Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pemasaran digital dengan memanfaatkan landing page pada perusahaan start-up Febrian, Angga; Lina, Lia Febria; Safitri, Vera Apri Dina; Mulyanto, Agus
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v4i3.10103

Abstract

The increasing use of social media such as Instagram and Facebook can be utilized to reach a wider and more targeted consumer by creating the right content organically (free of charge), and doing paid advertising on these platforms. However, his lack of knowledge about how to make real content and paid advertising is an obstacle for marketers to take advantage of it. So that we need the right strategy in marketing products through these media. The marketer's job is to increase the number of followers on social media and customer interactions because there is a positive relationship between the number of followers and sales. This training aims to help startups in Lampung to maximize the use of social media, in this case, we provide training in creating landing pages and financial preparation training. Partners in this activity are sharia motorcycle taxi transportation companies (OJESA). In the end, this activity can be beneficial for partners by increasing knowledge about digital marketing by utilizing landing pages in advertising and managing finances. Partners can use the facilities provided by the platform in advertising. As well as understanding effective and efficient advertising tactics and strategies.
Larangan Tajassus dalam Perspektif Hadis Febrian, Angga; Hasanah, Uswatun; Almunadi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i12.52261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan hadis mengenai larangan tajassus (memata-matai atau mencari kesalahan orang lain), sebuah perbuatan yang diharamkan dalam Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis. Islam menekankan keadilan, kebenaran, dan kasih sayang, namun praktik tajassus bertentangan dengan prinsip-prinsip tersebut dan memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kehidupan sosial. Kajian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif untuk menelaah dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadis yang relevan, serta pandangan para ulama mengenai tajassus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tajassus merupakan perbuatan yang diharamkan berdasarkan ayat Al-Qur'an, seperti dalam Surah Al-Hujurat ayat 12, serta diperkuat oleh berbagai hadis Nabi Muhammad Saw. Larangan tajassus bertujuan untuk menjaga kehormatan dan privasi individu, mencegah fitnah, serta memperkuat harmoni dalam masyarakat. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa pelanggaran terhadap larangan ini sering kali memicu konflik, merusak hubungan sosial, dan bertentangan dengan maqasid syariah, yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Kesimpulannya, tajassus bertentangan dengan ajaran Islam yang mengutamakan nilai-nilai moral dan etika. Implikasi penelitian ini adalah perlunya pendidikan dan sosialisasi nilai-nilai Islam mengenai larangan tajassus, terutama di era digital yang memudahkan akses dan penyebaran informasi pribadi. Kajian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dampak sosial dan spiritual dari larangan tajassus dalam Islam.
Increasing the Number of Santri at Khadijah Boarding School through Digital Marketing: Peningkatan Jumlah Santri di Khadijah Boarding School Melalui Pemasaran Digital Febrian, Angga; Husna, Nurul; Ahmad, Aripin; Ribhan; Ananta, Prayuda
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i3.14465

Abstract

Banyaknya Pondok Pesantren di Indonesia menjadi tantangan tesendiri bagi pengelola pondok pesantren untuk terus meningkatkan mutu pendidikannya agar dapat menjaga keberlangsungan hidup. Salah satunya adalah meningkatkan jumlah santri dengan tidak hanya mengandalkan dari calon santri dilingkungan terdekat tempat pondok pesantren tersebut. Namun, dapat memperkenalkan ke seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu cara efektif dalam menjangkau calon santri adalah memanfaatkan pemasaran digital. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam membuat konten digital dengan memaksimalkan media sosial dan website untuk menjangkau calon santri yang lebih luas. Pelatihan dilakukan dengan pendampingan, sehingga kami memastikan bahwa mitra dapat mandiri dalam mengelola pemasaran digital. Pendampingan dilakukan terhadap seluruh karyawan Khadijah Borading School. Peserta dibekali dalam pelatihan fotografi dan videografi, memanfaatkan Facebook ads, memaksimalkan Search Engine Optimization, dan membuat landingpage untuk beriklan. Pada akhirnya kegiatan tersebut dapat meningkatkan keterampilan mitra yang berimplikasi pada peningkatan awareness calon santri dan meningkatkan jumlah pendaftar santri
Boosting Online Visibility and Brand Awareness for Tarahan Village MSMEs via Google Business Profile and Hands-On Digital Literacy Support Yuningsih, Yuningsih; Firdaus, Luthfi; Febrian, Angga; Julianti, Devi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/8cd5v625

Abstract

This program set out to help micro and small enterprises in Tarahan Village, South Lampung become easier to find, understand, and contact online by strengthening their Google Business Profile (GBP) presence and everyday branding habits. The core challenge was low discoverability on search/maps, inconsistent brand identity, and limited practical digital skills that kept market reach narrow despite growing internet use. Guided by brand salience and digital discoverability concepts (i.e., making the brand easier to notice, recognize, and retrieve in local search moments), we used a participatory, hands-on design: a rapid needs scan, co-designed training modules, live GBP demonstrations, guided implementation on each participant’s profile, and short-cycle follow-ups. This intervention combines GBP optimization with live mentoring and cultural storytelling, a rarely combined method in rural MSME digital capacity building, constituting the study’s novelty. Capacity gains were measured with pre/post tests, while profile progress and customer intent were tracked using GBP Insights (views, direction clicks, calls). After the training, participants claimed and completed their listings (core fields, photos, first posts) and activated reviews/messaging. Over May–October 2025, Insights recorded 88 views and 64 interaction events, mostly direction requests (61), with a September peak. Knowledge and confidence rose by ~17–22 points for every participant, indicating effective transfer of skills such as posting, photo curation, review replies, and reading Insights. We conclude that a lightweight, GBP-centered intervention—explicitly designed to heighten brand salience and reduce search friction—can deliver early, measurable gains in local discovery and establish routines to sustain them, with constraints (device/network variability and verification delays) manageable through periodic troubleshooting and shared visual assets.
The moderating role of user engagement on the influence of artificial intelligence on trust and satisfaction in social commerce Febrian, Angga; Husna, Nurul; Amrizal, Nabila Az-Zahra Najwa; Ratuain, Rafika Indi Qut
Diponegoro International Journal of Business Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Department of Management | Faculty of Economics and Business | Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dijb.8.2.2025.171-181

Abstract

This study aimed to investigate the role of artificial intelligence in increasing trust and satisfaction in social commerce. The moderating role of user engagement was also explored to determine the influence of these two variables. A quantitative method employing a structural equation modeling approach was used to analyze a sample of 384 social commerce user respondents in Indonesia. The study involved two stages: a measurement model and a structural model. The results confirmed that artificial intelligence has a significant influence on trust and satisfaction, which in turn have implications for repurchase intention. User engagement also strengthened the relationship between artificial intelligence and trust, but not satisfaction. These findings suggest that optimizing artificial intelligence and enhancing user engagement are crucial strategies for digital businesses to foster trust, which in turn influences consumer repurchase intention. Increasing user engagement through engaging interactions and AI-based personalization can strengthen the influence of artificial intelligence on trust. These results provide new insights, particularly in social commerce, in positioning artificial intelligence not merely as a tool to facilitate consumers, but rather, the technology must be able to engage consumers to maximize its benefits.