Claim Missing Document
Check
Articles

Penentuan Kadar Total Flavonoid Pada Ekstrak Bunga Kenop (Gomphrena globosa L.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS Cahyaningsih, Erna; Dewi , Ni Luh Kade Arman Anita; Yuda, Putu Era Sandhi Kusuma; Irlangga, I Gusti Ngurah Agustia Adi Surya Taksu
Usadha Vol 4 No 3 (2025): Usadha : Jurnal Integrasi Obat Tradisional
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flavonoids are phenolic compounds widely distributed in plants and are well known for their antioxidant activity, which plays an important role in preventing degenerative diseases. One plant with potential as a flavonoid source is the globe amaranth flower (Gomphrena globosa L.), which has been traditionally used and reported to exhibit various pharmacological activities. This study aimed to determine the total flavonoid content of globe amaranth flower extract grown in Bali. Extraction was carried out using the maceration method with 96% ethanol at a ratio of 1:10, followed by remaceration. Phytochemical screening was performed to identify the presence of flavonoids, while total flavonoid content was determined using UV-Vis spectrophotometry with quercetin as the standard. Phytochemical screening confirmed the presence of flavonoid compounds in the extract. The determination of total flavonoid content showed a maximum wavelength at 433 nm, with a regression equation of Y = 0.0778X + 0.0012 and a correlation coefficient (r) of 0.9982. The total flavonoid content obtained was 81.808 mgQE/100 g extract. In conclusion, the globe amaranth flower (Gomphrena globosa L.) is a promising natural source of flavonoids and has potential to be developed as a raw material for traditional medicine, particularly as a natural antioxidant.
ETHNOBOTANICAL STUDY OF MEDICINAL PLANT USAGE DURING COVID-19 PANDEMIC: A COMMUNITY-BASED SURVEY IN INDONESIA Nayaka, Ni Made Dwi Mara Widyani; Yuda, Putu Era Sandhi Kusuma; Sanjaya, Dwi Arymbhi; Ernawati, Desak Ketut; Cahyaningsih, Erna; Dewi, Ni Luh Kade Arman Anita; Sasadara, Maria Malida Vernandes
BIOTROPIA Vol. 30 No. 2 (2023): BIOTROPIA Vol. 30 No. 2 August 2023
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2023.30.2.1784

Abstract

Before the availability of a vaccine, Indonesian population relied on traditional medicines to prevent COVID-19. Any species used by indigenous people could lead to further investigations in modern pharmacology, to preserve ancient knowledge, and to plan for plants’ conservation. The study aimed to discover and record species, methods of preparation, route of administration, and motivation in using medicinal plants by the Indonesian population during the COVID-19 pandemic. Participants of survey were selected from the people who live in Java and Bali for responding to an online structured questionnaire. Relative Frequency of Citation (RFC) was employed in the quantitative analysis of the collected data. The pharmacological relevance of the five plants with the highest RFC was further reviewed. The results showed that respondents used 59 plants from 28 families. Five species with the highest RFC were Curcuma longa (0.707), Zingiber officinale (0.674), Cymbopogon citratus (0.269), Kaempferia galanga (0.174), and Curcuma zanthorrhiza (0.165). Most plants were prepared by boiling (77.97%) and administered orally as a single ingredient or mixed with other herbals. Respondents believed that the plants were beneficial as immune-booster (71.26%), maintain good health (24.85%) and stamina (12.28%), and prevent viral infection, including COVID-19 (5.39%). The most commonly used plants might be scientifically based to boost immunity. However, their usage against COVID-19 and the medicinal value of herbal mixtures should be further investigated.
Aktivitas Analgesik Ekstrak Daun Liligundi (Vitex trifolia L.) Pada Mencit Yuda, Putu Era Sandhi Kusuma; Setiawati, Ni Made Wiwik; Dewi, Ni Luh Kade Arman Anita; Sanjaya, Dwi Arymbhi; Cahyaningsih, Erna
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v6i2.5135

Abstract

Penggunaan obat antiinflamasi non steroid (AINS) pada nyeri kronis dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan efek samping terutama gangguan pada saluran pencernaan sehingga diperlukan agen alternatif yang lebih aman terutama dari herbal. Dalam Usada Bali, salah satu tanaman yang digunakan untuk mengurangi nyeri adalah Liligundi (Vitex trifolia L.) famili Lamiaceae. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan aktivitas analgesik ekstrak daun Liligundi pada mencit. Daun Liligundi diekstraksi menggunakan pelarut alkohol 70% dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan uji aktivitas analgesik menggunakan metode induksi panas (hot plate) suhu 55°C pada 20 ekor mencit yang terbagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif diberikan Tween 80, kelompok kontrol positif diberikan Ibuprofen 52 mg/kg BB, dan perlakuan Ekstrak Daun Liligundi (EDL) dosis 250 mg/kg BB dan 500 mg/kg BB. Waktu respon nyeri pada mencit diukur pada menit ke-30 ditandai dengan gerakan melompat ataupun menjilat kaki setelah diletakkan diatas hot plate. Data dianalisis secaraOne Way ANOVA dilanjutkan dengan uji Tukey.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa EDL mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid. EDL dosis 250 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB mampu memperpanjang respon nyeri secara bermakna dibandingkan kontrol negatif dan menghasilkan waktu respon nyeri yang lebih panjang secara bermakna dibandingkan Ibuprofen (p<0.05).
Aktivitas Anti-Inflamasi Minyak Herbal Tradisional Dari Bahan Usada Bali Pada Mencit Inflamasi Yang Diinduksi Karagenan Yuda, Putu Era Sandhi Kusuma; Mahardika, I Made Agus; Cahyaningsih, Erna; Sasadara, Maria Malida Vernandes; Nayaka, Ni Made Dwi Mara Widyani; Dewi, Ni Luh Kade Arman Anita
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i3.60529

Abstract

Peradangan sendi atau artritis merupakan salah satu penyakit inflamasi kronis yang memerlukan penggunaan obat jangka panjang. Penggunaan obat artritis seperti metotreksat dan NSAID dalam waktu lama dapat menimbulkan berbagai efek samping serius, sehingga diperlukan alternatif pengobatan yang relatif lebih aman terutama dari bahan herbal. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas anti-inflamasi minyak herbal tradisional Usada Bali dari bahan Jahe (Zingiber officinale), Kunyit (Curcuma longa), Kencur (Kaemferia galanga), Bangle (Zingiber montanum), Cengkeh (Syzigium aromaticum) dan Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) pada mencit inflamasi yang diinduksi karagenan melalui pengujian secara topikal. Mencit dibagi empat kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol negatif (pembawa), kontrol positif (Natrium Diklofenak topikal), minyak herbal 150 dan 300 mg/ml. Volume peradangan kaki mencit diukur dengan alat pletismometer setiap jam selama empat jam setelah diinduksi dengan karagenan 0,5% (b/v) subplantar, kemudian diuji secara statistik (Mann-Whitney) dengan taraf kepercayaan 95%. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa minyak herbal mengandung senyawa flavonoid, terpenoid dan steroid. Hasil uji aktivitas anti-inflamasi menunjukan adanya penghambatan peradangan yang signifikan (p<0,05) oleh minyak herbal konsentrasi 150 mg/ml maupun 300 mg/ml dengan persentase penghambatan pada jam ke-4 masing-masing sebesar 16,52% dan 11,30%, serta tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif (p>0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya potensi  minyak herbal Usada Bali sebagai anti-inflamasi topikal.
Co-Authors Adinda Puspita Elisabet Lian Agrippina Wiraningtyas, Agrippina Agustini, Ni Putu Dewi Anak Agung Putu Gede Bagus Arie Susandya Anita Dewi, Ni Luh Kade Arman Apriliani, Ni Luh Putri Artini, Ni Putu Eka Darmawan, I Wayan Agus Darmayanti, Gusti Ayu Putu Eka Debby Juliadi Desak Ketut Ernawati Dewi , Ni Luh Kade Arman Anita Dewi, Ni Kadek Dwi Purnama Dwi Arymbhi Sanjaya Dwi Widyastrini, Desak Made Dwipayanti, Ni Kadek Sari Elis Suwarni Fitria Megawati Gusti Ayu Made Indah Siantari Gusti Ayu Putu Eka Darmayanti Gusti Ayu Putu Yosinta Sasmita Handani, Dewa Ayu Sri I Gusti Ayu Sri Candramukhi Devi Dasi I Made Agus Sunadi Putra I Putu Tangkas Suwantara Indah Muthia Susanthi Indriani, Felia Riska Intan Alfira Kolifay Irlangga, I Gusti Ngurah Agustia Adi Surya Taksu Irma Rubianti Luh Risma Putri Rahayu Made Agus Deny Mahendra Putra Mahardika, I Made Agus Maria Daniela Tupa Hokor Maria Dewi, Ni Putu Maria Malida Vernandes Sasadara Maria Malida Vernandes Sasadara Megawati, Fitria Ni Kadek Lita Ni Luh Ayu Mega Ratnasari Ni Luh Kade Arman Anita Dewi Ni Luh Kade Arman Anita Dewi Ni Luh Sintya Ni Made Dharma Shantini Suena Ni Made Dwi Mara Widyani Nayaka Ni Made Wiwik Setiawati Ni Nyoman Wahyu Udayani Ni Putu Anggun Cipta Rosalita Jelantik Ni Putu Dewi Agustini Ni Putu Eka Artini Ni Putu Jayanti Putri Ni Putu Udayana Antari Ni Putu Yuni Winariyanthi Olahairullah, Olahairullah Perayanthi, Reni Pramesti , Luh Ratih Widhia Prameswari, Putu Nimas Diyah Puguh Santoso Puguh Santoso Puguh Santoso puguh santoso, puguh Puspita Wati, Ni Putu Putra Hilmi Prayitno Putra, I Made Agus Sunadi Putri, Leoni Putri, Ni Kadek Dila Pratiwi Putri, Ni Kadek Nisa Leoni Putu Eka Pasmidi Ariati Putu Era Sandhi K.Yuda Putu Era Sandhi Kusuma Yuda Sasadara, Maria Malida Sasadara, Maria Malida Vernandes Setiawati, Ni Made Wiwik Sugiyanto, Milyadi Suradnyana, I Gede Made Surya Rahadi, I Wayan Susanthi, Indah Muthia Suwarni, Elis Tirtayasa, Gede Agus Ari Vernandes Sasadara, Maria Malida Wardani, I Gusti Agung Ayu Kusuma Widyani Nayaka , Ni Made Dwi Mara Wiguna, Putu Dony Saputra Winariyanthi, Ni Putu Yuni Yanti, Ni Kadek Pradnya