Claim Missing Document
Check
Articles

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN PERSEPSI HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN PEMBERIAN TERAPI OKUPASI AKTIVITAS WAKTU LUANG DI YAYASAN REHABILITASI MENTAL GRIYA BHAKTI MEDIKA JAKARTA Hairul Efendi; Ayu Pratiwi; Mukhamad Saeful
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 9 (2024): Nusantara Hasana Journal, February 2024
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i9.1096

Abstract

Hallucinations are defined as disturbances in a person's sensory perception, where there is no stimulus. One type of hallucination is auditory hallucinations (auditory-hearing voices or sounds). The impact caused by hallucinating patients is loss of self-control. To minimize the impact of hallucinations, one of the treatments is using occupational therapy, free time activities. Occupational therapy is the science and art of adapting the abilities that the patient once liked and possessed, directing a person's participation in carrying out certain tasks with the aim of restoring mental function. Objective: to determine the results of the application of occupational therapy in free time activities on signs and symptoms in patients with auditory hallucinations at the Griya Bakti Medika Jakarta Mental Rehabilitation Foundation. The design of this scientific work uses a case study method with a nursing process approach that focuses on optimizing nursing interventions for patients with auditory hallucination disorders. The results of the final scientific work of the nurses obtained an analysis of nursing care after the intervention was carried out for 3 days within ± 30 minutes. It was found that nursing actions and intervention innovations in Occupational Free Time Activities had positive results, the client's hallucinatory symptoms decreased and the client's ability to divert with Occupational free time activities. increases, clients are able to carry out interventions that are taught independently. One of the roles of nurses in dealing with hallucinations in patients at home and in hospitals is implementing Occupational Leisure Activity Intervention
Efektivitas Terapi Guided Imagery Terhadap Pasien Skizofrenia Dengan Gangguan Proses Pikir : Waham Ayu Pratiwi; Dicky Aditama; Tati Suryati
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v2i1.380

Abstract

Kesehatan jiwa iala kondisi dimana seseorang yang terus tumbuh dan berkembang dan mempertahankan keselarasan dalam pengendalian diri, serta terbebas dari stress yang serius. Berdasarkan World Health Organization tahun 2018, sebanyak 24 juta orang mengalami skizofrenia dengan salah satu gejala yang paling umum adalah waham (WHO, 2018). guided imagery adalah salah satu teknik distraksi yang dapat digunakan untuk mengurangi stres dan meningkatkan perasaan tenang dan damai serta merupakan obat penenang untuk situasi yang sulit dalam kehidupan (Ajuan, 2022). Metode : Penerapan terapi guided imagery selama 4 hari dengan waktu 10-15 menit. Hasil : Setelah dilakukan intervensi terapi guided imagery selama 4 hari didapatkan perubahan prilaku gangguan jiwa dengan berpedoman PANSS yang awalnya pasien mendapatkan nilai 73 sebelum di berikan terapi guided imagery menjadi 59 setelah diberikan guided imagery. Kesimpulan : klien dapat melakukan terapi nonfarmakologis yaitu terapi guided imagery untuk menurunkan tanda-gejala pada waham yang dideritanya.
Hubungan Dukungan Orang Tua Dan Sikap Remaja Putri Dengan Kesiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi SDN Lastri Mei Winarni; Shinta Rizki Utami; Ayu Pratiwi; Nuryanti; Acih Suarsih
JMM (Journal of Midwifery Madani) Vol. 1 No. 2 (2024): JMM (Journal of Midwifery Madani)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Menurut World Health Organization (WHO), 20% perempuan sejak usia 10 tahun telah mengalami menarche. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan melaporkan 30% usia 13 tahun sudah mengalami menarche. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua dan sikap remaja putri dengan kesiapan menghadapi menarche pada siswi di SDN Periuk Kota Tangerang. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan di SDN Periuk, waktu pengumpulan data Juni-Juli 2023. Populasi sebesar 138 responden, dan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang mengukur dukungan orang tua, sikap, dan kesiapan menghadapi menarche. Analisis menggunakan Chi-square digunakan. Hasil: Mayoritas remaja putri memiliki dukungan orang tua yang baik (50,7%), sikap positif terhadap menarche (50%), dan kesiapan yang baik (54,3%). Uji Chi-Square menemukan hubungan signifikan antara dukungan orang tua dan kesiapan menghadapi menarche (p-value 0,007 < 0,05). Hubungan signifikan juga terlihat antara sikap remaja putri dan kesiapan menghadapi menarche (p-value 0,0001 < 0,05). Kesimpulan: Dukungan orang tua dan sikap remaja putri berhubungan positif dengan kesiapan menghadapi menarche, menunjukkan peran penting keduanya dalam persiapan menghadapi tahapan ini. Disarankan sekolah dapat bekerja sama dengan orang tua untuk memberikan edukasi mengenai kesiapan menarceh pada siswi.
Penerapan Sistem Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) di Lingkungan Kerja PT. X Ayu Pratiwi; Hardoyo Hardoyo
Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik  Vol. 4 No. 1 (2026): Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/venus.v4i1.1314

Abstract

Occupational Health and Safety (OHS) is an important element in creating a safe, healthy, and sustainable work environment. PT. X as a logistics and port operations company has potential occupational hazards originating from physical, chemical, and biological factors that need to be managed optimally. This study aims to evaluate the implementation of OHS at PT. X based on the results of measurements of physical, chemical, and biological factors of the work environment and their compliance with the provisions of the Minister of Manpower Regulation No. 5 of 2018. This study uses a descriptive method with an evaluative approach to work environment monitoring data in 2025 in the generator and office areas. The parameters analyzed include noise, lighting, hot work climate (ISBB), inhalable and respirable dust exposure, and microbiological air quality in the form of total bacteria and fungi. The results show that most parameters meet the specified standards, with the exception of the generator area which exceeds the noise limit and the hot work climate which exceeds the Action Level (AL). The implementation of OHS at PT. X has been running quite well, indicated by most of the work environment parameters that meet the standards. However, strengthening risk controls, particularly regarding noise and hot working conditions in operational areas, is still necessary. This evaluation is expected to serve as a basis for continuous improvement in the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) to protect workers from potential occupational hazards and support the productivity and sustainability of company operations.
Hubungan Karakteristik Individu Dan Gaya Hidup Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Di Kampung Bolang Desa Ranca Gede Napiyah; Rina Puspita Sari; Ayu Pratiwi
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1441

Abstract

Pendahuluan: Pelayanan keperawatan komunitas berfokus pada kelompok masyarakat dengan hipertensi. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah ≥140/90 mmHg. Pada tahun 2023, hipertensi dialami oleh sekitar 1,3 miliar orang di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 30,8%, dengan 2,3 juta kasus di Provinsi Banten dan 729.628 kasus di Kabupaten Tangerang. Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, obesitas, merokok, dan kebiasaan gaya hidup yang buruk. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu dan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Kampung Bolang Desa Ranca Gede. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasi dan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 123 orang. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,000), jenis kelamin (p = 0,011), riwayat keluarga (p = 0,000), dan gaya hidup (p = 0,001) dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan: Karakteristik individu dan gaya hidup berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat Kampung Bolang Desa Rancagede. Masyarakat disarankan untuk menjaga kebiasaan hidup sehat guna mencegah atau mengendalikan hipertensi, terutama bagi lansia dan mereka yang memiliki riwayat keluarga.
Co-Authors Achmad Abdul Lutfbis Achmad Abdul Lutfbis Acih Suarsih Adrianah Adrianah Ag. Bambang Setiyadi Alfi Desby Lustani Amalia Wafiq Hazizah Amelia Ajeng Ayuningdyah Andini Safutri Anggita Fazriani Anggita Fazriani 2 1 Dosen STIKes YATSI Tangera Aninda Rizki Maulida Annisa Anwar Muthaher Ardita Pramesti Denny Mathius Desi Putri Dhea, Putri Dhea Fransiska Dicky Aditama Dina Febriana Elfiana Yusronah Elfita . Elisa Amanda Erika Maharani Fitra Abdul Malik Hadiyanto Hadiyanto Hairul Efendi Hardoyo Hardoyo Hendi Periyatna Husna, Husnaini Iis Sumiyati Ilham Azmi Imas Rahmatissa Inna Sholihati Embrik Inna Solihati Embrik Irawan, Dodi irma, Irma Yanti Kurnia Sari Isna Wanufika Izhar Ibrahim Kasifah Lastri Mei Winarni Latifah Maulina linda Silitonga M Martono Diel M. Martono Diel M.Martono Diel Marpiadi Maulidya Juniati Mentari Mentari Mentari Mohamad Riki Fauzi Muh. Rum Muhamad Abdul Fikri Muhamad Rijal Arif Muhammad Sukirlan Mukhamad Saeful Munir Saputra Napiyah Nining Sriningsih Nur Amalia Al Choiriyah Nurlaili Noviyanti Nurul Khidayah Nuryanti Nuryanti Qintan Alviona Zulivah Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma, Muftihatur Rahmah Karina Reni Yulianti Retno Rahayu Ria Setia Sari Rika Apriliana Rina Puspita Sari Rina Puspitasari Riris Aryawati Rita Donna Marlina Rohaeti Ruslan Sarimanah, Upit Selvy Apriliani Septy Ariani Shinta Rizki Utami Sirojudin Sirojudin Suci Ririn Puspita Suci Sulistyowati Suhadi Syarnubi Syarnubi Tati Suryati Tita Yulia Tita Yulia Titi Sabariyah Titi Widiyanti Winda Purnama Sari Windiah Kintani yosep sukmara Yuni Susilowati Yunike Edmaningsih Yunike Edmaningsih Yusra Nginang Zahrah Maulidia Septimar