Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Terhadap Penyakit pada Pasien Hemodialisis di Bandung Hartati Pratiwi, Sri; Afrima Sari, Eka; Kurniawan, Titis
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.136

Abstract

Gagal ginjal terminal yang dialami pasien hemodialisis dapat menimbulkan berbagai perubahan dalam kehidupannya. Persepsi yang positif terhadap penyakit dapat membantu pasien hemodialisis dalam menerima keadaannya dan meningkatkan motivasi untuk menjalankan berbagai tindakan pengobatan. Apabila pasien hemodialisis memiliki persepsi yang negatif terhadap penyakit, maka akan cenderung mudah mengalami berbagai masalah psikologis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi terhadap penyakit pada pasien hemodialisis di Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan kepada pasien hemodialisis di salah satu Rumah Sakit di Bandung. Teknik sample yang digunakan adalah consecutive sampling sebanyak 126 orang. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis dan memiliki tanda-tanda vital yang stabil. Instrumen yang digunakan untuk mengukur persepsi terhadap penyakit adalah kuesioner persepsi penyakit singkat (Brief-IPQ) yang dikembangkan oleh Broadbant, et.al. tahun 2005, dan sudah dilakukan back translate ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hemodialisis memiliki persepsi terhadap penyakit yang negatif (50,4%). Sebagian besar pasien merasakan berbagai dampak penyakit terhadap kehidupannya dan mengalami perubahan secara emosional semenjak mengalami gagal ginjal terminal. Persepsi terhadap penyakit yang negatif pada pasien hemodialisis dapat mempengaruhi kualitas hidup, angka kesakitan dan capaian pengobatan yang dijalaninya. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan keluarga dan sosial. Petugas kesehatan khususnya perawat diharapkan dapat memberikan edukasi dan konseling pada pasien hemodialisis untuk meningkatkan persepsi pasien terhadap penyakit.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI SKRINING KANKER SERVIKS DI INDONESIA: SCOPING REVIEW Maryati, Ida; Pratiwi, Sri Hartati; Estiqomah, Yuli
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v8i1.404

Abstract

ABSTRAKIndonesia sudah menetapkan program skrining kanker serviks. Namun, program skrining kanker serviks di Indonesia belum mencapai target. Banyak faktor yang dapat memengaruhi sehingga perlu adanya identifikasi lebih lanjut untuk mengetahui hal tersebut. Tujuan penelitian: untuk memetakan faktor-faktor yang memengaruhi penerapan skrining kanker serviks pada wanita. Metode: scoping review dengan mencari melalui Google Scholar, EBSCO, PubMed, dan ProQuest. Kata kunci yang digunakan antara lain “woman” OR “women” OR “female” OR “females” AND “cervical cancer screening”,“motivation” OR “participation”,“barrier” OR “challenges”,“influence factors”, terbit tahun 2017 hingga 2020, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, teks lengkap, penelitian kuantitatif, kualitatif, dan tinjauan sistematis. Critical appraisal yang digunakan dalam penelitian ini ialah JBI Form Checklist untuk penelitian cross sectional, kualitatif, dan systematic review.  Hasil: delapan belas artikel ditemukan dan digunakan dalam studi literatur, dengan mayoritas berasal dari Asia (77,7%).  Terdapat 23 faktor, kemudian dikelompokkan ke dalam 4 kelompok faktor antara lain faktor demografi dan biologi yang meliputi tempat tinggal, usia, pekerjaan, pendapatan, usia menikah, tingkat pendidikan, asuransi kesehatan, dan riwayat kesehatan; faktor kognitif antara lain rendahnya pengetahuan tentang kanker serviks, skrining, dan faktor risikonya; faktor emosional termasuk rasa malu; faktor sosial budaya yang meliputi dukungan dari pemberi pelayanan kesehatan, keluarga, relawan kesehatan masyarakat, otoritas dalam keluarga; dan faktor infrastruktur seperti akses informasi. Diskusi: skrining kanker serviks pada wanita dibangun oleh berbagai faktor.  Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan dan penyebarluasan informasi deteksi dini kanker serviks.  Kesimpulan: penelitian selanjutnya agar lebih fokus mengidentifikasi salah satu faktor pengaruh serta penanggulangan faktor tersebut. Kata Kunci: kanker serviks, scoping review, skrining Factors Influencing Cervical Cancer Screening in Indonesia: A Scoping Review ABSTRACTCervical cancer screening programs have been established in Indonesia; however, these programs have not yet reached their intended targets. Multiple factors can impact the successful implementation of cervical cancer screening, highlighting the need for further identification and understanding of these factors. Objective: to map the factors that influence the implementation of cervical cancer screening among women. Methods: A scoping review was conducted using the databases Google Scholar, EBSCO, PubMed, and ProQuest. The search employed keywords such as "woman" OR "women" OR "female" OR "females" AND "cervical cancer screening", "motivation" OR "participation", "barrier" OR "challenges", "influence factors", with the inclusion criteria of studies published between 2017 and 2020, in either Indonesian or English languages, with full-text availability. The review encompassed quantitative, qualitative, and systematic review studies. The critical appraisal used in this study is the JBI form checklist for cross-sectional, qualitative, and systematic studies.  Results: Eighteen articles were included in the literature analysis, with the majority originating from Asia (77.7%).  Through thematic analysis, twenty-three factors were identified and categorized into four groups: demographic and biological factors (e.g., place of residence, age, occupation, income, age at marriage, education level, health insurance, and health history); cognitive factors (e.g., insufficient knowledge about cervical cancer, screening, and risk factors); emotional factors (e.g., feelings of shame); sociocultural factors (e.g., support from healthcare providers, family, community health volunteers, and authority within the family); and infrastructure factors (e.g., access to information). Discussion: Cervical cancer screening among women is influenced by various factors. Primary healthcare facilities, such as community health centers (puskesmas), are expected to optimize services and disseminate information on early detection of cervical cancer. Conclusion: further research to focus more on identifying one of the influencing factors and overcoming these factors.Keywords: Cervical cancer, scoping review, screening
Manajemen Cairan Pada Pasien Ketoasidosis Diabetik DM Tipe 2 Dengan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Nurul Azmi Fauziyah; Sandra Pebrianti; Sri Hartati Pratiwi
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): September: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v1i3.726

Abstract

Diabetic ketoacidosis (DKA) is a life-threatening form of diabetes mellitus emergency. Rapid and appropriate management is needed to prevent worsening condition. Fluid management in DKA is important to improve tissue perfusion, correct electrolyte imbalance, reduce blood glucose concentration and counterregulatory hormones. This case report aims to describe the fluid management in a client with instability of blood glucose levels in DKA. A 42-year-old woman was rushed to the emergency room with decreased consciousness for 3 hours. Laboratory examination results: blood glucose >600mg/dL, Base Excess <-30mmol, urine ketones +3, urine protein +2, urine glucose +4, pH 6.8, HCO3 1.9mmol/L. The client had unstable blood glucose levels while in the treatment room. Fluid management was performed by combining 0.9% NaCl, WIDA 2A, 40% dextrose bolus, and continuous insulin drip, that was adjusted according to the client's blood glucose level. After receiving fluid management, the client's blood glucose levels are stable in the range of 100 - 200mg/dL on the fifth day until the client recovered. Providing fluid management tailored to the management of DKA and client needs can improve the stability of blood glucose levels so that this fluid management intervention can be utilized for DKA clients with similar complaints.
Manajemen Keperawatan pada Pasien dengan Kanker Paru Dextra: Sebuah Studi Kasus Menggunakan Adaptasi Model Roy Platini, Hesti; Rahmayani, Melly; Pratiwi, Sri Hartati
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.218-225

Abstract

Kanker paru primer adalah tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus. Kanker paru merupakan ancaman bagi penduduk di dunia. Kanker paru seringkali terlambat ditangani karena gejala dirasakan muncul setelah stadium lanjut.hingga muncul gejala yang menyerupai penyakit lain. Gejala yang dapat muncul dapat berupa batuk, nyeri, sesak, sesak semakin berat karena dapat muncul komplikasi efusi pleura. Kasus kanker paru ini menjadikannya penyakit yang menarik untuk disajikan sebagai kasus klinis dengan rencana model asuhan keperawatan. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mendeskripsikan dan intervensi berdasarkan model adaptasi Roy. Kasus: pasien laki-laki berusia 59 tahun dengan kanker paru dextra disertai komplikasi dan mengalami batuk berdarah, sesak dan nyeri. Rencana perawatan menerapkan model adaptasi Roy. Kebutuhan utama berdasarkan pendekatan adaptasi Roy yang ditemukan adalah oksigenasi (pola napas tidak efektif), sensasi (nyeri), kebutuhan akitivitas dan istirahat (intoleransi aktivitas) perlindungan (resiko infeksi), dan konsep diri (kecemasan). Metode penelitian yaitu studi kasus dengan asuhan keperawatan secara komprehensif melalui pendekatan adaptasi teori model Callista Roy. Pendekatan model adaptasi Roy berguna dalam kasus ini karena berfokus pada kemampuan adaptasi pasien yang sesuai untuk digunakan dalam manajemen pasien kanker paru disertai perawatan kolaboratif. Kata Kunci: callista roy, kanker paru, manajemen keperawatan, model adptasi
Manajemen Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis: Literature Review Pratiwi, Sri Hartati; Platini, Hesti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.226-235

Abstract

Fatigue merupakan salah satu gejala yang paling banyak dirasakan pasien hemodialisis. Fatigue dapat memperberat kondisi pasien, dan menurunkan kualitas hidup. Fatigue pada pasien hemodialisis harus dikurangi melalui berbagai intervensi. Tujuan studi literature  ini adalah untuk mengidentifikasi intervensi komplementer yang terbukti dapat menurunkan fatigue pada pasien hemodialisis. Literatur review ini menggunakan metoda scoping review dengan mencari literatur dari beberapa databased seperti Ebsco Host, Scopus, Science Direct, Sage Journals, Springer, dan Pubmed. Selain itu, pencarian literatur juga dilakukan dalam mesin pencari yaitu Google Scholar dengan menggunakan beberapa kata kunci pencarian yaitu “hemodialysis” OR “haemodialysis” OR “dialysis” AND “Complementary Intervention” AND “fatigue management” OR “energy concervation” OR “energy management” OR “managing fatigue”. Kriteria inklusi yang digunakan dalam literature review ini yaitu artikel terbit antara 2014-2024 (10 tahun terakhir), menggunakan metoda Randomized Controlled Trials (RCT), berbahasa Inggris. Untuk artikel dengan hasil tidak terbukti dapat menurunkan fatigue dieksklusi dari  review ini. Berdasarkan hasil pencarian  didapatkan 13 artikel yang membuktikan bahwa terapi akupresure, terapi pijat dengan menggunakan minyak zaitun, terapi recreasional, dan beberapa latihan fisik dapat menurunkan fatigue.  Kata Kunci: fatigue, hemodialisis, penyakit  ginjal  kronik, terapi komplementer
TINGKAT RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN Andini, Nathania Putri; Kurniawan, Titis; Pratiwi, Sri Hartati; Nursiswati, Nursiswati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 20, No 2 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v20i2.1370

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis dengan komplikasi dan dampak negatif yang serius. Banyaknya pola hidup sehat yang tidak di kalangan pelajar, prevalensi DMT2 tidak hanya mengancam kelompok usia lanjut. Oleh karena itu, pemeriksaan tingkat risiko pada siswa menjadi sangat penting. Kepentingan tersebut menjadi lebih tinggi dilakukan pada mahasiswa kedokteran yang merupakan calon tenaga kesehatan dan salah satu panutan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko DMT2 pada mahasiswa fakultas kedokteran. Penelitian deskriptif ini melibatkan 240 mahasiswa yang diperoleh dengan proporsional stratified random sampling dari 602 mahasiswa aktif di fakultas kedokteran suatu Universitas di Indonesia. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan Finnish Diabetes Risk Score-Bahasa Indonesia (FINDRISC-BI). Tingkat risiko DMT2 menunjukkan bahwa 71,3% pelajar termasuk dalam kategori risiko rendah, 20% pada tingkat risiko sedikit meningkat, 5,8% berisiko sedang, dan 2,9% berisiko tinggi mengalami DMT2 dalam 10 tahun ke depan. Parameter risiko yang paling berisiko ditemukan pada parameter konsumsi sayur dan buah. Sebagian kecil pelajar muda berisiko tinggi bahkan sedang mengalami DMT2 pada 10 tahun mendatang. Menjadi penting bagi pihak fakultas untuk merancang program promosi kesehatan kampus dan menjalankan program penyaringan serta deteksi dini secara berkala sebagai bagian pencegahan DMT2 sekaligus upaya peningkatan derajat kesehatan mahasiswa.
Pemberdayaan Keluarga dalam Manajemen Nutrisi pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di Garut Pratiwi, Sri Hartati; Sari, Eka Afrima; Lukman, Dede; Yosilistia, Yosilistia; Puspita, Tita; Rohayanti, Yanti; Dwi, Tia; Musawi, Husein
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18357

Abstract

ABSTRAK Pasien Penyakit Ginjal Kronik harus melakukan self-management termasuk pada pengaturan nutrisi yang harus dikonsumsinya. Hal ini menyebabkan pasien PGK mengalami kebingungan dan ketakutan untuk mengkonsumsi makanan. Selain itu, Pasien PGK sering mengalami mual dan muntah akibat dari peningkatan kadar ureum dan kreatinin sehingga dapat mengurangi asupan nutrisi sesuai dengan kebutuhan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pasien mengalami malnutrisi yang dapat memperburuk kondisinya. Keluarga memiliki peran yang penting dalam memberikan dukungan kepada pasien PGK dalam menjalankan manajemen nutrisi. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memberdayakan keluarga dalam memberikan dukungan yang adekuat kepada pasien PGK untuk melakukan manajemen nutrisi. Program pengabdian ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada keluarga pasien PGK mengenai manajemen nutrisi dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab serta menggunakan berbagai media edukasi. Program ini dievaluasi dengan menggunakan pre-post test. Terdapat peningkatan total skor pre-post test sebesar 29,8 % yang mengindikasikan adanya peningkatan pengetahuan keluarga mengenai manajemen nutrisi pasien PGK. Program pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dapat meningkatkan pengetahuan keluarga dalam manajemen nutrisi pasien PGK. Tenaga kesehatan diharapkan dapat menlakukan edukasi kepada pasien dan keluarga secara berkesinambungan dan berkelanjutan terkait dengan manajemen nutrisi pada pasien PGK. Kata Kunci: Manajemen Nutrisi, Pemberdayaan Keluarga, Penyakit Ginjal Kronik  ABSTRACT Patients with chronic kidney disease (CKD) are required to perform self-management, which includes managing their nutritional intake. This causes CKD patients to experience confusion and fear of consuming food. In addition, CKD patients often experience nausea and vomiting due to increased levels of urea and creatinine, which can reduce nutritional intake according to their needs. These conditions can lead to malnutrition in patients, potentially worsening their condition. Families play a crucial role in assisting CKD patients with their nutritional management. The goal of this community service program was to enable families to effectively support CKD patients in their nutritional management. We conducted this community service program by educating families of CKD patients about nutritional management through lectures, question-and-answer sessions, and various educational media. We evaluated this program using a pre-post test. There was an increase in the total pre-post test score of 29.8%, indicating an increase in family knowledge regarding nutritional management for CKD patients. Conclusion: Community service programs using lecture and question-and-answer methods can improve family knowledge in nutritional management for CKD patients. We expect health workers to continuously and sustainably educate patients and families about nutritional management in CKD patients.  Keywords: Nutrition Management, Family Empowerment, Chronic Kidney Disease
REHABILITASI SOMATOSENSORIK AKTIF PADA PASIEN STROKE: SEBUAH NARRATIVE REVIEW Sya'fa, Siti Noor; Pratiwi, Sri Hartati; Nursiswati, Nursiswati
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 2 No. 2 (2023): Medical-Surgical Journal of Nursing Research
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v2i1.22

Abstract

Defisit somatosensorik merupakan kondisi kehilangan fungsi somatosensorik dan telah menjadi keluhan utama pasien stroke. Rehabilitasi somatosensorik aktif telah disarankan sebagai metode untuk mengatasi defisit somatosensorik. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis rehabilitasi somatosensorik aktif. Penelitian ini mengikuti pedoman PRISMA dan menggunakan jenis analisis konten. Berdasarkan hasil penelusuran pada PubMed, Cinahl, Sage Journals, dan Google Scholar diperoleh 751 artikel. Setelah dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, 733 artikel dieliminasi. Kemudian, enam artikel dimasukkan karena menyajikan hasil yang lebih signifikan dan dinyatakan dengan spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mirror therapy (MT), kombinasi MT dengan task-based mirror therapy (TBMT), dan sensory retraining dapat meningkatkan fungsi sentuhan dan proprioseptif. Kemudian kombinasi MT dengan TBMT juga terbukti meningkatkan fungsi suhu. Kesimpulannya, ketiga jenis rehabilitasi tersebut dapat diterapkan pada pasien stroke dengan defisit somatosensorik ekstremitas atas.
GAMBARAN SELF-EFFICACY PENGOBATAN PASIEN PASKA STROKE DI RSUD UMAR WIRAHADIKUSUMAH Nur Fitriani; Sri Hartati Pratiwi; Hesti Platini
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.2015

Abstract

Efikasi diri merupakan faktor dalam diri pasien yang dapat mempengaruhi kepatuhan dalam menjalankan pengobatan. Semakin tinggi efikasi diri , maka pasien cenderung lebih patuh sedangkan efikasi diri yang rendah dapat memperlambat proses pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui efikasi diri pengobatan pasien paska stroke. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 69 pasien paska stroke rawat jalan di poli saraf dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner Self-Efficacy for Appropriate Medication use Scale (SEAMS). Hasil pada penelitian ini adalah sebagian besar pasien paska stroke memiliki efisiensi pengobatan yang tinggi (62,3%). Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pasien paska stroke merasa yakin bahwa dirinya mampu menjalani pengobatannya. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan tenaga kesehatan perlu memberikan perhatian pada pasien dengan efikasi diri yang rendah. Kata kunci: Pengobatan, Self-Efficacy, Stroke
PEMBERIAN HIDRASI CAIRAN DAN SNACK ASIN PREDONASI SEBAGAI PENCEGAHAN REAKSI VASOVAGAL PADA PENDONOR DARAH PERTAMA : CASE SERIES : PREDONATION FLUID HYDRATION AND SALTY SNACKS AS PREVENTION OF VASOVAGAL REACTIONS IN FIRST-TIME DONORS: CASE SERIES Ma'ripah, Isnan; Pratiwi, Sri Hartati; Nugraha, Bambang Aditya
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v7i2.379

Abstract

Introduction : Vasovagal reactions after blood donation cause dizziness, nausea, and even loss of consciousness, thus disrupting the donor's comfort and the donation process. Vasovagal reactions can reduce the donor's interest in donating blood again. In fact, blood donation not only provides benefits for people in need, but also provides benefits for the donor, namely stimulating the production of new blood cells, reducing the risk of coronary heart disease, and routine health checks every time they donate blood. To overcome this problem, interventions are needed to prevent vasovagal reactions. One of these interventions is fluid hydration and consumption of salty snacks 30 minutes before donation. This study aims to determine the effects of fluid hydration and consumption of salty snacks in preventing vasovagal reactions in first-time donors. Method: The design of this study was a case series on 5 cases of first donors with nursing problems of hypovolemia risk. Result: The results of this study indicate that providing fluid hydration and consuming salty snacks before donating blood can reduce the incidence of vasovagal reactions in cases. Conclusion: Providing fluid hydration and consuming salty snacks before donating blood is one option in developing a strategy for managing the risk of vasovagal reactions.
Co-Authors Ade Rosi Amalia, Fany Andini, Nathania Putri Andri Agustin Anita Setyawati Aprilia, Rahmita Nurul Asri Nurkarimah Aulia, Hannifa Dwi Azizah, Levina Bambang Aditya Nugraha Bambang Aditya Nugraha Chandra Isabella Hostanida Purba Chandra Kirana Khairunnisa Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Dadang Purnama Dahlia, Debie - Dewin Safitri Dwi, Tia Dyah Setyorini Early Octavia Limbong Eka Afrima Sari Eka Afrima Sari Eka Fitri Ningsih ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Endah Yuniarti Estiqomah, Yuli Etika Emaliyawati Fauzia, Salwa Ghaida Fitri Nurul Khotimah Fitris, Siti Yuyun Rahayu Giovanni Maria Gusgus Ghraha Ramdhanie Hamidah . Hana Rizmadewi Agustina Handayani, Nathasa Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Helwiyah Ropi Herman, Regina Heryani, Hesti Hesti Platini Ida Maryati Indah Wahyuni Indra Maulana` Indra Maulana Karina, Grashiva Khairunnisa, Chandra Kirana Khairunnisa, Nisrina Kusman Ibrahim Liya Arista lukman, dede Ma'ripah, Isnan Mira Trisyani Muhammad Ramdhani, Muhammad Musawi, Husein Mutiarasani, Anjani Ni Putu Santhi Dewi Saraswati NUR FITRIANI Nur Fitriani Nurfadila, Eva Nurjanah, Ismirani Nurkarimah, Asri Nurrofiqoh, Malihatunnisa Nursalma, Aisyah Nursiswati Nurul Azmi Fauziyah Oktorullah Oktorullah Puspita, Tita Rahmah, Tira Nur Rahmayani, Melly Ria Sitorus Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti, Ristina Rohaeti, Sri Elis Rohayanti, Yanti Ryan Hara Permana Salsabila, Nada Salwa, Sayyidah Sandra Pebrianti Santi Mulyani Sari, Yuyun Kartika Seizi Prista Sari Sicilia, Asha Grace Siti Ulfah Rifa’atul Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Slamet Riyanto Sri Elis Rohaeti Sridiawati, Esy Sutandi, Andi Sya'fa, Siti Noor Tanjung, Rifani Taty Hernawaty Titis Kurniawan Titis Kurniawan Tuti Pahria Urip Rahayu Urip Rahayu Wati, Putri Windiramadhan, Alvian Pristy Yosilistia, Yosilistia Yusshy Kurnia Yusshy Kurnia Herliani, Yusshy Kurnia