Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemenuhan Nilai Keadilan Dalam Penetapan Sanksi Terhadap Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Aceh : (Analisis Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 dan Qanun Nomor9 Tahun 2019 ) Muliana
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 2 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol32.2025.260-273

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka, yaitu merupakan segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan permasalahan yang sedang diteliti. Infomasi tersebut diambil dari buku-buku, peraturan perundang-undangan, dan sumber-sumber tertulis lainnya baik yang tercetak atau elektronik. Maka dapat disimpulkan kategori kekerasan dalam rumah tangga menurut Undang-undang No. 23 Tahun 2004 dan Qanun Aceh No. 9 Tahun 2019 memiliki persamaan yaitu meliputi kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual dan penelantaran dalam rumah tangga. Sedangkan dalam Qanun penanganan yang diberikan kepada korban meliputi tiga tahap yaitu ipencegahan, ipelayanan idan iperlindungan, iserta ipemberdayaan idan irehabilitasi. Sanksi kekerasan dalam rumah tangga menurut Undang-undang adalah hukuman pidana penjara atau denda. Hanya saja dalam Qanun Aceh mengatur tentang Restitusi yaitu uang ganti rugi yang diminta korban melalui hakim, berbeda dengan denda yang sudah jelas diatur dalam suatu peraturan. Undang-undang No. 23 Tahun 2004 dan Qanun Aceh No. 9 Tahun 2019 memenuhi konsep keadilan Murthadha Muthahhari mengenai empat aspek yaitu yang pertama Keadaan sesuatu yang seimbang, kedua persamaan dan penafian terhadap segala bentuk diskriminasi, ketiga pemeliharaan hak-hak individu dan pemberian hak kepada yang menerimanya, dan keempat Pemeliharaan hak bagi kelanjutan eksistensi atau mencegah kelanjutan eksistensi, sedangkan Qanun sendiri mengembalikan kepada Undang-undang mengenai sanksi pidana kekerasan dalam rumah tangga, yang dimana tidak mencantumkan tentang sanksi, hanya saja dikembalikan kepada korban apakah kasus perkara tersebut dilanjutkan ke persidangan atau diselesaikan secara kekeluargaan.
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN BUAH APEL, PIR, DAN ALPUKAT TERHADAP KUALITAS YOGURT BERDASARKAN PARAMETER RASA, KEKENTALAN, DAN KEASAMAN PRODUK Muliana; Mutmainna, Andi; Anisa Putri, Apni; Naila Maharani, Andi; Lestari, Putri; Kastan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59523

Abstract

Yogurt is a fermented milk product that contains probiotic bacteria and provides various health benefits. The addition of fruits to yogurt is commonly used to improve its nutritional value and sensory characteristics. This study aimed to determine the effect of adding apple, pear, and avocado on yogurt quality. The research employed an experimental method by mixing apple, pear, and avocado into fermented yogurt. The observed parameters included color, aroma, taste, and texture. The results showed that the addition of the fruit mixture affected the sensory quality of yogurt. The yogurt produced had a more attractive appearance, a fresher aroma, a sweeter taste, and a softer texture than plain yogurt. The nutritional content of the yogurt also increased due to the vitamins, minerals, and fiber contained in the fruits. Therefore, the addition of apple, pear, and avocado can improve yogurt quality and increase consumer acceptance.