Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PREVALENSI KEJADIAN STUNTING, WASTING DAN UNDERWEIGHT PADA BALITA Maidelwita, Yani; Sri Suciana; Rini Rahmayanti; Fitria Alisa; Syafira Salsabila
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v7i2.548

Abstract

Malnutrisi adalah istilah umum yang mencakup kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Stunting, wasting, dan kekurangan berat badan adalah tiga masalah gizi yang menjadi perhatian khusus pemerintah, terutama di negara-negara berkembang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui prevalensi kejadian underweight, stunting dan wasting di Kenagarian Pinaga kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi target terdiri dari seluruh anak usia balita di Kecamatan Pinaga Pasaman Barat Yang berjumlah  96 subjek penelitian. Penilaian status gizi anak dilakukan pada bulan Januari sampai Juli  2024 dengan mengukur berat dan panjang badan anak di Posyandu. Sedangkan pengambilan data tambahan, seperti  umur, status vitamin A, kelengkapan status imunisasi dan ASI Ekslusif dilakukan dengan mewawancarai orangtua atau wali anak. Instrumen yang digunakan adalah formulir pengukuran, timbangan digital yang sudah dikalibrasi dengan ketelitian 100g, dan alat ukur panjang badan. Hasil pengukuran dipetakan kedalam kurva pertumbuhan anak WHO yang dibagi menjadi 3 indikator, yaitu berat badan menurut usia (BB/U), tinggi badan menurut usia (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Prevalensi kejadian underweight pada balita sebesar 17,4%,  kejadian stunting  pada balita sebesar  27,9%,  dan prevalensi kejadian wasting  pada balita sebesar 10,6%  di Kenagarian Pinaga Kabupaten Pasaman Barat. Pendidikan kesehatan mengenai pemberian gizi seimbang serta praktik pemberian nutrisi yang baik dan benar sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman orangtua terutama ibu dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak balita.
PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP KESEHATAN IBU DAN BAYI SAAT MELAHIRKAN Kusumawati, Prima Dewi; Deivita, Yan; Winarningsih, Rahayu Arum; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Maidelwita, Yani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43582

Abstract

Lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan ibu dan bayi, terutama selama masa kehamilan hingga proses melahirkan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor lingkungan dengan kesehatan ibu dan bayi menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengkaji literatur yang relevan untuk mengidentifikasi tema utama terkait dampak sanitasi, polusi udara, akses terhadap fasilitas kesehatan, serta kualitas lingkungan binaan terhadap hasil kehamilan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sanitasi yang buruk, seperti kurangnya akses air bersih dan pengelolaan limbah yang tidak memadai, meningkatkan risiko infeksi yang dapat menyebabkan komplikasi kehamilan. Polusi udara, terutama paparan partikel halus (PM2.5), dikaitkan dengan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Selain itu, keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan di daerah terpencil menghambat layanan prenatal yang esensial, sehingga meningkatkan risiko komplikasi saat melahirkan. Kualitas lingkungan binaan juga memainkan peran penting; rumah dengan ventilasi buruk dan minimnya ruang hijau dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental ibu hamil. Faktor sosial-ekonomi memperburuk dampak lingkungan negatif ini, terutama pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Artikel ini menekankan pentingnya intervensi berbasis kebijakan untuk meningkatkan sanitasi, mengurangi polusi udara, memperluas akses layanan kesehatan, dan menciptakan lingkungan binaan yang mendukung kesehatan ibu dan bayi. Dengan demikian, upaya multidisiplin diperlukan untuk memastikan hasil kehamilan yang lebih baik dan menurunkan angka morbiditas serta mortalitas ibu dan bayi.
Optimizing the Role of Cadres in Increasing Knowledge in the Early Detection of Malnutrition Cases in Toddlers Yani Maidelwita; Yulia Arifin
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.660

Abstract

Malnutrition is a condition in which the body does not get enough nutrition to maintain health. There were 59 cases of malnutrition in Padang City in 2019. By finding cases early, the handling of children under five will be done more quickly. The health cadres have an important role in relation to early detection of malnutrition. To determine how much the cadres knowledge increased after being given cadre training. This type of research is analytic research design with Quasy experiment pre-test and post-test. The sample in this study was 20 cadres who were taken by using of the sampling technique cluster random sampling. the data obtained that there is no significant difference in cadres knowledge about PHBS with p value 0.317, and there is a significant difference in cadres knowledge about malnutrition with p value 0.001 and post nutrition with p value 0.008.
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) PENANGANAN DAN PENCEGAHAN STUNTING MENUJU PINAGAR SEBAGAI NAGARI GENERASI EMAS Yulia M. Zai, Yovita; Yani Maidelwita; Asriwan Guci; Sri Suciana; Dian Febrida Sari; Rizka Ausrianti; Yusriana; Ilham Akerda Edyyul
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jam.v5i1.552

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang memengaruhi kualitas hidup anak di Nagari Pinagar, Pasaman Barat. Focus Group Discussion (FGD) dilaksanakan sebagai forum lintas sektor untuk memetakan permasalahan sosial kesehatan ibu, bayi, dan balita guna mendukung upaya penanganan serta pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Pinagar – Kabupaten Pasaman Barat, pada Tanggal 4 September 2024 dengan melibatkan perangkat nagari, tokoh agama, tenaga kesehatan, kader-kader posyandu, dan masyarakat. Strategi utama adalah pengumpulan data partisipatif melalui diskusi terfokus. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini menghasilkan suatu Forum FGD yang menghasilkan peta sosial, dimana tercerminkan faktor penyebab stunting dan solusi potensial dalam bentuk rencana tindak lanjut. Dalam kegiatan ini juga dihasilkan bahwa partisipasi masyarakat meningkat dan menghasilkan rekomendasi strategis untuk penguatan kesehatan ibu dan anak. Kata Kunci: Stunting, Nagari Pinagar, FGD.
PERUBAHAN RERATA PRODUKSI ASI SEBELUM DAN SESUDAH PIJAT OKSITOSIN PADA IBU NIFAS Sri Suciana; Yani Maidelwita; Ety Aprianti
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v4i1.1384

Abstract

Pijat Oksitosin  adalah salah satu jalan keluar untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI, Pijat oksitosin merupakan pemijatan pada sepanjang tulang belakang vertebrae  dan merupakan usaha untuk  meransang  hormone oksitosin setelah melahirkan. Produksi ASI  dipengaruhi oleh hormone prolaktin  sedangkan pengeluaran  dipengaruhi oleh hormone oksitosin Sedangkan di Indonesia persentase. pemberian ASI ekslusif bayi berusia 0-6 bulan sebesar 71,58% pada tahun 2021. Angka ini masih jauh dari 80% target pemberian ASI ekslusif. Berdasarkan Badan Statistik tahun 2021 Provinsi Sumatera Barat cakupan ASI ekslusif yaitu sebesar 74,6%2.Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk melihat Perubahan Rerata Produksi ASI   sebelum dan sesudah pijat oksitosin pada ibu nifas Penelitian menggunakan desain Penelitian Quasi eksperiment  dengan rancangan Pre – Eksperimental design dengan Pendekatan one -Group   Pre – Post test design . Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu nifas .Teknik Pengambilan sampel dengan metode  consecutive sampling . sampel sebanyak 15  orang  dengan kriteria ibu dengan riwayat persalinan normal dan SC yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan, ibu yang memberikan  Asi  pada bayi selama penelitian. selama penelitian.pada penelitian ini responden  akan diberikan penjelasan terlebih dahulu terkait tujuan pelaksanaan penelitian, kemudian responden diminta untuk mengisi kusioner yang terkait dengan tanda-tanda kecukupan ASI,selanjutnya responden akan dilakukan pemijatan oksitosin pada daerah punggung kurang lebih selama 5 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI,karena terdapat perbedaan rata-rata  antara produksi Asi sebelum dan sesudah diberikan pijat oksitosin.diharapkan untuk penelitian berikutnya untuk melakukan penelitian dengan sampel yang lebih banyak.
FACTORS AFFECTING THE INCIDENCE OF VAGINAL DISCHARGE AMONG FEMALE INMATES OF CHILDBEARING AGE IN CLASS IIB WOMEN'S PRISON, PADANG Dian Furwasyih; Maidelwita, Yani; Shofiah
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 2 (2025): Vol. 2 No. 2 Edisi April 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i2.648

Abstract

Vaginal discharge is an indicator of an abnormal health condition in the body, characterized by the release of a fluid, other than blood, from the female reproductive organ. In July 2023, two female inmates at Class IIB Women's Prison in Padang reported experiencing vaginal discharge accompanied by itching and an unpleasant odor. They received medical treatment at the prison clinic. The incidence of vaginal discharge in West Sumatra is approximately 3.51%. This study aims to identify the factors influencing the occurrence of vaginal discharge among female inmates of childbearing age. A quantitative research approach was used, employing a cross-sectional design and a total sampling technique, with 57 respondents. The variables examined include knowledge level, access to reproductive health information, and personal hygiene behavior during menstruation. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with chi-square tests. The findings revealed that 43.9% of respondents experienced vaginal discharge, 71.9% had a low level of knowledge, 57.9% faced difficulties in accessing reproductive health information, and 56.1% exhibited poor personal hygiene behavior during menstruation. There was a significant relationship between knowledge level and the incidence of vaginal discharge (p=0.045), as well as between personal hygiene behavior and vaginal discharge occurrence (p=0.037). However, no significant correlation was found between access to reproductive health information and vaginal discharge (p=0.426). This study concludes that improving reproductive health education and providing adequate hygiene facilities in the prison environment are crucial steps in reducing the incidence of vaginal discharge among female inmates.
Harmonization of Cooperative Regulations within the ASEAN Framework: A Legal Review of the Malaysian Copy Study Ineng Naini; Gusnetti; Enita; Elvina A. Saibi; Ali Ramatni; Yani Maidelwita; Rina Mariyana
Journal of Community Service and Application of Science Vol. 4 No. 1 (2025): COMMUNITY SERVICE AND APPLICATION SCIENCE (JCSAS)
Publisher : KPN Kopertis X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/c41zg578

Abstract

    ASEAN regional economic integration emphasizes the importance of regulatory harmonization across various sectors, including cooperatives. This study aims to examine the suitability and challenges of harmonizing cooperative regulations across ASEAN countries through a legal review of Malaysia's cooperative regulatory system. As a country with a developed cooperative legal framework, Malaysia offers best practices in national cooperative management that can be reflected in strengthening the regional cooperative legal framework. This research method uses a normative qualitative approach with a comparative legal analysis of cooperative legislation in Malaysia and several other ASEAN countries. The study results indicate that despite differences in the legal and institutional structures of cooperatives across ASEAN countries, there is potential room for harmonization through shared fundamental principles, such as economic democracy, member involvement, and business sustainability. These findings support the need for cross-border policy dialogue to formulate ASEAN cooperative regulatory standards that are adaptive, inclusive, and appropriate to local characteristics. Harmonization of cooperative regulations across the ASEAN region is considered strategic in promoting economic integration based on community participation and social justice.
Education To Improve The Healthy Life Of Rural Communities In Accelerating The Reduction Of Stunting Nasrudin, Nasrudin; Prisusanti, Retno Dewi; Syofya, Heppi; Maidelwita, Yani; Yuliati, Luluk
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i1.546

Abstract

This dedication began with the author's concern about the stunting rate in Indonesia, which is large and even tends to increase every year. Therefore, the authors, who happen to have had a relationship for a long time, discussed providing education to the closest rural communities, in this case the villages of Village in Medan, Sumber Sekar Village, Malang, Air Pacah Village, West Sumatra, and Gerit Village in Patih to educate about healthy lifestyles to reduce stunting in collaboration with community health centers and local health workers. The results in this research show 1). This dedication began with the writer and community service's concern for the stunting rate which continues to increase every year, one of the biggest contributors to stunting, comes from rural areas. 2). A healthy lifestyle can reduce stunting rates and the authors agree to provide education on healthy lifestyles to rural communities, especially mothers in the nearest villages, namely Amplas Medan Village health center, Sumber Sekar Village, Malang, Air Pacah Village, West Sumatra, and Gerit Village in Patih . 3). Education contains 11 materials which are repeated 2-3 times within one month with variations of 1 theory and 1 practice in the theme of material that can be put into practice.
Pendidikan Kesehatan Manajemen Henti Jantung pada Pegawai Puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan Irnawati, I; Sulistyanto, Benny Arief; Iklima, Nurul; Maidelwita, Yani; Yusandra, Evra; Rustianingsih, Laelatul Magfiroh Dia
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kesehatan tentang manajemen henti jantung bertujuan untuk : (1) meningkatkan pengetahuan mengenai manajemen henti jantung; (2) meningkatkan kesadaran pegawai puskesmas terhadap pentingnya menolong klien dengan henti nafas dan henti jantung segera dimanapun dan kapanpun untuk menyelematkan jiwa. Pelaksanaan kegiatan yaitu pendidikan kesehatan mengenai manajemen henti jantung, pemeriksaan tekanan darah, nadi, dan saturasi oksigen. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagian besar pengetahuan pegawai Puskesmas Kusuma Bangsa meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai manajemen henti jantung dibuktikan dengan responden menjawab benar sebelum pendidikan kesehatan 13,25% dan setelah pendidikan kesehatan meningkat mejadi 22,75%. Diharapkan pegawai puskesmas baik yang tenaga kesehatan maupun bukan tenaga kesehatan dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam menolong klien yang mengalami henti jantung dan henti nafas dimanapun dan kapanpun.
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KONSUMSI TABLET FE DI SMAN 2 PADANG Muthia, Gina; Syofiah, Putri Nelly; Maidelwita, Yani; Afrizal, Afrizal; Hayati, Irma Isra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28317

Abstract

Remaja putri adalah pewaris bangsa dan kelak akan menjadi seorang ibu. Kesehatan remaja perempuan harus menjadi perhatian utama pemerintah. Anemia didefinisikan sebagai bentuk penurunan kadar hemoglobin (Hb) atau hematokrit (HCT) atau jumlah sel darah merah kurang dari yang seharusnya. Hemoglobin didefinisikan sebagai protein yang ditemukan dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh organ tubuh lainnya. Upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dilakukan dengan memberikan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) yaitu satu tablet setiap minggu untuk mengurangi separuh (50%) prevalensi anemia pada remaja putri dan WUS pada tahun 2025. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang konsumsi tablet Fe di SMAN 2 Padang. Metode Penelitian : Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di SMAN 2 Padang pada tanggal 25 Mei – 10 Juni 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi di SMAN 2 Padang. Sampel pada penelitian ini adalah siswi di SMAN 2 Padang. Hasil : 28 orang (93,3%) memiliki pengetahuan yang baik tentang pengertian tablet Fe, 28 orang (93,3%) memiliki pengetahuan yang baik tentang manfaat tablet Fe, 21 orang (70%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara mengkonsumsi tablet Fe, 21 orang (70%) memiliki pengetahuan yang baik tentang efek samping tablet Fe, 13 orang (43,3%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang makanan yang mengandung zat besi. Dapat disimpulkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang konsumsi tablet Fe.