Claim Missing Document
Check
Articles

PENILAIAN RISIKO PEKERJAAN PERGUDANGAN PADA PT BORNEO MITRA BERSAMA DI BALIKPAPAN Siboro, Impol; Liku, James Evert Adolf; Zain, Abdul; Sondakh, Laura Kartarina
IDENTIFIKASI Vol 8 No 2 (2022): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v8i2.247

Abstract

Warehousing or warehouse is a very important part to support the smooth operation of the upstream oil and gas industry. Work accident is one of the risks that can cause operational disruptions in the warehouse and can cause delays in the process of supplying and delivering tools and materials needed for oil and gas production activities. More than 145,000 people work in 7,000 warehouses, where the fatal injury rate for warehousing is higher than the average for all industries (OSHA, 2004). Therefore companies are required to have a system that regulates hazard identification, risk assessment and risk control or commonly known as Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Currently, PT Borneo Mitra Bersama currently has a project at PT Pertamina Hulu Mahakam, namely the Warehouse Support Project. Based on PT BMB's preliminary observations there has been no HIRARC implementation related to the project's operational activities, while the project has a high risk value based on the tender documents. In this study using a qualitative approach. The study design in the research used was based on the ISO 31000: 2018 standard with a semi-quantitative risk analysis technique, by taking informants using a purposive sampling technique, totaling 6 people. The research results show that the risk assessment in PT Borneo Mitra Bersama's warehousing operations has 33 risks identified with the results of the risk evaluation level obtained at the initial risk, namely 6 (18.18%) risk priority level 3, 34 (72.72%) substantial level risk and 11 (33.33%) very high level risk, while the risk evaluation results obtained for residual risk are 24 (9.09%) acceptable level risk and 9 (27.27%) priority 3 or tolerable level risk risk.
ANALISIS PENERAPAN HIGIENE SANITASI PANGAN DI HOTEL ZURICH BALIKPAPAN Setyawati, Nur Falah; Siboro, Impol; Wahyuni, Sri; Lumbanraja, Samuel
IDENTIFIKASI Vol 8 No 2 (2022): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v8i2.249

Abstract

Food is one of the basic human needs that is needed at any time and requires good and correct processing so that it is beneficial to the body. Based on what can disturb, harm and endanger human health and does not conflict with religion, data from the World Health Organization (WHO) in 2019 around 600 million people or 1 in 10 people in the world suffer from illness after consuming contaminated food. As many as 420 thousand people die every year because of food. It was recorded in Indonesia, from 2011 to 2015, food products that did not comply with established standards increased by around 35%, from 2013 to 2015 reports of serious food poisoning increased from 48 to 61 cases in 34 provinces, and incidents of food poisoning in Indonesia in 2016 by 26% of 132 extraordinary events of food poisoning and disease. To improve standard quality, the quality of food storage containers, which consist of storing wet and dry food ingredients in accordance with the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 1096 of 2011 concerning Hygiene Sanitation Catering Services.
ANALISA BAHAYA KEGIATAN PENARIKAN TUGBOAT DI PT. PELINDO (PERSERO) REGIONAL IV CABANG BALIKPAPAN Simamora, Yehezkiel Manotas Toto; Siboro, Impol; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi bahaya pada kegiatan penarikan tugboat di PT. Pelindo (Persero) Regional IV Cabang Balikpapan. Penarikan tugboat merupakan aktivitas krusial dalam operasional pelabuhan, namun memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan kerja akibat kondisi lingkungan kerja yang berbahaya dan penggunaan alat berat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional, melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) yang mencakup tahapan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah potensi bahaya dalam proses penarikan kapal, seperti tidak adanya izin kerja, peralatan tidak layak, risiko jari terjepit, serta paparan kontaminasi bahan kimia. Upaya pengendalian risiko dilakukan melalui pendekatan hierarki pengendalian, pelatihan pekerja, perbaikan komunikasi kerja, serta penggunaan alat pelindung diri (APD). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk peningkatan sistem keselamatan kerja dalam industri maritim, khususnya pada kegiatan penarikan kapal menggunakan tugboat.
HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL DENGAN KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN OFFICE DI PT. SURYAGITA SARANA JAYA BALIKPAPAN Suryani, Ade; Siboro, Impol; Wahyuni, Sri
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.679

Abstract

Gejala beban kerja mental termasuk perasaan lesu, kantuk, pusing, kurang waspada, tertekan, dan kehilangan semangat saat melakukan pekerjaan. Salah satu masalah yang memengaruhi risiko kecelakaan kerja adalah kelelahan kerja, yang merupakan salah satu masalah kesehatan dan keselamatan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara beban kerja mental dan kelelahan kerja pada karyawan PT. Suryagita Sarana Jaya Balikpapan. Populasi penelitian ini terdiri dari 32 orang yang bekerja di perkantoran perusahaan, yang dipilih secara total. Kuesioner yang dimodifikasi dari NASA-TLX dan IFRC digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara kelelahan kerja dan beban kerja mental. Risiko karyawan mengalami kelelahan kerja mental meningkat karena beban kerja mental yang tinggi. Hasil uji Chi-Square digunakan untuk memeriksa hubungan kedua variabel. Tingkat beban kerja dominan adalah beban kerja kategori sangat tinggi, yang berjumlah 19 orang (59,4%), dan tingkat kelelahan kerja sedang, yang berjumlah 17 orang (53,1%). Nilai p adalah 0,035 (α = 0,05). Hasil uji menunjukkan bahwa ada hubungan antara kelelahan kerja dan beban kerja mental pada karyawan PT. Suryagita Sarana Jaya Balikpapan.
PENERAPAN PROGRAM KERJA 5R (RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN) DI PT. XYZ Hafidz, Rayhan Sultan; Siboro, Impol; Liku, James Evert A.
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.684

Abstract

Penelitian berjudul “Penerapan Program Kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) di PT. XYZ”. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan program kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) di PT XYZ Balikpapan sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, tertib, dan produktif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Program 5R merupakan bagian dari filosofi Kaizen yang berfokus pada perbaikan berkelanjutan dan efisiensi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan 5R di PT XYZ sudah cukup baik dengan capaian rata-rata 54%. Namun, masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti penerapan Ringkas (40%) dan Rapi (20%) yang masuk dalam kategori kurang baik. Di sisi lain, aspek Resik (100%), Rawat (60%), dan Rajin (80%) menunjukkan hasil baik hingga sangat baik. Hasil ini menegaskan bahwa diperlukan pelatihan dan supervisi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip 5R. Dengan penerapan yang sistematis dan dukungan manajemen, program 5R berpotensi mendorong efisiensi kerja dan budaya kerja yang positif di lingkungan PT XYZ
KAJIAN SISTEM PROTEKSI AKTIF DAN PASIF, SERTA SARANA PENYELAMAT JIWA DI HOTEL KALIMANTAN Tabah, Nasarudin; Rusba, Komeyni; Siboro, Impol
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.688

Abstract

Bangunan dan lokasi konstruksi sering mengalami kebakaran, yang awalnya hanya api kecil dan berkembang menjadi kebakaran besar karena kurangnya langkah-langkah keamanan. Langkah-langkah tersebut ialah perencanaan sistem proteksi kebakaran dan sarana penyelamat jiwa di suatu bangunan. Sesuai dengan kondisi tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesesuaian sistem proteksi aktif dan pasif, serta sarana penyelamat jiwa di Hotel Kalimantan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data primer diperoleh melalui proses observasi dan checklist di lokasi penelitian dan data sekunder diperoleh dari profil hotel serta kajian literatur lain, lalu diselaraskan dengan Permen PU RI No.26/PRT/M/2008. Hasil dari penelitian yang dilakukan, terdapat 3 objek yang harus direkonstruksi yaitu konstruksi tahan api, tangga darurat, dan pintu darurat dikarenakan memiliki nilai total rata-rata yang masuk ke dalam range <60%. Oleh sebab itu, disarankan untuk Hotel Kalimantan segera mengadakan rekonstruksi sistem proteksi kebakaran pada bangunan hotel.
ANALISIS HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN KOMPUTER TERHADAP KELELAHAN MATA KARYAWAN PADA BANK BRI DI KOTA BALIKPAPAN Bayu, Dimas Krisna; Rusba, Komeyni; Siboro, Impol
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.689

Abstract

Kelelahan mata akibat penggunaan komputer merupakan isu signifikan dalam lingkungan kerja modern, khususnya di sektor perbankan yang menuntut intensitas kerja digital yang tinggi dan durasi paparan layar yang berkepanjangan, dimana fenomena ini berkontribusi pada penurunan produktivitas serta munculnya risiko visual dan ergonomis yang berdampak pada kesejahteraan pekerja. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah kecenderungan meningkatnya keluhan kelelahan mata pada karyawan Bank BRI di Kota Balikpapan yang bekerja lebih dari empat jam per hari di depan komputer tanpa sistem pencegahan yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan durasi penggunaan komputer terhadap kelelahan mata karyawan pada Bank BRI Balikpapan serta mengidentifikasi distribusi durasi penggunaan komputer dan keluhan kelelahan mata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik cross-sectional, melibatkan 40 responden yang dipilih secara purposive dari seluruh karyawan pengguna komputer di Bank BRI Balikpapan, dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner terstandarisasi dan analisis data statistik univariat serta uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,5% karyawan menggunakan komputer lebih dari empat jam per hari dan 90% di antaranya mengalami keluhan kelelahan mata, di mana gejala dominan meliputi nyeri leher, mata kering, sakit pinggang, dan penglihatan kabur; uji chi-square menemukan hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan komputer dan kejadian kelelahan mata (p=0,0014; OR=24; 95% CI: 1,989–289,602) yang bermakna paparan lebih dari empat jam meningkatkan risiko kelelahan mata sebanyak 24 kali.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA BAGIAN PEMASANGAN KABEL FIBER OPTIK DI CV. MUSTIKA FIBER Zahri, Muhammad Irvan; Rusba, Komeyni; Siboro, Impol
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.691

Abstract

Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri merupakan suatu tindakan dalam pencegahan kecelakaan kerja terutama di fasilitas layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang dilakukan di CV. Mustika Fiber. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan memberikan kuisioner yang melibatkan 40 orang pekerja. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja bagian pemasangan kabel fiber optik di CV. Mustika Fiber dengan nilai signifikan 0,000. Terkait pengetahuan pekerja yang kurang pengetahuan tentang alat pelindung diri, maka perlu dilakukan edukasi secara continue dan melakukan pengawasan terhadap pekerja dalam penggunaan alat pelindung diri. Terkait sikap pekerja yang kurang mengenai penggunaan alat pelindung diri, maka perlu diberikan pelatihan dan simulasi bahaya di tempat kerja agar para pekerja lebih sadar risiko dari pekerjaan itu sendiri. Serta perusahaan harus mampu menyediakan alat pelindung diri yang nyaman, sesuai standar, dan tidak mengganggu produktivitas.
ANALISIS BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN FISIK PADA TENAGA KERJA DI PEKERJAAN PENGURASAN BAK DAN PERBAIKAN DI IPAL MARGASARI KOTA BALIKPAPAN Baihaki, Muhammad; Siboro, Impol; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.693

Abstract

Beban kerja adalah tugas yang harus diselesaikan oleh pekerja sesuai dengan kapasitasnya dalam waktu tertentu. Kelelahan fisik merupakan kondisi menurunnya daya tubuh akibat aktivitas kerja yang berat dan berulang. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kelelahan fisik pada tenaga kerja di IPAL Margasari Kota Balikpapan. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Variabel yang digunakan yaitu beban kerja dan kelelahan fisik. Beban kerja diukur dengan metode Cardiovascular Load (CVL) dan kelelahan fisik dengan Subjective Self Rating Test (SSRT) dari IFRC. Sampel berjumlah 33 responden dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan beban kerja dominan dalam kategori rendah (75,8%) dan kelelahan fisik dominan dalam kategori rendah (51,5%). Hasil regresi menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,857 dan nilai signifikansi 0,024 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara beban kerja terhadap kelelahan fisik. Nilai R Square sebesar 0,153 menunjukkan bahwa beban kerja memengaruhi kelelahan fisik sebesar 15,3%. Sedangkan sisanya 84,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Saran yang diberikan adalah perusahaan disarankan untuk menyediakan alat bantu angkut seperti katrol atau troli dalam proses pengurasan bak yang melibatkan aktivitas fisik berat, serta melakukan pemantauan rutin terhadap beban kerja karyawan melalui evaluasi atau survei agar risiko kelelahan fisik dapat diminimalkan dan kinerja tetap optimal.
PENERAPAN KESELAMATAN PADA PEKERJAAN PEMBERSIHAN RESERVOIR DI PERUMDA TIRTA MANUNTUNG BALIKPAPAN Fauzan, Afif Nur; Siboro, Impol; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.706

Abstract

Pekerjaan pembersihan reservoir termasuk dalam kategori pekerjaan berisiko tinggi karena dilakukan di ruang terbatas yang memiliki potensi bahaya seperti kekurangan oksigen, gas beracun, dan keterbatasan akses evakuasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pekerjaan pembersihan reservoir di Perumda Tirta Manuntung Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan checklist. Analisis dilakukan terhadap tiga aspek utama yaitu penerapan K3 di ruang terbatas, kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD), dan identifikasi bahaya. Selain itu, dilakukan penilaian risiko menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control) serta pemetaan risiko melalui matriks risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 di lokasi kerja belum sepenuhnya optimal. Rata-rata tingkat kesesuaian dari ketiga aspek checklist adalah sebesar 61,11%, yang termasuk dalam kategori cukup. Tingkat kepatuhan penggunaan APD tergolong tinggi sebesar 83,33%, namun identifikasi bahaya masih rendah yaitu 42,86%. Dari hasil HIRARC, ditemukan bahwa sebagian besar aktivitas memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi. Beberapa risiko tinggi yang ditemukan antara lain kekurangan oksigen, tidak adanya petugas standby, dan kemungkinan ledakan gas. Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukan perbaikan dari sisi teknis dan manajerial untuk menekan potensi kecelakaan kerja.
Co-Authors Abdul Zain Ade Suryani Adolf Liku, James Evert Akmal, Moh Asril Ali, Olivea Vitra Ananta, Erwin Ardani, Nur Sakinah Asmarita, Putri Della Azahra, Putri Ramadina Baihaki, Muhammad Bainah, Nur Bayu, Dimas Krisna Bayu, Kresna Christianty, Astrid Clara Daniel Wolo Darmawan, Dimas Dharma Saputra, Dharma Fauzan, Afif Nur Firdaus, Irfan Rizq Firzatullah, Satria Aqmal Zulfikar Fitri, Hana Eka Fitriyani Fitriyani Fuadi, Yan Griyanta, Althaf Hafidz, Rayhan Sultan Hana Eka Hidayat, Ragil Iin Pratama Sari Inditawati, Novi Iwan Zulfikar Junaedi, Muhammad Rizky Komeyni Rusba L.M Zainul , L.M Zainul Liku, James Evert A. Liku, James Evert Adolf Lumbanraja, Samuel Luqmantoro, Luqmantoro Marpaung, Rotua Catrina Muhamad Ramdan Muhamad Ramdan, Muhamad MUHAMMAD RIZAL Mulya, Widya Mulyadi Mulyadi Munahar, Munahar Ningrum, Widhah Puspa Noeryanto, Noeryanto Nur Falah Setyawati Pardi Pardi, Pardi Pongky, Patunru Pratama, Rifqhy Randi Putra, Junaidi Ananda Raja, Sayyid Faris Ramadhan, Muhammad Bayu Ramdan, Muhammad Regina Yeusy , Olga Rezaldy, Muhammad Ria Kurniasih Sani, Christian Glorianus Saputera, Dharma Saputra, Mochammad Rezky Satriadisi, Dhiemas Putera Simamora, Yehezkiel Manotas Toto Sipahutar, Merry K Sondakh, Laura Kartarina Sri Purwanti Sri Wahyuni Sufarhan, Triadi Suherna Sunyanti, Sunyanti Suryanata, Suryanata Swandito, Adji Syarif, Nur Fadly Tabah, Nasarudin Tamin, Henrico Gabriel Samona Tombokan, Efranly Hosea Widiasari, Firda Widodo, Agung Subaki Wulandari, Seftiana Yuliana, Lina Yusba, Adinda Sri Ayu Zahri, Muhammad Irvan Zainul, L. M. Zainul, L.M Zainul, L.M. Zainul, L.M. Zainul Zulkifly, Zulkifly