Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Gerakan Literasi Berbasis Komunitas sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Anak di Pulau Buru Iye, Risman; Taufik, Taufik; Bugis, Riki; Susiati, Susiati; Alimin, La Ode; Hentihu, Idrus; Rianti, Wa; Solissa, Anang; Litiloly, Badrun; Sabaruddin, Sabaruddin; Ismail, Ulfa
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.771

Abstract

Tingkat literasi anak di Kabupaten Buru masih menghadapi tantangan, antara lain keterbatasan akses bahan bacaan, minimnya pemanfaatan teknologi, serta lemahnya dukungan keluarga dan komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan keterampilan menulis anak-anak di Desa Lamahang melalui program Gerakan Literasi Baca-Tulis yang berbasis komunitas. Program dilaksanakan selama enam bulan dengan melibatkan 65 anak usia 7–12 tahun, 10 guru dan relawan literasi Rumah Belajar Komunitas Pulau Buru. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahap, yaitu persiapan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, angket kepada guru dan orang tua, serta wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada frekuensi kunjungan ke pojok baca, durasi membaca, keterlibatan anak dalam mendongeng, kemampuan menulis kalimat sederhana, penyusunan cerita runtut, serta partisipasi orang tua dalam mendampingi anak membaca di rumah. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi literasi berbasis komunitas yang memadukan bahan bacaan, metode pembelajaran kreatif, dan teknologi sederhana efektif dalam memperkuat ekosistem literasi di wilayah kepulauan. Model program ini berpotensi direplikasi pada komunitas lain dengan karakteristik serupa.
Suprasegmental Elements In Kakawin Simpen, I Wayan; Bagus Rai Putra, Ida; Permana Mahardika, I Putu; Iye, Risman
Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/rjpbsi.v6i2.7458

Abstract

Kakawin is a traditional literary work that belongs to the sekar agung category, which has characteristics and traits distinct from sekar madya and sekar alit. Kakawin is marked by the presence of guru and laghu in each of its meters. Guru and laghu are the guidelines that must be followed by anyone performing or reading a kakawin literary work. Guru refers to a word or syllable that undergoes a change during its performance. These changes can include elongation, a shift from low to high pitch or vice versa, or a change in emphasis from loud to soft or the opposite. In short, guru is always marked by a change in sound. On the other hand, laghu does not experience a change in sound during its performance. The sounds and their accompanying elements, such as guru and laghu, are studied using phonological theory. Research findings show that there are several forms of characters used to write kakawin as markers of guru and laghu.
Kenakalan Remaja di Pesantren: Tinjauan Sosiologis Yuridis Risman; Abdain; Rahmawat
Intelektualita Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v14i2.27988

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kenakalan remaja di pesantren As’adiyah Belawa Baru dari perspektif sosiologis-yuridis dan upaya penanggulangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, analisis konten, dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan kenakalan terklasifikasi menjadi ringan, sedang, dan berat, memengaruhi disiplin dan nilai pesantren. Tinjauan sosiologis mencakup aspek individu, lingkungan, dan relasi santri, sedangkan tinjauan yuridis merujuk pada KUHP, UU Pesantren, UU Perlindungan Anak, dan peraturan internal pesantren. Upaya penanggulangan meliputi fikih tarbiyah, halaqah, sanksi, dan tindakan kuratif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan Hukum Keluarga Islam serta memberikan rekomendasi kebijakan bagi pesantren dan pemerintah dalam penanganan kenakalan remaja secara komprehensif.