Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Internalization of the Pancasila and Rahmatan Lil Alamin Student Profiles Dimensions in the Implementation of the Merdeka Curriculum Cahyanto, Bagus; Suwandayani, Beti Istanti; Badaruddin, Sukri; Kamarzaman, Mohd Haidhar; Syafuddin, Ahmad
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 22 No 2 (2024)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v22i2.9906

Abstract

Merdeka Curriculum provides great opportunities for schools to develop strategies to strengthen students' competencies, skills, and flexibility. This study explores how the practice of enhancing the dimensions of the Pancasila and Rahmatan Lil Alamin student profiles in the Merdeka curriculum at madrasa. The setting of the research was MIS Mambaul Ulum Lamongan. It was one of the schools with good practices in implementing the Merdeka curriculum. The researcher used a qualitative approach in this study to achieve this goal. The results of the study show that the strategy of strengthening the Pancasila and Rahmatan Lil Alamin student profile is carried out in an integrated manner through various approaches. All dimensions are integrated into intracurricular, co-curricular learning, madrasah programs, and extracurricular activities. On the other hand, madrasahs also manage the school environment and increase parental involvement to support the achievement of Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil 'Alamin (P3RA). These findings can contribute to future madrasas' educational policies, especially in strengthening the P3RA dimension sustainably.
Revitalisasi Budaya Lokal dalam Rangka Penguatan Pendidikan Karakter Pada Lingkungan Sekolah (Studi Pada SMP Negeri 3 Minasa Ten’ne Kabupaten Pangkep) Muhammad Asriadi; Sukri Badaruddin; Masni
Information Technology Education Journal Volume 1, Issue 1, Januari 2022
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.409 KB) | DOI: 10.59562/intec.v1i1.226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan usaha sekolah dalam revitalisasi budaya lokal dalam rangka penguatan pendidikan karakter pada lingkungan sekolah di SMP Negeri 3 Minasa Te’ne Kabupaten Pangkep. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif untuk melihat strategi sekolah dalam menumbuhkan nilai kearifan lokal dalam rangka penguatan Pendidikan karakter di lingkungan sekolah, informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses implementasi nilai-nilai budaya lokal melalui kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dengan memobilisasi kegiatan-kegiatan organisasi disekolah seperti Osis, Pramuka, PMR, Rohis, dan program ekstrakurikuler lainnya. Organisasi sekolah disetting agar mampu memobilisasi cita-cita dalam rangka membangun karakter dan kepribadian peserta didik sehingga dengan sendirinya akan membentuk pribadi peserta didik yang baik dan santun. hasil pengamatan yang diperoleh melalui observasi langsung pada subjek penelitian terlihat bahwa peserta didik di SMP Negeri 3 Minasa Te’ne menunjukkan pribadi yang baik, jujur, toleransi yang merepresentasikan nilai tabe’ (permisi/sopan-santun) dalam aktivitas sosial disekolah. Selain itu mereka juga menunjukkan sikap bekerja keras, kreatif, inovatif merepresentasikan nilai assamaturu’ (bekerjasama) dalam kegiatan-kegiatan baik dalam belajar dikelas hingga dalam kegiatan berorganisasi. Terlihat juga sikap rapi, peduli lingkungan yang merepresentasikan nilai tangkasa’ (bersih) dalam proses sosial dilingkungan sekolah. Guru berperan sebagai pelaku utama dalam membantu pengimplementasian pendidikan karakter melalui nilai-nilai budaya lokal kepada peserta didik terlihat berdasarkan interpretasi pada deskripsi yang dipaparkan diatas, yaitu dalam mewujudkan fungsinya sebagai motor penggerak dalam merealisasikan strategi-strategi yang dibangun dalam rangka membentuk pribadi-pribadi yang memiliki kompetensi tidak hanya pada ranah kognitif tetapi juga pada ranah spiritual dan emosional melalui kegiatan-kegiatan yang sifatnya membangun karakter peserta didik. Kegiatan yang dimaksud dioptimalkan agar terkonstruksi dengan baik dalam membentuk karakter peserta didik baik melalui kehadiran visual guru dalam kelas atau kegiatan maupun dalam lingkungan pergaulan atau proses sosial yang dijalani.
Implementation of Metacognition-Based Learning Strategies in Pancasila Learning at Islamic Elementary School Badaruddin, Sukri; Hasanuddin, Muhammad Idris; Zuhdiah, Zuhdiah; Bahira, Bahira
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 6 No. 3 (2024): Geographical Coverage: Indonesia
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v6i3.7030

Abstract

This study aims to determine the implementation of metacognition-based learning strategies in improving the understanding of Pancasila values material in Class VI MIN 1 Majene students. This study uses a mixed methods approach, combining qualitative and quantitative research to explore the implementation of metacognition-based learning strategies in improving students' understanding of Pancasila values at MIN 1 Majene, West Sulawesi. Primary data were collected through learning observations, interviews with Pancasila teachers and students, and tests or questionnaires to assess students' comprehension before and after the strategy's implementation. Secondary data included documents such as Lesson Plans (RPP), curriculum, and records of school activities. The research subjects were class VI students and their Pancasila teachers. Instruments included comprehension tests, self-reflection questionnaires, observation sheets, and semi-structured interview guidelines to gather both quantitative and qualitative data. The study followed steps including preliminary observations, the design and pilot of a metacognition-based learning model, and data collection through various instruments. Data analysis was performed using descriptive and inferential statistics for quantitative data and thematic analysis for qualitative data, with triangulation employed to ensure the validity and reliability of the findings. The results of this study show that the implementation of metacognition-based learning strategies has proven to be effective in improving students' understanding of Pancasila material in class VI students. Before the implementation of the strategy, most students had a low understanding, but after its implementation, there was a significant increase in the average score of students, which was in the high category. The results of the t-test showed a very significant difference between pre-test and post-test scores, proving that this strategy not only improves comprehension but also has a deeper impact on the learning process, especially for materials that require in-depth conceptual understanding.
Pendidikan Anti Korupsi Sejak Dini (Sosialisasi Bagi Siswa SMP Negeri 4 Majene) Sukri Badaruddin; Hasan Basri; A. Jusran Kasim; Supriadi Supriadi; Dwi Utami Hudaya Nur; Nurmadina H; Syaila Indah Ramdhani; Nengsi Warna Sari; Alfia Alfia; Nurpadilah Nurpadilah
MALAQBIQ Vol. 2 No. 1 (2023): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v2i1.505

Abstract

PkM ini bertujuan untuk; 1) membuat siswa mengenal lebih dini hal-hal yang berkenaan dengan korupsi sehingga tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi, bentuk-bentuk korupsi, dan mengerti sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi, 2) menciptakan generasi muda bermoral baik serta membangun karakter teladan agar generasi muda tidak melakukan korupsi sejak dini, 3) untuk membentuk karakter anti korupsi sejak dini khususnya untuk para pelajar. Metode yang digunakan yaitu Ceramah dan tanya jawab dengan narasumber. Luaran PkM ini menunjukkan bahwa; 1) siswa memiliki pemahaman tentang bahayanya korupsi sehingga akan timbul kesadaran hukum siswa untuk tidak melalukan perbuatan yang dapat dikategorikan korupsi, 2) Terbentuknya komunitas anti korupsi di SMP Negeri 4 Majene. Kata Kunci; Pendidikan Anti Korupsi, Generasi Muda, Sejak Dini
Enhancing Students' Self-Regulated Learning through Differentiated Instruction Based on Prior Knowledge Muhammad Idris Hasanuddin; Zuhdiah Zuhdiah; Sukri Badaruddin; Aan Setiawan; Ummi Kalsum
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i2.1371

Abstract

Differentiated instruction, which tailors learning experiences based on students’ readiness, interests, and prior knowledge, has been identified as an effective approach to fostering self-regulated learning. This study aims to analyze the impact of differentiated instruction based on prior knowledge on students' self-regulated learning, focusing on its benefits, challenges, and potential solutions for effective implementation. A systematic literature review was conducted using major academic databases, applying PRISMA guidelines for article selection. Thematic analysis was employed to identify key themes related to prior knowledge, differentiated instruction, and self-regulated learning. The findings indicate that differentiated instruction based on prior knowledge positively contributes to the development of students' self-regulated learning, metacognitive skills, self-efficacy, and intrinsic motivation. However, challenges such as limited teacher training, time constraints, and lack of institutional support hinder its implementation. Various strategies, including professional learning communities (PLCs), dynamic assessment, and adaptive technology, have been proposed to address these issues. The study concludes that strengthening teacher training programs, fostering collaboration among educators, and leveraging technology are essential to optimizing the implementation of differentiated instruction based on prior knowledge. Future research should explore its application across different educational levels and subject areas to enhance its effectiveness in diverse learning contexts.
PELATIHAN BAGI GURU MI DDI SEGERI DALAM MENGGALI POTENSI PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA Badaruddin, Sukri; Setiawan, Aan; Zuhdiah; Hasanuddin, Muhammad Idris; Saddang, Muhammad; Islam, Rukmana Fachrul; Hasriani; Rahmania
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 02 (2025): APRIL 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengbadian ini adalah memberikan pelatihan kepada guru-guru untuk merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan prinsip Implementasi Kurikulum Merdeka. Metode yang dilakukan PkM menggunakan pendekatan andragogi, ini berfokus pada prinsip-prinsip pembelajaran yang berbasis pada pengalaman, keterlibatan aktif, serta pengembangan keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan di lapangan. Melalui metode ini, diharapkan para guru dapat memaksimalkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas dengan cara yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik mereka. Hasil dari kegiatan PkM menunjukkan bahwa  keberhasilan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru di MI DDI Segeri Kabupaten Majene dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Melalui pendekatan andragogi, para guru aktif berbagi pengalaman dan tantangan dalam mengelola keragaman peserta didik di kelas. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan berbagai teknik pengajaran dan teknologi, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Imlementasi Pendidikan Wawasan Kebangsaan dalam Meningkatkan Kesadaran Berbangsa di kelas X Athirah Makassar Muntazarah, Fediyatun; Ridhoh, M. Yunasri; Khaedir, Muh.; Syafar, Irfan; Badaruddin, Sukri
AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Akselerasi Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70210/ajpm.v3i1.119

Abstract

Pendidikan wawasan kebangsaan memiliki peranan penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, cinta tanah air, dan memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas X Sekolah Islam Athirah Makassar terhadap wawasan kebangsaan melalui metode Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini melibatkan 120 Siswa dan Berlangsung selama 1 Hari.  FGD dipilih sebagai pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini yang memungkinkan interaksi aktif, diskusi terbuka, serta refleksi terhadap nilai-nilai kebangsaan seperti persatuan, toleransi, tanggung sosial, dan cinta tanah air. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah mengikuti program ini, siswa mengalami peningkatan pemahaman mengenai implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Selain  itu, kesadaran mereka terhadap pengaruh media sosial juga meningkat, sehingga mereka lebih kritis dalam menyaring informasi yang dapat memengaruhi sikap kebangsaan mereka. Melalui sesi Refleksi, siswa menyatakan bahwa mereka lebih memahami pentingnya kebhinnekaan serta memiliki kesadaran lebih tinggi untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Analisis Kesiapan Mahasiswa PGMI STAIN Majene Dalam Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (AI) Sebagai Media Pembelajaran Di Madrasah Ibtidaiyah Zuhdiah, Zuhdiah; Hasanuddin, Muh. Idris; Badaruddin, Sukri; Wafi, Bahrul; Ridhah, Syamsul; Kalsum, Ummi
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss3.1740

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan menjadi tuntutan penting di era transformasi digital, termasuk di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dalam mengintegrasikan AI sebagai media pembelajaran. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen angket berbasis kerangka Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) yang terdiri atas 17 butir pernyataan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata kesiapan mahasiswa berada pada kategori “Siap” dengan skor 3.65. Secara rinci, aspek Content Knowledge (CK) dan Technological Content Knowledge (TCK) menempati tingkat kesiapan tertinggi, sedangkan aspek Pedagogical Knowledge (PK) masih berada pada kategori “Cukup Siap”. Temuan ini menggambarkan bahwa meskipun penguasaan teknologi dan materi ajar telah memadai, penguatan dalam strategi pedagogis tetap diperlukan agar integrasi AI dapat berlangsung efektif dan sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengembangan kurikulum PGMI yang lebih berorientasi pada keseimbangan penguasaan TPACK secara holistik.
MENDIDIK SISWA GENERASI Z: STRATEGI EFEKTIF UNTUK PEMBELAJARAN ABAD 21 Badaruddin, Sukri; Islam, Rukmana Fachrul; Muntazarah, Fediyatun; Asriadi, Muhammad; Fitriani, Fitriani
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 20, Nomor 1 (April 2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v20i1.67819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi pembelajaran yang efektif dalam mendidik siswa Generasi Z agar selaras dengan tuntutan pembelajaran abad 21. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif bagi siswa Generasi Z di MAN 1 Majene dalam konteks pembelajaran abad 21. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru, kepala madrasah, dan siswa; observasi partisipatif terhadap proses pembelajaran; serta studi dokumentasi terhadap modul ajar, dan kebijakan internal madrasah. Teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sehingga memungkinkan peneliti menyajikan temuan secara holistik, valid, dan kontekstual sesuai tujuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran abad 21 yang efektif bagi Generasi Z mencakup lima pendekatan utama: pembelajaran berbasis proyek, berbasis masalah (PBL), berdiferensiasi, gamifikasi, dan inkuiri. Strategi-strategi ini telah mulai diimplementasikan dan terbukti meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif siswa. Namun, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kesiapan guru, ketersediaan teknologi, serta kemampuan siswa dalam kerja tim. Masalah dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, khususnya minimnya refleksi dan penilaian proses, menunjukkan perlunya penguatan kapasitas guru, pengembangan infrastruktur pendukung, serta sistem evaluasi yang lebih adaptif agar strategi ini dapat diterapkan secara optimal dan berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK MENJADI ECOBRICK DALAM KERANGKA PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Masni; Zose Wirawan; Rizki Trisnawaty Arwien; Asriati, Asriati; Sukri Badaruddin; Asriadi, Muhammad
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 04 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high volume of plastic waste in Indonesia highlights the urgent need for community empowerment in managing waste creatively and sustainably. This community service program aims to raise awareness and enhance local skills through ecobrick production training in collaboration with the Utit Cokonuri Waste Bank group and its integration into the Strengthening the Pancasila Student Profile Project (P5). The implementation method adopted a participatory approach consisting of four main stages: needs assessment, technical planning, ecobrick training, and ongoing mentoring. The results show significant improvements in participants’ knowledge and technical skills in processing plastic waste into functional ecobricks. A total of 50 ecobrick units were successfully produced as pilot products and utilized as simple public facilities around the waste bank area. In addition, collaboration with partner schools facilitated the integration of ecobrick practice into P5 thematic projects on Sustainable Lifestyles, enabling students to actively participate in waste reduction practices. This success not only generated technical and environmental benefits but also opened economic opportunities through recycled products with added value. The program demonstrates the importance of synergy among universities, communities, and schools to support local sustainable development while strengthening Pancasila values through contextual learning. This empowerment model is expected to be replicated in other areas facing similar challenges to broaden its positive impact. The high volume of plastic waste in Indonesia highlights the urgent need for community empowerment in managing waste creatively and sustainably. This community service program aims to raise awareness and enhance local skills through ecobrick production training in collaboration with the Utit Cokonuri Waste Bank group and its integration into the Strengthening the Pancasila Student Profile Project (P5). The implementation method adopted a participatory approach consisting of four main stages: needs assessment, technical planning, ecobrick training, and ongoing mentoring. The results show significant improvements in participants’ knowledge and technical skills in processing plastic waste into functional ecobricks. A total of 50 ecobrick units were successfully produced as pilot products and utilized as simple public facilities around the waste bank area. In addition, collaboration with partner schools facilitated the integration of ecobrick practice into P5 thematic projects on Sustainable Lifestyles, enabling students to actively participate in waste reduction practices. This success not only generated technical and environmental benefits but also opened economic opportunities through recycled products with added value. The program demonstrates the importance of synergy among universities, communities, and schools to support local sustainable development while strengthening Pancasila values through contextual learning. This empowerment model is expected to be replicated in other areas facing similar challenges to broaden its positive impact