Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Penerimaan Diri dan Dukungan Sosial Terhadap Adaptasi Sosial Pada Anak yang Menjadi Korban Perceraian Orang Tua Devira Maharani; Muhammad Ali Adriansyah
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 4 (2021): Volume 9, Issue 4, Desember 2021
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v9i4.6872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerimaan diri dan dukungan sosial terhadap adaptasi sosial anak yang menjadi korban perceraian orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini sebanyak 60 orang, yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala adaptasi sosial, penerimaan diri, dan dukungan sosial. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis regresi berganda dengan menggunakan metode purposive sampling, pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala adaptasi sosial, penerimaan diri dan dukungan sosial. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh signifikan penerimaan diri terhadap adaptasi sosial dengan koefisien nilai beta (β) = 0.579, serta nilai t hitung > t tabel ( 4.332 > 2.002) dan nilai p = 0.000 (p < 0.05); (2) ada pengaruh signifikan dukungan sosial terhadap adaptasi sosial dengan memperoleh koefisien nilai beta (β) = 0.272; t hitung > t tabel (2.261 > 2.002) dan nilai p = 0.027 (p < 0.05); (3) ada pengaruh signifikan penerimaan diri dan dukungan sosial terhadap adaptasi sosial dengan koefisien nilai beta (β) = 0.575, serta nilai f hitung > f tabel (38.535 > 2.76) dan nilai p = 0.000 (p < 0.05). This study aims to determine the effect of self-acceptance and social support on the social adaptation of children who are victims of parental divorce. This study uses a quantitative approach. The subjects of this study were 60 people, who were selected using purposive sampling technique. The data collection method used is the scale of social adaptation, self-acceptance, and social support. The collected data were analyzed by multiple regression. By using purposive sampling method, data collection in this study used a scale of social adaptation, self-acceptance and social support. The data collected was analyzed by using multiple linear regression. The results showed that: (1) there was a significant effect of self-acceptance on social adaptation with a coefficient of beta value (β) = 0.579, and t count > t table ( 4.332 > 2.002) and p value = 0.000 (p < 0.05); (2) there is a significant effect of social support on social adaptation by obtaining a beta value coefficient (β) = 0.272; t count > t table (2.261 > 2.002) and p value = 0.027 (p < 0.05); (3) there is a significant effect of self-acceptance and social support on social adaptation with a coefficient of beta (β) = 0.575, and the value of f count > f table (38,535 > 2.76) and p value = 0.000 (p < 0.05)
Pelatihan Sistem Jurnal Daring (Online Journal System) Muhammad Ali Adriansyah; Arif Wicaksa; Sumarni Sumarni; Fergie Fernando Hesfie; Andra Riyandi Dwitama
PLAKAT : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Volume 1, Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v1i2.2968

Abstract

Sistem Jurnal Daring merupakan suatu hal penting dalam institusi pendidikan tinggi dan institusi berbasis penelitian. Dalam sistem tersebut terdapat banyak hal, tugas dan peran yang harus saling bersinergi dalam menciptakan hasil berupa jurnal yang berkualitas dan memberikan dampak positif bagi dunia penelitian. Salah satu peran tugas dan peran penting dalam Sistem Jurnal Daring adalah Peninjau. Namun hal yang disayangkan adalah masih kurangnya sosialisasi dan kemampuan pihak yang terkait khususnya dosen dalam pengelolaan jurnal berbasis daring ini. Salah satu peran penting dosen adalah menjadi peninjau dari suatu jurnal ilmiah. Berdasarkan hal tersebut maka penulis berusaha memberikan pelatihan peninjau jurnal daring dengan menggunakan metode partisipatori dan model Bloom. Sebagai hasilnya, peserta menjadi memiliki pengetahuan dalam peran sebagai peninjau dan pada saat yang sama memiliki kemampuan untuk mengoperasikan aplikasi dan perangkat lunak dasar pada situs jurnal daring yang dijadikan instrumen pelatihan. Pelatihan oleh penulis kali ini bukanlah pelatihan yang sempurna melainkan hanya menjadi pengantar untuk pelatihan pengayaan pemahaman lanjutan terkait penggunaan perangkat daring dalam pengelolaan jurnal.
Meningkatkan Komitmen Organisasi Melalui Pelatihan Manajemen Diri Muhammad Ali Adriansyah; Inggrid Delta Sintara; Ghea Vembi Cevaranie Pramujie; Ardiya Salsabila
PLAKAT : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2020): Volume 2, Nomor 1 Juni Tahun 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v2i1.3827

Abstract

Organisasi merupakan tempat dari kumpulan individu yang memiliki tujuan yang sama. Dalam mengikuti suatu organisasi tentunya individu dapat berkomitmen dalam mengikuti kegiatan yang telah ditentukan dalam organisasi tersebut. Tidak semua individu memiliki keterikatan komitmen yang kuat dalam mengikuti sebuah organisasi. Komitmen organisasi merupakan hal yang penting dalam mengembangkan suatu organisasi. Dengan adanya kesadaran dalam komitmen organisasi, individu yang berada di dalamnya tentunya memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan organisasi yang diikutinya. Dalam mengembangkan suatu organisasi, individu yang di dalamnya dapat memanajemen dirinya dengan baik. Manajemen diri merupakan tahapan yang dilakukan individu untuk mengatur tindakannya sendiri agar hidup lebih terstruktur dan produktif. Berdasarkan hasil TNA (Training Need Analysis) melalui kuesioner yang kami sebar menggunakan aspek kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi, dan manajemen diri yang disi oleh 32 peserta. Kemudian kuesioner tersebut dihitung menggunakan software SPSS dengan hasil 77,8% masalah disebabkan dari aspek manajemen diri dan hasil wawancara menunjukan hasil yang selaras dengan hasil SPSS yaitu manajemn diri pada anggota organisasi yang kurang baik, sehingga banyak program kerja yang tidak terlaksana sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pada saat pelatihan kami menggunakan metode ceramah. Hasil pelatihan mendapatkan kenaikan nilai pre-post test hingga 40 poin, sehingga didapatkan adanya perubahan dari sebelum dan sesudah diadakannya pelatihan.
Pelatihan manik khas dayak dalam meningkatkan konsentrasi Diana Diana; Muhammad Ali Adriansyah; Muhliansyah Muhliansyah; Anindya Pinasthi Putri
PLAKAT : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2019): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v1i1.2691

Abstract

Peningkatan konsentrasi dapat dilakukan dengan kegiatan pelatihan kerajinan manik-manik khas dayak. Kerajinan manik-manik khas dayak yang dibuat dengan teknik meronce. Subjek pelatihan ini adalah 30 orang siswa SDN 021 Batu Besaung yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu: 15 orang siswa akan diberikan pelatihan manik-manik khas dayak berupa sarung pulpen dan 15 orang siswa akan diberikan pelatihan manik-manik khas dayak berupa gelang. Hasil pelatihan terdapat 12 siswa pada kelompok pelatihan manik sarung pulpen yang mengalami peningkatan tingkat konsentrasi, 2 siswa mengalami tingkat konsentrasi yang tetap, dan 1 siswa mengalami penurunan tingkat konsentrasi. Sedangkan pada siswa yang telah mengikuti pelatihan kerajinan manik-manik khas dayak berupa gelang terdapat 10 siswa yang mengalami peningkatan tingkat konsentrasi dan 5 siswa mengalami tingkat konsentrasi yang tetap. Kesimpulan dari kegiatan ini pelatihan manik dapat meningkatkan konsentrasi siswa.
Membangun Kepedulian Pada Sesama di Masa COVID-19 Salasiah Salasiah; Diana Diana; Maskan Abdul Fatah; Muhammad Ali Adriansyah
PLAKAT : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): Volume 2, Nomor 2 Desember Tahun 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v2i2.4973

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun 2020 ini membawa dampak yang besar bagi negara-negara di dunia, salah satunya yaitu Indonesia. Masyarakat harus siap menghadapi perubahan aktivitas kegiatan sosial, penerapan normal baru serta ketidakpastian yang akan terjadi di kemudian hari. Banyaknya para pekerja yang kehilangan mata pencahariannya, membuat kita diminta untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Perlunya menanamkan sifat peduli pada sesama guna membantu orang lain dalam meringankan sebagian dari beban hidupnya. Melihat fenomena tersebut maka dilaksanakan kegiatan berbagi secara rutin kepada para jamaah setiap hari Jumat dan kepada warga Jalan Batu Besaung ketika bulan Ramadhan 2020. Hasil yang didapatkan yaitu mempererat hubungan silaturahmi antar pemberi dan penerima maupun meningkatkan kebahagiaan.
Brain Gym Therapy: Focus Attention as an Effort to Improve Student Learning Concentration Diah Rahayu; Muhammad Ali Adriansyah; Dian Dwi Nur Rahmah; Princess Yustisia Tri Sanhadi; Muhammad Qori Hasan; Moutiq Nur Kalbu
International Journal of Social Science and Business Vol. 6 No. 3 (2022): August
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijssb.v6i3.47644

Abstract

Currently, all levels of education carry out the learning process online. They start from primary, secondary, to higher education. At the higher education level, students who usually do face-to-face learning activities face-to-face with other lecturers and students now must do the same activities virtually. This study aims to analyze whether there are differences in the concentration level in the study of students after being treated with brain gym therapy with the PACE movement. This study uses an experimental approach with a two-group pre and post-test design. The subjects of this study were 60 students divided into two groups, 30 in the experimental group and 30 in the control group, who met the research criteria. The data analysis technique used paired sample t-test. The results showed that there was a difference in learning concentration for students after being given PACE brain gym therapy with the results of the paired sample t-test with a value of = 0.042 (p less than 0.05). There is no difference in learning concentration for students after being given brain gym therapy material and learning concentration with the results of the paired sample t-test with a value of = 0.82 (p more than 0.05). Through this study, students' learning concentration can be improved by doing pace brain gym therapy movements. Increasing student concentration can be increased by doing brain gym therapy as a habit every time before doing learning activities that are expected to help increase student concentration.
Overview of Work Engagement with Remote Worker Muhammad Ali Adriansyah; Firda Apriliana; Elling Rikza Nadzifah; Annisa Afifah Febrianti; Shinta Aprillia Pramesti
International Journal of Social Science and Business Vol. 7 No. 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijssb.v7i1.51383

Abstract

Work from home, or WFH, has been implemented since the COVID-19 pandemic. WFH, or work from home, has existed since the past, but it is not used in COVID-19 and is used in normal situations. With the work-from-home, the system also changed. This system was called a Remote worker. This study aims to analyze the description of remote workers experienced by workers. This type of research was qualitative research with phenomenological methods. Data collection methods used interviews and observation. The data collection technique used was the purposive sampling technique. While the data analysis techniques used consisted of preparing the data, reading the entire data, coding the data, applying the results of data coding into themes to be analyzed, presenting the themes in narrative form, and interpreting the data. The results showed that the four subjects, NH, MR, ISF, and LA, experienced increased motivation in remote workers. Other findings show that while working from home, the subject had good productivity and work resilience. It was influenced by factors within each of them when they decided to work remotely. Based on the results of the study, it can be concluded that remote workers have an increase in motivation through work from home (WFH). In addition, it was found that remote workers are more productive and have good fighting power. These findings reinforce that remote work also makes workers engaged in work even more engaged.
Improving Personal Life in Mental Health to Build Work-Life Balance in The Era of Digitalization Muhammad Ali Adriansyah; Muhliansyah Muhliansyah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 4: December 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.048 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i4.1387

Abstract

This study was conducted with the aim of determining the picture of the life of the subject under study, regarding work-life balance with job satisfaction in the digitalization era. This research uses a qualitative approach with phenomenological methods. The data collection techniques used are interview, observation, and informant techniques. The subjects of the study were determined using purposive sampling to 4 workers with fixed incomes in East Kalimantan and strengthened by 4 relatives of the subjects as SI (Subject Informants).  Meanwhile, the data analysis techniques are used to collect data, read related data references, code the results of data analysis, present coding results in the form of narratives, and interpret data. The results showed that three subjects with the initials I, GA, and YP could do work-life balance in the digitalization era. while RLH subjects could not do a work-life balance in the digitalization era. This is influenced by internal factors, namely self-awareness, and principles such as priority, consistency, focus, and gratitude. As well as the most influencing external factors, namely family support, co-workers and the work environment. RLH subjects are unable to perform work-life balance in the digitalization era due to the sudden arrival of work time, as well as the circumstances of the subject often procrastination.Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran kehidupan subjek yang diteliti, mengenai work life balance dengan kepuasan kerja di era digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan informan. Subjek penelitian ditentukan dengan menggunakan purposive sampling kepada 4 orang pekerja dengan penghasilan tetap di Kalimantan Timur, serta diperkuat dengan 4 orang kerabat subjek sebagai SI (Subjek Informan).  Sedangkan teknik analisis data yang digunakan mengumpulkan data, membaca referensi data terkait, melakukan coding hasil analisa data, menyajikan hasil coding dalam bentuk narasi, serta melakukan interpretasi data. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tiga subjek berinisial I, GA, dan YP dapat melakukan work life balance di era digitalisasi. sedangkan subjek RLH tidak dapat melakukan work life balance di era digitalisasi. Hal ini dipengaruhi oleh faktor internal yaitu kesadaran diri, prinsip seperti prioritas, konsistensi, fokus dan bersyukur. Serta faktor eksternal yang paling mempengaruhi yaitu dukungan keluarga, rekan kerja dan lingkungan pekerjaan. Subjek RLH tidak dapat melakukan work life balance di era digitalisasi dikarenakan waktu pekerjaan yang datang secara mendadak, serta keadaan subjek sering melakukan prokrastinasi.
Transformasi dalam Organisasi: Membangun Pembicara yang Berani dan Berpengaruh Melalui Pelatihan Public Speaking Adriansyah, Muhammad Ali; Purnawarman, Andi; Uyun, Muhamad; Windharti, Dharma Sri; Febrianur, Hana Giska; Muhliansyah, Muhliansyah
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5, Nomor 2 Desember Tahun 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v5i2.13228

Abstract

Student organizations are gathering places for individuals with systematic goals. One of the important skills in organizing is public speaking. However, not all members of the organization have this ability. Therefore, public speaking training was conducted to help LDK CESIMA members of Widyagama Mahakam University. This training involves several stages, including pre-activities, training activities, and evaluation. Pre-activity involves goal setting, material preparation, and facilities. Training activities involve lectures, discussions, and practice sessions. Evaluation involves assessing participants' skills and feedback. With this method, the training successfully improves the public speaking skills of members of the organization. The training results showed an increase in members' public speaking skills with an average pre-test score of 71.61 increased to 90.17 on the post-test. A Sig. (2-tailed) value of 0.000 indicates that this increase is significant. Thus, this training is successful in improving the public speaking skills of members of the organization. The implication is that members of the organization can communicate more effectively and confidently in a variety of situations, both in internal meetings and in interacting with external parties. It can also enhance the credibility of the organization and strengthen relationships between members and other stakeholders. In addition, good public speaking skills can also open career and leadership opportunities for members in the future.Organisasi kemahasiswaan adalah tempat berkumpulnya individu dengan tujuan yang sistematis. Salah satu keterampilan penting dalam berorganisasi adalah public speaking. Namun, tidak semua anggota organisasi memiliki kemampuan ini. Oleh karena itu, pelatihan public speaking dilakukan untuk membantu anggota LDK CESIMA Universitas Widyagama Mahakam. Pelatihan ini melibatkan beberapa tahapan, termasuk pra-kegiatan, kegiatan pelatihan, dan evaluasi. Pra-kegiatan melibatkan penentuan tujuan, penyiapan materi, dan fasilitas. Kegiatan pelatihan melibatkan sesi ceramah, diskusi, dan praktik. Evaluasi melibatkan penilaian keterampilan dan umpan balik peserta. Dengan metode ini, pelatihan berhasil meningkatkan keterampilan public speaking anggota organisasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan public speaking anggota dengan nilai rata-rata pre-test 71.61 meningkat menjadi 90.17 pada post-test. Nilai Sig. (2-tailed) 0.000 menunjukkan bahwa peningkatan ini signifikan. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil dalam meningkatkan kemampuan public speaking anggota organisasi. Implikasinya, anggota organisasi dapat berkomunikasi lebih efektif dan percaya diri dalam berbagai situasi, baik dalam pertemuan internal maupun dalam berinteraksi dengan pihak eksternal. Ini juga dapat meningkatkan kredibilitas organisasi dan memperkuat hubungan antara anggota dan pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, keterampilan public speaking yang baik juga dapat membuka peluang karier dan kepemimpinan bagi anggota di masa depan.
Strategies for Enhancing Graduate Employability in Islamic and State Universities: A Comparative Study in Indonesia Adriansyah, Muhammad Ali; Handoyo, Seger; Margono, Hendro; Tondang, Edoardo; Julian, Antoni
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 29, No 1 (2025): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v29i1.7818

Abstract

This study explores strategies to enhance graduate employability in Indonesia’s Islamic-based universities and state universities. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with university managers, lecturers, students, and alumni, supported by documentation studies and participatory observations. Thematic coding and data triangulation were used to analyze the data, ensuring the depth and validity of findings. The results reveal distinct institutional approaches: Islamic universities emphasize character development and work ethics rooted in spiritual values through programs like tahfiz-based leadership training and religious mentoring, while state universities focus on strengthening technical competencies and industry networks through structured internships and career development centers. Despite these differences, both institutions actively align higher education with labor market needs. This research contributes to the theoretical discourse on employability by introducing a new conceptual framework that integrates spiritual values with professional skills. The framework includes three core components: values-based curriculum integration, collaborative industry engagement, and holistic graduate profiling. These findings offer insights for policymakers and educators in developing inclusive and contextually relevant higher education models in pluralistic societies. Penelitian ini mengkaji strategi peningkatan daya saing lulusan di perguruan tinggi berbasis Islam dan perguruan tinggi negeri di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan alumni, serta didukung oleh studi dokumentasi dan observasi partisipatif. Analisis data dilakukan melalui teknik pengkodean tematik dan triangulasi untuk menjamin kedalaman dan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pendekatan kelembagaan yang berbeda: perguruan tinggi Islam menekankan pada pembentukan karakter dan etos kerja yang berlandaskan nilai-nilai spiritual melalui program seperti pelatihan kepemimpinan berbasis tahfiz dan pembinaan keagamaan, sedangkan perguruan tinggi negeri lebih menitikberatkan pada penguatan kompetensi teknis dan jaringan profesional melalui program magang terstruktur dan pusat pengembangan karier. Meskipun memiliki perbedaan karakteristik, kedua jenis institusi sama-sama menunjukkan upaya aktif dalam menghubungkan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Secara akademik, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan diskursus teoretis mengenai employability dengan menawarkan kerangka konseptual baru yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan keterampilan profesional. Kerangka ini mencakup tiga komponen utama: integrasi kurikulum berbasis nilai, kolaborasi strategis dengan dunia industri, dan profil lulusan yang holistik. Temuan ini memberikan wawasan bagi para pengambil kebijakan dan pendidik dalam merancang model pendidikan tinggi yang inklusif dan kontekstual di masyarakat yang pluralistik.
Co-Authors Achmad fadli, Achmad Adella Saputri Adie Hasthina Afani, Abdul Aziz Aini, Nipta Alda Nadhira Lawolo Andra Riyandi Dwitama Anggara, Agung Anggraeni, Rara Anindya Pinasthi Putri Annisa Afifah Febrianti Apriliani, Nurlita Adha Ardiya Salsabila Arif Wicaksa Arwin Sanjaya Aulia Suhesty Aulia, Milalia Rizqi Bramantika Oktavianti Cahaya, Andi Lailatul Devira Maharani DIAN APRILIYANI Dian Dwi Nur Rahmah Dian Dwi Nur Rahmah Dian Dwi Nur Rahmah Dian Rahayu Diana Diana Diana Diana Diana Diana Elling Rikza Nadzifah Fahriannur, Achmad Fajar Tabrani Febrianur, Hana Giska Fergie Fernando Hesfie Firda Apriliana Ghea Vembi Cevaranie Pramujie Ghiffari, Muhammad Hafizah, Noor Haris, Muhammad Ichsan Harro Uasni, Zunea Farizka Azyzah Hasannah, Rani Gemelly Uswatun Hendro Margono Herrin, Debby Chintia Inggrid Delta Sintara Iqbar, Muhammad IRPAN IRPAN, IRPAN Jasmine Syahadata Arsha Julian, Antoni Karhani, Muna Khairunniza, Rena Khrishananto, Riki Kridani, Muhammad Shidiq Lidia Dwi Larasati Linda Aprida Lubis, Hairani Margono, Hendro Marisa Harlin Maskan Abdul Fatah Miranti Rasyid Moutiq Nur Kalbu Muhamad Uyun Muhammad Alfaeisyahri Fahlevi Muhammad Fadhlurohman Muhammad Qori Hasan Muhammad Sultan, Muhammad Muhammad Taufiq Rahman, Muhammad Taufiq Muhliansyah Muhliansyah Muhliansyah Muhliansyah Muhliansyah, Muhliansyah Munawarah, Rabiatul Nur Rahmah, Dian Dwi Nurdin, Nurafifah Pakpahan, Erika Yohana Parlian, Oni Prastika, Netty Dyan Pratiwi, Dea Citra Princess Yustisia Tri Sanhadi Puji Purwati, Puji Pulunggono, Gigih Permadi Purnawarman, Andi Puspita R.C, Indah Dwi Putri, Anindya Pinasthi Putri, Elda Trialisa Rabiatul Adhawiyah Rahayu, Diah Rahayu, Diah Rahmah, Dian Dwi Nur Rahmi, Marwita Rama, Tamyis Ade Ramadhani, Ayunda Ratna Dyah Rifayanti, Rina Rini Fitriani Permatasari Salasiah Salasiah Seger Handoyo Sheikh Adnan Ahmed Usmani Shinta Aprillia Pramesti Sofia, Lisda Sumarni Sumarni Tondang, Edoardo Wahyu Retno ningsih, Shavira Ayu Windharti, Dharma Sri Yustifah, Syarifah Zenia Sofie Afifah