Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Komparatif Hasil Belajar Siswa Menggunakan Metode Tanya Jawab & Diskusi Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas VIII di MTs Al-Ihsan Pegambiran Pasaman Barat Wahyuni, Ira; Aprison, Wedra; Januar, Januar; Karim, Hamdi Abdul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini dilatarbelakangi oleh terdapatnya desakan pada guru buat bisa memakai tata cara penataran yang bermacam- macam disamping itu hasil berlatih anak didik belum maksimum memakai tata cara dialog yang diaplikasikan oleh guru, alhasil dengan sedemikian itu dapat mempengaruhi ke dalam hasil berlatih partisipan ajar jadi turun, bersumber pada kasus itu hingga butuh terdapatnya usaha buat hasil berlatih partisipan ajar dengan mempraktikkan tata cara penataran dialog. Riset ini bermaksud buat mengenali hasil berlatih Kepercayaan Adab anak didik kategori VIII di MTS Al- Ihsan Pegambiran Pasaman Barat memakai tata cara dialog lebih bagus dari tata cara pertanyaan jawab. Riset ini ialah riset kuantitatif dengan tata cara quasy penelitian ataupun penelitian. Ada pula konsep yang dipakai The Static Group Comparison ataupun Randomized Control Group Only Design. Populasi pada riset ini merupakan anak didik kategori VIII Mts Al- Ihsan Pegambiran Pasaman Barat sebesar 125 anak didik, sebaliknya ilustrasi didapat dari metode random sampling serta tersaring kategori VIII 3 selaku kategori penelitian serta VIII 4 selaku kategori pengawasan. Riset ini dari 2 elastis ialah tata cara dialog serta pertanyaan jawab( x) selaku elastis leluasa serta hasil berlatih anak didik( Y) selaku elastis terikat. Metode pengumpulan informasi yang dipakai merupakan uji berupa opsi dobel sebesar 15 buah pertanyaan. Analisa informasi yang dipakai merupakan percobaan paired sederhana t- test. Hasil riset membuktikan kalau ada hasil berlatih Kepercayaan Adab anak didik kategori VIII di MTS Al- Ihsan Pegambiran Pasaman Barat memakai tata cara dialog lebih bagus dari tata cara pertanyaan jawab. Perihal itu diamati dari angka penting 0, 000 lebih kecil dari 0, 05. Serta pula memandang angka pada umumnya kategori penelitian sebesar 81, 30769 serta buat pada umumnya kategori pengawasan didapat 70, 42857. Bersumber pada hasil diatas bisa disimpulkan kalau kategori yang mempraktikkan tata cara dialog mempunyai pada umumnya yang lebih besar bila dibanding dengan angka pada umumnya kategori yang mempraktikkan tata cara pertanyaan jawab.
PERUMUSAN VISI DAN MISI PENDIDIKAN ISLAM YANG VISIONER DAN IDEAL : STUDI ANALISIS MANAJEMEN PERENCANAAN PENDIDIKAN Marsona, Khadijah; Yanova, Ekrita; Januar, Januar
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i1.6845

Abstract

Artikel ini membahas tentang perumusan visi dan misi pendidikan Islam yang visioner dan ideal melalui pendekatan kajian pustaka. Pendidikan Islam berperan strategis dalam membentuk pribadi beradab yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki integritas spiritual dan moral sesuai dengan nilai-nilai Islam. Namun, dalam praktiknya, banyak lembaga pendidikan Islam masih menghadapi tantangan dalam merumuskan visi dan misi yang jelas, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Tulisan ini menekankan bahwa visi merupakan gambaran ideal masa depan yang menjadi arah dan motivasi, sedangkan misi merupakan tugas-tugas operasional yang harus dijalankan untuk mencapai visi tersebut. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan manajerial yang komprehensif dalam merumuskan visi dan misi pendidikan Islam agar dapat menjadi pedoman yang efektif untuk menghadapi tantangan global dan membangun generasi yang beradab.
Symbolic Interaction between Teachers and Students in Fostering Effective Classroom Learning Amelia, Rita; Misrawita, Misrawita; Januar, Januar
El-Rusyd Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v10i2.423

Abstract

This study aims to examine the concept of symbolic interaction between teachers and students in the classroom learning process. The meaning of symbols in the context of education plays an important role in forming harmonious social relationships, increasing learning motivation, and strengthening students' self-identity. Teachers are seen not only as conveyors of knowledge, but also as social actors who create symbolic meanings that influence students' behavior and perceptions of the learning process. Symbolic interaction in the classroom occurs not only through verbal communication but also through nonverbal symbols, emphasizing the important role of technology and digital media in changing patterns of symbolic interaction in modern classrooms that present new symbols such as emojis, visual icons, and other forms of digital representation that also influence social meaning in learning. The study was conducted through an analysis of classical and contemporary literature relevant to symbolic interactionism theory, particularly the works of George Herbert Mead and Herbert Blumer, using a qualitative approach and library research methods. The main focus of this study is to analyze how symbols, meanings, and social communication processes between teachers and students contribute to the formation of meaningful learning experiences. The implications of this study can form the basis for the development of symbolic communication-based learning strategies that are adaptive to current social and educational technology changes. Overall, this study emphasizes that understanding symbolic interactions in learning is key to building effective, participatory, and humanistic educational communication.
Analisis Tanggung Jawab Pemerintah, Sekolah dan Orangtua dalam Penyelenggraan Pendidikan: Studi Kasus di SMA Pertiwi 1 Padang Yolanda, Mardivta; Salsabila, Ayunda; Januar, Januar
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tanggung jawab pemerintah, sekolah, dan orang tua dalam penyelenggaraan pendidikan di SMA Pertiwi 1 Padang, serta bagaimana sinergi di antara ketiga pihak tersebut dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari kepala sekolah, guru, orang tua siswa, dan pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Padang. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah berperan dalam pembinaan, pengawasan, dan penyediaan regulasi pendidikan; sekolah bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembelajaran, manajemen kurikulum, dan pembinaan karakter; sedangkan orang tua berperan dalam pengawasan belajar di rumah serta dukungan moral dan material. Sinergi yang terjalin di antara ketiga pihak menciptakan sistem pendidikan yang kolaboratif dan berorientasi pada peningkatan mutu, meskipun masih terdapat kendala komunikasi dan keterbatasan partisipasi sebagian orang tua. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kemitraan tripusat pendidikan sebagai strategi peningkatan kualitas pendidikan berkelanjutan.
Construction of Academic Discipline Meaning by Students in Campus Rules Practice (Qualitative Study at AMIK Bukittinggi) Haruna, Dennis; Karim, Rhafiiqul Azhari; Januar, Januar
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i1.258

Abstract

This study aims to understand how AMIK Bukittinggi students construct the meaning of academic discipline through campus rules and regulations. The issue raised is how discipline is understood, internalized, and applied by students in the context of academic life and the surrounding local culture. This study uses a qualitative approach with a phenomenological design to explore students' subjective experiences through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The results show that academic discipline is not only understood as a form of compliance with formal rules, but also as an expression of academic responsibility, moral identity, and a mechanism for adapting to the higher education system. Students interpret discipline flexibly and contextually, while Minangkabau cultural values reinforce the meaning of discipline as a form of self-control and personal honor. In conclusion, academic discipline at AMIK Bukittinggi is a dynamic and reflective social construct that develops through interactions between institutional values, culture, and individual experiences, and is an important foundation in shaping students' character and professional ethics.
Implementasi Kurikukulum Merdeka dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islam Al Ishlah Kota Bukittinggi Lara, Gita Gusti; Ilmi, Darul; Januar, Januar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37050

Abstract

Penulisan skripsi ini di latar belakangi oleh Latar belakang Banyak faktor dan pertimbangan yang terlibat dalam penerapan kurikulum mandiri dalam pendidikan agama Islam. Pertama, kursus yang membebaskan peserta yang dibesarkan untuk mengembangkan kreativitasnya dapat memotivasi mereka secara intrinsik. Dalam konteks pendidikan Agama Islam, ini berarti peserta didik akan lebih termotivasi untuk mempelajari dan memahami ajaran Islam dengan cara yang kreatif dan relevan dengan konteks kehidupan mereka penelitian mempengaruhi praktik pengajaran ,keterlibatan siswa dan lingkungan sekitarnya. Metodologi penelitian kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat suatu gambar atau deskripsi obyektif terhadap suatu keadaan, pengumpulancatatandilakukan dengan cara wawancara mendalam kepada kepala sekolah dan siswa, observasi berupa observasi di lapangan sambil melakukan observasi. dokumentasi berupa foto kegiatan, absensi dan arsip lainnya bila diperlukan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti tentang implementasi kurikulum mandiri dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA ISLAM AL Ishlah Kota Bukittinggi dapat disimpulkan bahwa bentuk perencanaan implementasi dan evaluasi pada saat proses pembelajaran adalah penelitian. Berkaitan dengan penerapan kurikulum mandiri dalam pembelajaran PAI. Setelah membekali konsep kurikulum belajar mandiri, maka dilakukan perencanaan kurikulum belajar mandiri yang akan diterapkan di kelas. Bentuk perencanaan implementasi kurikulum belajar mandiri dalam pembelajaran PAI di sekolah dasar adalah dengan membuat suatu rencana kurikulum belajar mandiri yang unik. perencanaan. Melaksanakan kurikulum mandiri, termasuk menyiapkan kurikulum operasional unit pengajaran dan merencanakan tujuan penelitian dan pengajaran. Penerapan Kurikulum Pembelajaran Mandiri Ada tiga langkah dalam menerapkan kurikulum pembelajaran mandiri: 1. Pendahuluan. Langkah Pertama bagi Guru untuk Memulai Pembelajaran 2. Implementasi Langkah pertama dalam mengimplementasikan pembelajaran PAI di kelas adalah menguji prototipe. mlearning, yaitu evaluasi pembelajaran PAI di SMA Islam Al-Ishra Bukittinggi. Digunakan oleh guru dalam bentukmengimplementasikan pendidikan agama Islam di kelas adalah menguji coba prototipe. Pembelajaran yaitu Pembelajaran Terbuka dalam Pembelajaran PAI di SMA Islam Al Ishlah Bukittinggi Penilaian pembelajaran dalam pembelajaran PAI yang digunakan guru berupa penilaian formatif dan sumatif