Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Pohon Filogenetik Ikan Lemuru Dari Selat Lombok Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Materi Genetika di MAN2 Mataram Mahrus; Idrus, Agil Al; Syukur, Abdul; Raksun, Ahmad; Zulkifli, Lalu; Syauki, Lalu
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13034

Abstract

Materi Genetika pada mata pelajaran Biologi di Madrasah Aliyah (MA) Kelas 12 merupakan materi yang cukup sulit di dipahami oleh siswa karena sejumlah faktor di antaranya kurangnya sumber pembelajaran yang efektif, materinya abstrak, rumit dan sulit untuk dipraktekkan. Secara umum, materi Biologi di MA Kelas 12 terdiri dari: Evolusi, Bioteknologi, Materi Genetik (DNA dan RNA), Pembelahan Sel, serta Pewarisan Sifat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman konsep keanekargaman gen yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret kepada para siwa MAN2 Mataram. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah ceramah, dan tanya jawab. Pohon Fiolgenetik merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup antar spesies, berdasarkan data genetik atau morfologi. Keberadaan Pohon Fiolgenetik ini mampu menyajikan informasi tentang garis keturunan evolusi, seperti nenek moyang bersama dan hubungan percabangan antara kelompok organisme. Ikan lemuru (Sardinella spp.) merupakan jenis ikan laut pelagis kecil yang hidup secara berkelompok dan keberadaannya cukup melimpah di perairan Selat Lombok. Keanekaragaman ikan lemuru secara genetik merupakan salah satu sumber belajar bagi siswa MA Kelas 12 IPA pada topik materi Genetik. Materi yang digunakan pada kegiatan ini adalah pohon filogenetik ikan lemuru berbasis hasil penelitian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksananaan program pengabdian masyarakat di MAN2 Mataram telah bejalan dengan baik. Hal ini terlihat dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan para siswa dan guru mereka pada saat diskusi. Dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa dalam bidang genetika molekuler melalaui sosialisasi hasil penelitian genetika ikan pelagis kecil di perairan Selat Lombok.
Efektivitas Model Pembelajaran REACT Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Topik Bioteknologi Di SMAN 1 Narmada Cahyani, Lisa; Sukarso, AA; Mahrus
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3683

Abstract

Pembelajaran yang tidak efektif seringkali menyebabkan ketidakseimbangan antara kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini dapat diatasi dengan menerapkan model pembelajaran yang relevan dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, dan Transfering) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Penelitian ini menggunakan Quasy Experimental dengan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Narmada. Sampel penelitian berjumlah 72 orang siswa yang dibagi dalam 2 kelas dan ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (menggunakan model REACT) adalah 83,11, lebih tinggi dari kelas kontrol (menggunakan model discovery learning) yang hanya 73,33. Uji ANCOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran REACT lebih efektif daripada model pembelajaran discovery learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada topik Bioteknologi.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Media Digital Terhadap Kemampuan Berpikir Komputasi Dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Larasati, Mya Azmi; Ramdani, Agus; Mahrus
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/7jnbtt86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media digital terhadap kemampuan berpikir komputasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 7 Mataram. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif bersifat eksperimen semu (Quasy eksperimental) dengan desain Nonequivalent Control Group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Siswa kelas XJ ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XK sebagai kelas kontrol karena dianggap memiliki karakteristik yang sebanding, seperti jumlah siswa, kemampuan akademik, dan jadwal pembelajaran yang sama. Jenis materi biologi yang digunakan dalam penelitian yaitu materi tentang keanekaragaman hayati. Teknik analisis data pada penelitian menggunakan uji MANCOVA karena melibatkan dua variabel dependen yang saling terkait, yaitu kemampuan berpikir komputasi dan hasil belajar biologi siswa. Data kemampuan berpikir komputasi dikumpulkan dengan instrumen berupa tes uraian dan data hasil belajar biologi siswa dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah melalui tes hasil belajar ranah kognitif dalam bentuk soal pilihan ganda dan soal uraian berpikir komputasi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, dengan menerapkan metode pre-test dan post-test. Hasil uji hipotesis untuk data kemampuan berpikir komputasi didapatkan nilai signifikansi 0,00 < 0,05, pada temuan statistik  Pillai's Trace sebesar 0.441 dengan nilai F = 18.532 dan signifikansi p = 0.000 < (0,005) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara kelas Eksperimen dan Kontrol secara multivariat.  dan hasil uji hipotesis untuk data hasil belajar biologi siswa didapatkan nilai signifikansi 0,00 < 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media digital berpengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan berpikir komputasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X di SMA Negeri 7 Mataram.
PENDEKATAN HISTORIS EMPIRIS DALAM STUDI ISLAM DAN IMPLIKASINYA Khairudin, Khairudin; Zulkarnaen; Mahrus; Ahadi, Abdi; Khojir; Nursalim, Eko
Wahana Islamika Jurnal Studi Keislaman Vol. 11 No. 1 (2025): Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Institut Agama Islam Syubbanul Wathon Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61136/6mf5yg47

Abstract

This research discusses the empirical historical approach in Islamic studies as one of the scientific methods used to understand Islam not only as a normative teaching but also as a historical phenomenon. This approach examines primary and secondary sources through verification of historical data and critical analysis of the socio-cultural context of a period. In modern Islamic studies, this approach is important because it is able to reveal the historical dynamics of the development of Islamic teachings, institutions and thoughts objectively. This research uses a qualitative method based on literature study, with results showing that the empirical historical approach has significant epistemological, methodological, and practical implications. The empirical historical approach in Islamic studies offers a more comprehensive view of Islam as an entity that develops in time and space. This approach does not only focus on theological or normative aspects, but also examines how Islamic teachings are practiced, interpreted and developed according to specific social, political and cultural contexts. By tracing the dynamics of history and using empirical evidence from the past, researchers can describe the transformation of Islamic thought and institutions more objectively and avoid ideological bias. In a methodological context, this approach requires precision in sorting and interpreting historical sources, both primary sources such as manuscripts, official documents, and secondary sources such as the results of previous studies. The data is analyzed critically by considering the socio-cultural background and power relations that influence an event or thought. The results show that the empirical historical approach not only enriches the treasures of Islamic scholarship, but also makes a real contribution in formulating Islamic responses to the challenges of modernity and contemporary social change.
Types of Innovation in Islamic Religious Education Learning Methods Mahrus
Mazidah: Journal Of Educational Research Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/mazidah.v2i1.26

Abstract

This study aims to identify and describe various types of innovative learning methods in Islamic Religious Education (IRE) in order to respond to contemporary challenges and the requirements of the Merdeka Curriculum. The research method used was a descriptive qualitative approach with a literature review, in which data was collected from scientific journals and relevant books, then analyzed using thematic and content analysis techniques. The results of the study show that innovation in IRE teaching methods is a necessity to shift the paradigm from passive teaching to active, student-centered learning facilitation. The conclusion of the study confirms that the integration of various methods, such as inductive, dialogue, circle (halaqah), history, and field trip methods, is very effective in improving religious literacy, critical thinking, and the internalization of Islamic values in an applicable manner. With the right combination of methods, PAI is expected to produce graduates who are intellectually competent as well as spiritually and morally strong in the midst of the complexities of the modern world.
An Islamic Education Based Habituation Model for Shaping Students’ Healthy Living Behavior Mahrus
TA`DIBUNA Vol 14 No 6 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i6.21793

Abstract

This study aims to describe the Islamic education based habituation model in shaping healthy living behavior at MI Unggulan Nuris Jember. The research was conducted from July to September 2025 using a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation involving five purposively selected key informants: the principal, Islamic education teacher, dormitory supervisor, and students. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through source and method triangulation. The findings show that the habituation model is implemented through four main pillars: teacher exemplification, routine activities, religious habituation, and value reinforcement through a reward–punishment system. Its distinctive practices include proper waste disposal, nutritious meals prepared by the boarding kitchen, the poskestren (Islamic health post), ro’an (cleanliness duty), and room cleanliness competitions. The model effectively nurtures students’ healthy living behavior naturally and sustainably through the internalization of Islamic values of iman (faith), amanah (responsibility), and thaharah (cleanliness).
Carl Rogers' Humanistic Approach in Character Education in Pesantren Wahyudi; Mahrus; Kurniyadi; Ummu Diana Munawwarah; Khoiruddin
Jurnal Pelita Raya Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Pelita Raya (JPR)
Publisher : Mahkota Science Publishers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65586/jpr.v1i1.10

Abstract

This study seeks to raise collective awareness that effective character education cannot be achieved solely through verbalistic and indoctrinative instilling of values. Still, it requires emotional involvement, psychological sensitivity, and authentic relationships between educators and students as idealised by Rogers. This study uses a library research-based qualitative approach that thoroughly examines the literature related to Carl Rogers' thinking, humanistic education theory, and various academic works discussing character education in Pesantren. The results clearly state that character education in Pesantren still faces challenges in providing space for personal experiences and critical reflection among students, despite its success in building a disciplined and strong community. Carl Rogers' humanistic approach is relevant as a constructive offer because it emphasises the importance of freedom, authentic experiences, and the conscious internalisation of values. If integrated reflectively without abandoning traditional roots, it can enrich the pesantren character education model and produce a generation of santri who are obedient but also adaptive, critical, and ready to become agents of social change.
Hubungan Kecenderungan Berpikir Kritis Dengan Hasil Belajar Biologi Peserta Didik Kelas X di SMAN 1 Kediri Kanita Eliza Putri; Jamaluddin; Mahrus; A. Wahab Jufri
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i2.15041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecenderungan berpikir kritis dengan hasil belajar biologi peserta didik kelas X . Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik Pengambilan sampel ini menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh sampel yaitu kelas X3 dan X4 dengan jumlah 66 peserta didik. Instrumen yang digunakan untuk kecenderungan berpikir kritis berupa angket yang dikembangkan berdasarkan indikator kecenderungan berpikir kritis menurut Putriningtyas dan hasil belajar biologi diperoleh dari dokumentasi nilai ujian semester 1 pada mata pelajaran biologi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi product moment pearson berbantu SPSS 24 for Windows. Berdasarkan uji hipotesis menunjukkan nilai korelasi sebesar 0.000 yang berarti lebih kecil dari 0.005, sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan antara kecenderungan berpikir kritis dengan hasil belajar biologi peserta didik kelas X SMAN 1 Kediri yang positif dan signifikan,dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0, 473 yang berarti hubungannya cukup kuat. Selain itu diperoleh hasil uji regresi menunjukkan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,224 yang menunjukkan bahwa kecenderungan berpikir kritis memberikan kontribusi sebesar 22,4% terhadap hasil belajar biologi.
Pendampingan Masyarakat Dalam Aplikasi Kompos Pada Budidaya Tanaman Tomat Ahmad Raksun; Mahrus; Lalu Japa; Lalu Zulkifli; Anindita Suliya Hangesti Mandra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 3 (2026): Juli-September 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i3.16258

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah berlangsung mulai Bulan April sampai dengan Agustus 2026. Mitra kegiatan adalah masyarakat tani Dusun Bunsambang Desa Sukarara Kabupaten Lombok tengah yang berprofesi sebagai petani dan peternak. Tujuan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi mitra tentang pemanfataan kotoran ternak sebagai bahan baku pembuatan kompos serta cara pengunaannya pada lahan pertanian tanaman tomat. Budidaya tanaman tomat dilakukan pada lahan dengan luas 100 m2. Tanaman tomat hanya dipupuk menggunkan kompos tanpa adanya penggunaan pupuk anorganik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode ceramah dan pendampingan. Hasil dari pelaksanaan pengabdian adalah mitra memiliki keterampilan tentang pemanfaatan sampah organik dalam pembuatan kompos serta cara pengaplikasiannya dalam budidaya tanaman tomat. Tanaman tomat yang dibudidayakan oleh mitra tumbuh dan berproduksi dengan baik. Masyarakat yang menjadi mitra kegiatan, terlibat secara aktif pada semua tahapan kegianatan, mulai dari kegitan sosialisasi sampai dengan panen tanaman tomat.