p-Index From 2021 - 2026
7.438
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Diskursus Islam Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Al-Maslahah JURNAL PUSAKA : Media Kajian dan Pemikiran Islam Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Journal Idea of History JPMB: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Berkarakter Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) MAQASHID : Jurnal Hukum Islam Jurnal Aksi Afirmasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan Tanjak: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Journal of Islamic History Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) Jurnal Pendidikan dan Perhotelan Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Concept: Journal of Social Humanities and Education Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Research Student Interdiciplinary Journal of Education Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Media Akademik (JMA) Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara QAZI : Journal of Islamic Studies Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Indonesian Journal of Sharia and Socio-Legal Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Nilai-Nilai Manajemen Mutu Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Biba’afadlrah Malang Muhammad Husni; Almaniatu Inda Rahmania
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.1894

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu agenda strategis dalam pembangunan nasional karena berperan penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan berdaya saing global. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen mutu berbasis nilai-nilai Islam di MI Biba’afadlrah Malang, termasuk integrasi prinsip-prinsip keislaman dalam perumusan visi, misi, kurikulum, proses pembelajaran, dan evaluasi mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan tahapan kondensasi data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen mutu berbasis nilai Islam di MI Biba’afadlrah tercermin dalam penguatan visi dan misi berlandaskan Qur’ani, pengintegrasian nilai-nilai religius dalam kurikulum, peningkatan kompetensi guru, pembentukan karakter peserta didik, serta penerapan sistem pengawasan dan evaluasi yang transparan dan akuntabel. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi manajemen mutu dan nilai-nilai keislaman mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk generasi berakhlakul karimah, kompeten, dan adaptif terhadap tantangan era globalisasi.
Urgensi Pendidikan Akidah dalam Membentuk Karakter Remaja Muslim Muhammad Husni; Zulfan Syahansyah; Setiawan, Edy
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i3.1953

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin dinamis menuntut generasi muda memiliki fondasi karakter yang kuat, khususnya di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pendidikan akidah dalam membentuk karakter remaja muslim dengan menelaah strategi internalisasi nilai, tantangan implementasi, serta efektivitas metode pembelajaran yang digunakan di lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan santri kelas 3 Ulya, guru agama, orang tua, dan tokoh masyarakat di Madrasah Diniyah An-Nur Malang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akidah berperan signifikan dalam membentuk kesadaran spiritual, menguatkan kecerdasan emosional, dan mendorong perilaku moral positif pada remaja. Internalisasi nilai tauhid, muraqabah, dan iman kepada hari akhir membangun integritas pribadi serta memperkuat kesadaran sosial. Selain itu, pembelajaran akidah yang inovatif dan kontekstual melalui experiential learning, gamifikasi, dan integrasi teknologi digital meningkatkan efektivitas internalisasi nilai
Jual Beli Menurut Imam Syafi’i; Study Kasus Pasar Gondanglegi Siti Rohmah Muyassaroh; Muhammad Husni
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i1.838

Abstract

Jual beli diatur dengan ketat untuk memastikan bahwa transaksi dilakukan dengan adil dan sesuai dengan syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik jual beli di Pasar Gondanglegi berdasarkan perspektif Imam Syafi’i. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui teknik observasi dan wawancara mendalam dengan pedagang dan pembeli di pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun banyak transaksi yang dilakukan mengikuti prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh Imam Syafi’i, seperti adanya ijab dan qabul serta transparansi harga, terdapat beberapa praktik yang tidak sepenuhnya sesuai dengan syarat-syarat syariah, termasuk keberadaan warung kopi cetol yang melanggar nilai-nilai Islam. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya pemahaman tentang rukun dan syarat jual beli untuk memastikan keadilan dalam transaksi, serta perlunya edukasi bagi masyarakat agar dapat menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam praktik ekonomi sehari-hari.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Berbantuan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Kelas IV di SD Negeri 1 Sapit Kecamatan Suela Tahun Pelajaran 2025/2026 Rukhwatul Ulfah; Zohrani; Zalia Muspita; Muhammad Husni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33301

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the influence of the cooperative learning model type make a match assisted by picture media on the Civics learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 1 Sapit, Suela District, in the academic year 2025/2026. The type of research used is quantitative experimental with a pre-experimental design, specifically the one-group pretest-posttest type. The research sample consisted of 21 fourth-grade students. The data collection techniques used were multiple-choice tests and observation. Based on the results of the study, the average pretest score was 56.71 and the posttest score was 74.67. The Shapiro-Wilk normality test showed that T₃ > P-Value for both the pretest and posttest, indicating that both data sets were normally distributed. The hypothesis test was calculated using the paired sample t-test, which yielded a t-count of 10.15 and a t-table of 2.086, obtained from df = n - 1 = 21 – 1 = 20 with a significance level of 0.05. Since t-count = 10.15 > t-table = 2.086, it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that the cooperative learning model type make a match assisted by picture media has a significant effect on Civics learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 1 Sapit, Suela District, Academic Year 2025/2026.
Analisis Analisis Pendekatan CRT (Culturally Responsive Teaching) Melalui Budaya Lokal Begawe Dalam Penanaman Nilai-nilai Pancasila Siswa Kelas IV SDN Barelantan nurhayani, risya; Muhammad Husni; Yul Alfian Hadi; Rohini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33730

Abstract

  This study aims to analyze the implementation of the culturally responsive teaching (CRT) approach through the local culture of Begawe in instilling Pancasila values in fourth-grade students at SDN Barelantan. The research employed a qualitative method with a narrative approach, using observation, interviews, and documentation as data collection techniwues. The findings reveal that the Begawe  tradition, as a local culture of the Sasak community, embodies values aligned with Pancasila, such as mutual cooperation, togetherness, deliberation, tolerance, and social jutice. Through the implementation of CRT, teachers lonk learning materials with students cultural experiences, making learning more contextual and meaningful. This process enhances student engagement, encourages active participation in discussions, collaboration in group work, and respect for peers opinions. Keywords: Culturally Responsive Teaching, Local Culture, Pancasila Values ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) melalui budaya lokal Begawe dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila pada siswa kelas IV SDN Barelantan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif melalui observasi, wawncara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi Begawe, sebagai budaya lokal masyarakat Sasak, memuat nilai-nilai yang selaras dengan Pancasila, seperti gotong royong, kebersamaan, musyawarah, toleransi, dan keadilan social. Melalui penerapan CRT, guru mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman budaya siswa sehingga pembelajaran menjadi kontekstual dan bermakna, proses ini meningkatkan keterlibatan siswa, mendorong mereka lebih aktif berdiskusi, bekerja sama dalam kelompok, dan menghargai pendapat teman.    Kata Kunci: Culturally Responsive Teaching, Budaya Lokal, Nilai-nilai Pancasila
Konsep Pendidikan Islam Prof. Dr. H. Muhaimin, MA: Menjawab Tantangan Era Modern Aisyah Nindi Antika; Muhammad Husni
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i1.809

Abstract

Prof. Dr. H. Muhaimin, MA, seorang akademisi di UIN Malik Ibrahim Malang, mengemukakan konsep pendidikan Islam yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan konsep pendidikan islam Prof.Dr.H.Muhaimin,MA. Sertta relevansinya dengan tantangan zaman modern, seperti kemajuan teknologi, globalisasi, dan krisis moral yang dihadapi masyarakat. Pendekatan dala penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pendidikan Islam di era sekarang harus mampu menjawab dinamika zaman yang serba cepat dan berubah, sambil tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar ajaran Islam. Dalam konteks ini, pendidikan Islam tidak hanya terbatas pada aspek pengajaran agama, tetapi juga harus mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan duniawi yang relevan dengan perkembangan zaman. Prof. Muhaimin mengajukan pendekatan holistik dalam pendidikan Islam yang tidak hanya mencakup pembelajaran teori, tetapi juga pengembangan karakter dan akhlak para pelajar.
Peran Guru Dalam Mengembangkan Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Hidayatulloh; Muhammad Husni
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i1.817

Abstract

Pendidikan karakter di pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, bermoral, dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran guru dalam mengembangkan pendidikan karakter di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1, dengan fokus pada implementasi nilai-nilai akhlak seperti kejujuran, disiplin, dan integritas. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa guru di pesantren tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan yang memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Guru menggunakan berbagai metode, termasuk keteladanan, pembiasaan positif, dan pendekatan diskusi untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan waktu, keragaman latar belakang santri, dan minimnya pelatihan untuk guru, pesantren berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter melalui kolaborasi dengan pengelola pesantren dan pemanfaatan tradisi lokal. Pendidikan karakter di pesantren juga mengintegrasikan dimensi spiritual dan sosial, menjadikannya model pendidikan yang relevan untuk mengatasi tantangan moral di era modern.
Digitalisasi Pesantren Melalui Presensi Digital Berbasis Aplikasi Android di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan Mar’atul Fitriayu Azizah; Muhammad Husni
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i1.841

Abstract

Digitalisasi pesantren menjadi langkah strategis dalam mempercepat modernisasi sistem pendidikan berbasis pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan digitalisasi pesantren melalui presensi digital berbasis aplikasi androik di madrasah diniyah pondok pesantren ngalah purwosari pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa adanya inovasi yang dapat dilakukan oleh pesantren adalah dengan digitalisasi pondok pesantren. Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan sebagai salah satu pesantren yang memiliki ribuan santri telah terbuka terhadap perkembangan zaman yang dibuktikan dengan pengembangan aplikasi presensi digital yang disebut dengan SiMadin Dartaq. Aplikasi SiMadin Dartaq digunakan oleh seluruh pengajar pendidikan non-formal yaitu madrasah Diniyah Darut Taqwa yang ada di Pesantren Ngalah. Aplikasi ini memiliki menu dan submenu yang memiliki manfaat masing-masing. Penggunaan aplikasi ini memerlukan barcode kartu santri dan kitab untuk dapat di scan dengan kepentingan kehadiran dan kelengkapan kitab. Aplikasi ini dapat mengekspor beberapa rekapitulasi dari administrasi madrasah diniyah yang sedang dilaksanakan.
Strategi Pengembangan Kurikulum Pesantren di Pondok Nurul Huda Alfatun Nisak; Muhammad Husni
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i1.848

Abstract

Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan moderasi dalam beragama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi pengembangan kurikulum pesantren di Pondok Nurul Huda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berpusat pada Pondok Pesantren Nurul Huda yang menganut metode pendidikan tradisional, yang bertujuan untuk menyeimbangkan pendekatan klasik dengan relevansi modern. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kurikulum di pesantren memiliki ciri khas yang sangat kuat, terutama dalam mempertahankan budaya lokal yang melekat pada masyarakat Indonesia. Meskipun tidak selalu terstruktur secara formal seperti di lembaga pendidikan lainnya, pesantren berhasil menghasilkan pendidikan yang maksimal dengan pendekatan yang unik. Kurikulum di pesantren, khususnya Pondok Nurul Huda, lebih mengutamakan pembelajaran ilmu agama Islam melalui kajian kitab-kitab klasik. Dengan sistem yang lebih berbasis pada tradisi dan peran aktif kiai dalam menentukan materi ajar, pesantren tetap mampu mempertahankan nilai-nilai ajaran agama yang kokoh. Kajian ini masih cukup sederhana dan memiliki beberapa keterbatasan, baik dari segi ruang lingkup maupun metode yang digunakan.
Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Keilmuan Pesantren: Studi MI Biba’afadlrah Turen Malang Almaniatu Inda Rahmania; Muhammad Husni
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i1.849

Abstract

Pondok pesantren menghadirkan sejumlah persoalan pengembangan kurikulum unik yang memerlukan pertimbangan matang. Diantaranya adalah penerapan kurikulum terhadap tujuan pendidikan Islam dan tuntutan kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kurikulum pendidikan agama islam berbasis keilmuan pesantren. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pengembangan Standar Kompetensi Lulusan dalam kurikulum pesantren yang menganut 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu agama Islam, tetapi juga memiliki karakter mulia, keterampilan hidup, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Lulusan pesantren diharapkan mampu berkontribusi secara positif di masyarakat, baik dalam konteks keagamaan maupun sosial-ekonomi. Untuk itu, pengembangan kurikulum berbasis pesantren yang mengintegrasikan ilmu agama dengan keterampilan praktis dan nilai-nilai karakter sangat penting dalam mencapai tujuan tersebut. Pesantren masih berfungsi sebagai lembaga  pendidikan, penyebaran  ilmu  pengetahuan  agama (tafaqquh  fi  addin),  pengendalian  sosial, dan rekayasa sosial atau engineering sosial.