Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI HUKUM DAN SIMULASI PENCEGAHAN KENAKALAN TERHADAP ANAK Krisna, Liza Agnesta; Fitriani, Rini; Nurasyiah, Nurasyiah; Fairus, Fairus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.26756

Abstract

Abstrak: Kenakalan terhadap anak menjadi hal yang perlu diperhatikan di Desa Kota Lintang Kecamatan Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang, karena banyaknya kasus kenakalan yang terjadi di desa tersebut, seperti narkoba, eksploitasi, KDRT, dan pemerkosaan. Tujuan PKM ini untuk memberikan edukasi dan simulasi pemahaman kepada masyarakat tentang undang-undang perlindungan anak dan pentingnya pencegahan kenakalan pada anak beserta hukum Sistem Peradilan Pidana Anak. PKM ini menggunakan metode sosialisasi dan workshop. Pengabdian ini diikuti oleh 31 orang terdiri dari 20 orang masyarakat Desa Kota Lintang, 6 orang perangkat desa, 2 orang dosen, dan 3 orang mahasiswa. Evaluasi pengabdian dilakukan melalui sebaran kuesioner. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa: (1) 84% Mitra mengalami peningkatan pemahaman tentang undang-undang perlindungan anak; (2) 85% Mitra mengalami peningkatan tentang pentingnya pencegahan kenakalan pada anak; (3) 87% Mitra mengalami peningkatan pemahaman tentang undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak; (4) 86% Mitra mengalami peningkatan kesadaran akan konsekuensi hukum dari perilaku kenakalan; dan (5) 85% Mitra mengalami peningkatan pemahaman cara mengatasi kenakalan anak melalui simulasi pencegahan kenakalan anak.Abstract: Child delinquency is a matter that needs to be considered in Kota Lintang Village, Kualasimpang District, Aceh Tamiang Regency, because of the many cases of delinquency that occur in the village, such as drugs, exploitation, domestic violence, and rape. The purpose of this PKM is to provide education and simulation of understanding to the community about child protection laws and the importance of preventing delinquency in children along with the law on the Juvenile Criminal Justice System. This PKM uses socialization and workshop methods. This community service was attended by 20 people from Kota Lintang Village, 6 village officials, 2 lecturers, 3 students. The evaluation of the community service was carried out through the distribution of questionnaires. The results of the community service showed that: (1) 84% of Partners experienced an increase in understanding of child protection laws; (2) 85% of Partners experienced an increase in the importance of preventing delinquency in children; (3) 87% of Partners experienced an increase in understanding of the Juvenile Criminal Justice System law; (4) 86% of Partners experienced an increase in awareness of the legal consequences of delinquent behavior; and (5) 85% of partners experienced an increase in understanding of how to deal with juvenile delinquency through juvenile delinquency prevention simulations.
EDUKASI POKDAKAN MINA SEJAHTERA MELALUI TEKNOLOGI FLOW WATER AQUAPHONIC UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA Junita, Afrah; Samad, Agus Putra Abdul; Fairus, Fairus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26493

Abstract

Abstrak: Mina Sejahtera merupakan pokdakan pemula dibidang budidaya ikan air tawar yakni ikan gurame, lele, nila, dan ikan patin. Akan tetapi usaha yang dilakukan pokdakan ini tidak mengalami peningkatan, padahal potensi untuk mengembangkan usaha pokdakan ini cukup baik karena memiliki lahan luas. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengedukasi masyarakat mengenai teknologi budidaya perikanan yang efektif dan efesien serta melatih mitra membuat flow water aquaphonic dan catatan keuangan sederhana untuk untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Solusi yang ditawarkan adalah Edukasi dan pelatihan teknologi flow water aquaphonic, dan pelatihan pembuatan catatan keuangan sederhana. Pengabdian menggunakan metode Rapid Rural Appraisal dan Participatory Rural Appraisal. Mitra pengabdian ini adalah Pokdakan “Mina Sejahtera” berjumlah 10 orang. Evaluasi dilakukan saat pelaksanaan dan pasca pengabdian. Hasil PKM menunjukkan bahwa 82% mitra mengalami peningkatan pengetahuan tentang teknologi budidaya perikanan, 89% mitra memahami cara membuat flow water aquaphonic dan catatan keuangan sederhana, dan Pendapatan mitra meningkat 64%.Abstract: Mina Sejahtera is a beginner pokdakan in the field of cultivating freshwater fish, namely gourami, catfish, tilapia and catfish. However, the business carried out by this pokdakan has not increased, even though the potential for developing this pokdakan business is quite good because it has a large area of land. The aim of this service activity is to educate the public about effective and efficient fish farming technology as well as train partners to make aquaphonic flow water and simple financial records to improve family welfare. The solutions offered are: Education and training on flow water aquaphonic technology, and Education and training on making simple financial records. The service uses the Rapid Rural Appraisal and Participatory Rural Appraisal methods. This service partner is Pokdakan "Mina Sejahtera" totaling 10 people. Evaluation is carried out during implementation and after service. PKM results show that: 82% of partners experienced an increase in knowledge about aquaculture technology; 89% of partners understand how to create aquaphonic flow water and simple financial records; and Partner revenue increased 64%.
PENGEMBANGAN EKONOMI SIRKULAR MELALUI APLIKASI RUMOH BIENG PADA BUDIDAYA KEPITING BAKAU POKDAKAN Fairus, Fairus; Mutia, Tuti; Syahrial, Syahrial; Samad, Agus Putra Abdul; Junita, Afrah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34535

Abstract

Abstrak: Pokdakan “Damar Tirta” di Desa Lubuk Damar, Aceh Tamiang menghadapi kendala budidaya kepiting bakau seperti rendahnya produktivitas, kurangnya pengetahuan teknis, tata kelola keuangan yang belum teratur, dan pemasaran yang bergantung pada agen. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan budidaya, manajemen keuangan, dan pemasaran digital melalui sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, praktik, dan pendampingan. Mitra Pokdakan “Damar Tirta” merupakan kelompok pemula beranggotakan 11 orang yang terbentuk pada Januari 2023 berlokasi di Desa Lubuk Damar Aceh Tamiang. Metode yang digunakan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan. Evaluasi dilakukan pada saat dan pasca pengabdian melalui kuesioner, lalu dianalisis menghitung persentase rataan tiap jawaban, kriteria keberhasilan≥70%. Hasil menunjukkan 88% memahami budidaya pembesaran kepiting, 85% terampil menerapkan Rumoh Bieng, 80% menguasai pemasaran digital, 82% mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas produk, serta 73% dan 74% mengalami kenaikan omset dan keuntungan. Secara keseluruhan, 92% mitra menyatakan pengabdian bermanfaat dan berharap keberlanjutan program untuk memperkuat usaha.Abstract: The "Damar Tirta" Farming Group (Pokdakan) in Lubuk Damar Village, Aceh Tamiang, faces challenges in mangrove crab cultivation, such as low productivity, lack of technical knowledge, irregular financial management, and reliance on agents for marketing. This community service program aims to improve understanding and skills in cultivation, financial management, and digital marketing through outreach, outreach, training, practice, and mentoring. The "Damar Tirta" Farming Group partners are a beginner group of 11 people formed in January 2023 and located in Lubuk Damar Village, Aceh Tamiang. The methods used include outreach, outreach, training, demonstrations, hands-on practice, and mentoring. Evaluations were conducted during and after the community service program using questionnaires, then analyzed to calculate the average percentage of each answer, with a success criterion of ≥70%. The results showed that 88% understood crab farming, 85% were skilled at implementing Rumoh Bieng, 80% mastered digital marketing, 82% experienced an increase in product quality and quantity, and 73% and 74% experienced an increase in turnover and profits. Overall, 92% of partners stated that the service was beneficial and hoped for the program to continue to strengthen their businesses.
TRANSFORMASI DIGITAL BUMDES: PEMBERDAYAAN DAN PENDAMPINGAN UNTUK OPTIMALISASI POTENSI UNGGULAN DESA CANE UKEN GAYO LUES Junita, Afrah; Fairus, Fairus; AS, Agus Putra; Mutia, Tuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33249

Abstract

Abstrak: BUMDes Cane Uken memiliki potensi usaha yang baik, namun terkendala rendahnya literasi digital, akses pasar terbatas, strategi pemasaran lemah, dan pencatatan keuangan belum transparan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan BUMDes Cane Uken tentang manajemen usaha berbasis digital atau pemasaran produk BUMDes melalui transformasi digital berupa pengenalan platform pemasaran online, pendampingan intensif dalam penggunaan media sosial dan e-commerce, serta pelatihan pembukuan keuangan yang transparan dan akuntabel untuk memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak utama ekonomi lokal. Metode pengabdian yang digunakan mengadopsi pendekatan partisipatif dengan teknik ceramah interaktif dan praktik langsung. Mitra pengabdian ini adalah BUMDes “Tawar Nate” berjumlah 11 orang. Evaluasi dilakukan setelah pengabdian selesai dilaksanakan dengan sebaran kuesioner. Hasil pengabdian menunjukkan 92% mitra memahami pentingnya digitalisasi BUMDes, 80% mampu menggunakan website BUMDes, 85% mitra terampil menggunakan platform pemasaran online, dan 82% terampil membuat catatan keuangan. Abstract: BUMDes Cane Uken has good business potential, but is hampered by low digital literacy, limited market access, weak marketing strategies, and non-transparent financial records. The purpose of this community service is to improve BUMDes Cane Uken's understanding and skills in digital-based business management or BUMDes product marketing through digital transformation in the form of an introduction to online marketing platforms, intensive mentoring in the use of social media and e-commerce, and transparent and accountable financial bookkeeping training to strengthen the role of BUMDes as the main driver of the local economy. The community service method used adopts a participatory approach with interactive lecture techniques and direct practice. This community service partner is BUMDes "Tawar Nate" totaling 11 people. Evaluation was carried out after the community service was completed by distributing questionnaires. The results of the community service showed that 92% of partners understood the importance of BUMDes digitalization, 80% were able to use the BUMDes website, 85% of partners were skilled in using online marketing platforms, and 82% were skilled in making financial records.
INOVASI TEKNOLOGI DALAM PRODUKSI DAN PEMASARAN IKAN ASIN GULAMA UNTUK MENGATASI KEMISKINAN PADA POKLAHSAR "RIZKI” ACEH TAMIANG Andiny, Puti; Gustiana, Cut; Fitria, Liza; Fairus, Fairus; Junita, Afrah; AS, Agus Putra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34521

Abstract

Abstrak: Aceh Tamiang memiliki potensi perikanan yang besar, namun sebagian masyarakat, termasuk Poklahsar “Rizki” masih menghadapi kemiskinan akibat rendahnya pendapatan, manajemen produksi yang kurang higienis, keterbatasan teknologi, strategi pemasaran yang belum efektif, ketiadaan legalitas produk, serta pencatatan keuangan yang tidak terdokumentasi. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tata kelola produksi melalui inovasi teknologi, optimalisasi pemasaran digital, dan pencatatan keuangan secara otentik agar pendapatan mitra meningkat. Mitra pengabdian Poklahsar “Rizki” berjumlah 13 orang berlokasi di Kampung Sungai Kuruk III Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, workshop, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan pada saat pelaksanaan dan pasca pengabdian melalui kuesioner, lalu dianalisis dengan menghitung persentase rataan tiap jawaban, dengan kriteria keberhasilan ≥70%. Hasilnya menunjukkan peningkatan, 97% mitra puas, 86% lebih sadar pentingnya higienitas, 87% meningkat keterampilan pemasaran, 80% meningkat kualitas produk, 72% peningkatan omzet, 75% laba usaha, serta keberhasilan memperoleh NIB, PIRT, dan sertifikat halal. Program ini berhasil memperkuat kapasitas mitra dan mendukung pengentasan kemiskinan berbasis perikanan berkelanjutan.Abstract: Aceh Tamiang has great fisheries potential, but some communities, including the "Rizki" Community Group (Poklahsar), still face poverty due to low income, unhygienic production management, limited technology, ineffective marketing strategies, lack of product legality, and undocumented financial records. The purpose of this community service is to improve understanding and skills in production governance through technological innovation, digital marketing optimization, and authentic financial records to increase partner income. The "Rizki" Community Group service partners number 13 people located in Sungai Kuruk III Village, Seruway District, Aceh Tamiang Regency. The implementation method uses a participatory approach through socialization, counseling, training, workshops, and mentoring. Evaluation is carried out during and after the service implementation through questionnaires, then analyzed by calculating the average percentage of each answer, with a success criterion of >70%. The results showed improvements: 97% of partners were satisfied, 86% were more aware of the importance of hygiene, 87% improved marketing skills, 80% improved product quality, 72% increased turnover, 75% increased operating profits, and successful acquisition of NIB, PIRT, and halal certification. This program successfully strengthened partner capacity and supported sustainable fisheries-based poverty alleviation.