Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Antenatal Care (ANC) 10T Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Pinang Jaya Tahun 2023 Yuliana, Eka; Aryastuti, Nurul; Yanti, Dhiny Easter
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i2.2711

Abstract

AKI di provinsi Lampung cenderung meningkat sebanyak 187/100.000 KH pada tahun 2021, upaya penurunan AKI adalah dengan adanya pemanfaatan Antenatal Care (ANC) 10T, namun belum semua ibu hamil dapat memanfaatkan dan memenuhi ANC10T. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan ANC 10T di wilayah kerja Puskesmas Pinang Jaya. Jenis penelitian ini kuantitatif, desain cross sectional, teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel responden ibu hamil sesuai kriteria sebanyak 108 orang. Analisis data univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan dari 108 orang yang memenuhi pelayanan ANC sebanyak 31,5% dan tidak memenuhi pelayanan ANC 10T sebanyak 68,5%. Variabel yang berhubungan terhadap pemanfaatan pelayanan ANC 10T adalah variabel pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,000), dukungan petugas (p=0,000) dan dukungan keluarga (p=0,000). Kesimpulannya pengetahuan, sikap, dukungan petugas kesehatan dan dukungan keluarga memiliki hubungan terhadap pemanfaatan ANC 10T oleh ibu hamil. Saran kepada puskesmas agar lebih meningkatkan pelayanan dengan penyuluhan kepada masyarakat khususnya ibu hamil tentang pentingnya melakukan pemanfaatan dan pemenuhan standar ANC 10T selama masa kehamilan agar ibu hamil memiliki kesadaran dalam memanfaatkan ANC 10T.
Pengaruh Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup pada Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) Istiqomah, Anisa Cahyanti; Kurniati, Mala; Yanti, Dhiny Easter; Febriani, Christin Angelina; Samino, Samino
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.16816

Abstract

ABSTRACT It is crucial for people living with HIV/AIDS to pay attention to aspects of their quality of life because HIV/AIDS is a chronic and progressive condition, impacting all facets of life—physical, psychological, social, and spiritual. One significant factor influencing a person's quality of life is family support. This study aims to determine the influence of social support on the quality of life of people living with HIV in Mataram Baru Regency, Lampung Timur. This quantitative study employs a cross-sectional approach. The population for this study comprises all cases in Mataram Baru Regency, Lampung Timur in October 2022, totaling 89 people using a total sampling technique, namely the entire total population. Data were collected using a questionnaire. Data analysis was performed using univariate analysis, bivariate analysis (Chi-Square Test), and multivariate analysis (multiple logistic regression). The results showed that 60,7% of participants reported a good quality of life, 68,5% received emotional support, 58,4% received informational support, and 52,8% did not receive material support. There was a significant relationship between emotional support (p-value = 0,001, OR = 7,9) and material support (p-value = 0,029, OR = 1,9) with quality of life. However, there was no significant relationship between informational support and quality of life (P-value = 0,194). Emotional support emerged as the dominant factor in this study, with the highest odds ratio (OR = 12,981). It is recommended that families provide support to family member living with HIV, such as by participating in activities held by the community of people living with HIV, to foster emotional closeness. Keywords: Quality of Life, Social Support, People Living with HIV ABSTRAK Orang dengan HIV/AIDS sangat penting untuk memperhatikan aspek kualitas hidupnya karena HIV/AIDS bersifat kronis dan progresif, sehingga berdampak luas pada segala aspek kehidupan baik fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual. Salah satu faktor yang mendukung dimensi pada kualitas hidup seseorang adalah dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dengan kualitas hidup pada penderita HIV di Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur. Jenis penelitian kuantitatif pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kasus di Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur bulan Oktober 2022 sebanyak 89 orang dengan teknik sampling total sampling yaitu seluruh total populasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner analisis data dengan univariat, bivariat (Uji Chi Square), multivariat regresi logistik ganda. Hasil didapatkan kualitas hidup baik sebanyak 60,7%, dukungan emosional mendukung sebanyak 68,5%, informasi mendukung sebanyak 58,4%, dan dukungan materi tidak mendukung sebanyak 52,8%. Ada hubungan dukungan emosional (p-value = 0,001 OR 7,9) dan dukungan materi (p-value = 0,029 OR 1,9) dengan kualitas hidup pada penderita HIV dan tidak ada hubungan dukungan informasi dengan kualitas hidup pada penderita HIVdengan nilai (p-value = 0,194) serta faktor yang dominan dalam penelitian dalam penelitian ini adalah dukungan emosional, dimana memiliki nilai OR tertinggi yaitu sebesar 12.98. Saran bagi keluarga diharapkan keluarga dapat memberikan dukungan kepada penderita HIV seperti ikut serta dalam kegiatan yang diadakan oleh komunitas penderita HIV sehingga terjalin kedekatan emosional yang semakin erat. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Dukungan Sosial, Penderita HIV
Analisis Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan pada Pemeriksaan Kualitas Air di Labkesda Kabupaten Lampung Selatan Astari, Yulia; Wayan, Wayan; Yanti, Dhiny Easter; Samino, Samino; Sari, Fitri Eka
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.17211

Abstract

ABSTRACT Based on the results of the South Lampung Regency LABKESDA report, of the 1,071,727 South Lampung residents whocarry out water quality checks is still low, namely in 2022 there are 154 (0.014%) who carry out water quality checks and in 2023 there are 171 (0.015%) who carry out water quality checks. water quality inspection. Thepurpose of this research is to determine the analysis of the use of health services in water quality checks atLABKESDA South Lampung Regency in 2024. This type of research is qualitative research with a case study approach. There  were  7  informants  for  this  research,  namely,  the  Head  of  the  South Lampung District Health Service,the Head of Administration for the South Lampung LABKESDA, Community Health Center Officers, Clinic Officers,PDAM  Officers,  and  2  members of  the  public.  Informants were  taken  using purposive sampling. Datacollection uses in-depth interview techniques and data analysis techniques using Content Analysis. The results of theresearch show that the Analysis of Health Service Utilization  in  Water  Quality  Inspections  at  LABKESDA,  South  Lampung Regency, Obstacles and Obstacles are still quite high funding and long distances for the community toreach. The benefits can improve health rates, especially in the use of clean water sanitation. The community isconfident and supports the water quality inspection services at LABKESDA South Lampung. Accessibility in checkingwater quality regarding distance is very affordable, but for sub-district areas it is quite far. The availability offacilities and infrastructure at LABKESDA is good and adjusted to applicable regulations. The suggestion of thisresearch is that the government can pick up the ball and increase cooperation with all Community Health Centersand Pustu to facilitate the implementation of good services. Keywords: Facilities, Obstacles, Utilization, LABKESDA  ABSTRAK Berdasarkan hasil laporan LABKESDA Kabupaten Lampung Selatan bahwa dari 1.071.727 jumlah penduduk Lampungselatan yang melakukan pemeriksaan kualitas air masih rendah, yaitu pada tahun 2022 terdapat 154 (0,014%) yangmelakukan pemeriksaan kualitas air dan pada tahun 2023 terdapat 171 (0,015%) yang melakukan pemeriksaankualitas air.  Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui Analisis pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pemeriksaan  kualitas  air  di  LABKESDA  Kabupaten  Lampung  Selatan  Tahun 2024. Jenis penelitian  ini  yaitu  penelitian  kualitatif  dengan  pendekatan  Studi kasus. Terdapat 7 informan penelitian ini yaitu, Kepala DinasKesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Kepala Tata Usaha LABKESDA Lampung Selatan, Petugas Puskesmas, PetugasKlinik, Petugas PDAM, dan 2 orang masyarakat. Pengambilan informan dengan cara Purposive Sampling. Pengumpulandata menggunakan teknik wawancara mendalam dan teknik analisis data menggunakan Content Analysis. Hasilpenelitian bahwa Analisis Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Pemeriksaan   Kualitas   Air   di   LABKESDA   Kabupaten   Lampung   Selatan Hambatan Dan Kendala yaitu masih cukup tingginya pembiayaan dan jarak yang jauhuntuk dijangkau masyarakat. Manfaatnya dapat meningkatkan angka kesehatan terutama dalam penggunaan sanitasiair bersih. Keyaninan masyarakat yakin dan mendukung pelayanan pemeriksaan kualitas air di LABKESDA Lampungselatan. Aksebilitas dalam pemeriksaan kualitas air terkait jarak sangat terjangkau  namun  untuk  daerah  kecamatan  agak  jauh.  Ketersediaan  fasilitas sarana  dan  prasarana  yang  ada  di  LABKESDA  sudah  baik  dan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.  Saran penelitian ini, yaitu agar pemerintah dapat jemput bola danmenambah kerjasama kepada seluruh Puskesmas dan Pustu untuk mempermudah terlaksananya pelayanan dengan baik. Kata Kunci: Fasilitas, Hambatan, Pemanfaatn, LABKESDA
Determinan Penggunaan Alat Kontrasepsi Implan pada Pasangan Usia Subur di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin Sari, Yunila; Aryawati, Wayan; Yanti, Dhiny Easter; Mariyam, Riyanti
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17052

Abstract

Implan merupakan batang plastik berukuran kecil yang lentur, seukuran batang korek api, yang melepaskan progestin yang menyerupai hormon progesteron alami di tubuh perempuan. Berdasarkan hasil Pendataan Keluarga di Indonesia 2022, terdapat 59,4% akseptor menggunakan alat kontrasepsi modern. Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung tahun 2018 sebanyak 280.188 pengguna KB aktif. Pengguna alat kontrasepsi implan di kabupaten pesawaran tahun 2023 sebanyak 1.260 pengguna KB aktif. Jumlah penggunan KB aktif di Desa Gayau sebanyak 85 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dukungan suami, jumlah anak, usia, dan pendidikan dengan penggunaan alat kontrasepsi implan pada Pasangan Usia Subur di Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini yakni 292 KK dengan sampel sebanyak 169 PUS . Teknik pengumpulan data melalui kuesioner berbentuk google form. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan pengetahuan (p-value = 0,000), sikap (p-value = 0,001), dukungan suami (p-value = 0,000), jumlah anak (p-value = 0,001), usia (p-value = 0,000), pendidikan (p-value = 0,001) dengan perilaku penggunaan alat KB implan pada PUS. Diperkirakan petugas kesehatan dapat lebih sering memberikan edukasi dan penyuluhan tentang alat kontrasepsi implan untuk masyarakat.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI PADA SISWA/I SMAN 1 BATU BRAK LAMPUNG BARAT TAHUN 2020 Diana, Liza; Yanti, Dhiny Easter; Sari, Nurhalina
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i1.3109

Abstract

Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pada bulan Januari 2019 di Puskesmas Batu Brak menempati posisi paling tinggi di wilayah Lampung Barat. Ada sebanyak 84 orang (67,2%) dari 125 orang yang di screening merupakan orang dengan gangguan jiwa. Terdapat 6 ODGJ yang berada pada kisaran umur 15-18 tahun yang sebagian besar adalah laki-laki. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui dan menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan depresi pada siswa-siswi SMAN 1 Batu Brak Kabupaten Lampung Barat tahun 2020.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain analitik dan observasi dan menggunakan rancangan penelitian dengan pendekatan Cross Sectional, menggunakan analisa Univariat dan analisa Bivariat Chi-Square dan Odd Ratio. Sampel penelitian ini adalah siswa-siswi SMAN 1 Batu Brak sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Hasil penelitian yang dilakukan pada 39 siswa SMAN 1 Batu Brak menunjukkan nilai p-value pada masing-masing variabel seluruhnya lebih dari nilai α 0,05, sehingga jenis kelamin, pola asuh, konsumsi rokok, konsumsi miras, dan riwayat genetik tidak memiliki kaitan dengan kemunculan gejala depresi. Saran untuk penelitian ini adalah agar menanamkan kepercayaan pada responden, sehingga hasil yang diperoleh semakin jujur dan terbuka.
Persepsi individu dengan Perilaku Merokok Remaja Usia SMA di Kabupaten (EX) Provinsi Lampung Zain, Bagus Perdana Kusuma; Sary, Lolita; Febriani, Christin Angelina; Sudjarwo, Sudjarwo; Yanti, Dhiny Easter
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17311

Abstract

Terjadi peningkatan jumlah batang rokok yang dihisap per hari pada penduduk Indonesia usia 10-18 tahun dari semula 8,6 batang per hari menjadi 8,7 batang. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya persepsi individu dengan perilaku merokok remaja usia SMA di Kabupaten (EX) di Provinsi Lampung. Jenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang. Populasi remaja usia SMA di SMA (EX) Kabupaten (EX) provinsi Lampung kelas X-XI sebanyak  301 siswa. Sampel penelitian sebanyak 92 siswa Kelas X dan XI SMA (EX). Sampel diambil dengan metode purposive sampling dan perokok, alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan persepsi hubungan persepsi kerentanan (p value=0,09 OR=0,84), keparahan penyakit (p value=0,019 OR=8,419), persepsi hambatan (p value=0,003 OR=14.059), persepsi keyakinan diri (p value=0,005 OR=5.825) dengan perilaku merokok. Tidak terdapat hubungan manfaat (p value=0.538). Hendaknya  Sekolah bersama dengan puskesmas melakukan skrining menggunakan CO detector. Meningkatkan Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR), konseling upaya berhenti merokok kepada perokok aktif dan menambah kegiatan ekstrakulikuler siswa. Edukasi kepada Komite Sekolah agar orangtua siswa memberikan uang saku secukupnya sebagai penghambat perilaku merokok siswa.
Analisis Faktor Determinan Terjadinya Stunting pada Balita di Kecamatan Metro Pusat Kota Metro Fesliria, Eka; Samino, Samino; Sari, Fitri Eka; Yanti, Dhiny Easter; Nuryani, Dina Dwi
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17383

Abstract

Stunting merupakan indikator fisik malnutrisi kronis pada masa anak-anak. Tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor determinan terjadinya stunting pada balita di Kota Metro. Jenis penelitian survey analitik menggunakan pendekatan case control. Besar sampel yang diambil sebanyak 156 balita yang terdiri dari 78 (kasus) dan 78 (kontrol). Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis bivariat dengan uji chi square dan analisis  multivariat dengan uji  regresi logistic. Hasil didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu usia ibu (p-value 0,037), jarak kehamilan (p-value 0,002), status gizi ibu (p-value 0,001), tingkat pendidikan (p-value 0,009), status ekonomi (p-value 0,033), berat bayi lahir (p-value 0,034), dan riwayat pemberian ASI (p-value 0,037). Sementara jenis kelamin tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Variabel yang signifikan mempengaruhi terjadinya stunting yaitu status gizi ibu (OR: 7,503) jarak kehamilan (OR: 5,249), usia ibu (OR: 2,715), dan riwayat pemberian ASI (OR: 2,281) setelah dikontrol variabel tingkat pendidikan dan status ekonomi. Status gizi ibu merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi terjadinya stunting (p-value 0,001). Disarankan upaya pencegahan dimulai dari faktor status gizi ibu dengan cara memberikan edukasi pada ibu hamil tentang pentingnya makanan bergizi dan minum tablet tambah darah pada saat hamil, dan rajin memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lain.
HUBUNGAN ANTARA KADAR KALSIUM DARAH PADA IBU DENGAN PENINGKATAN RISIKO MELAHIRKAN BAYI PENDEK DI RUMAH SAKIT BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025 Risky, Ririn Mutiara; Hermawan, Dessy; Riyanti, Riyanti; Yanti, Dhiny Easter; Angelina, Christin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kalsium darah pada ibu hamil trimester III dengan peningkatan risiko melahirkan bayi pendek (stunting) di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik melalui desain studi kohort prospektif. Penelitian dilaksanakan pada Februari hingga April 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 55 responden yang dipilih berdasarkan teknik uji sampel prediksi. Pengambilan data dilakukan melalui pemantauan kadar kalsium darah ibu, konsumsi tablet kalsium, Fe, asam folat, dan keteraturan minum susu selama kehamilan. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi tablet kalsium, Fe, asam folat, dan keteraturan minum susu memiliki hubungan yang signifikan terhadap kadar kalsium darah ibu hamil (p<0,05). Sebaliknya, riwayat pantang makan ikan atau protein tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Faktor paling dominan yang berhubungan dengan kadar kalsium adalah keteraturan minum susu (p=0,017). Selain itu, ditemukan hubungan antara kadar kalsium darah ibu hamil dengan panjang badan lahir bayi (p=0,00), yang menunjukkan bahwa peningkatan kadar kalsium dapat menurunkan risiko kelahiran bayi pendek.
HUBUNGAN ANTARA KADAR KALSIUM DARAH PADA IBU DENGAN PENINGKATAN RISIKO MELAHIRKAN BAYI PENDEK DI RUMAH SAKIT BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025 Hermawan, Dessy; Risky, Ririn Mutiara; Riyanti, Riyanti; Yanti, Dhiny Easter; Angelina, Christin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kalsium darah pada ibu hamil trimester III dengan peningkatan risiko melahirkan bayi pendek (stunting) di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik melalui desain studi kohort prospektif. Penelitian dilaksanakan pada Februari hingga April 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 55 responden yang dipilih berdasarkan teknik uji sampel prediksi. Pengambilan data dilakukan melalui pemantauan kadar kalsium darah ibu, konsumsi tablet kalsium, Fe, asam folat, dan keteraturan minum susu selama kehamilan. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi tablet kalsium, Fe, asam folat, dan keteraturan minum susu memiliki hubungan yang signifikan terhadap kadar kalsium darah ibu hamil (p<0,05). Sebaliknya, riwayat pantang makan ikan atau protein tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Faktor paling dominan yang berhubungan dengan kadar kalsium adalah keteraturan minum susu (p=0,017). Selain itu, ditemukan hubungan antara kadar kalsium darah ibu hamil dengan panjang badan lahir bayi (p=0,00), yang menunjukkan bahwa peningkatan kadar kalsium dapat menurunkan risiko kelahiran bayi pendek.
PENGARUH MEDIA EDUKASI VIDEO ANTISIPASI STUNTING (VAS) TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAGELARAN TAHUN 2025 Yoanisa, Karunia Viandra Yoanisa; Yanti, Dhiny Easter; Sary, Lolita; Angelina F, Christin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48777

Abstract

Stunting adalah masalah gizi jangka panjang yang dialami anak-anak akibat kekurangan gizi dan perawatan yang tidak memadai, yang dapat menghambat pertumbuhan mereka. Timor Leste menduduki peringkat pertama dengan prevalensi 45,1% dan Filipina peringkat terakhir dengan prevalensi 28,8%, Indonesia memiliki prevalensi stunting tertinggi kedua di Asia Tenggara sebesar 31%.Kabupaten Pringsewu termasuk dalam tujuh besar dengan angka stunting 15. 8% pada tahun 2023, menurun sebesar 0. 4% dari angka tahun sebelumnya yang mencapai 16. 2%. Puskesmas Pagelaran adalah puskesmas dengan kasus terbanyak kedua di Kabupaten Pringsewu, mencatat 134 kasus. Untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu tentang pencegahan stunting di wilayah layanan Pusat Kesehatan Masyarakat Pagelaran pada tahun 2025, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dampak media VAS dan teknik ceramah. Studi ini menggunakan desain dua kelompok pra-tes dan pasca-tes, dan b bersifat kuantitatif quasi-eksperimental. Pengambilan sampel acak sederhana digunakan untuk memilih 70 responden (35 dari kelompok kuliah dan 35 dari kelompok media VAS). Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, dan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney digunakan untuk analisis. Ada ketidaksamaan signifikan antara kelompok media VAS serta kelompok ceramah terhadap peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan stunting (p < 0,05). Penggunaan media VAS lebih unggul (rata-rata peningkatan lebih besar) dibanding metode ceramah. Penerapan media edukasi VAS lebih effektif meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting dibanding metode ceramah di Wilayah Kerja Puskesmas Pagelaran Tahun 2025.