Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Pada Siswa SMP YLPI P. Marpoyan Fadilla, Jihan; Wahyuni, Astri; Suripah, Suripah; Wahyuni, Reni; Kadarisma, Gida
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i2.3997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP YLPI P. Marpoyan melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Pendekatan ini dipilih karena dinilai mampu menghubungkan konsep matematika dengan situasi nyata, sehingga dapat memperkuat pemahaman konsep secara menyeluruh serta mendorong siswa untuk berpikir secara kreatif dan inovatif. Melalui pendekatan ini, siswa diajak untuk lebih aktif dalam menemukan solusi, menjelaskan pemikirannya, dan mengembangkan ide-ide yang bervariasi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Subjek terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan RME dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa soal pretest dan posttest berdasarkan empat indikator berpikir kreatif: kelancaran, keaslian, keluwesan, dan kerincian. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan uji Mann-Whitney U untuk mengetahui perbedaan signifikan antar kelompok. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata posttest dan skor n-gain kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil analisis hipotesis penelitian menunjukkan bahwa pendekatan RME secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis dibandingkan pendekatan konvensional (p = 0,0015 < 0,05). Dengan demikian, pendekatan RME memberikan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis yang lebih tinggi dibandingkan pendekatan konvensional.
Students’ obstacles in solving algebra form problems viewed from mathematical problem-solving ability Wahyuni, Reni; Suwanto, Fevi Rahmawati; Sthephani, Aulia; Ahyan, Shahibul
Jurnal Infinity Vol 14 No 3 (2025): VOLUME 14, NUMBER 3, INFINITY
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v14i3.p587-606

Abstract

Mathematical problem-solving ability is the most effective cognitive instrument in learning mathematics, and enhancing students' mathematical problem-solving ability is the primary objective of education. However, to reach the most effective level of mathematical problem-solving ability, we need to comprehend the reasons behind students' challenges while learning. This research investigates the learning obstacles of the students based on their mathematical problem-solving ability, particularly in algebraic form material. The method used in this research employed qualitative study with a series of Didactical Design Research (DDR) projects to learn the obstacles to the student's mathematical problem-solving ability. Seventy-six eighth-grade students from a public junior high school in Kampar region were given a test to assess their ability to solve mathematical problems. Various research instruments are used, including tests of mathematical problem-solving ability, interview guidelines, and interviews by audio recordings. The data were analyzed using a qualitative approach to determine students' learning obstacles. The findings highlight ontogenic, epistemological, and didactical obstacles students face while understanding the problem, particularly the concept of algebraic form, interpreting the word to the mathematical concept of algebraic form, and designing the algebraic forms.
Klasifikasi Kemampuan Penalaran Matematis pada Materi Penyajian Data dan Diagram: Profil Siswa Kelas VII Irawan, Hendra; Fajar, Cerio Rahmat; Wahyuni, Reni
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 12 NOMOR 1 JUNI 2025
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.vi.17319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa kelas VII dalam memahami materi penyajian data dan diagram. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan jenis penelitian fenomenologi. Partisipan yang dilibatkan adalah 31 siswa dari salah satu SMP Negeri di Kota Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa 61,29% memiliki kemampuan penalaran matematis yang sangat baik, sementara 19,35% siswa tergolong baik dan 19,35% lainnya tergolong cukup. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa telah memahami konsep dasar dan mampu menyelesaikan soal dengan pendekatan yang logis serta sistematis. Namun demikian, masih terdapat sebagian siswa yang mengalami kesulitan dalam menafsirkan data dan menyusun langkah penyelesaian secara tepat. Hal ini menunjukkan perlunya penerapan strategi pembelajaran kontekstual yang dapat mengaitkan konsep matematika dengan pengalaman sehari-hari siswa. Dengan pendekatan tersebut, Pembelajaran matematika perlu dirancang lebih kontekstual dan reflektif agar dapat mendukung perkembangan penalaran siswa secara menyeluruh. Dapat diharapkan penalaran matematis siswa dapat berkembang secara optimal dan merata.
Pengaruh Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Peserta Didik SMP Juliarida, Refina; Widiati, Indah; Wahyuni, Reni
Juring (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/juring.v8i1.36074

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) terhadap kemampuan koneksi matematis peserta didik SMP Negeri 3 Gaung. Manfaat penelitian adalah memberikan informasi dan manfaat dalam pengembangan keilmuan untuk kedepannya dalam dunia pendidikan matematika khususnya yang berkaitan dengan model pembelajaran CORE serta pengaruhnya terhadap kemampuan koneksi matematis peserta didik. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group design. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Gaung yang terdiri dari kelas VII A dan VII B dengan menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 54 peserta didik. Instrumen  pengumpulan data yaitu tes berupa soal pretest-posttest. Adapun indikator yang digunakan dalam penelitian ini ada 3 yang meliputi; 1) Kemampuan koneksi antar topik matematika; 2) Kemampuan koneksi antar topik matematika dengan bidang studi ilmu lain; 3) Kemampuan koneksi dalam kehidupan sehari-hari. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial menggunakan uji Independent sample t-Test. Terdapat selisih nilai rata-rata pretest kelas kontrol yaitu 23,15 dan kelas eksperimen 20,68 dan selisih nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yaitu 72,22 dan kelas kontrol 53,39. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa uji Independent sample t-Test diperoleh nilai Asymp. Sig (2-tailed) < ? dengan α = 0,05 dan nilai Asymp. Sig (2-tailed) =0,003 (0,003 < 0,05). Hal ini berarti H0 ditolak, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata kemampuan koneksi matematis peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran CORE terhadap kemampuan koneksi matematis peserta didik SMP Negeri 3 Gaung.
Analisis Isu Keteladanan dan Sifat Nabi Muhammad Saw dalam Berda’wah Pembelajaran Aqidah Akhlaq di Madrasah Wahyuni, Reni; Ningsih, Citra Widia; Nopiani, Riska; Ashari, Prayogi Darwin; Bunga, Windy Sintia; Ugra, Seprian
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28648

Abstract

Penelitian ini menganalisis isu-isu yang mengelilingi kualitas keteladanan dan sifat Nabi Muhammad SAW dalam usahanya berda'wah dengan menggunakan kerangka APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Layak) dan USG (Urgency, Seriousness, dan Growth). Penelitian ini mengeksplorasi relevansi ajaran Nabi terhadap tantangan kontemporer dan menilai urgensi serta seriusnya isu-isu tersebut dalam konteks saat ini. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji kelayakan dan kepatutan dalam mengimplementasikan metode dan pendekatan Nabi dalam aktivitas berda'wah di era modern. Analisis ini merujuk pada berbagai sumber primer dan sekunder untuk memberikan wawasan mengenai pelajaran yang abadi yang dapat diambil dari kehidupan dan praktik Nabi untuk berda'wah secara efektif dan berdampak dalam dunia modern.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA PADA MATERI STATISTIKA DI KELAS VIII SMP Nungki Maulani, Marisyah; Azzahra, Lazira; Wahyuni, Reni
AL JABAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM Institut Ahmad Dahlan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/aljabar.v4i2.2151

Abstract

This study intends to assess the extent to which grade VII junior high school students have mathematical literacy skills, especially in working on statistical problems that are directly related to daily life. In this case, mathematical literacy is defined as the ability of students to understand, analyze, and apply mathematical concepts to real and relevant situations. The method used in this study is a qualitative approach with a phenomenological focus, where as many as 29 students were made as the main participants. The data collection process was carried out using tests given to students as well as semi-structured interviews to dig deeper into their understanding and the obstacles they encountered while working on the questions. From the results of the analysis, it was found that there was a variation in the level of mathematical literacy ability among the students, with most of them classified in the medium to high category. Students who are in the high category show a fairly good mastery of concepts and are able to apply them appropriately. On the other hand, students who fall into the medium and low categories still face difficulties in solving problems and applying concepts regularly and systematically. These findings confirm that there is a need to improve the quality of mathematics learning, especially by emphasizing the understanding of concepts and the relevance of the material to daily life. In addition, it is also important to develop students' logical and analytical thinking skills so that they are better prepared to face various math problems.
Identification of Junior High School Students' Mathematical Problem Solving Abilities on Number Patterns Parindang, Edwin Amanu; Ramlan, Wahyudi; Wahyuni, Reni; Salman , Muhammad
International Journal of Applied Learning and Research in Algebra Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/algebra.v2i2.1487

Abstract

This study aims to analyse the mathematical problem-solving abilities of middle school students in the context of number patterns. Using a descriptive qualitative method, the research was conducted on eighth-grade students at SMP Negeri 3 Tualang. The instruments used included problem-solving tests in the form of essay questions and interviews. Subjects were selected using purposive sampling, consisting of 6 students with varying abilities (high, medium, low). The results show that students have varying abilities in four problem-solving indicators: understanding the problem (50% - medium), planning the solution (8.33% - very low), solving the problem (100% - very high), and reviewing the solution (25% - low). The data indicates that while students are capable of solving problems and understanding the questions, they struggle with planning solutions and reviewing their answers. It is recommended to enhance teaching strategies with more flexible approaches, such as problem-based learning (PBL), to improve students' mathematical problem-solving skills.
Students' Mathematical Reasoning Ability on The System of Linear Equations of Two Variables in Grade VIII Ashari, Fitri Nur; Mayda, Nana Karina; Wahyuni, Reni
International Journal of Applied Learning and Research in Algebra Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/algebra.v2i2.1488

Abstract

Mathematical reasoning ability is an ability that is considered important for students to have in learning mathematics. The purpose of this study is to describe students' mathematical reasoning ability on the material of Two Variable Linear Equation System . This type of research is a type of research that uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques in this study were carried out using observation, test, and interview methods. The test instrument used was 2 essay questions about students' reasoning ability that had been validated. The subjects of this study were 20 students of class VIII 1 SMP Negeri 4 Koto Gasib. Based on the test results, the researcher selected students who had the same ability, then 6 students were selected as representatives of the research subjects based on the category (high, medium and low). The results of this study indicate that students with high initial ability are able to meet all indicators of mathematical reasoning ability. Students with medium ability are not yet able to present mathematical statements in writing, are able to submit conjectures but the steps are not complete, are able to manipulate well, are able to compile evidence of the truth of the solution and are able to draw conclusions correctly and precisely. Students with low abilities are unable to present mathematical statements in writing, are able to submit conjectures but the steps are incomplete, are able to manipulate correctly, but are not yet able to compile evidence for the truth of the solution and finally students are unable to draw conclusions from the answers they have obtained.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Berbasis Education for Sustainable Development (ESD) pada Materi Aritmetika Sosial Kelas VII SMP Hafizah, Nur; Widiati, Indah; Herlina, Sari; Wahyuni, Reni
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i3.4358

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa, namun berbagai studi menunjukkan masih rendahnya capaian siswa Indonesia pada aspek ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru berbasis Education for Sustainable Development (ESD) pada materi aritmetika sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek seluruh siswa kelas VII tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes uraian, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa (26 dari 32 siswa) termasuk kategori rendah, hanya mampu mengidentifikasi unsur soal dan memahami pertanyaan, tetapi kesulitan merumuskan model matematis, menghitung, dan menyimpulkan jawaban. Siswa kategori sedang mampu membuat model dan perhitungan, namun kurang teliti, sedangkan siswa kategori tinggi dapat memenuhi seluruh indikator secara sistematis. Analisis konteks ESD memperlihatkan siswa lebih mudah menyelesaikan soal sosial (rata-rata 5,62) dibanding soal lingkungan (5,28) dan ekonomi (4,48). Dengan demikian, pembelajaran matematika perlu dikembangkan secara variatif, kontekstual, dan berbasis ESD agar siswa tidak hanya terampil berhitung, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, serta peka terhadap persoalan sosial, lingkungan, dan ekonomi dalam kehidupan nyata.
Upaya Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia Wahyuni, Reni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.373

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu penelitian tindakan kelas yang berkolaborasi dengan guru matematika di sekolah sehingga tujuan penelitian adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran sehingga memiliki dampak pada upaya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIIc MTs Diniyah Puteri Pekanbaru. Secara teoritis dipilihlah suatu proses pembelajaran yang sesuai dengan masalah di kelas tersebut adalah Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) sebagai penerapannya. Pada penelitian ini didesain dengan menerapkan pendekatan PMRI berdasarkan karakteristik PMRI. Penelitian ini terdiri dari dua siklus untuk memperbaiki proses pembelajaran dan melihat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan lembar pengamatan pada siklus 1 dan siklus 2 maka terjadi perbaikan proses pembelajaran yang terlihat dari kegiatan aktifan siswa dalam belajar, bekerja sama, rasa ingin tahu , diskusi dan memberikan respon pada presentasi kelompok. Selanjutnya jika ditinjau tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa maka diperoleh rata-rata 63.15 dengan ketuntasan sebanyak 11 siswa sedangkan pada siklus II memperoleh rata-rata 70,70 dengan ketuntasan sebanyak 15 siswa. Secara klasikal terjadi peningkatan ketuntasan sebanyak 4 orang dari siklus 1 ke siklus 2 maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan PMRI dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIIc MTs Diniyah Puteri Pekanbaru. This research is classroom action research in collaboration with schools' mathematics teachers so that the purpose of research is to improve the learning process so as to have an impact on improving the students' mathematical problem-solving ability VIIc grade MTs Diniyah Puteri Pekanbaru. Theoretically chosen a learning process that is appropriate to the problem in the class is Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) as its application. In this study was designed to implement an approach based on the characteristics PMRI. The study consisted of two cycles to improve the learning process and see the students' mathematical problem-solving ability. Based on the analysis of data using observation sheet in cycle 1 and cycle 2, the improvements were visible learning process of the students in learning activities, working together, curiosity, discussion and responses to the group presentation. Furthermore, if the review test students' mathematical problem-solving ability, then gained an average of 63.15 with a mastery of as many as 11 students while in the second cycle obtain an average of 70.70 with a mastery of as many as 15 students. Traditionally an increase of completeness of 4 people from cycle 1 to cycle 2 it could be concluded that PMRI approach could improve the learning process and improve students' mathematical problem-solving ability class VIIc MTs Diniyah Puteri Pekanbaru.
Co-Authors Abdurahman Abdurrahman Afdal, Adristi Alexander, Vincent Andika, David Andika, Rony Andrew Hartanto Andrian, Dedek Angeline, Sheren Aprillia, Ayu Triana Andra Ashari, Fitri Nur Ashari, Prayogi Darwin Astri Wahyuni Azzahra, Lazira Azzahra, Sevilla Tita Bunga, Windy Sintia Christabel, Felicia Clarissa, Anastasia Dacara, Editha Dadang Juandi Darma, Teddy Surya Dedy Priambodo Dewi, Nurvani Yulia Efuansyah, E Fadilla, Jihan Fajar, Cerio Rahmat Finola Marta Putri Firdaus Firdaus Fransyaigu, Ronald Hendra Irawan Hermaliza, Hermaliza Indah Widiati, Indah Julianti, Dola Juliarida, Refina Juliati, Juliati Kadarisma, Gida Karolus, Silvester Lestari, Vania Lilis Marina Angraini Lingga, Leny Julia Loska, Febri M. Zaim Mardatillah, Annisa Marwaziah, Nirmala Mayda, Nana Karina Melani, Vina mellisa Nathania, Sherlyne Ningsih, Citra Widia Ningsih, Dian Wahyu Nopiani, Riska Novianti, Andini Nungki Maulani, Marisyah nur hafizah Nurazizah Ramadhini Parindang, Edwin Amanu Prameslani, Adelia Septina Pratama, Aditya Rizky Prayoga, Krisna Yuda Priskila, Aliya Purnomo Purnomo Ramlan, Wahyudi Raudhoturrahmah, Nur Risnawati Risnawati Riyan Hidayat Romlah, Nur Salman , Muhammad Salsabillah, Aminda Samsi Samsi Saputri, Dwika Sari Herlina Sari, Fransiska Widya Satria, Yohanes Shahibul Ahyan Silvia, Ike Simanjuntak, Andi Immanuel Sin, Liem Gai Siregar, Annisa Fachraini Siti Fatimah Siti Maisaroh Siti Nurhalimah SRI RAHAYU Sthephani, Aulia Sugeng Santoso Sugiharto, Victor Suripah Suripah Suryanto, Kenny Suwanto, Fevi Rahmawati Tan, Andreas Tatang Herman, Tatang Ugra, Seprian Utami, Wahyu Lestari Widjaja, Kresensia Claudia William Jonathan, William William, Kenny Yunita, Ivana Yuwono, Giovanni P. Zubaidah Amir MZ