Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Mulsa dan Irigasi pada Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L. var. agregatum) Eko Sulistyono; Heni Purnamawati; Zuliati, Septiarini
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.874 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i1.29191

Abstract

Ketersediaan air untuk tanaman dapat dipertahankan dengan pemberian irigasi dan penggunaan mulsa. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan volume irigasi pada berbagai jenis mulsa yang efisien untuk tanaman bawang merah varietas Bima Brebes. Rancangan penelitian tersusun secara acak kelompok dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah tingkat volume irigasi berdasarkan evaporasi panci (Eo) yang terdiri dari 6 taraf yaitu 0.25 Eo, 0.50 Eo, 0.75 Eo, 1.00 Eo, 1.25 Eo, dan 1.50 Eo. Faktor kedua adalah jenis mulsa yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa mulsa, mulsa plastik hitam perak, dan mulsa jerami. Interaksi antara volume irigasi dan jenis mulsa meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, volume akar, jumlah akar, bobot kering, diameter umbi, dan bobot basah umbi per rumpun. Kombinasi volume irigasi 1.50 Eo dengan mulsa plastik menghasilkan bobot basah umbi tertinggi dan tidak berbeda nyata dengan volume irigasi 0.50 Eo dan 0.75 Eo pada mulsa plastik serta volume irigasi 1.00 Eo dan 1.50 Eo tanpa pemberian mulsa. Kombinasi volume irigasi 0.50 Eo dengan pemakaian mulsa plastik direkomendasikan untuk alasan efisiensi pemakaian air dan penggunaan air yang lebih sedikit. Kata kunci: diameter umbi, evaporasi, mulsa plastik plastik hitam perak, mulsa jerami
EFEKTIVITAS MIKORIZA CAMPURAN (GLOMUS MOSSEAE DAN GIGASPORA SP.) PADA BEBERAPA VARIETAS CABAI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) Ramadhani, Almuna; Zuliati, Syafruddin Septiarini; Zuliati, Septiarini; Fadila, Nanda; Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti; Humaira, Mira
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4855

Abstract

Abstract: Chili is one of the priority horticultural commodities developed because it has high economic value. However, on the other hand, increased chili production is not followed by increased productivity. Productivity can be increased through the use of mycorrhizal biofertilizers that utilize living organisms to improve soil fertility and several chili varieties that play an important role in determining productivity. The design used in this study was a factorial randomized block design with three replications. The first treatment tested consisted of 4 levels, namely: (M0) 0 g per plant (control), (M1) 5 per plant, (M2) 10 per plant and (M3) 15 per plant, the second treatment was: varieties PM-999 (V1), Lado F1 (V2) and CTH-01 (V3). The parameters observed consisted of fresh weight per plant, dry weight per plant, number of fruits per plant, fruit weight per plant, fresh weight of roots per plant, dry weight of roots per plant and mycorrhizal root infection. The results showed that the mycorrhizal dose treatment significantly affected the parameters of fresh weight per plant, dry weight per plant, fresh root weight and dry root weight per plant. The best treatment was the administration of a mycorrhizal dose (M2) of 10 g per plant which generally increased mycorrhizal root infection and resulted in better chili plant production. The treatment of several chili plant varieties significantly affected the parameters of fresh weight per plant, dry weight per plant and the number of fruits per plant. The CTH-01 variety was the best variety, seen from the parameters of chili plant production. The combination of mycorrhizal dose treatment and several varieties did not show a significant interaction effect on chili production.Keywords: Mixed Mycorrhiza, Biofertilizer, Varieties, Chili Abstrak: Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, peningkatan produksi cabai tidak selalu diikuti oleh kenaikan produktivitas. Upaya untuk meningkatkan produktivitas dapat dilakukan melalui pemanfaatan pupuk hayati mikoriza yang mengandalkan organisme hidup untuk memperbaiki kesuburan tanah, serta pemilihan varietas cabai yang berperan penting dalam menentukan hasil produksi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Perlakuan pertama terdiri atas empat taraf dosis mikoriza, yaitu (M0) 0 g per tanaman (kontrol), (M1) 5 g per tanaman, (M2) 10 g per tanaman, dan (M3) 15 g per tanaman. Perlakuan kedua berupa tiga varietas cabai: PM-999 (V1), Lado F1 (V2), dan CTH-01 (V3). Parameter yang diamati meliputi berat segar per tanaman, berat kering per tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat segar akar, berat kering akar, dan tingkat infeksi akar mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis mikoriza berpengaruh nyata terhadap berat segar tanaman, berat kering tanaman, serta berat segar dan kering akar. Dosis 10 g per tanaman (M2) merupakan perlakuan terbaik karena mampu meningkatkan infeksi akar mikoriza dan menghasilkan pertumbuhan serta produksi cabai yang lebih optimal. Perlakuan varietas juga menunjukkan pengaruh nyata terhadap berat segar, berat kering, dan jumlah buah per tanaman, di mana varietas CTH-01 memberikan hasil terbaik pada parameter produksi. Sementara itu, kombinasi antara dosis mikoriza dan varietas cabai belum menunjukkan adanya interaksi yang nyata terhadap produksi tanaman cabai.Kata kunci: mikoriza campuran, pupuk hayati, varietas, cabai
PEMANFAATAN BARANG BEKAS MENJADI WADAH TANAM SAYURAN HIDROPONIK DAN SOSIALISASI SAYUR MENJADI MINUMAN KEPADA KELOMPOK PKK DESA DALU SEPULUH B KEC. TANJUNG MORAWA Novita Sari, Dini; Florina Yanti, Sisilia; Sari Sembiring, Riani; Wardani Siregar, Tuti; Novianti, Lily; Sembiring, Juhardi; Khairani, Siti; Zuliati, Septiarini; Novina Sukapiring, Dewi; Utami, Khairuna; Rizka S. Depari, Nelfita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 5 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i5.1942-1948

Abstract

Penanaman dengan metode hidroponik sangat mudah untuk dipraktikkan, karena media tanam dan wadah tanam yang digunakan dapat diperoleh dengan mudah yaitu dengan memanfaatkan barang bekas. Budidaya tanaman dengan teknik hidroponik mudah aplikasinya dengan hasil sayuran yang sehat dan subur serta dapat diolah menjadi minuman kesehatan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode pelatihan dengan sistem pertanian hidroponik memanfaatkan barang bekas serta sosialisasi olahan sayur menjadi minuman kesehatan di Desa Dalu Sepuluh B, Kabupaten Deli Serdang dengan kegiatan: penyampaian  materi metode ceramah dan tanya jawab, pra dan post test, praktik perakitan instrumen hidroponik, praktik budidaya menanam secara hidroponik dan simulasi pembuatan minuman kesahatan berbahan dasar sayur. Pelaksanaan kegiatan ini dihadari 25 orang peserta pelatihan yaitu ibu-ibu PKK serta jajaran perangkat desa. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman kelompok PKK Desa Dalu Sepuluh B Kec. Tanjung Morawa mengenai budidaya sayuran hidroponik dan olahan sayur menjadi minuman kesehatan meningkat hingga 95,4%, naik 20,27% dari pemahaman awal. Kemampuan menjawab soal meningkat pada evaluasi akhir yaitu 95,4%, hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman kelompok PKK Desa Dalu Sepuluh B Kec. Tanjung Morawa terhadap budidaya sayuran hidroponik dan olahan sayur menjadi minuman kesehatan. Terjadinya peningkatan pemahaman mengenai hidroponik menunjukkan keberhasilan kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat di Desa Dalu Sepuluh B Kec. Tanjung Morawa.
PENGEMBANGAN PERTANIAN URBAN BERBASIS HIDROPONIK VERTIKAL UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DUSUN CALOK GIRI Zuliati, Septiarini; Nasution, Wahyu Isnanda; Fatwa, Islami; Ramadhani, Almuna; Fadieny, Nurul; Fibarzi, Wiza Ulfa; Mahlil, Mahlil; Farhan, Farhan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5415

Abstract

Abstract: The limitation of agricultural land in urban areas causes people to find it difficult to carry out conventional cultivation. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the people of Dusun Calok Giri, Gampong Paloh Igeuh, North Aceh District, in applying hydroponic verticulture technology as a solution for narrow land farming. The implementation method consists of stages of preparation, implementation, as well as assistance and evaluation which include counseling activities, training, installation making, technical assistance, and participatory evaluation. The community was directly involved starting from system assembly to plant maintenance. The results of the activity showed an increase in the residents' ability to manage hydroponic installations independently, with good plant growth and the harvest used for consumption and sold in the surrounding area. This activity encourages land efficiency, increases environmental awareness, and opens economic opportunities through sustainable urban agriculture. This program succeeded in increasing the knowledge, skills, and independence of the community in utilizing narrow yard land productively. In general, it shows that hydroponic verticulture technology is easy to apply and able to produce quality fresh vegetables for household consumption or sold as an additional source of income. Keywords: HR, Excellence, Learning, Independent, Literacy  Abstrak: Keterbatasan lahan pertanian di wilayah urban menyebabkan masyarakat sulit melakukan budidaya secara konvensional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dusun Calok Giri, Gampong Paloh Igeuh, Kabupaten Aceh Utara, dalam menerapkan teknologi vertikultur hidroponik sebagai solusi pertanian lahan sempit. Metode pelaksanaan terdiri dari tahapan persiapan, pelaksanaan, serta pendampingan dan evaluasi yang terdiri meliputi kegiata penyuluhan, pelatihan, pembuatan instalasi, pendampingan teknis, dan evaluasi partisipatif. Masyarakat dilibatkan langsung mulai dari perakitan sistem hingga perawatan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan warga dalam mengelola instalasi hidroponik secara mandiri, dengan pertumbuhan tanaman yang baik dan hasil panen dimanfaatkan untuk konsumsi serta dijual di lingkungan sekitar. Kegiatan ini mendorong efisiensi lahan, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan membuka peluang ekonomi melalui pertanian urban yang berkelanjutan. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan sempit secara produktif. Secara umum menunjukkan bahwa teknologi vertikultur hidroponik mudah diterapkan dan mampu menghasilkan sayuran segar berkualitas untuk konsumsi rumah tangga maupun dijual sebagai sumber tambahan ekonomi.Kata Kunci: Vertikultur, Perkotaan, Sayuran, Ketahanan Pangan