Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT TRADISONAL OLEH MASYARAKAT DUSUN BUKIT TUA, KABUPATEN LANGKAT shova almaida; Adi Bejo Suwardi
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 11 No. 2 (2026): Bioma : Juli - Desember 2026
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v11i2.51381

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan obat tradisional merupakan bagian penting dalam sistem kesehatan masyarakat berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan obat tradisional oleh masyarakat Dusun Bukit Tua, Kabupaten Langkat, meliputi jenis tumbuhan, bagian yang digunakan, cara pengolahan dan cara penggunaan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik wawancara terhadap 10 responden yang dipilih menggunakan metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 spesies tumbuhan obat yang tergolong dalam 17 famili, dengan famili yang dominan yaitu Zingiberaceae, Acanthaceae, dan Amaryllidaceae. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (12 spesies), sedangkan metode pengolahan yang paling umum adalah dengan cara direbus. Cara penggunaan yang dominan adalah dengan diminum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan tradisional masyarakat masih terjaga dengan baik dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif pengobatan berbasis sumber daya hayati lokal. Kata kunci : Tumbuhan obat, tnobotani, pengetahuan tradisional, Dusun Bukit Tua.
Exploring the Diversity of Fern Species in the Keumuning Protected Forest Area in Langsa City, Aceh: Eksplorasi Ragam Jenis Tumbuhan Paku di Kawasan Hutan Lindung Keumuning Kota Langsa, Aceh Viqi Syahputra Sugianto; Adi Bejo Suwardi; Setyawati
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 13 No. 1 (2026): June Edition
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/j-bekh.v13i1.492

Abstract

Indonesia is known as a country with the highes biodiversity, including ferns (Pteridophyta), which are an important part of tropical flora. The Keumuning Protected Forest area in Langsa City, Aceh, covers approximately 1,050 hectares and serves as a natural habitat that supports the taxonomic diversity of ferns. This study aims to identify and document the diversity of fern species in the area to support biodiversity conservation and preservation efforts. The method used is exploratory descriptive, employing field survey techniques, as well as morphological identification based on literature and visual documentation. The results of the study indicate the presence of eight fern species belonging to six families and one taxonomic class, with a predominance of the Polypodiopsida class. The species found exhibit diverse morphological variations, playing a crucial role as environmental bioindicators and erosion control agents. These findings underscore the importance of the Keumuning Protected Forest as a natural habitat that plays a vital role in supporting biodiversity and its ecosystem. Therefore, protection, sustainable conservation, and enhanced public education are essential to ensure the long-term preservation of these ferns and the protected forest ecosystem.
ETNOBOTANI TANAMAN PANGAN PEKARANGAN DAN POLA PEMANFAATANNYA DI DESA MESJID, ACEH TAMIANG Nadya Annisa; Adi Bejo Suwardi
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 3 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i3.8218

Abstract

Pekarangan rumah merupakan salah satu sumber keanekaragaman hayati lokal yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman spesies tanaman pangan pekarangan serta menganalisis pola pemanfaatannya berdasarkan indeks kuantitatif etnobotani. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026 di Desa Mesjid, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Metode yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur terhadap 10 responden yang dipilih secara purposive sampling, dengan analisis data menggunakan indeks Use Value (UV), Relative Frequency of Citation (RFC), dan Relative Importance (RI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 spesies tanaman pangan yang dibudidayakan di pekarangan masyarakat Desa Mesjid, terbagi dalam empat kategori pemanfaatan yaitu makanan pokok sebanyak 2 spesies yaitu talas dan singkong, sayuran sebanyak 6 spesies, buah-buahan sebanyak 13 spesies, dan bumbu masak sebanyak 9 spesies. Kelompok buah-buahan mendominasi keanekaragaman spesies yang ditemukan. Berdasarkan analisis indeks kuantitatif, pisang memperoleh nilai tertinggi pada ketiga indeks dengan UV 1,60, RFC 0,50, dan RI 1,00, diikuti mangga dengan nilai RI 0,72 dan kunyit dengan nilai RI 0,58. Keanekaragaman tanaman pangan yang masih terpelihara mencerminkan kuatnya pengetahuan lokal masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan program ketahanan pangan berbasis keanekaragaman hayati lokal di wilayah Aceh Tamiang.
IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN LIAR SEBAGAI TANAMAN OBAT DI LINGKUNGAN JASA MAKMUR, KECAMATAN SEI LEPAN, KABUPATEN LANGKAT Dian Susanti; Adi Bejo Suwardi
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 3 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i3.8424

Abstract

Wild plants are part of biodiversity that has the potential to be a source of traditional medicine, but their use is still not optimal and has not been widely documented scientifically. This study aims to identify the diversity of wild plants that are used as medicinal plants by the community in the Jasa Makmur Environment, Sei Lepan District, Langkat Regency. The research uses a descriptive method with an ethnobotanical approach through observation, semi-structured interviews, and documentation. The determination of respondents was carried out using purposive sampling techniques. The results of the study show that there are 20 species of wild plants that belong to 16 families and are used as traditional medicinal plants. The most widely used part of the plant is the leaves, followed by roots, rhizomes, fruits, seeds, and flowers. The plant is used to treat various health problems, such as wounds, cough, diarrhea, fever, hypertension, as well as hair and burn treatments. The processing method carried out by the community is relatively simple, namely by boiling, mashing, applying, and consuming directly. The use of wild plants shows that the community still maintains local knowledge that has been passed down from generation to generation. Based on the results of the research, it can be concluded that wild plants in the Jasa Makmur Environment have a fairly high diversity and have the potential to be a source of traditional medicine, so they need to be preserved and utilized sustainably. Abstrak Tumbuhan liar merupakan bagian dari keanekaragaman hayati yang memiliki potensi sebagai sumber obat tradisional, namun pemanfaatannya masih belum optimal dan belum banyak terdokumentasi secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman tumbuhan liar yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat oleh masyarakat di Lingkungan Jasa Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan etnobotani melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Penentuan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 spesies tumbuhan liar yang tergolong dalam 16 famili dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun, diikuti oleh akar, rimpang, buah, biji, dan bunga. Tumbuhan tersebut dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, seperti luka, batuk, diare, demam, hipertensi, serta perawatan rambut dan luka bakar. Cara pengolahan yang dilakukan masyarakat relatif sederhana, yaitu dengan merebus, menumbuk, mengoleskan, dan mengonsumsi secara langsung. Pemanfaatan tumbuhan liar tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih mempertahankan pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tumbuhan liar di Lingkungan Jasa Makmur memiliki keanekaragaman yang cukup tinggi dan berpotensi sebagai sumber obat tradisional, sehingga perlu dilestarikan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Transformasi Limbah Kulit Nanas menjadi Tepache: Pelatihan Produksi Minuman Probiotik untuk Kesehatan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Sara Gustia Wibowo; Zidni Ilman Navia; Adi Bejo Suwardi; Fitriani Fitriani; Ratna Lestari; Beni Al Fajar; Rahmawati Rahmawati; Siti Faizah; Albian Mubarak; Mulia Safrida Sari
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARI-APRIL
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v6i1.4848

Abstract

Public awareness of healthy lifestyles and the benefits of natural products, including fermented beverages, has been increasing. However, fermented beverages remain relatively unfamiliar to the community, while the utilization of natural waste materials for functional products has become a major concern. One potential waste material in Telaga Meuku II Village is pineapple peel, which can be processed into a diversified functional food product known as tepache, a probiotic-rich fermented beverage with health benefits. This Community Service Program (PKM) was conducted in partnership with PKK team and residents of Telaga Meuku II Village. The partners faced several challenges, including limited education regarding the benefits of fermented beverages, inadequate skills in the fermentation process, and insufficient understanding of tepache production, packaging, and marketing.This PKM aimed to address these challenges through a series of activities carried out over four months using a participatory approach. The program stages included preparation and coordination with partners, socialization and education on probiotic beverages, hands-on training in tepache production, operational assistance, packaging guidance, as well as program monitoring and evaluation. Evaluation results based on survey analysis indicated a very good level of partner/participant satisfaction, with an average score of 3.69. In addition to increasing community awareness of the benefits of probiotic beverages, this program also created business opportunities that have the potential to improve the local community’s economy.
Identification of Pteridophyta Species Diversity Around Babalan District and Sei Lepan District, Pangkalan Brandan City: Identifikasi Keanekaragaman Jenis Pteridophyta Di Sekitar Kecamatan Babalan dan Kecamatan Sei Lepan Kota Pangkalan Brandan Annisa Syabrina; Adi Bejo Suwardi
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 3 (2025): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi - December 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbe.v10i3.9583

Abstract

keanekaragaman spesies Pteridophyta di sekitar permukiman Kecamatan Babalan dan Kecamatan Sei Lepan di Kota Pangkalan Brandan. keanekaragaman spesies Pteridophyta di Kecamatan Babalan dan Kecamatan Sei Lepan di Kota Pangkalan Brandan di temukan sebanyak 15 spesies tumbuhan paku ditemukan di masing-masing kecamatan, dengan jumlah individu 101 individu di Kecamatan Babalan dan 113 individu di Kecamatan Sei Lepan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghitung indeks keanekaragaman spesies Pteridophyta di Kecamatan Babalan dan Kecamatan Sei Lepan, Kota Pangkalan Brandan. Dengan metode plot sampling dan analisis indeks Shannon-Wiener, ditemukan 15 spesies tumbuhan paku di masing-masing kecamatan. Indeks keanekaragaman di Babalan sebesar 2,495 dan di Sei Lepan sebesar 2,558, keduanya tergolong sedang,. Spesies Marsilea crenata mendominasi di kedua lokasi. Hasil ini menunjukkan keanekaragaman Pteridophyta di wilayah penelitian cukup baik dan penting untuk upaya konservasi
ETNOBOTANI TANAMAN OBAT OLEH MASYARAKAT DUSUN 2 DESA SEI SIUR PANGKALAN SUSU Izzatul Umma; Adi Bejo Suwardi
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 3 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i3.8321

Abstract

This study aims to investigate the use of traditional medicinal plants by the community of Dusun 2, Sei Siur Village, Pangkalan Susu Subdistrict, Langkat Regency, North Sumatra. The study employed a descriptive-exploratory method using a survey approach. Data were collected through observation, structured and semi-structured interviews, and documentation from 20 respondents aged 21–55 years. Data were analyzed using qualitative and quantitative descriptive methods, employing ethnobotanical indices such as Relative Frequency of Citation (RFC), Use Value (UV), and Cultural Importance Index (CI). The results indicate that the community utilizes 10 types of medicinal plants belonging to 7 plant families, with the Zingiberaceae family being the most dominant. The most commonly used plant parts are leaves and rhizomes. The most common method of preparation is boiling, while the most common method of use is ingestion. The bidara plant (Ziziphus mauritiana) has the highest UV value of 0.85, while the kitolod plant (Isotoma longiflora) has the highest CI value of 0.6. The research results indicate that the community of Dusun 2, Sei Siur Village, still preserves traditional knowledge regarding the use of medicinal plants as part of local wisdom passed down from generation to generation.
Iventarisasi Tanaman Angiospermae Di Universitas Samudra,Aceh Diah Khairani; Adi Bejo Suwardi
EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 1 (2026): EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/edubio.v9i1.162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan Angiospermae di Universitas Samudra, Aceh, serta untuk memahami distribusinya dan potensi manfaatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan eksploratif-deskriptif dengan metode campuran (mixed methods), meliputi pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif melalui observasi langsung dan identifikasi morfologi.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 famili dan 14 spesies Angiospermae di Universitas Samudra. Famili Arecaceae (Palmae) memiliki jumlah spesies terbanyak, dan spesies Polyalthia longifolia (Glodokan Tiang) memiliki jumlah individu terbanyak. Keanekaragaman spesies yang ditemukan relatif rendah dibandingkan dengan penelitian serupa di kampus lain. Studi ini memberikan dasar informasi untuk pengelolaan lingkungan kampus yang lebih baik dan berkelanjutan.
Pemanfaatan Jenis - Jenis Tanaman Sebagai Obat Tradisional Di Desa Kenyaran Kecamatan Pantan Cuaca Kabupaten Gayo lues Sirem Suri; Adi Bejo Suwardi
EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 1 (2026): EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/edubio.v9i1.166

Abstract

Salah satu sumber daya yang berasal dari tumbuhan yaitu Tanaman Obat Keluarga (Toga). Tumbuhan obat merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang dapat menghilangkan rasa sakit, meningkatkan daya tahan tubuh dan membunuh bibit penyakit. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemanfaatan jenis-jenis tanaman sebagai obat tradisional pada masyarakat di Desa Kenyaran Kecamatan Pantan Cuaca Kabupaten Gayo Lues, bagian tumbuhan yang digunakan, pengolahan dan penggunaan sebagai obat tradisional oleh masyarakat serta manfaatnya untuk mengobati berbagai penyakit.  Kemudian waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif, teknik pengumpulan informasi yang bersifat partisipatif (participatory ethnobotanical appraisal, PEA). Metode deskriptif eksploratif yaitu untuk menggambarkan tentang persepsi masyarakat dengan pendekatan etnik. teknik penggumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Hasil penelitian terdapat 53 jenis-jenis  tanaman dari 33 Familia, yang digunakan oleh masyarakat Desa Kenyaran  sebagai obat tradisional dan dipercaya dapat mengobati berbagai jenis penyakit. Pengolahan tanaman obat ini paling banyak di olah dengan cara direbus dan penggunaan oleh masyarakat biasa dengan cara diminum.
Ethnobotany and conservation of indigenous edible fruit plants in South Aceh, Indonesia Adi Bejo Suwardi; ZIDNI ILMAN NAVIA; TISNA HARMAWAN; SYAMSUARDI; ERIZAL MUKHTAR
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 21 No. 5 (2020)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d210511

Abstract

Abstract. Suwardi AB, Navia ZI, Harmawan T, Syamsuardi, Mukhtar E. 2020. Ethnobotany and conservation of indigenous edible fruit plants in South Aceh, Indonesia. Biodiversitas 21: 1850-1860. The traditional knowledge system is immensely important in the context of plant resource conservation, utilization, and environmental management. The objectives of this study, therefore, were to document local knowledge on the diversity, utilization and sustainable management of indigenous fruit yielding species in the South Aceh region of Indonesia. This research was based on extensive field surveys, plant collection, and interviews with the local people, and a total of 56 indigenous edible fruit species belonging to 24 families were identified. Furthermore, the recognized varieties have numerous applications and serve multiple use categories. For example, they have been adopted as food (56 species), by medicine (16 species), construction materials (14 species), furniture (13 species) and firewood (12 species). These indigenous edible fruits are mostly used in the treatment of cough, stomach ache, diarrhea, fever, and digestive problems, and the following species are commonly traded in traditional markets Durio zibethinus, Garcinia mangostana, Mangifera indica, Mangifera foetida, Mangifera odorata, Baccaurea macrophylla, and Baccaurea lanceolata. The agricultural expansion activities in South Aceh region are assumed to present significant threats to the sustainability of indigenous edible fruit species. Conservation of indigenous fruit plants can be performed through the preservation of traditional knowledge and the promotion and domestication of indigenous fruit plant species.
Co-Authors . Baihaqi Abdul Latief Adnan Achmad ADNAN ADNAN Adnan Adnan ADNAN ADNAN Agus Putra AS Ahmad Taufiq Aknes Marsela ALBIAN MUBARAK Albian Mubarak Albian Mubarak Albian Mubarak Ameliyani Ameliyani Andini Saputri Andriani Andriani Anjani, Diyah Annisa Syabrina Antika, Maulida Apriyanti, Dewi Asnawi Asnawi Asnawi Asnawi Aulia Rahman BACHTIAR AKOB Baihaqi Baihaqi Baihaqi Baihaqi Baihaqi Baihaqi Baihaqi Baihaqi Baihaqi Baihaqi BAIHAQI BAIHAQI Baihaqi Baihaqi BAIHAQI BAIHAQI Basri, Teuku Hasan Beni Al Fajar Bustami Cut Gustiana Cut Shaviatul Bayti Deby Abelia Deliana Febrianti Diah Khairani Dian Susanti Dira Rahmi Dita Audira Eka Selviyanti Eka Selviyanti Ekariana S Pandia Elfrida ELFRIDA ELFRIDA Elfrida ELFRIDA Elfrida, Elfrida Erizal Mukhtar Fazrina Saumi Fitriani Fitriani Fransyaigu, Ronald Hamibah Mini Hanafiah Hanafiah Hanafiah Hanafiah Hanafiah HERI IRAWAN Heri Irawan Heri Irawan Husnul Muna Bella Imam Hadi Sutrisno Imam Hadi Sutrisno Imam Hadi Sutrisno Imam Hadi Sutrisno Imam Hadi Sutrisno Indah Indah Indriaty, Indriaty Izzatul Umma Joko Hariadi Jubaidah Jubaidah Karmiati Karmiati Karmiati, Karmiati Kasanova Turnip Kasmawati Kasmawati Kenedi, Ary Kiswanto Laila Ramadhani Maha, Ica Veronika MARDUDI MARDUDI Mardudi Mardudi Marina Br Sembiring Marina Br Sembiring MAULIDA ANTIKA MEGA SILVIA Mia Maulina Minda Purba MUHAMMAD YAKOB Muhammad Amin Muhammad Amin Muhammad Arif Fadhilah Muhammad Azli Ritonga Muhammad Dandi Harisandy Muhammad Jamil Mulia Safrida Sari MUNTAHA MUNTAHA Nabila Syahfitri Nadia Ananda Nadya Annisa Nafsiah Nafsiah Najira Najira Nasution, Hasbi Assidiqi Navia, Zidni Ilman NINTA SABRINA TARIGAN Nur, Ulfatun Nurainas Nurainas NURAINI NURAINI Nuraini NURAINI Nuraini Nuraini Nurchalidah, Siti Nurul Afifah Nurul Husna PANJI CHRISTY Rahmawati Rahmawati Rahmayanti Rahmayanti Ramadhan, Dita Alviana Rani Riska Rapita Aprilia Ratna Lestari Ririn Mustika Ririn Subakti Risauli Juliana Sihite Ritonga, Muhammad Azli RODIYATUL RAHMAT Rosalina Sianturi Rosmaiti Rosmaiti Safitri, Nora SARA GUSTIA WIBOWO Sara Gustia Wibowo Sari, Nonika Sarjani, Tri Mustika Saswita, Helvi Maudy SEPRIANTO SEPRIANTO Setyawati Sheilla, Andriana Shova Almaida Silvia Anzhita Sirem Suri Siswahyudianto Siti Faizah Siti Nurchalidah Sofiyan Sofiyan Stevin Melay Suci Hidayani Putri Suci Khairani Syahfitri, Nabila Syahputra, Viqi Syamsuardi Syamsuardi Syamsul Bahri Syardiansah, Syardiansah Tessa Oktavianti Tiara, Resa TISNA HARMAWAN TISNA HARMAWAN TISNA HARMAWAN TISNA HARMAWAN Vidia Tari Viqi Syahputra Sugianto Wahyu Nazila Wendi Noverian Yayi Retno Pangestu W Yosia Br. Tobing Yosia Br. Tobing ZIDNI ILMAN NAVIA ZIDNI ILMAN NAVIA Zidni Ilman Navia ZIDNI ILMAN NAVIA ZIDNI ILMAN NAVIA ZIDNI ILMAN NAVIA Zidni Ilman Navia Zidni Ilman Navia Zidni Ilman Navia ZIDNI ILMAN NAVIA