chill Kota Bandar Lampung Wulandari, Agustina Putri; Kusmaria, Kusmaria; Anggraini, Nuni; Humaidi, Edy
Jurnal Manajemen Agribisnis Terapan Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pengelolaan Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jumaat.v2i2.3815

Abstract

Kopi (Coffea L.) sebagai komoditas yang dibudidayakan di sektor perkebunan. Daerah penghasil kopi yang terdapat di Indonesia yaitu Provinsi Lampung. Kopi adalah minuman tradisional yang berkembang menjadi minuman kekinian dapat di konsumsi oleh orang dewasa ataupun remaja. Kedai kopi merupakan alternatif tempat untuk dikunjungi hal ini menjadi kendala dikarenakan banyaknya kedai kopi baru dan jumlah persaingan kedai kopi yang semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi karakteristik konsumen di Kedai Coffee & Chill Kota Bandar Lampung dan menganalisis atribut kopi yang menjadi preferensi konsumen pembelian kopi di kedai Kota Bandar Lampung. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dan analisis konjoin. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik konsumen kedai Coffee & Chill didominasi oleh konsumen yang berusia 21-25 tahun, berjenis kelamin laki-laki. rata-rata merupakan mahasiswa, karakteristik konsumen kopi berdasarkan pendapatan paling banyak yakni <Rp 1.000.000. Urutan nilai kepentingan atau important value atribut kopi yang paling dipertimbangkan sampai dengan yang kurang dipertimbangkan adalah harga, pelayanan, fasilitas, dan varian
Perbandingan Pendapatan Petani Jagung Anggota Dan Non Anggota Kelompok Tani Di Kecamatan Bandar Sribhawono Lampung Timur Damayanti, Nabila; Humaidi, Edy; Irawati, Luluk; Anggraini, Nuni
Jurnal Manajemen Agribisnis Terapan Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pengelolaan Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jumaat.v2i2.3824

Abstract

Most Sripendowo villagers are corn farmers with hybrid and superior varieties, but corn productivity is still low. The Anugrah Tani farmer group provides training to increase productivity, but not all farmers are interested in joining. This study aims to identify the role of farmer groups, analyze, and compare the income of farmer members and non-members. Samples were taken by Proportional Random Sampling and analyzed descriptively and quantitatively. The results show that farmer groups play a role as a provider of production inputs and technology transfer. Farmer income of farmer group members reached Rp9,695,966/ha/growing season, higher than that of non-member farmers at Rp5,729,038/ha/growing season. The t-test showed a significant difference, confirming the positive contribution of farmer groups to increasing maize farmers' income.
Identifikasi Risiko Distribusi Produk Buah Nanas Kaleng Pada Bagian Ekspor Impor Di PT XYZ Kota Bandar Lampung Eva Sari, Dian; Humaidi, Edy; Zaini, Muhammad; Irawati, Luluk
Jurnal Manajemen Agribisnis Terapan Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pengelolaan Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZmerupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi pengalengan nanas terbesar di Indonesia dan ketiga di dunia. PT XYZ perlu memperhatikan beberapa risiko yang mungkin terjadi dalam usahanya untuk meningkatkan pasarnya di pasar internasional serta berusaha untuk memenuhi permintaan yang lebih tinggi. Dalam menjalankan usahanya, perusahaan menghadapi risiko pada aktivitas distribusi pada bagian penyimpanan dan pengiriman. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi risiko yang timbul pada distribusi produk buah nanas kaleng di PT XYZKota Bandar Lampung. dan (2) menganalisis tingkat risiko dan peluang terjadinya risiko distribusi produk nanas kaleng di PT XYZ Kota Bandar Lampung. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Deskriptif dan House of Risk (HOR) fase 1. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi kejadian risiko yang terjadi. Dan metode analisis House Of Risk (HOR) fase 1 digunakan untuk mengukur tingkat risiko yang terjadi. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu terdapat 7 kejadian risiko atau atau risk event (Ei) yaitu 1) Jumlah produk dikirim berkurang, 2) Biaya penyimpanan melebihi anggaran, 3) Kualitas produk turun saat disimpan, 4) Produk yang rusak dibuang begitu saja, 5) Produk nanas kaleng kurang fresh, 6) Produk sampai ke Pelabuhan tidak tepat waktu, dan 7) Biaya transportasi melebihi anggaran. Hasil analisis tingkat risiko aktivitas distribusi produk nanas kaleng pada penyimpanan dan pengiriman, pada bagian penyimpanan tingkat risiko tertinggi pertama yaitu A1 Penyimpanan nanas yang tidak memadai dengan nilai 3 dan tingkat risiko tertinggi kedua yaitu A6 Penerimaan pesanan mendadak dari pelanggan dengan nilai 3. Pada bagian pengiriman tingkat risiko tertinggi yaitu A10 Alat transportasi bermasalah karena mogok dengan nilai 4.
Efisiensi Pemasaran Udang Vaname Di Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur Aditama, Wayan Erico; Noer, Irmayani; Kusmaria, Kusmaria; Humaidi, Edy
Jurnal Manajemen Agribisnis Terapan Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pengelolaan Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jumaat.v2i2.3860

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vanamei), biasa disebut udang putih, berasal dari Hawai. Udang ini telah banyak dikembangkan di China, Thailand, Taiwan, Vietnam dan Indonesia. Lampung sebagai gerbang dari Pulau Sumatera memiliki daerah pesisir yang sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai area tambak produksi udang. Besarnya peluang komoditas udang vaname di pasar sejalan dengan permasalahan yang dihadapi. Salah satu kendala utama adalah adanya rantai distribusi yang panjang, yang melibatkan beberapa perantara mulai dari petambak, pengepul, hingga pedagang pengecer sebelum akhirnya sampai ke konsumen akhir. Hal ini menyebabkan adanya biaya tambahan pada setiap tahapan distribusi yang berujung pada harga jual yang lebih tinggi, sementara petambak menerima margin yang lebih kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, margin pemasaran, efisiensi pemasaran udang vaname di Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan simple random sampling, snowball sampling dan purposive sampling. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk menentukan lembaga pemasaran dan dalam penentuan margin pemasaran menggunakan perhitungan rumus margin pemasaran, farmer’s share dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga saluran pemasaran udang vaname di Kecamatan Pasir Sakti yaitu saluran I: petambak–pedagang pengumpul–pedagang besar–pedagang pengecer–konsumen akhir, saluran II: petambak–pedagang besar–pedagang pengecer–konsumen, saluran III: petambak–pedagang pengecer–konsumen akhir. Hasil perhitungan farmer’s share pada saluran I yaitu sebesar 76,92%, saluran II yaitu sebesar 82,69% dan saluran III yaitu sebesar 91,67%. Sedangkan hasil perhitungan efisiensi pemasaran menghasilkan saluran I sebesar 51,12%, saluran II 49,67% dan saluran III sebesar 48,30%. Saluran pemasaran I tidak efisien sedangkan saluran II dan III pada pemasaran udang vaname di Kecamatan Pasir Sakti sudah efisien karena persentase dari nilai efisiensi pemasaran tidak melebihi 50%.
Persepsi Petani Terhadap Agro Techno Park Badan Tenaga Atom Dan Nuklir Dalam Pengembangan Benih Padi Unggul Hasil Iradiasi Nuklir Humaidi, Edy; amin, zaini; Andry, Andry
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.10163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu persepsi petani terhadap keberadaan Agro Techno Park  Badan Tenaga Atom dan Nuklir dalam pengembangan benih padi hasil iradiasi nuklir, metode penarikan Lokasi penelitian ini terletak di Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. Pengambilan populasi dilakukan secara purposive yaitu anggota kelompok tani yang menggunakan benih padi hasil iradiasi dengan jumlah populasi sebanyak 1.385 petani yang tersebar di 46 kelompok tani dan terletak di 6 desa. Untuk penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan metode proportionate random sampling dengan proporsi 10%  untuk masing-masing kelompok tani yang setiap kelompok tani beranggotakan 30 petani untuk 45 kelompok dan satu kelompok beranggotakan 35 petani, sehingga diperoleh jumlah sample penelitian sebanyak 139 responden. Untuk menjawab permasalahan mengenai persepsi petani terhadap keberadaan ATP BATAN dan dampak social ekonominya diperoleh melalui hasil observasi dan wawancara dengan sample penelitian menggunakan instrument penelitian (kuisoner) yang selanjutnya data tersebut ditabulasikan kemudian dijelaskan secara deskriptif. Adapun secara umum teknik dalam pemberian skor yang digunakan dalam kuesioner penelitian ini adalah teknik Skala Likert. Persepsi petani mengenai benih padi hasil iradisi BATAN tergolong cukup baik hal ini dilihat dari berbagai pernyataan dimana rata-rata petani setuju dengan pernytaan yang bersifat positif mengenai benih padi varietas hasil iradiasi BATAN.
Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usaha Tani Ubi Kayu Di Desa Kotabumi Udik Kabupaten Lampung Utara Rani Lestari, Astria; Fitriani, Fitriani; Humaidi, Edy; Noer, Irmayani
Journal of Food System & Agribusiness Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v8i1.4084

Abstract

Cassava (Manihot esculenta Crantz) is a source of carbohydrates that has a strategic position as a raw material for food, animal feed, and various food and non-food industries. Land area, production and productivity of cassava in Lampung Province has decreased year by year. North Lampung is the largest cassava producing district in Lampung by producing cassava of 959,279 tons with an average cassava productivity yield of more than 25 tons per hectare every year. So this research was conducted to analyze the effect of using cassava production factors simultaneously and partially and analyze the allocation efficiency level of the use of cassava production factors in Kotabumi Udik Village, North Lampung Regency. The analysis technique used in this research was Coub-Douglass to determine the dominant and efficient factors of production. The results showed that the factors of production of cassava farming, comprising land area, seeds, fertilizers, pesticides, and labor, simultaneously had a significant effect on cassava production. The use of production factors for cassava farming in Kotabumi Udik Village, Kotabumi District, North Lampung Regency was not yet efficient.
Evaluasi Tata Letak Fasilitas Produksi Pada Proses Produksi Madu di PT VXZ Khoirunnisa, Aulia; Humaidi, Edy; Zaini, Muhammad
Jurnal Manajemen Agribisnis Terapan Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pengelolaan Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jumaat.v1i1.3062

Abstract

PT VXZ adalah perusahaan yang bergerak dibidang usaha budidaya lebah madu yang memproduksi madu murni tanpa campuran dengan jenis lebah bersengat dan lebah tanpa  sengat.  Permasalahan  yang  terjadi  PT VXZ berkaitan  pada  tata letak fasilitas produksi yaitu: 1) Minimnya pengawasan terhadap sarana dan prasarana seperti mesin peralatan. Hal ini dilihat dari cara pekerja yang melakukan pengemasan dan pelabellan madu diruang packing dengan menggunakan mesin capping botol. Alat yang digunakan pernah terkendala pada baut yang terlepas dari mesinnya, sehingga membuat pekerjaan menjadi terhambat, 2) Tata letak fasilitas di ruang produksi belum memiliki tata letak ruang yang sesuai dengan urutan proses, sehingga menjadi tidak efektif 3) Fasilitas ruang yang belum terpenuhi mengakibatkan proses pelabellan produk jadi satu ruang dengan ruang packing madu. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah 1) Mendeskripsikan proses produksi madu dan tata letak fasilitas produksi madu di PT VXZ, 2) Mengevaluasi tata letak fasilitas produksi pada proses produksi madu di PT VXZ agar lebih efektif dan efisien. Metode analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil evaluasi rencana tata letak yang diperoleh dari penelitian ini yaitu menggunakan jenis tata letak berdasar produk dan pola tata letak garis/straightline jenis tata letak ini berkaitan dengan proses produksi di PT VXZ dan pola tata letak garis lebih mudah dalam pengaturan fasilitas produksi yang terletak di dalam ruang produksi serta aliran bahan yang akan di produksi lebih cepat terproses, pekerjaan menjadi lebih terarah, efektif dan efisien.