Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EVALUATING VOCATIONAL LEARNING MEDIA COMPETENCY: LEARNING OUTCOMES AS A FOUNDATION FOR AGRICULTURAL CONTEXT INTEGRATION Fadieny, Nurul; Fatwa, Islami; Zuliati, Septiarini
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v12i1.88

Abstract

This study aims to evaluate student competency outcomes in the Media and ICT for Vocational Learning course within the Mechanical Engineering Vocational Education program, as a basis for developing instructional media integrated with agricultural context. The research employed a descriptive quantitative approach using midterm and final exam scores from the even semester of the 2023/2024 academic year. The results show that students demonstrated strong conceptual understanding, with an average midterm score of 82.25 and final score of 83.00. However, variations in individual achievement indicate the need to strengthen the applicative and contextual aspects of learning. These findings serve as an initial foundation for designing vocational learning media based on simulations, case studies, and real-world agricultural problems, particularly those relevant to the local contexts of North Aceh and Lhokseumawe.
Perlakuan Nutrisi dan Media Tanam Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L. var. aggregatum) pada Budidaya Secara Hidroponik Salawa, Salsabil; Inayatillah, Aufa; Ismadi, Ismadi; Nasruddin, Nasruddin; Zuliati, Septiarini; Safrizal, Safrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 2 No. 4 (2023): Vol 2, No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimatek.v2i4.18317

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang mengandung gizi tinggi dan memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi bawang merah dapat dilakukan secara hidroponik. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (RPT) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi nutrisi hidroponik yang terdiri dari 900 ppm (A1), 1000 ppm (A2), dan 1100 ppm (A3). Faktor kedua adalah media tanam yang terdiri dari biochar (M1), cocopeat (M2), dan rockwool (M3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan konsentrasi nutrisi AB Mix dapat meingkatkan pertumbuhan dan hasil hasil tanaman bawang merah pada budidaya sistem hidroponik. Konsentrasi 900 ppm (A1) dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun dan jumlah daun perumbi, sementara konsentrasi nutrisi 1000 ppm meningkatkan diameter umbi, berat umbi, berat basah umbi, berat kering umbi, dan panjang akar. Penggunaan media tanam dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang dibudidayakan secara hidroponik. Media tanam rockwool dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun perumpun, jumlah daun perumbi dan diameter umbi, sedangkan biochar meningkatkan berat umbi, berat basah umbi, berat kering umbi, dan panjang akar. Terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi nutrisi 1000 ppm dengan media biochar (A2M1) dapat meningkatkan berat kering umbi, dan konsentrasi 1000 ppm dan media rockwool (A2M3) dapat memperpanjang panjang akar tanaman bawang merah.
Perkecambahan Bayam (Amaranthus hybridus L.) Pada Perendaman Ekstrak Bawang Merah Muliana, Muliana; Nazimah, Nazimah; Faisal, Faisal; Rafli, Muhammad; Zuliati, Septiarini; Safrizal, Safrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 20
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benih dapat mengalami penurunan kualitas akibat penyimpanan yang tidak tepat atau benih yang sudah melewati masa kedaluwarsanya. Penurunan kualitas benih akan berdampak pada produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman ekstrak bawang merah terhadap daya tumbuh benih bayam yang sudah kedaluwarsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak bawang merah yang terdiri dari 4 taraf, yaitu 0%, 25%, 50%, dan 75%. Faktor kedua adalah lama perendaman ekstrak bawang merah yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 2 jam, 4 jam, dan 6 jam. Variabel pengamatan meliputi potensi pertumbuhan maksimum, daya kecambah, indeks vigor, keseragaman pertumbuhan, dan kecepatan pertumbuhan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi dan perendaman ekstrak bawang merah pada variabel indeks vigor, keseragaman pertumbuhan, dan kecepatan pertumbuhan. Perlakuan konsentrasi memengaruhi variabel pengamatan daya kecambah, keseragaman pertumbuhan, dan kecepatan pertumbuhan. Perlakuan perendaman memengaruhi potensi pertumbuhan maksimum, daya kecambah, indeks vigor, keseragaman pertumbuhan, dan kecepatan pertumbuhan.
Effect of Soil Tillage Systems and Boiler Ash Application on the Growth and Yield of Sugarcane (Saccharum officinarum L.) Suryana, Suryana; Zuliati, Septiarini; Sukmawati, Riska; Fadillah, Resti
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.9751

Abstract

Soil tillage and the application of organic materials such as boiler ash play a crucial role in improving soil fertility and crop productivity. This study aimed to evaluate the effects of different tillage systems and boiler ash application on the growth and yield of sugarcane (Saccharum officinarum). The experiment was arranged in a randomized complete block design (RCBD) with five treatments and three replications, involving tillage variations (plowing, harrowing, subsoiling) and 40 tons ha⁻¹ of boiler ash. Data were analyzed using the LSD test at a 5% significance level. The results showed that treatment P5 produced the best growth performance, with a plant height of 2.85 cm, stem diameter of 2.33 cm, and 15 tillers at 9 weeks after planting. This treatment also achieved the highest yield of 122.79 tons ha⁻¹, with a 7.18% increase in productivity. Positive correlations were observed between yield and plant height (R² = 0.4593) as well as stem diameter (R² = 0.793). These findings suggest that the appropriate combination of tillage techniques and boiler ash application has the potential to sustainably enhance sugarcane productivity.
Penyuluhan Pengenalan Konsep Pertanian Ramah Lingkungan di Madrasah Aliyah Negeri Lhokseumawe J, Jamidi; Wirda, Zurrahmi; K, Khaidir; U, Usnawiyah; Zuliati, Septiarini
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 10 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10575601

Abstract

Konsep pertanian ramah lingkungan merupakan sebuah konsep yang menerapkan teknologi yang memperhatikan prinsip-prinsip ekologis di bidang pertanian sehingga tidak merusak lingkungan tetapi mampu meningkatkan produksi tanaman. Sistem pertanian ramah lingkungan sebenarnya telah banyak diterapkan oleh masyarakat tani, antara lain pertanian konservasi dengan tanpa olah atau olah tanah minimum, pengelolaan tanaman terpadu, penerapan jajar legowo super, pengelolaan organisme pengganggu tanaman secara terpadu, sistem integrasi tanaman-ternak bebas limbah, dan pertanian organik. Pengenalan dan penerapan konsep pertanian ramah lingkungan bukan hanya perlu diketahui dan diterapkan oleh masyarakat tani, tetapi semua kalangan termasuk siswa atau pelajar. Kegiatan dilaksanakan terhadap siswa Madrasah Aliyah Negeri Lhokseumawe pada tanggal 13 Mei 2023 dalam bentuk penyuluhan. Kegiatan tersebut diharapkan siswa mengenal dan mampu menerapkan kegiatan pertanian dalam skala kecil dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan. Dengan demikian setiap siswa memahami potensi-potensi lokal yang ada di sekelilingnya dan dapat digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman yang ditanam. Hal ini berlaku juga untuk menghadapi serangan dari organisme pengganggu tanaman yang menyerang tanaman yang mereka kelola. Potensi lokal tersebut dapat berupa tumbuhan, hewan dan mikroorganisme. Hasil penyuluhan yang dilakukan menunjukkan bahwa adanya respon positif dari setiap siswa yang ditandai dengan tingginya minat siswa yang bertanya seputar masalah dalam kegiatan budidaya tanaman yang mereka dan keluarga lakukan.
Pelatihan Persilangan Tanaman Anggrek Bagi Kaum Ibu Desa Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara Handayani, Rd Selvy; Usnawiyah, Usnawiyah; Ismadi, Ismadi; Hafifah, Hafifah; Zuliati, Septiarini; Ningrum, Sintia; Pulungan, Widy Septiarni; Audina, Yola; Pasaribu, Tari Anggraini
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 2, No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 menciptakan fenomena meningkatnya penghobi tanaman hias dan menciptakan peluang bisnis baru. Meningkatnya hobi tanaman hias sebagai imbas dari pembatasan kegiatan di luar rumah menjadi salah satu peluang bisnis rumahan yang menjanjikan. Demikian halnya di desa Mesjid, halaman rumah masyarakat banyak yang dihiasi tanaman hias, termasuk diantaranya adalah jenis tanaman anggrek. Permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah tidak memliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan perbanyakan dan pemeliharan tanaman serta melakukan persilangan tanaman anggrek. Teknik perbanyakan tanaman konvensional dan persilangan tanaman anggrek penting dilakukan untuk meningkatkan jumlah tanaman dan dapat menghasilkan jenis tanaman baru yang diharapkan memiliki keunikan sehingga harganya mahal. Oleh karena itu perlu dicari peluang usaha dan peningkatan kemampuan warga. Tujuan umum kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat setempat tentang sistem perbanyakan vegetatif tanaman anggrek dan cara persilangan tanaman anggrek. Kegiatan penyuluhan serta pelatihan perbanyakan dan persilangan tanaman anggrek akan dilakukan di Gampong Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara. Kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan akan dilakukan dari bulan September sampai November 2022. Metode kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan, pelatihan dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan tentang Pelatihan Persilangan Tanaman Anggrek Bagi Kaum Ibu Desa Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Komunitas pecinta anggrek Desa Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara mendapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya tanaman anggrek serta mendapat kan ketrampilan cara melakukan penyerbukan buatan (penyerbukan silang maupun sendiri) pada bunga anggrek.
Karakteristik Fisiologi Dan Hasil Dari Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zea mays L.) Akibat Pemberian Kompos Kulit Biji Kopi Jamidi, Jamidi; Usnawiyah, Usnawiyah; Zuliati, Septiarini; Wijaksono, Ade
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9741

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran varietas tanaman jagung dengan dosis kompos kulit biji kopi terhadap peningkatan fisiologi dan produksi tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan perkebunan Desa Tambon Tunong dan Laboraturium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada bulan Oktober 2020 - Januari 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan sebanyak 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas yang terdiri dari Provit A-1, Pulut Uri, Gumarang, Sukmaraga. Faktor kedua adalah kompos kulit biji kopi yang terdiri dari 0 gram/polybag (Kontrol), 15 ton/ha (75 gram/polybag), 20 ton/ha (100 gram/polybag). Adapaun Peubah yang diamati seperti panjang tongkol dengan kelobot, berat tongkol dengan kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat 1000 biji. Berdasarkan penelitian yang didapat bahwa penggunaan varietas dan kompos kulit biji kopi menunjukkan adanya interaksi terhadap peningkatan fisiologi dan produksi tanaman jagung pada perkembangan berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat 1000 biji. Penggunaan varietas Sukmaraga dan pemberian kompos kulit biji kopi 100 gram/tanaman dapat meningkatkan produksi akhir diantaranya peningkatan panjang tongkoll dengan kelobot, berat tongkol dengan kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat 1000 biji.
Respon Perakaran Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Akibat Pemberian Konsentrasi Biourin Sapi Dan Dosis Pupuk NPK Jamidi, Jamidi; Zuliati, Septiarini; Wirda, Zurrahmi
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11459

Abstract

Bibit kelapa sawit berkualitas dicirikan dengan memiliki pertumbuhan terutama perakaran yang baik. Pupuk organik mampu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Biourin sapi sebagai pupuk organik mengandung hormon dan unsur yang mendukung perkembangan akar bibit kelapa sawit. Pupuk NPK juga dapat mendukung pertumbuhan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian biourin sapi dan NPK serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Reuleut, Kabupaten Aceh Utara dan Laboraturium Pertanian Universitas Malikussaleh menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi biourin sapi terdiri dari 0, 50, 75, dan 100 cc/Liter. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK terdiri dari 0, 2, dan 3 gram/polybag. Peubah yang diamati meliputi tinggi bibit, jumlah daun, panjang akar, berat segar akar dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biourin sapi meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, dan jumlah daun dan panjang akar bibit kelapa sawit. Pupuk NPK meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, jumlah daun, berat segar akar dan berat kering akar. Interaksi dari pemberian biourin sapi dan pupuk NPK meningkatkan jumlah daun dan panjang akar bibit kelapa sawit. Konsentrasi biourin sapi 100 cc/Liter dan dosis pupuk NPK 2 gram/polybag merupakan perlakuan terbaik.
Peningkatan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di Pre-Nursery Dengan Aplikasi Biochar Dan Pupuk NPK Zuliati, Septiarini; Jamidi, Jamidi; Nazaruddin, M.; Irmawan, Irja
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.14340

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang mempunyai peranan  penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Dalam 5 tahun terakhir, luas areal perkebunan kelapa sawit mengalami peningkatan. Perluasan ini berdampak pada meningkatnya permintaan benih berkualitas. Upaya peningkatan mutu benih dapat dilakukan dengan mempertahankan prenursery dan main nursery. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat respon pertumbuhan bibit kelapa sawit pada pre-nurseri dengan pemberian biochar sekam padi dan pupuk NPK. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan dan Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh yang terletak di Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu biochar sekam padi terdiri dari 0 g/polibag (B0), 75 g/polibag (B1), dan 150 g/polibag (B2). Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari 0 g/polibag (P0), 4 g/polibag (P1), dan 6 g/polibag (P2). Parameter pengamatan berupa tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, dan klorofil daun. Biochar sekam padi memberi pengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun pada 90 setelah tanam (HST), dan klorofil daun pada 45-90 HST. Aplikasi pupuk NPK  memberi pengaruh  terhadap tinggi tanaman pada umur 60-90 HST, diameter batang dan luas daun pada umur 75-90 HST, jumlah daun pada umur 90 HST, dan klorofil daun pada umur 45-90 HST
PENDAMPINGAN KEGIATAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI LINGKUNGAN POLSEK MEURAH MULIA Rozana Sari, Cut; Firmansyah Tanjung, Ade; Fadhliani, Fadhliani; Zuliati, Septiarini; Nugrahawati, Anis; Hasby Puarada, Sakral
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3658-3664

Abstract

Setiap warga negara mempunyai hak untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan bukan menjadi kekhawatiran terkait dengan kedaulatan atau ketersediaan pangan. Pemerintah harus mempunyai rencana untuk menjamin ketahanan, kemandirian, dan kecukupan pangannya sendiri dan meramalkan perubahan yang akan terjadi baik secara domestik maupun global. Pangan berkembang seiring dengan kesempatan dan pergantian peristiwa secara mekanis. Tujuan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Polsek Meurah Mulia di Kabupaten Aceh Utara adalah untuk meningkatkan produktivitas pekarangan dan pemanfaatan tanaman pangan, khususnya tanaman cabai dan brokoli. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2023. Alat yang digunakan adalah cangkul, garpu, gunting, dan polibag. Kegiatan P2L diikuti oleh anggota kepolisian di Polsek Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara sehingga anggota kepolisian di Polsek Meurah Mulia dapat memahami teknik budidaya pertanian, khususnya tanaman cabai yang merupakan komoditas andalan Indonesia. Tahapan kegiatan meliputi (1) memberikan pemaparan tentang program P2L terhadap ketahanan pangan dan (2) memberikan demonstrasi dan pelatihan P2L. Peserta sangat antusias dan berperan aktif ketika mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengabdian. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan edukasi memanfaatkan lahan pekarangan menjadi pekarangan pangan lestari demi mewujudkan ketahanan pangan di masyarakat.