p-Index From 2021 - 2026
5.134
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN KAJIAN MAKNA DALAM CERPEN KOMPAS Nuthihar, Rahmad
Jurnal Metrum Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Metrum
Publisher : PT Metrum Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas nilai Profil Pelajar Pancasila dan kajian makna yang terdapat dalam cerpen Kompas. Cerpen kompas yang diteliti dalam penelitian ini sebanyak tiga judul yang terdiri atas (1) Hawa Panas ditulis oleh  Silvester Petara Hurit (2022), (2) Khasiat Embun Pohon Putih  Ahda Imran (2022), (3) Bukan Bocah Biasa ditulis oleh Ketut Sugiartha (2022). Analisis data dilakukan dengan tahapan (1) membaca intensif, (2) menandai data yang mengandung Profil Pelajar Pancasila, (3) menganalisis data, dan (4) menarik simpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dari ketiga cerpen tersebut, nilai berkebinekaan global merupakan nilai yang paling banyak dominan dengan jumlah data 15 atau  36,59%.  Selanjutnya, nilai yang paling sedikit tingkat kemunculannya adalah nilai kreatif dengan angka kemunculan 2 atau 4,88%. Tingginya kemunculan nilai berkebinekaan global membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sangat tinggi perasaan menghormati keberagaman yang ada di Indonesia. Untuk nilai kreatif yang jumlahnya sedikit ditemukan dalam penelitian ini disebabkan ketiga cerpen tersebut tidak dikategorikan dalam genre fantasi ataupun fiksi ilmiah. Kajian makna yang ditemukan dalam penelitian ini sebagian besar cerpen kompas memiliki makna leksikal dan makna gramatikal. Untuk makna referensi dan makna kiasan hanya terdapat di beberapa cerpen. Hal ini menyimpulkan bahwa cerpen Kompas dapat dipahami secara lugas oleh para pembaca umum.
THE DEVELOPMENT OF AN ACEHNESE-INDONESIAN DICTIONARY FOR VOCATIONAL FIELDS BASED ON ANDROID: A NEEDS ANALYSIS STUDY Nuthihar, Rahmad; Erliana, Hilma; Wahdaniah, Wahdaniah; Jaya, Ilham; Ratnasari, Dewi; Matondang, Zulfahmirda; Ramli, Ramli; Sari, Intan Wulan
Linguists : Journal of Linguistics and Language Teaching Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ling.v11i1.5675

Abstract

This study analyzes the needs of an Android-based Acehnese-Indonesian dictionary for the vocational field. The needs analysis ensures alignment with user expectations. The instrument is tested for validity and reliability, with the product-moment correlation showing an r-value higher than the table value, and Cronbach's alpha exceeding 0.6, confirming its validity and reliability. Data were collected using purposive sampling through questionnaires distributed to 100 Acehnese speakers in West Aceh, Greater Aceh, North Aceh, and Lhokseumawe. The results showed that 87% supported the development of the dictionary, 87% wanted features such as images, pronunciation, and IPA writing, 84% considered audio important, and 79% preferred technical vocabulary, category-based search, and offline access. The novelty of this study lies in its user-driven approach, integrating interactive features that are essential for vocabulary acquisition. Unlike conventional bilingual dictionaries, this study focuses on vocational terminology, preserving the Acehnese language while enhancing its practical use. High user demand and a rigorous validation process ensure that the developed instruments accurately capture user needs, laying a solid foundation for further development.
The Effect of Collaborative Reasoning On Indonesian University Students’ Literacy and Argumentation Skills Parlindungan, Firman; Mursyidin; Kurniasih; Rahmatillah, Refanja; Nuthihar, Rahmad; Oussou, Said
JEELS (Journal of English Education and Linguistics Studies) Vol. 10 No. 1 (2023): JEELS May 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil, Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/jeels.v10i1.788

Abstract

Since the global COVID-19 pandemic, traditional classrooms have no longer become accessible for everyone. Most teaching and learning process is conducted virtually. The use of interactive and dynamic pedagogy is needed to maintain the quality of learning, especially that enhance argumentation and literacy skills. This research aims to examine whether there are differences in literacy and argumentation skills of Indonesian university students before and after the implementation of Collaborative Reasoning (CR) approach during online learning. A quasi-experimental one-group pretest-and posttest design was employed. A total of 30 students taking Communication and Gender course were involved in this research. We developed a Reading Comprehension Test (RCT) to collect the literacy scores of the students and Cognitively Based Assessment of, for, and as Learning (CBAL) Argumentation Progression to measure argumentation scores. Using a paired samples t-test, the literacy and argumentation scores of the students before participating in CR were compared to their scores after participating in CR. The literacy and argumentation scores were significantly higher after participating in CR. This finding indicates that there is an increase in literacy and argumentation scores over time that was not likely to be due to chance. It is pivotal then for language educators to consider CR in their classrooms.
Nilai-nilai Eksistensialisme pada Buku Cerita Anak ‘Pelukis Istimewa’ Nuthihar, Rahmad; Syihabuddin; Anshori, Dadang S.; Eliya, Ixsir; Rizki, Azrul
CARAKA Vol 11 No 1 (2024): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i1.18526

Abstract

Anak berkebutuhan khusus memiliki keunikan yang berbeda dengan anak normal lainnya. Perbedaan tersebut karena anak berkebutuhan khusus karena nilai eksistensialisme yang terdapat pada diri mereka. Pengarang buku cerita anak berperan dalam menginternalisasi nilai eksistensialisme dalam karangannya agar anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama. Melalui penelitian ini akan dikaji nilai eksistensialisme yang terdapat pada buku cerita anak yang berjudul ‘Pelukis Istimewa’. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pemilihan jenis dan pendekatan tersebut bertujuan menemukan internalisasi nilai eksistensialisme dalam buku cerita anak. Hasil penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai eksistensialisme yang diinternalisasikan pengarang dalam buku cerita anak meliputi kebebasan, keunikan, keautentikan, dan ketidakpastian/tantangan. Pengarang menerapkan nilai-nilai eksistensialisme untuk menghapus stigma negatif terhadap anak berkebutuhan khusus dan menekankan pada pendidikan inklusif. Bentuk eksistensialisme yang diterapkan berupa kebebasan yang berdampak positif bagi individu maupun kelompok. Anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama serta bebas menggapai cita-cita sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
The language forms of Instagram netizens’ rejection toward Rohingya immigrants in Aceh Province Nuthihar, Rahmad; Ramli, Ramli; Rusli, Herman; Eliya, Ixsir; Menjamin, Sumaiyah
BAHASTRA Vol. 44 No. 1 (2024): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v44i1.701

Abstract

The research examines the expressions of rejection used by Instagram users against Rohingya immigrants in Aceh Province. This study is grounded in the growing public apprehension surrounding the influx of Rohingya immigrants, which has been steadily rising over time. The current population of Rohingya immigrants in Indonesia is 1,600, since their initial arrival in Aceh in 2009. This instigates social and economic strife, in which the state of prosperity for the Acehnese population remains incomplete. The data source for this research is 500 comments from Instagram users on five posts on multiple Instagram media profiles. The research data was acquired in December 2023 and subsequently examined using a qualitative descriptive methodology. According to the study's findings, the most common form of rejection was one that used suggestions or other alternatives. It indicates that the individuals in Aceh exhibit a high degree of empathy; however, due to various conditions, they suggest alternative resolutions. Meanwhile, the most minimal form is rejection accompanied by gratitude. These findings demonstrate that Instagram users consider it unnecessary to use courteous language and consider it acceptable to reject Rohingya immigrants. This research also indicated that technological innovations have contributed to the advent of forms of language rejection. We have discovered novel types of rejection discourse, specifically employing symbols or emoticons, utilizing metaphors, and employing hashtags to exert influence over fellow Instagram users.
KOSAKATA BAHASA ACEH PADA PENAMAAN GAMPONG DI KABUPATEN ACEH BARAT: TINJAUAN DEVIASI TERHADAP EJAAN YANG DISEMPURNAKAN EDISI V Nuthihar, Rahmad; Wahdaniah, Wahdaniah
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v9i1.177-184

Abstract

Penelitian ini mengkaji pola penamaan gampong dalam bahasa Aceh yang terdapat di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh dengan jumlah data sebayak 154 nama gampong. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif karena hasil yang akan diperoleh berupa frekuensi kosakata bahasa Aceh yang muncul dalam penamaan gampong dan penggunaan ejaan. Penganalisisan data dilakukan dengan tahapan 1) menemukan frekuensi kata yang dipakai dalam penamaan gampong, (2) menemukan gabungan huruf vokal dan kosonan yang tidak sesuai dengan EYD edisi V, (3) membuat deskripsi, dan (4) menarik simpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dari 140 nama gampong di Aceh Barat, terdapat 4 kosakata bahasa Aceh yang telah dibakukan dalam KBBI. Gabungan huruf vokal dan konsonan dalam bahasa Aceh terdapat perbedaan dengan bahasa Indonesia. Dalam bahasa Aceh gabungan huruf vokal dan kosonan terkait penamaan gampong meliputi (ee), (eu), (ue), dan (ie) (br), (lh), (dr), dan (kr).
Metafora Bahasa Aceh pada Komentar Akun Instagram @tercyduck.aceh Nuthihar, Rahmad; Hasan, Riza; Herman, RN; Mursyidin, Mursyidin; Wahdaniah, Wahdaniah
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 3, No 2 (2021): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v3i2.3159

Abstract

Artikel ini membahas metafora bahasa Aceh yang terdapat pada komentar akun Instagram @tercyduk.aceh. Penelitian ini bertujuan menemukan jenis metafora yang dipakai oleh pengguna Instagram saat memberikan komentar. Sumber data penelitian ini diperoleh pada kolom komentar akun Instagram @tercyduk.aceh sementara yang dijadikan data penelitian ini adalah komentar yang mengandung metafora. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Pengolah data dilakukan dengan tahapan seleksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa metafora struktural dipakai untuk mengatakan suatu konsep ditransfer dengan menggunakan konsep yang lain, sementara metafora orientasional dipakai untuk mengatakan hal-hal yang berhubungan dengan orientasi pengalaman manusia. Selanjutnya, metafora ontologis didasarkan atas kejadian. Jumlah metafora yang ditemukan dalam penelitian ini yakni, metafora ontologis sebanyak 10, metafora struktural 8, dan metafora orientasional 6. Penelitian ini juga menemukan bahwa untuk mendukung ataupun memperkuat gagasan metafora dipakai emotikon pada bagian akhir komentar. Selain itu, metafora yang digunakan oleh pengguna Instagram juga mengarah pada kata makian. Hal itu disebabkan metafora merupakan salah satu gaya bahasa untuk mengatakan kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan.
Kesalahan Morfologi Bahasa Indonesia pada Artikel Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nuthihar, Rahmad; Sastromiharjo, Andoyo; Afiati, Laksmita Nur; Munggaran, Nita Anjung; Noeraeni, Rani
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i1.5797

Abstract

Artikel ini membahas kesalahan berbahasa Indonesia ditinjau berdasarkan tataran morfologi bahasa Indonesia. Penelitian didasari atas masih ditemukan kesalahan morfologi bahasa Indonesia pada jurnal ilmiah mahasiswa. Padahal, jurnal ilmiah merupakan karya ilmiah yang penggunaan bahasa Indonesia harus dilakukan secara tepat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena data yang disajikan berupa deskripsi kesalahan berbahasa dan perbaikannya. Sumber data penelitian ini adalah data kesalahan berbahasa yang terdapat pada empat artikel jurnal ilmiah mahasiswa yang diterbitkan pada Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) BBG dan JIMPS: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kesalahan morfologi disebabkan oleh kesalahan bentuk dasar, kesalahan afiksasi, dan kesalahan reduplikasi. Kesalahan bentuk dasar disebabkan oleh tidak sesuainya penulisan bentuk dasar sebagaimana terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kesalahan afiksasi terdiri atas, kesalahan prefiks, kesalahan penulisan unsur terikat, kesalahan gabungan kata berupa awalan + akhiran. Sementara itu, bentuk kesalahan reduplikasi disebabkan oleh penggunaan kata hubung yang tidak tepat. Kesalahan morfologi disebabkan oleh kompetensi penulis terhadap aturan morfologi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, disarankan agar pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi dilakukan dengan model berbasis proyek atau studi kasus agar kesalahan morfologi bahasa Indonesia tidak terjadi lagi.
Pengembangan Kompetensi Menulis Buku Cerita Anak Bagi Calon Guru Sekolah Dasar Alia, Dwi; Yulianeta, Yulianeta; Mulyati, Yeti; Apriliya, Seni; Damaianti, Vismaia S.; Anshori, Dadang S.; Nuthihar, Rahmad
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1613

Abstract

This study aims to identify the challenges, learning needs, and weaknesses in the intrinsic elements of children’s storybooks written by prospective elementary school teachers. The research employed a mixed methods approach with data collected through questionnaires, interviews, and content analysis. Questionnaires were distributed to 122 students from the Primary School Teacher Education (PGSD) and Islamic Primary School Teacher Education (PGMI) programs to identify challenges and learning needs in writing children’s stories. Interviews were conducted with two lecturers teaching children’s literature to explore their perspectives on students’ difficulties. In addition, a content analysis was carried out on 13 student works, consisting of nine children’s storybooks and four educational books, to examine weaknesses in intrinsic elements. Data were analyzed descriptively through triangulation of survey, interview, and content analysis results. The findings reveal that the main challenges lie in narrative perspective (49.18%), plot development (39.35%), and characterisation (36.89%). In terms of learning needs, students require more training in language use (34.43%) and the development of creative originality (31.15%). The content analysis supports these findings, showing narrative weaknesses such as abrupt resolutions, static characters, and the use of unimaginative and non-contextual language. These results highlight the need for a more contextual, practical, and child-literacy-oriented model of story-writing instruction. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengungkap kendala, kebutuhan pembelajaran, dan kelemahan unsur intrinsik dalam karya cerita anak yang ditulis oleh mahasiswa calon guru sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner terhadap 122 mahasiswa Program Studi PGSD dan PGMI, wawancara dengan dua dosen pengampu mata kuliah sastra anak, serta analisis isi terhadap 13 karya mahasiswa (9 buku cerita anak dan 4 buku pendidikan). Data dianalisis secara deskriptif melalui triangulasi hasil survei, wawancara, dan analisis karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama mahasiswa terletak pada aspek sudut pandang (49,18%), alur cerita (39,35%), dan pengembangan tokoh (36,89%). Dalam hal kebutuhan pembelajaran, mahasiswa memerlukan pelatihan dalam penggunaan bahasa (34,43%) dan pengembangan orisinalitas karya (31,15%). Analisis karya memperkuat temuan survei dengan ditemukannya kelemahan naratif berupa resolusi instan, karakter statis, serta penggunaan bahasa yang kurang imajinatif dan tidak kontekstual. Temuan ini menegaskan perlunya model pembelajaran menulis cerita anak yang lebih kontekstual, praktis, dan berorientasi pada literasi anak.
Bahasa sebagai Ruang Penyembuhan: Representasi Wacana Kesehatan Mental bagi Muslimah di Media Sosial Instagram Eliya, Ixsir; Lida, Ulfah Mey; Nuthihar, Rahmad; Nurpadillah, Veni
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.22430

Abstract

Di tengah menguatnya wacana kesehatan mental di kalangan muslimah, praktik penyembuhan melalui tagar di Instagram belum banyak dikaji secara kritis dari segi cara bahasa digunakan untuk membangun ruang penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan representasi wacana penyembuhan kesehatan mental bagi muslimah di media sosial Instagram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka kerja Analisis Wacana Kritis model Sara Mills yang menitikberatkan pada pemosisian subjek, objek, dan pembaca dalam teks. Data yang dianalisis sebanyak 102 data dan dikumpulkan dengan teknik simak, catat, dan dokumentasi dengan memanfaatkan Instagram Scraper, kemudian diolah melalui wordcloud menggunakan Voyage untuk mengidentifikasi pola leksikal dominan dalam wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana penyembuhan yang terbentuk menonjolkan nilai penerimaan diri, penguatan spiritual, dan solidaritas sesama perempuan. Bahasa berperan sebagai media psikologis untuk mengenali, menenangkan, dan mengelola kondisi emosional secara reflektif. Simpulannya, Instagram bukan hanya ruang ekspresi personal, tetapi juga ruang simbolik tempat muslimah membangun identitas religius dan jaringan dukungan emosional dalam menghadapi tantangan kesehatan mental.
Co-Authors 366-373 , Ade Dwinta Abdul Latif Wabula Ade Dwinta Afiati, Laksmita Nur Afriani , Zelvia Liska Andi Mustari Andi Mustari Andoyo Sastromiharjo Apriliya, Seni Azrul Rizki Chaira Cut Liliiza Yusra Dadang S Anshori Dadang Sunendar Denni Iskandar Dewayani, Sofie Dewi Ratnasari DWI ALIA, DWI Farthur Ahkyat Firman Parlindungan Hanif Hasan, Riza Hasnita Herman Rusli Herman, RN Hilma Erliana Hilma Erliana Ilham Jaya Indrianto Indrianto Intan Wulan Sari Intan Wulansari Irfan Rifai Iskandar Abdul Samad Ixsir Eliya Ixsir Eliya Juanda Juanda Keumala Fadhiela ND Kurniasih Kusmira Agustian Lia Lisyati Lida, Ulfah Mey Lutfi Lutfi Luthfi Luthfi Luthfi Luthfi Luthfi Luthfi, Luthfi M Rusdi M. Faisi Ikhwali M. Rusdi Matondang, Zulfahmirda Matondang, Zulfamirda Maulidya Cahyani Menjamin, Sumaiyah Mohd Harun Muhamad Chairul Basrun Umanailo Mukhlis Mukhlis Mukhlis Mukhlis Mukhlis, NFN Muna Aljamaliah , S. Nailul Munggaran, Nita Anjung Mursyidin Mursyidin Mursyidin Noeraeni, Rani Nurpadillah, Veni Oussou, Said Rachman, Anita Kurnia Rahmatillah, Refanja Raiyana Putri Kana Ramli Ramli Ramli Ramli Refanja Rahmatillah Riza Hasan Rizki, Azrul Rudi Kurniawan Rudi Kurniawan Rusli, Herman Safrizal Razali Safrizal Safrizal Sakdiah Sakdiah Santi Septiana Zarita Sari, Intan Wulan Seles , Susi Sri Widya Sumaiyah Menjamin Syihabuddin Syihabuddin, NFN Tara Astika Bangun Vismania S. Damaianti, Vismania S. Wabula, Abdul Latif Wahdaniah Wahyudi Wildan Wildan Wildan, NFN Wirduna Wirduna Yulianeta Yunita Arafah Yusra, Cut liliiza Yusri Yusuf Zainun, NFN