Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perlakuan Nutrisi dan Media Tanam Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L. var. aggregatum) pada Budidaya Secara Hidroponik Salawa, Salsabil; Inayatillah, Aufa; Ismadi, Ismadi; Nasruddin, Nasruddin; Zuliati, Septiarini; Safrizal, Safrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 2 No. 4 (2023): Vol 2, No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimatek.v2i4.18317

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang mengandung gizi tinggi dan memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi bawang merah dapat dilakukan secara hidroponik. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (RPT) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi nutrisi hidroponik yang terdiri dari 900 ppm (A1), 1000 ppm (A2), dan 1100 ppm (A3). Faktor kedua adalah media tanam yang terdiri dari biochar (M1), cocopeat (M2), dan rockwool (M3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan konsentrasi nutrisi AB Mix dapat meingkatkan pertumbuhan dan hasil hasil tanaman bawang merah pada budidaya sistem hidroponik. Konsentrasi 900 ppm (A1) dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun dan jumlah daun perumbi, sementara konsentrasi nutrisi 1000 ppm meningkatkan diameter umbi, berat umbi, berat basah umbi, berat kering umbi, dan panjang akar. Penggunaan media tanam dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang dibudidayakan secara hidroponik. Media tanam rockwool dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun perumpun, jumlah daun perumbi dan diameter umbi, sedangkan biochar meningkatkan berat umbi, berat basah umbi, berat kering umbi, dan panjang akar. Terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi nutrisi 1000 ppm dengan media biochar (A2M1) dapat meningkatkan berat kering umbi, dan konsentrasi 1000 ppm dan media rockwool (A2M3) dapat memperpanjang panjang akar tanaman bawang merah.
Perkecambahan Bayam (Amaranthus hybridus L.) Pada Perendaman Ekstrak Bawang Merah Muliana, Muliana; Nazimah, Nazimah; Faisal, Faisal; Rafli, Muhammad; Zuliati, Septiarini; Safrizal, Safrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 20
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benih dapat mengalami penurunan kualitas akibat penyimpanan yang tidak tepat atau benih yang sudah melewati masa kedaluwarsanya. Penurunan kualitas benih akan berdampak pada produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman ekstrak bawang merah terhadap daya tumbuh benih bayam yang sudah kedaluwarsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak bawang merah yang terdiri dari 4 taraf, yaitu 0%, 25%, 50%, dan 75%. Faktor kedua adalah lama perendaman ekstrak bawang merah yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 2 jam, 4 jam, dan 6 jam. Variabel pengamatan meliputi potensi pertumbuhan maksimum, daya kecambah, indeks vigor, keseragaman pertumbuhan, dan kecepatan pertumbuhan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi dan perendaman ekstrak bawang merah pada variabel indeks vigor, keseragaman pertumbuhan, dan kecepatan pertumbuhan. Perlakuan konsentrasi memengaruhi variabel pengamatan daya kecambah, keseragaman pertumbuhan, dan kecepatan pertumbuhan. Perlakuan perendaman memengaruhi potensi pertumbuhan maksimum, daya kecambah, indeks vigor, keseragaman pertumbuhan, dan kecepatan pertumbuhan.
Effect of Soil Tillage Systems and Boiler Ash Application on the Growth and Yield of Sugarcane (Saccharum officinarum L.) Suryana, Suryana; Zuliati, Septiarini; Sukmawati, Riska; Fadillah, Resti
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.9751

Abstract

Soil tillage and the application of organic materials such as boiler ash play a crucial role in improving soil fertility and crop productivity. This study aimed to evaluate the effects of different tillage systems and boiler ash application on the growth and yield of sugarcane (Saccharum officinarum). The experiment was arranged in a randomized complete block design (RCBD) with five treatments and three replications, involving tillage variations (plowing, harrowing, subsoiling) and 40 tons ha⁻¹ of boiler ash. Data were analyzed using the LSD test at a 5% significance level. The results showed that treatment P5 produced the best growth performance, with a plant height of 2.85 cm, stem diameter of 2.33 cm, and 15 tillers at 9 weeks after planting. This treatment also achieved the highest yield of 122.79 tons ha⁻¹, with a 7.18% increase in productivity. Positive correlations were observed between yield and plant height (R² = 0.4593) as well as stem diameter (R² = 0.793). These findings suggest that the appropriate combination of tillage techniques and boiler ash application has the potential to sustainably enhance sugarcane productivity.
Penyuluhan Pengenalan Konsep Pertanian Ramah Lingkungan di Madrasah Aliyah Negeri Lhokseumawe J, Jamidi; Wirda, Zurrahmi; K, Khaidir; U, Usnawiyah; Zuliati, Septiarini
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 10 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10575601

Abstract

Konsep pertanian ramah lingkungan merupakan sebuah konsep yang menerapkan teknologi yang memperhatikan prinsip-prinsip ekologis di bidang pertanian sehingga tidak merusak lingkungan tetapi mampu meningkatkan produksi tanaman. Sistem pertanian ramah lingkungan sebenarnya telah banyak diterapkan oleh masyarakat tani, antara lain pertanian konservasi dengan tanpa olah atau olah tanah minimum, pengelolaan tanaman terpadu, penerapan jajar legowo super, pengelolaan organisme pengganggu tanaman secara terpadu, sistem integrasi tanaman-ternak bebas limbah, dan pertanian organik. Pengenalan dan penerapan konsep pertanian ramah lingkungan bukan hanya perlu diketahui dan diterapkan oleh masyarakat tani, tetapi semua kalangan termasuk siswa atau pelajar. Kegiatan dilaksanakan terhadap siswa Madrasah Aliyah Negeri Lhokseumawe pada tanggal 13 Mei 2023 dalam bentuk penyuluhan. Kegiatan tersebut diharapkan siswa mengenal dan mampu menerapkan kegiatan pertanian dalam skala kecil dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan. Dengan demikian setiap siswa memahami potensi-potensi lokal yang ada di sekelilingnya dan dapat digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman yang ditanam. Hal ini berlaku juga untuk menghadapi serangan dari organisme pengganggu tanaman yang menyerang tanaman yang mereka kelola. Potensi lokal tersebut dapat berupa tumbuhan, hewan dan mikroorganisme. Hasil penyuluhan yang dilakukan menunjukkan bahwa adanya respon positif dari setiap siswa yang ditandai dengan tingginya minat siswa yang bertanya seputar masalah dalam kegiatan budidaya tanaman yang mereka dan keluarga lakukan.
Pelatihan Persilangan Tanaman Anggrek Bagi Kaum Ibu Desa Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara Handayani, Rd Selvy; Usnawiyah, Usnawiyah; Ismadi, Ismadi; Hafifah, Hafifah; Zuliati, Septiarini; Ningrum, Sintia; Pulungan, Widy Septiarni; Audina, Yola; Pasaribu, Tari Anggraini
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 2, No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 menciptakan fenomena meningkatnya penghobi tanaman hias dan menciptakan peluang bisnis baru. Meningkatnya hobi tanaman hias sebagai imbas dari pembatasan kegiatan di luar rumah menjadi salah satu peluang bisnis rumahan yang menjanjikan. Demikian halnya di desa Mesjid, halaman rumah masyarakat banyak yang dihiasi tanaman hias, termasuk diantaranya adalah jenis tanaman anggrek. Permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah tidak memliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan perbanyakan dan pemeliharan tanaman serta melakukan persilangan tanaman anggrek. Teknik perbanyakan tanaman konvensional dan persilangan tanaman anggrek penting dilakukan untuk meningkatkan jumlah tanaman dan dapat menghasilkan jenis tanaman baru yang diharapkan memiliki keunikan sehingga harganya mahal. Oleh karena itu perlu dicari peluang usaha dan peningkatan kemampuan warga. Tujuan umum kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat setempat tentang sistem perbanyakan vegetatif tanaman anggrek dan cara persilangan tanaman anggrek. Kegiatan penyuluhan serta pelatihan perbanyakan dan persilangan tanaman anggrek akan dilakukan di Gampong Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara. Kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan akan dilakukan dari bulan September sampai November 2022. Metode kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan, pelatihan dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan tentang Pelatihan Persilangan Tanaman Anggrek Bagi Kaum Ibu Desa Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Komunitas pecinta anggrek Desa Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara mendapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya tanaman anggrek serta mendapat kan ketrampilan cara melakukan penyerbukan buatan (penyerbukan silang maupun sendiri) pada bunga anggrek.
Karakteristik Fisiologi Dan Hasil Dari Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zea mays L.) Akibat Pemberian Kompos Kulit Biji Kopi Jamidi, Jamidi; Usnawiyah, Usnawiyah; Zuliati, Septiarini; Wijaksono, Ade
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9741

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran varietas tanaman jagung dengan dosis kompos kulit biji kopi terhadap peningkatan fisiologi dan produksi tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan perkebunan Desa Tambon Tunong dan Laboraturium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada bulan Oktober 2020 - Januari 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan sebanyak 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas yang terdiri dari Provit A-1, Pulut Uri, Gumarang, Sukmaraga. Faktor kedua adalah kompos kulit biji kopi yang terdiri dari 0 gram/polybag (Kontrol), 15 ton/ha (75 gram/polybag), 20 ton/ha (100 gram/polybag). Adapaun Peubah yang diamati seperti panjang tongkol dengan kelobot, berat tongkol dengan kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat 1000 biji. Berdasarkan penelitian yang didapat bahwa penggunaan varietas dan kompos kulit biji kopi menunjukkan adanya interaksi terhadap peningkatan fisiologi dan produksi tanaman jagung pada perkembangan berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat 1000 biji. Penggunaan varietas Sukmaraga dan pemberian kompos kulit biji kopi 100 gram/tanaman dapat meningkatkan produksi akhir diantaranya peningkatan panjang tongkoll dengan kelobot, berat tongkol dengan kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat 1000 biji.
Respon Perakaran Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Akibat Pemberian Konsentrasi Biourin Sapi Dan Dosis Pupuk NPK Jamidi, Jamidi; Zuliati, Septiarini; Wirda, Zurrahmi
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11459

Abstract

Bibit kelapa sawit berkualitas dicirikan dengan memiliki pertumbuhan terutama perakaran yang baik. Pupuk organik mampu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Biourin sapi sebagai pupuk organik mengandung hormon dan unsur yang mendukung perkembangan akar bibit kelapa sawit. Pupuk NPK juga dapat mendukung pertumbuhan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian biourin sapi dan NPK serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Reuleut, Kabupaten Aceh Utara dan Laboraturium Pertanian Universitas Malikussaleh menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi biourin sapi terdiri dari 0, 50, 75, dan 100 cc/Liter. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK terdiri dari 0, 2, dan 3 gram/polybag. Peubah yang diamati meliputi tinggi bibit, jumlah daun, panjang akar, berat segar akar dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biourin sapi meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, dan jumlah daun dan panjang akar bibit kelapa sawit. Pupuk NPK meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, jumlah daun, berat segar akar dan berat kering akar. Interaksi dari pemberian biourin sapi dan pupuk NPK meningkatkan jumlah daun dan panjang akar bibit kelapa sawit. Konsentrasi biourin sapi 100 cc/Liter dan dosis pupuk NPK 2 gram/polybag merupakan perlakuan terbaik.
Peningkatan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di Pre-Nursery Dengan Aplikasi Biochar Dan Pupuk NPK Zuliati, Septiarini; Jamidi, Jamidi; Nazaruddin, M.; Irmawan, Irja
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.14340

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang mempunyai peranan  penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Dalam 5 tahun terakhir, luas areal perkebunan kelapa sawit mengalami peningkatan. Perluasan ini berdampak pada meningkatnya permintaan benih berkualitas. Upaya peningkatan mutu benih dapat dilakukan dengan mempertahankan prenursery dan main nursery. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat respon pertumbuhan bibit kelapa sawit pada pre-nurseri dengan pemberian biochar sekam padi dan pupuk NPK. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan dan Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh yang terletak di Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu biochar sekam padi terdiri dari 0 g/polibag (B0), 75 g/polibag (B1), dan 150 g/polibag (B2). Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari 0 g/polibag (P0), 4 g/polibag (P1), dan 6 g/polibag (P2). Parameter pengamatan berupa tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, dan klorofil daun. Biochar sekam padi memberi pengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun pada 90 setelah tanam (HST), dan klorofil daun pada 45-90 HST. Aplikasi pupuk NPK  memberi pengaruh  terhadap tinggi tanaman pada umur 60-90 HST, diameter batang dan luas daun pada umur 75-90 HST, jumlah daun pada umur 90 HST, dan klorofil daun pada umur 45-90 HST
Pengaruh Pemberian Mulsa dan Irigasi pada Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L. var. agregatum) Eko Sulistyono; Heni Purnamawati; Zuliati, Septiarini
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.874 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i1.29191

Abstract

Ketersediaan air untuk tanaman dapat dipertahankan dengan pemberian irigasi dan penggunaan mulsa. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan volume irigasi pada berbagai jenis mulsa yang efisien untuk tanaman bawang merah varietas Bima Brebes. Rancangan penelitian tersusun secara acak kelompok dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah tingkat volume irigasi berdasarkan evaporasi panci (Eo) yang terdiri dari 6 taraf yaitu 0.25 Eo, 0.50 Eo, 0.75 Eo, 1.00 Eo, 1.25 Eo, dan 1.50 Eo. Faktor kedua adalah jenis mulsa yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa mulsa, mulsa plastik hitam perak, dan mulsa jerami. Interaksi antara volume irigasi dan jenis mulsa meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, volume akar, jumlah akar, bobot kering, diameter umbi, dan bobot basah umbi per rumpun. Kombinasi volume irigasi 1.50 Eo dengan mulsa plastik menghasilkan bobot basah umbi tertinggi dan tidak berbeda nyata dengan volume irigasi 0.50 Eo dan 0.75 Eo pada mulsa plastik serta volume irigasi 1.00 Eo dan 1.50 Eo tanpa pemberian mulsa. Kombinasi volume irigasi 0.50 Eo dengan pemakaian mulsa plastik direkomendasikan untuk alasan efisiensi pemakaian air dan penggunaan air yang lebih sedikit. Kata kunci: diameter umbi, evaporasi, mulsa plastik plastik hitam perak, mulsa jerami
EFEKTIVITAS MIKORIZA CAMPURAN (GLOMUS MOSSEAE DAN GIGASPORA SP.) PADA BEBERAPA VARIETAS CABAI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) Ramadhani, Almuna; Zuliati, Syafruddin Septiarini; Zuliati, Septiarini; Fadila, Nanda; Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti; Humaira, Mira
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4855

Abstract

Abstract: Chili is one of the priority horticultural commodities developed because it has high economic value. However, on the other hand, increased chili production is not followed by increased productivity. Productivity can be increased through the use of mycorrhizal biofertilizers that utilize living organisms to improve soil fertility and several chili varieties that play an important role in determining productivity. The design used in this study was a factorial randomized block design with three replications. The first treatment tested consisted of 4 levels, namely: (M0) 0 g per plant (control), (M1) 5 per plant, (M2) 10 per plant and (M3) 15 per plant, the second treatment was: varieties PM-999 (V1), Lado F1 (V2) and CTH-01 (V3). The parameters observed consisted of fresh weight per plant, dry weight per plant, number of fruits per plant, fruit weight per plant, fresh weight of roots per plant, dry weight of roots per plant and mycorrhizal root infection. The results showed that the mycorrhizal dose treatment significantly affected the parameters of fresh weight per plant, dry weight per plant, fresh root weight and dry root weight per plant. The best treatment was the administration of a mycorrhizal dose (M2) of 10 g per plant which generally increased mycorrhizal root infection and resulted in better chili plant production. The treatment of several chili plant varieties significantly affected the parameters of fresh weight per plant, dry weight per plant and the number of fruits per plant. The CTH-01 variety was the best variety, seen from the parameters of chili plant production. The combination of mycorrhizal dose treatment and several varieties did not show a significant interaction effect on chili production.Keywords: Mixed Mycorrhiza, Biofertilizer, Varieties, Chili Abstrak: Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, peningkatan produksi cabai tidak selalu diikuti oleh kenaikan produktivitas. Upaya untuk meningkatkan produktivitas dapat dilakukan melalui pemanfaatan pupuk hayati mikoriza yang mengandalkan organisme hidup untuk memperbaiki kesuburan tanah, serta pemilihan varietas cabai yang berperan penting dalam menentukan hasil produksi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Perlakuan pertama terdiri atas empat taraf dosis mikoriza, yaitu (M0) 0 g per tanaman (kontrol), (M1) 5 g per tanaman, (M2) 10 g per tanaman, dan (M3) 15 g per tanaman. Perlakuan kedua berupa tiga varietas cabai: PM-999 (V1), Lado F1 (V2), dan CTH-01 (V3). Parameter yang diamati meliputi berat segar per tanaman, berat kering per tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat segar akar, berat kering akar, dan tingkat infeksi akar mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis mikoriza berpengaruh nyata terhadap berat segar tanaman, berat kering tanaman, serta berat segar dan kering akar. Dosis 10 g per tanaman (M2) merupakan perlakuan terbaik karena mampu meningkatkan infeksi akar mikoriza dan menghasilkan pertumbuhan serta produksi cabai yang lebih optimal. Perlakuan varietas juga menunjukkan pengaruh nyata terhadap berat segar, berat kering, dan jumlah buah per tanaman, di mana varietas CTH-01 memberikan hasil terbaik pada parameter produksi. Sementara itu, kombinasi antara dosis mikoriza dan varietas cabai belum menunjukkan adanya interaksi yang nyata terhadap produksi tanaman cabai.Kata kunci: mikoriza campuran, pupuk hayati, varietas, cabai