Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Profil Morbiditas Pasien Lansia Di Kota Bandar Lampung : Studi Cross Sectional Multicenter Windari, Nurul Irna; Dirga, Dirga; Hidayaturahmah, Rizky; Rooswita, Putri Amelia
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 10, No 3: Agustus 2025
Publisher : Master of Epidemiology, Faculty of Public Health, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v10i3.25567

Abstract

Background: The elderly population in Indonesia has increased, including Lampung Province. Total 97.5% of elderly experience at least one chronic disease and experience multimorbid conditions whose prevalence increases with age. Only 57.7% of elderly with chronic diseases had examinations at least once every 6 months. This research is an effort to study the morbidity profile in a group of elderly patients which can be used as basic data to help planning health services.Methods: A descriptive, cross-sectional multicenter observational study with purposive sampling was conducted at three hospitals in Bandar Lampung. This study involved elderly people with chronic diseases who were undergoing outpatient treatment and met the inclusion criteria, namely age ≥ 60 years, had complete medical records, have filled out informed consent, and can communicate verbally in Bahasa. Data analysis were carried out descriptively.Result: The majority of elderly patients are pre-elderly 60.21%, male 52.25%, unemployed 77.85%, primary/junior high school education 56.06%, married 96.19%, had BPJS insurance 69.20% and low income 58.48%. The profile of morbidity were Congestive Heart Failure (CHF) 33.00%, diabetes mellitus 14.30%, hypertension 12.58%, Chronic Kidney Disease (CKD) 7.48% and stroke 5.78%. Elderly patients predominantly had 73.70% comorbidities and total 60.21% were within the normal BMI range.Conclusion : High morbidity in elderly patients requires treatment efforts to minimize it and prevent mortality. Efforts need to be made to suppress risk factors for chronic disease in the elderly.
Sosialisasi Pemanfaatan Pangan Lokal dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Way Galih Kecamatan Lampung Selatan Adyani, Made Ninta; Andrea, Nabila; Taqiyyah Tsamarah, Dinda; Putri, Suci Ananda; Ramdhani, Adean Naufal; Rahmawati, Winda; Khasanah, Zahrotun; Hindyana, Daffa Aqilla; Faridah, Adinda Fitri Nur; Safitri, Regif Desty; Sifana, Afiqa Najla; Dzafitri, Rizka; Sinaga, Intan Kusuma Wardani; Sinaga, Sinaga; Hidayaturahmah, Rizky
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JPMI - April 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2180

Abstract

Stunting merupakan keadaan gagal tumbuh pada balita akibat defisiensi gizi kronik yang berkepanjangan dan paparan infeksi yang berulang terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Berdasarkan data Riskesdas 2022, angka stunting di Indonesia yaitu sebesar 21,6%. Angka tersebut lebih tinggi dari target angka stunting yang ditetapkan pemerintah yaitu sebesar 14%. Salah satu upaya yang memegang peran dalam penurunan angka stunting yaitu melalui swasembada gizi yaitu usaha pemenuhan gizi secara mandiri. Komoditas bahan pangan lokal seperti sayur-sayuran ataupun kacang-kacangan bermanfaat dalam pemenuhan gizi masa pertumbuhan sebagai wujud swasembada gizi di rumah. Untuk meningkatkan pengetahuan pencegahan stunting dengan memanfaatkan pangan lokal kaya gizi, maka dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dalam bentuk kegiatan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan di Desa Way Galih, Kecamatan Lampung Selatan, terdiri atas tiga tahap meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh ibu-ibu PKK dengan melibatkan beberapa kader posyandu, perangkat desa, dan kecamatan. Adapun hasil evaluasi pemahaman peserta sosialisasi diperoleh melalui presentase nilai benar pretest dan posttest yang kemudian dibandingkan menggunakan analisis uji beda paired t-test. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi ini memberikan dampak peningkatan pemahaman masyarakat Desa Way Galih tentang stunting dan pencegahannya serta pemahaman mereka dalam pemanfaatan pangan lokal yang kaya gizi, murah, dan mudah ditemukan.
Synthesis and Characterization of Ethanolic Extract of Red Betel Leaf as an Antiseptic Gel Harimurti, Sabtanti; Hidayaturahmah, Rizky; Arsito, Puguh Novi; Febriansah, Rifki; Widada, Hari
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Vol 21, No 1 (2024)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jpsc.006555

Abstract

Hand hygiene is one way to maintain health. There are several ways to clean hands, namely by washing hands and applying a hand sanitizer. The use of hand sanitizer is increasing due to its practical nature. Utilizing natural materials for preparing hand sanitizer widely available around us will be beneficial, one of which is red betel leaf which some people of Indonesia empirically use for antiseptic. This study aims to develop antiseptic gel preparations with ethanolic extracts from red betel leaves. The extraction was done using maceration with 70% ethanol solvent. The formula for choosing a carbomer as a gelling agent with the red betel leaf extract concentration was 0%, 2.5%, 5%, 10%, and 15%. The assessments of the gel were physical and antiseptic evaluations. The physical evaluations included an organoleptic, pH, viscosity, adhesion, and dispersion tests. The antiseptic activity was determined by a replica method. The physical evaluation results of red betel gel revealed that the higher the red betel leaf extract levels are, the darker the green color will be, and the lower the pH and viscosity will be. Furthermore, the antiseptic activity showed that red betel extract gel effectively reduced the number of bacterial colonies. 
PEMBERDAYAAN USAHA EKONOMI KREATIF MELALUI PENDEKATAN PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN USAHA PEMBUATAN PRODUK JAMU KEKINIAN SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN SDGS DI KELURAHAN YOSOREJO, KOTA METRO Yulianti Suprahman, Nisa; Hidayaturahmah, Rizky; Hermadi Saputro, Anjar; Irna Windari, Nurul; Sarmoko, Sarmoko
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4924-4929

Abstract

Sebagian besar masyarakat di Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur memiliki pekarangan rumah atau kebun yang sebagian ditanami tanaman obat keluarga (TOGA) seperti kunyit, temulawak, temugiring, jahe kencur, sirih, kecombrang, sambiloto, binahong dan lain-lain. Kendala utama yang dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), rendahnya pengetahuan dan teknologi untuk membuat jamu kekinian yang berkualitas, jumlah diproduksi masih terbatas, jenis dan variasi produk juga masih sedikit dan market share masih rendah. Selain produk jamu, tanaman TOGA belum dilakukan pengembangan teknologi menjadi produk herbal yang bernilai ekonomi tinggi seperti sabun.  Faktor tersebut yang membuat industri jamu tradisional tidak bisa berkembang. Maksud Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah mengembangkan usaha jamu kekinian pada Ibu-ibu PKK kelurahan Yosorejo agar dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Tujuannya Mengembangkan dan memperbaiki usaha jamu tradisional menjadi jamu kekinian yang modern yang bisa mengangkat salah satu produk warisan leluhur turun temurun. Dengan cara memproses tahap-tahapan pembuatan produk secara benar, mengedukasi Ibu-Ibu PKK untuk giat mengembangkan usaha yang menguntungkan dan memiliki peluang yang sangat terbuka. Kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan secara langsung serta pembagian produk jamu kekinian dan sabun organik ke masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat memahami dan mampu membuat jamu dan sabun organik berbahan dasar tanaman TOGA.
PELATIHAN INOVASI OLAHAN COKLAT MENJADI SELAI DAN MASKER COKLAT UNTUK MASYARAKAT DESA TARAHAN Nabila, Novrilia Atika; Tantri Liris Nareswari; Auli, Winni Nur; Rahayyu, Annisa Maulidia; Rooswita, Putri Amelia; Hidayaturahmah, Rizky
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 2 (2024): JUNI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i2.22

Abstract

South Lampung Regency is the second largest cocoa bean producer in Lampung Province. This natural resource is very abundant, one of which is in Tarahan Village, South Lampung, but until now it has not been optimally processed and is only sold in the form of dry brown beans which have low selling value. This is because the villagers does not know how to process cocoa beans into cocoa products. Therefore, this service program aims to assist the target community in processing cocoa beans into ready-to-sell products (jam and mask) to improve people welfare. This activity consisted of providing material and training in making jam and chocolate masks for 1 day. After the training, the villagers were able to understand and practice making the chocolate jam and mask. This program is expected to increase chocholate selling value as local regional commodities.
Implementasi Program HEBAT (Hidup Edukatif Bebas ISPA) sebagai Media Edukasi Interaktif dalam Pencegahan ISPA di SDN 1 Way Huwi Arini, Riska; Larasati, Nadhila; Tambun, Christina Agitha Febrina Tarigan; Alvita, Anindya Rarti; Jasmine, Kaylla Rasikha; Sinaga, Vera Magdalena; Nugraha, Rifa Akila; Armando, Kusuma Afra Aditya; Lestari, Kaerani Tri; Rhazaqna, Desrima Taqwatul; Naulian, Ni Putu Laura Gloria; Hidayaturahmah, Rizky; Hasanah, Uswatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3527

Abstract

Program HEBAT (Hidup Edukatif Bebas ISPA) dilaksanakan sebagai upaya pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di kalangan siswa sekolah dasar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan ISPA melalui edukasi interaktif. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dengan video edukasi, pemasangan poster, pembagian leaflet dan minuman herbal jahe, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil analisis Paired Sample T-Test menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik dengan nilai rata-rata pre-test 79.00 ± 22.919 dan post-test 97.00 ± 9.787 (p-value = 0.000). Korelasi antara pre-test dan post-test sebesar 0.643 (p = 0.002) menunjukkan hubungan yang positif. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa Program HEBAT efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan ISPA serta dapat dijadikan sebagai media edukasi yang interaktif dan aplikatif di lingkungan sekolah.
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN, DAN BUANG (DAGUSIBU) OBAT DI DUSUN 006 WAY HUI LAMPUNG SELATAN Nadiah, Syaadatun; Mayefis, Delladari; Oktariza, Yasinda; Hidayaturahmah, Rizky; Hasanah, Uswatun; Dalili Akhmad, Atika; Mukaromah Khoirunnisa, Sudewi; Yulianti Suprahman, Nisa; Dirga, Dirga; Sarmoko, Sarmoko
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

DAGUSIBU merupakan konsep fundamental untuk meningkatkan literasi obat di masyarakat.Rendahnya literasi kesehatan dan kepatuhan terhadap terapi obat merupakan tantangan utama dalam pengelolaan penyakit tidak menular, terutama pada masyarakat dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Dusun 006 Way Hui, Lampung Selatan mengenai penggunaan obat yang benar, kepatuhan minum obat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin melalui pendekatan edukasi partisipatif. Kegiatan mencakup penyuluhan interaktif, praktik penyusunan jadwal obat, dan pemeriksaan kesehatan dasar meliputi gula darah, kolesterol, dan asam urat. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi praktik peserta. Sebanyak 28 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan dan 20 peserta menyelesaikan kedua tes evaluatif. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebesar 52,22% dengan perbedaan signifikan (p 0,001). Pemeriksaan kesehatan juga mengungkapkan beberapa peserta memiliki parameter di atas batas normal, sehingga diberi konseling individual mengenai pengelolaan gaya hidup sehat. Respons peserta sangat positif, ditunjukkan oleh tingginya keterlibatan dalam diskusi dan praktik. Secara keseluruhan, pendekatan integratif yang menggabungkan edukasi, praktik, dan pemeriksaan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi obat, kesadaran kesehatan, serta motivasi peserta untuk menjaga kesehatan secara preventif. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat pedesaan
PELATIHAN INOVASI OLAHAN COKLAT MENJADI SELAI DAN MASKER COKLAT UNTUK MASYARAKAT DESA TARAHAN Novrilia Atika Nabila; Tantri Liris Nareswari; Winni Nur Auli; Annisa Maulidia Rahayyu; Putri Amelia Rooswita; Rizky Hidayaturahmah
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 2 (2024): JUNI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i2.22

Abstract

South Lampung Regency is the second largest cocoa bean producer in Lampung Province. This natural resource is very abundant, one of which is in Tarahan Village, South Lampung, but until now it has not been optimally processed and is only sold in the form of dry brown beans which have low selling value. This is because the villagers does not know how to process cocoa beans into cocoa products. Therefore, this service program aims to assist the target community in processing cocoa beans into ready-to-sell products (jam and mask) to improve people welfare. This activity consisted of providing material and training in making jam and chocolate masks for 1 day. After the training, the villagers were able to understand and practice making the chocolate jam and mask. This program is expected to increase chocholate selling value as local regional commodities.
Inovasi Smart Card dan Apoteker Cilik untuk Pengenalan Dunia Frmasi dan Tanaman Obat pada Anak Sekolah Dasar Putri Amelia Rooswita; Dewi Damayanti Abdul Karim; Rizky Hidayaturahmah; Nisa Yulianti Suprahman; Dirga Dirga
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 5 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i5.1303

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, namun pengetahuan tentang tanaman obat semakin berkurang akibat pengaruh budaya asing, gaya hidup instan, dan kurangnya edukasi. Apoteker, sebagai tenaga kesehatan yang ahli di bidang obat, berperan penting dalam memulihkan pemahaman ini melalui edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang tanaman obat dan mengenalkan profesi apoteker menggunakan media smart card dan program Apoteker Cilik (APOCIL). Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Gading Rejo Utara dengan melibatkan 33 siswa kelas 5. Metode yang digunakan meliputi presentasi edukatif, smart card berisi informasi tanaman obat, serta praktik meracik obat sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai post-test (86,88) dibandingkan pre-test (76,4). Media smart card terbukti efektif sebagai alat pembelajaran interaktif, sementara program APOCIL berhasil memperkenalkan peran apoteker secara nyata. Pendekatan ini dapat menjadi metode edukasi yang kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak.
Pencegahan Penyakit Tidak Menular melalui Penyuluhan dan Skrining Kesehatan bagi Kader Posyandu dan Ibu PKK di Desa Gedung Harapan Yasinda Oktariza; Dirga Dirga; Rizky Hidayaturahmah; Juwana Janu; Dini Mardhiyani; Delladari Mayefis
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v6i1.1469

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis ke-7 Program Studi Farmasi ITERA dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM). Kegiatan berfokus pada penyuluhan kesehatan serta pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, dan kadar asam urat pada ibu-ibu PKK dan kader Posyandu di Desa Gedung Harapan, Lampung Selatan. Metode yang dilakukan meliputi penyuluhan interaktif, pemeriksaan kesehatan, serta konseling personal berdasarkan hasil individu. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil skrining menunjukkan prevalensi risiko PTM yang cukup tinggi, yaitu 56,7% peserta memiliki tekanan darah pada kategori hipertensi, 46,7% memiliki kadar gula darah di atas normal, dan 53,3% mengalami hiperurisemia. Nilai tertinggi yang tercatat yaitu tekanan darah 173/93 mmHg, gula darah 200 mg/dL, dan kadar asam urat 11,7 mg/dL. Mayoritas peserta dengan hasil abnormal merupakan kelompok usia di atas 40 tahun, dan beberapa menunjukkan komorbid antara tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi. Temuan ini menegaskan masih rendahnya kesadaran masyarakat terkait pemeriksaan kesehatan rutin serta perlunya edukasi berkelanjutan mengenai pencegahan PTM. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai kondisi kesehatannya dan mendorong tindakan preventif melalui perubahan pola hidup sehat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya pencegahan PTM di tingkat desa.
Co-Authors Adyani, Made Ninta Aida Fitri Handika Alvita, Anindya Rarti Andrea, Nabila Angin, M Perangin Anjar Hermadi Saputro Annisa Maulidia Rahayyu Annisa Primadiamanti Ardi Pramono Ardiyansyah Ardiyansyah Arini, Riska Armando, Kusuma Afra Aditya Arnis Paulina Arroyani A. Dilaga Arsito, Puguh Novi Dalili Akhmad, Atika Damayanti Abdul Karim, Dewi Danica Fitri Ardiyanti Dela Natalia Delladari Mayefis Dewi Sartika Dini Mardhiyani Dini Marhiyani Dirga Dirga Dzafitri, Rizka Faridah, Adinda Fitri Nur Fegy Seftia Gayatri Simanullang Handika, Aida Fitri Hari Widada, Hari Hindyana, Daffa Aqilla I Wayan Suryajaya Irma Dwi Damayanti Irna Windari, Nurul Jasmine, Kaylla Rasikha Juwana Janu Khasanah, Zahrotun Khoerunisa, Erin Larasati, Nadhila Lestari, Kaerani Tri Lia Anggreini br Tarigan Lidia Dwi Oktarianti M Perangin Angin Martianus Perangin Angin Marwa Amany Hidayah Maulana, Difa Aryan Mayefis, Delladari Mukaromah Khoirunnisa, Sudewi Mutiara Alaisia Nabila, Novrilia Atika Nadiah, Syaadatun Naulian, Ni Putu Laura Gloria Nidaul Hasanah Nisa Yulianti Suprahman Nofita Nofita Novita Mulyanti Novitasari, Fia Novrilia Atika Nabila Nugraha, Rifa Akila Nurul Irna Windari Nustia Sri Fahira Oktariza, Yasinda Primadiamanti, Annisa Putri Amelia Rooswita Putri Amelia Rooswita Putri, Suci Ananda Rahayyu, Annisa Maulidia Ramdhani, Adean Naufal Regita Lailie Armina Renni Simorangkir Restiana Sagala Rhazaqna, Desrima Taqwatul Rifki Febriansah Rizky, M. Ali Rooswita, Putri Amelia Sabtanti Harimurti Sabtanti Harimurti, Sabtanti Safitri, Regif Desty Sarmoko Sarmoko Selvi Marcellia Setyonugroho, Winny Sifana, Afiqa Najla Sinaga, Intan Kusuma Wardani Sinaga, Sinaga Sinaga, Vera Magdalena Siti Aisyah Istiqomah Solly Aryza Susi Ari Kristina Tambun, Christina Agitha Febrina Tarigan Tantri Liris Nareswari Taqiyyah Tsamarah, Dinda Tri Murti Andayani Ulfa, Ade Maria Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Vania Kahana Lie Hutapea Widyati Widyati Winda Rahmawati Windari, Nurul Irna Winni Nur Auli Yasinda Oktariza Yolanda Okta Syafitri