Claim Missing Document
Check
Articles

Karakter Morfologi dan Identifikasi Hama pada Tanaman Dalugha (Cyrtosperma merkusii (Hassk.) Schott) di Kabupaten Kepulauan Talaud Propinsi Sulawesi Utara Paulus L. Leu; Orbanus Naharia; Emma Mauren Moko; Aser Yalindua; Jantje Ngangi
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 21 Nomor 1, April 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.487 KB) | DOI: 10.35799/jis.21.1.2021.32737

Abstract

Tanaman dalugha (Cyrtosperma merkusii (Hassk.) Schott) merupakan tanaman endemik di Propinsi Sulawesi Utara yang perlu dilindungi dari serangan organisme pengganggu tumbuhan. Karakter morfologi dan Identifikasi hama sangat perlu untuk kajian ilmiah tentang budidaya tanaman endemik dalugha sebagai sumber pangan lokal di Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi dan identifikasi hama pada tanaman dalugha. Lokasi penelitian di desa Moronge, Kecamatan Moronge, Kabupaten Kepulauan Talaud. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengambilan sampel hama ditentukan dengan teknik purposive sampling. Karakter morfologi dan identifikasi hama dilakukan dengan menggunakan buku kunci determinasi serangga hama dan aplikasi google lens dengan tingkat akurasi pengenalan spesies hewan yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya keragaman hama pada tanaman dalugha yang terbagi dalam tiga kelas: Kelas Gastropoda yaitu Bekicot (Achatina fulica), Keong semak (Bradybaena similaris), Siput hijau (Rhinocochlis nasuta), Siput pita (Caracolus marginella),  Siput kebun (Cornu aspersum), dan Sumpil (Subulina octona);  Kelas Insekta yaitu Belalang hijau (Oxya servile), Jangkrik semak (Tettigonia caudate), Kumbang daun (Asphaera lustrans), Kepik kaki daun tumbuhan (Leptoglossus australis), Kutu kebul (Bemisia tabaci), Semut kebun hitam (Lasius niger), Ulat tanduk talas (Theretra oldenlandiae), Kecoa (Periplaneta americana L.), dan Kecoa surinam (Pycnoscelus surinamensis); serta Kelas Oligochaeta yaitu Cacing tanah (Lumbricus rubellus).Kata kunci: dalugha; hama; identifikasi; morfologi; Sulawesi Utara Morphological Characteristics and Pest Identification on Dalugha Plants (Cyrtosperma merkusii (Hassk.) Schott) in Talaud Islands District, North Sulawesi Province ABSTRACTDalugha plants (Cyrtosperma merkusii (Hassk.) Schott) are endemic plants in North Sulawesi Province which need to be protected from attack by plant-disturbing organisms. Morphological characters and identification of pests are very necessary for scientific studies on the cultivation of endemic plants of dalugha as a local food source in North Sulawesi. This study aims to determine the morphological characters and identification of pests in dalugha plants. The research location is in Moronge Village, Moronge District, Talaud Islands Regency. This study used a qualitative descriptive method, the sampling of pests was determined by purposive sampling technique. Morphological characters and identification of pests were carried out using the key book for insect pest determination and the Google Lens application with an accurate level of recognition of animal species. The results showed that there was a diversity of pests in Dalugha plants which were divided into three classes: Gastropod class namely Bekicot (Achatina fulica), Keong semak (Bradybaena similaris), Siput hijau (Rhinocochlis nasuta), Siput pita (Caracolus marginella), Siput kebun (Cornu aspersum), and Sumpil (Subulina octona); Class Insects are Belalang hijau (Oxya servile), Jangkrik semak (Tettigonia caudate), Kumbang daun (Asphaera lustrans), Kepik kaki daun tumbuhan (Leptoglossus australis), Kutu kebul (Bemisia tabaci), Semut kebun hitam (Lasius niger), Ulat tanduk (Theretra oldenlandiae), Kecoa (Periplaneta americana L.), and Kecoa surinam (Pycnoscelus surinamensis) and Oligochaeta class namely Cacing tanah (Lumbricus rubellus).Keywords: dalugha; identification; morphology; North Sulawesi; pest
Perkembangan Awal Larva Ikan Mas (Cyprinus carpio L) dari Induk yang Diberi Pakan dengan Penambahan Kurkumin Livana Dethris Rawung; Jacson Saruan; Debby J.J. Rayer; Emma Mauren Moko
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 21 Nomor 2, Oktober 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.383 KB) | DOI: 10.35799/jis.v21i2.35338

Abstract

Perkembangan awal larva sangat dipengaruhi oleh ketersediaan makanan yang berasal dari kantung telurnya. Tidak terpenuhi nutrisi pada masa awal perkembangan dapat mempengaruhi perkembangan larva. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur diameter telur hasil pemijahan  dan panjang badan pada awal perkembangan larva ikan mas dari induk yang diberi pakan dengan penambahan kurkumin. Penelitian ini menggunakan induk betina ikan mas yang diberikan suplementasi kurkumin pada beberapa dosis yaitu 0%; 0,25%; 0,5%; 1%; dan 2%.  Ikan yang telah matang gonad kemudian dipijahkan. Telur yang telah terbuahi kemudian diambil untuk ditetaskan dan diamati perkembangan larvanya selama 2 hari setelah penetasan (hsp). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan suplementasi kurkumin dengan dosis 0,5% yang diberikan dalam pakan induk betina ikan mas memberikan nilai yang optimal terhadap diameter telur hasil pemijahan (p<0,05) dan panjang badan larva sampai pada umur 2 hsp (p<0,05), namun panjang mutlak larva sampai pada 2 hsp tidak menunjukkan adanya perbedaan antar perlakuan (p>0,5). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa suplementasi kurkumin dengan konsentrasi 0,5% pada induk betina ikan mas dapat mengoptimalkan pertumbuhan larva pada awal kehidupannya.Kata kunci : Cyprinus carpio; kurkumin; larva Early Development of Common Carp Larva from Broodstock Fed Diet Supplemented with CurcuminABSTRACTThe early growth of the larva is greatly influenced by the availability of food from the egg yolk. Insufficiency of nutrition in the early stages of development can affect the development of larva. The purpose of this study was to know the early growth of larva from broodstock supplemented with curcumin. This study used the female broodstock of common carp that supplemented with curcumin at several doses; 0%; 0,25%; 0,5%; 1%; and 2%. The fishes that had been mature were spawned, and the fertilized eggs were taken to be hatched. The larva was observed for 2 days after hatching (dah). The results showed that the treatment of curcumin supplementation with a dose of 0,5% given in the common carp feed gave an optimal value for egg diameter (p <0,05) and body length of the larva until the age of 2 dah (p <0,05), but did not differ for absolute length growth (p>0,05).Keywords: curcumin; Cyprinus carpio; larva
Alih Teknologi Pasca Panen dan Digital Marketing Jahe Organik di Sentrum Agraris Lotta Emma Mauren Moko; Dino Rahardiyan; Lanny Sitanayah; Djunaidy Budi Sanger
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2022): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sentrum Agraris Lotta (SAL) merupakan organisasi non profit terletak di Desa Lotta Jaga II, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara mengorganisasi beberapa kelompok tani di Sulawesi Utara hingga Sulawesi Tengah yang bernaung di bawah Komisi PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi) Keuskupan Manado, Sulawesi Utara dengan luas lahan sekitar 6 hektar, SAL bukan hanya sebagai lahan pertanian-peternakan terpadu dan sentra untuk pelatihan dan diseminasi bagi kelompok tani khususnya petani organik. Teknologi pasca panen, proses hilirisasi dan distribusi komoditas menjadi persoalan utama bagi mitra SAL, dimana komoditas jahe yang saat ini dikembangkan belum ada sentuhan teknologi pasca panen yang bisa memperpanjang masa simpan produk, meningkatkan nilai tambah produk, serta ditunjang sistem pemasaran, dimana saat ini hanya mengandalkan sistem pemasaran tradisional. Tujuan kegiatan PKM adalah memberikan alih teknologi pasca panen dan digital marketing komoditas jahe organik di Sentrum Agraris Lotta.  Hasil evaluasi kegiatan PKM adalah terciptanya transfer teknologi sehingga terjadinya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra khususnya teknologi pasca panen, alih teknologi pengelolaan sistem database logistik dan pengelolaan digital marketing bagi komoditas jahe organik.
PKM PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU-IBU MELALUI APLIKASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN ANEKA PANGANAN KERING BERBAHAN BAKU LOKAL UNTUK MENUNJANG KONSERVASI PENYU DI KAMPUNG SIBUNI, DISTRIK MASNI, KABUPATEN MANOKWARI, PROVINSI PAPUA BARAT Gandi Y.S. Purba; Paulus Boli; Alberto Y T Allo; Revolson Alexius Mege; Emma Mauren Moko; Alfonds Andrew Maramis
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Mitra Program Kosabangsa adalah ibu-ibu rumah tangga Desa Sibuni, Distrik Masni, Kabupaten Papua Barat. Mitra ingin diajak untuk menunjang konservasi penyu dengan membuat panganan kering. Kedepannya  produk olahan akan dijual kepada wisatawan yang datang untuk melihat program konservasi penyu di Kampung.  Permasalahan Mitra adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan Mitra mengolah pangan untuk kosumsi dan mengemas dengan kualitas standar utk cenderamata.  Hasil yang dicapai adalah Mitra memiliki pengetahuan memanfaatkan bahan lokal dan memasaknya menjadi panganan kering. Mitra memiliki keterampilan memasak dan mengemas panganan kering. Kata kunci: Ibu rumah tangga, keripik, Sibuni, Penyu
Effect of Dalugha (Cyrtosperma merkusii) Debris Supplementation on Hemoglobin, Cholesterol and Blood Glucose Levels in Broiler Chickens Debby J.J. Rayer; Emma Mauren Moko; Dino Rahardiyan; Anita C.C Tengker; Christny F. Rompas; Livana Dethris Rawung
Jurnal Ilmiah Sains Volume 23 Nomor 1, April 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jis.v23i1.47598

Abstract

Feed is an important factor that influences the chicken's development and growth. Meanwhile, dalugha debris is a by-product of dalugha processing which is expected to be a source of feed for the growth and development of broiler chickens. The good feed can optimize metabolic processes in the animal so that it can support the process of growth and development of the animal. This study aims to determine the levels of hemoglobin, cholesterol, and blood glucose in broiler chicken that is given dalugha debris supplementation. This study used a completely randomized design (CRD), where as many as 60 docs of unsex chicken used were divided into four treatments and three replications. Each replication consisted of five chickens. The treatment given was the concentration of dalugha debris at several doses: 0%, 0.065%, 0.13%, and 0.26%. The parameters observed were hemoglobin, cholesterol, and blood glucose levels. The results showed that the provision of dalugha debris in the feed significantly (p<0.05) affected the blood glucose level, but did not affect the cholesterol and hemoglobin levels (p>0.05) of the broiler chicken. Keywords: Broiler chicken; blood biochemistry; Cyrtosperma merkusii
VALIDASI E-MODUL BERBASIS PENELITIAN HEMATOLOGI Rattus novergicus Crescentia Mishi Juniorita Ngangi; Jantje Ngangi; Emma Mauren Moko; Herry Maurits Sumampouw; Meity Neltje Tanor; Dino Rahardiyan; Livana Dethris Rawung
Jambura Edu Biosfer Journal Vol 5, No 1 (2023): Jambura Edu Biosfer Journal
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jebj.v5i1.17866

Abstract

Pengembangan dan pemanfaatan media sebagai sumber belajar dalam pembelajaran memiliki korelasi yang sangat erat dengan teknologi sehingga perlu untuk selalu meningkatkan kualitas pembelajaran. Kehadiran konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka memunculkan paradigma baru dalam dunia pendidikan. Salah satu perubahan berdasarkan kebijakan kurikulum merdeka di sekolah adalah perbaikan RPP yang dikemas dalam bentuk RPP Plus yang dikembangkan dalam bentuk modul pembelajaran yang berisi desain dan materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran biologi modul digital (e-modul) berupa RPP plus berbasis penelitian hematologi pada hewan coba Rattus novergicus dalam menunjang implementasi kurikulum merdeka di SMA. Dalam penelitian ini, jenis penelitian RD model Kemp Dayton yang sebelumnya memiliki 9 langkah dirampingkan ke dalam 4 langkah utama, yaitu 1) persiapan, 2) desain, 3) pengembangan dan 4) uji validitas. Pengembangan modul digitak atau e-modul dibatasi pada uji validitas yang melibatkan validator ahli media dan ahli materi. Hasil validasi oleh ahli media dan ahli materi pembelajaran menunjukkan persentase keseluruhan sebesar 89,3% dan 100%. Media pembelajaran yang dikembangkan sangat berkualitas, layak dan tidak perlu direvisi
PENGEMBANGAN DAN VALIDASI VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS EKSPERIMEN HEMATOLOGI PADA Rattus novergicus DALAM MATERI SISTEM SIRKULASI DI SMA Veiren Wangkanusa; Emma Mauren Moko; Livana Dethris Rawung; Ferny Margo Tumbel; Anatje Lihiang; Dino Rahardiyan
Jambura Edu Biosfer Journal Vol 5, No 1 (2023): Jambura Edu Biosfer Journal
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jebj.v5i1.17867

Abstract

Pembelajaran di masa pandemi memiliki tantangan tersendiri karena tidak semua pelajaran dapat dipelajari oleh siswa secara kontekstual akibat keterbatasan dalam pembelajaran. Pembelajaran materi sistem sirkulasi di SMA, video pembelajaran berbasis eksperimen hematologi sangat tepat untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan dan validasi video pembelajaran berdasarkan percobaan hematologi pada tikus putih Rattus novergicus. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (RD) model ADDIE yang meliputi 5 tahapan yaitu  (1) Analisis, (2) Desain, (3) Pengembangan, (4) Implementasi, dan (5) Evaluasi namun dibatasi pada tahap pengembangan dengan memperoleh hasil validasi ahli material dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi dari ahli media dan validasi dari ahli materi secara berturut-turut sebesar 86,3% dan 100%. Produk video pembelajaran yang dikembangkan berkategori sangat baik, sangat layak dan tidak perlu direvisi
PENGARUH DEBRIS DALUGA Cyrtosperma merkusii SEBAGAI SUMBER KARBON PEMBENTUK BIOFLOK TERHADAP PERTUMBUHAN Oreochromis sp Livana Dethris Rawung; Teresa Maria Wangkar; Emma Mauren Moko; Revelson A. Mege; Nonny Manampiring
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 2 (2023): Bioma : Juli - Desember 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oreochromis sp. merupakan salah satu sumber protein hewani yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat Sulawesi Utara. Tingginya permintaan bahan komoditas ini juga harus dibarengi dengan produksi yang tinggi pula. Pemeliharaan dengan sistem bioflok merupakan metode yang dapat diterapkan untuk mencapai tujuan diatas. Keunggulan sistem bioflok ini adalah dapat mempercepat pertumbuhan ikan, juga mengurangi kebutuhan pakan dan mengoptimalkan penggunaan wadah pemeliharaan. Debris daluga adalah produk sampingan dari pengolahan tepung daluga yang patinya telah diekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemanfaatan debris daluga sebagai sumber karbon dalam media bioflok terhadap pemeliharaan Oreochromis sp. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, dan 3 ulangan. Penelitian ini menguji penambahan karbon daluga pada media bioflok. Perlakuan terdiri dari A) tanpa bioflok (kontrol), B) C/N=15 (daluga), C) C/N=20 (daluga), D) C/N=25 (daluga). Hewan yang diuji dalam penelitian ini adalah Oreochromis sp. yang panjangnya 7-8 cm. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan dan efisiensi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan debris daluga sebagai sumber karbon pada media bioflok tidak berbeda nyata (p>0,05) terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan. Kesimpulan penelitian ini yaitu, pemanfaatan debris daluga sebagai sumber karbon pada media bioflok belum dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan efisiensi pakan Oreochromis sp.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Insektisida Alami Lalat Rumah (Musca domestica) Melany Piri; Herry M Sumampouw; Emma Mauren Moko; Decky W Kamagi; Helen Lawalata
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 12 No. 2 (2022): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v12i2.41034

Abstract

The house fly (Musca domestica) is a vector of mechanical transmission of infectious diseases such as diarrhea, dysentery, cholera, typhoid. One way to control house flies is to use plant-based insecticides. Papaya leaves (Carica papaya L.) can be used as insecticides because of the enzymes saponins, flavonoids, and papain which are toxic to insects. This research aims to determine the effectiveness of papaya leaf extract as a natural insecticide for house flies. The concentration of papaya leaf extract used was 0%, 30%, 40%, 50%, and 60% with 3 replications. Each treatment unit contained 10 house flies. Extract application by spraying directly on house flies. The number of house fly deaths was calculated at 1, 2, 3, 4, 5, 6 and 24 hours. Data were analyzed using One Way Anova test. The result of this research was all the sig values are 0.00 < 0.05, which means that there was a significant difference in the number of house flies deaths at each concentration. In conclusion, the most effective concentration of papaya leaf extract to kill 100% of house flies was at a concentration of 60% after 6 hours of treatment.Keywords: house fly; natural insecticide; papaya leaf ABSTRAKSalah satu vektor penularan penyakit menular mekanis seperti diare, disentri, kolera, tipes adalah lalat rumah (Musca domestica). Salah satu cara pengendalian lalat rumah adalah menggunakan insektisida nabati. Daun pepaya (Carica papaya L.) mengandung enzim saponin, flavonoid, dan papain yang bersifat racun bagi serangga sehingga dapat digunakan sebagai insektisida alami atau insektisida nabati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun pepaya sebagai insektisida nabati lalat rumah menggunakan 5 perlakuan konsentrasi ekstrak kasar daun pepaya yakni 0%, 30%, 40%, 50%, dan 60% serta 3 ulangan, setiap unit perlakuan menggunakan 10 ekor lalat rumah, aplikasi ekstrak kasar daun pepaya dengan cara disemprotkan pada lalat rumah, jumlah kematian lalat rumah dihitung pada jam ke-1,2,3,4,5,6 dan 24 jam setelah aplikasi. Data dianalisis menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian diperoleh semua nilai sig 0,00 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna jumlah kematian lalat pada setiap pemberian konsentrasi ekstrak daun pepaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun pepaya yang paling efektif untuk membunuh 100% lalat rumah adalah konsentrasi 60% setelah 6 jam perlakuan.Kata kunci: daun pepaya; insektisida alami; lalat rumah
ANALISIS FASILITAS PENGELOLAAN LABORATORIUM DALAM MENDUKUNG KEGIATAN PRAKTIKUM BIOLOGI DI SMA N 1 DAN SMA KRISTEN DI DUMOGA TIMUR Michelle Chantika Umboh; Aser Yalindua; Emma M Moko
SOSCIED Vol 6 No 2 (2023): SOSCIED - November 2023
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jsoscied.v6i2.719

Abstract

There are problems with the layout of the biology internship room which does not meet laboratory standards. Tools and materials for practice are not complete. Laboratory management facilities have not supported student learning and the purpose of this study was to determine the biology laboratory management facilities of SMA N 1 Dumoga and SMA Kristen Dumoga Dumoga East to support academics. The method used is descriptive and qualitative. The results showed the overall level of readiness of the biology laboratory of SMA N 1 Dumoga and SMA Kristen Dumoga Dumoga Timur. A total of 78 schools met the readiness criteria, 58 schools met the readiness criteria to support student learning, data on the readiness of practicum tools and materials in each school reached 77.5% of schools met the readiness criteria, 57.5% of schools met the readiness criteria. sufficient readiness criteria, the results of the assessment through filling out the questionnaire distributed to students showed that the respondent scored 70% and respondent 2 scored 66%. Based on the results of research conducted in 2 schools SMA N 1 Dumo ga and SMA Kristen Dumoga Dumoga East regarding the management of laboratory facilities supporting biology learning, it can be concluded that the laboratory conditions Standardization of biology experiment laboratories are not good. this can be proven from the results of data analysis obtained. Keywords: Learning analysis, Laboratory, qualitative descriptive
Co-Authors A. Nurfitriani Alberto Y T Allo Alfonds Andrew Maramis Alfrina Mewengkang Anatje Lihiang Anatje Lihiang Anita Costanci Christine Tengker Arifin Arifin Arista, Melti Arrijani - Aser Yalindua Christny Ferdina Evie Rompas Crescentia Mishi Juniorita Ngangi Debby Jacqualine Jochebed Rayer Decky D. W. Kamagi Dino Rahardiyan Dino Rahardiyan Dino Rahardiyan Djarang, Rievo H Esrah Anna Adeleid Agimat Fanny Nella Nanlohy Ferencia Esananda Rattu Ferni Margo Tumbel Ferry Wantouw Ferry Wantouw Fitriani, A. Nur Gedoan, Sukmarayu Pieter Gedoan, Sukmarayu Piter Grace Jenny Soputan Helen Joan Lawalata Helena, Maria Herry Maurits Sumampouw Ika Okhtora Angelia Iren Natalia Simanjuntak Iriani Setyawati Jabes Wolter Kanter Jacson Saruan Jantje Ngangi Jumiaty Christianity Manoppo Junaidy Budi Sanger Kabenaran, Gethria F. Karuntu, Rilya Patricia Esther Kawatak, Steven Y. Kawengian, Priska Rosalina Kembuan, Patricia Pericilia Kleriyani Mayan Lanny Sitanayah Lensehe, Febby Anggini Leu, Paulus L. Livana Dethris Rawung Lohonauman, Charlie A. P. Maliangkay, Hendra Pratama Manampiring, Nonny Mario Poluakan Meity Nelltje Tanor Melany Piri Michelle Chantika Umboh Mokosuli Yermia Samuel Mokosuli, Yeremia Samuel Ngangi, Crescentia M.J Nonny Manampiring Ogi, Nova LIM Orbanus Naharia Orbanus Naharia Patandean, Selvrining Paulus Boli Paulus L. Leu Pinaria, Yeanly Wuena Posumah, Danny Christian Purba, Gandi YS Rahardiyan, Dino Rampengan, Johan A. Rampengan, Mercy Maggy Franky Rayer, Debby J J Regina R. Butarbutar Revelson A. Mege Revolson Mege Rey, Feyne Jelita Rorimpandey, Vianney Indah Roring, Verawati I. Y Rudi Alexander Repi Sakul, Ernest Hanny Saruan, Jacson Sukmarayu P. Gedoan Tedang, Bybyani Teresa Maria Wangkar Timbuleng, Nobel Tuelah, Syela Nathasya Veiren Wangkanusa Verawati I Y Roring wa, Johanna Zusye Wantania, Johanna Zusye Zulviana Y. Sidabariba Zusje Warouw