Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pelatihan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran di SMA Lhokseumawe dan Aceh Utara Sayuti, Muhammad; Hasibuan, Arnawan; Baidhawi, Baidhawi; Siregar, Widyana Verawaty; Mariyudi, Mariyudi; Puspasari, Cindenia; Hasibuan, Muhammad Rafif Fadlurrahman; Fadhilati, Nyak Intan; Farizi, Reza Al
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 2, No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK (sekolah menengah kejuruan) dan SMA (Sekolah Menengah Atas merupakan sekolah lanjutan yang lebih banyak menggunakan peralatan-peralatan laboratorium dengan mesin tenaga listrik dan bahan-bahan kimia, terutama di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Program pembelajaran yang menggunakan laboratorium yang menggunakan peralatan dan bahan-bahan kimia mudah terbakar yang kegiatannya berisiko tinggi terhadap bencana kebakaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang betapa pentingnya pengetahuan siswa tentang tanggap darurat kebakaran dan memberikan simulasi dan praktek secara langsung di lapangan terbuka agar lebih mudah dipahami. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara membuat pelatihan simulasi tanggap darurat kebakaran di SMA Lhokseumawe dan Aceh Utara. Metode ini terbagi menjadi 5 tahap yakni Analisis Situasi dan Survei, Penentuan permasalahan prioritas, Solusi Yang diusulkan, Luaran (Outcome), Evaluasi dan Pendampingan. Hasil yang diperoleh dari   kegiatan   ini   adalah   dapat   meningkatkan pengetahuan   dan   keterampilan   dalam menjalankan sikap tanggap darurat terhadap bencana kebakaran.
Edukasi Sustainable Business Dan Social Economic Environment Masyarakat Di Pulau Balai Kepulauan Banyak Siregar, Widyana Verawaty; Hasibuan, Arnawan; Daud, Muhammad; Rafif, Muhammad; Hidayatullah, Ferdy; Lapara, Muhammad Ilham; Qausar, Muhammad
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 2, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Banyak merupakan gugusan pulau yang berada di pesisir pantai Barat Aceh, tepatnya di Kabupaten Aceh Singkil. Kehidupan masyarakat Pulau Banyak masih  sangat bergantung pada laut, terlihat dari sebagian besar masyarakatnya berprofesi  sebagai nelayan. Sedangkan sebagian yang lain berprofesi sebagai wirausaha dan pegawai. Oleh karena itu, masih begitu banyak hal yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sesuai dengan potensi alam yang dimiliki Pulau Banyak. Pulau Balai merupakan salah satu pulau yang memiliki penduduk terpadat di kepulauan Banyak. Pulau Balai ini sejak dahulu merupakan gerbang penjelajahan di gugusan kepulauan banyak. Saat ini pulau Balai dijadikan sebagai transportasi utama dan pusat pemerintahan maupun perekonomian warga Kecamatan Pulau Banyak. Pulau Balai juga sudah ditetapkan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia menjadi Desa Wisata unggulan di Aceh saat ini. Saat ini, Pulau Balai telah menjadi satu pulau yang sedang dikembangkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Singkil sejak Tahun 2002 sebagai daerah tujuan wisata nasional. Namun dari segi strategi pengembangannya dalam konsep ekowisata bahari masih belum terencana secara matang. Harapan akhir dari kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dibidang pariwisata khusunya pengelolaan desa wisata yang nantinya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi dan kelestarian lingkungan masyarakat sebagai upaya pembangunan wilayah secara berkesinambungan dan berlanjut.
Pengembangan Kompetensi Dosen Dalam Penyusunan Proposal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Di Politeknik Aceh Hasibuan, Arnawan; Siregar, Widyana Verawaty; Daud, Muhammad; Hilmi, Hilmi; Ichsan, Ichsan; Ardian, Ardian; Sari, Dewi Maya
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i3.3264

Abstract

Research and community service (P2M) are crucial elements that higher education institutions can undertake to address the challenges and problems faced by society. According to the administrative system in higher education institutions, before initiating a P2M program, a series of processes, including the creation of a proper and correct proposal, are required. This proposal will then be submitted to the LPPM (Institute for Research and Community Service) as the coordinator of P2M activities. The quality of the P2M proposal significantly influences the implementation of these activities. Therefore, the quality and quantity of P2M proposal creation can be improved through training. This article will discuss the training conducted with the main objective of enhancing the ability of lecturers to prepare research and community service proposals within the Aceh Polytechnic environment. The training aims to ensure that lecturers can create proposals that meet administrative standards, thereby obtaining approval and support from the LPPM of Aceh Polytechnic. By improving the lecturers' ability to prepare proper and correct proposals, the quality and quantity of research and community service at Aceh Polytechnic will significantly increase.                   Keywords: P2M; three pillars of higher education; LPPM; research proposal  Abstrak: Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (P2M) adalah elemen krusial yang dapat dilakukan perguruan tinggi untuk mengatasi tantangan dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Berdasarkan sistem administrasi di perguruan tinggi, sebelum dapat memulai program P2M ini maka diperlukan serangkaian proses termasuk pembuatan proposal yang baik dan benar yang nantinya akan diserahkan kepada pihak LPPM selaku koordinator kegiatan P2M. Pembuatan proposal P2M yang berkualitas akan sangat berpengaruh terhadap terlaksananya kegiatan P2M ini, terkait hal tersebut kualitas dan kuantitas pembuatan proposal P2M dapat ditingkatkan dengan dilakukannya pelatihan. Artikel ini akan membahas pelatihan yang dilakukan dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Politeknik Aceh. Pelatihan ini bertujuan memastikan dosen mampu membuat proposal yang memenuhi standar administrasi, sehingga bisa mendapatkan persetujuan dan dukungan dari LPPM Politeknik Aceh. Dengan meningkatnya kemampuan dosen dalam menyusun proposal yang baik dan benar maka juga akan meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di Politeknik Aceh akan mengalami peningkatan yang signifikan. Kata kunci: P2M; tri dharma perguruan tinggi; LPPM; proposal penelitian
PEMANFAATAN APLIKASI PEMBELAJARAN DARING UNTUK MEMBANGUAN GENERASI HEBAT Siregar, Widyana Verawaty; Hasibuan, Arnawan; Nurdin, M. Daud
Jurnal Vokasi Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v5i2.2130

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman tekhnologi penggunaan berbagai macam aplikasi media belajar dan memberikan inspirasi kepada para pengajar untuk memberikan model pembelajaran yang kreatif agar siswa dapat semangat dan tetap mendapatkan pendidikan yang berkualitas sehingga menjadi generasi tangguh dan hebat di masa mendatang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan berbentuk interaksi langsung antara pemateri dengan para pengajar (guru) dengan memberikan secara langsung contoh pelaksaan pekerjaan dengan menginput materi pembelajaran dan absensi melalui aplikasi dibawah lisensi Google dan mencari materi belajar yang menarik sehingga menjadikan materi belajar online terlihat bagus dan menjadi perhatian bagi siswa.
Pencegahan KBGO Guna Membangun Ruang Aman Digital Bagi Anak & Perempuan Muslim di Era Society 5.0 Puspasari, Cindenia; Darnila, Eva; Siregar, Widyana Verawaty; Husniati, Ade Muana; Mardhiah, Ainol
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) sebagai upaya membangun ruang aman digital bagi anak dan perempuan di era Society 5.0, di mana teknologi seperti AI, IoT, dan big data dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah sosial sambil menempatkan manusia sebagai pusatnya. KBGO, sebagai bentuk kekerasan gender yang difasilitasi teknologi (menurut UN Women), mencakup pelecehan online, revenge porn, doxxing, cyberstalking, deepfake pornography, dan hate speech berbasis gender. Dampaknya merusak kesehatan mental korban, terutama generasi muda, serta memperburuk ketidaksetaraan gender dan menghambat partisipasi perempuan di ruang digital. Di Indonesia, kasus KBGO melonjak dan didominasi penyebaran konten intim non-konsensual. Upaya anti-KBGO meliputi strategi edukasi kampanye #AwasKBGO oleh SAFENet, Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) yang diperingati 25 November-10 Desember, serta inisiatif pemerintah melalui KemenPPPA, Komnas Perempuan, dan regulasi seperti UU ITE. Artikel ini berbasis pengabdian masyarakat di Universitas Malikussaleh menggunakan teknik PAS (Problem-Agitate-Solution) untuk edukasi. Strategi pencegahan mencakup edukasi kesadaran masyarakat tentang consent dan etika digital, dukungan korban melalui laporan dan konsultasi psikologis, peran platform digital dalam deteksi konten berbahaya, serta kolaborasi multi-pihak untuk transformasi budaya. Gerakan ini tidak hanya melindungi korban, tetapi juga membangun akhlak generasi muda menuju Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan bebas diskriminasi, dengan ajakan aktif melaporkan kasus ke lembaga terkait.
Democratizing Climate Intelligence Through Localizez Large Language Models for Education and Governance Kusworo, Zulfikar Aji; Siregar, Widyana Verawaty; Ismail, Baharuddin; Hamdhana, Defry
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v8i1.325

Abstract

 AbstractClimate change presents complex challenges in Indonesia, where local governments and communities frequently experience information asymmetry and limited access to expert knowledge, particularly in low-resource and low-connectivity regions. This study aims to develop and evaluate a localized, domain-adapted Large Language Model (LLM) that functions as offline-capable climate knowledge infrastructure for education and local governance in Indonesia. The research method employs a design science research methodology comprising four stages: (1) selection of Qwen3-4B as the base model, (2) curation of an Indonesian climate and energy transition corpus containing approximately 12,400 instruction-response pairs (~38 MB) drawn from national climate policy documents, NDC/RPJMN frameworks, renewable energy guidelines, and educational climate science texts, (3) parameter-efficient fine-tuning using QLoRA with LoRA rank r=16, alpha=32, learning rate 2e-4, 3 epochs, per-device batch size 2 with gradient accumulation 4, and 4-bit NF4 quantization, and (4) offline deployment on consumer-grade hardware with task-oriented evaluation against three baseline models (Qwen3-4B-Thinking, Gemma-3-4B, LLaMa-3.1-8B). The results show that the fine-tuned model (Qwen3-4B-REnewbie v1) achieved a 15.4% perplexity reduction on domain-specific test data and an average qualitative score of 9.3/10 across factual accuracy, reasoning structure, and Bahasa Indonesia language compliance, outperforming all baselines (score range 7.0–8.2). The system operates fully offline on consumer-grade hardware with acceptable inference latency. The conclusion drawn from this study is that localized, resource-efficient LLMs can function as practical climate knowledge infrastructure for vocational education and local governance in Indonesia, aligning with Green AI principles and supporting the democratization of climate intelligence in low-connectivity settings. AbstrakPerubahan iklim menghadirkan tantangan kompleks di Indonesia, khususnya bagi pemerintah daerah dan komunitas lokal yang sering mengalami asimetri informasi dan keterbatasan akses terhadap pengetahuan pakar di wilayah dengan sumber daya dan konektivitas terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi Large Language Model (LLM) yang dilokalkan dan diadaptasi ke domain iklim sebagai infrastruktur pengetahuan iklim berbasis offline untuk pendidikan dan tata kelola lokal di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan design science research yang meliputi (1) pemilihan Qwen3-4B sebagai base model, (2) kurasi korpus iklim dan transisi energi Indonesia berisi sekitar 12.400 pasangan instruksi-respons (~38 MB) dari dokumen kebijakan iklim nasional, kerangka NDC/RPJMN, panduan energi terbarukan, serta teks ilmiah iklim, (3) parameter-efficient fine-tuning berbasis QLoRA (LoRA rank r=16, alpha=32, learning rate 2e-4, 3 epoch, batch size 2 per perangkat dengan gradient accumulation 4, dan kuantisasi 4-bit NF4), dan (4) deployment offline pada perangkat keras kelas konsumen dengan evaluasi berorientasi tugas terhadap tiga baseline (Qwen3-4B-Thinking, Gemma-3-4B, LLaMa-3.1-8B). Hasil penelitian ini menunjukkan model hasil fine-tuning (Qwen3-4B-REnewbie v1) menghasilkan penurunan perplexity sebesar 15,4% pada data uji domain dan skor kualitatif rata-rata 9,3/10 pada dimensi akurasi faktual, struktur penalaran, dan kepatuhan Bahasa Indonesia, mengungguli seluruh baseline (kisaran 7,0–8,2), serta beroperasi sepenuhnya secara offline pada perangkat konsumen dengan latensi inferensi yang dapat diterima. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah LLM yang dilokalkan dan hemat sumber daya dapat berfungsi sebagai infrastruktur pengetahuan iklim yang praktis bagi pendidikan vokasi dan tata kelola lokal di Indonesia, selaras dengan prinsip Green AI dan mendukung demokratisasi kecerdasan iklim di wilayah berkonektivitas terbatas.