Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Deteksi Dini Hipertensi dan Gangguan Fungsi Ginjal melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Jelambar Tan, Sukmawati Tansil; Wijaya, Bryan Anna; Mahendri, Ryan Daffano Putra; Philo, Andrew; Santoso, Alexander Halim
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i12.2957

Abstract

Penyakit ginjal kronis (CKD) dan hipertensi tetap menjadi tantangan kesehatan global yang signifikan dengan beban yang terus meningkat. Kegiatan pelayanan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini CKD dan hipertensi dengan mengukur kreatinin serum, memperkirakan laju filtrasi glomerulus (eGFR), dan melakukan skrining tekanan darah di kalangan dewasa di Kecamatan Jelambar, Jakarta Barat. Program ini menerapkan pendekatan promotif-preventif yang menggabungkan pendidikan kesehatan, pemeriksaan medis, dan konseling individual untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko kardiovaskular dan ginjal. Sebanyak 59 peserta berusia 16–75 tahun diskrining. Rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing adalah 119,76 ± 16,66 mmHg dan 77,54 ± 10,02 mmHg, dengan 47,8% dalam rentang normal, 43,5% prehipertensi, dan 8,7% hipertensi. Rata-rata kadar kreatinin serum adalah 0,92 ± 0,17 mg/dL, sedangkan rata-rata eGFR adalah 88,63 ± 14,07 mL/min/1,73 m². Sebagian besar peserta (58,7%) memiliki fungsi ginjal normal, 37% mengalami penurunan ringan, dan 4,3% mengalami penurunan sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar populasi dewasa sudah menunjukkan gangguan ginjal dini meskipun tekanan darah secara klinis normal, menekankan pentingnya skrining rutin. Integrasi pengukuran tekanan darah dan eGFR terbukti sebagai metode berbasis komunitas yang sederhana namun efektif untuk identifikasi dini risiko CKD dan hipertensi. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung upaya nasional dalam mengurangi beban penyakit tidak menular melalui strategi pencegahan, modifikasi gaya hidup, dan intervensi medis dini.
EDUKASI DAN PEMERIKSAAN DINI KADAR AIR, MINYAK, DAN HIDRASI KULIT : LANGKAH AWAL STRATEGI PROMOTIF-PREVENTIF TERHADAP PERMASALAHAN KULIT PADA MASYARAKAT Tan, Sukmawati Tansil; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Aziel, Disya Gwyneth; Johan, Richver Framanto
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3251

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat lansia terhadap kesehatan kulit melalui edukasi dan pemeriksaan dini kadar air, minyak, dan hidrasi kulit sebagai langkah awal strategi promotif-preventif. Metode pengabdian yang digunakan adalah kegiatan skrining non-invasif menggunakan skin analyzer pada 99 partisipan lansia di Gereja Asisi, Jakarta Selatan, yang mencakup penyuluhan, pemeriksaan kadar air, minyak, dan hidrasi kulit, serta edukasi mengenai perawatan kulit dan faktor risiko kulit kering. Hasil pengabdian menunjukkan mayoritas peserta perempuan (71,7%) dengan rerata usia 71,85 ± 8,08 tahun; 30,3% partisipan memiliki kadar air kulit kategori dry, 62,6% oily; 66,7% memiliki kadar minyak berlebih; dan 79,8% termasuk kategori hidrasi moist dengan rerata hidrasi 54,28% ± 7,91. Temuan ini mengindikasikan variasi karakteristik kulit yang signifikan berdasarkan usia dan jenis kelamin, serta pentingnya intervensi edukatif dan perawatan kulit yang sesuai dengan kondisi individu. Simpulan, program pengabdian ini efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan kulit, mendukung identifikasi dini masalah kulit, serta menjadi dasar strategi promotif-preventif yang berkelanjutan di tingkat komunitas.
Deteksi Dini Hipertensi melalui Skrining Tekanan Darah dan Status Hidrasi Kulit pada Komunitas Lebak Tan, Sukmawati Tansil; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Hendrianto, Rifandra Rifqi Adi; Hendrianto, Rafindra Raja Adi
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.614

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dengan prevalensi yang terus meningkat di negara berpenghasilan menengah seperti Indonesia. Keterbatasan akses pemeriksaan tekanan darah terstandar di komunitas adat menyebabkan banyak kasus tidak terdeteksi hingga timbul komplikasi serius. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mendeteksi dini hipertensi melalui pengukuran tekanan darah dan status hidrasi kulitdi Kabupaten Lebak sebagai bagian dari strategi promotif–preventif berbasis komunitas. Sebanyak 69 responden dewasa (71% perempuan; rerata usia 37,06 ± 14,74 tahun) menjalani pemeriksaan tekanan darah dan analisis hidrasi kulit menggunakan skin analyzer portabel. Hasil menunjukkan 23,2% responden memiliki tekanan darah normal, 46,4% prehipertensi, dan 30,4% hipertensi. Mayoritas peserta (≥75%) menunjukkan kadar hidrasi kulit kategori moist (>46%). Temuan ini mengindikasikan tingginya proporsi individu dengan tekanan darah di atas normal pada usia produktif, meskipun status hidrasi kulit umumnya baik. Secara fisiologis, peningkatan tekanan darah berkorelasi dengan disfungsi endotel, aktivasi sistem renin–angiotensin–aldosteron, dan gangguan mikrosirkulasi yang juga dapat memengaruhi hidrasi kulit. Skrining tekanan darah yang terintegrasi dengan evaluasi hidrasi kulit memberikan pendekatan diagnostik sederhana dan relevan dalam menilai homeostasis kardiovaskular. Program ini menegaskan pentingnya intervensi edukatif mengenai pola makan rendah garam, aktivitas fisik teratur, dan pemenuhan hidrasi adekuat sebagai langkah pencegahan hipertensi berkelanjutan di komunitas tradisional.
Pengukuran Tekanan Darah dengan Lingkungan Kerja pada Pekerja Kantoran di Kawasan Sudirman, Jakarta Tan, Sukmawati Tansil; Santoso, Alexander Halim; Jap, Ayleen Nathalie; Dinali, Diana; Harsono, Axsel
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/j1vgzt74

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan lingkungan kerja. Pekerja kantoran, khususnya di kawasan bisnis dengan tekanan kerja tinggi, memiliki risiko lebih besar untuk mengalami tekanan darah tinggi akibat beban kerja yang berat, pola makan tidak sehat, dan aktivitas fisik yang terbatas. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik karyawan perkantoran di kawasan Sudirman serta distribusi tekanan darah mereka. Metode: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA). Pada tahap Plan, dilakukan perencanaan kegiatan yang mencakup penentuan peserta, instrumen, dan prosedur pelaksanaan. Sebanyak 57 karyawan dari salah satu kantor pusat besar di kawasan Sudirman diikutsertakan sebagai peserta. Tahap Do meliputi pengumpulan data melalui pengisian kuesioner karakteristik peserta serta pemeriksaan tekanan darah secara langsung. Tahap Check dilakukan dengan analisis deskriptif untuk memperoleh gambaran distribusi karakteristik sosiodemografi dan status tekanan darah. Tahap Action difokuskan pada interpretasi hasil untuk menyusun rekomendasi upaya peningkatan kesadaran dan pengendalian tekanan darah di lingkungan kerja. Hasil: Hasil skrining menunjukkan bahwa mayoritas peserta adalah laki-laki (56,1%) dengan rata-rata usia 36,12 tahun (SD 6,97). Berdasarkan tingkat pendidikan, sebagian besar peserta merupakan lulusan S1 (89,5%). Rata-rata tekanan darah sistolik peserta adalah 133,46 mmHg (SD 13,99) dengan rentang 109–190 mmHg. Berdasarkan kategori tekanan darah, sebanyak 56,1% peserta tergolong hipertensi, sedangkan sisanya 43,9% berada pada kategori normal. Temuan ini menunjukkan prevalensi hipertensi yang cukup tinggi pada pekerja perkantoran di kawasan bisnis padat, yang dapat dikaitkan dengan tekanan kerja tinggi, pola makan cepat saji, serta kurangnya aktivitas fisik. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini menegaskan pentingnya intervensi promotif berupa edukasi kesehatan, penyediaan fasilitas penunjang gaya hidup sehat, dan manajemen stres di lingkungan kerja. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan angka kejadian hipertensi pada pekerja kantoran
Hubungan Riwayat Keluarga dengan Kejadian Vitiligo di Rumah Sakit Mayapada Tangerang Tahun 2019 - 2024 Sirait, Nathasya; Tan, Sukmawati Tansil
Jurnal MedScientiae Vol. 4 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jmedscientiae.v4i3.3812

Abstract

Vitiligo is an autoimmune disorder characterized by the loss of melanocytes, leading to the appearance of white patches on the skin. This study aimed to investigate the relationship between family history and parental consanguinity with the clinical manifestations of vitiligo. A cross-sectional descriptive-analytic design was used, involving 197 vitiligo patients at Mayapada Hospital Tangerang from 2019 to 2024. Data were collected through medical records and structured questionnaires, then analyzed using the Chi-Square test and Odds Ratio calculations. The most common clinical types were vulgaris (33.0%) and universalis (32.0%). A total of 46.7% of respondents had a family history of vitiligo, and 21.8% had parents with a consanguineous relationship. A statistically significant association was found between family history and clinical type (p = 0.042), and a highly significant association between parental consanguinity and family history of vitiligo (p < 0.001). The Odds Ratio of 7.241 indicated that parental consanguinity considerably increases the risk of vitiligo occurring within families. These findings suggest that genetic factors play a substantial role in the clinical expression of vitiligo.
Role of Dermatoporosis as Mediating Factors: Impact of Systemic Health Parameters on Dermatology Life Quality Index in The Elderly W., Linda Julianti; Destra, Edwin; Firmansyah, Yohanes; Moniaga, Catharina Sagita; Tan, Sukmawati Tansil; Wijaya, Bryan Anna; Gunaidi, Farell Christian
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20813

Abstract

ABSTRACT Dermatoporosis, an emerging concern in geriatric dermatology characterized by pronounced skin fragility and chronic skin atrophy, significantly impacts the quality of life among the elderly. This study delves into the complex interactions between various health parameters such as albumin, glucose, lipid profiles, uric acid, vitamin D, insulin resistance, uric acid, renal functions, and liver functions, assessing their cumulative effect on the Dermatology Life Quality Index (DLQI) in an elderly population, with dermatoporosis serving as a pivotal mediating factor. This study included 31 individuals who met the specified inclusion criteria. The selection process was designed to ensure the relevance of analyzed health parameters and to minimize selection bias, thereby enhancing the validity and applicability of the findings. Descriptive and inferential statistical methods were employed, along with Partial Least Squares (PLS) path modeling, to control for potential confounding variables and explore the multifactorial relationships among the measured variables. Regression analysis indicated that dermatoporosis significantly mediates the relationship between these health parameters and the DLQI, evidenced by R² values of 0.691 for dermatoporosis and 0.842 for DLQI. This study confirms that skin health in the elderly is multifactorial and strongly influenced by systemic health parameters. A multidisciplinary approach is essential to holistically manage dermatological conditions, addressing not only skin symptoms, but also systemic health factors that exacerbate skin disorders and diminish the quality of life in older adults. Keywords: Dermatoporosis, Dermatology Life Quality Index (DLQI), Geriatric Dermatology, Health Parameters, Systemic Health Influences.
Edukasi dan Skrining Kesehatan melalui Pemeriksaan Asam Urat dan Kekuatan Genggaman Tangan pada Masyarakat Dewasa di Jelambar: Education and Health Screening through Uric Acid Examination and Handgrip Strength Assessment among Adults in Jelambar Tan, Sukmawati Tansil; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alvianto, Fidelia; Pratama, Aditya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.124

Abstract

Pendahuluan: Hiperurisemia dan sarkopenia merupakan dua kondisi metabolik dan muskuloskeletal yang prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia dan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan. Kondisi ini sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal karena kurangnya pemeriksaan rutin di tingkat layanan primer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan melakukan deteksi dini terhadap risiko hiperurisemia dan sarkopenia melalui pemeriksaan kadar asam urat dan kekuatan genggaman tangan (handgrip strength, HGS) pada masyarakat dewasa di Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat. Metode kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan asam urat kapiler menggunakan alat digital, dan pengukuran HGS dengan hand dynamometer sesuai prosedur standar. Sebanyak 46 partisipan berusia 20–63 tahun berpartisipasi secara sukarela. Hasil menunjukkan rerata kadar asam urat sebesar 6,56 ± 1,83 mg/dL dengan proporsi hiperurisemia 50%, sedangkan rerata kekuatan genggaman tangan 24,49 ± 8,55 kg dengan 30,4% peserta menunjukkan indikasi penurunan kekuatan otot. Data ini menegaskan adanya kecenderungan gangguan metabolik dan muskuloskeletal pada populasi usia produktif. Kesimpulan: Pelaksanaan skrining sederhana ini terbukti efektif dan mudah diaplikasikan di komunitas serta meningkatkan literasi kesehatan mengenai gaya hidup aktif, hidrasi, dan konsumsi protein adekuat. Integrasi pemeriksaan asam urat dan HGS dapat menjadi model promotif–preventif untuk pencegahan hiperurisemia dan sarkopenia di tingkat layanan primer.
LICHEN SIMPLEX CHRONICUS Felda, Felda; Yudhitiara, Novia; Tan, Sukmawati Tansil
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54178

Abstract

Lichen simplex chronius biasa disebut juga sebagai neurodermatitis adalah peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip, ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol (likenifikasi) menyerupai kulit batang kayu, akibat garukan atau gosokan yang berulang karena rangsangan pruritogenic. Patogenesisnya melibatkan siklus gatal–garuk yang memperburuk kondisi kulit dan memperkuat keinginan untuk terus menggaruk, sehingga memperparah lesi dan mempertahankan peradangan. Terdapat hubungan antara jaringan saraf pusat dan perifer dengan mediator inflamasi dalam persepsi gatal dan perubahan yang terjadi pada lichen simplex chronicus . Penulisan ini adalah untuk melaporkan gambaran klinis dan penatalaksanaan lichen simplex chronicus. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun yang datang ke poliklinik Kulit dan Kelamin dengan keluhan gatal hilang timbul pada kedua lutut sejak satu tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dermatologis dengan variabel yang dinilai meliputi karakteristik pruritus, morfologi dan distribusi lesi, serta respons terhadap terapi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Pemeriksaan menunjukkan plak eritematosa disertai hiperpigmentasi, likenifikasi, dan skuama kasar pada regio genu bilateral, dengan gatal memberat saat kepanasan dan berkurang setelah konsumsi antihistamin. Berdasarkan gambaran klinis tersebut, pasien didiagnosis lichen simplex chronicus. Dari laporan kasus ini menunjukkan bahwa lichen simplex chronicus merupakan penyakit kulit kronis yang dapat terjadi pada usia lanjut dan dipertahankan oleh siklus gatal–garuk, sehingga penegakan diagnosis dini, edukasi pasien, serta terapi farmakologis dan nonfarmakologis yang tepat diperlukan untuk mengendalikan gejala dan mencegah kekambuhan.  
Gambaran Tingkat Hidrasi dan Kadar Sebum Wajah Pada Perenang Prakoso, Zhillan Zhalila; Tan, Sukmawati Tansil
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kmffr972

Abstract

Kulit wajah merupakan area tubuh yang paling sering terpapar lingkungan dan rentan mengalami gangguan fisiologis, terutama pada individu yang rutin berenang di kolam berklorin. Paparan klorin diketahui dapat menurunkan kadar sebum dan hidrasi kulit melalui mekanisme pengikisan lipid dan peningkatan transepidermal water loss (TEWL). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tingkat hidrasi dan kadar sebum kulit wajah pada perenang usia produktif di Kota Bandung. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 70 perenang aktif berusia 18–35 tahun diperiksa di dua lokasi kolam renang umum di Bandung. Data dikumpulkan melalui pengukuran lima titik wajah menggunakan Skin Analyzer Runve 45 dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar sebum rendah paling banyak ditemukan pada area hidung (72,9%), diikuti pipi kanan (70,0%) dan dagu (62,9%). Tingkat hidrasi kulit kering paling tinggi juga ditemukan pada hidung (18,6%), pipi kanan (11,4%), dan dagu (10,0%). Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas berenang secara rutin dapat berdampak pada penurunan fungsi sawar kulit, terutama pada area wajah yang memiliki stratum korneum tipis atau jumlah kelenjar sebasea lebih rendah. Disarankan agar perenang melakukan perawatan kulit yang tepat, seperti membilas wajah setelah berenang, menggunakan pelembap, menghindari sabun iritatif, dan mengaplikasikan sunscreen tahan air untuk menjaga keseimbangan fisiologis kulit wajah.