Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LHOK ACEH JAYA DALAM MENINGKATKAN HASIL TANGKAPAN MELALUI INOVASI RUMPON ATRAKTOR IJUK Rizal, Muhammad; Hafinuddin, Hafinuddin; Khairi, Ikhsanul; Fuadi, Afdhal; Bahri, Samsul; Al Misbah, Iyan; Karim, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1395-1401

Abstract

Rumpon dikabupaten aceh jaya, terdapat berbagai permasalahan adat terutamanya dengan sering hilangnya rumpon, pengambilan hasil rumpon tanpa sepengetahuan pemiliknya jika diletakkan di laut, untuk mengatasi permasalah yang ada penulis mencoba untuk melakukan pengapdian tentang perancangan rumpon dan juga disertakan qanun atau hukum adat yang dikontrol penuh oleh panglima laot setempat, sehingga memudahkan panglima laot untuk kedepannya dalam pengelolaan rumpon.Tujuan dari pengapdian ini antara lain menerapkan inovasi rumpon ataktor ijuk untuk meingkatkan hasil tangkapan nelayan beserta dengan penegakan qanun atau hokum adat dalam pengelolaan rumpon. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan dan edukasi nelayan dalam penerapan pembuatan rumpon untuk masyarakat nelayan Desa Gle Jong Kabupaten Aceh jaya atau Lhok Kuala Daya antara lain dilakukan Focus Discusi Group (FGD), Pelatihan pembuatan, Pendampingan. Kegiatan program yang dilakukan dengan bermitra nelayan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari DKP, panglima laot kabupaten, panglima loat lhok dan para nelayan disetiap kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh. Hal yang urgen didiskusikan adalah mencari alternatif yang paling efektif dalam inovasi rumpon berbasis pengelolaa adat secara sustainable.Pengabdian yang telah dilaksanakan dapat menambah ketrampilan teknis untuk nelayan dalam pembuatan rumpon atraktor ijuk dan juga mengukuhkan qanun/hukum adat terhadap pengelolan rumpon sehingga peran dari Panglima Laot semakin berperan. Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat nelayan tidak terjadi lagi permasalahan terhadap pengelolaan dan mendapatkan ilmu inovasi rumpon untuk dapat diimplimentasikan oleh masyarakat nelayan dengan meningkatkan hasil tangkapannya
PENGUATAN PENGELOLAAN RUMPON IJUK UNTUK PENGENDALIAN INFLASI KOMODITAS PERIKANAN DI KABUPATEN ACEH BARAT Hafinuddin, Hafinuddin; Rizal, Muhammad; Sulaiman, Ismail; Khairi, Ikhsanul; Mursyidin, Mursyidin; Yusfiandayani, Roza; Iqbal Irfany, Mohammad; Muthohharoh, Marhamah; Fuadi, Afdhal; Bahri, Samsul; Al Misbah, Iyan; Karim, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.768-776

Abstract

Perikanan tangkap menjadi komoditi industri laut yang saat ini masih didominasi di seluruh nusantara. Bahkan, indonesia menjadi salah satu negara eksportir perikanan pelagis dan demersal di dunia. Aceh memiliki potensi perikanan tangkap yang besar yang mampu memproduksi perikanan tangkap mencapai 230 ribu ton per tahunnya. Namun pengelolaan perikanan tangkap di Aceh masih sangat rendah sehingga produksi perikanan tangkap umumnya hanya didominasi oleh beberapa nelayan besar saja. Pelaksanaan kegiatan penguatan pengelolaan rumpon ijuk untuk pengendalian inflasi komoditas perikanan di Kabupaten Aceh Barat dilakukan dengan tujuan: 1) Sosialisasi program kepada multi stakeholders; 2) Menyelaraskan persepsi dan sinkronisasi program terkait dengan multi stakeholders; 3) Kesepakatan berbagai pihak terkait dalam pengelolaan rumpon ijuk; dan 4) Terbentuknya aturan pengelolaan rumpon ijuk berbasis komunal melalui lembaga adat laot di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan dilakukan pada empat lokasi Lhok Panglima Laot yang berbeda meliputi Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi Kegiatan Pra Kick Off, Kegiatan Capacity Building Untuk Nelayan Penerima Program, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Meureubo, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Padang Seurahet, Lhok Bubon, dan Lhok Suak Seumaseh, Pembuatan Draft Qanun Pengelolaan Rumpon Secara Komunal Berbasis Lembaga Adat Laot, FGD Pengelolaan Rumpon Di Kabupaten Aceh Barat, FGD Pengelolaan Rumpon Ijuk Di Kabupaten Aceh Barat: Sinergi Qanun Rumpon Dan Keterlibatan Berbagai Stakeholders Perikanan Tangkap, High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Dan Tim Percepatan Dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Pemasangan Rumpon Ijuk Di Perairan Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan terhadap nelayan. dapat disimpulkan bahwa penguatan dan pengelolaan kelompok nelayan dapat dilakukan secara sistematis.
Kelayakan dasar UMKM pengolahan ikan di Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil: The prerequisite program in fish processing MSME Banyak Island District, Aceh Singkil Hasanah, Uswatun; Khairi, Ikhsanul; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Ukhty, Nabila; Rozi, Anhar; Insani, Sri Ayu
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.46013

Abstract

Kualitas produk menjadi syarat penting bagi industri yang bergerak di bidang pangan, termasuk industri pada taraf usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produk UMKM yang bermutu dapat meningkatkan kemampuan berkompetisi di pasar, seperti peningkatan jangkauan pemasaran. Penerapan mutu yang baik, diawali dengan penerapan kelayakan dasar (prasyarat program) yang meliputi Good Manufacturing Practice (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). Jenis penelitian yang dilakukan, yaitu penelitian kualitatif melalui kegiatan observasi dan penelitian eksperimen melalui pengujian di laboratorium. Tahapan penelitian terdiri dari evaluasi penerapan kelayakan dasar, tahapan kedua pengambilan sampel produk UMKM, dan tahapan ketiga, yaitu pengujian cemaran mikroorganisme. Hasil evaluasi penerapan kelayakan dasar menunjukkan UMKM 1, 2 dan 3 memperoleh tingkat penerapan C yang terdiri dari jumlah penyimpangan mayor 6, serius 3 dan kritis nihil pada UMKM 1 dan 2 serta penyimpangan mayor 6, serius 4 dan kritis nihil pada UMKM 3. UMKM 4 memperoleh tingkat penerapan D dengan jumlah penyimpangan mayor 7, serius 2 dan kritis 1. Hasil analisis cemaran mikroba parameter ALT sebanyak <2.500 koloni/g, parameter E. coli dan Salmonella negatif (-) pada keempat produk UMKM. UMKM 1, 2, 3, dan 4 memenuhi persyaratan SNI 7388:2009 pada parameter cemaran mikroba. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan keempat UMKM belum menerapkan kelayakan dengan baik, namun cemaran mikroba pada produk yang dihasilkan di bawah ambang batas SNI.
PENGARUH PADAT TEBAR BENIH IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) PADA SISTEM TRANSPORTASI TERTUTUP DENGAN PEMBERIAN ANESTESI MINYAK CENGKEH Iyeda, Chandra; Komariyah, Siti; Febri, Suri Purnama; Khairi, Ikhsanul; SPF
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v22i1.4330

Abstract

This study aims to evaluate the survival rate and oxygen consumption level of gourami fry with different stocking densities. The method used in this study was an experimental method with 4 treatments repeated 3 times. Each treatment was given a clove oil anesthetic dose of 0.05 ml/L. Treatment P1=20 head/L, P2=25 head/L, P3=30 head/L, and P4=35 head/L. The results of this treatment have a significant effect on the survival of gourami seeds and the level of oxygen consumption of gourami seeds. The highest survival rate for gourami fish seeds was in the P4=35 fish/L treatment with a value of 76%, then continued with the P3=30 fish/L treatment with a total value of 73%, and the P1=20 fish/L treatment with a total value of 48%. Meanwhile, P2=25 fish/L obtained the lowest survival value, namely 44%. The highest level of oxygen consumption (TKO) was obtained in the P4=35 head/L treatment, namely 1.13, while the lowest value was obtained in the P2=25 head/L treatment with a total value of 0.77. Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that the best stocking density for gourami fish seeds with closed wet transportation treatment given clove oil anesthesia is 35 fish/L because it obtains a high survival value.
Productivity of trap catches in different fishing ground at Lhok Kuala Daya, Aceh Jaya Rizal, Muhammad; Hafinuddin, Hafinuddin; Fuadi, Afdhal; Khairi, Ikhsanul; Rahayu, Rosi; Al-misbah, Iyan
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 4 (2025): December 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.4.50266

Abstract

Trap fishing gear offers several advantages, including high selectivity, the ability to keep fish alive, and support for sustainable fisheries. The productivity of catches around coral reefs and fish aggregating devices (FADs) is important to study in order to evaluate fish diversity in deeper waters across biological, genetic, species, and ecological levels. Such assessments are crucial for environmental conservation and for management based on diversity and dominance indices. This study aimed to determine the productivity, diversity, and dominant species composition of trap catches in two fishing grounds (FGs): coral reef areas and FAD zones at Lhok Kuala Daya, Aceh Jaya. The research employed an experimental fishing method, conducting five fishing operations in each zone. The overall diversity index of trap catches in Lhok Kuala Daya was 1.26, indicating a moderate level of diversity. The diversity index for catches around coral reefs was 1.15, while around FADs it was 1.58. The overall dominance index value of trap catches was 2.74, with dominance values of 0.74 in coral reef areas and 2.00 in FAD zones. These results indicate a low level of species dominance and a moderately diverse fish community in both fishing zones.Keywords:ProductivityTrapcatchFishing groundKuala daya
Productivity of trap catches in different fishing ground at Lhok Kuala Daya, Aceh Jaya Rizal, Muhammad; Hafinuddin, Hafinuddin; Fuadi, Afdhal; Khairi, Ikhsanul; Rahayu, Rosi; Al-misbah, Iyan
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 4 (2025): December 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.4.50266

Abstract

Trap fishing gear offers several advantages, including high selectivity, the ability to keep fish alive, and support for sustainable fisheries. The productivity of catches around coral reefs and fish aggregating devices (FADs) is important to study in order to evaluate fish diversity in deeper waters across biological, genetic, species, and ecological levels. Such assessments are crucial for environmental conservation and for management based on diversity and dominance indices. This study aimed to determine the productivity, diversity, and dominant species composition of trap catches in two fishing grounds (FGs): coral reef areas and FAD zones at Lhok Kuala Daya, Aceh Jaya. The research employed an experimental fishing method, conducting five fishing operations in each zone. The overall diversity index of trap catches in Lhok Kuala Daya was 1.26, indicating a moderate level of diversity. The diversity index for catches around coral reefs was 1.15, while around FADs it was 1.58. The overall dominance index value of trap catches was 2.74, with dominance values of 0.74 in coral reef areas and 2.00 in FAD zones. These results indicate a low level of species dominance and a moderately diverse fish community in both fishing zones.Keywords:ProductivityTrapcatchFishing groundKuala daya
Diversifikasi produk camilan berbasis hasil tangkapan ikan non-ekonomis di Desa Gle Jong, Kabupaten Aceh Jaya Ikhsanul Khairi; Hafinuddin Hafinuddin; Dedy Darmansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34347

Abstract

AbstrakKabupaten Aceh Jaya, khususnya Desa Gle Jong memiliki potensi besar di sektor perikanan, namun sebagian hasil tangkapan nelayan, masih tergolong ikan non ekonomis penting dengan nilai jual rendah, seperti ikan telinga gajah/gebel bundar dan ikan lele laut sona. Di sisi lain, kedua jenis ikan ini memiliki kandungan protein tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nelayan dan istri nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maju Daya melalui diversifikasi produk camilan berbasis ikan non ekonomis penting. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu sosialisasi dan workshop, dengan jumlah peserta sebanyak 13 orang. Pada tahap sosialisasi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai konsep produk, merek dagang, serta kemasan yang akan digunakan. Selanjutnya, pada tahap workshop peserta dilatih secara langsung dalam proses pembuatan camilan ikan, mulai dari persiapan bahan baku, formulasi, teknik pengolahan hingga pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan teknik pengolahan ikan menjadi produk camilan ikan secara mandiri. Dampak kegiatan ini adalah meningkatnya keterampilan dan pengetahuan peserta yang diukur dengan mengobservasi para peserta dalam mempraktikkan secara mandiri, pemanfaatan hasil tangkapan non ekonomis menjadi produk bernilai tambah, sekaligus membuka peluang usaha rumah tangga yang berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada penguatan ekonomi keluarga nelayan serta peningkatan nilai guna hasil perikanan lokal di Desa Gle Jong, pesisir Aceh Jaya. Kata kunci: diversifikasi produk; ikan non ekonomis; camilan ikan; pemberdayaan nelayan; Aceh Jaya. AbstractAceh Jaya Regency, particularly in Gle Jong Village has great potential in the fisheries sector; however, part of the fishermen’s catch is dominated by non-economic fish species with low market value, such as orbicular batfish and sona sea catfish. Despite their low selling price, these species contain high protein levels and have the potential to be developed into value-added fish-based products. This community service program aimed to enhance the capacity of fishermen and fishermen’s wives who are members of the Joint Business Group (Kelompok Usaha Bersama/KUB) Maju Daya through product diversification of fish-based snacks. The program was implemented in two stages, namely socialization and workshop, involving 13 participants. During the socialization stage, participants received an explanation about the product concept, brand, and packaging to be used. The workshop stage provided hands-on training in processing fish into snack products, covering raw material preparation, dough formulation, processing techniques, and product packaging. The results showed that participants not only understood the theoretical aspects but were also able to practice the processing techniques independently, producing ready-to-sell fish snacks. The activity had a positive impact by improving participants’ skills and knowledge in utilizing non-economic fish species into value-added products, while also opening opportunities for sustainable household-based businesses. Therefore, this program contributes to strengthening fishermen’s household economies and increasing the added value of local fish resources in Gle Jong Village, Aceh Jaya coastal area Keywords: product diversification; non-economic fish; fish-based snacks; fishermen empowerment; Aceh Jaya
PENINGKATAN KAPASITAS DAN KUALITAS PENGOLAHAN PRODUK IKAN ASIN BERBASIS PENGENDALIAN MUTU DI UMKM DESA LANGKAK, KECAMATAN KUALA PESISIR, KABUPATEN NAGAN RAYA Akbardiansyah Akbardiansyah; Afdhal Fuadi; Sri Ayu Insani; Ikhsanul Khairi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.429-433

Abstract

Kecamatan Kuala Pesisir merupakan wilayah barat selatan Provinsi Aceh yang mempunyai keragaman hayati (bio-diversity) potensi ikan hasil tangkapan sangat tinggi (KKP Aceh 2015). Ikan-ikan demersal yang telah mulai di lakukan pengolahan ikan asin antara lain ikan kembung, ikan kambing-kambing, ikan kakap. Selain itu pada penelitian Riski et al. (2017) melaporkan bahwa pada sentral pengolahan ikan asin daerah Leupung Aceh Besar sebanyak 50% sampel yang diuji melebihi ambang batas SNI 8273:2016. Maka dari itu perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat terutama pada pelaku UMKM pengoalahan ikan asin guna untuk memberi pelatihan sehingga harapannya dengan adanya pengabdian ini bisa menambah pengetahuan lebih baik dalam proses pengolahan ikan. Pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahap yakni, melakukan sosialisasi Sosialisasi dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD), Pelatihan Pembuatan Para-para, Pelatihan Penggaraman Ikan Asin Lumi-lumi dan Pelatihan Penggaraman Ikan Asin Lumi-lumi. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa, adanya peningkatan ketrampilan pelaku UMKM Ikan Asin terkait dengan teknik pembuatan para-para sebagai media penjemuran ikan asin. Adanya peningkatan pengetahuan teknik penggaraman dan pembuatan ikan asin lumi-lumi. Adanya antusias pelaku UMKM dan masyarakat Desa Langkak untuk melanjukan pembuatan ikan asin lumi-lumi.
KAMPANYE GEMAR MAKAN IKAN (GEMARIKAN) DAN PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK PERIKANAN BERBASIS LOKAL DALAM UPAYA PENURUNAN PRAVELENSI STUNTING DI DESA TANAH BARA KECAMATAN GUNUNG MERIAH KABUPATEN ACEH SINGKIL Sri Andriani, Dedek; Khairi, Ikhsanul; Akbardiansyah, Akbardiansyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1333-1337

Abstract

 Stunting merupakan salah satu permasalahan yang terjadi didunia dan di Indonesia. Menurut KementrianKesehatan (Kemenkes) stunting adalah anak balita dengan nilai z-scorenya kurang dari -2SD/ (stunted) dan kurang dari -3SD (severely stunted) dengan panjang badan (PB/U) atau tinggi badan (TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar buku WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Study) 2006 (3). Kondisi stunting disebabkan karena kurangnya asupan protein dan energi dalam jangka waktu yang panjang, dimulai dari masa kehamilan. Asupan protein yang cukup selama golden periode (bayi hingga usia 2 tahun) menjadi hal yang penting dalam pencegahan stunting (Qonita et al 2020). Salah satu sumber protein yang gampang diserap oleh tubuh dan mudah ditemui bersumber dari ikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yaitu untuk kegiatan Kegaitan kampanye gemar makan ikan dilaksanakan di SD Negeri 1 Tanah Barah pada tanggal 20 November 2021, dan kegiatan pembuatan produk perikanan dilaksanakan di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil pada tanggal 1 Desember 2021. Dalam kegiatan ini terdapat beberapa tahapan kegiatan yaitu persiapan, penyajian materi, permainan edukasi terkait tema, melakuka sosialisasi mencoba produk olahan ikan bersama. Kegiatan ini dilaksanakan dengan baik hingga dapat mencegah stunting.
Organoleptic, proximate, and fiber characteristics of Nypa flour (Nypa fruticans) at different levels of fruit ripeness Teuku Jumaitha Alrya TA; Ikhsanul Khairi; Nabila Ukhty; Sri Ayu Insani; Hafinuddin Hafinuddin; Anhar Rozi
Aurelia Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v8i1.17875

Abstract

Nypa palm is one of the mangrove commodities widely distributed in Indonesia. Nypa fruit has the potential to be used as a food ingredient, one of which is flour. This study aims to examine the characteristics of nypa fruit flour produced from nypa fruit with different levels of maturity, namely young ripeness (NM), medium ripeness (NS), and old ripeness (NT). This study used an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) design. The parameters observed included organoleptic, proximate, and dietary fiber. The highest yield of whole fruit was obtained at NT, namely 30.13%. The highest flour yield was obtained at NS at 86.97%. The results of the hedonic test showed the highest values for color, aroma, and texture parameters were obtained at NS. The highest water content was obtained at NM at 7.89% and the lowest at NT at 4.72%. The highest ash was obtained at NM at 3.10% and the lowest at NT at 1.61%. The highest protein was found at NT at 8.70% and the lowest was found at NM at 5.80%. The highest dietary fiber content was found in NT (20.94%), and the lowest in NM (11.89%). Generally, the best flour is obtained from medium ripeness (NS) nypa However, when referring to the SNI for wheat flour (SNI 3751:2018), tapioca flour (SNI 3542:2011), and cornstarch flour (SNI 3727:2020), the ash content parameter does not meet the maximum threshold.
Co-Authors Abdul Karim Abdul Karim Ade Irma Meulisa Ade Irma Meulisa Afdhal Fuadi Ahmad, Dimas Kusmayadi Aida, Aida Akbardiansyah Akbardiansyah Akbardiansyah Akbardiansyah Akbardiansyah, Akbardiansyah Al Misbah, Iyan Al-misbah, Iyan Alfis Syharil Anhar Rozi Anhar Rozi Anhar Rozi Arfah Husna Asrari, Suharni Asri Mursawal Asri Mursawal Burhanis Burhanis Cahyani, Reni Tri Dedek Sri Andriani Deden Yusman Maulid Dedy Darmansyah Diah Anggraini Wulandari Diah Anggraini Wulandari Diansyah, Akbar Dina Arya Purnama Dini Islama Ermasari, Ermasari Fazril Syahputra Febri, Suri Purnama Fitriani Fitriani Friyuanita Lubis Giovani Oktavianda Hafinuddin Hafinuddin Hafinuddin Hafinuddin Hamdi Harmen Hamidi Hamidi Haser, Teuku Fadlon Hasti Detriani Hayatun Nufus Hendri, Afrizal Heriansyah Heriansyah Heriansyah Heriansyah Heriansyah Heriansyah Ibrahim . Insani, Sri Ayu Iqbal Irfany, Mohammad Irhamdika Irhamdika Ismail Sulaiman Ismail Sulaiman Iyan Al Misbah Iyeda, Chandra Juanta, Oki M Ali S M. Arif Nasution M. Faisi Ikhwali Mai Suriani Melisa Rahayu Muhammad Agam Thahir Muhammad Agam Thahir Muhammad Arif Muhammad Arif Nasution Muhammad Rizal Muhammad Rizal MUHAMMAD RIZAL Muhammad Rizal Munandar Munandar Munandar Munandar Munandar Munandar Mursawal, Asri Mursyidin Mursyidin Muthohharoh, Marhamah Mu’amar Abdan Nabil Zurba Nabila Ukhty Nabila Ukhty Neneng Marlian Nurhikma Nurhikma Nurhikma Nurhikma Nurhikma, Nurhikma Nuring Wulansari Nuring Wulansari Nurlaili Nurlaili Nurul Najmi Rahayu, Rosi Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rahmi, Mira Mauliza Rosi Rahayu Roza Yusfiandayani Rozi, Anhar Rozi, Anhar Rudi Hermi Rudi Hermi Sally, Saqbhani Puspa Samsul Bahri Samsul Bahri Samsul Bahri Samsul Bahri Saqbhani Puspa Sally siluh putu sri dia utari Siti Komariyah SPF Sri Andriani, Dedek Sri Ayu Insani Sri Ayu Insani Sri Wahyuni Sri Wahyuni Stephani Bija Stephanie Bija Suryadi Suryadi Syafi`i, Adnan Syafruddin . Syahril, Alfis Syahru Syawal Syarifah Zuraidah TATI NURHAYATI Teuku Amarullah Teuku Jumaitha Alrya TA Tika Wulan Dari Uswatun Hasanah Yasrizal Zulfadhli Zulfadhli Zulfadhli Zulfadhli Zuriat Zuriat Zuriat, Zuriat