Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI EDUKASI MPASI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN ORANG TUA BALITA DI PERKAMPUNGAN ADAT NAGARI SIJUNJUNG Riska Oktaviana; Ira Nurmala; Rery Afianto; Muh Arfah; Erfandi Pratama; Rahma Rizki Nabila
As-Sidanah Vol 7 No 1 (2025): APRIL
Publisher : LP2M Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/assidanah.v7i1.92-102

Abstract

Malnutrition remains a major issue for infants and children under five years old. Stunting is one of nutrition problems among children in Indonesia and continues to be a focal point in health concerns. The 2023 Indonesian Health Survey (SKI) indicates that approximately 1 in 5 children aged 0-59 months in Indonesia suffer from stunting. The aim of this community service is to provide health education to enhance mothers' knowledge and skills in preparing Complementary Feeding (MPASI) and to raise awareness about the long-term impacts of stunting in the Nagari Sijunjung Traditional Village. The results of the pre-test and post-test measuring mothers' knowledge of MPASI showed that the highest percentage of knowledge before the intervention was in the sufficient category, while after the intervention, it improved to the good category. There was a notable increase in the percentage of mothers with good knowledge after receiving educational interventions through counseling and cooking demonstrations. In conclusion, counseling and cooking demonstrations on MPASI can improve mothers' knowledge about MPASI, and it is recommended that health workers optimize mothers' knowledge by conducting repeated face-to-face sessions.
Pengaruh Dukungan Sosial Penghargaan Terhadap Upaya Penerimaan Diri Remaja Penyintas Kekerasan Verbal di Surabaya: The Influence of Self Esteem Social Support on Self-Acceptance Efforts for Adolescent Verbal Abuse Survivors in Surabaya Natasya Dyah Ayu Rahmadani; Ira Nurmala
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i12.2781

Abstract

Latar belakang: Kekerasan verbal banyak terjadi pada lingkungan yang luas, korban yang paling mendasar yakni usia anak-anak hingga berlanjut pada usia remaja, karena faktor penyebab yang terjadi di usia dini akan terus berlanjut pada usia remaja hingga dewasa, akibatnya kekerasan verbal akan menumbuhkan risiko lebih besar dan dampak berkepanjangan. Lembaga PBB untuk anak-anak menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kekerasan pada anak tertinggi se-Asia Tenggara. Data tersebut dikeluarkan oleh Wahana Visi Indonesia pada bulan Juli 2020 dengan hasil 33,8% anak masih mengalami kekerasan verbal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dukungan sosial penghargaan yang diberikan dalam upaya meningkatkan penerimaan diri remaja penyintas kekerasan verbal di Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data langsung melalui wawancara mendalam. Informan penelitian yaitu remaja penyintas kekerasan verbal di Surabaya yang terhubung dengan komunitas Rumah Remaja Surabaya. Data yang didapatkan akan dianalisis secara kualitatif dan menggunakan metode triangulasi sumber untuk memeriksa keabsahan data. Hasil: Sebagian besar informan penelitian utama mengatakan bahwa mereka mendapatkan pujian dan pengertian dari beberapa lingkungannya. Selain itu, seluruh informan penelitian utama mengatakan bahwa mereka mendapatkan dukungan diterima di lingkungan tinggalnya diantaranya karena mereka tidak kembali disalahkan atau dipojokkan, dimengerti, dan mendukung remaja penyintas dalam melalui hal sulit pasca kekerasan verbal terjadi. Sumber dukungan ini bisa berasal dari keluarga dan teman. Kesimpulan: Penyintas kekerasan verbal di Surabaya mendapatkan dukungan penghargaan berupa pujian, dimengerti dan diterima lingkungan tinggal, sebagian besar dukungan penghargaan berasal dari teman dan keluarga.
Pengaruh Dukungan Sosial Emosional Terhadap Upaya Penerimaan Diri Remaja Penyitas Kekerasan Verbal di Surabaya: The Effect of Emotional Social Support on Self-Acceptance of Adolescent Verbal Violence Survivors in Surabaya Hilma Ulya; Natasya Dyah Ayu Rahmadani; Ira Nurmala
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.2865

Abstract

Latar belakang: Dari survey yang dihasilkan oleh KPAI bahwa anak sering menyatakan mengalami kekerasan verbal dari kedua orang tua seperti mendapat perlakuan dimarahi 56%, dibandingkan 34%, dibentak 23%, dipelototi 13%. Hal ini menunjukkan bahwa kekerasan secara verbal dapat terjadi di berbagai lingkungan manapun dengan situasi apapun, padahal kekerasan verbal akan berpengaruh pada perkembangan anak secara psikologis, akibatnya anak akan kesulitan dalam belajar, memiliki gangguan emosi, memiliki konsep diri rendah, agresivitas, memiliki hubungan social yang lemah, bahkan dapat berujung pada bunuh diri. Oleh karena itu, diperlukan sebuah upaya untuk meningkatkan self-acceptance pada korban dan penyitas kekerasan verbal dengan melakukan dukungan social emosional kepada penyitas kekerasan verbal. Tujuan: Untuk mengetahui bentuk dukungan social emosional yang diberikan dalam upaya meningkatkan penerimaan diri (self-acceptance) remaja penyitas kekerasan verbal di Surabaya. Metode: Jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data indeph interview. Informan penelitian adalah remaja penyintas kekerasan verbal di Surabaya yang terhubung dengan komunitas Rumah Remaja Surabaya. Data yang didapatkan dianalisis kualitatif menggunakan metode triangulasi sumber untuk memeriksa kebenaran data. Hasil: Sebagian besar informan utama menyatakan sudah mendapatkan dukungan social emosional berupa kelimat motivasi positif dari lingkungan, namun belum mendapatkan dari tenaga kesehatan. 3 informan utama sudah mendapatkan dorongan social emosional dari keluarga, 2 dari teman, namun belum mendapatkan dari tenaga kesehatan. Informan kunci menyatakan bahwa sudah memberikan wadah pendampingan tenaga kesehatan psikolog bagi penyitas kekerasan verbal. Kesimpulan: Penyitas kekerasan verbal telah mendapatkan dukungan emosional dari keluarga dan teman berupa pesan positif, namun belum memiliki dukungan emosional dari tenaga kesehatan seperti psikolog dan psikiater
Pengaruh Dukungan Sosial Instrumental terhadap Upaya Penerimaan Diri Remaja Penyintas Kekerasan Verbal di Surabaya : The Effect of Instrumental Social Support on Self-Acceptance of Adolescent Verbal Violence Survivors in Surabaya Pambudi, Tesalonika Arina; Natasya Dyah Ayu Rahmadani; Ira Nurmala
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3371

Abstract

Latar belakang: Kekerasan verbal yang terjadi di Indonesia mengalami peningkatan pada masa pandemi COVID-19. UNICEF menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kekerasan pada anak tertinggi se-Asia Tenggara. Menurut data Wahana Visi Indonesia pada Juli 2021, sebanyak 33,8% anak mengalami kekerasan verbal. Kekerasan verbal berpotensi memberikan dampak besar dan berkepanjangan pada anak apabila tidak segera dicegah ataupun dihentikan. Tujuan: Mengetahui bentuk dukungan sosial instrumental yang didapatkan dalam upaya meningkatkan penerimaan diri remaja penyintas kekerasan verbal di Surabaya Metode: Desain penelitian kualitatif melalui indepth interview. Informan penelitian yakni remaja penyintas kekerasan verbal di Surabaya yang terhubung dengan komunitas Rumah Remaja Surabaya. Data dianalisis secara kualitatif dan menggunakan metode triangulasi sumber untuk memeriksa keabsahan data. Hasil: Seluruh informan utama yakni remaja penyintas kekerasan verbal berjumlah 7 orang mengatakan bahwa mereka membutuhkan dukungan instrumental berupa teman bicara atau ditemani seseorang, selain itu 6 dari 7 remaja penyintas kekerasan verbal mengatakan belum mendapatkan dan memerlukan konseling dengan tenaga medis professional serta pengobatan. Kesimpulan: Penyintas kekerasan verbal di Surabaya mendapatkan dukungan instrumental terbesar berupa teman bicara dari teman sebaya, dukungan instrumental dari keluarga yang terbatas karena kurang keterbukaan, dan belum mendapat dukungan instrumental dari tenaga profesional.
Kontrol Perilaku dalam Adiksi Menggunakan Media Sosial pada Remaja: Behavior Control in Addiction Using Social Media in Adolescents Nabila Zahrotul Maliha; Ira Nurmala
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3554

Abstract

Latar belakang: Saat ini, remaja tumbuh bersama adanya perkembangan teknologi yang masif, tidak terkecuali dengan media sosial. Media sosial menjadi faktor penting dalam rutinitas sehari-hari remaja. Penggunaan media sosial secara terus menerus dapat menimbulkan adiksi, dimana remaja akan merasa tidak puas dengan aktivitas keseharian mereka. Ketergantungan dalam rutinitas menggunakan media sosial ini dapat merubah gaya hidup remaja terutama pada kesehatan mental mereka. Salah satu faktor dari adanya adiksi ini adalah kontrol perilaku. Tujuan: Untuk mendeskripsikan hubungan kontrol perilaku dengan adiksi menggunakan media sosial. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional tanpa adanya tindakan lanjut oleh peneliti. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden merupakan anak remaja berumur 15-18 tahun yang berlokasi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Surabaya. Jumlah responden adalah 206 siswa SMAN 2 Surabaya yang dipilih dari teknik simple random sampling. Hasil: Hasil data didapatkan dari kuesioner yang disebarkan secara online dengan google form yang berisi pertanyaan mengenai kontrol perilaku remaja terhadap penggunaan media sosial. Hasil data kemudian diolah dengan software statistik SPSS menggunakan metode chi-square. Data penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kontrol perilaku dengan perilaku adiksi media sosial dengan nilai p = 0,000 Kesimpulan: Perilaku adiksi menggunakan media sosial pada remaja memiliki banyak faktor salah satunya faktor internal yang muncul dalam diri mereka. Ada hubungan bahwa remaja yang memiliki kontrol perilaku yang positif atau menyetujui akan memiliki adiksi menggunakan media sosial.
Pengembangan Potensi Anak Pesisir melalui Pembelajaran Literasi Dasar dan Seni Kreatif Berbasis Komunitas Hasmita Hasmita; Alfilnah Alfilnah; Sri Ayu; Sarmawan Muin; Idham Cholid; Muhammad Al Rajab; Fajar Kurniawan; Sultan Andilah; Tawakkal Tawakkal; Lisnawati Lisnawati; Efa Kelya Nasrun; Ira Nurmala
Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat. Vol. 4 No. 1 (2026): February: Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/natural.v4i1.2069

Abstract

Children living in coastal areas face various challenges in developing their literacy and creative potential due to limited access to non-formal educational facilities and adequate learning resources. This condition results in low stimulation of reading, writing, communication, and creative expression skills from an early age. This community service activity aims to develop the potential of coastal children through basic literacy learning and community-based creative arts in Wawatu Village, North Moramo District, South Konawe Regency. The method applied is a community-based participatory approach with an experiential learning design, actively involving children in various educational activities such as shared reading, storytelling, drawing, coloring, singing, reading children’s poetry, and group-based educational games. Data were collected through participatory observation, brief interviews with children, parents, and community leaders, as well as simple questionnaires to assess participants’ responses and satisfaction levels. The results indicate high enthusiasm among the children, with most participants stating that they were very happy and happy to take part in the entire series of activities. The children became more active in interacting, more confident in expressing their opinions, and showed increased interest in reading and artistic activities. In addition, parents and community leaders expressed positive responses, as the program was considered to provide a contextual and meaningful alternative learning experience. This activity demonstrates that the integration of basic literacy learning and community-based creative arts is an effective approach to holistically developing the cognitive, social, and emotional abilities of coastal children while strengthening the role of the community in supporting children’s sustainable growth and development.
Subjective Norms of Health Students Related to Parent's Social Control on Intention to Stop Smoking Ahsanu Bil Husna; Ira Nurmala; Erdi Istiaji; Erwin Nur Rif'ah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2024.15.1.116-131

Abstract

Smoking among students is a significant global issue. Health students, expected to be knowledgeable about smoking dangers and serve as role models, are found to engage in smoking behavior, which is concerning. This study aimed to analyze health students' perceptions regarding parental social control and their intention to quit smoking using the Theory of Planned Behaviour, specifically focusing on the role of subjective norms. The study used a descriptive qualitative approach with a phenomenological methodology involving in-depth interviews and observations. The research was conducted in Jember Regency with five primary informants, health students at the University of Jember, and key informants who were close friends and parents of primary informants. Data processing used the interactive data analysis model proposed by Miles and Huberman, involving three steps: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The study found that health students who smoke positively perceived their parents' opinions and social support regarding smoking cessation behavior. They viewed their parents' efforts to prevent them from smoking as beneficial and effective in influencing their behavior. health students who smoke acknowledged that the social control exerted by their parents was crucial in helping them overcome their smoking habits. Most health students who smoke expressed a strong intention to quit smoking, indicating a willingness to change their behavior in response to the support they received from their parents. The study suggests that parents should set a good example and communicate effectively to influence adolescent smoking behavior. Health students and health offices can also support this effort through smoking cessation activities and education.
Pengaplikasian Teori Precede Proceed Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Kelurahan Sidotopo Amalia Ayu Mandasari; Ira Nurmala
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 1 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i1.2021.16-23

Abstract

Latar Belakang: Sebuah pemberdayaan masyarakat berguna untuk memampukan dan memandirikan masyarakat. Dimana begitu banyak permasalahan masyarakat yang ada, salah satunya permasalahan kesehatan, seperti  lingkungan yang tercemar oleh sampah. Permasalahan akibat sampah dapat berdampak pada 25% ikan yang mengandung plastik, 80% sampah yang berada di laut merupakan sampah dari darat, merusak lingkungan sekitar, menyebabkan penyakit seperti disentri dan DBD serta dapat juga menurunkan derajat kesehatan masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut. Salah satu wilayah yang mengalami permasalahan sampah adalah Kelurahan Sidotopo, tepatnya di wilayah RW XI, Kota Surabaya.Tujuan: Untuk membantu masyarakat RW XI agar dapat meningkatkan kesadaran tentang kesehatan lingkungan serta memampukan masyarakat untuk menanggulangi permasalahan yang ada pada lingkungannya. Metode: Proses pemberdayaan masyarakat RW XI Kelurahan Sidotopo Kota Surabaya dengan sasaran penelitian masyarakat yang memiliki balita dan dilakukan pada tanggal 26 Desember 2019 hingga 31 Januari 2020. Metode yang digunakan yaitu dengan metode deskriptif kualitatif dengan design cross sectional dan untuk melakukan implementasi menggunakan kerangka teori precede proceed.Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian berupa masyarakat dapat terbantu untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan lingkungan serta memampukan masyarakat untuk menanggulangi permasalahan yang ada pada lingkungannya.Kesimpulan: Pembentukan kebijakan oleh masyarakat sekitar dan pembentukan laskar sebagai pelopor kesehatan masyarakat di wilayah RW XI Kelurahan Sidotopo Kota Surabaya.
Niat Mahasiwa di Surabaya untuk Berhenti Mengonsumsi Minuman Beralkohol Menggunakan Teori Attitude Towards Behavior Denita Mayasari Sitio; Zulfa Kevaladandra; Ira Nurmala
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 2 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i2.2021.205-212

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Minuman beralkohol dikaitkan dengan risiko bertambahnya masalah kesehatan seperti ketergantungan alkohol, sirosis hati, kanker dan cedera. Hubungan kausal terbaru oleh temuan penelitian adalah mengonsumsi alkohol mengakibatkan kejadian penyakit menular seperti tuberkulosis dan HIV/AIDS. Efek dari penggunaan alkohol adalah sekitar 3,3 juta kematian setiap tahun. Jadi, bahaya penggunaan alkohol menyumbang 5,9% dari semua kematian di seluruh dunia.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan niat mahasiswa di Surabaya untuk berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.Metode: Penelitian dilakukan mulai dari Oktober 2017 – Oktober 2018. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang didukung dengan teknik in-depth interview. Informan dari penelitian ini terdiri dari dua kategori yaitu informan kunci dan informan. Adapun informan kunci adalah mahasiswa di Surabaya yang berusia 18-21 tahun, mengonsumsi minuman beralkohol dan memiliki keinginan untuk berhenti mengonsumsi minuman beralkohol. Sedangkan informan adalah teman dekat dari informan kunci. Jumlah informan penelitian adalah 18 orang. Informan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu informan kunci dan informan. Informan kunci terdiri dari 7 orang, sedangkan informan terdiri dari 6 orang teman dekat informan kunci dan 5 orang pengurus yayasan ORBIT (Our Right To Be Independent) Surabaya. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik snowball sampling yang dimulai dari informan kunci, kemudian informan kunci akan memberikan petunjuk untuk informan selanjutnya. Adapun analisis data dilakukan dengan melakukan pengambilan data hingga membuat kesimpulan.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan mempercayai adanya dampak negatif akibat dari mengonsumsi minuman tersebut.Kesimpulan: Sebagian besar informan kunci memiliki attitude toward behavior (sikap terhadap perilaku) positif untuk berhenti mengonsumsi minuman beralkohol yang berasal dari evaluasi saat mengonsumsi minuman beralkohol dan mempercayai adanya dampak negatif akibat dari mengonsumsi minuman tersebut. Saran untuk peneliti lainnya diharapkan agar dapat mencari intervensi yang efektif dalam penanganan penyalahgunaan alkohol di kalangan remaja.Kata kunci: mahasiswa, minuman beralkohol, sikap
Threat appraisal and prevention of risky sexual behavior among high school students in Indonesian: the mediating roles of response efficacy and self-efficacy Erni Gustina; Ira Nurmala; Nunik Puspitasari
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 15, No 3: June 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v15i3.38765

Abstract

Premarital sexual behavior among adolescents remains a public health concern. However, school programs often focus on risk perception without showing how perceived threat can lead to protection. This study examined the influence of threat appraisal (severity and vulnerability) on the prevention of premarital sexual behavior through response efficacy and self-efficacy as mediators. A cross-sectional survey was conducted among 333 high school students selected by multistage sampling. Likert-scale measures assessed severity, vulnerability, response efficacy, and self-efficacy. The model was analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) with bootstrapping (α=0.05). Most participants reported no premarital sexual behavior (66.1%). Severity and vulnerability positively predicted response efficacy and self-efficacy, with severity exerting a stronger effect. Response efficacy and self-efficacy were negatively linked to premarital sexual behavior (p<0.05), meaning that higher coping appraisal (the ability to handle risky situations) was associated to lower risk behavior. Indirect effects from severity and vulnerability to behavior through both mediators were significant. The model explained 34% of the variance in premarital sexual behavior. Threat appraisal reduced premarital sexual behavior mostly by improving coping appraisal. Thus, school-based interventions should combine risk communication with the development of refusal, negotiation, and self-confidence skills to support protection.
Co-Authors Afina Puspita Zari Ahsanu Bil Husna Ahsanu Bil Husna Al, Rajab Aldri Frinaldi Alfi Makrifatul Azizah Alfilnah Alfilnah Alfilnah Alfiyan Dharma Yuda Alma Feriyanti Amalia Ayu Mandasari Aprillia Nurhayati Arwan Asma Nadia Aulia Dikmah Kiswahono Caitlin McClure-Thomas Carmen Lim Cholid, Idham Citra Ahiyanasari Ervina Ahiyanasari Daniar Dwi Ayu Pamela Dayinta Annisa Syaiful Deden Dwiprasetya Denita Mayasari Sitio Desak Made Sintha Kurnia Dewi Devy Mulia Sari Devy, Shrimarti R Dian Arie Sushanty Diansanto Prayoga Dominikus Raditya Atmaka Edi Dwi Riyanto Efa Kelya Nasrun Eko Agus Cahyono Elisa Dwi P Erdi Istiaji Erfandi Pratama Erni Gustina Erwin Nur Rif&#039;ah Erwin Nur Rif'ah Eva Ardiana Evana Nisa'ul Ammar Fajar Kurniawan Fajar Kurniawan Fatah, Mohammad Zainal Fercindilia Fercindilia Ferina Agustia Yuarta Firman Suryadi Rahman Fitri Fausiah Fitri Kurniawati Ghea Farassania Hargono, Rahmat Hasmita Hasmita Hasmita Hidayat, Sho’im Hilma Ulya Husna, Ahsanu Bil Imas Elva Khoiriyah Intan Arimurti Irman Idrus Isma Faridatus Sholihah Janni Leung Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Kaima Ishmata Rianti Kholifatul Mardiah Kiki Mellisa Andria Kurnia Dwi Artanti Lisnawati Lisnawati Lisnawati Mahmudah Mahmudah Mandagi, Ayik Mirayanti Marheni Fadilah Harun Moch Yusron Mochammad Bagus Qomarrudin Mochammad Bagus Qomaruddin Muh Arfah Muhamad Ramadhan Salam Muhammad Al Rajab Muhammad Luthfi Abdul Ghaffar Muji sulistyowati Muthmainnah Muthmainnah Nabila Khusna Amalia Nabila Zahrotul Maliha Nadhiroh, Siti R Nadiya Istighfaara Nafiatus Sintya Deviatin Natasya Dyah Ayu Rahmadani Nendy Putra Salsabila Noviani Munsir Noviyanti, Tausyiah Rohmah Nunik Puspitasari Nur Alam Fajar Nur Alifia Hera Nurfitriyana Rahmat Nurhayati, Aprillia Nurina Dewi Ayu Dewi Nurma Afiani Nurul lailatul badriyah Oedojo Soedirham Pambudi, Tesalonika Arina Pratama, Erfandi Puspikawati, Septa Indra Rachmat Hargono Rahayu Aprianti Rahma Rizki Nabila Rahmayanti, Riris Rania Fatrizza Pritami Rery Afianto Reza Fajrinmuha Riris Diana R Risah Bellah Susanto Riska Oktaviana Riska Oktaviana Santi Martini Sarmawan Muin Sebayang, Susy Katikana Shirmarti Rukmini Devy Shofwanto Adhi Isnanda Shrimarti Rukmini Devy Siti Rahayu Nadhiroh Sofa Nutrima Rismawati Sri Ayu Sri Widati Sri Widati Sudarmaji, Sudarmaji Sultan Andilah Syaiful Katadi Syifa’ul Lailiyah Tawakal Tawakkal Tawakkal Teti Susliyanti Hasiu Tri Martiana Widowati, Syafira Wahyu Wisny Madaniansyah Yuli Puspita Devi Zulfa Kevaladandra Zulfa Kevaladandra Zulfikar