Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analysis of the Interest of the Chinese Government in the Xinjiang Region in the Uyghur Muslim Ethnic Conflict Nurhidayati, Nurhidayati; Rahayu, Riva; Utari, Tituk; Nurhamzah, Nurhamzah; Efendi, Muhsin; Amin, Fakhry
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 3 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i3.336

Abstract

AbstractMuslims in China are one of the minority ethnic groups that still exist today. Ethnic Hui and Uyghurs are among China’s most significant ethnic minority Muslims. The Uyghur Ethnic Conflict was based on discrimination by the Chinese government against Uyghur Muslims, which later led to anarchic acts and policies of persecution of the Chinese government towards Uyghur ethnicity. This study looks at the interests of the Chinese state government in the Xinjiang region in the occurrence of Uyghur Muslim ethnic conflicts. The approach used in this research is qualitative. Then the data used in this study comes from various research results and previous studies that are still related to the Uyghur Muslim ethnic conflict. This study found that the Uyghur Muslim ethnic group in Xinjian felt injustice, so they asked the Chinese government to separate Xinjian from China. Then this conflict is getting worse because the Chinese government uses violence and violates human rights. Despite getting a lot of criticism from various parts of the world, China still carries out this repression for its economic purposes.Keywords: Uyghur Muslims, China, Interest, Ethnic Conflict, Xinjiang. AbstrakMuslim di China merupakan salah satu etnis minoritas yang masih eksis hingga saat ini. Etnis Hui dan Uyghur adalah salah satu etnis minoritas Muslim paling signifikan di China. Konflik Etnis Uyghur didasari oleh diskriminasi yang dilakukan pemerintah China terhadap Muslim Uyghur, yang kemudian berujung pada tindakan anarkis dan kebijakan persekusi pemerintah China terhadap etnis Uyghur. Penelitian ini melihat kepentingan pemerintah negara China di wilayah Xinjiang dalam terjadinya konflik etnis Muslim Uyghur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Kemudian data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari berbagai hasil penelitian dan penelitian sebelumnya yang masih terkait dengan konflik etnis Muslim Uyghur. Penelitian ini menemukan bahwa kelompok etnis Muslim Uyghur di Xinjian merasakan ketidakadilan, sehingga mereka meminta pemerintah China untuk memisahkan Xinjian dari China. Kemudian konflik ini semakin parah karena pemerintah China menggunakan kekerasan dan melanggar hak asasi manusia. Meski mendapat banyak kritik dari berbagai belahan dunia, China tetap melakukan represi ini untuk kepentingan ekonominya.Kata kunci: Muslim Uyghur, Cina, Kepentingan, Konflik Etnis, Xinjiang.
PENERAPAN BUDAYA ORGANISASI OLEH KECAMATAN BEBESEN TERHADAP KINERJA PEMERINTAHAN KAMPUNG Supriadi, Supriadi; Efendi, Muhsin; Fakhrurraji, Alzikri
Saraq Opat: Jurnal Administrasi Publik Vol 4 No 1 (2022): Januari : Saraq Opat: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.363 KB) | DOI: 10.55542/saraqopat.v4i1.117

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui Budaya Organisasi yang diterapkan terhadap kinerja Pemerintahan Kampung di kecamatan Bebesen dan menjelaskan Faktor apa saja yang melandasi berjalannya Budaya Organisasi pada kinerja Pemerintahan Kampung di kecamatan Bebesen Adapaun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, studi pustaka dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan Budaya Organisasi yang diterapkan terhadap kinerja Pemerintahan Kampung di kecamatan Bebesen: antara lainnya faktor kearifan lokal dan faktor kebijakan penguasa ada yang memperkuatbudaya organisasi dan ada yang justeru melemahkan budaya organisasi terhadap kinerja Pemerintah Kampung. Budaya organisasi yang dianut oleh kecamatan memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) lemah pada karakter inovasi dan keberanian mengambil resiko (innovation andrisktaking), (2) lemah pada karakter perhatian terhadap detail (attentiontodetail, (3) lemah pada karakter berorientasi kepada hasil (outcome orientation), (4) kuat pada karakter berorientasi kepada manusia (peopleorientation), (5)kuat pada karakter berorientasi tim (teamorientation), (6) lemah pada karakter agresif (aggressiveness), dan (7) kuat pada karakter stabil (stability). Adapun kesimpulan yaitu Tipe budaya organisasi terhadap kinerja pementahan Kampung adalah kombinasi Caring-Apathetic Culture dengan ciri-ciri: (1) penghargaan diberikan terutama berdasarkan permainan politik dan pemanipulasian orang-orang lain. Output berupa pencapaian tupoksi pada masing-masing pegawai telah terlaksana dengan baik, (3)outcomes berupa hasil (4)benefit berupa pelayanan prima yang diberikan kepada masyarakat publik, dan (5) impact berupa terwujudnya visi dan misi organisasi secara optimal. Kata Kunci: Penerapan, Budaya Organisasi, Pemerintah Kampung.
Analisis Good Corporate Governance Badan Usaha Milik Kampung Menuju Kinerja Usaha Yang Sehat Diana, Vevi; AB, Subhan; Efendi, Muhsin
Saraq Opat: Jurnal Administrasi Publik Vol 4 No 1 (2022): Januari : Saraq Opat: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.594 KB) | DOI: 10.55542/saraqopat.v4i1.120

Abstract

Badan Usaha Milik Kampung dirikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sekaligus membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat yang tinggal di kampung Arul Latong. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan Analisis Good Corporate Governanve Badan Usaha Milik Kampung Arul Latong Menuju Kinerja Usaha yang Sehat. Good Corporate Covernance merupakan suatu konsep yang diajukan dalam meningkatkan kualitas kinerja usaha dilihat dari prinsip Transparancy, Accountability, Responbility, Indenpedency, dan Fairners. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, data penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Good Corporate Governance dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung Arul Latong belum terlaksana dengan maksimal. Karena masih kurangnya Sumber Daya Manusia dalam pengelolaan sehingga masih terhambatnya kinerja yang dijalankan dalam mengelola BUMK Kelas Tali Kampung Arul Latong. Kata Kunci : God Corporate Governance, BUMK
PENGARUH VARIABEL GOOD GOVERNANCE TERHADAP KINERJA APARATUR Pratama, Hatta Putra; Teniro, Alwin; Efendi, Muhsin; Zainudin; Zunafriesma, Nanda
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 8 No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v8i1.5500

Abstract

Tujuan Penelitian ini memperoleh data serta mengukur pengaruh good governance terhadap kinerja aparatur. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan uji statistik. Adapun sampel dalam penelitian adalah seluruh ASN Kecamatan Bukit sebesar 24 Responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda, koefisien determinasi, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  secara parsial, akuntabilitas, transparansi, demokrasi, dan aturan hukum berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur.sedangkan secara simultan  good governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur”
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Irhamna Sahru Nova; Hajar Ashwad; Muhsin Efendi; Nanda Zunafriesma; Alwin Teniro; Zainudin Zainudin
Jurnal Kebijakan Publik Vol 15, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor di SAMSAT Aceh Pusat. Masalahnya difokuskan pada rendahnya minat wajib pajak kendaraan karena kualitas layanan yang diberikan. Kejelasan data yang dikumpulkan berupa kuesioner atau kuesioner dan dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji nilai t menjelaskan perhitungan t ˃ tabel t yaitu 5.059 ˃ 1.677 dengan arti bahwa terdapat pengaruh dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor yang dilakukan dengan afirmasi wajib bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Sedangkan uji F menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, hal ini dapat dijelaskan bahwa uji F-count = 25.598, maka dapat ditegaskan bahwa f-count ˃ F-tabel atau 25.598 ˃ 4,05 dimana ditunjukkan bahwa terdapat pengaruh variabel kualitas pelayanan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor.
Ekonomi Sirkular dengan Edukasi Limbah Cangkang Telur menjadi Pupuk Organik di Desa Wih Terjun, Pegasing, Aceh Tengah Kamarudin, Anna Permatasari; Yusnadi, Alja; Susanti, Zulida; Yuniara, Ridha; Amna, Amna; Fibriana, Rahmi; Sabri, Sabri; Sukanto, Sukanto; Efendi, Muhsin; Noviandi, Idham; Fachri, Husni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36970

Abstract

Limbah atau sampah merupakan hal serius yang perlu ditangani. Salah satu hasil limbah rumah tangga adalah cangkang telur. Cangkang telur merupakan limbah organik yang kandungannya mempunyai banyak khasiat. Salah satu diantaranya dapat memberikan kesuburan pada tanah. Maka tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat adalah memanfaatkan limbah organik berupa cangkang telur menjadi pupuk cangkang telur. Pupuk ini dapat diaplikasikan dalam keadaan kering atau basah. Metode yang dilakukan adalah ceramah dan demonstrasi. Mitra yang hadir pada program ini adalah ibu-ibu rumah tangga sebanyak 21 orang. Hasil dari Pre-Test dan Post-Test menunjukkan bahwa mitra telah mengalami perubahan pengetahuan ke arah yang lebih positif. Sehingga diharapkan mitra dapat melakukan proses pembuatan pupuk cangkang telur secara mandiri. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kebanyakan mitra menilai atas pelaksanaan program PkM ini dengan positif. Mitra akan mengikuti program yang sama apabila diadakan lagi dengan berbagai tema lainnya, Selama pelaksanaan PkM ini mitra terlihat sangat antusias. Harapannya mitra dapat membuat sendiri pupuk cangkang telur dan memasarkannya secara bersama-sama. Sehingga dapat tercipta ekonomi sirkular yang dapat memberikan pendapatan tambahan pada masyarakat setempat.
Tata Kelola Lingkungan yang Baik dalam Implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah di Kabupaten Aceh Tengah Kuhini, Finta; ashwad, hajar; Teniro, Alwin; Efendi, Muhsin; tiara, rismi
Saraq Opat: Jurnal Administrasi Publik Vol 8 No 1 (2026): Januari:Saraq Opat: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/saraqopat.v8i1.1931

Abstract

In 2023, waste production in Kabupaten Aceh Tengah reached approximately ±40 tonnes per day. The existing final disposal sites (TPA) are currently overloaded and can no longer optimally accommodate the volume of waste. Waste production has increased significantly from year to year. In 2025, the daily volume of waste is projected to reach 70.5 tonnes, originating from urban activities, particularly in the sub-districts of Bebesen, Lut Tawar, Kebayakan, and Pegasing, with a total population of 103,742. This situation indicates serious pressure on the regional waste management system. In response to this problem, the Central Aceh Regency Government enacted Central Aceh Regency Qanun No. 1 No 2018 concerning Waste Management as the legal basis for systematic and sustainable waste management. This study aims to examine the implementation of the Qanun, focusing on the role of the Environment Agency (DLH) as the policy implementer, the obstacles encountered in its implementation, and the factors that support the success of the implementation. The problem of waste management in Aceh Tengah Regency is still quite complex. This is characterised by limited facilities and infrastructure, particularly landfill capacity that has exceeded its capacity, a limited fleet of waste transport vehicles, and low levels of public awareness and participation in sorting and disposing of waste in accordance with regulations. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the implementation of Qanun No. 1 of 2018 still faces various significant obstacles, especially in terms of limited facilities and low community participation. However, there are supporting factors that strengthen the implementation of the policy, namely the existence of clear regulations, the commitment of the DLH as the implementing agency, the beginning of community participation, and the support of regional political legitimacy. Overall, the implementation of waste management policies in Central Aceh Regency is still in the development stage. In the future, it will be necessary to strengthen waste infrastructure, increase budget allocations, provide continuous education to the community, and develop circular economy-based strategies so that waste can be managed as a resource with economic value.