Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN MEMBACA PUISI PADA SISWA DI SD NEGERI 99 BENGKULU SELATAN DESA PADANG LEBAR KECAMATAN PINO Loliek Kania Atmaja; Ajat Manjato; Jelita Zakaria; Mahdijaya; Hasmi Suyuthie
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v2i1.5010

Abstract

Salah satu sasaran dari program kami dalam hal ini adalah anak-anak dengan rentang usia 8 hingga 15 tahun. Sebab hasil identifikasi kami menunjukkan rentannya daya eksplorasi anak di usia dini, serta minat bahkan daya kenal anak terhadap literasi cenderung minim. Teori yang kemudian menjadi objek kajian kami adalah teori ekplorasi bagi anak, dimana eksplorasi kemudian dapat memberikan kesempatan pada anak untuk melihat, memahami, merasakan, dan pada akhirnya membuat sesuatu yang menarik perhatian mereka. Disamping itu, pengabdian dengan metode ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, dalam hal ini terutama anak-anak atas potensi yang ada pada mereka hingga sekaligus bisa mengembangkannya. Setelah pelatihan membaca puisi ini dilalui oleh anak-anak kondisi mereka menunjukkan progresivitas yang signifikan, rasa percaya diri yang mulanya tidak timbul kini mulai terbentuk, bakat dan minat yang mulanya masih jauh terpendam, kini mulai dengan berani mereka kenali. Anak-anak yang kerap kali oleh beberapa warga masyarakat disepelekan ternyata mampu memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi terlebih dalam unjuk penampilannya diatas panggung, dihadapan banyak khalayak.
Kreativitas Dan Kepercayaan Diri Siswa Melalui Kegiatan Drama di SMP Muhammadiyah Terpadu Loliek Kania Atmaja; Jelita Zakaria; Yanti Paulina
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v4i3.1609

Abstract

Aims to examine the impact of drama activities at school on increasing students' creativity and self-confidence. Drama is an art form that combines various elements such as acting, expression and social interaction, which can provide a holistic learning experience for students. We provide motivation in the form of student creativity and self-confidence and analyze student participation in drama activities held at Muhammadiyah Integrated Middle School. The results showed that drama activities significantly increased students' creativity. They are better able to express new ideas, improvise, and develop stories and characters better. Additionally, participation in drama also shows a marked increase in students' self-confidence. Students become more confident in public speaking, show courage in trying new things, and participate more actively in class discussions. Drama activities also create an inclusive and collaborative learning environment, where students feel safe to express themselves without fear of judgment. This not only helps in the development of individual skills but also strengthens the sense of togetherness and teamwork among students. Thus, implementing drama activities in schools can be an effective strategy for developing students' creativity and self-confidence. The recommendation from this research is to include drama activities more intensively and structured in the school curriculum as part of efforts to improve the quality of education.
Menulis Puisi Bagi Siswa Kelas VI di SD Negeri 99 Bengkulu Selatan Desa Padang Lebar Kecamatan Pino Atmaja, Loliek Kania; Manjato, Ajat; Zakaria, Jelita; Mahdijaya, Mahdijaya; Paulina, Yanti; Rustina, Eli; Sakroni, Sakroni
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 10 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10537240

Abstract

Keterampilan menulis merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat dibutuhkan, terutama dalam mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaan melalui karangan, baik fiksi maupun nonfiksi. Bahkan, kehidupan manusia hampir tidak dapat dipisahkan dari kegiatan menulis. Oleh karena itu, keterampilan menulis harus diajarkan dengan baik kepada Siswa Kelas VI SD sebagai penulis pemula. Para murid di sekolah dasar sebagai penulis pemula harus dibina, dibekali, dan ditempa keterampilan menulisnya sehingga mereka mampu menuangkan ide, pikiran, perasaan, dan gagasan dalam berbagai jenis. Pembinaan keterampilan menulis sejak dini dapat dilakukan mulai dari tingkat sekolah dasar. Tentu saja, model pembinaan keterampilan menulis di sekolah dasar disesuaikan dengan tingkat perkembangan usia, psikologi, dan kategori/tingkat kemampuan menulis. Umumnya, murid di sekolah dasar sebagai penulis pemula mengandalkan kemampuan berpikir yang sederhana sehingga dalam menulis memerlukan teknik khusus
Menguatkan Pemahaman Konsep Tindak Tutut Ekspresif dalam Komunikasi Guru dan Siswa Cahyani, Tiara Regita; Rustinar, Eli; Kusumaningsih, Dewi; Zakaria, Jelita; Sudiatmi, Titik
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6409

Abstract

Tindak tutur dilihat saat adanya komunikatif guru dan siswa, ketika sesuatu diucapkan lawan bicaranya berbentuk kata, frasa, kalimat, dan pernyataan dengan situasi tertentu. Pada hakikatnya bersifat individu, psikologis serta kemampuan berbahasa penuturnya dalam kondisi tertentu. Tujuan dari penelitian ini (1) Apakah ada penggunaan tindak tutur ekspresif yang digunakan saat interaksi antara guru dan siswa di  kelas, (2) Apa saja  penggunaan tuturan ekspresif yang sering digunakan saat komunikasi di dalam kelas. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data berupa dokumentasi foto dan video, observasi, teknik rekaman suara, wawancara, menyimak dan mencatat. Hasil penelitian (1) Adanya, penggunaan tindak tutur ekpresif dalam interaksi antara guru dan siswa dalam kelas memiliki dampak signifikasi dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia, (2) Tuturan ekspresif yang sering digunakan guru dan peserta didik untuk berkomunikasi di dalam kelas yaitu terima kasih, memuji dan bersyukur. Dapat disimpulkan bahwa dalam konteks pembelajaran, tuturan ekspresif dapat membantu guru dan siswa lebih memahami konsep yang diajarkan. Tuturan ekspresif juga dapat membantu siswa mengungkapkan perasaannya sehubungan dengan materi pembelajaran sehingga guru dapat memberikan bantuan atau dukungan yang diperlukan.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI CANVA DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL GURU DAN SISWA SD NEGERI 35 KOTA BENGKULU fitriani, umi; Elyusra; Zakaria, Jelita
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Juni Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v3i1.6583

Abstract

Dari hasil analisis situasi yang dilaksanakan terhadap pembuatan desain grafis dalam pembelajaran oleh guru dan siswa di SD Negeri 35 Kota Bengkulu diketahui bahwa siswa dan guru belum mengenal dengan baik aplikasi desain grafis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk pengenalan dan penggunaan aplikasi Canva oleh guru dan siswa agar dapat membangkitkan kemampuan literasi digital siswa dan guru. Pelatihandisaingrafis ini juga ditujukan agar guru dan siswa dapat menuangkan ide secara kreatif. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan dengan tiga tahapan. Tiga tahapan dimaksud adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi. Hasil kegiatan adalah siswa dan guru sudah mengetahui tentang aplikasi Canva. Guru dan siswa sudah mempunyai aplikasi Canva di perangkap komputer atau laptop. Sebagai hasil pelatihan siswa sudah dapat membuat poster dan guru sudah dapat membuat bahan ajar berupa lembar kerja peserta didik dengan kreatif dan menarik.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH DALAM NOVEL SANG PENCERAH KARYA AKMAL NASERY BASRAL: NILAI-NILAI PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH DALAM NOVEL SANG PENCERAH KARYA AKMAL NASERY BASRAL Zakaria, Jelita -; Hakim, Man; Hadi, Martin
Lateralisasi Vol. 10 No. 02 (2022): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Kunci : Nilai-nilai, pendidikan muhammadiyah, novel Sang Pencerah Karya sastra ini muncul dari perpaduan antara kenyataan sosial yang berada di lingkungan sekitar dengan kreativitas tinggi dari sang pengarang. Melalui media karya sastra ini pengarang juga ingin mengangkat nilai-nilai kehidupan dengan tegas untuk dapat mengerti makna kehidupan dan hakikat hidup. Salah satu bentuk karya sastra adalah novel. Novel merupakan karya imajinatif yang dilandasi kesadaran dan tanggung jawab dari segi kreativitas sebagai karya seni (Nurgiyantoro, 2009:3). Karya sastra berupa novel dalam penciptaannya antara pengarang satu dengan pengarang yang lain juga berbeda, terutama berbeda dalam penciptaan cerita fiksi yang ditampilkan, metode yang digunakan, dan bahasa yang digunakan. Rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah pada novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral ?. Tujuan penelitian ini adalah: untuk memperoleh pendeskripsian Bagaimanakah nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah pada novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik. Nilai-Nilai Pendidikan Muhammadiyah pada Novel novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral dengan jumlah 99 data antara lain : 1. Keislaman 43 data, 2. Tajdid atau Pembaruan 24 data, 3. Multikultural 2 data, 4. Kerja Sama, Jaringan (Musyarokah) 2 data, 5. Anti Kekerasan 1 data, 6. Kekeluargaan 3 data, 7. Keteladanan 24 data. Dari hasil penelitian ini, beberapa hal yang penulis sarankan untuk 1) Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan bidang karya sastra. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperdalam materi tentang nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah yang ada pada novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral. 3) Dapat sebagai refrensi bagi peneliti lain yang masalahnya relevan dengan penelitian ini. 4) Dapat menambah pemahaman dan pengetahuan bagi masyarakat dalam proses kegiatan belajar mengajar baik di Sekolah maupun di dalam lingkungan masyarakat.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI METODE COOPERATIVE SCRIPT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS V11 SMPN 3 KOTA BENGKULU Paulina, Yanti -; Zakaria, Jelita; Marleni, Neti
Lateralisasi Vol. 11 No. 02 (2023): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v11i02.5951

Abstract

Rendahnya kemampuan bercerita dengan menggunakan alat peraga siswa kelas VII SMPN 3 Kota Bengkulu, salah satunya disebabkan oleh metode pembelajaran yang diterapkan guru tidak relevan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sehingga belum dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.  Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah metode pembelajaran cooperative script dapat meningkatkan proses belajar kemampuan bercerita dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMPN 3 KotaBengkulu?, 2) Apakah metode pembelajaran cooperative script dapat meningkatkan hasil belajar kemampuan bercerita dengan menggunakan alat peraga siswa kelas VII SMPN 3 Kota Bengkulu? Tujuan penelitian ini adalah 1)Meningkatkan proses belajar kemampuan bercerita dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui metode Cooperative Script siswa kelas VII SMPN 3 Kota Bengkulu. 2) Meningkatkan hasil belajar kemampuan bercerita dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui metode Cooperative Script siswa kelas VII SMPN 3 Kota Bengkulu.  Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan mengacu pada nilai rata-rata dan ketuntasan belajar klasikal. Pada penilaian hasil diperoleh nilai rata-rata siklus 1 sebesar 78 meningkat menjadi 91 pada siklus 2. Ketuntasan belajar klasikal pada siklus 1 yaitu sebesar 83% atau 31 orang siswa berada pada kategori tuntas dan 6 siswa berada pada kategori belum tuntas, dan pada siklus 2 seluruh siswa yang berjumlah 37 siswa berada pada kategori tuntas. Peneliti menyimpulkan bahwa metode pembelajaran cooperative script dapat meningkatkan proses dan hasil belajar bercerita dengan  menggunakan alat peraga.
PERGESERANAN BAHASA PADA MASYARAKAT DI DESA MANGGA DUA KECAMATAN LAIS KABUPATEN BENGKULU UTARA manjato, ajat -; Zakaria, Jelita; Sakroni, Sakroni; Lestari, Yuyum
Lateralisasi Vol. 11 No. 02 (2023): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v11i02.5987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pergeseran Bahasa Pada Masyarakat Di Desa Mangga Dua Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara ,Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif, Pergeseran bahasa yaitu menyangkut masalah penggunaan bahasa oleh seorang penutur atau sekelompok penutur yang bisa terjadi sebagai akibat perpindahan dari satu masyrakat tutur ke masyarakat tutur lain. Kalau seorang atau sekelompok orang penutur pindah ketempat lain yang menggunakan bahasa lain, dan bercampur dengan mereka, maka akan terjadilah pergeseran bahasa ini.Teknik pengumpulan data yang di lakukan dengan teknik Rekam dan catat,sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Mangga Dua Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara yang menggunakan kata-kata dan kalimat penggunaan ujaran sehari-hari oleh masyarakat. Berdasarkan dari hasil Penelitian yang telah dilakukan, di temukan bahwa Pergeseran Bahasa pada Masyarakat di Desa Mangga Dua Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara diperoleh : 13 data faktor Orang tua dan keluarga 27 data faktor lingkungan sosial,Masyarakat dan pendidikan ,14 data faktor Perkawinan campur , dan 6 data faktor migrasi. Terjadi nya Pergeseran Bahasa di Desa Mangga Dua Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara terlihat dari komunikasi yang berada di tengah-tengah masyarakat dan turun temurun pada keturunan yang berikutnya sehingga bahasa  Rejang jarang di gunakan dan bergeser ke bahasa Melayu
KONFLIK KELUARGA PADA TOKOH UTAMA “GADIS” DALAM NOVEL SESUK KARYA TERE LIYE Atmaja, Loliek Kania; nursalina, dinda; Mahdijaya, Mahdijaya; Zakaria, Jelita; Angreani, Lukita
Lateralisasi Vol. 11 No. 02 (2023): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v11i02.6022

Abstract

Karya sastra adalah bentuk dan hasil karya seni kreatif yang subjeknya adalah manusia dan kehidupannya sebagai media bahasa. Dalam karya sastra termaksuk novel dapat menggambarkan beberapa hal seperti konflik keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik dan penyebab konflik keluarga yang terkadung dalam novel Sesuk. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini novel Sesuk karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan analisis isi yang dilakukan dengan langkah-langkah mengidentifikasi jenis dan penyebab konflik keluarga, mengelompokan data sesuai jenis dan penyebab konflik keluarga, mendeskripsikan data yang terkumpul, menginterprestasikan jenis dan penyebab konflik keluarga dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini mengenai konflik keluarga dalam novel Sesuk karya Tere Liye mendapatkan 50 data yaitu 2 jenis konflik keluarga antara lain: konflik orang tua dan anak terdiri atas 36 data dan konflik antar saudara terdiri 15 data. Penyebab konflik keluarga antara lain: kurangnya komunikasi terdiri atas 10 data, perbedaan pendapat terdiri atas 12 data, cemburu 1 data, egois terdiri atas 15 data, privasi terdiri atas 3 data dan kurangnya kasih sayang terdiri atas 10 data.
SISTEM DAN PERGESERAN PEMAKAIAN KATA SAPAAN KEKERABATAN DALAM BAHASA SERAWAI DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN Zakaria, Jelita -; Paulina, Yanti
Lateralisasi Vol. 12 No. 01 (2024): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v12i01.6663

Abstract

Abstract Bahasa Serawai adalah bahasa daerah yang dituturkan oleh masyarakat Serawai. Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan dalam kehidupan oleh masyarakat penuturnya. Bahasa Serawai juga meruapakan sebagai alat komunikasi mempunyai sistem yang berbeda dengan bahasa daerah lain. Perbedaan itu dari segi pemakaian, maupun dari segi istilah yang digunakan dalam menyapa. Perkembangan zaman mempengaruhi penggunaan kata sapaan dalam masyarakat Serawai. Pengaruh tersebut ditandai dengan mulai bergesernya penggunaan kata sapaan, karena dipengaruhi oleh unsur bahasa daerah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem dan pergeseran pemakaian kata sapaan kekerabatan dalam bahasa Serawai. Penelitian ini menggunakan metode purposive atas dasar variasi yang diketahui penulis. Maksudnya, bila tidak ditemukan lagi variasi yang baru dalam menyapa, maka dalam pengambilan data untuk informan berikutnya dihentikan. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan penggolongan kata sapaan kekerabatan dalam bahasa Serawai dapat dirinci sebagai berikut: (1) kata sapaan istilah kekerabatan diantaranya mak, mak +nama anak pertama, Ibu, bu, mama, bak, bak +nama anak pertama, ayah, bapak, papa, wa, inga, dodo, wadang, dang, pak dang, mak dang, donga, Cik, kakak, abang, udaw, pak waw, ngah, anya, ndah, bunda, uncu, wan, paman, Om, bu, niniak, datuk, wak, dek, nak, dan bibi (2) kata sapaan kata ganti orang kedua yakni dighi “Anda” dan kaba “Anda.