Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

STRATEGI PELAYANAN PENINGKATAN KUALITAS KINERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI STASIUN TAWANG SEMARANG BERDASARKAN ANALISIS SWOT Putriani, Putriani; Oktavia, Afifah Maulimatun; Rizani, Mohammad Debby; Yudaningrum, Farida
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 2, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.864 KB) | DOI: 10.26877/giratory.v2i2.11410

Abstract

Stasiun Tawang Semarang termasuk kedalam kelas besar tipe A. Untuk mengetahui kinerja layanan stasiun dilakukan pada masa pandemi covid-19 yang optimal berdasarkan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap layanan Stasiun Tawang Semarang. Standar Pelayanan Minimum yang disingkat SPM adalah ukuran minimum pelayanan yang harus dipenuhi oleh penyedia layanan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa, yang harus dilengkapi dengan tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai kewajiban dan janji penyedia layanan kepada masyarakat dalam rangka pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau dan terukur. Seperti halnya yang terjadi pada PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang Stasiun Tawang yang telah dilakukan sarana pengecekkan SPM. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan analisis SWOT untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi efektivitas pelayanan serta mengetahui kualitas kinerja Stasiun Tawang Semarang. Faktor internal yang dimaksud ialah strong (S) dan weak (W), sedangkan faktor eksternal ialah opportunities (O) dan threats (T). Hasil analisa kinerja pelayanan dalam peningkatan kualitas kinerja didapatkan strategi Strength-Opportunity dengan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan segala peluang yang ada sehingga perusahaan dapat memiliki keunggulan dalam persaingan perusahaan lainnya.
METODE IPA (IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS) UNTUK KINERJA LAYANAN STASIUN TAWANG SEMARANG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Putriani, Putriani; Oktavia, Afifah Maulimatun; Rizani, Mohammad Debby; Yudaningrum, Farida
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 1, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v1i2.11479

Abstract

Seperti halnya yang terjadi pada PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang Stasiun Tawang Semarang yang telah dilakukan sarana pengecekkan SPM. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan analisa IPA (Importance Performance Analysis) untuk mengetahui penilaian pengguna terhadap layanan Stasiun Tawang Semarang sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 63 Tahun 2019. Standar pelayanan minimum adalah ukuran minimum pelayanan yang harus dipenuhi oleh penyedia layanan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa. Penilaian pengguna (pengelola, penumpang, dan pedagang disekitar stasiun) terhadap layanan Stasiun Tawang Semarang menunjukkan hasil yang lebih dominan pada kuadran B yaitu wajib dipertahankan dari segi fasilitas maupun pelayanan (jalur evakuasi bagi yang berkebutuhan khusus (difabel), perlengkapan P3K, kursi roda, ketersedian vaksinasi, lampu penerang, memperketat penjagaan, keamanan kendaraan, CCTV, pembelian tiket, pelayanan penumpang, kebersihan ruang di stasiun) dan kuadran C yaitu dirasa kurang penting dan kurang memuaskan (pemeriksaan pass boarding, fasilitas tes rapid/antigen/swab/PCR, pengecekan suhu, ketepatan waktu perjalanan KA, menyampaikan informasi, kenyamanan dan keselamatan, sirkulasi udara, merespon penumpang, papan informasi, dan fasilitas busui).
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning Syawaluddin, Ahmad; Amran, Muhammad; Putriani, Putriani
JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Vol 8, No 1 (2024): JANUARI (JIKAP PGSD)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jkp.v8i1.61949

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan berdasarkan hasil observasi pada siswa kelas V SD Negeri 241 Inpres Perumnas Tumalia Kecamatan Turikale Kabupaten Maros dalam mata pelajaran IPAS materi bagian mata dan fungsinya. Banyak siswa yang nilainya masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hal ini disebabkan karena guru lebih sering menggunakan metode ceramah, pembelajaran yang kurang melibatkan aktivitas siswa dan pengalaman langsung pada diri siswa. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan kemampuan dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPAS materi bagian mata dan fungsinya melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning pada siswa kelas V SD Negeri 241 Inpres Perumnas Tumalia Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Jenis penelitian ini bersifat penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama 2 siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil refleksi pada siklus 1 menunjukkan bahwa dari total 20 siswa, terdapat 7 siswa atau 35 % yang tuntas dan 13 siswa atau 65 % yang tidak tuntas. Setelah diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus 2, persentase ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 85 %. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran “Project Based Learning” dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS materi Bagian Mata dan Fungsinya.
EDIBLE FILM BIOKOMPOSIT LIMBAH EKSTRAK KULIT SALAK–PATI JAGUNG–GLISEROL: SOLUSI KEMASAN BIODEGRADABLE BERBASIS LIMBAH PERTANIAN Putriani, Putriani; Rani, Sefrilita Risqi Adikaning Rani; Hernawati, Hernawati; Asriani, Asriani
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i3.58077

Abstract

Edible film berbasis pati menawarkan alternatif kemasan biodegradable, tetapi masih memiliki keterbatasan pada kekuatan mekanik dan sensitivitas terhadap air. Penelitian ini bertujuan menyintesis dan mengevaluasi edible film biokomposit dari pati jagung, gliserol, dan serbuk limbah kulit salak sebagai penguat lignoselulosik melalui metode solvent casting. Formulasi menggunakan 6 g pati jagung, 4 mL gliserol, serta variasi serbuk kulit salak 0,5 g (A), 0,7 g (B), dan 0,9 g (C). Karakterisasi mencakup kuat tarik, elongasi, modulus elastisitas, penyerapan air, biodegradasi, dan spektroskopi FTIR. Kuat tarik meningkat dari 0,271 MPa pada A menjadi 0,752 MPa pada B dan 1,008 MPa pada C. Modulus elastisitas juga meningkat dari 4,46 menjadi 7,10 MPa. Elongasi tertinggi diperoleh pada B sebesar 15,27%, sedangkan C menurun menjadi 14,21%, yang menunjukkan bahwa penambahan penguat pada konsentrasi lebih tinggi meningkatkan kekakuan film. Penyerapan air terendah diperoleh pada A sebesar 4,65%, sedangkan B dan C masing-masing sebesar 27,56% dan 23,43%. Pada hari ke-5, biodegradasi mencapai 28,05% (A), 35,66% (B), dan 100% (C); seluruh formulasi terdegradasi 100% pada hari ke-7. Spektrum FTIR menunjukkan pita O–H, C–H, C=C/H–O–H, C–O, dan daerah sidik jari polisakarida yang mengonfirmasi interaksi fisik antarkomponen. Formulasi B memberikan keseimbangan mekanik terbaik, sedangkan A unggul dalam ketahanan air dan C dalam kekuatan serta laju biodegradasi. Hasil ini menunjukkan adanya trade-off kuantitatif antar sifat dan memperkuat potensi serbuk limbah kulit salak sebagai penguat edible film berbasis pati jagung.  
Pengaruh Total Asset Turnover (TATO) dan Leverage Terhadap Nilai Perusahaan pada PT Waskita Karya (Persero) Tbk Putriani, Putriani; Pratiwi, Aliah; Rimawan, M.
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i3.6349

Abstract

This study aims to analyze the effect of Total Asset Turnover (TATO) and Leverage, proxied by Debt to Equity Ratio (DER), on firm value at PT Waskita Karya (Persero) Tbk during the 2015–2024 period. Firm value was measured using Tobin’s Q ratio. This research employed a quantitative approach with an associative method. The data used were secondary data obtained from the company's annual financial statements. Data analysis techniques included classical assumption tests, multiple linear regression analysis, correlation coefficient, coefficient of determination, t-test, and F-test using SPSS software. The results indicate that partially, Total Asset Turnover (TATO) has no significant effect on firm value with a significance value of 0.639 > 0.05. Debt to Equity Ratio (DER) also has no significant effect on firm value with a significance value of 0.514 > 0.05. Simultaneously, TATO and DER do not significantly affect firm value with a significance value of 0.780 > 0.05. These findings suggest that asset utilization efficiency and capital structure have not been the primary factors influencing the firm value of PT Waskita Karya (Persero) Tbk during the study period.
STRATEGI PELAYANAN PENINGKATAN KUALITAS KINERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI STASIUN TAWANG SEMARANG BERDASARKAN ANALISIS SWOT Putriani, Putriani; Oktavia, Afifah Maulimatun; Rizani, Mohammad Debby; Yudaningrum, Farida
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 2, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v2i2.28474

Abstract

Tawang Semarang Station is included in the large class type A. To determine the performance of station services carried out during the COVID-19 pandemic, which is optimal based on the level of satisfaction of service users with the services of Tawang Semarang Station. Minimum Service Standards, abbreviated as SPM, are the minimum service standards that must be met by service providers in providing services to service users, which must be equipped with benchmarks used as guidelines for service delivery and a reference for assessing service quality as obligations and promises of service providers to the community in the context of quality service, fast, easy, affordable and measurable. As is the case with PT KAI (Persero) Operational Area (Daop) 4 Semarang Tawang Station where SPM checking facilities have been carried out. This study uses quantitative and qualitative methods with SWOT analysis to determine internal factors and external factors that can affect service effectiveness and to determine the performance quality of Semarang Tawang Station. The internal factors in question are strong (S) and weak (W), while external factors are opportunities (O) and threats (T). The results of the analysis of service performance in improving the quality of performance obtained a Strength-Opportunity strategy by using strength to take advantage of all existing opportunities so that the company can have an advantage over other companies' competition.
METODE IPA (IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS) UNTUK KINERJA LAYANAN STASIUN TAWANG SEMARANG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Putriani, Putriani; Oktavia, Afifah Maulimatun; Rizani, Mohammad Debby; Yudaningrum, Farida
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 1, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v1i2.28467

Abstract

As is the case with PT KAI (Persero) Operational Area (Daop) 4 Semarang, Tawang Station, Semarang, where the SPM checking facility has been carried out. This study uses quantitative and qualitative methods with IPA (Importance Performance Analysis) analysis to determine the user's assessment of the Semarang Tawang Station service according to the Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia Number PM 63 of 2019. The minimum service standard is the minimum service size that must be met by service providers in provide services to service users. User assessments (managers, passengers, and traders around the station) of the Tawang Semarang Station service show results that are more dominant in quadrant B, which must be maintained in terms of facilities and services (evacuation routes for those with special needs (disabled), first aid kits, wheelchairs, availability of vaccinations, lighting, tightening guard, vehicle security, CCTV, ticket purchases, passenger service, cleanliness of space at the station) and quadrant C, which is considered less important and less satisfactory (boarding pass checks, rapid/antigen/swab/PCR test facilities, checking temperature, timeliness of your trip, conveying information, comfort and safety, air circulation, responding to passengers, information boards, and busui facilities).