Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Regulasi Emosi pada Siswa SMP di Kota Jambi Melly Rahmawati; Dessy Pramudiani; Annisa Andriani; Fadzlul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3074

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan emosional yang intens sehingga membutuhkan kemampuan regulasi emosi yang baik agar individu mampu merespons berbagai situasi secara adaptif. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam kemampuan tersebut adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap regulasi emosi pada siswa SMP di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 324 siswa kelas VII dan VIII SMP di Kota Jambi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Skala Kecerdasan Emosional dan Skala Regulasi Emosi yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap regulasi emosi pada siswa SMP di Kota Jambi (t = 8,371; p < 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,423 menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Koefisien regresi sebesar 0,684 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan kecerdasan emosional diikuti peningkatan regulasi emosi sebesar 0,684 satuan. Nilai R² sebesar 0,179 menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 17,9% terhadap variansi regulasi emosi. Temuan ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berperan dalam mendukung kemampuan regulasi emosi pada remaja, meskipun regulasi emosi juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Oleh karena itu, penguatan aspek sosio-emosional melalui dukungan sekolah dan lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung perkembangan regulasi emosi siswa.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN SHORT-FORM VIDEO DENGAN KEMAMPUAN DELAY OF GRATIFICATION PADA INDIVIDU DEWASA AWAL Adinda Aisah Putri; Annisa Andriani; Jelpa Periantalo; Dessy Pramudiani
SENGKUNI Journal (Social Science and Humanities Studies) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sengkuni.7.1.9-18

Abstract

Penelitian ini berangkat dari penggunaan media digital berbasis short-form video seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts yang semakin meningkat di kalangan individu dewasa awal. Karakteristik konten yang singkat dan cepat diduga dapat memengaruhi kemampuan individu dalam menunda kepuasan atau delay of gratification. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan hubungan antara intensitas penggunaan short-form video dengan kemampuan delay of gratification pada individu dewasa awal. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, dengan subjek penelitian berjumlah 116 individu berusia 19–30 tahun yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui google form. Instrumen penelitian menggunakan skala Intensitas Penggunaan Media Sosial TikTok milik Azhar (2023) yang dimodifikasi, dan adaptasi skala Delayed Gratification Inventory (DGI) milik Hoeger (2010). Data dianalisis menggunakan analisis uji korelasi Pearson Product Moment untuk menguji hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan dengan tingkat sedang, antara intensitas penggunaan short-form video dengan delay of gratification (r=-0,487; p 0.000 < 0.05 ).Hubungan negatif yang signifikan antara kedua variabel dapat diartikan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan short-form video, maka semakin rendah kemampuan individu dalam menunda kepuasan, dan sebaliknya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menelaah lebih lanjut mengenai besaran kontribusi dari kedua variabel dalam mempengaruhi satu sama lain, serta mempertimbangkan kontribusi dari variabel lainnya seperti kontrol diri, regulasi emosi, dan impulsivitas.
Gambaran Self Esteem pada Mahasiswa yang Mengalami Kekerasan dalam Pacaran di Universitas Jambi Aldino Gustriansyah; Dessy Pramudiani; Agung Iranda
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v4i2.2331

Abstract

This study aimed to describe self esteem among students experiencing dating violence at Universitas Jambi. Dating violence is a common phenomenon in emerging adulthood and may negatively affect psychological well-being, including decreased self-confidence, feelings of worthlessness, and emotional dependence on a partner. This study used a qualitative method with a phenomenological approach. The participants were three female students aged 18–25 years who had experienced dating violence. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis. The findings showed that participants experienced various forms of violence, including verbal, emotional, physical, and sexual violence. These experiences affected their self esteem, which was reflected in feelings of fear, self-blame, low self-worth, loss of confidence, and difficulty leaving unhealthy relationships. In addition, self esteem was influenced by environmental factors, previous relationship experiences, parenting patterns, and social support. The study concludes that dating violence has a significant impact on the psychological condition of victims, particularly on the development of self esteem during emerging adulthood.
MODALITAS SENSORI DAN UNIVERSAL DESIGN FOR LEARNING SEBAGAI ALTERNATIF KONSEP GAYA BELAJAR: IMPLIKASI BAGI IMPLEMENTASI SOCIO-EMOTIONAL LEARNING DI SMP/MTS Dessy Pramudiani; Mindy Maghfira
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7952

Abstract

Konsep gaya belajar telah lama diadopsi dalam praktik pendidikan dengan asumsi bahwa penyesuaian strategi pembelajaran terhadap preferensi belajar individu akan meningkatkan efektivitas belajar siswa. Meskipun populer, berbagai temuan empiris dalam psikologi pendidikan menunjukkan bahwa pendekatan tersebut tidak memiliki dukungan bukti yang konsisten. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual pergeseran dari penggunaan gaya belajar menuju pembelajaran berbasis bukti dengan menempatkan modalitas sensori dan Universal Design for Learning (UDL) sebagai kerangka alternatif yang lebih kuat secara ilmiah. Kajian ini menggunakan metode studi literatur sistematis terhadap artikel review dan meta-analisis yang relevan, dengan fokus pada temuan empiris terkait efektivitas pembelajaran, desain instruksional, dan perkembangan sosio-emosional siswa. Sintesis literatur menunjukkan bahwa penggunaan modalitas sensori yang beragam berkontribusi pada pemrosesan kognitif yang lebih optimal, sementara UDL mendukung keterlibatan dan partisipasi siswa melalui penyediaan berbagai bentuk representasi, ekspresi, dan keterlibatan belajar. Temuan konseptual ini mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis modalitas sensori dan UDL memiliki relevansi empiris dalam mendukung implementasi Socio-Emotional Learning (SEL), khususnya dalam meningkatkan keterlibatan akademik, regulasi emosi, dan kesejahteraan siswa SMP/MTs. Artikel ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis bukti perlu menjadi landasan utama dalam pengembangan dan pelaksanaan SEL di pendidikan menengah pertama.