Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN KAPASITAS ANAEROBIK PEMAIN TERLATIH DAN TIDAK TERLATIH PADA ANGGOTA UNIT KEGIATAN MAHASISWA FUTSAL DI UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR Fajriah, Nurul; Irianto
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v4i2.8848

Abstract

Modal utama setiap pemain futsal yang wajib dimiliki adalah kemampuan daya tahan aerobik serta anaerobik yang baik. Daya tahan yang dominan digunakan dalam olahraga ini adalah daya tahan anaerobik karena sangat memanfaatkan glikogen agar menjadi sumber energi tanpa dukungan oksigen dari luar. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu diketahuinya gambaran daya tahan anaerobik pemain terlatih dan tidak terlatih pada anggota unit kegiatan mahasiswa (UKM) futsal di Universitas Hasanuddin. Penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan penentuan jumlah sampel dilakukan dengan perhitungan statistika dengan menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 68 orang. Pengukuran daya tahan anerobik yang digunakan adalah Running-based Anaerobic Sprint Test (RAST). Pemain dengan kapasitas anaerobik baik (indeks kelelahan rendah) didominasi oleh pemain berusia 21 tahun dengan posisi bermain paling banyak yakni pivot. Mayoritas pemain futsal memiliki indeks massa tubuh (IMT) normal, dengan frekuensi latihan paling banyak yakni 2 kali seminggu. Selain itu, mayoritas pemain futsal memiliki tingkat aktivitas berat. Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas anaerobik anggota UKM futsal terbilang masih kurang, dengan 37 orang dari total 68 orang responden memiliki kapasitas anaerobik baik.
Evaluasi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Sengon (Albizia chinensis) pada Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batubara Irianto; Zahar , Wahyudi; Tampubolon, Gindo; Nurdiansyah, Fuad; Yulanda, Yudi Arista
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/fnspvk88

Abstract

Proses penambangan batubara yang dilakukan secara terbuka dapat menimbulkan dampak negatif yaitu rusaknya lingkungan hidup pasca penambangan. Karakteristik lahan bekas tambang batubara sangat tandus dan terbuka, maka perlu adanya upaya untuk mengembalikan fungsi lahan tersebut yaitu dengan melaksanakan reklamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan reklamasi khususnya mengenai revegetasi lahan bekas tambang batubara. Oleh karena itu dilakukan identifikasi dan evaluasi penerapan teknologinya berdasarkan indikator pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Lokasi penelitian berada di kabupaten Sarolangun dan kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Area penelitian dilakukan pada lahan disposal tidak aktif yang telah dilakukan reklamasi dan revegetasi berupa tanaman Sengon. Tegakan tanaman sengon hasil revegetasi terdiri dari berbagai tingkatan umur tanaman, yaitu 1 tahun hingga 4 tahun setelah reklamasi. Pengambilan sampel tanaman Sengon berbagai tingkat umur menggunakan sistem purposive sampling. Hasil pengukuran terhadap tinggi tanaman dan diamater batang ditabulasikan dan dibuat kurva pertumbuhan. Selanjutnya pada setiap tingkatan umur tanaman dibuat klaster yang ditentukan berdasarkan persentase kualitas tanaman yaitu excelent, good, maderate dan poor. Berdasarkan hasil pengamatan dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) Rata-rata persentase hidup tanaman Sengon untuk semua tingkatan umur di lokasi kabupaten Sarolangun yaitu sebanyak 74,99% (sedang), dan di lokasi kabupaten Batanghari sebanyak 82,71% (baik). (2) Performa tanaman Sengon berdasarkan tinggi tanaman di lokasi kabupaten Sarolangun lebih tinggi dibanding di lokasi kabupaten Batanghari. (3) Tingkat pertumbuhan tanaman Sengon di lokasi kabupaten Sarolangun maupun lokasi kabupaten Batanghari menunjukkan pola yang menurun mulai tahun ke-2 setelah tanam. (4) Tinggi tanaman Sengon di lokasi kabupaten Sarolangun lebih didominansi oleh klaster C (good) dan berdasarkan diamater batang didominansi oleh klaster B (medium). Sedangkan di lokasi kabupaten Batanghari berdasarkan tinggi tanaman maupun diamater batang lebih didominansi oleh klaster B (medium).
Co-Authors Afasedanya, Mapuay Menasye Theo Alpius Alpius Amalia Andayani, Firqih Regif Andini, Dilla Andri Nata Andung Yunianta Anita Sardewi Arita, Aurelia Asep Huddiankuwera Astari, Milla D B, Riefalla Baehaqi Bahrul Hayat, Bahrul Barends, Riefaella Biang, Fery D. Cahyaningrum, Aladhiana Cecep Maulana Clasina Mayaindrawati Dendo, Ermitha Ambun Rombe Deningsih, Susti Deviana, Tina Dianawati Suryaningtyas Dzulkadvid, Zaldy Elah Nurlaelah Elizabeth Elly Indra Swari Fadhila, Faiqah Nur Fajri, Himmatul Fajriah, Nurul Fani L Fany. L. A Farida Tiharea Fausi, Moh Ferdinand, Elias Franki E.P.Lapian Franky E.P. Fuad Nurdiansyah Gersony Miri, Gersony Gindo Tampubolon Hidayat, Surahman Hj. Erviva Fariantin Huddiankuwera, Asep I Made Murjana I Made Suarsana I Made Suarsana Indah Putri Mulya Indrawati, Clasina Maya Irma Aulia Junaidi Junaidi Koswara, Jonathan Lalu Khairul Abdi Lapiam, Franky E.P. Lapian, Franky E.P. Lumembang, Agustina Mabui, Didik S. S. Mabui, Didik S.S. Made Darawati Mardiana, Riril Matasik, Rael Rabang Maulang, Immanuel Maya, Clasina Moh Fauzi, Moh Moh. Fauzi Muhammad Ibnu Saad Saad Neliyati Nia Tresniasari NOVITASARI Nuraulia, Ajeng Obed Patiung Pacis, Estrella R. Pranata, Adhi Puspa Puteri, Made Widya Wirayanti R. Rochmawati Rangan, Parea Rusan Riswanto, Sigit Roike Ibo, Stenly Sila, Ardi A Sitorus, Pangeran H Sunaka, I Wayan Sunjaya, Willy Tatang Herman, Tatang W, Mamik Wajdi, Hanief Naufal Wibowo, Razky A Wibowo, Rezki Aprilyanto Wibowo, Rizki Aprilyanto Yudi Arista Yulanda Yuli Laraeni Zahar , Wahyudi zaldy dzulkhadavid