p-Index From 2021 - 2026
9.405
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Daya Saing : Jurnal Ilmu Manajemen MEDIAN Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Medika Malahayati Jurnal Maternitas Kebidanan Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) JURNAL KOULUTUS Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Journal of Midwifery Jurnal Kesehatan Tambusai Abdimas: Papua Journal Of Community Service SIMFISIS: Jurnal Kebidanan Indonesia Open Access Jakarta Journal of Health Sciences (OAJJHS) JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION JIDAN (JURNAL ILMIAH KEBIDANAN) Jurnal Penelitian Inovatif An Idea Health Journal AKM: Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju (JPMIM) COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Journal of Midwifery Sciences JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE Journal of Innovation Research and Knowledge Borneo Community Health Sevice Journal Global Journal Basic Education Sangkalemo SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Riset Ilmiah ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Stikes Pelita Ilmu Depok Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada KAMBIK : Journal of Mathematics Education Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi Aktsar: Jurnal Akuntansi Syariah
Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Red Betel Leaves and Turmeric and Tamarind on Flour Albus in Adolescent Girls Susanti, Ria; Ramadhan, Fenni Valianda Amelia; Hidayani, Hidayani
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v10i2.7655

Abstract

Keputihan atau flour albus merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri. Penanganan non-farmakologis menggunakan bahan herbal seperti daun sirih merah (Piper crocatum) dan kunyit asam telah banyak digunakan secara tradisional, namun bukti ilmiah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun sirih merah dan kunyit asam terhadap flour albus pada remaja putri. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dilaksanakan di TPMB S Kota Tangerang Selatan pada Juli 2025 dengan dua responden berusia 19–22 tahun yang mengalami keputihan fisiologis. Responden pertama diberikan intervensi berupa cebokan air rebusan daun sirih merah dua kali sehari, sedangkan responden kedua diberikan minuman kunyit asam dua kali sehari, keduanya selama 10 hari disertai konseling. Hasil menunjukkan bahwa kedua intervensi sama-sama efektif menurunkan gejala flour albus. Skor gejala pada responden pertama menurun dari 12 (sedang) menjadi 8 (ringan) dan 5 (normal), sedangkan pada responden kedua menurun dari 12 (sedang) menjadi 8 (ringan) dan 6 (normal). Perbandingan kedua intervensi menunjukkan efektivitas yang seimbang, meskipun rebusan daun sirih merah lebih cepat mengurangi keputihan. Temuan ini mendukung penggunaan daun sirih merah dan kunyit asam sebagai alternatif pengobatan non-farmakologis yang aman, efektif, dan mudah diakses untuk mengurangi flour albus pada remaja putri.
PERBANDINGAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN RENDAMAN KAKI TERHADAP KUALITAS TIDUR WANITA MENOPAUSE DI PUSKESMAS GUNTUR KABUPATEN GARUT TAHUN 2025 Marliana, Elma; Hidayani, Hidayani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wanita menopause sering mengalami gangguan tidur akibat penurunan hormon estrogen dan progesteron, yang berdampak pada kualitas hidup. Data Puskesmas Guntur tahun 2024 menunjukkan dari 215 wanita menopause, 87 mengalami kesulitan tidur karena kecemasan, 56 karena kebiasaan tidur larut malam, 30 karena sakit, dan 42 sering terbangun di malam hari. Terapi non-farmakologis, seperti relaksasi otot progresif dan rendaman kaki dengan air hangat, diyakini efektif meningkatkan kualitas tidur. Mengetahui perbandingan pengaruh terapi relaksasi otot progresif dan rendaman kaki terhadap kualitas tidur wanita menopause di Puskesmas Guntur Kabupaten Garut tahun 2025. Metode penelitian quasi-eksperimen dengan desain pre-test–post-test two group. Sampel sebanyak 42 wanita menopause dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 21 orang. Kriteria inklusi mencakup usia 45–60 tahun, mengalami gangguan tidur, dan bersedia mengikuti intervensi. Instrumen penelitian menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, paired t-test/Wilcoxon untuk uji dalam kelompok, dan independent t-test/Mann-Whitney untuk perbandingan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian terapi relaksasi otot progresif dan rendaman kaki masing-masing memberikan peningkatan kualitas tidur yang signifikan (p=0,000). Perbandingan antar kelompok menunjukkan relaksasi otot progresif lebih efektif meningkatkan kualitas tidur dibandingkan rendaman kaki (p=0,000). Kedua terapi terbukti efektif meningkatkan kualitas tidur wanita menopause, namun relaksasi otot progresif memberikan pengaruh yang lebih besar dibanding rendaman kaki. Penelitian ini mendukung penggunaan intervensi non-farmakologis sebagai alternatif aman untuk meningkatkan kualitas tidur pada wanita menopause.
PERBANDINGAN PENGARUH WOOLWICH MASSAGE DAN SAYUR KATUK TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS GUNTUR KABUPATEN GARUT TAHUN 2025 Yuliawati, Yuli; Hidayani, Hidayani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada enam bulan pertama kehidupan. Namun, produksi ASI yang rendah masih sering menjadi masalah pada ibu nifas, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Guntur Kabupaten Garut. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk meningkatkan produksi ASI adalah Woolwich massage dan konsumsi sayur katuk. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan pengaruh Woolwich massage dan sayur katuk terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan pre-test post-test two group design. Sampel berjumlah 38 ibu nifas dengan produksi ASI kurang, dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 19 responden Woolwich massage dan 19 responden sayur katuk. Intervensi dilakukan selama tujuh hari, kemudian produksi ASI diukur menggunakan alat pumping. Analisis data menggunakan uji paired t-test, Wilcoxon, serta independent t-test/Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI yang signifikan pada kedua kelompok. Rata-rata produksi ASI pada kelompok Woolwich massage meningkat dari 125,53 ml menjadi 780,53 ml (p=0,000), sedangkan pada kelompok sayur katuk meningkat dari 126,32 ml menjadi 755 ml (p=0,000). Hasil uji perbandingan menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kedua intervensi (p=0,000), dengan Woolwich massage lebih efektif dibandingkan sayur katuk dalam meningkatkan produksi ASI. Kesimpulan penelitian ini adalah Woolwich massage lebih berpengaruh dibandingkan konsumsi sayur katuk terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Disarankan agar ibu nifas rutin melakukan Woolwich massage pada minggu pertama pascapersalinan serta tetap mengonsumsi sayur katuk sebagai pendukung nutrisi, sementara bidan dapat memberikan edukasi dan pendampingan terkait teknik pijat ini sebagai upaya optimalisasi pemberian ASI eksklusif.
Relationship Between Knowledge And Size Of Muac With Anemia In Female Adolescents Syswianti, Desy Syswianti; Andhika, Andhika; Roslan, Dian; Hidayani, Hidayani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.13037

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami anemia. Anemia mempengaruhi 27% remaja putri di negara-negara miskin dan 6% remaja putri di negara-negara kaya, dan di Indonesia prevalensi anemia pada remaja umur 13-18 tahun sekitar 23%. Banyak faktor yang  berhubungan dengan kejadian anemia diantaranya adalah tingkat pengetahuan dan ukuran LILA.Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan ukuran LILA dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Dawungsari  Wilayah Kerja Puskesmas Cilawu Garut Tahun 2023.Metode:  Penelitian  menggunakan desain case control, di mana kelompok kasus adalah remaja putri yang mengalami anemia dan kelompok kontrol adalah remaja putri yang tidak anemia.  populasi penelitian adalah remaja putri di desa Dawungsari  Wilayah Kerja Puskesmas Cilawu Garut. Sampel  masing-masing sejumlah  50 responden untuk kelompok kasus dan kelompok kontrol yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling.  Pengumpulan data   menggunakan kuesioner untuk pengetahuan,   pita LILA untuk ukuran LILA, dan stik Hb untuk kejadian anemia.  Analisis data digunakan Chi square.Hasil: Ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Dawungsari  Wilayah Kerja Puskesmas Cilawu Garut Tahun 2023, dengan p-value sebesar  0,043 (p < 0,05). remaja putri dengan tingkat pengetahuan  yang rendah mempunyai peluang untuk mengalami anemia sebesar  2,496  kali lebih tinggi dibandingkan dengan remaja putri dengan tingkat pengetahuan yang tinggi. Ada hubungan ukuran LILA  dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Dawungsari  Wilayah Kerja Puskesmas Cilawu Garut Tahun 2023, dengan p-value sebesar 0,045 (p < 0,05).Remaja putri dengan ukurang LILA kategori kurang mempunyai peluang untuk mengalami anemia sebesar  2,447  kali lebih tinggi dibandingkan dengan remaja putri dengan ukuran LILA kategori normal..Kesimpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan dan ukuran LILA terhadap kejadian anemia pada remaja putri di Desa Dawungsari  Wilayah Kerja Puskesmas Cilawu Garut Tahun 2023.Saran: Puskesmas Cilawu Garut dapat melaksanakan promosi kesehatan tentang anemia terhadap remaja putri dengan bekerja sama dengan kader kesehatan di wilayahnya. Kata Kunci : Anemia, Pengetahuan, ukuran LILA ABSTRACT Background: Adolescent girls are a group at high risk of experiencing anemia. Anemia affects 27% of adolescent girls in poor countries and 6% of adolescent girls in rich countries, and in Indonesia the prevalence of anemia in adolescents aged 13-18 years is around 23%. Many factors are associated with anemia, including knowledge levels and mid-upper arm circumference (MUAC) size.Objective: To determine the relationship between knowledge levels and MUAC size with anemia among adolescent girls in Dawungsari Village, Cilawu Sub-district, Garut District, in the year 2023.Method: This study used a case-control design, where the case group consisted of adolescent girls with anemia and the control group consisted of adolescent girls without anemia. The study population included adolescent girls in Dawungsari Village within the working area of Cilawu Sub-district Health Center. A sample of 50 respondents was selected for each case and control group using purposive sampling. Data collection involved using a questionnaire for knowledge levels, MUAC tape for MUAC size, and Hb test strips for anemia. Data analysis was performed using the Chi-square test.Results: There is a relationship between knowledge levels with anemia among adolescent girls in Dawungsari Village, Cilawu Sub-district, Garut District, in the year 2023, with a p-value of 0.043 (p < 0.05). Adolescent girls with low knowledge levels have a 2.496 times higher chance of experiencing anemia compared to those with high knowledge levels. There is a relationship between MUAC size with anemia among adolescent girls in Dawungsari Village, Cilawu Sub-district, Garut District, in the year 2023, with a p-value of 0.045 (p < 0.05). Adolescent girls with insufficient MUAC size have a 2.447 times higher chance of experiencing anemia compared to those with normal MUAC size.Conclusions: There is a relationship between knowledge levels and MUAC size with anemia among adolescent girls in Dawungsari Village, Cilawu Sub-district, Garut District, in the year 2023.Suggestions: Cilawu Sub-district Health Center can carry out health promotion activities about anemia targeting female adolescents in collaboration with health volunteers in the area. Keywords: Anemia, Knowledge, MUAC  size,  
HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI, RIWAYAT ASI EKSKLUSIF DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS KARANGPAWITAN KABUPATEN GARUT TAHUN 2023 Setianingsih, Erni; Hidayani, Hidayani; Astuti, Retno Puji
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i1.2126

Abstract

Prevalensi angka stunting di Kabupaten Garut pada tahun 2021 sebesar 35%. Stunting menimbulkan dampak yang dapat berkurangnya mutu sumber daya manusia serta keproduktifannya. Faktor penyebab stunting diantaranya PHBS yang kurang tepat, pemberian ASI eksklusif dan riwayat penyakit infeksi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk penanggulangan kasus stunting dengan memenuhi intervensi gizi spesifik meliputi suplementasi gizi makro serta mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat penyakit infeksi, riwayat ASI eksklusif dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode deskrptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu balita umur 24 – 59 bulan. Sampel dalam penelitain sebanyak 96 orang berdasarkan perhitungan Lameshow dengan teknik sampel menggunakan accidental sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner yang telah di uji Validitas dan Reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Chy Square Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar balita yaitu sebanyak 58,3% tidak mengalami stunting, 72,9% tidak memiliki riwayat penyakit infeksi, 54,2% tidak memiliki riwayat ASI eksklusif, dan 52,1% sehat madya. Hasil analisis bivariat menunjukkan riwayat penyakit infeksi dengan p-value 0,030, riwayat ASI eksklusif dengan p-value 0,005 dan PHBS dengan p-value 0,000. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan riwayat penyakit infeksi, riwayat ASI eksklusif dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap kejadian stunting pada balita. Diharapkan ibu yang mempunyai balita supaya lebih aktif mengikuti kegiatan posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita sehingga dapat melakukan pencegahan stunting.
PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI DI SEKOLAH PAUD TAAM AL-WILDAN GUNUNG PUTRI KABUPATEN BOGOR TAHUN 2023 Mulianingrum, Lili Ayu; Astuti, Retno Puji; Hidayani, Hidayani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26679

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh terapi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus pada anak prasekolah usia 3-5 tahun di PAUD Taam Al-Wildan Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan desain Pretest-Posttest with Control Group Design untuk menguji efek terapi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini. Kelompok eksperimen dan kontrol dipilih secara acak dari populasi yang homogen, yaitu anak-anak usia 3-5 tahun di sekolah PAUD Al-Wildan. Perlakuan berupa terapi bermain puzzle diberikan kepada kelompok eksperimen, sementara kelompok kontrol tidak mendapat perlakuanDari hasil penelitian ini, terlihat bahwa pada kelompok kontrol, setelah dilakukan post-test, hanya 5% dari responden memiliki KPSP yang sesuai, 65% meragukan, dan 30% mengalami penyimpangan. Sedangkan pada pre-test kelompok kontrol, hanya 5% responden memiliki KPSP yang sesuai, 40% meragukan, dan 55% mengalami penyimpangan. Di sisi lain, pada kelompok eksperimen, pre-test menunjukkan bahwa 35% responden memiliki KPSP yang sesuai, 50% meragukan, dan 15% mengalami penyimpangan. Sedangkan pada post-test kelompok eksperimen, 40% responden meragukan, dan 60% mengalami penyimpangan. Analisis menggunakan uji Independent Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 dengan taraf signifikansi 0,05. Dengan nilai signifikansi yang kurang dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa terapi bermain puzzle memiliki pengaruh signifikan atau terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia dini di Sekolah PAUD Taam Al-Wildan Gunung Putri Kabupaten Bogor Tahun 2023.
HUBUNGAN PERAWATAN PAYUDARA, KADAR HAEMOGLOBIN DAN GIZI IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU NIFAS (7-28 HARI) DI WILAYAH BOGOR SELATAN TAHUN 2023 Adam, Yenny Irawati; Hanifa, Fanni; Hidayani, Hidayani; Mahodim, Maria; Suhaeni, Heni; Yani, Euis; Sundari, Helena; Payawati, Tri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27608

Abstract

Nutrisi terpenting yang diperoleh pertama kali saat bayi lahir adalah ASI. Penyebab tidak tercapainya pemberian ASI disebabkan karena adanya masalah dalam menyusui yang contohnya ibu mengalami bendungan ASI sehingga dapatenghambat pengeluaran ASI. Perawatan payudara, kadar haemoglobin dan status gizi ibu hamil trimester III merupakan faktor yang mempengaruhi pengeluaran ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perawatan payudara, kadar haemoglobin dan gizi ibu hamil trimester III terhadap pengeluaran ASI pada ibu nifas (7-28 hari) di wilayah Bogor Selatan Tahun 2023. Penelitian ini dilakukan dengan  menggunakan metode deskriptif analitik. Populasinya adalah semua ibu nifas (7-28 hari), teknik yang digunakan adalah accidental sampling, sampel sebanyak 72 responden. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis univariat 83,3% adanya pengeluaran ASI, 79,2% melakukan perawatan payudara, 62,5% tidak anemia dan 54,2% status gizi normal. Analisis bivariat diperoleh hasil perawatan payudara p value 0,002 (OR 3,571), kadar haemoglobin p value 0,007 (OR 2,192) dan gizi ibu hamil trimester III p value 0,046 (OR 2,116). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan perawatan payudara, kadar haemoglobin dan gizi ibu hamil trimester III terhadap pengeluaran ASI pada ibu nifas (7-28 hari) di wilayah Bogor Selatan Tahun 2023.
Hubungan Pengetahuan, Dukungan Suami Dan Motivasi Ibu Terhadap Pemberian Imunisasi IPV Di Wilayah Puskesmas Citeras Kabupaten Garut Tahun 2023 Fitriani, Nita Qonitah; Hidayani, Hidayani; Hodijah, Siti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9760

Abstract

Capaian Imunisasi IPV tingkat nasional tahun 2022 adalah 45.8%. Menurut data Program Imunisasi Puskesmas Citeras capaian imunisasi IPV di Wilayah Kerja Puskesmas Citeras masih rendah dibawah dari capaian nasional yaitu sebesar 6.9%. Bayi yang tidak di Imunisasi polio rentan terserang Virus Polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Tujuan dari penelitian ini guna mengetahui mengetahui hubungan pengetahuan, dukungan suami dan motivasi ibu terhadap pemberian imunisasi IPV. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang ibu yang memiliki bayi usia 4-11 bulan sebanyak 83, besar sampel dihitung dengan rumus Slovin dan didapatkan jumlah sampel sebesar 68 orang, tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisa data yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square test untuk melihat hubungan terhadap 2 variabel yang diduga berhubungan. Sebagian besar responden yaitu sebanyak 63,2% tidak memberikan imunisasi IPV, 58,8% memiliki pengetahuan kurang baik, 55,9%  memiliki motivasi kurang baik dan 51,5% kurang mendapatkan dukungan suami. Hasil analisis bivariat menunjukkan pengetahuan p-value 0,00o, motivasi p-value 0,006 dan dukungan suami p-value 0,006. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, motivasi dan dukungan suami terhadap kelengkapan imunisasi IPV. Diharapkan puskesmas dapat meningkatkan pemberian pendidikan kesehatan tentang imunisasi dasar bagi anak termasuk pemberian imunisasi IPV melalui kegiatan program kelas ibu hamil, kelas ibu balita, maupun penyuluhan di posyandu agar masyarakat bertambah pengetahuannya tentang imunisasi dasar lengkap.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lemon Oil Dengan Aromaterapi Lavender Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Nurwiyani, Nurwiyani; Hidayani, Hidayani; Hanifa, Fanni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10146

Abstract

Emesis Gravidarum adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan post test only design. Subjek penelitian adalah ibu hamil Trimester I  di BPM N. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian aromaterapi lemon oil dengan aromaterapi lavender terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di BPM S tahun 2023. Meode studi kasus ini dengan secara sederhana diartikan sebagai proses penyelidikan atau pemeriksaan secara mendalam, terperinci dan detail pada suatu peristiwa tertentu atau khusus yang terjadi dengan sampel 2 orang yang dilakukan selama 7 hari. Hasil penelitian ini adalah ada penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lemon. Ada penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil sebelum dan  sesudah pemberian Aromaterapi Lavender. Jadi kesimpulannya Ada pengaruh pemberian aromaterapi lemon oil dengan aromaterapi lavender terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di BPM N tahun 2023. Dalam pengurangan emesis gravidarum yang paling efektif adalah pemberian aromaterapi lavender. Saran bagi bidan dalam pemberian pelayanan kepada ibu hamil khususnya pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum dan diharapkan dapat menjalankan intervensi kepada pasien berdasarkan penemuan terbaru.
Efektivitas Pijat Oksitosin Dan Braest Care Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Di PMB Bidan Depi Alqorni Tahun 2024 Damayanti, Irma; Putri, Magdalena Tri; Hidayani, Hidayani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10864

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi 0-6 bulan tanpa pemberian tambahan cairan lain. Dampak bayi yang tidak diberikan ASI ekslusif secara penuh sampai pada usia 6 bulan pertama kehidupan memilki resiko diare akut. Upaya untuk memperlancar ASI agar produksi asi pada ibu menyusui terdapat banyak cara yaitu salah satunya pijat oksitosin dan breast care. Untuk mengetahui efektivitas pijat oksitosin dan breast care pada ibu post partum di PMB Bidan Depi Alqorni tahun 2024 . Metode yang digunakan adalah menggunakan studi kualitatif dengan pendekatan eksperimen yang dilakukan secara langsung. Study Case Literatur Review ini dilakukan secara langsung kepada 2 Ibu Post partum. Ibu Post Partum tersebut dibagi menjadi 2 yaitu: Ibu Post Partum A diberikan Pijat Oksitosin dilakukan 2 kali/hari dengan durasi ±15 menit selama 7 hari disarankan sebelum menyusi atau memerah ASI dan Ibu Post Partum B diberikan Breashcare dilakukan 2kali/hari dengan durasi ± 15 menit selama 7 hari. Kedua ibu post partum tersebut akan diberikan intervensi dan dilakukan evaluasi produksi asi pada hari ke 3 dan ke 7 menggunakan lembar observasi. Penelitian ini membuktikan adanya perbedaan antara Pijat Oksitosin dan Breast Care, Ibu yang diberikan intervensi pijat oksitosin pada kunjungan pertama nifas hari ke 2 produksi ASI dilihat dari volume hasil pumping sebanyak 20ml, pada kunjungan ke 2 nifas hari ke 5 sebnyak 65ml, pada kunjungan ke 3 nifas hari ke 8 sebanyak 130ml. Sedangkan pada ibu yang diberikan intervensi Breast Care pada kunjungan 1 nifas hari ke 2 produksi ASI yang di ukur dari volume ASI hasil dari pumping sebanyak 15ml, pada kunjungan ke 2 nifas hari ke 5 sebanyak 50ml, pada kunjungan ke 3 nifas hai ke 8 100ml. Selisih kenaikan volume ASI antara Pijat Oksitosin dan Breast Care jika total yaitu 30ml. Pijat oksitosin lebih efektif terhadap produksi ASI dibandingkan dengan Breast Care
Co-Authors Adam, Yenny Irawati Afifah, Andi Ageng Septa Rini Agus Santi Br. Ginting Ahmad, Rizky Ekawaty Al Buchori, Fatryan Ibra Alamsyah, Arif Alindi, Riega Allaudza’i, Hanif Andhika Andhika, Andhika Ane Lisdayani Anggraeni, Milka Anwar, Zakiyah Apriliani, Feni Iltari Apriliani, Rika Apriyani, Rani Ardani Ardani Ariyanti, Novi Arjuna, Elga Aryani, Habsyah Fitri Asih, Fitri Nur Asnidar Asnidar asrianti, Fira Asrianti Astuti, Retno Puji Baldi Anggara Bayu, Retno Budiarti, Marlinda I.E Candrawati, Elly Chiaradeuis, Azaria Alifah darmi, salfia DESI NATALIA, DESI Dewi, Meinasari Kurnia Diana, Alyca Alvia Dwi Haryani Edy Haryono EKA KURNIAWATI, EKA Eka Mahendar, Faisal Emalia Susilawati Ernawati Ernawati Erni Aquaristin Eva Puspawidari Evi Nuryanti Fadilla, Halida Faida Musa’ad Fani Hanifah Fanni Hanifa Fauzia Bhayunirza Riyandhini Munggaran Putri Fitri, Erin Laelatul Fitriani, Nita Qonitah Fujiawati, Rosy Gafur, Muzna Gaidha K Pangestu Gaidha Khusnul Pangestu Ghaida K Pangestu Ginting, Agus Santi br Gunawan, Muhammad Aldi Gusniawati, Laras Hairun Nisa Hanifa, Fanni Hanifah, Fanni Hargiani, Fransisca Xaveria Harti, Gina Febriani Sugih hasanah, Noor Hayatullah, Madinah Munawaroh Heni Nurhaeni Herlina Herlina Heti Nubila Hilin, Hilin Hululudin, Hululudin Hutabarat, Togu Laura S. Ikhwana, Fariha Irfan Maulana, Irfan Irma Damayanti Izza, Lina Nurul Jayatmi, Irma Juliani, Weni Karubuy, Milka Anggreni Kurniadewi, Meinasari Kusnadi, Siti Farah Nisa Layn, Muhammad Ruslan Leza Fidyah Restiana Lia Hermawati Lia Novitasari Lilis Handayani Lina Nurul Izza Linda Permatasari Lisca, Shinta Mona Lisdayani, Ane Lita Ayudha Ningsih Logayah, Ima Siti Lusi Ginanjar Rahayu Madinah Munawaroh Magdalena Tri Putri Mahduroh, Mahduroh Mahendra, Faisal Eka Mahodim, Maria Maipauw, Nini Jeni Mardiani, Risti Mariadi, Yusta Tiya Marliana, Elma Marlinda Indah Eka Budiarti, Marlinda Indah Eka Maryam Syarah Mardiyah Mayanti, Rini Rinda Meliawati, Resti Melibela, Helena Kateri Muhammad Aras Prabowo Mukti, Tati Sri Mulianingrum, Lili Ayu Mustikawati, Deswy najmi hayati, najmi Nency, Aprilya Neneng Nurhayati Nisa, Khoerun Noor Hasanah Noviana, Rieke noviyani, ernita prima nuraeni, lia Nurhaeti, Eti Nurhayati, Tuti NUROHIMA, EMA Nurwiyani, Nurwiyani Payawati, Tri Pitriani, Epilis pradyas, Erni Pradyas Tiwi Purnamasari, Asri Desrina Puspita, Sherly Shanta Putri, Magdalena Tri Qomaruddin, Mohammad Tamam Rahayu, Lusi Ginanjar Rahmat Rahmat rahmawati, Eli Rahmawati Ramadhan, Fenni Valianda Amelia Rasdanelis Rasdanelis Ratna Wulandari Ria Susanti Ristawani Simamora Purba, Rina Rohaeni, Erni Roslan, Dian Rukendar, Shinta Kandayani Rusani, Irna Rusniawati, Ina S, Sri Mulyani Dewi Safari, Sari Zahrawani Sangadji, Ismail Munadi Saniawati, Saniawati Saparina, Santi Sari, Agustina Setianingsih, Erni Setiyono, Taufiq Andre Setiyono Sidabalok, Lasmaria Sijabat, Jenro Sira'a, Yulianti Siti Hodijah Soleha, Almar Atu Solihati, Yanti Sugama, Alviansyah Sugesti, Retno Sugihermiani, Neni Suhadah, Adah Suhaemi Suhaemi, Suhaemi Suhaeni, Heni Suhartini, Dian Sumanti, Nurwita Trisna Sundari Sundari Sundari, Helena Supriadi Supriadi Supriadi Supriyadi Supriyadi Susilawati, Emalia Syahputra, Eko Syaripah, Pipih Syswianti, Desy Tiany Kusnawaty Trisnaningsih Trisnaningsih Triyana, Novi Umam, Fuadul UMMAH, ROCHMATUL Wahyuni, Fuzi Fauziah widianti, Elsa Widianti Widiarti, Asri Widiastuti, Intan Widiyanti, Tri Yani, Euis Yolandia, Rita Ayu Yuliawati, Yuli Yulihah, Yulihah Yuniarti, Malis