Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : AN NAHDLIYAH

EVALUASI HASIL BELAJAR YANG EFEKTIF PENINGKATAN KINERJA GURU MELALUI SUPERVISI TEKNIK OBSERVASI KELAS Mahrus; Musaropah, Lailatul
AN NAHDLIYYAH Vol 3 No 2 (2024): MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN SEKOLAH DENGAN MENERAPKAN EVALUASI PEMBELAJARAN YA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang meningkatkan kinerja guru melalui supervisi teknik observasi kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang supervisi observasi kelas dapat meningkatkan kinerja guru dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini dilaksanakan di SD Islam Al Ma’arif 01 Singosari Malang. Guru merupakan salah satu komponen utama dalam proses pendidikan. Dalam proses pendidikan di sekolah, guru memegang tugas ganda yaitu sebagai pengajar dan pendidik. Sebagai pengajar guru bertugas menuangkan sejumlah bahan pelajaran ke dalam otak anak didik, sedangkan sebagai pendidik guru bertugas membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri. Oleh sebab itu, tugas yang berat dari seorang guru ini pada dasarnya hanya dapat dilaksanakan oleh guru yang memiliki kompetensi profesional yang tinggi. Jenis penelitian ini adalah tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan sekolah atau PTS memiliki peranan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan kinerja guru. Hasil kajian ini menunjukan bahwa Peningkatan kinerja guru oleh kepala sekolah melalui supervisi observasi kelas menunjukan peningkatan pada tiap-tiap putarannya. Aktivitas guru menunjukan bahwa kegiatan pembinaan melalui supervisi observasi kelas bermanfaat dan dapat membantu meningkatkan kinerja guru, untuk lebih mudah memahami konsep peran dan fungsi guru sehingga kinerja guru dapat meningkat, dengan demikian capaian mutu sekolah dapat ditingkatkan.
Strategi Pengelolaan Sumber Pembiayaan di Lembaga Pendidikan Swasta secara Efisien dan Efektif Mahrus; Itqon, Zubdatul; Ibrahim, M.; Ansi, Malfino
AN NAHDLIYYAH Vol 4 No 2 (2025): MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan manajemen pembiayaan sekolah swasta menyebabkan manajemen yang tidak efektif. Ini menurunkan daya saing sekolah swasta, yang memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif untuk bersaing dengan sekolah lain dalam kategori ini. Metodologi penelitian ini bersifat kualitatif, artinya data diungkapkan dalam keadaan sewajarnya (natural setting) tanpa mengubahnya menjadi kerangka atau simbol. Dengan demikian, strategi pembiayaan harus ditemukan untuk menjadi sekolah yang unggul dibandingkan dengan sekolah lain. SMK Muhammadiyah 3 Bandung memiliki manajemen pembiayaan yang berhasil, seperti yang ditunjukkan oleh koordinasi yang baik antara kepala sekolah dan manajemen dengan komite sekolah dan masyarakat sebagai pengawasan. Strategi manajemen biaya yang dapat digunakan di SMK Muhammadiyah 3 Bandung untuk meningkatkan
INOVASI BIDANG KETENAGAAN PENDIDIKAN Mahrus
AN NAHDLIYYAH Vol 1 No 1 (2022): MENGUATKAN KAPASISTAS TENAGA PENDIDIK LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pendidikan, pendidik memegang peran yang sangat penting dan menentukan dalam mencapai tujuan pendidikan. Pendidik merupakan orang dewasa baik secara kodrati (orang tua) maupun secara profesi (menjadi pendidik karena tugas jabatan) bertanggungjawab menumbuhkembangkan anak didik. Beberapa karakteristik yang perlu untuk dimiliki oleh pendidik antara lain: (a) Mandiri atau mampu berdiri sendiri. Yaitu orang yang tida bergantung lagi dengan orang lain, karena ia telah memiliki cukup ilmu, baik dalam pengetahuan, keterampilan, sikap dan lain-lain; (b) Bertanggung jawab, yaitu mampu menentukan keputusan dan tindakan atas pilihannya sendiri, namun mampu menerima segala konsekuensi atas pilihannya; (c) Mampu menyerahkan diri, yaitu berani berkorban untuk nilai-nilai atau norma-norma yang diakuinya, cita-cita atau tujuan hidupnya, pekerjaanya, masyarakat atau orang lain dan demi Tuhannya; (d) Keterampilan dan membimbing, yaitu seperti sikap-sikap yang dibutuhkan dalam membimbing seperti sabar, beribawa, ulet, pantang menyerah, dan memberikan semangat agar peserta didik dapat berhasil; (e) Mampu bersosialisai dan berkomunikasi dengan baik, yaitu dapat membangun hubungan antara pendidik dan peserta didik dengan baik dan lebih dalam sehingga dapat memotivasi peseta didik. Masalah esensial yang dihadapi dalam pengelolaan tenaga kependidikan di Indonesia saat ini tidak lagi semata-mata terletak pada cara menghasilkan tenaga kependidikan yang bermutu melalui lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), melainkan sejauh mana profesi itu dapat diakui oleh Negara sebagai profesi yang sesungguhnya. Oleh sebab itu jika pendidikan merupakan salah satu instrument utama pengembangan sumber daya manusia (SDM), tenaga kependidikan memiliki tanggung jawab untuk mengemban tugas tersebut.
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF AL QUR’AN DAN HADITS Mahrus
AN NAHDLIYYAH Vol 1 No 2 (2022): PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI ERA ENDEMI
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an dan hadis diyakini mengandung prinsip dasar menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Penafsiran atas al-Qur’an dan Hadis perlu senantiasa dilakukan. Hal ini penting dilakukan, sebab pada satu sisi wahyu dan kenabian telah berakhir sedangkan pada sisi yang lain kondisi zaman selalu berubah seiring dengan perkembangan pemikiran manusia dan tetap mutlak diperlukannya petunjuk yang benar bagi manusia. Manusia dikenal sebagai makhluk sosial, sehingga eksistensinya dipengaruhi oleh interaksi dengan manusia lain. Di dalam berinteraksi antar individu hingga yang lebih luas mustahil tanpa adanya kiat-kiat atau manajemen. Sudah menjadi kepastian, bahwa al-Qur’an dan Hadis menjadi referensi dan pandangan hidup dalam aspek kehidupan umat Islam seperti manajemen. Pengertian manajemen pada dasarnya dapat disimpulkan ke dalam beberapa hal, yaitu: (1) Manajemen merupakan suatu usaha atau tindakan ke arah pencapain tujuan melalui suatu proses; (2) Manajemen merupakan suatu sistem kerja sama dengan pembagian peran yang jelas; (3) Manajemen melibatkan secara optimal kontribusi orang-orang, dana, fisik, dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efsien. Proses manajemen sebenarnya telah dicontohkan di dalam al-Qur’an dan diaplikasikan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Memang, al-Qur’an dan Hadis Nabi tidak menyebutkan hal-hal yang berhubungan dengan manajemen secara rinci. Tetapi manajemen yang baru-baru ini menjadi disiplin ilmu, pokok-pokoknya telah tercantum dalam al-Qur’an dan Hadis Nabi seperti perencanaan, pola kepemimpinan yang berkaitan dengan kehidupan organisasi, pelaksanaan dan evaluasi.
MENGUKUR KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN Mahrus
AN NAHDLIYYAH Vol 2 No 2 (2023): POLITIK & EKONOMI PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The current performance of school principals is very difficult and full of challenges, due to changes in laws and the curriculum which continues to be adjusted. This requires school principals to be able to realize curriculum objectives well so that obstacles can be minimized. It often happens in the field that school principals become targets of the community and students' parents because they cannot manage and carry out their duties properly, including curriculum management. If this is left unchecked it will have an impact on school administration and especially on students, therefore, school principals must be able to manage the curriculum well. In the world of education, performance measurement is carried out to measure the 3E level. Namely economy, efficiency and effectiveness. This research uses the library research method. Researchers read, examine and analyze various existing literature. Data collection techniques in this research refer to books, magazines and journals related to measuring school principal performance. The results of this research found that the performance measurement of school principals is seen from the economic level, efficiency and effectiveness of school work programs. Economic analysis of school performance programs can be measured through a comparison between input and actual input which is then given a qualitative meaning. Analysis of school performance efficiency can be divided into two types, namely external efficiency and internal efficiency, while analysis of the effectiveness of school performance is determined by the suitability of performance targets and realization input.