Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Digitalisasi Pesantren Melalui Presensi Digital Berbasis Aplikasi Android di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan Mar’atul Fitriayu Azizah; Muhammad Husni
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i1.841

Abstract

Digitalisasi pesantren menjadi langkah strategis dalam mempercepat modernisasi sistem pendidikan berbasis pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan digitalisasi pesantren melalui presensi digital berbasis aplikasi androik di madrasah diniyah pondok pesantren ngalah purwosari pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa adanya inovasi yang dapat dilakukan oleh pesantren adalah dengan digitalisasi pondok pesantren. Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan sebagai salah satu pesantren yang memiliki ribuan santri telah terbuka terhadap perkembangan zaman yang dibuktikan dengan pengembangan aplikasi presensi digital yang disebut dengan SiMadin Dartaq. Aplikasi SiMadin Dartaq digunakan oleh seluruh pengajar pendidikan non-formal yaitu madrasah Diniyah Darut Taqwa yang ada di Pesantren Ngalah. Aplikasi ini memiliki menu dan submenu yang memiliki manfaat masing-masing. Penggunaan aplikasi ini memerlukan barcode kartu santri dan kitab untuk dapat di scan dengan kepentingan kehadiran dan kelengkapan kitab. Aplikasi ini dapat mengekspor beberapa rekapitulasi dari administrasi madrasah diniyah yang sedang dilaksanakan.
Strategi Pengembangan Kurikulum Pesantren di Pondok Nurul Huda Alfatun Nisak; Muhammad Husni
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i1.848

Abstract

Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan moderasi dalam beragama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi pengembangan kurikulum pesantren di Pondok Nurul Huda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berpusat pada Pondok Pesantren Nurul Huda yang menganut metode pendidikan tradisional, yang bertujuan untuk menyeimbangkan pendekatan klasik dengan relevansi modern. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kurikulum di pesantren memiliki ciri khas yang sangat kuat, terutama dalam mempertahankan budaya lokal yang melekat pada masyarakat Indonesia. Meskipun tidak selalu terstruktur secara formal seperti di lembaga pendidikan lainnya, pesantren berhasil menghasilkan pendidikan yang maksimal dengan pendekatan yang unik. Kurikulum di pesantren, khususnya Pondok Nurul Huda, lebih mengutamakan pembelajaran ilmu agama Islam melalui kajian kitab-kitab klasik. Dengan sistem yang lebih berbasis pada tradisi dan peran aktif kiai dalam menentukan materi ajar, pesantren tetap mampu mempertahankan nilai-nilai ajaran agama yang kokoh. Kajian ini masih cukup sederhana dan memiliki beberapa keterbatasan, baik dari segi ruang lingkup maupun metode yang digunakan.
Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Keilmuan Pesantren: Studi MI Biba’afadlrah Turen Malang Almaniatu Inda Rahmania; Muhammad Husni
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i1.849

Abstract

Pondok pesantren menghadirkan sejumlah persoalan pengembangan kurikulum unik yang memerlukan pertimbangan matang. Diantaranya adalah penerapan kurikulum terhadap tujuan pendidikan Islam dan tuntutan kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kurikulum pendidikan agama islam berbasis keilmuan pesantren. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pengembangan Standar Kompetensi Lulusan dalam kurikulum pesantren yang menganut 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu agama Islam, tetapi juga memiliki karakter mulia, keterampilan hidup, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Lulusan pesantren diharapkan mampu berkontribusi secara positif di masyarakat, baik dalam konteks keagamaan maupun sosial-ekonomi. Untuk itu, pengembangan kurikulum berbasis pesantren yang mengintegrasikan ilmu agama dengan keterampilan praktis dan nilai-nilai karakter sangat penting dalam mencapai tujuan tersebut. Pesantren masih berfungsi sebagai lembaga  pendidikan, penyebaran  ilmu  pengetahuan  agama (tafaqquh  fi  addin),  pengendalian  sosial, dan rekayasa sosial atau engineering sosial.
Konsep Ilmu Dalam Pesantren: Antara Fardhu ‘Ain Dan Fardhu Kifayah M Taufik Iamail Siregar; Muhammad Husni
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i1.850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan konsep pembagian ilmu dalam tradisi pendidikan Islam di pesantren, khususnya antara fardhu 'ain (ilmu wajib individual) dan fardhu kifayah (ilmu wajib kolektif). Fokus utama meliputi definisi, karakteristik, serta implementasi konsep ini dalam kurikulum pesantren, baik tradisional maupun modern. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, diaman seluruh data diambil melalui buku, jurnal dan dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Pertama, ilmu fardhu ‘ain merupakan pengetahuan yang wajib dikuasai oleh setiap Muslim, seperti akidah, fikih ibadah, dan akhlak. Di lingkungan pesantren, ilmu ini menjadi fondasi utama dalam membangun kesadaran spiritual dan moral santri agar mereka memiliki pemahaman agama yang kuat serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, ilmu fardhu kifayah mencakup bidang keilmuan yang tidak diwajibkan bagi setiap individu tetapi harus dikuasai oleh sebagian umat Islam, seperti sains, teknologi, ekonomi, dan kesehatan. Pesantren modern semakin menyadari pentingnya ilmu ini dan mulai mengintegrasikannya dalam kurikulum mereka. Tujuannya adalah mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki ketakwaan dan pemahaman agama yang baik, tetapi juga keterampilan yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Ketiga, menemukan keseimbangan antara ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah masih menjadi tantangan bagi pesantren.
Menggali Nilai-Nilai Ketakwaan Dalam Kitab Aqidah Al-Awam: (Studi kasus santri baru SMA di pondok pesantren An-Nur 2 Malang) Abdullah Hilmi Az-Zuhdy; Muhammad Husni
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i1.867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai ketakwaan yang terkandung dalam Kitab Aqidah Al-Awam, sebuah kitab klasik yang sering digunakan dalam pendidikan teologi Islam di pesantren. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk: (1) mengidentifikasi nilai-nilai ketakwaan yang terkandung dalam Kitab Aqidah Al-Awam, (2) memahami bagaimana nilai-nilai ketakwaan tersebut dipahami dan diinternalisasi oleh santri kelas 1 SMA, dan (3) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses internalisasi nilai-nilai ketakwaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif di kelas dan lingkungan pesantren, serta analisis dokumen terhadap Kitab Aqidah Al-Awam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kitab Aqidah Al-Awam mengandung nilai-nilai ketakwaan yang bervariasi , seperti keimanan yang kuat kepada Allah SWT, ketaatan dalam menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, mensyukuri nikmat-Nya, dan berpikir positif dalam menghadapi cobaan. Pemahaman santri terhadap nilai-nilai ini umumnya baik, namun tingkat internalisasi dan pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari bervariasi. Faktor-faktor seperti motivasi belajar, lingkungan pergaulan, dan peran guru serta orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap proses internalisasi nilai-nilai ketakwaan.
Implementation of Differentiated Learning Through Cognitive Diagnostic Assessment in Grade IV of SDN 1 Kelayu Jorong Ramdan, Ahmad Yasar; Muhammad Husni; Hasbialloh
IJE : Interdisciplinary Journal of Education Vol. 2 No. 3 (2024): November, Interdisciplinary Journal of Education (IJE)
Publisher : Sumber Belajar Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61277/ije.v2i3.155

Abstract

This study aims to describe the process of implementing differentiated learning through cognitive diagnostic assessment and factors that can support and hinder teachers. This study used a qualitative research approach with a descriptive research method. The source of this study was fourth grade teacher at SD Negeri 1 Kelayu Jorong. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques used data reduction, data presentation, drawing conclusions, and verification. The results of the study showed that the implementation of differentiated learning consists of: 1) Planning stage, mapping students' abilities through cognitive diagnostic assessment results into three learning groups such as: advanced, moderate, and developing groups, and teachers choose and compile teaching materials, methods, and strategies that were in accordance with students' abilities, 2) Implementation stage, used process differentiation, content differentiation, and product differentiation, 3) Evaluation stage, teachers applyed two types of evaluation, namely formative evaluation, and summative evaluation. Supporting factors for the implementation of differentiated learning with teacher collaboration, and the ease of finding sources through PMM. Meanwhile, the inhibiting factors for teachers in implementing differentiated learning were time and lack of encouragement to participate in improving teacher competency through various workshops and seminars.
Penyusunan Peta Indikatif Berbasis SIG melalui Pendekatan Partisipatif di Kampung Woslay Ilham Al Ghozi; Achmad Gegi Prasetyo; Muhammad Husni; Rizky Dewa Putra; Agung Nugroho
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3739

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyusun peta indikatif Kampung Woslay berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui pendekatan partisipatif untuk menyediakan informasi spasial dasar bagi perencanaan pembangunan desa. Minimnya data keruangan di Kampung Woslay, terutama pada SP1 dan SP2, menjadi dasar pelaksanaan kegiatan ini. Data dikumpulkan melalui survei lapangan dengan pelibatan masyarakat dalam proses validasi kondisi permukiman serta melalui pengolahan data spasial yang tersedia, kemudian dianalisis menggunakan teknik overlay dan network analysis untuk menggambarkan kondisi fisik wilayah serta aksesibilitas hunian terhadap fasilitas pendidikan. Hasil menunjukkan bahwa permukiman berkembang secara linear mengikuti jaringan jalan utama dengan konsentrasi tertinggi di bagian utara kampung, sementara wilayah tengah hingga selatan didominasi vegetasi alami. Analisis aksesibilitas mengidentifikasi ketimpangan signifikan di SP1 akibat terbatasnya fasilitas pendidikan, sedangkan SP2 memiliki pola pelayanan yang lebih merata. Peta indikatif yang dihasilkan memberikan dasar penting bagi perencanaan ruang, pemerataan layanan dasar, serta pengembangan potensi lokal secara lebih terarah dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI BRANDING “PONDOK ASYIK” DI PONDOK SHIROTHUL FUQOHA’ ANAK DAN DAMPAK TERHADAP KARAKTER SANTRI Muhammad Umar Faruq; Muhammad Husni
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon occurring in society today shows a significant decline in the character of the younger generation. Gradually, young people are experiencing character degradation, causing parents to become increasingly concerned about this situation. This means that the younger generation must be guided and educated so they can grow into a resilient and strong generation. Islamic boarding schools (Pondok Pesantren) emerge within society as institutions that help address and anticipate these issues. This research is a qualitative study. The subjects of the research consist of 140 participants, including the caregivers of Pondok Pesantren Shirothul Fuqoha’ Anak, the head of the pesantren, administrators, and young students. The study was conducted from October 13–19, 2024 at Pondok Pesantren Shirothul Fuqoha’ Anak, Gondanglegi, Malang. Data collection techniques used were observation and interviews. Observation was aimed at exploring the “PONDOK ASYIK” branding and its positive impacts. The researcher gathered data through interviews with the children’s caregiver, K.H. Shofiyulloh, M.Pd., the head of Pondok Shirothul Fuqoha’ Anak, Ustadz Mohammad Sofi, M.H., nine pesantren administrators, and the head of RT 03 RW 02. Based on the results of this study, it can be concluded that the “PONDOK ASYIK” branding was implemented under the direction of the pesantren caregiver. This branding aims to increase the attractiveness of the institution so that parents will be encouraged to enroll their children. The term “Pondok Asyik” refers to a trustworthy institution that prioritizes politeness and good manners. It also provides assurance to the community that students are educated to be innovative and creative.
PERAN PESANTREN DALAM MENANGGULANGI DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI Fernanda, Moch Alvinas Naufal Fernanda Adie; Muhammad Husni
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalization brings progress in many aspects of human life, but it also brings negative effects, particularly regarding the moral values, culture, and behavior of the younger generation. Islamic boarding schools, as Islamic educational institutions that are both traditional and modern, play a crucial role in distilling values through religious education, moral development, and character building. This article examines how Islamic boarding schools contribute to addressing the negative effects of globalization through educational approaches, internalizing values, and enhancing social roles. The method used is desk research, exploring relevant literature on Islamic boarding schools, globalization, and values education. The findings of this study indicate that Islamic boarding schools can serve as a moral bulwark in society by emphasizing character education, strengthening religious culture, increasing digital literacy, and revitalizing social roles.
Rekonstruksi Epistemologi Santri: Analisis Cara Berpikir Bayani–Burhani–Irfani pada Santri Generasi Z di Pesantren Modern Intan Karisma; Muhammad Husni
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi epistemologi santri Generasi Z di pesantren modern melalui kerangka berpikir bayani, burhani, dan irfani. Transformasi pendidikan pesantren yang ditandai oleh integrasi kurikulum umum, teknologi, dan metode pembelajaran kontemporer telah mengubah pola transmisi pengetahuan yang sebelumnya bersifat tekstual dan tradisional. Sementara itu, karakteristik Generasi Z sebagai generasi digital native—yang memiliki kecenderungan belajar cepat, visual, dan sangat bergantung pada akses informasi instan—mempengaruhi cara mereka memahami teks keagamaan serta membangun pengetahuan. Melalui studi literatur terhadap berbagai sumber terkait pesantren, generasi Z, dan epistemologi Islam, penelitian ini menemukan adanya pergeseran pola berpikir santri dari dominasi bayani menuju pola yang lebih integratif, dengan penguatan nalar burhani dan transformasi praktik irfani. Hasil penelitian menegaskan bahwa pesantren perlu melakukan rekonstruksi epistemologi yang mampu mengakomodasi perubahan kognitif santri Generasi Z tanpa melepaskan akar tradisi keilmuan klasik. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan model epistemologi santri di era digital.