Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Symbolic Interaction between Teachers and Students in Fostering Effective Classroom Learning Amelia, Rita; Misrawita, Misrawita; Januar, Januar
El-Rusyd Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v10i2.423

Abstract

This study aims to examine the concept of symbolic interaction between teachers and students in the classroom learning process. The meaning of symbols in the context of education plays an important role in forming harmonious social relationships, increasing learning motivation, and strengthening students' self-identity. Teachers are seen not only as conveyors of knowledge, but also as social actors who create symbolic meanings that influence students' behavior and perceptions of the learning process. Symbolic interaction in the classroom occurs not only through verbal communication but also through nonverbal symbols, emphasizing the important role of technology and digital media in changing patterns of symbolic interaction in modern classrooms that present new symbols such as emojis, visual icons, and other forms of digital representation that also influence social meaning in learning. The study was conducted through an analysis of classical and contemporary literature relevant to symbolic interactionism theory, particularly the works of George Herbert Mead and Herbert Blumer, using a qualitative approach and library research methods. The main focus of this study is to analyze how symbols, meanings, and social communication processes between teachers and students contribute to the formation of meaningful learning experiences. The implications of this study can form the basis for the development of symbolic communication-based learning strategies that are adaptive to current social and educational technology changes. Overall, this study emphasizes that understanding symbolic interactions in learning is key to building effective, participatory, and humanistic educational communication.
Implementasi Kurikukulum Merdeka dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islam Al Ishlah Kota Bukittinggi Lara, Gita Gusti; Ilmi, Darul; Januar, Januar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37050

Abstract

Penulisan skripsi ini di latar belakangi oleh Latar belakang Banyak faktor dan pertimbangan yang terlibat dalam penerapan kurikulum mandiri dalam pendidikan agama Islam. Pertama, kursus yang membebaskan peserta yang dibesarkan untuk mengembangkan kreativitasnya dapat memotivasi mereka secara intrinsik. Dalam konteks pendidikan Agama Islam, ini berarti peserta didik akan lebih termotivasi untuk mempelajari dan memahami ajaran Islam dengan cara yang kreatif dan relevan dengan konteks kehidupan mereka penelitian mempengaruhi praktik pengajaran ,keterlibatan siswa dan lingkungan sekitarnya. Metodologi penelitian kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat suatu gambar atau deskripsi obyektif terhadap suatu keadaan, pengumpulancatatandilakukan dengan cara wawancara mendalam kepada kepala sekolah dan siswa, observasi berupa observasi di lapangan sambil melakukan observasi. dokumentasi berupa foto kegiatan, absensi dan arsip lainnya bila diperlukan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti tentang implementasi kurikulum mandiri dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA ISLAM AL Ishlah Kota Bukittinggi dapat disimpulkan bahwa bentuk perencanaan implementasi dan evaluasi pada saat proses pembelajaran adalah penelitian. Berkaitan dengan penerapan kurikulum mandiri dalam pembelajaran PAI. Setelah membekali konsep kurikulum belajar mandiri, maka dilakukan perencanaan kurikulum belajar mandiri yang akan diterapkan di kelas. Bentuk perencanaan implementasi kurikulum belajar mandiri dalam pembelajaran PAI di sekolah dasar adalah dengan membuat suatu rencana kurikulum belajar mandiri yang unik. perencanaan. Melaksanakan kurikulum mandiri, termasuk menyiapkan kurikulum operasional unit pengajaran dan merencanakan tujuan penelitian dan pengajaran. Penerapan Kurikulum Pembelajaran Mandiri Ada tiga langkah dalam menerapkan kurikulum pembelajaran mandiri: 1. Pendahuluan. Langkah Pertama bagi Guru untuk Memulai Pembelajaran 2. Implementasi Langkah pertama dalam mengimplementasikan pembelajaran PAI di kelas adalah menguji prototipe. mlearning, yaitu evaluasi pembelajaran PAI di SMA Islam Al-Ishra Bukittinggi. Digunakan oleh guru dalam bentukmengimplementasikan pendidikan agama Islam di kelas adalah menguji coba prototipe. Pembelajaran yaitu Pembelajaran Terbuka dalam Pembelajaran PAI di SMA Islam Al Ishlah Bukittinggi Penilaian pembelajaran dalam pembelajaran PAI yang digunakan guru berupa penilaian formatif dan sumatif
Construction of Academic Discipline Meaning by Students in Campus Rules Practice (Qualitative Study at AMIK Bukittinggi) Haruna, Dennis; Karim, Rhafiiqul Azhari; Januar, Januar
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i1.258

Abstract

This study aims to understand how AMIK Bukittinggi students construct the meaning of academic discipline through campus rules and regulations. The issue raised is how discipline is understood, internalized, and applied by students in the context of academic life and the surrounding local culture. This study uses a qualitative approach with a phenomenological design to explore students' subjective experiences through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The results show that academic discipline is not only understood as a form of compliance with formal rules, but also as an expression of academic responsibility, moral identity, and a mechanism for adapting to the higher education system. Students interpret discipline flexibly and contextually, while Minangkabau cultural values reinforce the meaning of discipline as a form of self-control and personal honor. In conclusion, academic discipline at AMIK Bukittinggi is a dynamic and reflective social construct that develops through interactions between institutional values, culture, and individual experiences, and is an important foundation in shaping students' character and professional ethics.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram terhadap Daya Tarik Wisatawan di Desa Wisata Kuliner Sanjai Bukittinggi Cantikamila, Rahmadillah; Januar, Januar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37916

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis explanatory dengan populasi 410 pengikut Instagram @pokdarwissanjai dan sampel 100 responden menggunakan probability sampling (rumus Slovin, margin error 6,4%). Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Form dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS melalui analisis deskriptif dan inferensial. Hasil regresi menunjukkan nilai signifikansi 0,268 (>0,05), R sebesar 0,382, dan R² sebesar 0,146, yang berarti pengaruh Instagram terhadap daya tarik wisatawan hanya 14,6% dan tergolong rendah. Nilai F sebesar 1,242 juga menunjukkan model tidak signifikan. Uji asumsi klasik menunjukkan tidak terjadi multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Kesimpulannya, Instagram @pokdarwissanjai tidak berpengaruh terhadap minat berkunjung ke Desa Wisata Kuliner Sanjai.