Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pasien Pengguna Skincare yang Mengandung Hidrokuinon di Klinik Sukma Noviantri, Jasmine Syabania; Tan, Sukmawati Tansil
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.12542

Abstract

ABSTRACT A person's beauty and health is reflected by the condition of his skin, so it is very important to take care of the skin, especially facial skin. Often a person does facial care independently using skincare products that are sold on the market as a solution to solving problems with his facial skin. Often these products contain hydroquinone. Hydroquinone is an active ingredient in facial whitening which is often found in cosmetic products. Long-term and high-dose hydroquinone use can have a negative effect on the skin. To find out whether the skincare used contains hydroquinone and to find out the relationship between knowledge and attitudes towards the use of skincare containing hydroquinone. Analytical descriptive research with a cross-sectional research design. Sampling method using simple random sampling technique. In this study, there were 100 respondents who met the inclusion criteria and participated in the research until the end. The research was conducted at the Sukma Clinic in the period January - February 2023. The independent variables in this study were knowledge and attitudes and the dependent variable was the use of hydroquinone skincare. Statistical test between variables using Chi-Square. In the statistical test on the knowledge variable, there was no significant relationship between knowledge of skincare containing hydroquinone (p-value = 0.344) and the results of the statistical test on the attitude variable found that there was no significant relationship between attitudes towards skincare containing hydroquinone (p-value = 0.344). there is no significant relationship between knowledge and attitude towards the use of skincare containing hydroquinone in patients at the Sukma Clinic. Keywords: Hydroquinone, Knowledge, Attitude, Skincare  ABSTRAK Kecantikan dan kesehatan seseorang dicerminkan oleh kondisi kulitnya, sehingga sangat penting untuk melakukan perawatan terhadap kulit terutama kulit wajah. Seringkali seseorang melakukan perawatan wajah secara mandiri menggunakan produk skincare yang dijual di pasaran sebagai solusi untuk menyelesaikan permasalahan pada kulit wajahnya.  Seringkali produk - produk tersebut mengandung hidrokuinon. Hidrokuinon merupakan bahan aktif pemutih wajah yang sering dijumpai pada produk kosmetik. Penggunaan hidrokuinon dosis tinggi dan jangka panjang dapat memberikan efek negatif pada kulit. Untuk mengetahui apakah skincare yang digunakan mengandung hidrokuinon dan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan skincare yang mengandung hidrokuinon. Penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian adalah cross sectional. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pada penelitian ini terdapat 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan mengikuti penelitian hingga akhir. Penelitian dilakukan di Klinik Sukma pada periode bulan Januari – Februari 2023. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap dan variabel terikatnya adalah penggunaan skincare hidrokuinon. Uji statistik antar variabel menggunakan Chi-Square. Pada uji statistik variabel pengetahuan didapatkan hubungan tidak bermakna antara pengetahuan terhadap skincare yang mengandung hidrokuinon (p-value = 0,344) dan hasil uji statistik variabel sikap didapatkan hubungan tidak bermakna antara sikap terhadap skincare yang mengandung hidrokuinon (p-value = 0,344). tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan skincare yang mengandung hidrokuinon pada pasien di Klinik Sukma. Kata Kunci: Hidrokuinon, Pengetahuan, Sikap, Skincare
Korelasi Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Air dan Sebum Kulit di Rukun Warga (RW) 008 Kelurahan Cipondoh Sutedja, Gina Triana; Tan, Sukmawati Tansil; Yogie, Giovanno Sebastian; Firmansyah, Yohanes; Wijaya, Dean Ascha; Satyanegara, William Gilbert; Nathaniel, Fernando; Kurniawan, Joshua; Moniaga, Catharina Sagita; Santoso, Alexander Halim; Mashadi, Fladys Jashinta
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i11.11612

Abstract

ABSTRACT Skin is the largest organ in the human body and plays various important roles. Skin characteristics, including pigmentation, hydration, texture, and various other parameters, differ for each individual. Skin properties are influenced by various parameters, one of which is the body mass index (BMI). This cross-sectional study aimed to determine the description of skin hydration status and its correlation with BMI, among subjects in RW 08 Cipondoh. Skin hydration status was measured using the over the counter (OTC) skin analyzer. Body mass index was calculated and measured based on standard procedures. Out of 101 respondents, the average age was 51.38 years with 75.2% of respondents being female. The mean BMI was 26.12 kg/m², predominantly falling into obesity level 1 (41.6%). The mean oil and water hydration were 22.99% and 42.96%, respectively. The Spearman statistical test results showed a negative correlation between body mass index and water hydration, with a correlation coefficient power of 0.498 significantly, and oil hydration, with 0.107 insignificantly. This study concludes that the higher the BMI, the worse is the individual's skin hydration status. Keywords: Body Mass Index, Hydration Status  ABSTRAK Kulit merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia dan memiliki berbagai peranan penting. Karakteristik kulit mencakup pigmen, hidrasi, tekstur, dan berbagai parameter lainnya berbeda-beda pada setiap individu. Sifat kulit tergantung pada berbagai parameter, salah satunya adalah indeks massa tubuh (IMT). Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status hidrasi kulit dan korelasinya dengan IMT di RW 08 Cipondoh. Pengukuran status hidrasi kulit dilakukan dengan menggunakan alat over the counter (OTC) skin analyzer. Indeks masa tubuh dihitung dan diukur berdasar prosedur standar. Dari 101 responden, rata-rata usia adalah 51,38 tahun dengan 75,2% responden adalah perempuan. Rerata IMT didapatkan sebesar 26,12 kg/m2, didominasi oleh obesitas tingkat 1 (41,6%). Rerata hidrasi sebum dan air, masing-masing sebesar  22,99% dan 42,96%. Hasil uji statistik Spearman menunjukan hasil korelasi negatif antara indeks masa tubuh dengan hidrasi air dengan kekuatan korelasi 0,498 secara signifikan dan hidrasi sebum sebesar 0,107 secara tidak signifikan. Penelitian ini menyatakan bahwa semakin tinggi nilai IMT, maka semakin menurun status hidrasi kulit seseorang. Kata Kunci: Kadar Hidrasi, Indeks Masa Tubuh
TINGKAT KEPUASAN PASIEN SKABIES TERHADAP PENGGUNAAN KRIM PERMETRIN 5% DI KLINIK INDRA PERIODE JANUARI-JUNI 2021 Sardjono, Kimberly; Tan, Sukmawati Tansil
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19418

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Diketahui penyakit kulit menular ini berada pada urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Dari seluruh pilihan pengobatan topikal skabies, krim permetrin 5% merupakan obat paling efektif untuk menyembuhkan skabies. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh proporsi kepuasan penderita skabies yang menggunakan krim permetrin 5% di Klinik Indra dan juga untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menerapkan metode survei dengan jenis penelitian studi potong lintang. Terdapat 97 sampel yang dibutuhkan pada penelitian ini yang diambil berdasarkan teknik simple random sampling. Hasil penelitian yang didapatkan pada penelitian ini adalah:  tingkat kepuasan pasien skabies yang menggunakan krim permetrin 5% sebagai pengobatannya terhadap variabel 5P (price, product, promotion, place, people) menunjukkan kategori puas sampai sangat puas. Proporsi kepuasan pasien yang menggunakan krim permetrin 5% dengan urutan kepuasan paling rendah hingga paling tinggi secara berurutan adalah variabel promotion dengan proporsi 75,3% (puas), variabel price dengan proporsi 81,4% (sangat puas), variabel place dengan proporsi 93,2% (sangat puas), variabel product dengan proporsi 95,7% (sangat puas), dan variabel people dengan proporsi 97,3% (sangat puas). Dari hasil penelitian, semua tingkat kepuasan variabel 5P tergolong dalam kategori puas sampai sangat puas sehingga variabel 5P tersebut bukanlah faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan penggunaan krim permetrin 5% di Klinik Indra
Pengaruh Usia dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Kadar Hidrasi Kulit di Klinik Sukma Periode Februari 2023 Sarijuwita, Alicia; Tan, Sukmawati Tansil
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.24823

Abstract

Kulit yang sehat merupakan faktor yang perlu diperhatikan terhadap kualitas hidup setiap individu, hal ini dikarenakan kulit merupakan organ protektif terbesar terhadap tubuh manusia. Fungsi kulit sendiri yakni sebagai pelindung tubuh dari paparan zat asing dari luar tubuh. Kesehatan kulit sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal salah satunya usia, dimana proses penuaan tidak dapat dihindari maupun faktor eksternal salah satunya asupan nutrisi, dimana pola hidup individu zaman ini cenderung sedentary, sehingga prevalensi obesitas sendiri meingkat. Oleh karena faktor risiko tersebut dapat berpengaruh terhadap perubahan pada kulit, dilakukanlah penelitian kali ini untuk melihat seberapa berkaitannya antara faktor risiko usia dan IMT dengan status hidrasi kulit. Pada studi kali ini digunakan desain cross sectional dengan metode pengambilan sampel berupa no random consecutive sampling. Cara pengukuran kadar hidrasi menggunakan alat berupa Digital Skin Analyzer. Sampel diambil dari 100 orang responden yang bersedia mengikuti penelitian ini, dan dilakukan di Klinik Sukma Tangerang. Uji statistika yang digunakan berupa uji analitik korelasi Spearman. Penelitian kali ini, didapati hasil yang menunjukkan korelasi positif lemah antara hidrasi dengan IMT (r=0,116; p Value= 0,250) dan negatif sangat lemah antara usia dengan kadar hidrasi (r= -0,007; p Value= 0,446). Berdasarkan hasil uji statistika, tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara variabel-variabel tersebut.
KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT MENGENAI EDUKASI DAN DETEKSI DINI GULA DARAH DAN ANEMIA DALAM RANGKA MENJAGA KESEHATAN HIDRASI KULIT PADA POPULASI DEWASA DI SMP KALAM KUDUS, JAKARTA Tan, Sukmawati Tansil; Satyanegara, William Gilbert; Wijaya, Dean Ascha; Edbert, Bruce; Kasvana, Kasvana; Setia, Nicholas
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27423

Abstract

Xerosis kutis (kulit kering) merupakan kondisi kulit yang disebabkan oleh berkurangnya hidrasi pada stratum korneum dan ditandai dengan gejala klinis seperti kulit yang kasar, bersisik, dan terkelupas. Penyebabnya melibatkan 2 faktor, yaitu faktor internal seperti penuaan, penyakit internal (diabtes dan anemia) dan faktor eksternal seperti paparan sinar matahari, durasi mandi yang lama, cuaca, dehidrasi, serta penggunaan obat tertentu. Diabetes melitus dapat meningkatkan risiko terjadinya kulit kering dan pruritus kronik. Kadar glukosa yang tidak terkontrol dengan baik dapat merusak barrier kulit dan menyebabkan kerusakan saraf yang berdampak pada hidrasi dan kelembaban kulit. Anemia defisiensi zat besi juga dapat menyebabkan kulit kering dan gatal. Kulit kering dapat meningkatkan risiko gatal, yang memicu tindakan menggaruk sehingga menyebabkan kulit menjadi luka dan rentan terhadap infeksi, yang mempengaruhi kualitas hidup individu. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah masalah kulit kering dengan memberikan edukasi dan skrining kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga hidrasi kulit. Kegiatan yang dilakukan di SMP Kalam Kudus ini diikuti oleh 127 peserta dengan rerata usia 39 tahun. Rerata kadar gula darah sewaktu, hemoglobin, hematokrit, kadar hidrasi tangan kanan dan tangan kiri peserta masing-masing adalah 90 mg/dL, 12,9 g/dL, 38%, 40%, dan 45%. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami faktor risiko kulit kering, terutama dampak gula darah dan anemia terhadap kulit kering, serta memahami cara merawat kulit agar tetap terhidrasi dengan baik.
Cross-Sectional Study of Efficacy, Effectiveness, and Safety of Combination Creams (Tretinoin 0.05%, Clindamycin 3%, and Dexamethasone 0.05%) Anti-Acne – An Online Study Tan, Sukmawati Tansil; Yohanes Firmansyah; Hendsun Hendsun; Alicia Sarijuwita; William Gilbert Satyanegara; Joshua Kurniawan; Dean Ascha Wijaya
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 8 No. 4 (2024): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v8i4.956

Abstract

Background: Acne vulgaris is a common skin condition that causes blackheads, whiteheads, and pimples. It is caused by a number of things, like too much oil, clogged pores, and inflammation. Topical combination creams are an alternative treatment for acne. They can help reduce inflammation, kill bacteria that cause acne, and stop the skin from making too much oil. Topical combination creams like retinoids, antibiotics, and steroids are all mixed together in a single cream or gel. This study talks about the effectiveness and side effects of using combination creams (tretinoin 0.05%, clindamycin 3%, and dexamethasone 0.05%) to treat acne in the short and long term (local and systemic). Methods: This study is a survey that was done at the Sukma clinic with data from 2022 patients who were diagnosed with acne vulgaris. The survey was done on Google Forms, which is a website. In this study, different factors were looked at, such as demographics, efficacy (like reducing acne severity, making the skin brighter, getting rid of blackheads on the face, getting rid of acne scars, improving skin texture, hiding scars, minimizing facial pores, getting rid of wrinkles and dark spots), local adverse events (like burning, itching, stinging, eruptive papules, hypopigmentation, hyperpigmentation, erythema, scaling, and other), and systemic adverse events. Results: The results of this study show that a combination of tretinoin 0.05%, clindamycin 3%, and dexamethasone 0.05% is very effective and has minimal side effects. Local symptoms only show up during the first week of taking the drug (the "sensitization phase"), and then they tend to get less common over time. The only exceptions are hyperpigmentation and hypopigmentation, which show up later because they are caused by healing acne lesions. Conclusion: There was no direct link between the use of anti-acne combination cream drugs and the number of systemic side effects. This is because the patient had often had this happen before (constipation, GERD, and others).
Efficacy of Topical Niacinamide on Skin Hydration of Adolescents with Acne Vulgaris: An Experimental Study on the Adolescent Community in Jakarta, Indonesia Nabila Jingga Permatasari; Tan, Sukmawati Tansil
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 8 No. 9 (2024): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v8i9.1078

Abstract

Background: Acne vulgaris (AV) is a chronic inflammatory skin disorder common in adolescents, often accompanied by dry, irritated skin. Topical niacinamide (vitamin B3) has shown potential in increasing skin hydration and reducing AV symptoms. This study aims to evaluate the efficacy of topical niacinamide on skin hydration in adolescents with AV in Jakarta, Indonesia. Methods: This research is a randomized controlled experimental study involving 100 adolescents (14-19 years) with mild to moderate AV in Jakarta. Participants were randomly divided into two groups: the intervention group (receiving topical 4% niacinamide cream) and the control group (receiving placebo cream). The intervention was carried out for 8 weeks, and skin hydration was measured using a corneometer at baseline, week 4, and week 8. Data analysis was carried out using paired t-tests and independent t-tests. Results: There was a significant increase in skin hydration in the intervention group compared to the control group at week 4 (p < 0.001) and week 8 (p < 0.001). No significant side effects were reported. Conclusion: Topical niacinamide was effective in increasing skin hydration in adolescents with AV in Jakarta, Indonesia. This study supports the use of topical niacinamide as an adjunct therapy in the management of AV, especially in adolescents with dry, irritated skin.