Claim Missing Document
Check
Articles

A Systematic Review Of Key Bacterial Pathogens And Therapeutic Strategies In Gastrointestinal Infections Isramilda; Oktaviani, Fifin
Journal of health research and technology Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of health research and techonology
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/jhrt.v3i2.375

Abstract

Gastrointestinal (GI) infections pose a significant global health challenge, particularly in resource-limited settings, due to their high morbidity and mortality. This systematic review explores the epidemiology, pathogenesis, clinical manifestations, diagnostics, and therapeutic strategies associated with major bacterial pathogens, including Salmonella, Campylobacter, Shigella, pathogenic Escherichia coli, Clostridioides difficile, Helicobacter pylori, and Vibrio species. Emphasis is placed on the growing issue of antimicrobial resistance and the potential of innovative therapies such as probiotics, bacteriophages, and microbiome-based interventions. The review synthesizes evidence from 274 selected studies published between 2015 and 2025, following PRISMA guidelines. By integrating traditional and molecular diagnostic approaches and evaluating emerging treatments, this study aims to support evidence-based strategies for effectively managing and preventing bacterial GI infections across diverse populations.
MEMBANGUN KESADARAN ANAK PESISIR MELALUI 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT DI SDN 005 TELUK SEBONG Siregar, Eko Febri Syahputra; Sarkity, Dios; Intasir, M Pemberdi; Isramilda, Isramilda; Sahreni, Sukma; Nora Susana, Elvita; Isral, Ananda Geiskha; Al Ayubi, Alfath Attarsyah
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 3 (2025): Journal of Maritime Empowerment - Edisi Khusus
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i3.7555

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan kebiasaan hidup positif pada anak-anak pesisir melalui sosialisasi “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” di SDN 005 Teluk Sebong, Kabupaten Bintan. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2025 dengan melibatkan 30 siswa kelas IV dan V sebagai peserta utama. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, edukatif, dan interaktif, meliputi pemaparan materi menggunakan media visual, simulasi kebiasaan positif, refleksi, tanya jawab, serta evaluasi dengan angket skala Likert 1–4 yang mencakup 10 indikator. Angket dirancang untuk mengukur pemahaman, kebiasaan, dan komitmen siswa dalam menerapkan nilai-nilai karakter yang diajarkan. Hasil evaluasi menunjukkan 28 siswa (93,3%) berada pada kategori Sangat Baik dan 2 siswa (6,7%) kategori Baik. Rata-rata skor keseluruhan mencapai 87,75% (Sangat Baik). Indikator dengan capaian tertinggi adalah kebiasaan ibadah (94,17%), sedangkan terendah adalah kemampuan menjelaskan kembali materi (79,17%). Temuan ini memperlihatkan bahwa pendekatan kontekstual yang menggabungkan simulasi, diskusi, dan media visual mampu meningkatkan kesadaran dan komitmen siswa terhadap perilaku positif. Keberhasilan program ini juga dipengaruhi oleh dukungan guru, keterlibatan aktif siswa, serta kesesuaian materi dengan konteks kehidupan sehari-hari mereka di wilayah pesisir. Disarankan agar kegiatan ini dijadikan program rutin sekolah dan dikembangkan dengan fokus pada peningkatan keterampilan komunikasi siswa untuk memperkuat internalisasi nilai karakter secara berkelanjutan.
HUBUNGAN PENYAJIAN SUSU FORMULA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 6 -12 BULAN DI PUSKESMAS LUBUK BAJA KOTA BATAM Sarita Miguna; Isramilda; Elvita Nora Susana; Amanda Putri
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 15 No 3 (2025): Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/zked.v15i3.1944

Abstract

ABSTRACT Background: Diarrhea is one of the leading causes of morbidity and mortality in infants in Indonesia. One contributing factor to the incidence of diarrhea is the improper preparation of formula milk that does not adhere to hygiene and sanitation standards. Infants who do not receive exclusive breastfeeding are more susceptible to gastrointestinal infections, including diarrhea. This study aims to analyze the relationship between formula milk preparation and the incidence of diarrhea in infants aged 6-12 months at Lubuk Baja Public Health Center, Batam City. Methods: This study employed an analytical survey design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 40 mothers with infants aged 6-12 months who consume formula milk, selected using a total sampling method. Data were collected through questionnaires and maternal and child health (MCH) book records, then analyzed using the chi-square test to determine the relationship between formula milk preparation and the incidence of diarrhea. Results: The study results indicated that most infants who experienced diarrhea were associated with poor formula milk preparation practices. The chi-square test showed a significant relationship between formula milk preparation and the incidence of diarrhea in infants (p = 0.002). Conclusion: Improper formula milk preparation that does not meet hygiene standards is associated with an increased risk of diarrhea in infants aged 6-12 months Keywords: Diarrhea, Formula Milk, Baby
PENYULUHAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) BAGI NELAYAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN RISIKO KECELAKAAN KERJA DI LAUT DI DESA PENGUNDANG KECAMATAN TELUK SEBONG Nora Susanna, Elvita; Sahreny, Sukma; Isramilda, Isramilda; Febri Syahputra Siregar, Eko; Sarkity, Dios; Pemberdi Intasir, M.; Geiskha Isral, Ananda
Jurnal Pendekar Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : LPPM-Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/pend.v3i1.2023

Abstract

Nelayan merupakan kelompok pekerja sektor informal yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja dan penyakit akibat lingkungan kerja di laut. Cuaca ekstrem, paparan sinar matahari, risiko biologis dan ergonomis, serta keterbatasan pemahaman tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menjadikan nelayan kelompok rentan yang memerlukan intervensi edukatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran nelayan terhadap bahaya kerja di laut serta langkah-langkah pencegahannya melalui program penyuluhan. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dan demonstrasi penggunaan alat pelindung diri (APD), disertai pembagian leaflet edukatif. Kegiatan dilaksanakan di komunitas nelayan pesisir dengan partisipasi aktif masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman nelayan terhadap faktor risiko kerja serta upaya pencegahannya, termasuk penggunaan APD, pemeliharaan kesehatan, dan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca. Kesimpulannya, penyuluhan K3 berbasis komunitas efektif sebagai bentuk pemberdayaan nelayan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat.
Comparative in Vitro Antibacterial Activity of Red Ginger (Zingiber Officinale Var. Rubrum) Extract and Conventional Antibiotics Against Pathogenic Escherichia Coli Isramilda, Isramilda; Andi Ipaljri; Kinanthi Amalia Putri
Jurnal Teknokes Vol. 18 No. 3 (2025): September
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing incidence of antibiotic resistance in Escherichia coli poses a significant challenge to public health, as the effectiveness of conventional antibiotics such as ciprofloxacin continues to decline due to the emergence of resistant E. coli strains. This study aims to evaluate red ginger extract's in vitro antibacterial activity against Escherichia coli and determine the optimal concentration for bacterial inhibition.  This research aims to determine the effectiveness of red ginger extract with concentrations of 60%, 80%  and 100% on the growth of Escherichia coli. Research method using a laboratory-based experimental study was conducted using red ginger extract prepared via ethanol maceration at concentrations of 60%, 80%, and 100%. The extract's antibacterial activity against E. coli was evaluated using the disc diffusion method following CLSI guidelines, with ciprofloxacin (500 mg) as a positive control and 95% ethanol as a negative control. Each treatment was replicated five times. Inhibition zones were measured after 24 hours of incubation at 37°C. The results of the study show that red ginger extract demonstrated significant antibacterial activity against E. coli, with mean inhibition zones of 6.08 ± 0.98 mm, 6.48 ± 1.21 mm, and 5.20 ± 1.89 mm for 60%, 80%, and 100% concentrations, respectively. The 80% concentration showed optimal inhibition activity, while the higher concentration (100%) demonstrated reduced effectiveness. Statistical analysis confirmed significant treatment differences (p < .001, η² = 0.967). The positive control produced significantly larger inhibition zones (23.16 ± 1.67 mm, p < .05). This study concludes that red ginger extract exhibits moderate antibacterial activity against E. coli in vitro, with 80% concentration showing optimal efficacy. These findings suggest potential applications in developing natural antimicrobial agents, although further research is needed to elucidate mechanisms of action and evaluate clinical applications.
Investigating the Effect of Social Support, Healthy Behavior, and Religious Coping on Free COVID-19 Pandemic through Immunity in West Sumatera, Indonesia Isramilda, Isramilda; Lebrata, Lebrata; Indrayani, Indrayani; Satriawan, Bambang
International Journal of Industrial Engineering, Technology & Operations Management Vol. 1 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Indonesia Academia Research Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62157/ijietom.v1i1.14

Abstract

The coronaviruses are a large family of viruses that cause disease in humans and animals. Data from West Sumatra captures that until December 31, 2020, there were 23,441 confirmed cases of COVID-19 and 21,601 people recovered. Does the recovery from COVID-19 have anything to do with social support, health behaviors that are always recommended by Regional Leaders in West Sumatra, Religious coping for the people of West Sumatra which affects the free pandemic of COVID-19? To answer this phenomenon, it is necessary to investigate the effect of social support, healthy behavior, religious coping on COVID-19 Pandemic free through immunity in West Sumatra, Indonesia.as a population, with the Slovin formula sample Becomes 174 respondents. The recovery of COVID-19, whether it has to do with social support, religious coping in which West Sumatra, and health behaviors that are always recommended by the Regional Leadership in the West Sumatera, give rise to immunity so that it influences the pandemic COVID-19. The research model used is a mixed-method, by combining quantitative with SEM software AMOS-24 and qualitative with interviews with respondents and the community as well as the COVID-19 West Sumatera Cluster Team. The result indicates that changes in immunity are influenced by religious coping, healthy behavior and social support is 95.60%, the remaining 3.40% is influenced by other variables not included in this study. changes in the Free COVID-19 pandemics are influenced by 100% religious coping, healthy behavior, social support and immunity.
EDUKASI PENCEGAHAN INFEKSI DAN PENINGKATAN HIGIENE PADA IBU DAN ANAK DI KOMUNITAS Sari, Ika Novita; Isramilda, Isramilda; Faizah, Ana; Nugrahani, Andita; Romiana, Dwi
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 05 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi pada anak, khususnya diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan berkontribusi terhadap kejadian gizi buruk serta stunting. Rendahnya praktik higiene dan sanitasi di tingkat rumah tangga, terutama pada ibu sebagai pengasuh utama anak, memperburuk kondisi tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam pencegahan infeksi melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan dilaksanakan di Kota Batam dengan melibatkan 30 peserta ibu rumah tangga yang memiliki anak balita. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, dan observasi keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, khususnya pada aspek pentingnya cuci tangan (+40,0%), kebersihan makanan dan minuman (+43,3%), serta pemahaman hubungan infeksi dengan stunting (+56,7%). Evaluasi keterampilan memperlihatkan sebagian besar peserta mampu melakukan cuci tangan enam langkah sesuai standar WHO (86,7%) dan praktik penyajian makanan higienis (80,0%). Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan ibu terkait pencegahan infeksi, dan untuk menjamin keberlanjutannya diperlukan pemantauan rutin oleh kader kesehatan serta integrasi materi PHBS dalam kegiatan Posyandu.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BAKTERI PATOGEN DAN CARA PENCEGAHANNYA MELALUI EDUKASI INTERAKTIF DI KOTA BATAM Isramilda, Isramilda; Sari, Ika Novita; Oktaviani, Fifin; Nugrahani, Andita
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan utama di Kota Batam, dengan peningkatan kasus yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor penyebab utama adalah rendahnya pemahaman masyarakat mengenai bakteri patogen dan upaya pencegahannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui metode edukasi interaktif. Program dilaksanakan di Perumahan Yos Sudarso, Kelurahan Batu Besar, dengan melibatkan 35 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, demonstrasi praktik cuci tangan enam langkah WHO, dan workshop pembuatan hand sanitizer alami. Evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS versi 25. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 42,8 menjadi 76,3 (peningkatan 78,3%), dengan pergeseran kategori pengetahuan dari “kurang” dan “cukup” menjadi “baik” dan “sangat baik.” Keterampilan praktik cuci tangan juga meningkat signifikan dari 8,6% menjadi 91,4% peserta yang mampu melakukan teknik dengan benar. Selain itu, tingkat partisipasi dan antusiasme peserta mencapai 100% dengan kepuasan yang tinggi terhadap kegiatan. Kesimpulannya, metode edukasi interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan infeksi, serta dapat dijadikan model edukasi berkelanjutan di tingkat komunitas.
SOSIALISASI MENGHINDARI BULLYING PERSFEKTIF AGAMA ISLAM DI SEKOLAH ISLAM NABILA KOTA BATAM Alkausar Saragih; Cevy Amelia; Ismed Batubara; Isramilda; Dian Saputra Sitohang; Wahyuni Fitri Tanjung
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3989

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah bullying di kalangan generasi Z dengan pendekatan berbasis nilai-nilai Islam di Sekolah Islam Nabila, Kota Batam. Program ini melibatkan pelatihan siswa, untuk meningkatkan kesadaran agar perilaku bullying dapat dihindari sedini mungkin. Topik ini dipilih dengan alasan perilaku bullying yang akhir-akhir ini meningkat pesat berdasarkan data BPS. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan penyuluhan terkait menghindari perilaku bullying berbasis Islami, dan pembinaan karakter melalui kegiatan keagamaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep akhlak mulia, pentingnya ukhuwah Islamiyah, serta implikasi hukum dan etika dalam Islam terkait perilaku bullying. Selain itu, adanya aplikasi pelaporan bullying berbasis nilai-nilai Islam membantu mempercepat deteksi dan intervensi kasus bullying di sekolah. Peran sekolah menyiapkan psikolog untuk dapat menangani jika bullying terjadi dilingkungan lembaga pendidikan. Kegiatan ini berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif dan mendukung pembentukan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Islam. Keberlanjutan program diharapkan dapat diperkuat melalui kolaborasi antara pihak sekolah dengan orang tua.