Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI TANAMAN OBAT TRADISIONAL ACEH SEBAGAI SUMBER KANDIDAT FITOFARMAKA BERBASIS BUKTI ILMIAH Maulidella Maulidella; Syarifah Yanti Astryna; Silmi Kaffah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5738

Abstract

Provinsi Aceh memiliki kekayaan biodiversitas dan tradisi etnofarmakologi yang berpotensi dikembangkan menjadi fitofarmaka berbasis bukti ilmiah. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi serta menganalisis potensi bioaktivitas tanaman obat tradisional Aceh melalui pendekatan systematic literature review terhadap publikasi tahun 2010–2026. Sebanyak 25 spesies dari 13 famili teridentifikasi memiliki kandungan metabolit sekunder dominan berupa flavonoid (88%), terpenoid (72%), dan senyawa fenolik (64%). Aktivitas biologis yang paling banyak dilaporkan meliputi antioksidan (100%), antiinflamasi (80%), antimikroba (72%), antikanker (60%), dan antidiabetes (40%). Temuan ini menegaskan potensi strategis tanaman obat Aceh sebagai sumber kandidat fitofarmaka nasional berbasis biodiversitas lokal.
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI NANOGEL EKSTRAKS ETANOL DAUN SUKUN PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG MENGALAMI LUKA BAKAR DERAJAT II Fitria Fitria; Syarifah Yanti Astryna; Siti Samaniyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5195

Abstract

AbstrakDaun sukun (Artocarpus altilis) mengandung metabolit sekunder yang berperan dalam mempercepat penutupan luka bakar. Nanogel merupakan salah satu bentuk sediaan farmasi yang meningkatkan absorpsi senyawa aktif melalui kulit. Penelitian ini bertujuan meguji aktivitas antiinflamasi sediaan nanogel dari ekstrak etanol daun sukun pada tikus putih jantan yang mengalami luka bakar derajat II. Pembuatan ekstrak etanol daun sukun diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% dan diuji karakteristik fisik sediaan, stabilitas, aktivitas antibakteri, iritasi dan penyembuhan luka bakar pada kulit tikus. Formulasi nanogel dibuat dalam 3 konsentrasi yaitu F1 (1,5625%), F2 (3,125%) dan F3 (6,25%). Secara histopatologi aktivitas antiinflamasi kelompok tikus yang diberi basis menunjukkan inflamasi yang berat dengan skor 3, F1 menunjukkan tingkat inflamasi yang sedang dengan skor 2, F2 menunjukkan inflamasi yang ringan dengan skor 1, dan F3 menunjukkan inflamasi yang sedang dengan skor 2. F2 menunjukkan persen penurunan diameter luka yang lebih cepat yaitu 92,84% dalam waktu 21 hari dibandingkan kelompok F1 dan F3 dengan persentase penyembuhan 81,14% dan konsentrasi 88,91% dalam waktu 21 hari. 
UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) Syarifah Yanti Astryna; Fitra Alvionida; Elizar Elizar; Rulia Meilina; Asmaul Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5252

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara yang beriklim tropis, sehingga pancaran sinar ultraviolet dapat menyebabkan radiasi dan membahayakan manusia apabila mengenai kulit manusia dalam waktu yang lama, sehingga perlu dirawat dengan menggunakan senyawa yang memiliki aktivitas tabir surya. Keefektifan tabir surya dinyatakan dalam label kekuatan SPF (Sun Protecting Factor). Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tabir surya adalah daun pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etil  asetat daun pepaya (Carica papaya L.) sebagai tabir surya. Metode pada penelitian ini dilakukan secara Experimental Laboratory dilakukan dengan metode pengukuran nilai SPF pada variasi konsentrasi 100, 200, 300, 400, dan 500 ppm dengan alat spektofotometer UV-vis. Hasil pengukuran pada konsentrasi paling tinggi yaitu 500 ppm diperoleh nilai SPF paling tinggi juga yaitu sebesar 24,37 dengan  kategori proteksi ultra. Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh konsentrasi ekstrak etil asetat daun pepaya mengandung senyawa flavonoid, tannin dan alkaloid. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh ekstrak etil asetat daun pepaya (Carica papaya L.) dapat dijadikan  sebagai tabir surya. 
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-24 BULAN DI DESA CIPARI PARI TIMUR KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Nurhayati Nurhayati; Syarifah Yanti Astryna; Fauziah Andika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5246

Abstract

AbstrakStatus gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat, terutama pada usia 12–24 bulan yang merupakan periode emas pertumbuhan. Faktor pola asuh orang tua, khususnya ibu, sangat berpengaruh dalam menentukan asupan makanan dan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan status gizi balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai pola asuh dan pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) untuk menentukan status gizi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola asuh yang baik (58%) dan status gizi balita normal (62%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan status gizi balita (p-value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua, khususnya dalam pemberian makanan dan perawatan sehari-hari, berhubungan erat dengan status gizi balita. Disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan praktik pola asuh gizi yang baik serta kepada tenaga kesehatan desa agar terus memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi optimal pada balita. 
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI NANOGEL EKSTRAKS ETANOL DAUN SUKUN PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG MENGALAMI LUKA BAKAR DERAJAT II Fitria Fitria; Syarifah Yanti Astryna; Siti Samaniyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5195

Abstract

AbstrakDaun sukun (Artocarpus altilis) mengandung metabolit sekunder yang berperan dalam mempercepat penutupan luka bakar. Nanogel merupakan salah satu bentuk sediaan farmasi yang meningkatkan absorpsi senyawa aktif melalui kulit. Penelitian ini bertujuan meguji aktivitas antiinflamasi sediaan nanogel dari ekstrak etanol daun sukun pada tikus putih jantan yang mengalami luka bakar derajat II. Pembuatan ekstrak etanol daun sukun diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% dan diuji karakteristik fisik sediaan, stabilitas, aktivitas antibakteri, iritasi dan penyembuhan luka bakar pada kulit tikus. Formulasi nanogel dibuat dalam 3 konsentrasi yaitu F1 (1,5625%), F2 (3,125%) dan F3 (6,25%). Secara histopatologi aktivitas antiinflamasi kelompok tikus yang diberi basis menunjukkan inflamasi yang berat dengan skor 3, F1 menunjukkan tingkat inflamasi yang sedang dengan skor 2, F2 menunjukkan inflamasi yang ringan dengan skor 1, dan F3 menunjukkan inflamasi yang sedang dengan skor 2. F2 menunjukkan persen penurunan diameter luka yang lebih cepat yaitu 92,84% dalam waktu 21 hari dibandingkan kelompok F1 dan F3 dengan persentase penyembuhan 81,14% dan konsentrasi 88,91% dalam waktu 21 hari. 
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-24 BULAN DI DESA CIPARI PARI TIMUR KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Nurhayati Nurhayati; Syarifah Yanti Astryna; Fauziah Andika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5246

Abstract

AbstrakStatus gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat, terutama pada usia 12–24 bulan yang merupakan periode emas pertumbuhan. Faktor pola asuh orang tua, khususnya ibu, sangat berpengaruh dalam menentukan asupan makanan dan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan status gizi balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai pola asuh dan pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) untuk menentukan status gizi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola asuh yang baik (58%) dan status gizi balita normal (62%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan status gizi balita (p-value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua, khususnya dalam pemberian makanan dan perawatan sehari-hari, berhubungan erat dengan status gizi balita. Disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan praktik pola asuh gizi yang baik serta kepada tenaga kesehatan desa agar terus memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi optimal pada balita. 
UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) Syarifah Yanti Astryna; Fitra Alvionida; Elizar Elizar; Rulia Meilina; Asmaul Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5252

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara yang beriklim tropis, sehingga pancaran sinar ultraviolet dapat menyebabkan radiasi dan membahayakan manusia apabila mengenai kulit manusia dalam waktu yang lama, sehingga perlu dirawat dengan menggunakan senyawa yang memiliki aktivitas tabir surya. Keefektifan tabir surya dinyatakan dalam label kekuatan SPF (Sun Protecting Factor). Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tabir surya adalah daun pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etil  asetat daun pepaya (Carica papaya L.) sebagai tabir surya. Metode pada penelitian ini dilakukan secara Experimental Laboratory dilakukan dengan metode pengukuran nilai SPF pada variasi konsentrasi 100, 200, 300, 400, dan 500 ppm dengan alat spektofotometer UV-vis. Hasil pengukuran pada konsentrasi paling tinggi yaitu 500 ppm diperoleh nilai SPF paling tinggi juga yaitu sebesar 24,37 dengan  kategori proteksi ultra. Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh konsentrasi ekstrak etil asetat daun pepaya mengandung senyawa flavonoid, tannin dan alkaloid. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh ekstrak etil asetat daun pepaya (Carica papaya L.) dapat dijadikan  sebagai tabir surya. 
UJI SKRINING FITOKIMIA DAN STANDARISASI EKSTRAK LABU KUNING AKAR MANIS (CUCURBITA MOSCHATA) SEBAGAI BAHAN SEDIAAN FARMASI Syarifah Yanti Astryna; Siti Samaniyah; Nurhayati Nurhayati; Ruhul Maghfirah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5736

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Labu kuning akar manis (Cucurbita moschata) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai bahan baku sediaan farmasi karena mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis. Kandungan senyawa seperti flavonoid, alkaloid, saponin, terpenoid, dan tanin diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam formulasi farmasi. Oleh karena itu, diperlukan uji skrining fitokimia dan standarisasi ekstrak untuk menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi bahan baku. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder melalui uji skrining fitokimia serta mengevaluasi potensi ekstrak labu kuning akar manis (Cucurbita moschata) sebagai bahan sediaan farmasi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan melakukan skrining fitokimia secara kualitatif terhadap ekstrak menggunakan pereaksi Mayer, Wagner, dan Dragendorff untuk alkaloid serta uji spesifik untuk flavonoid, saponin, terpenoid, dan tanin. Pengamatan dilakukan berdasarkan perubahan warna dan pembentukan endapan sebagai indikator keberadaan senyawa. Hasil Penelitian: Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak labu kuning akar manis positif mengandung alkaloid yang ditandai dengan terbentuknya endapan kuning keputihan (Mayer), endapan coklat (Wagner), dan endapan merah (Dragendorff). Uji flavonoid menunjukkan terbentuknya warna orange, uji saponin menghasilkan busa stabil dalam air, uji terpenoid menunjukkan warna merah, serta uji tanin menghasilkan warna kuning kehijauan. Hasil ini mengindikasikan bahwa ekstrak mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai bahan aktif farmasi. Kesimpulan dan Saran: Ekstrak labu kuning akar manis (Cucurbita moschata) terbukti mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid, dan tanin berdasarkan hasil skrining fitokimia. Kandungan metabolit sekunder tersebut menunjukkan potensi ekstrak sebagai bahan sediaan farmasi. Disarankan dilakukan penelitian lanjutan terkait standarisasi parameter spesifik dan non-spesifik serta pengujian aktivitas farmakologis untuk mendukung pengembangan fitofarmaka. Kata Kunci: Labu Kuning, Skrining fitokimia, standarisasi
POTENSI TANAMAN OBAT TRADISIONAL ACEH SEBAGAI SUMBER KANDIDAT FITOFARMAKA BERBASIS BUKTI ILMIAH Maulidella Maulidella; Syarifah Yanti Astryna; Silmi Kaffah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5738

Abstract

Provinsi Aceh memiliki kekayaan biodiversitas dan tradisi etnofarmakologi yang berpotensi dikembangkan menjadi fitofarmaka berbasis bukti ilmiah. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi serta menganalisis potensi bioaktivitas tanaman obat tradisional Aceh melalui pendekatan systematic literature review terhadap publikasi tahun 2010–2026. Sebanyak 25 spesies dari 13 famili teridentifikasi memiliki kandungan metabolit sekunder dominan berupa flavonoid (88%), terpenoid (72%), dan senyawa fenolik (64%). Aktivitas biologis yang paling banyak dilaporkan meliputi antioksidan (100%), antiinflamasi (80%), antimikroba (72%), antikanker (60%), dan antidiabetes (40%). Temuan ini menegaskan potensi strategis tanaman obat Aceh sebagai sumber kandidat fitofarmaka nasional berbasis biodiversitas lokal.
SOSIALISASI BATAS PENGGUNAAN OBAT (BEYOND USE DATE) KEPADA SISWA SMAN 8 BANDA ACEH Fitria Fitria; Chairanisa Anwar; Syarifah Yanti Astryna; Nurhayati Nurhayati; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beyond Use Date (BUD) merupakan batas waktu penggunaan obat yang telah melalui proses peracikan, pengenceran, atau pengemasan ulang  yang berbeda dari tanggal kedaluwarsa produk asli. Evaluasi ini bertujuan untuk menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas terapi bagi pasien, serta mencegah risiko penggunaan obat yang tidak lagi memenuhi standar kualitas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini penyuluhan, pemaparan materi, untuk siswa negeri SMAN 8 Banda Aceh yang hadir di acara penyuluhan BUD. Diharapkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini  siswa dapat mengetahui BUD sehingga membantu siswa memahami batas waktu obat tetap stabil, aman digunakan dan dapat menggunakan obat secara rasional.