Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Gizi Seimbang Pada Remaja di Distrik Doyo Baru Kabupaten Jayapura Kartika, Mesri; Nurdin, Muhammad Akbar; Florensia, Wilma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22665

Abstract

ABSTRAK Remaja yang merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah nutrisi selama jangka waktu tertentu dan secara berkala dapat meningkat dengan cepat dan meningkatkan kognitif, dapat meningkatkan konsumsi nutrisi seimbang.Penyuluhan gizi seimbang di GKII Jemaat Bahtera Hebron Doyo Baru Kabupaten Jayapura bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Metode penyuluhan dilakukan melalui ceramah, media audio-visual,pembagian leaflet dan kuesioner pre post sebagai bahan edukasi dan evaluasi. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa pemahaman remaja terhadap konsep pola makan seimbang dan akibat negatif pola makan tidak seimbang berdampak pada perilaku.Penyuluhan diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku positif dalam pola makan remaja sehingga mendukung pertumbuhan Kesehatan yang optimal. Kata Kunci: Penyuluhan, Gizi Seimbang, Remaja, Distrik Doyo Baru, Jayapura  ABSTRACT Adolescents, a group vulnerable to nutritional problems over a period of time and capable of rapid and cognitive improvement, can increase their consumption of balanced nutrition. Balanced nutrition counseling at the GKII Bahtera Hebron Congregation in Doyo Baru, Jayapura Regency, aims to increase adolescent knowledge and awareness regarding the importance of consuming nutritious foods in accordance with the principles of balanced nutrition. The counseling method used lectures, audio-visual media, leaflet distribution, and pre-post questionnaires as educational and evaluation materials. The counseling results indicate that adolescents' understanding of the concept of a balanced diet and the negative consequences of an unbalanced diet impact their behavior. The counseling is expected to encourage positive behavioral changes in adolescents' eating patterns, thereby supporting optimal healthy growth. Keywords: Counseling, Balanced Nutrition, Adolescents, Doyo Baru District, Jayapura
Pendekatan Positive Deviance; Upaya Pencegahan Kejadian Malaria Pada Remaja di Kota Jayapura Nurdin, Muhammad Akbar; Violita, Fajrin; Asriati, Asriati; Adimuntja, Natalia Paskawati; Pamangin, Lisda Oktavia
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i4.1230

Abstract

Penyakit malaria adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit malaria dapat menyerang semua orang, baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan umur dari bayi, anak-anak hingga orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positive deviance terhadap kejadian malaria pada Remaja di SMA Negeri 4 Kota Jayapura. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai September 2023 di SMA Negeri 4 Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional study untuk menemukan positive deviance pencegahan penyakit Malaria. Pengambilan sampel menggunakan stratified proportional random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk memperoleh gambaran karakteristik responden. Sedangkan analisis bivariat (uji chi-square) bertujuan untuk mengetahui hubungan kemaknaan antara variabel dependen (positive deviance) dengan variabel independent (kejadian Malaria), serta uji regresi logistik untuk menilai variabel kekuatan hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa positive deviance merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap kejadian malaria (p=0,000) dan Exp(B)=15,927, CI 95% 4,866-45,280). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa ada pengaruh antara umur (p=0,004) dan jenis kelamin (p=0,000) terhadap kejadian malaria. Pendekatan positive deviance dapat digunakan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit malaria melalui peran aktif dari pihak sekolah SMA Negeri 4 Kota Jayapura yang berkolaborasi dengan kader Kesehatan dari Dinas Kesehatan atau tokoh Masyarakat sekitar sekolah.
KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI DI PUSKESMAS WAENA Sude, Ellen Vinardya; Bouway, Dolfinus Yufu; Yufuai, Agustina Regina; Hasmi, Hasmi; Ayomi, Mina Blandina; Nurdin, Muhammad Akbar
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 2 (2024): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i2.22048

Abstract

Human Immunodeficiency Virus, Sifilis dan Hepatitis B dikenal sebagai penyakit yang ditularkan lewat darah atau cairan tubuh lainnya. Infeksi HIV, Sifilis, dan Hepatitis B pada anak 90% tertular dari ibunya. Dalam mengatasi penularan Infeksi Menular Seksual pada ibu hamil, WHO mengusulkan eliminasi penularan penyakit infeksi dari ibu ke anak. Penyakit yang jadi fokus eliminasi yakni HIV, Sifilis, dan Hepatitis B. Eliminasi yang dicanangkan oleh WHO tersebut kemudian diadopsi oleh Kementerian Kesehatan disebut sebagai 3E (Triple Eliminasi). Tujuan studi ini ialah guna mencari tahu faktor  yang berkaitan pada kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan Triple Eliminasi di Puskesmas Waena. Metode yang dipakai ialah epidemiologi analitik melalui pendekatan Cross Sectional dengan responden ibu hamil yakni 60 orang. Hasil studi menunjukkan  responden yang patuh dalam pemeriksaan Triple Eliminasi yakni 73,3% sedangkan responden yang tidak patuh yakni 26,7%. Hasil analisis bivariat memperlihatkan ada korelasi sikap (P-value = 0,005) dengan kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan Triple Eliminasi, ada korelasi dukungan keluarga (P-value = 0,028) dengan kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan Triple Eliminasi, peran tenaga kesehatan (P-value = 0,001) dengan kepatuhan ibu hamil pada pemeriksaan Triple Eliminasi. Kesimpulannya ada korelasi sikap, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan ibu hamil pada pemeriksaan Triple Eliminasi.
Sexual Behavior in Students of Senior High School Gabungan Jayapura City, Papua Hursepuny, Ivanachela; Fatiah, Mona Safitri; Woapari, Beery I. S; Tambing, Yane; Nurdin, Muhammad Akbar
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 7 No. 1 (2023): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v7i1.643

Abstract

Abstrak Perilaku seksual berisiko pelajar di Kota Jayapura sudah sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan studi pendahuluan ditemukan sekitar 13,3% remaja pernah melakukan seks bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini berdesain cross sectional dengan waktu penelitian ± 5 bulan terhitung bulan April–Agustus 2021. Populasi penelitian adalah semua siswa/i SMA Gabungan kelas X dan XI sejumlah 127 orang, sedangkan besar sampel 127 orang, dengan teknik sampling menggunakan sampel jenuh. Data penelitian menggunakan data primer dan instrumen penelitian berupa kuesioner yang diadaptasi dari kuesioner penelitian Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) Remaja 2017. Variabel dalam penelitian ini adalah sumber informasi tentang HIV/AIDS, pengetahuan tentang HIV/AIDS, perilaku pacaran, perilaku konsumsi alcohol dan perilaku seksual remaja. Analisis data dengan Chi Square, diperoleh hasil untuk perilaku pacaran p-value: 0,001 dan PR: 0,16; dan perilaku konsumsi alkohol p-value: 0,004 dan PR:0,17. Kesimpulan penelitian adalah perilaku pacaran dan konsumsi alkohol berhubungan dengan perilaku seksual. Perlu sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota terkait dampak seks bebas pada remaja ke sekolah sehingga dapat meningkatkan pengetahuan tentang bahaya seks bebas yang nantinya dapat mencegah penyebaran HIV di kota Jayapura. Kata kunci: perilaku pacaran, minum alkohol, perilaku seksual pelajar, remaja Abstract The prevalence of risky sexual behavior among students in Jayapura City is a great concern. Based on a preliminary study around 13.3% of them have engaged in free sex. The objective is to examine the factors influencing the sexual behavior of high school adolescents. The study adopts a cross-sectional design, conducted over a period of approximately 5 months, from April to August 2021. The population was all students in combined classes of grades X and XI, totaling 127 individuals. The sample was 127, utilizing a saturated sampling technique. The primary data was collected through a questionnaire adapted from the 2017 Adolescent Demographic and Health Survey (DHS) questionnaire, encompassing variables such as sexual behavior, knowledge about HIV, exposure to sources of information, dating behavior, and alcohol consumption. The findings were analyzed using bivariate analysis through the Chi-square. The results indicated a significant correlation between dating behavior (p-value: 0.001 and PR: 0.16), alcohol consumption behavior (p-value: 0.004 and PR: 0.17), and sexual behavior. The study concludes dating behavior and alcohol consumption are related to sexual behavior. The City Health Office must educate teenagers in school about the dangers of free sex to prevent the spread of HIV in Jayapura. Keywords: dating behavior, alcohol consumption, sexual behavior, adolescents
Pengaruh Persepsi Terhadap Perilaku Pencegahan Covid-19 Pada Mahasiswa Kesehatan Di Kota Jayapura Violita, Fajrin; Nurdin, Muhammad Akbar
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 2 (2022): Volume 13 No. 2 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i2.479

Abstract

Covid-19 telah menjadi pandemi yang menyerang segala usia. Protokol kesehatan menjadi kunci untuk memutus rantai penularan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor persepsi yang mempengaruhi perilaku pencegahan Covid-19 pada mahasiswa kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Lokasi penelitian di Kota Jayapura sejak bulan April hingga Agustus 2021. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih sebanyak 1663 orang. Total sampel sebanyak 311 orang diambil menggunakan rumus Lemeshow dan teknik penarikan dengan metode proportional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebar secara online. Variabel penelitian merujuk kepada persepsi di teori Health Belief Model. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh perilaku pencegahan Covid-19 dalam kategori baik sebanyak 62,7%. Hasil uji tabulasi silang ditemukan variabel semua persepsi mempengaruhi perilaku pencegahan Covid-19 pada mahasiswa kesehatan. Variabel persepsi kerentanan (p= 0.042; OR= 0.597; 95% CI= 0.373-0.957), persepsi bahaya dan keseriusan Covid-19 (p= 0.026; OR= 0.567; 95% CI= 0.352-0.914)), persepsi manfaat (p= 0,007; OR= 0.494; 95% CI= 0.302-0.808) dan persepsi hambatan pencegahan Covid-19 (p= 0.031; OR= 0.577; 95% CI= 0.359-0.928). Pemberian informasi tentang Covid-19 dan protokol kesehatan sebaiknya diberikan secara kontinu agar masyarakat memiliki persepsi yang baik untuk mendorong perilaku pencegahan Covid-19.
Evaluasi Implementasi Sistem Rekam Medis Elektronik Menggunakan Metode HOT-Fit di RSUD Mulia Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah Asmawati Asmawati; Yacob Ruru; Muhammad Akbar Nurdin; Agus Zainuri; Hasmi Hasmi; Septevanus Rantetoding
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.584

Abstract

Pendahuluan: Implementasi Sistem Rekam Medis Elektronik (RME) di RSUD Mulia, Papua Tengah, bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan sesuai Permenkes No. 24/2022. Namun, keterbatasan infrastruktur, SDM, dan resistensi pengguna menghambat keberhasilan. Tujuan: Penelitian ini mengevaluasi RME menggunakan model HOT-Fit untuk menganalisis efektivitas, efisiensi, struktur organisasi, kualitas sistem, dan layanan, serta menyusun strategi optimalisasi sistem. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan pada Maret hingga Mei 2025 di RSUD Mulia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 8 informan (pimpinan rumah sakit, kepala RME, kepala ruang rawat jalan, dokter, perawat, bidan, petugas RME, dan staf IT), observasi langsung, dan telaah dokumen. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan kerangka HOT-Fit, dengan validasi melalui triangulasi sumber dan teknik trustworthiness (credibility, dependability, confirmability, transferability). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa RME efektif mempermudah akses data pasien dan mengurangi pendobelan rekam medis, tetapi efisiensi terhambat oleh keterbatasan kapabilitas SDM, pelatihan tidak berkelanjutan, jaringan internet tidak stabil, dan pasien tanpa KTP/kartu berobat. Struktur organisasi belum diperbarui, menyebabkan ketidakjelasan tugas, sementara dukungan manajerial dan SOP belum diimplementasikan merata. Sistem RME mudah digunakan, namun kurang terintegrasi dengan BPJS/SATUSEHAT, dan stabilitas terganggu oleh infrastruktur listrik. Kualitas layanan terbatas oleh hanya satu tenaga IT, meskipun responsif. Saran meliputi pelatihan berkelanjutan, pembaruan struktur organisasi, peningkatan infrastruktur teknologi, dan penambahan SDM IT. Kesimpulan: Sistem RME di RSUD Mulia efektif dalam meningkatkan akses dan akurasi data pasien, namun masih menghadapi hambatan signifikan dalam SDM, infrastruktur, dan integrasi sistem.
Analisis Implementasi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah Dalam Pencegahan Dan Penanggulangan Stunting Malik Malik; Yacob Ruru; Muhammad Akbar Nurdin; Agus Zainur; Hasmi Hasmi; Sarce Makaba
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.603

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang kompleks dan multidimensional. Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan percepatan penurunan stunting melalui Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021. Namun, implementasi kebijakan ini di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Nabire, menghadapi tantangan tersendiri yang perlu dikaji secara mendalam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penanggulangan stunting di Kabupaten Nabire berdasarkan enam aspek utama: kejelasan standar dan tujuan kebijakan, kecukupan sumber daya, komunikasi antar organisasi, karakteristik agen pelaksana, pengaruh kondisi sosial, ekonomi, dan politik, serta sikap dan respons pelaksana kebijakan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan terkait. Analisis dilakukan secara tematik menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum sepenuhnya berjalan optimal. Terdapat ketidakterpaduan lintas sektor, keterbatasan sumber daya manusia dan logistik, komunikasi organisasi yang belum terstruktur, serta rendahnya pemahaman teknis dan komitmen substantif dari pelaksana kebijakan. Faktor geografis, sosial, budaya, dan ekonomi lokal turut menjadi penghambat signifikan. Kesimpulan: Diperlukan upaya penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas pelaksana, pelibatan aktif pemerintah kampung dan masyarakat, serta pendekatan kebijakan yang adaptif terhadap konteks lokal untuk mendukung keberhasilan penanggulangan stunting di Kabupaten Nabire.
Evaluasi Dampak Implementasi Akreditasi Paripurna Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Siriwini Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah Tahun 2024 Sulistiyana Sulistiyana; Sarce Makaba; Agus Zainuri; Dolfinus Y. Bouway; Muhammad Akbar Nurdin; Yacob Ruru
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.723

Abstract

Akreditasi paripurna menjadi instrumen penting dalam peningkatan mutu pelayanan Puskesmas. Namun, evaluasi dampak akreditasi terhadap aspek struktural, operasional, dan hasil pelayanan masih terbatas, terutama di wilayah 3T seperti Kabupaten Nabire. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akreditasi paripurna dan dampaknya terhadap mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Siriwini berdasarkan tiga aspek utama: input, proses, dan output. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada bulan April 2025 di Puskesmas Siriwini, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menggunakan model evaluasi implementasi kebijakan yang mencakup aspek input, proses, dan output. Hasil: Pada aspek input, Puskesmas Siriwini menunjukkan kesiapan struktural yang cukup melalui penyusunan dokumen perencanaan strategis, ketersediaan SOP, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem layanan. Pada aspek proses, pelaksanaan asesmen pasien, protokol keselamatan, dan komunikasi masyarakat dilakukan sesuai standar akreditasi, meskipun tantangan masih ditemukan dalam transparansi layanan dan keterbatasan SDM. Aspek output menunjukkan peningkatan kepuasan pasien, keberhasilan sebagian program prioritas seperti KIA dan stunting, serta perlunya intervensi khusus untuk TBC dan HIV. Kesimpulan: Implementasi akreditasi paripurna di Puskesmas Siriwini berdampak positif terhadap peningkatan mutu layanan, terutama dalam efisiensi administratif, kepuasan pasien, dan keterpaduan program. Namun, keberlanjutan dampak memerlukan penguatan SDM, sistem pengawasan, dan strategi berbasis komunitas untuk mencapai hasil yang lebih merata.
Analisis Pembiayaan Layanan Kesehatan HIV Dan AIDS Berbasis Standar Pelayanan Minimal Dengan Pendekatan District Health Account Di Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat Afdal Kasimur; Yacob Ruru; Septevanus Rantetoding; Hasmi Hasmi; Agus Zainuri; Muhammad Akbar Nurdin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.892

Abstract

Layanan HIV dan AIDS telah menjadi bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Indonesia. Namun, di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, pencapaian indikator layanan HIV masih sangat rendah. Fragmentasi pembiayaan, lemahnya koordinasi lintas sektor, serta keterbatasan sumber daya manusia menjadi hambatan utama dalam optimalisasi program. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengelolaan, persepsi pemangku kepentingan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam tata kelola pembiayaan layanan HIV dan AIDS berbasis SPM, dan memberikan rekomendasi optimalisasi melalui pendekatan District Health Account (DHA). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan antara Januari hingga Maret 2025 melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan kunci dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas, serta analisis dokumen terkait alokasi dan realisasi anggaran HIV tahun 2021–2024. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama dalam pengelolaan dan tantangan pembiayaan layanan HIV. Hasil: Ditemukan empat isu utama dalam tata kelola pembiayaan layanan HIV dan AIDS. Pertama, terdapat fragmentasi sumber pendanaan (BOK, APBD, JKN, Global Fund) yang belum terintegrasi secara optimal. Kedua, pemahaman pemangku kepentingan terhadap mekanisme pembiayaan berbasis SPM masih rendah, yang berdampak pada perencanaan yang tidak tepat sasaran. Ketiga, keterbatasan tenaga terlatih dan lemahnya sistem pelaporan menghambat pemantauan program. Keempat, hambatan geografis serta stigma sosial memperburuk akses dan pemerataan layanan. Pendekatan DHA dinilai relevan untuk memetakan aliran dana dan mendorong transparansi serta efisiensi anggaran. Kesimpulan: Optimalisasi pembiayaan layanan HIV dan AIDS di daerah memerlukan reformasi perencanaan dan penganggaran, peningkatan efisiensi penggunaan dana, penguatan advokasi lintas sektor, serta sistem akuntabilitas dan transparansi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Improving Parental Knowledge of Adolescent Sexual and Reproductive Health Through Audio-Visual Education in a Special Needs School Setting Harianja, Ristina Rosauli; Arinda, Yosi Duwita; Nurdin, Muhammad Akbar; Dewi, Citra Kumala
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 3 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/gmza7477

Abstract

Adolescents with Special Needs often face barriers to sexual and reproductive health (SRH) information, and parents are key sources of guidance. This study evaluated the effect of audio-visual SRH education on parental knowledge in a special needs school setting. A pre-experimental one-group pretest-posttest study was conducted at a Sekolah Luar Biasa (SLB) or special needs school in rural area Indonesia (January-July 2023). Fifty parents were recruited by purposive sampling from a population of 96. Knowledge was measured using a structured questionnaire before and after an audio-visual education session. Differences in scores were tested using the Wilcoxon signed-rank test (alpha= 0.05). Most parents (68.0%) had previously received SRH information. Mean knowledge increased from 13.38 ± 3.016 at pretest to 19.52 ± 2.53 at posttest. The Wilcoxon signed-rank test showed a significant improvement (Z = -6.10, p < 0.001), with 49 participants improving and one unchanged (effect size r=0.86). Audio-visual education was associated with a significant improvement in parental SRH knowledge. Integrating multimedia-based education into school-parent collaboration may strengthen SRH support for adolescents with special needs.
Co-Authors A. Arsunan Arsin Adimuntja, Natalia Paskawati Afdal Kasimur Afelya, Titi Iswanti Agung Sutiono Pontoh Agus Zainur Agus Zainuri Agus Zainuri Alfisanatin Almung, Winsi Andi Arsunan Arsin Andi Syaiful Andimuntja, Natalia Paskawati Arif Anwar Arinda, Yosi Duwita Arius Togodly Arius Togodly Arius Togodly Arius Togodly Arius Togodly Asmawati Asmawati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati, Asriati Bouway, Dolfinus Y. Christin Debora Nabuasa Citra Kumala Dewi Dolfinus Bouway Dolfinus Y Bouway Dolfinus Yufu Bouway Dolfinus Yufu Bouway Dyvano Mars Rezki Bangalino Elpira Asmin Fransina Alfonsina Izaac Haposan Simatupang Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Helen Try Juniasti Helen Try Juniasti Hursepuny, Ivanachela Ida Merry Rumanasen Inriyanti Assa Ipa Sari Kardi Irma Sari Ayu Br. Sipahutar Junalia Muhammad Kartika Sri Dewi Batubara Katarina L. Tuturop Katarina Lodia Tuturop Konstantina Martina Pariaribo Konstantina Pariaribo Korwa, Steny Persilla Geetruida Linda Margared Antaribaba Linda Margared Antaribaba Lisda Oktavia Madu Pamangin Luh Pitriyanti Maidin, Wahyuti Malik Malik Mamoribo, Sherly Novita Margaretha Falentine Rumlaklak Maria Papuana Natalia Mayabubun Marlessy Christina Taa Martapina Anggai Martapina Anggai Maturbongs, Margaretha Rosari Melvy Lisandra Rego Mesri Kartika Mina Blandina Ayomi Mohamad Emin Refideso Mona Safitri Fatiah Muhammad I Made Annafi Arianto Nabuasa, Christin Debora Nasruddin Nasruddin Netty Tengko Allo Rerung Novita Mediati Novita Mediati Novita Medyati Novita Medyati Novita Medyati Nurmalisa Gita Savitri Orpa Mayung Allo Pariaribo, Konstantina M. Pariaribo, Konstantina Marthina Paula Nancy Lefaan Rahmadona Rahmadona Rantetoding, Septevanus Rasmawati Rasmawati REGINA RUMBIAK Riani Parende Ridwan Mochtar Thaha Ririn Andriani Ibrahim Ristina Rosauli Harianja Rosmin M Tingginehe Rosmin M. Tingginehe Rosmin M. Tingginehe Rosmin Mariati Tingginehe Rosmin Tingginehe Samuel Piter Irab Sarce Makaba Sarce Makaba Sarce Makaba Sarce Makaba Semuel Piter Irab Semuel Piter Irab Septevanus Rantetoding Septevanus Rantetoding Septevanus Rantetoding Septevanus Rantetoding Steny Persilla Geetruida Korwa Sude, Ellen Vinardya Sulistiyana Sulistiyana Surio Arrang Bua Togodly, Arius Tuturop, Katarina L. Violita, Fajrin Vonny Mais Numberi Wahyuti Wahyuti Wahyuti Wahyuti, Wahyuti Wilda Wijayani Pamangin Wilma Florencia Woapari, Beery I. S Yacob Ruru Yacob Ruru Yacob Ruru Yacob Ruru Yane Tambing Yufuai, Agustina Regina Yulius Sarungu Yulius Sarungu Paiting Zul Fikar Ahmad