Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Suprasegmental Elements In Kakawin Simpen, I Wayan; Bagus Rai Putra, Ida; Permana Mahardika, I Putu; Iye, Risman
Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/rjpbsi.v6i2.7458

Abstract

Kakawin is a traditional literary work that belongs to the sekar agung category, which has characteristics and traits distinct from sekar madya and sekar alit. Kakawin is marked by the presence of guru and laghu in each of its meters. Guru and laghu are the guidelines that must be followed by anyone performing or reading a kakawin literary work. Guru refers to a word or syllable that undergoes a change during its performance. These changes can include elongation, a shift from low to high pitch or vice versa, or a change in emphasis from loud to soft or the opposite. In short, guru is always marked by a change in sound. On the other hand, laghu does not experience a change in sound during its performance. The sounds and their accompanying elements, such as guru and laghu, are studied using phonological theory. Research findings show that there are several forms of characters used to write kakawin as markers of guru and laghu.
Kenakalan Remaja di Pesantren: Tinjauan Sosiologis Yuridis Risman; Abdain; Rahmawat
Intelektualita Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v14i2.27988

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kenakalan remaja di pesantren As’adiyah Belawa Baru dari perspektif sosiologis-yuridis dan upaya penanggulangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, analisis konten, dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan kenakalan terklasifikasi menjadi ringan, sedang, dan berat, memengaruhi disiplin dan nilai pesantren. Tinjauan sosiologis mencakup aspek individu, lingkungan, dan relasi santri, sedangkan tinjauan yuridis merujuk pada KUHP, UU Pesantren, UU Perlindungan Anak, dan peraturan internal pesantren. Upaya penanggulangan meliputi fikih tarbiyah, halaqah, sanksi, dan tindakan kuratif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan Hukum Keluarga Islam serta memberikan rekomendasi kebijakan bagi pesantren dan pemerintah dalam penanganan kenakalan remaja secara komprehensif.