Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

GERAKAN BUPOLO MAGHRIB MENGAJI SEBAGAI MEDIA PRURALISME Wabula, Abdul Latif; Umanailo, M. Chairul Bahrun; Kurniawan, Rudi; Rusdi, M.; Nuthihar, Rahmat
JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 9 No. 2 (2019): JISPO Vol 9 No 2 2019
Publisher : Faculty of SociaI and Political Sciences (FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jispo.v9i2.4955

Abstract

Bupolo Maghrib Mengaji Movement is a form of social community movement initiated by the Buru’s Government with the Ministry of Religion of Buru Regency as an effort to spend maghrib time and to avoid the Buru community from the negative impact of technological developments and make the movement as a media to achieve pluralism. This research is a qualitative study which aims to describe the implementation of the Bupolo Maghrib Mengaji Movement in Namlea District, Buru Regency. The research location was focused on Namlea District with consideration of the density and heterogeneity of the community. The number of informants who will be interviewed was 25 people who were taken purposively. The technique of analysis used by Miles and Huberman in the form of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the Bupolo Maghrib Mengaji Movement received a positive response from the community where the initiation carried out by the community was able to become an instrument of achieving harmonization of community life to maintain and to remind each other in spending Maghrib time. Also, the sectoral mapping of community activities in the Bupolo Maghrib Mengaji Movement raises two components namely moral and ethics which functioned to foster and maintain pluralism in Namlea District. Pluralism is an important basis for living tolerantly in a society that is different from tribes, groups, religions and customs.
NILAI PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN KAJIAN MAKNA DALAM CERPEN KOMPAS Nuthihar, Rahmad
Jurnal Metrum Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Metrum
Publisher : PT Metrum Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas nilai Profil Pelajar Pancasila dan kajian makna yang terdapat dalam cerpen Kompas. Cerpen kompas yang diteliti dalam penelitian ini sebanyak tiga judul yang terdiri atas (1) Hawa Panas ditulis oleh  Silvester Petara Hurit (2022), (2) Khasiat Embun Pohon Putih  Ahda Imran (2022), (3) Bukan Bocah Biasa ditulis oleh Ketut Sugiartha (2022). Analisis data dilakukan dengan tahapan (1) membaca intensif, (2) menandai data yang mengandung Profil Pelajar Pancasila, (3) menganalisis data, dan (4) menarik simpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dari ketiga cerpen tersebut, nilai berkebinekaan global merupakan nilai yang paling banyak dominan dengan jumlah data 15 atau  36,59%.  Selanjutnya, nilai yang paling sedikit tingkat kemunculannya adalah nilai kreatif dengan angka kemunculan 2 atau 4,88%. Tingginya kemunculan nilai berkebinekaan global membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sangat tinggi perasaan menghormati keberagaman yang ada di Indonesia. Untuk nilai kreatif yang jumlahnya sedikit ditemukan dalam penelitian ini disebabkan ketiga cerpen tersebut tidak dikategorikan dalam genre fantasi ataupun fiksi ilmiah. Kajian makna yang ditemukan dalam penelitian ini sebagian besar cerpen kompas memiliki makna leksikal dan makna gramatikal. Untuk makna referensi dan makna kiasan hanya terdapat di beberapa cerpen. Hal ini menyimpulkan bahwa cerpen Kompas dapat dipahami secara lugas oleh para pembaca umum.
THE DEVELOPMENT OF AN ACEHNESE-INDONESIAN DICTIONARY FOR VOCATIONAL FIELDS BASED ON ANDROID: A NEEDS ANALYSIS STUDY Nuthihar, Rahmad; Erliana, Hilma; Wahdaniah, Wahdaniah; Jaya, Ilham; Ratnasari, Dewi; Matondang, Zulfahmirda; Ramli, Ramli; Sari, Intan Wulan
Linguists : Journal of Linguistics and Language Teaching Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ling.v11i1.5675

Abstract

This study analyzes the needs of an Android-based Acehnese-Indonesian dictionary for the vocational field. The needs analysis ensures alignment with user expectations. The instrument is tested for validity and reliability, with the product-moment correlation showing an r-value higher than the table value, and Cronbach's alpha exceeding 0.6, confirming its validity and reliability. Data were collected using purposive sampling through questionnaires distributed to 100 Acehnese speakers in West Aceh, Greater Aceh, North Aceh, and Lhokseumawe. The results showed that 87% supported the development of the dictionary, 87% wanted features such as images, pronunciation, and IPA writing, 84% considered audio important, and 79% preferred technical vocabulary, category-based search, and offline access. The novelty of this study lies in its user-driven approach, integrating interactive features that are essential for vocabulary acquisition. Unlike conventional bilingual dictionaries, this study focuses on vocational terminology, preserving the Acehnese language while enhancing its practical use. High user demand and a rigorous validation process ensure that the developed instruments accurately capture user needs, laying a solid foundation for further development.
The Effect of Collaborative Reasoning On Indonesian University Students’ Literacy and Argumentation Skills Parlindungan, Firman; Mursyidin; Kurniasih; Rahmatillah, Refanja; Nuthihar, Rahmad; Oussou, Said
JEELS (Journal of English Education and Linguistics Studies) Vol. 10 No. 1 (2023): JEELS May 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil, Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/jeels.v10i1.788

Abstract

Since the global COVID-19 pandemic, traditional classrooms have no longer become accessible for everyone. Most teaching and learning process is conducted virtually. The use of interactive and dynamic pedagogy is needed to maintain the quality of learning, especially that enhance argumentation and literacy skills. This research aims to examine whether there are differences in literacy and argumentation skills of Indonesian university students before and after the implementation of Collaborative Reasoning (CR) approach during online learning. A quasi-experimental one-group pretest-and posttest design was employed. A total of 30 students taking Communication and Gender course were involved in this research. We developed a Reading Comprehension Test (RCT) to collect the literacy scores of the students and Cognitively Based Assessment of, for, and as Learning (CBAL) Argumentation Progression to measure argumentation scores. Using a paired samples t-test, the literacy and argumentation scores of the students before participating in CR were compared to their scores after participating in CR. The literacy and argumentation scores were significantly higher after participating in CR. This finding indicates that there is an increase in literacy and argumentation scores over time that was not likely to be due to chance. It is pivotal then for language educators to consider CR in their classrooms.
Nilai-nilai Eksistensialisme pada Buku Cerita Anak ‘Pelukis Istimewa’ Nuthihar, Rahmad; Syihabuddin; Anshori, Dadang S.; Eliya, Ixsir; Rizki, Azrul
CARAKA Vol 11 No 1 (2024): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i1.18526

Abstract

Anak berkebutuhan khusus memiliki keunikan yang berbeda dengan anak normal lainnya. Perbedaan tersebut karena anak berkebutuhan khusus karena nilai eksistensialisme yang terdapat pada diri mereka. Pengarang buku cerita anak berperan dalam menginternalisasi nilai eksistensialisme dalam karangannya agar anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama. Melalui penelitian ini akan dikaji nilai eksistensialisme yang terdapat pada buku cerita anak yang berjudul ‘Pelukis Istimewa’. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pemilihan jenis dan pendekatan tersebut bertujuan menemukan internalisasi nilai eksistensialisme dalam buku cerita anak. Hasil penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai eksistensialisme yang diinternalisasikan pengarang dalam buku cerita anak meliputi kebebasan, keunikan, keautentikan, dan ketidakpastian/tantangan. Pengarang menerapkan nilai-nilai eksistensialisme untuk menghapus stigma negatif terhadap anak berkebutuhan khusus dan menekankan pada pendidikan inklusif. Bentuk eksistensialisme yang diterapkan berupa kebebasan yang berdampak positif bagi individu maupun kelompok. Anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama serta bebas menggapai cita-cita sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
The language forms of Instagram netizens’ rejection toward Rohingya immigrants in Aceh Province Nuthihar, Rahmad; Ramli, Ramli; Rusli, Herman; Eliya, Ixsir; Menjamin, Sumaiyah
BAHASTRA Vol. 44 No. 1 (2024): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v44i1.701

Abstract

The research examines the expressions of rejection used by Instagram users against Rohingya immigrants in Aceh Province. This study is grounded in the growing public apprehension surrounding the influx of Rohingya immigrants, which has been steadily rising over time. The current population of Rohingya immigrants in Indonesia is 1,600, since their initial arrival in Aceh in 2009. This instigates social and economic strife, in which the state of prosperity for the Acehnese population remains incomplete. The data source for this research is 500 comments from Instagram users on five posts on multiple Instagram media profiles. The research data was acquired in December 2023 and subsequently examined using a qualitative descriptive methodology. According to the study's findings, the most common form of rejection was one that used suggestions or other alternatives. It indicates that the individuals in Aceh exhibit a high degree of empathy; however, due to various conditions, they suggest alternative resolutions. Meanwhile, the most minimal form is rejection accompanied by gratitude. These findings demonstrate that Instagram users consider it unnecessary to use courteous language and consider it acceptable to reject Rohingya immigrants. This research also indicated that technological innovations have contributed to the advent of forms of language rejection. We have discovered novel types of rejection discourse, specifically employing symbols or emoticons, utilizing metaphors, and employing hashtags to exert influence over fellow Instagram users.
KOSAKATA BAHASA ACEH PADA PENAMAAN GAMPONG DI KABUPATEN ACEH BARAT: TINJAUAN DEVIASI TERHADAP EJAAN YANG DISEMPURNAKAN EDISI V Nuthihar, Rahmad; Wahdaniah, Wahdaniah
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v9i1.177-184

Abstract

Penelitian ini mengkaji pola penamaan gampong dalam bahasa Aceh yang terdapat di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh dengan jumlah data sebayak 154 nama gampong. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif karena hasil yang akan diperoleh berupa frekuensi kosakata bahasa Aceh yang muncul dalam penamaan gampong dan penggunaan ejaan. Penganalisisan data dilakukan dengan tahapan 1) menemukan frekuensi kata yang dipakai dalam penamaan gampong, (2) menemukan gabungan huruf vokal dan kosonan yang tidak sesuai dengan EYD edisi V, (3) membuat deskripsi, dan (4) menarik simpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dari 140 nama gampong di Aceh Barat, terdapat 4 kosakata bahasa Aceh yang telah dibakukan dalam KBBI. Gabungan huruf vokal dan konsonan dalam bahasa Aceh terdapat perbedaan dengan bahasa Indonesia. Dalam bahasa Aceh gabungan huruf vokal dan kosonan terkait penamaan gampong meliputi (ee), (eu), (ue), dan (ie) (br), (lh), (dr), dan (kr).
Metafora Bahasa Aceh pada Komentar Akun Instagram @tercyduck.aceh Nuthihar, Rahmad; Hasan, Riza; Herman, RN; Mursyidin, Mursyidin; Wahdaniah, Wahdaniah
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 3, No 2 (2021): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v3i2.3159

Abstract

Artikel ini membahas metafora bahasa Aceh yang terdapat pada komentar akun Instagram @tercyduk.aceh. Penelitian ini bertujuan menemukan jenis metafora yang dipakai oleh pengguna Instagram saat memberikan komentar. Sumber data penelitian ini diperoleh pada kolom komentar akun Instagram @tercyduk.aceh sementara yang dijadikan data penelitian ini adalah komentar yang mengandung metafora. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Pengolah data dilakukan dengan tahapan seleksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa metafora struktural dipakai untuk mengatakan suatu konsep ditransfer dengan menggunakan konsep yang lain, sementara metafora orientasional dipakai untuk mengatakan hal-hal yang berhubungan dengan orientasi pengalaman manusia. Selanjutnya, metafora ontologis didasarkan atas kejadian. Jumlah metafora yang ditemukan dalam penelitian ini yakni, metafora ontologis sebanyak 10, metafora struktural 8, dan metafora orientasional 6. Penelitian ini juga menemukan bahwa untuk mendukung ataupun memperkuat gagasan metafora dipakai emotikon pada bagian akhir komentar. Selain itu, metafora yang digunakan oleh pengguna Instagram juga mengarah pada kata makian. Hal itu disebabkan metafora merupakan salah satu gaya bahasa untuk mengatakan kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan.
Kesalahan Morfologi Bahasa Indonesia pada Artikel Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nuthihar, Rahmad; Sastromiharjo, Andoyo; Afiati, Laksmita Nur; Munggaran, Nita Anjung; Noeraeni, Rani
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i1.5797

Abstract

Artikel ini membahas kesalahan berbahasa Indonesia ditinjau berdasarkan tataran morfologi bahasa Indonesia. Penelitian didasari atas masih ditemukan kesalahan morfologi bahasa Indonesia pada jurnal ilmiah mahasiswa. Padahal, jurnal ilmiah merupakan karya ilmiah yang penggunaan bahasa Indonesia harus dilakukan secara tepat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena data yang disajikan berupa deskripsi kesalahan berbahasa dan perbaikannya. Sumber data penelitian ini adalah data kesalahan berbahasa yang terdapat pada empat artikel jurnal ilmiah mahasiswa yang diterbitkan pada Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) BBG dan JIMPS: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kesalahan morfologi disebabkan oleh kesalahan bentuk dasar, kesalahan afiksasi, dan kesalahan reduplikasi. Kesalahan bentuk dasar disebabkan oleh tidak sesuainya penulisan bentuk dasar sebagaimana terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kesalahan afiksasi terdiri atas, kesalahan prefiks, kesalahan penulisan unsur terikat, kesalahan gabungan kata berupa awalan + akhiran. Sementara itu, bentuk kesalahan reduplikasi disebabkan oleh penggunaan kata hubung yang tidak tepat. Kesalahan morfologi disebabkan oleh kompetensi penulis terhadap aturan morfologi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, disarankan agar pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi dilakukan dengan model berbasis proyek atau studi kasus agar kesalahan morfologi bahasa Indonesia tidak terjadi lagi.