Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS KAJIAN FEMINISME DALAM NOVEL BERJUDUL “JANGAN SALAHKAN AKU SELINGKUH” KARYA RIFANI APRIL Rahma Aulia, Putri; Nurjamin, Asep; Kulsum, Umi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41881

Abstract

 Analysis of Feminism Studies in the Novel entitled “Don’t Blame Me for Cheating” by Rifani April. The aim of this research is to find out the study of feminism contained in the novel ‘Don’t Blame Me for Cheating’ by Rifani April which is interesting to study so that it can be used as a message by researchers and readers. The method used by the researcher is a qualitative descriptive method and the research technique used is a qualitative analysis technique, in the form of quotation and interpretation data from female characters in the novel ‘Don’t Blame Me for Cheating’ by Rifani April. Based on the results of the analysis, the results of the research showed that there was one female figure who was studied regarding feminism from a Marxist perspective, namely the wife (Anna), who was full of love and attention to her husband (Dimas) for many years but was instead rewarded with painful betrayal. Shows how her husband systematically oppresses and abuses Anna, both verbally and emotionally. So Anna starts having an affair again with her old friend Reyhan with the aim of revenge so that Dimas feels what Anna feels. The conclusion that can be obtained from this research is the study of feminism carried out by husbands towards wives, such as belittling their feelings and controlling them, which leads to infidelity, injustice, oppression, and women’s psychological image rights in terms of reproduction. This gives rise to feelings of revenge carried out by the wife against her husband. To have an affair so that the husband is deterred from the behavior he has carried out during the marriage.
NARASI DAN PERSPEKTIF JURNALIS TERHADAP ISU KESETARAAN GENDER(ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS PADA MEDIA ONLINE INDONESIA) Dina Agustriani; Ari Kartini; Asep Nurjamin; Agus Hamdani
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 1 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ajyykr33

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi guru perempuan PPPK yang menggugat cerai suami dalam media daring menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Sara Mills. Fokus penelitian berada pada posisi subjek dan objek, peran gender, serta konstruksi kuasa yang muncul dalam narasi berita. Data diperoleh dari berita online Indonesia yang memberitakan fenomena perceraian guru perempuan setelah menerima SK PPPK. Hasil analisis menunjukkan perempuan diposisikan sebagai subjek aktif dengan legitimasi ekonomi dan kemampuan mengambil keputusan rumah tangga, sedangkan laki-laki lebih banyak diposisikan sebagai objek pasif. Pemberitaan menekankan konflik psikologis, tekanan peran ganda, dan ketidakpuasan rumah tangga sebagai faktor yang memengaruhi keputusan perceraian. Temuan ini selaras dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti representasi perempuan dalam media dan transformasi posisi gender dalam relasi sosial. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana media daring membentuk persepsi kuasa dan gender dalam konteks sosial dan rumah tangga. Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Sara Mills, perceraian, representasi gender, media daring.
Analysis of Teacher Strategies in Integrating Technology in Islamic Religious Education Learning in Elementary Schools: Analisis Strategi Guru dalam Mengintegrasikan Teknologi pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Nurdin, Jajang Ahmad; Wahyudin, Wahyudin; Dimyati, Endang; Nurjamin, Asep; Rahayu, Ayu Puji; Jalaludin, Dodi Misbah
Academia Open Vol. 11 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.11.2026.13854

Abstract

General Background The rapid development of information and communication technology has transformed educational practices, requiring more interactive and student-centered learning environments. Specific Background In Islamic Religious Education at the elementary level, conventional teaching approaches remain dominant, while digital tools offer opportunities for more engaging instruction. Knowledge Gap However, studies examining comprehensive teacher strategies in integrating technology, including innovation, challenges, and solutions, remain limited. Aims This study aims to analyze teacher strategies in integrating technology, identify instructional innovations, examine implementation challenges, and explore solutions in Islamic Religious Education learning. Results The findings indicate that teachers utilized instructional videos, interactive quizzes through platforms such as Wordwall and Quizizz, and web-based learning via Google Sites. These practices increased student engagement, participation, and understanding, as reflected in improved average scores from pre-test to post-test. Nevertheless, constraints such as limited technological infrastructure, unstable internet access, and insufficient digital literacy were identified. Teachers addressed these issues through personal device utilization, institutional collaboration, and continuous learning efforts. Novelty This study provides a comprehensive perspective by integrating analysis of teacher strategies, innovations, constraints, and solutions within a single framework. Implications The results suggest that technology integration can support improved learning processes in Islamic education when accompanied by adequate resources, institutional support, and enhanced teacher digital competence. Highlights • Increased student engagement observed during technology-supported instruction• Higher post-test scores indicate improved conceptual understanding• Implementation constrained by infrastructure and digital literacy limitations Keywords Technology Integration; Teacher Strategy; Islamic Education; Learning Outcomes; Digital Learning
Pengembangan Program Pengasuhan Berbasis Linguistik Sistemik Fungsional dan Appraisal Psikologis bagi Orang Tua di Garut Lucky Rahayu Nurjamin; Asep Nurjamin; Mohamad Soni; Yustika Nur Fajriah; Rafli Muhamad Ridhwan; Ridwan Maulana; Cahyani Dwiputri
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22260

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi pengasuhan positif pada orang tua anak usia dini di Desa Sukaratu, Kabupaten Garut, melalui pendekatan terpadu berbasis analisis appraisal linguistik dan psikologi. Intervensi mengombinasikan analisis appraisal dalam kerangka Linguistik Sistemik Fungsional (LSF) dengan strategi edukasi psikologis seperti manajemen stres, emotion labeling, serta praktik komunikasi konstruktif. Data dikumpulkan melalui asesmen pra–pasca, jurnal bahasa, observasi, dan diskusi kelompok dalam Kelompok Dukungan Sebaya (KKSB). Hasil menunjukkan penurunan signifikan pada skor stres subjektif orang tua (23%) dan peningkatan kemampuan dalam mengelola tekanan emosional melalui teknik breathing exercise, mindfulness grounding, dan model positive reappraisalLazarus–Folkman. Perubahan linguistik juga tampak nyata: afek negatif menurun 34%, penilaian konstruktif meningkat 41%, dan penggunaan graduasi ekstrem bernada negatif berkurang 29%. Orang tua menjadi lebih percaya diri dalam mengelola dinamika rumah tangga dan menunjukkan penurunan frekuensi ledakan emosi, didukung oleh meningkatnya praktik refleksi diri melalui jurnal harian. Meskipun anak tidak terlibat langsung, orang tua melaporkan peningkatan responsivitas anak terhadap arahan, berkurangnya konflik harian, dan meningkatnya kenyamanan komunikasi. Pada tingkat komunitas, KKSB berhasil menyusun “Modul Bahasa Pengasuhan Positif” serta melahirkan sejumlah ibu sebagai role model, sehingga mendorong rencana replikasi program ke dusun lainnya di Sukaratu. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan efektivitas integrasi teori appraisal dan keterampilan psikologis dalam membangun ketahanan keluarga di komunitas pedesaan.
Integrating Generative Artificial Intelligence (AI)-Based Multimodal Learning in Education to Enhance Literacy Aligned with Sustainable Development Goals (SDGs) Asep Nurjamin; Lucky Rahayu Nurjamin; Yustika Nur Fajriah; Aisyah Khoerunnisa Nurjamin; Hijrin Ahmad Firdaus
ASEAN Journal of Educational Research and Technology Vol 5, No 1 (2026): AJERT: VOLUME 5, ISSUE 1, March 2026
Publisher : Bumi Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to investigate the integration of artificial intelligence (AI)-based multimodal learning in education to enhance students’ literacy in alignment with Sustainable Development Goals. A quasi-experimental design was employed with elementary students who participated in lessons supported by teacher modelling and AI scaffolding. The intervention was implemented through literacy tasks focusing on descriptive writing and multimodal expression. The results indicated that students improved in their ability to construct coherent descriptive texts enriched with visual elements, demonstrating progress in vocabulary use and multimodal literacy. These findings are significant because the combination of teacher guidance and AI feedback strengthened the learning process by connecting linguistic concepts with meaningful tasks. The study highlights the impact of aligning educational innovations with Sustainable Development Goals (SDGs), showing that AI-assisted multimodal learning can foster student-centered pedagogy, improve literacy development, and provide sustainable pathways for integrating digital technologies into education.
Efektivitas media pembelajaran interaktif Wordwall dalam meningkatkan kemampuan membaca awal siswa Iros Rosita; Ari Kartini; Asep Nurjamin; Agus Hamdani
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 5 No. 1 (2026): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v5i1.95013

Abstract

Early reading skills are among the basic skills that elementary school students must master. Early reading difficulties persist among first-grade students, underscoring the need for effective instructional media to support learning. This study aims to assess the effectiveness of Wordwall interactive learning media in improving early reading skills among first-grade students at SDN Pasirwaru Limbangan. This study uses a quantitative approach with a one-group pretest-posttest pre-experimental design. The population in this study was all 21 first-grade students, who were also used as the research sample. Data were collected through reading comprehension tests before and after the implementation of Wordwall. Data analysis was performed using the Wilcoxon Signed-Rank Test, a nonparametric test, because one of the data sets was not normally distributed. The results showed a difference in reading comprehension between before and after the use of Wordwall. These findings indicate that Wordwall interactive learning media is effective in teaching reading comprehension to first-grade elementary school students.
Analisis Analisis Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Taksonomi Barrett Ajeng Ratna Permana; Asep Nurjamin
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reading comprehension is a basic competency that significantly influences the learning success of elementary school students. This study aims to analyze the reading comprehension skills of sixth-grade students at SDN 4 Pasirwaru, Blubur Limbangan District, based on Barrett's Taxonomy.
ANALISIS APPRAISAL FRAMEWORK DALAM PUISI “KETIKA TANGAN DAN KAKI BERKATA” KARYA TAUFIQ ISMAIL: KAJIAN SFL “SYSTEMIC FUNCTIONAL LINGUISTICS” U. Andi Mulyadi; Asep Nurjamin
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.23453

Abstract

Penelitian ini menganalisis puisi religius “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” karya Taufiq Ismail dengan menggunakan kerangka Systemic Functional Linguistics (SFL) dan Appraisal Framework. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan realisasi subsistem Attitude, Engagement, dan Graduation serta menjelaskan bagaimana konfigurasi evaluatifnya membangun posisi sikap penulis terhadap tema hari pertanggungjawaban dan relasi manusia–Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan objek material teks puisi/lirik, sedangkan data berupa larik yang mengandung unsur evaluasi dikumpulkan melalui teknik baca–catat dan dianalisis dengan pengodean kategori Attitude (Affect, Judgment, Appreciation), Engagement, dan Graduation.Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi didominasi oleh Attitude jenis Affect negatif (rasa takut, hina, penyesalan) yang berpadu dengan Affect positif berupa harapan akan karunia dan petunjuk Ilahi. Judgment terutama hadir sebagai penilaian moral implisit terhadap perilaku manusia melalui citraan tangan dan kaki sebagai saksi atas perbuatan, sementara Appreciation tampak dalam penilaian positif terhadap “jalan cahaya sempurna” sebagai orientasi hidup ideal. Dari sisi Engagement, puisi cenderung monoglossic dengan suara religius yang otoritatif. Graduation muncul melalui repetisi leksikal dan struktur paralel yang mengintensifkan nuansa peringatan dan urgensi pertobatan. Secara keseluruhan, konfigurasi Appraisal membangun efek interpersonal yang kuat berupa peringatan, kegentaran, dan ajakan bertobat, sekaligus menunjukkan relevansi Appraisal Framework bagi kajian puisi religius dan pembelajaran sastra Indonesia.