p-Index From 2021 - 2026
9.536
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Daya Saing : Jurnal Ilmu Manajemen MEDIAN AKTSAR: Jurnal Akuntansi Syariah Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Medika Malahayati Jurnal Maternitas Kebidanan Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) JURNAL KOULUTUS Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Journal of Midwifery Jurnal Kesehatan Tambusai Abdimas: Papua Journal Of Community Service SIMFISIS: Jurnal Kebidanan Indonesia Open Access Jakarta Journal of Health Sciences (OAJJHS) JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION JIDAN (JURNAL ILMIAH KEBIDANAN) An Idea Health Journal AKM: Aksi Kepada Masyarakat Al Ma mun Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju (JPMIM) COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Journal of Midwifery Sciences JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE Journal of Innovation Research and Knowledge Borneo Community Health Sevice Journal Global Journal Basic Education Sangkalemo SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports JOURNAL OF Mother and Child Health Concerns GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Riset Ilmiah ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Stikes Pelita Ilmu Depok Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada NMI THE JOURNAL OF Nursing Management Issues KAMBIK : Journal of Mathematics Education
Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PENGARUH KONSUMSI BUAH PISANG AMBON DAN JUS BUAH TOMAT TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA WANITA PRA NIKAH DI UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP SUKANAGARA TAHUN 2025 Nuryanti, Evi; Hidayani, Hidayani; Lina Nurul Izza
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data yang ada di UPTD Puskesmas Rawat Inap Sukanagara pada tahun 2022 terdapat 55% wanita pranikah yang mengalami anemia ringan salah satu guna menanggulangi masalah anemia ringan tersebut yaitu dengan mengkonsumsi 2 buah pisang ambon selama 15 hari sealain itu cara lainnya yaitu dengan mengkonsusmsi jus buah Tomat 2 buah setiap hari selama 15 hari. Tujuan: Mengkaji pengaruh konsumsi buah pisang ambon dan jus Tomat terhadap peningkatan kadar hemoglobin wanita pranikah di UPTD Puskesmas Rawat Inap Sukanagara Tahun 2025. Metodologi: Penelitian ini menggunakan strategi penelitian kualitaltif dengan studi kasus dimana penelitian ini memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus. Hasil penelitian ini yaitu ibu dengan pemberian buah pisang ambon selama 14 hari kadar Hb ibu dari 10,3g/dL menjadi 12g/dL sementara ibu yang diberikan intervensi jus tomat selama14 hari kadar Hb ibu dari 10,2g/dL menjadi 12,3g/dL. Kesimpulan pada penlitian ini bahwa pemberian jus tomat ini lebih efektif dalam menaikan kadar HB pada wanita pra nikah.
Kajian Kajian Sistem Budidaya Pertanian Pada Lahan Pesisir Pulau Raam Distrik Sorong Kepulauan: - Gafur, Muzna; Maipauw, Nini Jeni; Hidayani, Hidayani; Sangadji, Ismail Munadi
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v17i2.3614

Abstract

Raam Island, located in the Sorong Islands District, is a coastal area with quite high natural resource potential, but faces various challenges in developing the agricultural sector. This study aims to analyze the agricultural cultivation system implemented by the community in the coastal areas of Raam Island, with a focus on the physical condition of the land, existing cultivation practices, constraints faced by farmers, and opportunities for development based on local technology and innovation. The methods used include field observation, interviews with farmers, SWOT analysis and related literature studies. The results of the study showed that 53.3% of the people of Raam Island did not understand the techniques of cultivating crops on sandy land, 30.0% understood and 16.7% were unsure. The mentoring program for cultivating crops on sandy land for the people of Raam Island is still low, namely 83% agreed that mentoring is necessary, and the remaining 17% were still unsure. The cultivation system applied is still simple with a mixed cropping pattern using plants that are relatively tolerant to marginal land conditions such as cassava (Manihot esculenta), sweet potato (Ipomoea batatas), Gedi (Abelmoschus manihot), areca nut (Areca catechu) and banana (Musa parasisiaca). The crop cultivation system is still a yard system. Limited fresh water, high salinity, and low soil fertility are the main obstacles in agricultural cultivation in this region. On the other hand, the existence of biodiversity and local knowledge are potentials that can be optimized. The results of the SWOT analysis show an IFAS score of 3, and an EFAS score of 3.25, which is included in the high category for the development and management of agrotourism-based land resources on Raam Island
Hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil, promosi susu formula, dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif Mandala, Lina Apriyani; Dewi, Meinasari Kurnia; Hidayani, Hidayani
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 1 No. 1 (2023): Edition December 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v1i1.279

Abstract

Background: Based on data obtained from the Cikedal Community Health Center in Pandeglang Regency, over the past three years, the coverage of exclusive breastfeeding for infants has continued to decline and is far from the government's target of 80% of infants receiving exclusive breastfeeding. In 2019, exclusive breastfeeding coverage reached only 74.65%, in 2020 it decreased to 73.26%, and in 2021 it continued to decline to 66.9%. Purpose: To determine the relationship between participation in prenatal classes, formula milk promotion, and husband's support for exclusive breastfeeding. Method: This study used a descriptive analytical design with a cross-sectional approach. The sample size was 75 respondents. Results: This study showed that of the 75 respondents, 69 (92.0%) attended prenatal classes, 71 (94.7%) participated in formula milk promotion, and 55 (73.3%) received husband's support. There was a relationship between prenatal class participation and husband's support for exclusive breastfeeding, with a statistical test showing a p-value <0.05. However, there was no relationship between formula milk promotion and exclusive breastfeeding, with a p-value of 0.572 > α (0.05). Conclusion: There was a relationship between prenatal class participation and husband's support for exclusive breastfeeding, while formula milk promotion had no significant relationship with exclusive breastfeeding, with a p-value of 0.572. Suggestion: Community health centers can increase promotion and education about exclusive breastfeeding to improve its implementation. For respondents, the results of this study are expected to provide new information regarding the relationship between prenatal class participation, formula milk promotion, and husband's support for exclusive breastfeeding.   Keywords: Exclusive Breastfeeding; Husband's Support; Participation of Pregnant Women; Promotion of Formula Milk.   Pendahuluan: Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Cikedal Kabupaten Pandeglang, bahwa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi terus menurun dan sangat jauh dari target yang diharapkan oleh pemerintah yakni 80% bayi harus mendapat ASI Eksklusif. Tahun 2019 cakupan ASI eksklusif hanya mencapai 74.65%, tahun 2020 cakupan menurun menjadi 73.26%, dan tahun 2021 terus menurun menjadi 66.9%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil, promosi susu formula, dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif. Metode: Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 75 responden. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 75 responden yang ikut keikutsertaan kelas ibu hamil sebanyak 69 orang (92.0%). Ada promosi susu formula sebanyak 71 orang (94.7%), mendapat dukungan suami sebanyak 55 orang (73.3%). Terdapat hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif dengan uji statistik diperoleh p-value <0.05. Namun, tidak ada hubungan promosi susu formula dengan pemberian ASI eksklusif dengan p-value (0.572) > α (0.05). Simpulan: Terdapat hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif, sedangkan promosi susu formula tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap pemberian ASI eksklusif dengan perolehan p-value  sebesar 0.572. Saran: Pihak puskesmas dapat meningkatkan promosi dan edukasi tentang pemberian ASI eksklusif agar dalam pelaksanaannya bisa lebih baik. Bagi Responden hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi baru kepada responden tentang hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil, promosi susu formula dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif.   Kata Kunci: Dukungan Suami; Keikutsertaan Ibu Hamil; Pemberian ASI Eksklusif; Promosi Susu Formula.
Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Melalui Pemberian Susu Almond Dan Susu Kedelai Di Wilayah Kerja Puskesmas Pagelaran Tahun 2024 Haryani, Dwi; Hidayani, Hidayani
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v4i2.1056

Abstract

Menyusui pada seribu hari pertama kehidupan bayi sering kali tidak optimal. Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan menyusui meliputi kendala teknis dalam proses menyusui, produksi ASI yang kurang, serta masalah kesehatan yang dialami oleh ibu dan bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh intervensi susu almond dan susu kedelai terhadap kelancaran ASI terhadap ibu menyusui Puskesmas Pagelaran Tahun 2024 Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada ibu-ibu menyusui postpartum yang mengalami produksi ASI rendah. Sebanyak dua sampel terlibat dalam penelitian ini; satu sampel menerima intervensi dengan susu kedelai, sementara yang lain dengan susu almond. Penelitian berlangsung Puskesmas Pagelaran pada Maret 2024. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan asuhan kebidanan dan mengevaluasi efektivitas susu kedelai dan almond terhadap produksi ASI ibu menyusui di Puskesmas Pagelaran tahun 2024. Hasil penelitian diketahui adanya peningkatan produksi ASI setelah diberikan intervensi susu almond dan susu kedelai pada dua ibu menyusui postpartum di wilayah kerja Puskesma Pagelaran Tahun 2024. Observasi menunjukkan bahwa susu kedelai memiliki dampak yang lebih signifikan terhadap produksi ASI ibu menyusui postpartum.
The Effectiveness of Green Bean and Spinach Juice in Increasing Breast Milk Production in Postpartum Mothers at PMB Sumiati, East Belitung 2025 Alindi, Riega; Munawaroh, Madinah; Hidayani, Hidayani
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v10i2.7457

Abstract

Produksi air susu ibu (ASI) merupakan proses fisiologis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk nutrisi ibu menyusui. Rendahnya produksi ASI pada ibu nifas masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai dan berdampak pada keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sari kacang hijau dan sayur bayam dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan dua partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Masing-masing partisipan menerima intervensi berupa konsumsi sari kacang hijau dan sayur bayam selama sembilan hari. Pengukuran volume ASI dilakukan dengan gelas ukur setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan produksi ASI secara signifikan pada kedua intervensi. Volume ASI meningkat dari 20 ml menjadi 130 ml pada partisipan yang mengonsumsi sari kacang hijau, dan dari 20 ml menjadi 150 ml pada partisipan yang mengonsumsi sayur bayam. Perbedaan hasil ini menunjukkan bahwa keduanya efektif dalam meningkatkan produksi ASI, namun konsumsi sayur bayam memberikan hasil yang lebih tinggi. Kesimpulannya, sari kacang hijau dan sayur bayam dapat dijadikan alternatif terapi nutrisi komplementer dalam upaya peningkatan produksi ASI pada ibu nifas.
The Effect of Red Betel Leaves and Turmeric and Tamarind on Flour Albus in Adolescent Girls Susanti, Ria; Ramadhan, Fenni Valianda Amelia; Hidayani, Hidayani
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v10i2.7655

Abstract

Keputihan atau flour albus merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri. Penanganan non-farmakologis menggunakan bahan herbal seperti daun sirih merah (Piper crocatum) dan kunyit asam telah banyak digunakan secara tradisional, namun bukti ilmiah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun sirih merah dan kunyit asam terhadap flour albus pada remaja putri. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dilaksanakan di TPMB S Kota Tangerang Selatan pada Juli 2025 dengan dua responden berusia 19–22 tahun yang mengalami keputihan fisiologis. Responden pertama diberikan intervensi berupa cebokan air rebusan daun sirih merah dua kali sehari, sedangkan responden kedua diberikan minuman kunyit asam dua kali sehari, keduanya selama 10 hari disertai konseling. Hasil menunjukkan bahwa kedua intervensi sama-sama efektif menurunkan gejala flour albus. Skor gejala pada responden pertama menurun dari 12 (sedang) menjadi 8 (ringan) dan 5 (normal), sedangkan pada responden kedua menurun dari 12 (sedang) menjadi 8 (ringan) dan 6 (normal). Perbandingan kedua intervensi menunjukkan efektivitas yang seimbang, meskipun rebusan daun sirih merah lebih cepat mengurangi keputihan. Temuan ini mendukung penggunaan daun sirih merah dan kunyit asam sebagai alternatif pengobatan non-farmakologis yang aman, efektif, dan mudah diakses untuk mengurangi flour albus pada remaja putri.
PERBANDINGAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN RENDAMAN KAKI TERHADAP KUALITAS TIDUR WANITA MENOPAUSE DI PUSKESMAS GUNTUR KABUPATEN GARUT TAHUN 2025 Marliana, Elma; Hidayani, Hidayani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wanita menopause sering mengalami gangguan tidur akibat penurunan hormon estrogen dan progesteron, yang berdampak pada kualitas hidup. Data Puskesmas Guntur tahun 2024 menunjukkan dari 215 wanita menopause, 87 mengalami kesulitan tidur karena kecemasan, 56 karena kebiasaan tidur larut malam, 30 karena sakit, dan 42 sering terbangun di malam hari. Terapi non-farmakologis, seperti relaksasi otot progresif dan rendaman kaki dengan air hangat, diyakini efektif meningkatkan kualitas tidur. Mengetahui perbandingan pengaruh terapi relaksasi otot progresif dan rendaman kaki terhadap kualitas tidur wanita menopause di Puskesmas Guntur Kabupaten Garut tahun 2025. Metode penelitian quasi-eksperimen dengan desain pre-test–post-test two group. Sampel sebanyak 42 wanita menopause dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 21 orang. Kriteria inklusi mencakup usia 45–60 tahun, mengalami gangguan tidur, dan bersedia mengikuti intervensi. Instrumen penelitian menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, paired t-test/Wilcoxon untuk uji dalam kelompok, dan independent t-test/Mann-Whitney untuk perbandingan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian terapi relaksasi otot progresif dan rendaman kaki masing-masing memberikan peningkatan kualitas tidur yang signifikan (p=0,000). Perbandingan antar kelompok menunjukkan relaksasi otot progresif lebih efektif meningkatkan kualitas tidur dibandingkan rendaman kaki (p=0,000). Kedua terapi terbukti efektif meningkatkan kualitas tidur wanita menopause, namun relaksasi otot progresif memberikan pengaruh yang lebih besar dibanding rendaman kaki. Penelitian ini mendukung penggunaan intervensi non-farmakologis sebagai alternatif aman untuk meningkatkan kualitas tidur pada wanita menopause.
PERBANDINGAN PENGARUH WOOLWICH MASSAGE DAN SAYUR KATUK TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS GUNTUR KABUPATEN GARUT TAHUN 2025 Yuliawati, Yuli; Hidayani, Hidayani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada enam bulan pertama kehidupan. Namun, produksi ASI yang rendah masih sering menjadi masalah pada ibu nifas, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Guntur Kabupaten Garut. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk meningkatkan produksi ASI adalah Woolwich massage dan konsumsi sayur katuk. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan pengaruh Woolwich massage dan sayur katuk terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan pre-test post-test two group design. Sampel berjumlah 38 ibu nifas dengan produksi ASI kurang, dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 19 responden Woolwich massage dan 19 responden sayur katuk. Intervensi dilakukan selama tujuh hari, kemudian produksi ASI diukur menggunakan alat pumping. Analisis data menggunakan uji paired t-test, Wilcoxon, serta independent t-test/Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI yang signifikan pada kedua kelompok. Rata-rata produksi ASI pada kelompok Woolwich massage meningkat dari 125,53 ml menjadi 780,53 ml (p=0,000), sedangkan pada kelompok sayur katuk meningkat dari 126,32 ml menjadi 755 ml (p=0,000). Hasil uji perbandingan menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kedua intervensi (p=0,000), dengan Woolwich massage lebih efektif dibandingkan sayur katuk dalam meningkatkan produksi ASI. Kesimpulan penelitian ini adalah Woolwich massage lebih berpengaruh dibandingkan konsumsi sayur katuk terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Disarankan agar ibu nifas rutin melakukan Woolwich massage pada minggu pertama pascapersalinan serta tetap mengonsumsi sayur katuk sebagai pendukung nutrisi, sementara bidan dapat memberikan edukasi dan pendampingan terkait teknik pijat ini sebagai upaya optimalisasi pemberian ASI eksklusif.
Relationship Between Knowledge And Size Of Muac With Anemia In Female Adolescents Syswianti, Desy Syswianti; Andhika, Andhika; Roslan, Dian; Hidayani, Hidayani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.13037

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami anemia. Anemia mempengaruhi 27% remaja putri di negara-negara miskin dan 6% remaja putri di negara-negara kaya, dan di Indonesia prevalensi anemia pada remaja umur 13-18 tahun sekitar 23%. Banyak faktor yang  berhubungan dengan kejadian anemia diantaranya adalah tingkat pengetahuan dan ukuran LILA.Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan ukuran LILA dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Dawungsari  Wilayah Kerja Puskesmas Cilawu Garut Tahun 2023.Metode:  Penelitian  menggunakan desain case control, di mana kelompok kasus adalah remaja putri yang mengalami anemia dan kelompok kontrol adalah remaja putri yang tidak anemia.  populasi penelitian adalah remaja putri di desa Dawungsari  Wilayah Kerja Puskesmas Cilawu Garut. Sampel  masing-masing sejumlah  50 responden untuk kelompok kasus dan kelompok kontrol yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling.  Pengumpulan data   menggunakan kuesioner untuk pengetahuan,   pita LILA untuk ukuran LILA, dan stik Hb untuk kejadian anemia.  Analisis data digunakan Chi square.Hasil: Ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Dawungsari  Wilayah Kerja Puskesmas Cilawu Garut Tahun 2023, dengan p-value sebesar  0,043 (p < 0,05). remaja putri dengan tingkat pengetahuan  yang rendah mempunyai peluang untuk mengalami anemia sebesar  2,496  kali lebih tinggi dibandingkan dengan remaja putri dengan tingkat pengetahuan yang tinggi. Ada hubungan ukuran LILA  dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Dawungsari  Wilayah Kerja Puskesmas Cilawu Garut Tahun 2023, dengan p-value sebesar 0,045 (p < 0,05).Remaja putri dengan ukurang LILA kategori kurang mempunyai peluang untuk mengalami anemia sebesar  2,447  kali lebih tinggi dibandingkan dengan remaja putri dengan ukuran LILA kategori normal..Kesimpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan dan ukuran LILA terhadap kejadian anemia pada remaja putri di Desa Dawungsari  Wilayah Kerja Puskesmas Cilawu Garut Tahun 2023.Saran: Puskesmas Cilawu Garut dapat melaksanakan promosi kesehatan tentang anemia terhadap remaja putri dengan bekerja sama dengan kader kesehatan di wilayahnya. Kata Kunci : Anemia, Pengetahuan, ukuran LILA ABSTRACT Background: Adolescent girls are a group at high risk of experiencing anemia. Anemia affects 27% of adolescent girls in poor countries and 6% of adolescent girls in rich countries, and in Indonesia the prevalence of anemia in adolescents aged 13-18 years is around 23%. Many factors are associated with anemia, including knowledge levels and mid-upper arm circumference (MUAC) size.Objective: To determine the relationship between knowledge levels and MUAC size with anemia among adolescent girls in Dawungsari Village, Cilawu Sub-district, Garut District, in the year 2023.Method: This study used a case-control design, where the case group consisted of adolescent girls with anemia and the control group consisted of adolescent girls without anemia. The study population included adolescent girls in Dawungsari Village within the working area of Cilawu Sub-district Health Center. A sample of 50 respondents was selected for each case and control group using purposive sampling. Data collection involved using a questionnaire for knowledge levels, MUAC tape for MUAC size, and Hb test strips for anemia. Data analysis was performed using the Chi-square test.Results: There is a relationship between knowledge levels with anemia among adolescent girls in Dawungsari Village, Cilawu Sub-district, Garut District, in the year 2023, with a p-value of 0.043 (p < 0.05). Adolescent girls with low knowledge levels have a 2.496 times higher chance of experiencing anemia compared to those with high knowledge levels. There is a relationship between MUAC size with anemia among adolescent girls in Dawungsari Village, Cilawu Sub-district, Garut District, in the year 2023, with a p-value of 0.045 (p < 0.05). Adolescent girls with insufficient MUAC size have a 2.447 times higher chance of experiencing anemia compared to those with normal MUAC size.Conclusions: There is a relationship between knowledge levels and MUAC size with anemia among adolescent girls in Dawungsari Village, Cilawu Sub-district, Garut District, in the year 2023.Suggestions: Cilawu Sub-district Health Center can carry out health promotion activities about anemia targeting female adolescents in collaboration with health volunteers in the area. Keywords: Anemia, Knowledge, MUAC  size,  
HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI, RIWAYAT ASI EKSKLUSIF DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS KARANGPAWITAN KABUPATEN GARUT TAHUN 2023 Setianingsih, Erni; Hidayani, Hidayani; Astuti, Retno Puji
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i1.2126

Abstract

Prevalensi angka stunting di Kabupaten Garut pada tahun 2021 sebesar 35%. Stunting menimbulkan dampak yang dapat berkurangnya mutu sumber daya manusia serta keproduktifannya. Faktor penyebab stunting diantaranya PHBS yang kurang tepat, pemberian ASI eksklusif dan riwayat penyakit infeksi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk penanggulangan kasus stunting dengan memenuhi intervensi gizi spesifik meliputi suplementasi gizi makro serta mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat penyakit infeksi, riwayat ASI eksklusif dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode deskrptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu balita umur 24 – 59 bulan. Sampel dalam penelitain sebanyak 96 orang berdasarkan perhitungan Lameshow dengan teknik sampel menggunakan accidental sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner yang telah di uji Validitas dan Reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Chy Square Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar balita yaitu sebanyak 58,3% tidak mengalami stunting, 72,9% tidak memiliki riwayat penyakit infeksi, 54,2% tidak memiliki riwayat ASI eksklusif, dan 52,1% sehat madya. Hasil analisis bivariat menunjukkan riwayat penyakit infeksi dengan p-value 0,030, riwayat ASI eksklusif dengan p-value 0,005 dan PHBS dengan p-value 0,000. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan riwayat penyakit infeksi, riwayat ASI eksklusif dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap kejadian stunting pada balita. Diharapkan ibu yang mempunyai balita supaya lebih aktif mengikuti kegiatan posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita sehingga dapat melakukan pencegahan stunting.
Co-Authors Adam, Yenny Irawati Afifah, Andi Ageng Septa Rini Agus Santi Br. Ginting Ahmad, Rizky Ekawaty Al Buchori, Fatryan Ibra Alamsyah, Arif Alindi, Riega Allaudza’i, Hanif Andhika Andhika, Andhika Ane Lisdayani Anggraeni, Milka Anwar, Zakiyah Apriliani, Feni Iltari Apriliani, Rika Apriyani, Rani Ardani Ardani Ari Saputra, Ari Ariyanti, Novi Arjuna, Elga Aryani, Habsyah Fitri Asih, Fitri Nur Asnidar Asnidar asrianti, Fira Asrianti Astuti, Retno Puji Baldi Anggara Bayu, Retno Budiarti, Marlinda I.E Candrawati, Elly Chiaradeuis, Azaria Alifah darmi, salfia DESI NATALIA, DESI Dewi, Meinasari Kurnia Diana, Alyca Alvia Dwi Haryani Edy Haryono Eka Mahendar, Faisal Emalia Susilawati Ernawati Ernawati Erni Aquaristin Eva Puspawidari Evi Nuryanti Fadilla, Halida Faida Musa’ad Fani Hanifah Fanni Hanifa Fauzia Bhayunirza Riyandhini Munggaran Putri Fauziah, Vera Fitri, Erin Laelatul Fitriani, Nita Qonitah Fujiawati, Rosy Gafur, Muzna Gaidha K Pangestu Ghaida K Pangestu Ginting, Agus Santi br Gunawan, Muhammad Aldi Gusniawati, Laras Hairun Nisa Hanifa, Fanni Hanifah, Fanni Hargiani, Fransisca Xaveria Harti, Gina Febriani Sugih hasanah, Noor Heni Nurhaeni Herlina Herlina Heti Nubila Hilin, Hilin Hululudin, Hululudin Hutabarat, Togu Laura S. Ikhwana, Fariha Irfan Maulana, Irfan Irma Damayanti Izza, Lina Nurul Jayatmi, Irma Juliani, Weni Karubuy, Milka Anggreni Kurniadewi, Meinasari Kurniawati, Eka Kurniawati Kusnadi, Siti Farah Nisa Kusuma, Widi Mulia Endar Layn, Muhammad Ruslan Leza Fidyah Restiana Lia Hermawati Lia Novitasari Lilis Handayani Lina Nurul Izza Linda Permatasari Lisca, Shinta Mona Lisdayani, Ane Lita Ayudha Ningsih Logayah, Ima Siti Lusi Ginanjar Rahayu Madinah Munawaroh Magdalena Tri Putri Mahduroh, Mahduroh Mahendra, Faisal Eka Mahodim, Maria Maipauw, Nini Jeni Mandala, Lina Apriyani Mardiani, Risti Mariadi, Yusta Tiya Marliana, Elma Marlinda Indah Eka Budiarti, Marlinda Indah Eka Maryam Syarah Mardiyah Mayanti, Rini Rinda Meliawati, Resti Melibela, Helena Kateri Muhammad Aras Prabowo Mulianingrum, Lili Ayu Munawaroh, Madinah Mustikawati, Deswy najmi hayati, najmi Nency, Aprilya Neneng Nurhayati Nisa, Khoerun Noor Hasanah Noviana, Rieke noviyani, ernita prima nuraeni, lia Nurhaeti, Eti Nurhayati, Tuti NUROHIMA, EMA Nurwiyani, Nurwiyani Pangestu, Gaidha Khusnul Payawati, Tri Pitriani, Epilis pradyas, Erni Pradyas Tiwi Purnamasari, Asri Desrina Puspita, Sherly Shanta Putri, Magdalena Tri Qomaruddin, Mohammad Tamam Rahayu, Lusi Ginanjar Rahmat Rahmat rahmawati, Eli Rahmawati Ramadhan, Fenni Valianda Amelia Rasdanelis Rasdanelis Ratna Wulandari Ria Susanti Rini, Ageng Septa Ristawani Simamora Purba, Rina Rohaeni, Erni Roslan, Dian Rukendar, Shinta Kandayani Rusani, Irna Rusniawati, Ina S, Sri Mulyani Dewi Safari, Sari Zahrawani Sangadji, Ismail Munadi Saniawati, Saniawati Saparina, Santi Sari, Agustina Setianingsih, Erni Sidabalok, Lasmaria Sijabat, Jenro Sira'a, Yulianti Siti Hodijah Soleha, Almar Atu Solihati, Yanti Sugama, Alviansyah Sugesti, Retno Sugihermiani, Neni Suhadah, Adah Suhaemi Suhaemi, Suhaemi Suhaeni, Heni Suhartini, Dian Sumanti, Nurwita Trisna Sundari Sundari Sundari, Helena Supriadi Supriadi Supriadi Supriyadi Supriyadi Susilawati, Emalia Syahputra, Eko Syaripah, Pipih Syswianti, Desy Syswianti Tiany Kusnawaty Trisnaningsih Trisnaningsih Triyana, Novi Umam, Fuadul UMMAH, ROCHMATUL Wahyuni, Fuzi Fauziah widianti, Elsa Widianti Widiarti, Asri Widiastuti, Intan Widiyanti, Tri Yani, Euis Yolandia, Rita Ayu Yuliana, Yuli Yuliawati, Yuli Yulihah, Yulihah Yuniarti, Malis