Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Riwayat Keluarga dengan Kejadian Vitiligo di Rumah Sakit Mayapada Tangerang Tahun 2019 - 2024 Sirait, Nathasya; Tan, Sukmawati Tansil
Jurnal MedScientiae Vol 4 No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jmedscientiae.v4i3.3812

Abstract

Vitiligo is an autoimmune disorder characterized by the loss of melanocytes, leading to the appearance of white patches on the skin. This study aimed to investigate the relationship between family history and parental consanguinity with the clinical manifestations of vitiligo. A cross-sectional descriptive-analytic design was used, involving 197 vitiligo patients at Mayapada Hospital Tangerang from 2019 to 2024. Data were collected through medical records and structured questionnaires, then analyzed using the Chi-Square test and Odds Ratio calculations. The most common clinical types were vulgaris (33.0%) and universalis (32.0%). A total of 46.7% of respondents had a family history of vitiligo, and 21.8% had parents with a consanguineous relationship. A statistically significant association was found between family history and clinical type (p = 0.042), and a highly significant association between parental consanguinity and family history of vitiligo (p < 0.001). The Odds Ratio of 7.241 indicated that parental consanguinity considerably increases the risk of vitiligo occurring within families. These findings suggest that genetic factors play a substantial role in the clinical expression of vitiligo.
LICHEN SIMPLEX CHRONICUS Felda, Felda; Yudhitiara, Novia; Tan, Sukmawati Tansil
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54178

Abstract

Lichen simplex chronius biasa disebut juga sebagai neurodermatitis adalah peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip, ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol (likenifikasi) menyerupai kulit batang kayu, akibat garukan atau gosokan yang berulang karena rangsangan pruritogenic. Patogenesisnya melibatkan siklus gatal–garuk yang memperburuk kondisi kulit dan memperkuat keinginan untuk terus menggaruk, sehingga memperparah lesi dan mempertahankan peradangan. Terdapat hubungan antara jaringan saraf pusat dan perifer dengan mediator inflamasi dalam persepsi gatal dan perubahan yang terjadi pada lichen simplex chronicus . Penulisan ini adalah untuk melaporkan gambaran klinis dan penatalaksanaan lichen simplex chronicus. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun yang datang ke poliklinik Kulit dan Kelamin dengan keluhan gatal hilang timbul pada kedua lutut sejak satu tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dermatologis dengan variabel yang dinilai meliputi karakteristik pruritus, morfologi dan distribusi lesi, serta respons terhadap terapi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Pemeriksaan menunjukkan plak eritematosa disertai hiperpigmentasi, likenifikasi, dan skuama kasar pada regio genu bilateral, dengan gatal memberat saat kepanasan dan berkurang setelah konsumsi antihistamin. Berdasarkan gambaran klinis tersebut, pasien didiagnosis lichen simplex chronicus. Dari laporan kasus ini menunjukkan bahwa lichen simplex chronicus merupakan penyakit kulit kronis yang dapat terjadi pada usia lanjut dan dipertahankan oleh siklus gatal–garuk, sehingga penegakan diagnosis dini, edukasi pasien, serta terapi farmakologis dan nonfarmakologis yang tepat diperlukan untuk mengendalikan gejala dan mencegah kekambuhan.